PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. PULAU K 2.


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan solat, Rosa mengajak Rifan dan ketiga sahabatnya untuk mencari makan di luar. Saat Johan bertemu dengan Rifan, dia kaget, namun tak lama diapun tersenyum . dia maklum cinta Rifan yang begitu besar pada Rosa. Andai itu terjadi pada dia, dia pun pasti seperti Rifan yang terlihat sangat bucin pada Rosa . Siapa yang tak akan ketakutan kehilangan kekasih seperti Rosa.


"Jo...kita cari makan Di mana...?" tanya Rosa pada Johan yang duduk di depan dekat Asep yang sedang menyetir .


"Kita cari yang dekat saja Ros... Sebab sebentar lagi sudah adzan magrib..." jawab Johan .


"Boleh juga...kalau begitu kita cari yang dekat- dekat sini aja Sep..." kata Rosa pada Asep.


"Baik Bos..." jawab Asep.


Tak lama mereka menemukan Restoran yang terlihat cukup ramai dengan pengunjung. Merekapun segera memilih untuk makan di Restoran itu. Setelah memarkirkan kendaraan mereka. Mereka segera masuk kedalam restoran itu. Untunglah masih ada meja dan kursi untuk mereka. Setelah mendapatkan kursi , Asep yang tak sabar menunggu pelayan restoran menghampiri mereka, Dia segera berdiri dan berjalan menghampiri pelayan untuk memesan makanan buat mereka . Setelah itu dia kembali duduk bersama teman- temannya . Saat menunggu makanan pesanan mereka datang, mereka asik mengobrol bersama. Tiba- tiba percakapan mereka terhenti saat seorang pria paruh baya datang menghampiri meja mereka .


"Maaf.. Mengganggu nak...?" kata pria itu sopan .


"Ya...ada apa pak...." kata Rosa lembut .


"Apakah bapak boleh tanyak nak....?" tanya Pria itu pada Rosa .


"Boleh..masalah apa Pak...?" tanya Rosa.


"Apakah kau mengenal nyonya Galuh...?" tanya pria itu.


Mendengar perkataan pria paruh baya itu, Rosa dan ketiga sahabatnya kaget. Mereka saling berpandangan.


"Ya ampun...ada orang yang menanyakan soal nyonya Galuh lagi ..apakah nyonya Galuh ini banyak penggemarnya ya..." Batin Rosa.


"Maaf ... memangnya ada apa Paman...?" Tanya Rosa penasaran.


"Kau mirip dengan Galuh sahabat kami nak..." jawab pria itu.


"Oo begitu...tapi Maaf paman...aku tidak mengenal nyonya Galuh..." jawab Rosa.


" Maaf nak , aku fikir kau putrinya Galuh..." jawab pria itu lagi.


"Bukan paman..." jawab Rosa , Walau di dalam hatinya dia merasa bersalah. tapi dia belum berani mengakui kalau Galuh bunda dari Rosa. dia belum jelas siapa ibu Rosa .


"Sekali lagi maafkan baoak nak... Kalau begitu bapak pamit dulu..." kata pria itu sopan.


"Silahkan Pak. " jawab Rosa.


Pria itupun pergi meninggalkan meja mereka. Dan ternyata dia juga makan di Restoran itu bersama keluarganya.


Sepeninggal pria tadi. Rifan bertanya pada Rosa.


"Bee... siapa Galuh...?" tanya Rifan.


" Aku juga tidak tahu Bee..." jawab Rosa .


Namun Rifan teringat siapa Ibu dan Ayah Rosa , bukankah dia pernah menyelidiki siapa Rosa .


"Kenapa kau tidak menyuruh Gilang atau Roni untuk mencari informasi tentang Rosa...?" kata Johan mengingatkan .


"Ya Tuhan.. Gue lupa...!" seru Rosa . Dia segera mengambil ponselnya. Tak berapa lama terdengar dia sedang berbicara di telfon.


" Asalamualaikum Bos..ada apa...?" terdengar suara Gilang dari sebrang.


"Waalaikum salam Lang, , kau bisa mencari informasi buatku Lang....?" tanya Rosa.


" Informasi Bos...?" tanya Gilang .


"Iya...coba kau selidiki kehidupan Rosa, siapa nama kedua orang tuanya. Dan dari mana Asal kedua orang tuanya...?" kata Rosa.


"Baik Bos...." jawab Gilang. Setelah itu Rosa segera menutup sambungan telfonnya.


"Bee...kau tidak tahu nama kedua orang tia Rosa...?" tanya Rifan.


"Tidak Bee... Aku hanya mengetahui masalah perkawinannya atau kehidupan Dia bersama suaminya . ." kata Rosa .


"Seoeryinya aku tahu nama kedua orang tua Rosa Bee..." kata Rifan sambil menatap sang gadis .


" Apaa...kok tahu orang tua Rosa...? kok bisa, Memangnya kau mengenal dia...?" tanya Rosa heran.


"Bukan begitu...aku tidak mengenal Rosa, aku tahu itu setelah bertemu denganmu, dan aku penasaran, Dan akhirnya menyuruh Dikra untuk menyelidiki tentang dirimu...." kata Rifan sambil mengusap menatap wajah sang kekasih.


"Lalu siapa nama kedua orang tua Rosa Bee...?" tanya Rosa antusias .


"Sebentar akan kutelfon Dikra. " kata Rifan, Dia segera mengambil Ponselnya dan menelfon Dikra. Tak berapa lama terlihat Rifan berbicara dengan Dikra. Setelah beberapa saat dia mengakhiri percakapan mereka. Beberapa saat kemudian, terlihat Rifan membuka pesan, dan dia segera memberikan ponselnya pada Rosa.


"Kau bisa membacanya sendiri..." kata Rifam sambil menyerahkan ponselnya. Rosa segera membaca pesan di ponsel Rifan. Saat membaca pesan itu, Rosa berseru pelan.


"Ada apa Bos...?" tanya Asep dan Mamat bersamaan.


"Ada apa Ros ...?" tanya Johan khawatir.


"Nama ibu Rosa Galuh Hartanto dan Ayahnya Buyung Irawan..!" seru Rosa pelan .


"Jadi kau memang anak dari wanita yang di kenal mereka, ternyata orang tua si Rosa berasal dari kota ini Bos..!" seru Mamat . Rosa hanya bisa terpanah mendengar kenyataan itu. Karena dia tak pernah menyangka kalau orang tua dari Rosa adalah penduduk kota ini. Terang saja dia tidak memiliki gambaran di dalam ingatan Rosa sama sekali , tentang keluarga dari Ayah dan ibunya, dan perasan akrap Rosa terhadap keluarganya dari ibu maupun Ayahnya ..


"Jadi orang tua Rosa berasal dari kota ini....lalu kenapa mereka hilang kontak dengan keluarga besar mereka. Aku tidak memiliki gambaran apapun didalam memori otak Rosa tentang kota ini . apa mereka tidak pernah datang kesini..." ucap Rosa heran .


"Benar sekali...walaupun di tubuh ini roh Kanaya yang mendiami, pasti di dalam memori ingatan tubuh Rosa pasti ada gambaran tentang kota ini kalau mereka pernah kemari , apalagi kalau mereka seting kemari..." kata Johan.


"Benar sekali kata Johan..contohnya saat aku masuk mendaftar ulang pada kampus tempat Rosa pernah kuliah, aku mendapatkan ingatan yang pernah Rosa alami di kampus itu. Dan juga saat aku bertemu dengan teman atau sahabat Rosa, aku juga mengingat semua kedekatan mereka. Tapi saat aku kemarin datang di kota ini, aku tidak memiliki sama sekali ,ingatan tentang kota ini....apa Rosa dan keluarganya tidak pernah datang ke kota ini..." kata Rosa semakin heran . saat mereka sedang berdebat, pelayan Restoran yang membawa makanan pesanan mereka datang.


"Ya sudah kita tunda dulu masalah ini, aku akan menyelidiki nanti..." kata Rosa mengakhiri pembicaraan mereka . Merekapun setuju dan segera menikmati makanan yang sudah tersedia di depan mereka.

__ADS_1


Saat mereka sedang asyik makan, tiba- tiba ponsel Rosa terdengar berbunyi. Rosa segera mengambil ponsel itu yang berada di dalam tas kecilnya. Terlihat nama Gilang tertera di layar ponsel miliknya. Buru- buru Rosa menerima panggilan Gilang.


"Asalamualaikum Lang...gimana penyelidikanmu...apa yang kau temukan..?" tanya Rosa buru- buru.


"Walaikum salam Bos.. beres Bos gue udah menemukan siapa kedua orang tua Rosa, dan dari mana mereka berasal. Lebih baik gue kirim saja semua data mereka ke emael elo..." kata Gilang dari sebrang.


"Baik Lang... trimakasih gue ucapkan...ya sudah gue tutup dulu..." kata Rosa.


" iya Bos... Assalamualaikum..." ucap Gilang.


"Waalaikum salam ..." balas Rosa. Dia segera melihat email yang Gilang kirimkan.


Dan saat Rosa membuka email nya dia kaget mengetahui siapa orang tua Rosa. Benar persis sama seperti yang di dapat dari Rifan, nama orang tua Rosa adalah Galuh Hartanto dan Buyung Irawan. Mereka berasal dari keluarga Hartanto dan Keluaega Irawan.


"Oo..jadi ibu dari Rosa berasal dari keluarga Hartanto...dan sang Ayah dari keluarga Irawan..." ucap Rosa sambil memandang para sahabatnya.


"Tunggu Ros, dari keluarga mana asal Rosa...?" tanya Johan dengan wajah kaget.


"Dari keluarga Hartanto..kenapa Jo...?" tanya Rosa balik.


"Yang benar Ros...soalnya pemilik dari tanah yang akan kita beli itu adalah keluarga Hartanto...jangan- jangan pemilik yang di katakan putri yang telah pergi itu adalah Mama si Rosa...!" seru Johan dengan wajah kaget. Mendemgar ucapan Johan , Rosa tertegun dan terdiam.


"Benar Kata Johan Bos...jangan- jangan yang di maksud okeh mereka adalah ibu dari si Rosa... " kata Asep membenarkan perkataan Johan . Mendengar perkataan kedua temannya, mereka terdiam.


"Lebih baik kita buktikan saja perkataan Johan Bee...bukankah kita akan pergi kerumah keluarga Hartanto ..." kata Rifan memecah kediaman diantara mereka.


"Kalau kenyataan ini benar...betapa sakitnya hati Rosa jika mengetahui kalau sang ibu telah di usir dari rumahnya hanya karena menikah dengan sang Ayah..." ucap Rosa yang tiba- tiba merasakan kepedihan di hatinya. Dia merasakan penderitaan yang tiba- tiba mendera hatinya.


"Ya Tuhan...apakah ini perasaan Rosa ..." batin Rosa atau Kanaya. Tiba- tiba dia merasakan perasaan menyedihkan , hingga air matanya jatuh dari mata indahnya . Tiba- tiba Rosa mendapatkan bayangan seorang wanita yang Wajahnya mirip dengannya sedang duduk di depan cendela sambil menangis,


"Apa ini...siapa wanita itu...? Apakah dia ibu Rosa yaitu Nyonya Galuh..." batin Rosa. Dan tanpa dia sadari air matanya semakin deras jatuh berderai.


"Bee...ada apa...?" ucap Rifan yang menyadari Rosa menangis. Mendengar ucapan Rifan, Rosa tersadar..


" Entah Bee... tiba- tiba aku merasakan kepedihan yang sangat di dalam hatiku, mungkin ini perasaan Rosa yang sedih mengetahui kenyataan sang ibu yang ternyata telah di usir dari rumahnya. Dan tiba- tiba aku mendapat bayangan seorang wanita yang menangis di cendela sambil menatap kearah kejauhan. Dan wajah itu mirip dengan wajahku.. mungkin dia nyonya Galuh ibu dari Rosa. Ibuku..." ucap Rosa pelan.


Rosa seperti merasakan kepedihan di dalam hatinya melihat penyebab wanita itu menangis. ibu...ibu dari tubuh ini..otomatis ibu kandungnya .


"Lalu apa yang akan kau lakukan pada mereka, jika benar kalau kau salah satu keturunan dari keluarga Hartanto..?" tanya Johan.


"Entahlah Jo...aku juga tidak tahu , tapi aku merasakan kemarahan di dalam hatiku, mungkinkah ini perasaan Rosa yang marah..." jawab Rosa .


"Lebih baik kita datangi dulu rumah mereka..." kata Rifan menengahi.


"Benar kata tuan Rifan Bos...kita datang dulu kesana, kita akan melihat apa yang akan terjadi nanti...." kata Asep .


"Benar kata Asep Bee...kita lihat dulu apa reaksi mereka ketika melihat kedatanganmu. Aku yakin mereka akan kaget seperti orang yang telah bertemu denganmu , orang yang mengenal nyonya Galuh....." kata Rifan dengan mengusap secara perlahan air mata Rosa yang masih mengalir di pipinya Tanpa sadar Rosa menatap kearah orang yang tadi menyapa dia. Dan kebetulan pria itu terlihat juga menatap kearahnya. Dengan sopan Rosa tersenyum sambil menganggukkan kepalanya sedikit. pria itupun tersenyum padanya.


Karena menangis dan perasaannya yang tak karuan , membuat nafsu makan Rosa hilang.


"Bee...ayo makan dulu...kau hanya sedikit makannya..." kata Rifan membujuk.


"Tapi aku tidak nafsu makan lagi Bee..." kata Rosa .


"Ayolah sedikit lagi..." bujuk Rifan.


" Benar Bos...tadi siang bukankah Bos Rosa belum makan sama sekali..." kata Mamat mengingatkan.


"Apa benar itu Bee...?" tanya Rifan yang terlihat kesal . Melihat wajah Rifan, Rosa merasa bersalah.


"Maaf...tadi aku merasa tidak lapar..." kata Rosa .


"Kau kebiasaan ...kalau begitu sekarang makan dulu...atau kita tidak pergi ke rumah orang itu...!" kata Rifan tegas.


"Tapi..." Rosa ingin menolak, namun Rifan memotong ucapannya.


"Tidak ada tapi- tapian Bee.. Ayo makan..." kata Rifan kembali.


Dan akhirnya Rosa memakan kembali makanannya , dia sempat menatap Mamat dengan tatapan tajam. Namun Mamat bukannya takut, dia malah tersenyum senang.


"Dasar anak buah ember..." ucap Rosa .


Mendengar ucapan Rosa, para sahabatnya dan Rifan tersenyum.


merekapun melanjutkan makan mereka.


Setelah selesai makan, mereka segera kembali ke hotel tempat mereka menginap.


Malam harinya setelah selesai solat magrib mereka berangkat kerumah keluarga Hartanto. Johan yang sudah tahu tempatnya kini menjadi driver sementara. tak berapa lama mereka sampai juga di rumah itu . Ternyata rumah keluarga Hartanto sangat besar. saat mereka sampai di pintu gerbang, mereka di hadang oleh seorang satpam.


"Maaf...mau bertemu siapa pak...?" tanya pria paruh baya yang memakai pakaian satpam.


"Saya mau bertemu tuan Sandy..." kata Johan datar.


"Apa sudah ada janji pak...?" kata satpam itu kembali .


"Sudah..." jawab Johan lagi .


Satpam itu segera membuka pintu gerbang rumah besar itu. Rosa merasakan kembali kesedihan di dalam hatinya. perasan yang menyedihkan hingga membuat dia kembali ingin menangis. dengan segera dia menekan perasaan sedihnya dengan memegang tangan Rifan . Merasakan genggaman tangan Rosa , Rifan tahu kalau sang kekasih merasakan perasaan tegang.


"Jangan cemas...ada kami bersamamu.." kata Rifan menghibur .


"Iya aku tahu...tapi perasaan sedih kembali menyerangku..." jawab Rosa.


"Berikan perasaan rilek di dalam hatimu agar prasaan sedih itu hilang..." kata Rifan menghibur. Rifan mempererat genggaman tangannya.

__ADS_1


Setelah mobil berhenti. mereka segera keluar dari mobil. satpam yang sejak tadi mengikuti mereka tertegun saat melihat wajah Rosa. Dia menatap Rosa dengan wajah sedih .


"Nona Galuh...." ucapnya pelan. dia segera mengantar mereka masuk kedalam rumah . Saat mereka masuk terlihat ruangan yang mewah berada di depan mereka. menandakan kalau keluarga tuan Galuh adalah keluarga kaya.


"Silahkan duduk duli tuan- tuan..." ucap sopan satpam tadi. Dia segera masuk kedalam rumah. Tak berapa lama , keluar seorang pria paruh baya yang terlihat masih ada ketampanan di wajah tuanya.


melihat kedatangan pria itu, Johan dan kawan- kawan segera berdiri .


"Selamat malam tuan Sandy..." sapa Johan ramah.


"Selamat malam tuan Johan... apa kabar..." sapa tuan Sandy sambil mengulurkan tangan dengan ramah.


"Baik tuan Sandy...dan ini perkenalkan Bos kami, Nona Rosa.." kata Johan sambil memperkenalkan Rosa yang berada di sebelah Johan. sejak tadi tuan Sandy fokus dengan Jogan, hingga dia tidak memperhatikan Rosa yang berdiri di sebelahnya. Saat dia melihat Rosa. terlihat wajahnya yang kaget. dia tiba- tiba berseru.


"Galuuuh....!" serunya dengan wajah kaget.


"Maaf tuan saya bukan Galuh...nama saya Rosa, ..." ucap Rosa dingin.


Rosa menyodorkan tangannya secara Formal.


Mendengar perkataan Rosa, terlihat tuan Sandy menatap Rosa dengan tajam. tak lama dia menyambut uluran tangan Rosa.


"Maaf saya salah orang...." ucapnya perlahan. dan dia segera menyalami juga Rifan Asep dan Mamat satu persatu . Setelah itu dia mempersilahkan mereka semua duduk kembali .


"Maaf Nona Rosa...saya teringat pada Adik kami , dia bernama Galuh...dan wajahnya mirip dengan Nona..." kata tuan Sandy dengan wajah sedih.


"apakah beliau sudah meninggal...?" tanya Rosa.


"Entahlah....!" jwab tuan Sandy.


"Lo...memangnya Beliau ada di mana..?" tanya Rosa lagi.


"Beberapa puluh tahun yang lalu, Dia pergi dari rumah, dan kami tidak mendapatkan kabar sama- sekali dari dia.." jawab Tuan Sandy .


"Aah...maaf...maafkan saya yang membuat anda teringat pada saudara anda..." kata Rosa.


"Tidak...bukan salah anda Nona...malah anda mengobati rindu kami pada dia..." jawab tuan Sandy lagi. percakapan mereka terpotong oleh pelayan yang datang membawa makanan kecil dan minuman.


"Ayo silahkan di nikmati makanannya..." ucapnya dengan ramah.


"Trimakasih tuan ..." ucap Johan.


"Maaf saya tinggal dulu, saya akan memanggil Papa saya..." kata tuan Sandy berpamitan.


"Silahkan Tuan..." ucap Johan .


Pria itu pergi kedalam . dan cukup lama dia berada di dalam rumah. Dengan sabar mereka menunggu tuan Sandy kembali. hingga hampir 15 menit kemudian, Dia kembali bersama seorang wanita paruh baya yang wajahnya terlihat hampir sama dengan wajah di ingatan Rosa. Saat wanita itu menatap Rosa, terlihat dia meneteskan air matanya. Memang Rosa memiliki kemiripan dengan wajah sang ibu yang ada di dalam ingatannya.


"Galuuuh...." serunya pelan .


Sedang Rosa berdiri dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan.


"Maaf nyonya...saya bukan Galuh...nama saya Rosa..." jawab Rosa ramah.


"Bolehkah saya memelukmu nak..." ucapnya sambil menatap Rosa dengan wajah sedih. Rosa terdiam sejenak. Karena dia merasakan kemarahan di dalam hatinya. Rasanya dia ingin berlari keluar dari rumah ini.


Setelah terdiam sejenak Rosa mengangguk.


melihat Rosa mengangguk kepalanya, wanita itu segera memeluk Rosa sambil menangis. cukup lama wanita itu menangis sambil memeluk Rosa, hingga terdengar suara yang menegur wanita itu.


"Rahayu....ada apa ini...?" tanya Sebuah suara dari samping mereka. wajah Rosa tertutup oleh kepala nyonya Rahayu. Hingga tidak terlihat ileh orang tua yang baru datang . mendengar suara itu, nyonya Rahayu melepas pelukannya.


"Maaf Pa..." ucap nyonya Rahayu pelan.


Dia melepas pelukannya. Dan saat wajah Rosa terlihat oleh pria itu, Dia tertegun menatap Rosa.


"Galuh...." ucapnya pelan. Dan pria itupun tiba- tiba jatuh pingsan. tentu saja membuat geger semua orang yang ada di ruang tamu itu. Akhirnya Dokter pribadi mereka datangkan. namun sebelum dokter datang , Rosa memberi pertolongan pada orang tua itu. Dia yang memang seorang calon Dokter tahu untuk menangani pasien . Rosa mengendorkan baju pasien dan melakukan CPR pada pasien . Setelah terlihat tuan Hartanto sadarkan diri. Mereka membawa tuan Hartanto kedalam kamar yang ada di dekat ruangan itu . Setelah itu Rosa bertanya pada tuan sandy yang berada di dekat mereka.


"Maaf...apakah tuan Hartanto memiliki riwayat penyakit jantung...?" tanya Rosa.


"Iya...papa memiliki penyakit Jantung.." jawab Sandy.


"Apakah dia mengonsumsi obat- obatan untuk jantungnya...?" tanya Rosa lagi.


"Ini Obat Papa....!" seru nyonya Rahayu yang datang dari ruangan dalam. dia berjalan cepat mendekati Rosa dan tuan Hartanto yang sudah berbaring di pembaringan. dia datang dengan membawa obat dan gelas berisi air minum. Dengan bantuan Rosa tuan Hartanto meminum obat pemberian putrinya. Setelah itu dia kembali berbaring. tak lama dokter keluarga datang. Setelah memeriksa tuan Hartanto. dia berucap.


"Kenapa dia sampai kambuh dan jatuh pingsan...?" tanya sang Dokter sambil memeriksa tuan Hartanto.


"Dia sedikit mendapat kejutan..." jawab tuan Sandy .


"Untukng dia cepat- cepat mendapatkan pertolongan pertama. siapa yang melakukannya...?" tanya sang Dokter pada tuan Sandy. Dia menatap pada sahabatnya .


"Dia..." jawab tuan Sandy sambil menunjuk Rosa yang ada di belakang sang Dokter. Dokter itupun membalikkan badannya untuk melihat siapa yang telah menolong pasiennya . Saat dia melihat wajah milik Rosa. Dia terkejut sekali dengan mata melotot dia menatap Rosa .


"Galuh....!" serunya .


"Maaf Dok...saya bukan nyonya Galuh..." jawab Rosa . Mendengar ucapan Rosa, Dokter itu tersadar..dia menatap pada tuan Sandy .


"Siapa dia San...?" kata sang Dokter.


"Dia orang yang akan membeli tanah milik Galuh..." jawab Sandy.


Maaf siapa di sini dulu ya....


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2