PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. BERTEMU NYONYA RINI .


__ADS_3

Hari - hari berlalu dengan cepat. Tak terasa sudah dua bulan tuan Chan Sio mendapat perawatan yang baik dari Rosa. Kini dia sudah sehat dan segar kembali seperti semula . dan kini dia bisa memulai untuk membuat perhitungan pada sausaranya, mencari keadilan buat keluarganya. Sudah cukup untuk sang kakak yang lahir lima menit sebelum kelahiran dia, menikmati semua harta miliknya.


"Paman...apakah paman sudah siap menghadapi saudara kembar paman..?" tanya Rosa saat mereka sedang sarapan pagi .


Kemaren sepulang dari kantor, Rosa datang dan menginap di Villanya. Dia memang berencana tinggak di Villanya selana dua mnggu . karena Dia ingn melihat pembuatan bangunan yang telah dia rancang.


Ketika melihat Rosa menginap di Villa , semua anak buahnya menginap juga di sana, dan sekarang mereka sedang makan bersama dengan keluarga tuan Chan Sio .


"Kapanpun kau mengajak Paman untuk bertemu dengan dia, Paman akan selalu siap nak... Sejak dulu kami tidak pernah dekat ataupun bertemu dengannya. Dan saat kami bertemu, bukan kebahagiaan yang aku dapatkan, tapi penjualan dan penyiksaan yang aku peroleh. Dan dia juga berani mengusir istri dan anakku keluar dari rumah kami . Andai hanya aku yang sengsara, mungkin aku bisa memaafkan dia, tapi tidak jika untuk istri dan anakku..." ucap tuan Chan Sio dengan wajah marah.


"Baik, kalau begitu paman harus mulai bersiap - siap menghadapi dia. Dua minggu lagi ada pertemuan pemegang saham di perusahaan Chan Grup. Kita akan kesana menyelesaikan masalah ini..." kata Rosa dengan wajah kesal.


"Paman pasti siap nak..." kata tuan Chan Sio dengan semangat. Terlihat di dalam suara tuan Chan Sio kalau mengandung kemarahan .


"Oh ya Paman... Apakah surat- surat penting milik paman sudah di siapkan ..?" tanya Rosa.


"Sudah nak, Nindi sudah mengambilnya.." jawab tian Sio .


"Sudah Ros....aku susah mengambilnya beberapa minggu lalu bersama Yoyok..." kata Nindi menguatkan perkataan sang papa.


"Okey dua minggu lagi kita pergi ke perusahaan Chan Grub..." kata Rosa .


"Kami siap Bos....!" seru Nindi kocak membuat mereka yang di meja makan tertawa.


"Di...hari ini gue nggak ada acara, kita pergi kebutik mencarikan baju buat Paman, kau tahu ukuran baju paman kan...?" kata Rosa pada Nindi.


"Kita akan shopping Ros...?" tanya Nindi gembira.


" Iya...kita akan membeli pakaian buat Paman dan Kamu , Kau dan paman harus terlihat gagah dan cantik ..." kata Rosa.


"Yee...gini- gini gue juga cantik Ros..." kata Nindi tak terima.


"Iya gue tahu...kalau nggak percaya, tu tanya sama Yoyok. Iya kan Yok...?" kata Rosa dengan nada menggoda. Dia tahu kalau Nindi dan Yoyok semakin dekat.


Mendengar perkataan Rosa, terlihat wajah Nindi memerah karena malu, sedangkan Yoyok terlihat salah tingkah .


"Iya kan Yok...?" tanya Rosa kembali.


"(Berdehem) ..Mungkin .." jawab Yoyok kaku.


" Kok mungkin Yok...bilang aja iya, nggak akan ada yang menyalahkan kamu Yok... karena Nindi memang cantik..." goda Rosa tanpa ampun . melihat kedua pasangan itu salah tingka, semua temannya tertawa. Mereka memang sudah tahu kedekatan Yoyok dan Nindi .


"Baiklah kami akan pergi keluar dulu, oh ya Di..kau pakai baju yang sudah aku sediakan buatmu, karena kita akan menghadapi tuan Chan Luo, lebih baik kau memakai samaran dulu agar tak terlihat oleh mereka..." kata Rosa pada Nindi.


"Baik aku akan ganti baju dulu.." jawab Nindi . Setelah selesai sarapan, Nindi segera pergi ke kamarnya untuk mengganti bajunya, sedang Rosa berbicara dengan anak buahnya, membahas soal bangunan yang mereka garap. Tak berapa lama terlihat Nindi dan Rosa di temani Asep dan Mamat pergi mengendarai mobil milik Rosa menuju Butik milik Rosa sendiri.


Ketika sampai Di butik mereka berjumpa dengan nyonya Safitri yang sedang bersama dua temannya. Saat mereka berempat Masuk, nyonya Safitri melihat kehadiran Rosa.


" Sayang...kau datang kemari...?" kata sang Mama sambil berjalan kearah Rosa.


"Mama... Mama sedang sibuk...?" tanya Rosa. Sebab Butik ini sudah di serahkan pada sang Mama untuk mengolahnya.


"Tidak Nak... Teman- teman Mama ingin melihat kokeksi butikmu..." ucap nyonya Safitri lembut.


"Selamat pagi Tan..." sapa Nindi pada nyonya Safitri .


" Pagi sayang...apa kabar mamamu...?" tanya nyonya Safitri lembut.


"Baik Tan...Mama sehat selalu, semua berkat Putri Tante yang telah menolong kami.." ucap Nindi sambil mencium tangan dan Pipi nyonya Safitri.


"Syukurlah, ayo masuk mama akan memperkenalkan kalian pada teman- teman Mama..." ajak nyonya Safitri. Mereka segera di ajak masuk menemui teman nyonya Safitri yang sedang melihat koleksi butik Rosa. Dan saat Rosa dan Nindi bertemu dengan teman sang Mama, betapa kagetnya Rosa. Sebab salah satu teman sang Mama adalah mantan mertua dari Rosa.


"Tante Rini...!" seru Rosa tertahan.


"Rosa...kau Rosa kan...?" tanya nyonya Rini tak percaya.


"Iya Tan...apa kabar...?' tanya Rosa sopan.


" Baik Nak...." jawab nyonya Rini dengan tatapan yang sulit di artikan.


"Lo...kalian berdua sudah kenal...?" tanya nyonya Safitri heran.


" Ma...dia mantan mertua Rosa..." kata Rosa perlahan pada sang Mama.

__ADS_1


"Saya dulu mertuanya Rosa jeng...tapi ternyata kami tidak berjodoh lama..." jawab nyonya Rini sedih.


" Oo..jadi jeng Rini ini toh ibu mertua dari nak Rosa , dan dia ini anak angkat saya... Kami berjodoh sebagai anak dan ibu..." kata nyonya Safitri dengan nada agak tajam. Dia merasa marah saat mengingat kisah yang Rosa asli hadapi. .


" Maa..." ucap Rosa mengingatkan nyonya Safitri sang Mama. Namun nyonya Rini tahu kemarahan Nyonya Safitri . terdengar dari ucapannya yang meminta maaf.


"Saya tahu, kami sekeluarga bersalah pada nak Rosa, Maafkan saya . kami tidak tahu kalau putra kami sampai melakukan semua itu. Kami fikir saat dia menyetujui menikah dengan nak Rosa, dia sudah setuju seratus persen. Tapi ternyata dia hanya ingin menipu kami. ..." kata nyonya Rini menjelaskan.


" Tunggu, tunggu, ada apa ini...mbak Rini siapa gadis ini...?" tanya teman nyonya Safitri yang satunya .


"Wik...dia mantan istri si danar keponakan mu..." ucap nyonya Rini pada wanita disebelahnya. Terlihat wanita itu jaget .


"Apaa...Dia jandanya si Danar...wanita ini mantan istri danar...!" seru wanita itu kaget.


"Benar Wik...dia mantan istri Danar.." jawab nyonya Rini.


"Benar dia Janda putra jeng Rini, tapi Janda yang masih gadis..." ucap nyonya Safitri tajam.


"Maksud jeng Fitri apa sich...mana ada janda yang masih gadis.." tanya nyonya Dewi pada mama Rosa.


"Ada...contohnya putriku.. kalau anda tidak percaya bisa menanyakan semua ini pada nyonya Rini sendiri . kakak anda lebih berhak menceritakan semua Kejadian di masa lalu..." jawab nyonya Safitri .


"Sudahlah Ma, tante...itu masa lalu yang nggak perlu lagi di perpanjang .bukankah sekarang hidup kami sudah berpisah lama, lagian saya sudah bahagia hidup sendiri..."jawab Rosa.


Namun ucapan Rosa di hentikan oleh dering telfon miliknya.


"Maaf..saya harus menerima telfon dulu...Di, kau bisa carikan dulu baju paman..." kara Rosa pada Nindi yang duduk di dekatnya.


"Baik Bos....!" seru Nindi senang .


"Silahkan nak Rosa..." kata nyonya Rini dan nyonya Dewi. Rosa segera berjalan keluar ruangan. Ternyata itu telfon dari Rifan.


"Asalamualaikum Bee...kau di mana..?" tanya Rifan.


"Aku ada di butik .. Aku sedang membelikan baju buat paman Chan Sio dan Nindi , untuk menghadiri pertemuan itu.." jawab Rosa.


"Baiklah aku akan pergi kesana,..." kata Rifan.


"Baik kami akan menunggu..." jawab Rosa. Setelah itu dia menutup sambungan telfon mereka. Ketika dia masuk kembali kedalam ruangan, terlihat Nindi sedang memilihkan baju untuk sang Papa.


" Oo sebenarnya ini bukan butik saya, ini milik putri angkat saya si Rosa..." kata Mama Fitri pada kedua temannya . dia memang sengaja memamerkannya pada mereka.


"Apaa...milik Rosa...? yang bener jeng...?" kata nyonya Rini kaget .


" Untuk apa saya berbohong jeng Rini... butik ini di serahkan pada saya karena dia sibuk mengurusi dua perusahaannya miliknya..." kata nyonya Safitri dengan sengaja.


"Apaa...dua perusahaan..? bukankah dia bercerai dengan anak saya baru satu tahun setengah...ada dia sehebat itu hingga bisa mendirikan dua perusahaan...?" kata nyonya Rini heran.


"Tapi itu kenyataannya jeng.. Dia adalah CEO dari Perusahaan KAI dan KAG .." lanjut nyonya Safitri.


"Apaa...Perusahaan KAI dan KAG...? bukanya dua perusahaan itu , adalah berusaha yang cukup besar di kota ini dan di kota B ..?!" kata nyonya Dewi dengan wajah kaget.


"Itu memang kebenaran Jeng..." ucap nyonya Rosa memanasi. saat mereka sedang berbincang, si Rosa sedang berjalan dengan Nindi mencari baju untuk tuan Chan Sio. Namun tiba-; tiba seorang pria masuk kedalam ruangan itu dengan elegannya. Saat melihat pria itu , nyonya Safitri tersenyum dan menyambutnya.


"Assalamualaikum Ma...." sapa Rifan sambil mencium tangan nyonya Rifan, dan juga bersalaman dengan kedua orang itu


"Waalaikum salam Fan..kau dari kantor.?" tanya nyonya Safitri lembut.


"Iya Ma...Rosa di dini kan Ma...?" tanya Rifan lembut .


"Itu di dalam sedang memilih baju untuk tuan Sio papa si Nindi..." kata nyonya Safitri .


"Kalau begitu Rifan masuk dulu Ma..." kata Rifan lagi.


" Pergilah...mungkin Rosa butuh pendapatmu..." jawab nyonya Safitri dengan penuh perhatian.


"Baik Ma.." Rifanpun segera masuk ke arah tempat Rosa mencari baju.


" Jeng kenapa saya merasa femiliar dengan wajah pria barusan Ya...?" kata nyonya Rini .


"Lo...apa anda lupa...bukankah dia pemilik atau CEO dari perusahaan EKG.." kata nyonya Safitri menjelaskan.


"Ya , ya ya...saya ingat , Dia memang pemilik Perusahaan EKG. bukankah dua minggu yang lalu dia masuk TV. dalam wawancara pria terhebat dan terkaya di seluruh Asia..." kata nyonya Rini denga wajah gembira. sebab Dia tak menyangka kalau dia bisa melihat langsung pria tampan dan kata itu .

__ADS_1


" Iya aku bertemu dia di sebuah jamuan malam beberapa hari yang lalu . Lalu untuk apa dia berada di sini Jeng.. dan Dia sedang mencari siapa...?" tanya Nyonya Dewi .


" Oo Dia menyusul kekasihnya, dan dia sedang mencari Rosa ..." jawab nyonya Safitri dengan bangga.


"Maksud Jeng Fitri...?" tanya nyonya Dewi.


"Dia kekasih putri saya Rosa..." kata nyonya Safitri dengan tenang.


"Apaa kekasih....Rosa sudah punya kekasih...?" kata nyonya Rini kaget. terlihat ada kekecewaan di nada suaranya.


"Iya...dia kekasih nak Rifan..Memangnya kenapa Jeng...?" tanya nyonya Safitri heran.


"Tidak, tidak ada apa- apa jeng..." jawab nyonya Rini .


"Ternyata Tuan Rifan yang masih sendiri, menginginkan seorang janda untuk pendamping hidupnya... apa tidak ada gadis lain selain janda...?" kata nyonya Dewi sinis.


"Lebih baik seorang Janda yang masih gadis, yang bersifat baik watak, dan kepribadian . dari pada seorang gadis tapi hidupnya lebih dari seorang janda. dan memiliki sifat, sombong, congkak, dan bebas..." sebuah suara terdengar dari dalam ruangan butik dan tak lama terlihat Rifan dan Rosa keluar dari dalam ruangan itu.


"Apa maksudmu tuan Rifan...?" tanya nyonya Dewi yang terlihat Wajahnya memerah.


"Apa masalahnya anda menghina calon istri saya. saya kira dia tidak memiliki permusuhan dengan anda...aah..iya, apakah ini karena keponakan anda si Danar...? sebaiknya anda tanyakan dulu pada Kakak anda, apa masalahnya calon istri saya berpisah dari keponakan anda.." kata Rifan dengan nada dingin. nyonya Rini dan nyonya Dewi merasakan kedinginan di hati mereka. Namun nyonya Dewi masih berani mengicapkan kata- kata yang nadanya menyalahkan Rosa.


"Pasti semua karena kesalahan wanita itu, mungkin karena dia tidak bisa menjaga jesetiaannya, atau dia tidak becus menjadi seorang istri.." ucapnya tajam.


"Begitukah....? ternyata tuan Surya Danuwerta tidak mampuh mendidik istrinya menjadi seorang istri yang baik dan seorang Mama yang bagus untuk putrinya . nyonya...saya sarankan, jangan menghina setatus seseorang kalau anda belum tahu sebab dan masalah yang mereka dapatkan . Dan sayapun tahu siapa putri anda. Apakah putri anda seorang Foto model yang bernama Samanta Danuwerta...?" tanya Rifan dengan Dingin..


"Iya benar...gadis cantik yang masih mudah dan seorang foto model Bukankah lebih cocok dengan anda , dari pada seorang Janda seperti dia..." ucap nyonya Dewi sinis . Mendengar ucapan nyonya Dewi, terlihat nyonya Safitri marah. dia ingin melabrak nyonya Dewi, namu. Rosa sudah memegang tangannya .


"Sabar Ma..." ucapnya menghibur.


"Tapu Ros...." kata nyonya Safitri rak rela .


"Mama lihat saja apa yang akan di lakukan Rifan ..." kata Rosa menghibur sang Mama .


"Ha ha ha...Putri anda di bandingkan dengan calon istri saya...? ck,ck, ck.. apakah anda tahu apa yang di lakukan putri anda di luar sana...? baiklah karena anda tidak mengenal dia, maka saya akan memperlihatkan pada anda..." terlibat Rifan mengotak atik ponselnya. tak lama dia berucap.


"Lihat vidio- vidio yang saya kirim pada anda..." kata Rifan dingin. tak berapa lama terdengar suara pesan masuk kedalam ponsel seseorang. Dan ternyata itu milik nyonya Dewi . dengan cepat dia melihat pesan yang di kirim Rifan. Setelah melihat Vidio yang di kirim Rifan , terlihat wajahnya memerah, entah marah, malu atau kecewa tidak bisa lagi terlihat.


"Tidak...ini tidak mungkin...kau dapat dari mana vidio ini...!" serunya marah.


" Sekarang jaman modern nyonya.. jaman canggih yang mudah mencari informasi. Kalau anda ingin tahu semua beritanya. anda bisa mencari di ponsel anda..." kata Rifan dengan marah sinis. nyonya Dewi menatap Rifan dengan wajah tak percaya. tak lama dia mengajak sang kakak pergi dari butik milik Rosa .


sepeninggal Dua saudara itu, Rosa mendekati Rifan.


"My Bee...dari mana kau tahu masalah Nyonya Dewi tadi...dan lagian cepat banget kau mendapatkan infonya...?" tanya Rosa pada Rifan.


"Benar Fan...dari mana kau tahu semua itu..." kata nyonya Safitri.


"Bulan lalu tanpa sengaja Rifan bertemu dengan nyonya Dewi dalam suatu acara dengan suaminya. Dia berusaha mendekatiku, dan ujung- ujungnya dia ingin memperkenalkam putrinya padaku, karena itu untuk berjaga- jaga Dikra menyelidiki siapa nyonya dewi. dan Dikra menemukan kalau dia saudara kandung ibu mantan suami Rosa. yang bernama Danar...." kata Rifan pada Rosa dan nyonya Safitri.


"My Bee...apakah kau melakukan itu bukan karena...." Rosa menggantung ucapannya.


"Karena apa he...!" seru Rifan pada sang Pacar. Dan Rosa hanya menarik turunan alis matanya menggoda Rifan.


"Jangan macem- macem Bee..." ucap Rifan terlihat kesal. melihat tingkah Rifan Rosa dam nyonya Safitri tertawa. Rifan tahu pacar bandelnya sedang menggoda dia.


Sedang di sebuah mobil milik nyonya Rini, terlihat nyonya Dewi bertanya pada sang Kakak.


"Kak...sebenarnya apa yang terjadi pada pernikahan Danar...!" seru nyonya Dewi.


"Kau tadi memang salah Wik..sebenarnya semua kesalahan ada pada Danar, Danar terlalu Bodoh..." kata nyonya Rini.


"Maksud Kakak...?" tanya Sang adik.


Akhirnya sang kakak menceritakan semua kejadian yang terjadi pada Rosa dan Danar. hingga akhirnya semua masalah yang ada di rumah tangga Danar , terbongkar dengan sendirinya.


Mendengar semua itu, terlihat wajah nyonya Dewi memerah karena malu.


"Kak...,.ternyata kesalahan dan kebodohan itu ada pada putra kakak... ya Tuhan... betapa bodohnya anak itu, Dia membuang gadis berharga seperti Rosa, dan memilih Mirna yang jelas- jelas wanita murahan itu... ya ampun gimana ini kak...aku telah menyinggung tuan Rifan, gimana kalau ini berdampak pada perusahaan..!" seru nyonya Dewi ketakutan.


"Itu salahmu sendiri Wik...kenapa kau menghina Rosa yang kau sendiri tidak tahu permasalahannya. atau itu sengaja kau lakukan karena kau ingin menjodohkan Tuan Rifan dengan putrimu...?" kata nyonya Rini dengan wajah menatap nyonya Dewi.


Nyonya Dewi hanya bisa diam dalam penyesalan.

__ADS_1


Udah dulu ya...maaf jika masih banyak typo nya. jangan lupa like, vite dan komennya ya..


Bersambung.


__ADS_2