PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
USAHA PEMBUNUHAN


__ADS_3

Melihat tingkah Rifan yang terlihat lelah membuat Rosa tak tega. Akhirnya dia membalas pelukan Rifan. Melihat tingkah sang atasan kedua bawahannya segera keluar dan menutup pintu perlahan.


"Ada apa kak...?" tanya Rosa lembut.


"Aku lelah Bee... Aku lelah menghadapi mereka..." jawab Rifan .


"Mereka siapa...?" tanya Rosa.


"Para wanita penggoda..." jawab Rifan .


Mendengar ucapan Rifan , Rosapun tertawa. Mendengar sang kekasih tertawa, Rifan melepas pelukannya.


"Kok tertawa Bee...?" tanya Rifan heran.


"Habis kakak lucu...mereka menggoda kakak itu karna kakak sendiri. Salah siapa kakak menjadi orang kaya..? Kakak itu memiliki syarat sebagai pria yang di ingini mereka. Tampan kakak punya, harta kakak juga punya, pria mapan dan kaya itulah yang mereka cari kak..." jawab Rosa sambil tertawa .


"Tapi gadisku kenapa tidak seperti mereka, cuek, acuh tak tergiur dengan harta dan wajahku...?" tanya Rifan .


"Karena dia mampuh mencari sendiri apa yang dia suka, dan juga wajah bukan prioritas utama buatnya, kesetiaan yang dia cari... !" jawab Rosa dengan tenang.


"Itulah istimewanya wanitaku, hingga aku tergila- gila padanya...." kata Rifan sambil mencium lembut kening Rosa , membuat Rosa membeku seketika .


Dia merasakan debaran jantungnya yang lebih cepat dari biasanya. Takut Rifan mengetahui debaran jantungnya dan menutupi rasa malu, Rosa buru- buru melepas pelukan Rifan sambil megomel. Melihat tingkah sang kekasih, Rifan tertawa senang. Dia senang melihat tingkah malu dan wajah merah sang kekasih. Sedang Rosa segera mengambil makanan yang tadi dia taruh di atas meja kerja Rifan. Dia segera menaruh kotak makanan itu di atas meja di dekat sofa .


Rifan segera duduk di dekat sang kekasih yang sudah mulai membukakan kotak makanan untuk Rifan. Tak lama merekapun menikmati makan siang mereka bersama.


"Kak..Tadi pamanmu menelfon Johan.."


Kata Rosa di sela tawanya .


"Johan...? Ooo johan wakilmu itu...?" kata Rifan .


"Iya..." jawab Rosa.


"Ada apa...? Apakah dia ingin bekerjasama dengan perusahaanmu..?" tanya Rifan lagi.


"Dia ingin bekerjasama dengan perusahaan KAG tapi dengan syarat , Johan harus memecat karyawannya yang bernama Rosa Yunisa..." kata Rosa yang membuat Rifan kaget.


"Apaa...dia ingin bekerjasama dengan kalian asalkan perusahaan memecat dirimu...?" kata Rifan menegaskan.


"Hmm..." angguk Risa.


"Ha ha ha....dasar orang bodoh. dia ingin memecat sang pemilik ha ha ..." Rifan tertawa sampai dia tersendak. Rosa buru- buru memberikan air mineral pada Rifan.


"Kak...jangan keterlaluan ketawanya... kau nanti tersedak lagi lo..." kata Rosa menasehati .


"Habis lucu sayang... Dia tidak tahu kalau karyawan yang ingin dia keluarkan adalah pemilik dari perusahaan...trus Johan bilang apa...?" tanya Rifan lagi.


"Tentu saja Johan langsung menolak.


Dan kau tahu...Pamanmu membanggakan dan menunjukkan hubungan kekerabatan kalian untuk menekan Johan...!" kata Rosa lagi.


"Dasar manusia tak tahu malu. Masih berani dia mengatakan itu pada perusahaan lain..." geram Rifan.


"Itulah sifat manusia kak...Dia akan memanfaatkan sesuatu yang bisa mereka manfaatkan untuk mencari keuntungan ..." kata - kata Rosa membuat Rifan menatap pada gadis cantik yang ada di sebelahnya.


"Bee kita nikah yuk..." ucap Rifan tiba- tiba. Ucapan Rifan membuat Rosa tersedak makanan yang dia makan.


Rosa batuk- batuk karena makanannya. Rifan segera mengambilkan air untuk Rosa . setelah habis minum Rosa baru bisa menghilangkan batuknya.


"Kaak....kakak ingin membunuhku...!" seru Rosa kesal .


"Mana mungkin sayang...kamu saja yang terlalu sensitif...aku cuma bilang kita nikah , itu aja kok..." jawab Rifan sambil menahan senyumnya. Dia tahu gadisnya tersedak karena ucapannya.


"Ck kau ini....emang gampang menikah...?" ucap Rosa kesal .


"Tenti saja...Kita tinggal ke KUA dan mengucap ijab lalu hidup bersama sebagai suami istri dan aku akan Membuatmu bahagia , cukup kan...?" kata Rifan enteng.


"Kak..tidak segampang itu kalik..banyak proses yang harus kita persiapkan, seperti mental kita, tujuan , persiapan, dan lain- lain..!" seru Rosa .


"Benarkah...tapi yang paling penting kita akan selalu bersama- sama , dan aku tidak takut lagi kau di ambil orang , dan yang terutama kita sudah halal..." ucap Rifan sambil menarik turunkan alis matanya.


"Dasar mesum...hanya itu yang ada di fikiranmu kan..." ucap Rosa kesal.


"Hey...aku tidak membayangkan yang nggak- nggak lo... Ini pasti kau yang membayangkannya iya kan...?" goda Rifan yang melihat gadisnya wajahnya memerah.


"Nggak..Rosa nggak ingin menikah sekarang ...." jawab Rosa sambil memalingkan wajahnya kearah lain.


"Lalu kapan...?" tanya Rifan lembut.


"Kita lihat saja nantin kak..." jawab Rosa . sambil berdiri membereskan bekas makanan mereka.


Melihat semua itu, Rifan hanya tersenyum. Dia tidak merasa kecewa karena dia merasakan kalau Rosa sudah benar- benar mulai membuka hatinya untuk dia.


"Kak...aku harap kau semakin hati - hati terhadap pamanmu..." kata Rosa .


"Benar Bee...aku rasa paman mulai mengincar dirimu juga... Kau juga harus waspada Bee..." jawab Rifan .


"Iya aku tahu....aku tahu dia merasa kalau aku adalah penghalang utama untuk anaknya..." kata Rosa lagi.


"Dan kini dia sudah tahu di mana kau bekerja..." lanjut Rifan .


"Jangan khawatir kak...aku bisa jaga diri kok..." hibur Rosa sambil berdiri dari duduknya.


"Mau kemana Bee...?" tanya Rifan.


"Pulang ke kantor...." jawab Rosa datar.


"Kenapa harus pulang Bee...aku masih kangen..." ucap Rifan .


"Lebay....." olok Rosa sambil berjalan keluar ruangan.


"Bee..aku antar...!" seru Rifan sambil mengejar sang kekasih.


"Nggak usah...kakak banyak pekerjaan.." jawab Rosa. Namun Rifan telah berada di sampingnya dan menggenggam tangannya.


"Bukannya kakak masih banyak pekerjaan...?" kata Rosa sambil menatap pria yang berjalan di sampingnya .


"Lebih utama gadisku dari pada pekerjaan..." jawab Rifan dengan tenang. Ketika mereka sampai di luar ruangan , terlihat Nisa masih sibuk di mejanya.


"Kak Nisa ...aku pulang dulu ya...." sapa Rosa sambil tersenyum. Nisa membalas sapaan Risa dengan tersenyum dan mengangguk kan kepalanya.


"Nis kalau Dikra dan Fikri mencariku, bilang aku mengantar gadisku dulu..." pesan Rifan sambil berjalan.


"Baik tuan..." jawab Nisa sambil menatap kedua orang itu dengan senyuman di bibirnya.

__ADS_1


"Mereka memang serasi..." ucap Nisa pelan .


Saat pasangan itu keluar dari dalam lift, para karyawan Rifan menatap mereka secara diam - diam . para karyawan wanita merasa sangat iri pada Rosa yang mereka anggap masih seorang OB. Mereka belum tahu siapa sebenarnya si Rosa. Apalagi melihat tangan Rifan yang tak pernah lepas dari tangan Rosa.


Saat sampai di depan kantor, ternyata mobil Rifan telah terparkir di sana.


"Lo kok memakai mobil Kakak...? Memangnya kakak mau mengantar aku sampai kantor...?" tanya Rosa bingung.


"Iya..aku akan mengantarmu sampai kantormu, kalau tidak aku tidak akan tenang..." jawab Rifan lembut.


"Lalu mobilku gimana...?" tanya Rosa heran .


"Nanti sopir yang bawa..." jawab Rifan. Dia segera menyuruh Rosa masuk kedalam mobilnya. Rifan sendiri yang mengenai mobil itu . tak lama terlihat mobil Rifan dan mobil Rosa mulai meninggalkan kantor EKG.


Setelah mengantar Rosa sampai di kantornya.


Rifan segera pulang bersama sang sopir. Sedang Rosa sendiri segera masuk kedalam kantornya. Tanpa Rosa dan Rifan sadari. Anak buah dari tuan Burhan mengikuti mobil mereka. Dan mereka melaporkan pada tuan Burhan kalau baru saja Rosa mengunjungi perusahaan Rifan . mendengar kabar dari anak buahnya , terlihat kemarahan di wajah tuan Burhan.


"Brengsek...berani sekali gadis itu mengunjungi Rifan di kantornya. dasar wanita sialan, aku tidak bisa membiarkan dia semakin dekat dengan Rifan. kalau ini kubiarkan terlalu lama, aku akan semakin sulit melenyapkan dirinya dari Rifan. Daksaaa..! " terdengar teriakan tuan Burhan menggema di dalam ruangan kantor miliknya. terlihat Wajahnya memerah karena kemarahan yang dia tahan.


Tak lama terlihat pengawal pribadinya masuk dengan wajah cemas.


"Ya tuan..." ucapnya .


"Aku menginginkan kalian membunuh gadis itu hari itu ini juga. Aku menginginkan kabar kematiannya malam ini, kau mengerti Daksa..!" serunya dengan marah.


"Baik tuan..kami akan melakukannya sore ini juga. Kalau begitu kami mohon diri ..." ucap pengawalnya dengan cepat.


"Pergilah...aku menunggu kabar secepatnya malam nanti...!" sertu tuan Burhan dengan marah. Pengawal itupun segera kuar dari ruang kantor milik tuan Burhan.


Sedang di kantor Rosa , terlihat gadis itu sedang tekun di depan komputer miliknya


Dia sedang mencari keberadaan sang sahabat Nindi . setelah mencari tentang keberadaan keluarga Nindi. kenyataan yang ada membuat Rosa atau Kanaya sangat syok. ternyata tuan Chan Sio Ayah Nindi adalah pemilik PT Chan Grub


.


"LO...bukannya Paman Chan Sio ayah Nindi ada di Singapura...?" gumam Rosa.


"Dan setahu aku perusahaan Paman Chan bernama PT Nusa Grup. kok sekarang berganti PT Chan Grup. . dan ..ya ampuun...bukankah itu perusahaan milik papa gadis yang ada di perusahaan EKG tadi ya...lalu apa hubungannya dengan Nindi....?Setahuku Nindi anak tunggal. ..coba aku lihat Foto keluarga Chan ini..." ucap Rosa


Sambil tangannya kembali berselancar di atas keyboard komputernya. dan terlihat potret keluarga yang terlihat jelas di layar komputernya.


"Ya Tuhan...ini benar- benar Om Sio..tapi kenapa wanita di sebelah Om Sio bukan tante Erma...dan gadis ini..bukankah ini gadis yang ada di perusahaan kak Rifan, dan gadis kecil ini, aku belum pernah bertemu dengan dia...aah...aku jadi penasaran, ada apa sebenarnya denganmu sobatku...!" ucap Rosa dengan penuh kecemasan.


"Lebih baik aku minta Roni dan Gilang membantuku untuk menyelidiki semua ini..." ucap Rosa sambil mengambil ponsel miliknya.


Tak berapa lama dia menghubungi kedua bawahannya itu. dan menyuruh mereka segera keruangannya . Tak berapa lama terdengar ketukan di daun pintu .


Rosa segera keluar dari ruang komputernya .


"Masuk...!" seru Rosa sambil berjalan ke meja kerjanya.


"Siang Bos..." ucap Gilang memberi salam .


"Siang...duduklah..." ucap Rosa sambil mengambil leptopnya.


Kedua bawahannya segera duduk di sofa . tak lama Rosa juga duduk bersama mereka.


"Bos...kau perlu dengan kita...?" tanya Roni langsung.


"Benar...kalian berdua tolong aku untuk menyelidiki keluarga Chan Sio dari PT Chan Grub ...." kata Rosa lagi.


"Benar...kau tahu sahabat gue Nindi yang aku selamatkan saat kecelakaan itu...?" kata Rosa lagi .


"Bukankah dia sahabat elo sejak kecil Bos....?" kata Roni dengan wajah heran.


"Benar...dan kalian tahu, Tuan Chan pemilik dari PT Chan Grub wajahnya miring dengan Papa dari sahabat gue itu..." kata Rosa lagi .


"Yang bener Bos...tapi bukankah itu lebih baik Bos.." kata Gilang lagi.


"Iya..tapi yang aku herankan, wanita yang berada di sebelah pria ini serta kedua putrinya tidak aku kenal... setahuku, Nindi anak tunggal, dan sekarang gue belum mendapatkan kabar tentang Nindi sama sekali...!" jawab Rosa sambil memperlihatkan foto yang berada di leptopnya. Mereka berdua memperhatikan Foto itu dengan seksama.


"Bos...ini benar Papa sahabat elo...?" Tanya Roni sambil tetap menatap leptop.


"Iya...itu benar - benar Om Sio. Saat kejadian pembunuhan gue , Om Sio dan tante Erma berada di Hongkong. Sedang Nindi di sini tinggal bersama pembantunya saja , karena dia ingin menyelesaikan kuliah kedokterannya yang tinggal beberapa bulan itu.. tapi sejak gue kembali ke Villa,


gue mencari informasi keberadaannya, gue selalu gagal...." jawab Rosa.


"Waah....kok gue jadi penasaran soal sahabat elo Bos..." kata Gilang.


"Karena itulah aku minta tolong pada kalian untuk mencari informasi tentang Nindi dan keluarganya, juga tentang pemilik PT . CG itu..." kata Rosa lagi.


"Baiklah Bos, akan kami coba mencari informasi itu.. semoga kita dapat cepat menemukan sahabat Bos ..." kata Roni.


"Ya sudah karena hari sudah sore, kita pulang dulu. aku tunggu kabar dari kalian..." kata Rosa sambil berdiri.


" Kalau begitu kami pamit dulu Bos.. Assalamualaikum...." pamit mereka .


"Waalaikumsalam ...." jawab Rosa.


mereka berdua segera keluar meninggalkan ruang kantor milik Rosa.


Karena hari memang sudah sore, Akhirnya Rosa betkemas untuk pulang. dan saat dia berada di luar ruangan , terlihat Asep dan Mamat sudah menunggunya.


"Lo kalian berdua belum pulang...?" tanya Rosa pada Kedua pengawalnya itu.


"Mulai sekarang kami berdua akan selalu bersamamu Bos...kami tidak ingin terjadi sesuatu padamu... karena itu, kami tadi telah mengambil pakaian ganti kami, dan kami akan menginap di Villa Bos Rosa.." jawab Asep dengan tegas.


"Baiklah kalau itu mau kalian, lalu kalian akan naik apa...? gue sekarang memakai mobil sport ..." jawab Rosa .


"Gampang Bos...Asep akan bersama denganmu sedang Mamat akan mengendarai Motor balapnya..." jawab Asep tenang .


"Emang elo tadi kekantor numpang sama Mamat...?" tanya Rosa.


"Benar Bos...saat makan siang tadi kami langsung pulang untuk mengambil baju ganti..." jawab Asep.


"Katanya si Diki juga mau tinggal di sana bersama beberapa anak buah kita Bos.." lanjut Asep lagi.


"Lo ada apa ini...?" tanya Rosa tak mengerti.


"Setelah kami mendengar masalah tadi, kami takut kejadian kecelakaan yang membuatmu tewas akan terjadi lagi. karena itu kami akan selalu bersama denganmu Bos..." kata Mamat dengan wajah terlihat sedih.


Mendengar ucapan yang di katakan oleh kedua orang yang ada di depannya, Rosa merasakan kehangatan dalam hatinya.


"Baiklah kalau itu mau kalian semua. kalau begitu ayo kita pulang..." jawab Rosa sambil tersenyum. Dia tidak pernah menyangka kalau kematiannya dulu membuat trauma pada para sahabatnya. mereka segera melangkah masuk kedalam lift khusus untuk para petinggi perusahaan. Ketika sampai di lantai bawah , mereka melihat banyak karyawan yang pada pulang. saat melihat Rosa keluar, para Karyawan menyapa dengan sopan . dan Rosa membalas dengan senyuman.

__ADS_1


"Sep..kau ambil mobil gih...gue tunggu di depan..." kata Rosa sambil memberikan kunci mobil.


"Baik Bos..." jawab Asep sambil menerima kunci dari Rosa. Asep dan Mamat segera meninggalkan Rosa.


"Rosa...kau juga baru pulang....?" terdengar suara dari arah belakang Rosa.


dengan reflek Rosa membalikkan tubuhnya. Terlihat Johan berjalan bersama dua orang pengawalnya.


Melihat ada Rosa di depan mereka, kedua pengawal Johan segera memberi hormat.


"Johan...kau baru pulang juga...?" tanya Rosa.sambil tersenyum pada mereka berdua.


"Iya...aku baru menyelesaikan masalah kerjasama kita dengan perusahaan EKG." jawab Johan.


"Sudah selesai...?" tanya Rosa .


""Beres Bos..." jawab Johan sambil mengacungkan jempolnya .


"Baguslah.." kata Rosa sambil tersenyum .


"Ini pengawal yang dikirimkan Yoyok buatmu...?" tanya Rosa.


"Iya...mereka datang tadi siang..." jawab Johan.


"Jaga Johan seperti kalian menjaga nyawa kalian..." kata Rosa pada pengawal Johan .


"Baik kami mengerti Bos..." jawab mereka tegas.


"Ingat kalau kalian dalam bahaya dan tak mampu mengatasi, kalian tahu apa yang harus kalian lakukan ...?" tanya Rosa.


"Mengerti Bos.." jawab mereka serempak.


Tak lama terlihat mobil Rosa yang di kendarai Asep telah datang.


"Baiklah gue pulang dulu Jo.. jangan lupa jaga diri kalian, kalau kalian tidak mampu panggil kami..." kata Rosa lagi .


"Jangan khawatir Ros..." kata Johan sambil tersenyum.


Rosa segera melangkah kearah mobil sport miliknya . Tak berapa lama terlihat mobil Rosa terlihat meninggalkan gedung perkantoran perusahaan KAG . dan terlihat motor balap milik Mamat berada di sebelah belakang mobil Rosa . Setelah melalui perempatan jalan, dan mulai melaju kearah Vila kediamannya, Rosa merasa agak vmcuriga dengan dua mobil Van hitam yang berada di belakang mobil mereka.


"Sep...gue curiga sama mobil dibelakang kita...?" kata Rosa sambil memandang kebelakang lewat kaca spion.


"Dua mobil hitam itu Bos..." jawab Asep.


"Iya.. sepertinya mereka membuntuti kita Sep...coba kita bawa mereka kearah tempat sepi. jangan kearah Vila..." kata Rosa memerintah .


"Baik Bos..." jawab Asep .


Dan saat mereka melalui pertigaan yang menuju kearah Villa . Asep mengambil arah yang berlawanan. dan benar, kedua mobil itu mengikuti mereka. dan pada jalan yang sepi , salah satu dari kedua mobil itu menyalip dan langsung menghalangi mobil Rosa, untunglah Rosa dan Asep telah mengetahui itu. dengan tenang Asep menghentikan mobil mereka. Begitu juga dengan Mamat yang sedang naik Motor balapnya.


Dengan tenang Asep dan Mamat turun dari mobil dan Motor mereka. terlihat beberapa orang turun dari dalam mobil itu . Mereka terlihat bertubuh kekar dan kuat.


"Ada apa kalian menghalangi jalan kami..?" tanya Asep tenang.


"Kalau kalian ingin selamat, serahkan gadis itu pada kami...?" kata salah satu dari mereka.


"Oo...kalian menginginkan Bos kami...?" ucap Asep sambil tertawa sinis.


"Ada apa Sep...?" tanya Rosa sambil memandang Asep dan beberapa orang yang mendatangi mereka .


"Mereka menginginkan dirimu Bos...!" seru Asep .


"Menginginkan Diriku...? tanya Rosa sambil melompat dari dalam mobil yang terbuka atasnya. dia melompat dengan gerakan ringan.


"Waah ...ternyata kalian menginginkan diriku...apakah ini perintah tuan Burhan...?" tanya Rosa langsung sambil berjalan mendekati mereka. dia berdiri di sebelah Asep sambil melihat tangannya di depan dada.


"Ternyata kau sudah tahu J****g...!"Seru seseorang yang baru keluar dari dalam mobil. dan dia di ikuti oleh beberapa orang yang juga keluar dari Mobil yang lain .


"Waah ternyata a****g- a***ng Burhan Ya... ?" kata Rosa dengan nada dingin.


"Brengsek...ternyata mulutmu tajam juga ya.... tapi nggak masalah, kau nikmati dulu saat- saat terakhirmu..." kata Pria itu .


"Apakah kita akan menghabisi dia sekarang tuan Daksa....?" kata salah satu dari mereka.


"Tentu saja...kita akan membuat mereka bertiga hilang dari muka bumi ini..." jawab orang yang ternyata Daksa si orang kepercayaan Burhan.


"Apa kalian mampu membunuh kami...?" kata Asep sinis.


"Ha ha ha...sepandai- pandainya kalian bertiga, apakah kalian bisa melawan kami...?" kata salah satu dari mereka.


"Ternyata kalian meremehkan kami..." ucap Mamat sambil tertawa .


" Sombong....kalian hanya bertiga, sedang kami empat belas orang. kau fikir sendiri, apakah kalian yang hanya orang- orang lemah mampuh melawan kami..." kata salah satu dari mereka.


"Jangan Banyak omong...kita coba saja..." jawab Rosa datar.


"Bang...lebih baik kita selesaikan mereka secepatnya bang..." kata salah satu dari mereka.


"Baik , Bunuh mereka segera...!" seru Daksa pada anak buahnya. dan mereka segera mengepung Rosa , Mamat dan Asep. terlihat Rosa menghadapi mereka dengan wajah tenang.


"Jangan salahkan aku bila nyawa kalian tidak lagi berada di tubuh kalian, seru Rosa sambil tersenyum sinis. dan perkelahianpun segera terjadi. perkelahian yang tak seimbang Tiga melawan empat belas orang. namun dalam beberapa waktu, anak buah Daksa tinggal lima orang saja. dan yang lainnya terkapar tanpa bisa bergerak. saat itulah tiba- tiba Daksa menembakkan pistolnya keudara.


Dooor.....


"Jangan bergerak...atau peluru ini akan melukai tubuh kalian...!" serunya dengan pistol di tangan. melihat pistol ada di tangan Daksa, terpaksa Rosa, Asep dan Mamat mengangkat tangan mereka.


"Ha ha ha...ternyata kalian kuat juga, tapi melawan pistol di tanganku apakah kalian mampu..." kata Daksa sambil tertawa. Rosa yang mencari benda untuk memukul tangan Daksa yang berada agak jauh darinya masih belum menemukan barang itu. namun tanpa di sengaja dia menginjak pisau yang di pakai salah satu dari anak buah Daksa. yang melawan mereka tadi .


Dia segera melirik benda tajam yang berada di kakinya.


"Apakah kau mampu menembakkan peluru itu ketubuhku...?!" kata Rosa sinis.


"Kaauuu...ternyata dalam keadaan seperti inipun kau masih sombong Nona.. apakah kau tak takut melihat waktu hidupmu akan hilang sebentar lagi..?" kata Daksa sinis. Dia mengarahkan moncong pistolnya kearah Rosa sambil berjalan mendekat.


Asep dan Mamat yang berada agak jauh dari Rosa merasa hatinya sakit. karena mereka tidak bisa menolong Rosa .


"Benarkah...lalu bagaimana kalau seperti ini...." kata Rosa dingin . dengan gerakan cepat dia menendang pisau yang ada di bawah sepatu kerjanya. dan pisau itu langsung menancap di ulu hati Daksa. dan tanpa sengaja Daksa menekan pelatuk pistol .


Door.....


"Boooos.....!" teriak Asep dam Mamat bersamaan saat mendengar suara tembakan.


"Aaaaa.....!" seruan kesakitan menggema di udara. dan terlihat tubuh Daksa jatuh terkapar di jalanan, dan satu lagi, ternyata anak buah Daksa yang terkena tembakan.


Melihat Rosa masih tegak tanpa cedera , Mamat dan Asep Bahagia sekaligus lega. ternyata bukan Rosa yang tertembak . Mereka segera melumpuhkan sisah anak buah Daksa.

__ADS_1


Maaf sampai di sini dulu ya... jangan lupa like. vote, dan konennya gue tunggu.


Bersambung.


__ADS_2