
Sebelum tubuh nyonya Safitri jatuh kelantai. Rosa atau Kanaya meluncat dan berlari memeluk sang Mama. Dan tanpa sadar dia berseru.
"Mamaa...!" serunya sambil menarik tubuh sang mama yang hampir jatuh kelantai ke dalam pelukannya.
Sedang Nyonya Safitri yang tiba- tiba pandangan nya mengabur masih mendengar teriakan Kanaya yang memanggilnya Mama sebelum dia jatuh tak sadarkan diri .
Rosa kini sedang memeluk nyonya Safitri yang jatuh pingsan. Mendengar keributan di luar, tuan Rendra yang baru keluar dari kamarnya terkejut dan segera keluar . terlihat sang istri berada dalam pelukan seorang gadis cantik .
"Mama...!kenapa dengan dia nak..." tanya tuan Rendra yang menebak kalau gadis ini adalah tamu yang di tunggu sang istri. Dia segera membantu Rosa membawa sang istri masuk kedalam.
"Rosa tidak tahu Om...tiba- tiba saja tante jatuh pingsan..." kata Rosa yang memang tidak tahu penyebabnya. Mereka menaruh Nyonya Safitri di sofa tengah. Tuan Rendra menyuruh pelayan menelfon dokter pribadi mereka. Dan Rosa tahu kalau pelayan yang ada di depannya adalah Paman Bakri pelayan kepercayaan keluarganya . Pelayan yang sudah bertahan- tahun hidup dengan mereka.
"Om...boleh Rosa minta minyak kayu putih..." kata Rosa perlahan.
"Boleh...memangnya untuk apa nak..." tanya tuan Rendra .
"Mungkin tante bisa siuman jika dia mencium harum minyak kayu putih Om..." jawab Rosa .
"Baik...Bakri tolong kau ambilkan minyak kayu putih.." perintah paman Rendra pada paman Bakri.
"Baik tuan..." ucap paman Bakri sambil berjalan masuk kedalam . tak lama terlihat lama Bakri telah kembali dengan membawa botol minyak kayu putih.
"Ini Non..." ucap Paman Bakri sambil memberikan minyak kayu putih itu pada Rosa. Perlahan Rosa mengoleskan minyak kayu putih di bawa hidung nyonya Safitri. Dan benar saja , tak berapa lama terdengar suara lenguhan dari mulut nyonya safitri. Dan terlihat mata nyonya Safitri terbuka secara perlahan . Saat pandangan nya mulai jelas, nyonya Safitri melihat sang suami berada di depannya .
"Ada apa denganku Pa...?" tanya Nyonya Safitri bingung.
"Seharusnya Papa yang tanya pada Mama, kenapa Mama bisa jatuh pingsan..." tanya sang suami.
"Pingsan...? Aku pingsan pa..?" tanya nyonya Safitri tak percaya. Dan Dia mengingat- ingat apa yang terjadi tadi.
Dan kini dia ingat kembali saat melihat kedatangan Rosa yang mirip sekali dengan sang Putri. Dan Dia juga mendengar panggilan Rosa saat dia hampir tak sadarkan diri .
"Kanaya...!" serunya sambil mencari keberadaan Rosa . dan saat wajah cantik itu sedang duduk brsama hadis kecil di sebelahnya . dia segera bangun dan memeluk Rosa.
"Sayang...aku tahu itu kau...aku tahu kau kembali pada Mama nak..." ucapnya sambil memeluk Rosa dengan erat. Mendengar ucapan nyonya Safitri, Rosa merasa darahnya membeku .
"Ya Tuhan..Apakah Mama tahu kalau aku Kanaya..." seru Rosa dalam hati .
"Ma...apa maksudmu Ma..." kata sang suami pada nyonya Safitri.
"Tidak Pa..Dia putriku..dia putri kita..." ucapnya sambil melepas pelukannya dan memandang Rosa dengan lekat .
"Ma...putri kita telah tiada Ma...dia sahabat putri kita..." ucap tuan Rendra sambil mengusap punggung sang istri.
"Aku tak perduli siapa dia Pa...yang aku tahu dia putri kecil kita...!" seru Nyonya Safitri kekeh.
"Om...biarlah Rosa jadi putri tante Safitri . Rosa nggak masalah kok Om.." ucap Rosa lembut.
"Baiklah terserah Mama, asal Mama bahagia Papa ikut saja..." kata tuan Rendra lembut.
"Kalau begitu kau harus memanggil tante Mama dan juga harus memanggil Dia papa..." kata nyonya Safitri dengan wajah bahagia.
"Baim Ma, Pa..." ucap Rosa lancar. Dan ucapan itu membuat sang Mama tersenyum . Saat itulah Dokter keluarga datang.
"Siapa yang sakit Ren...?" kata Dokter Yasman pada tuan Rendra.
"Maaf Yas...yang pingsan sudah sadar.. Tapi kau bisa memeriksa kesehatannya lebih dahulu sebelum kau pulang..." kata tuan Rendra sambil tersenyum lucu.
"Pasti yang pingsan istrimu...aku kan sudah bilang...jangan membuatnya sedih atau syok ..." ucap Dokter Yasman terlihat kesal.
"Jangan kau salahkan dia Yas... seharusnya kau marah padaku, aku yang pingsan, kenapa yang kau marahi suamiku..." ucap Nyonya Safitri Marah.
"Ck kau ini...aku marah karena dia tidak bisa menjagamu dengan benar...!" ucap Dokter Yasman kesal .
__ADS_1
"Sudah, sudah aku minta maaf... sekarang cepat periksa aku, sebab sebentar lagi aku akan pergi dengan putriku..." ucap Nyonya Safitri dengan nada kesal. Mendengar ucapan nyonya Safitri, Dokter Yasmin hanya bisa menggelengkan kepalanya. Dokter Yasman adalah sahabat dari nyonya Safitri dan tuan Rendra. Mereka empat sahabat termasuk nyonya Ratih ibu dari Rifan. Mereka bersahabat sejak mereka masih sekolah di Sekolah dasar. Karena kedua orang tua mareka juga bersahabat. Rosa atau Kanaya tahu itu. Dengan putra - putri dari Dokter Yasman Kanaya kenal. Kalau putra dari Nyonya Ratih, Rosa tidak tahu sama- sekali atau tidak kenal. dengan Nyonya Ratihpun Kenaya jarang bertemu , Kalaupun bertemu dia akan melihat secara sekilas . Karena selama hidup Kanaya dulu. Dia tidak pernah begitu moerhatikan teman daribsang Mama . kalau di ajak kerumah para sahabat sang Mama Dua hanya akan tinggal di mobil , kalau tidak dia akan pergi ketempat lain . Dia bisa mengenal kedua putra dan putri Dokter Yasman karena putri Dokter Yasman adalah teman satu sekolah atau satu kelas saat kuliah dulu. Dan untuk putra pertama Dokter Yasman, Kanaya kenal karena sering datang kerumah karena sahabat dekat kak Resa. Eeh..tapi tunggu dulu...bukankah dia pernah beberapa kali bertemu dengan sahabat Mama yang bernama nyonya Ratih ya..? Saat Dia harus mengantar Mama pergi kerumah nyonya Ratih . walau sesudah menyapa nyonya Ratih dia memilih pergi dari sana atau menunggu Mama di mobil . aah kenapa gue lupa...!" seru Rosa dalam hati.
Dokter Yasman segera memeriksa nyonya Safitri . tak lama dia berucap .
"Kalau kau merasa bahagia seperti ini terus, kau akan memiliki hidup lebih panjang dari pada stres memikirkan putri mu yang telah tiada..." kata Dokter Yasman sambil menaruh kembali peralatan kedokterannya kedalam tas hitam yang dia bawa.
"Terimakasih Yas...aku janji akan kembali bahagia..." kata nyonya Safitri sambil menatap Rosa.
"Bagus...kalau begitu aku pulang dulu.." ucap Dokter Yasman.
"Kau tidak sarapan dulu...?" tanya Nyonya Safitri lagi .
"Tidak...aku tadi sudah sarapan di rumah, lagian di rumah sakit ada pasien yang menunggu diriku..." kata Dokter Yasman lagi. Dia segera berpamitan dan pergi .
Ketika Dokter Yasman sudah pergi , nyonya Safitri memaksa Rosa untuk makan bersama. Akhirnya mereka menuju ruang makan keluarga Adi Kusuma . Saat makan bersama ,Nyonya Safitri semakin yakin kalau gadis di depannya adalah putrinya . karena setiap tingkah Rosa adalah duplikat dari Kanaya . Saat makanan kesukaan Kenaya di hidangkan bersama beberapa makanan lain, Dia mengambil makanan itu pertama kali dengan gembira . dan saat ada makanan yang tercampur dengan tauge, Dia menghindari makanan itu .
Setelah selesai makan, Nyonya Safitri dan Rosa pergi ke rumah tuan Alex . dan sang Papa ternyata mau ikut karena ada kepentingan juga pada tuan Alex.
Nyonya Safitri memaksa Rosa ikut dengan Mobilnya. Sedang mobil Rosa sendiri di tinggal di rumah sang Mama .
Di dalam perjalanan kerumah keluarga tuan Alex, nyonya Safitri tidak mau jauh dari Rosa . Ketika sampai di rumah keluarga Alex , mereka di sambut oleh pembantu dan di persilahkan duduk di ruang tamu . dengan tenang mereka menunggu di ruang tamu.
Tak berapa lama nyonya Ratih menemui mereka bersama tuan Alex. Mereka masih belum menyadari keberadaan Nina. Sedang Rosa sendiri merasa kaget meluhat wajah nyonya Ratih .
"Kok gue merasa pernah bertemu dengan ibu ini ya...aah..mungkin aku bertemu dengan beliau saat mengantar Mama dulu kemari.." batin Rosa .
Setelah tuan Alex dan nyonya Ratih saling menyapa ,barulah dia menatap Rosa dan Nina. Saat menatap Nina nyonya Ratih berucap.
"Nanci..kau ada di sini...kau sudah mengenal kakak ini...? Eeh tunggu dulu.. bukankah kau gadis yang telah menolongku dulu kan...?gadis yang menolongku saat aku hampir celaka saat mengantar dokumen perusahaan..?" kata nyonya Ratih mengingatkan Rosa pada ibu- ibu yang di rampok oleh beberapa preman dulu.
"Ah..Rosa hampir lupa tante..." ucap Rosa lembut.
"Kalau tante mana mungkin melupakan wajah gadis penolong tante...Pa...ini gadis yang menolong Mama dulu.." kata Nyonya Ratih pada sang suami .
"Tidak masalah Om...sesama manusia kita di wajibkan untuk saling tolong- menolong kan .." kata Rosa bijak .
"Benar katamu nak...ternyata kau mengenal dia juga Tri..." kata nyonya Ratih sambil duduk di dekat sang suami. Nyonya Safitri hanya mengangguk dan tersenyum.
"Hey Nan...sejak kapan kau dekat sekali dengan kak Rosa ha...?" tanya nyonya Ratih pada Nina. Mendengar ucapan nyonya Ratih , Nina semakin merapatkan diri pada Rosa. Dan kini dia memegang tangan Rosa dengan takut.
"Maaf tan...Dia bukan cucu tante, si Nona Nanci... tapi dia Nina adik saya..." kata Rosa dengan lembut .
"Apaa...!" seru nyonya Ratih kaget . begitu juga dengan tuan Alex yang berada di dekat nyonya Ratih.
"Benar Rat...Dia bukan Nanci cucumu, dia Nina adik angkat Rosa, kami kemari juga karena masalah itu Rat...?" kata Nyonya Safitri menyela percakapan Rosa dan Ratih . dan bersamaan dengan berakhirnya ucapan nyonya Safitri , Seorang gadis yang seumuran Nina dan memuliki wajah tinggi dan kulit putih yang sama dengan Nina , masuk kedalam ruang tamu dengan wajah cemberut.
"Nenek...kenapa Papa tidak datang...?" kata gadis yang baru datang tadi. Melihat semua itu, semua orang yang ada di dalam ruangan itu terkejut dan tak percaya. Apalagi tuan Alex dan nyonya Ratih. mereka sampai ternganga melihat kedua gadis itu. Dan tak lama nyonya Ratih jatuh pingsan . nyonya Ratih segera di bawa ke ruangan salah satu kamar yang letaknya dekat dengan ruang tamu. Setelah itu dia memanggil dokter keluarga . Tak berapa lama Dokter Yasman datang kerumah mega itu.
"Lo ..kalian juga di sini..?" kata Dokter Yasman kaget .
"Iya Yas , tolong kau periksa dulu Ratih..." kata Rendra pada Dokter Yasman. dokter Yasman segera mendekati Ratih yang tertidur atau sedang pingsan di atas ranjang.
Tak berapa lama terlihat Dokter Yasman mendatangi mereka dan menatap pada tuan Alex.
"Ada apa dengan Ratih..kenapa dia seperti mengalami guncangan hebat pada emosinya...?" kata Dokter Yasman pada tuan Alex .
"Kau lihat mereka berdua..." jawab tuan Alex sambil menunjukan tangannya pada kedua gadis kembar yang berdiri di dekat gadis cantik yang berdiri di dekat pintu kamar. yang memang terbuka .
"Lo...itu cucumu kan...? kok ada dua... Jangan kau katakan telah menemukan cucumu yang lain...?" kata Dokter Yasman dengan serius.
"Mungkin...karena kami belum tahu cerita yang sebenarnya.." kata tuan Alex datar.
"Maksudmu...?" tanya Dokter Yasman tak mengerti . namun sebelum tuan Alex menjawab terdengar rintihan dari atas ranjang. semua orang melihat kearah nyonya Ratih yang berada di atas ranjang
__ADS_1
"Nina...Nenci...." gumamanya perlahan.
Dokter Yasman pun segera mendekat bersama tuan Alex .
Sedang Nyonya Ratih perlahan membuka matanya. saat mata terbuka , yang terlihat di matanya adalah sang suami yang berdiri di sebelah ranjangnya .
"Pa...di mana cucu kita...?" kata nyonya Ratih perlahan.
"Dia ada di luar..." jawab tuan Alex sambil membelai tangan sang istri.
"Aku ingin bertemu dengan mereka..." ucapnya sambil berusaha bangum dari tempat tidur .
"Kau harus hati- hati Rat...kau baru saja jatuh pingsan..." ucap Dokter Yasman .
"Aku tidak apa- apa...aku ingin menemui mereka ..." ucap Nyonya Ratih yang kini turun dari Pembaringan . dia di bantu sang Suami berjalan ke arah ruang tamu.
Setelah melihat keadaan nyonya Ratih membaik. Rosa dan Nina segera berjalan kembali keruang tamu di ikuti nyonya Safitri dan tuan Rendra. Dan kini nyonya Ratih juga berjalan keruang tamu bersama suami dan dokter Yasman. Mereka segera duduk di depan Rosa dan Nina . terlihat wajah nyonya Ratih memancarkan kerinduan menatap Nina.
"Sekarang tolong jelaskan pada Kami , apa sebenarnya yang terjadi. dan siapa gadis ini yang kami yakin kalau dia adalah cucu kami..." kata tuan Alex penuh dengan penekanan.
Mendengar ucapan tuan Alex, Rosa sedikit mengeryitkan kenungnya.
"Maaf...kami datang kemari tidak memiliki tujuan apapun, dan kami hanya ingin mengetahui apa benar keluarga ini adalah keluarga dari adik angkat saya..." Rosa berhenti sejenak. lalu dia menjelaskan semua yangbterjadi.
"Saya menemukan Nina ketika Saya mendatangi panti asuhan Nurul Hikma yang ada di kota ini , pada saat itu saya melihat seorang gadis yang selalu menyendiri dan tak ingin di dekati oleh siapapun, namun saat kami bertemu, kami merasa akrab. dan saat aku bertanya Apakah kau mau ikut denganku..? dia mau dan dia bahagia. bahagia . karena itulah aku mengabdopsi dia. Hingga akhirnya kami kemaren bertemu dengan Mama Safitri yang sedang berbelanja dengan cucunya. Di situlah nyonya safitri mengatakan kalau Nina Mirip dengan wajah cucu sahabat beliau, aku merasa curiga, karena kemiripan wajah Nina dengan cucu sahabat Mama Safitri , mirip pula dengan kemiripan hari ulang tahun Nina . dan kami tahu hari kelahiran Nina karena tertulis di bandul setengah hati milik Nina..." kata Rosa menjelaskan.
"Apaa..bandung setengah hati...?" kata Nyonya Ratih.
"Benar nyonya...dan ini bandulnya.." kata Rosa sambil membuka kalung Nina dan memberikannya pada nyonya Ratih
Dengan tangan gemetar nyonya Ratih melihat kalung dan bandul milik Nina . setelah beberapa waktu dia meperlihatkan leher cucunya Nenci. dan di sana juga ada kalung yang sama dengan milik Nina . Saat kalung di satukan tiba- tina ruang dalam bandul terbuka. dan di dalamnya terdapat sebuah foto Ayah dan Bunda mereka. Melihat kejadian itu , semua orang tertegun. tak berapa lama terlihat nyonya Ratih mendekati Nina.
"Sayang...ternyata kau cucu kami yang telah lama hilang...Boleh Nenek memelukmu...?" kata nyonya Ratih sambil berderai air mata.
Terlihat keenganan di mata Nina, Dia menatap Rosa. saat Rosa menganggukkan kepalanya, Nunapun segera menganggukkan kepalanya. dengan cepat nyonya Ratih memeluk gadis Manis yang telah lama hilang dan tidak dapat di temukan. Terlihat nyonya Ratih menangis cukup lama sambil memeluk Nina. untunglah tuan Alex menyadarkannya.
"Ma...sudah..kasihan cucu kita..." ucap tuan Alex sambil membelai kepala Nina.
Mendengar ucapan sang suami , nyonya Ratih segera melepas pelukannya.
"Maaf...maafkan Nenek sayang...Nenek terlalu bahagia..." ucap Nyonya Ratih sambil melepas pelukannya. .
"Tidak masalah Nek..." ucap Nina ramah.
"Nona Rosa.. kami sudah banyak berhutang kebaikan padamu, karena itu mintalah sesuatu pada kami, kami akan mengabulkan perminyaanmu ..." kata tuan Alex.
"Maaf tuan...saya tidak menginginkan apapun . Saya hanya menginginkan kebahagiaan untuk Nina. Ya sudah karena Nina sudah nertemu keluarganya, dan ternyat hari sudah siang , lebih baik saya mohon pamit, Kalau Mama dan Papa masih mau tinggal disini, Rosa pulang lebih dahulu...dan kau Nina sayang....kau telah bertemu dengan Kakek dan Nenekmu, jadi kau bisa tinggal bersama mereka .." ucap Rosa sambil menggenggam tangan Nina.
"Tidak kak...Nina boleh jadi Cucu Nenek ini..tapi Nina akan tetap hidup bersama kakak...!" ucap Nina .
"Sayang...kehidupanmu di sini, kehidupan Nina bersama mereka..." jawab Rosa lembut .
"Kak...apa kakak telah melupakan janji kakak...apakah kakak akan membuang Nina...?" tanya Nina kecewa.
"Hey...siapa yang ingin membuangmu.. baik begini saja...kau tinggal dulu bersama mereka selama satu bulan, dan nanti kakak akan datang menjengukmu.." bujuk Rosa .
"Baiklah tapi kakak harus janji menjemputku satu bukan lagi..." ucap Nina.
"Iya kakak janji...." jawab Rosa. Dan akhirnya Rosa meninggalkan rumah nyonya Ratih dengan perasaan berat dan sedih. Namun Rosa tak boleh egois , karena Nina kebih berhak tinggal bersama Kakek dan nebeknya . dan ternyata Nyonya Safitri dan Tuan Rendra mengikuti Rosa pulang ke rumah mereka .
Maaf segini dulu cerita author. besok aku sambung lagi. jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu. maaf jika ada typo nya.
Bersambung.
__ADS_1