PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP . KEMBALI KE INDONESIA


__ADS_3

Keesokan harinya Rosa ,Nindi , tuan Chan Sio dan kedua pengawalnya Rosa kembali ke Indonesia dengan penerbangan jam 12 siang. Saat mereka berangkat, tuan Whang memeluk Rosa bagai seorang Ayah yang tak ingin melepas kepergian sang Putri.


" Papa... Kenapa sedih.. Kai janji, setelah semuanya selesai, Kai akan berlibur ke rumah Papa di Italia. Jadi biarkan sekarang Kai pulang ke Indobesia ya...?" bujuk Rosa pada tuan Whang. Mendengar ucapan Rosa , Tuan whang tersenyum.


" Baiklah Papa akan sabar menunggu kau datang ke Italia. Tapi awas jangan bohong. Jika dalam satu tahun kau belum juga datang kesana , Papa akan datang kerumahmu dan membawamu pulang ke Italia dan tinggal selamanya di sana...!" ancam tuam Whang.


" He he he...Papa mengancam Rosa...?" kata Rosa meledek.


"Anggaplah itu ancaman Papa, jika kau ingin coba- coba, pasti akan Papa buktikan..." kata tuan Whang dengan tenang.


" Ck Papa...baiklah Rosa akan kesana sebelum masa setahun yang Papa janjikan ...." kata Rosa sambil mencium tangan dan pipi tuan Whang. Setelah itu mereka semua segera berangkat ke Bandara .


Mereka sampai di Bandara 30 menit sebelum pemberangkatan pesawat. Setelah mengucapkan Terimakasih pada Yujin, mereka semua masik kedalam ruang tunggu Bandara. Tepat Jam 12 siang waktu Wasington DC. Pesawat yang di naiki Rosa dan kawan- kawan terbang meninggalkan Bandara Wasington DC.


Jam sembilan pagi pesawat yang membawa Rosa kembali ke Indonesia mendarat dengan baik di bandara SH .


Ketila mereka keluar dari Bandara , ternyata Diki dan Yoyok sudah menunggu mereka di parkiran mobil .


"Selamat datang kembali di Indonesia Bos...." sapa Yoyok sambil menyapa ala heng Rosa .


"Trimakasih Yok, Ki..." jawab Rosa. Mereka segera masuk kedalam mobil mewah milik Yoyok. Tak lama terlihat mobil Yoyok meninggalkan bandara SH .


"Gimana keadaan rumah Yok...?" tanya Rosa pada Yoyok . saat di dalam perjalanan menuju Vila .


"Aman Bos..." jawab Yoyok .


"Bos...kita langsung ke Villa atau kerumah Papa Bos Rosa...?" tanya Diki yang sedang menjadi driver .


"Langsung ke Villa aja Dik..." jawab Rosa.


"Bos...apa elo nggak lelah, bukankah ada kita yang menemani Nona Nindi dan tuan Sio..." kata Asep.


"Benar Bos..ada kita bersama mereka..." ucap Mamat menyela .


"Nggak Masalah.. Gue sudah bilang sama Papa kalau gue pergi ke Villa dulu..." jawab Rosa tenang.


Mendengar ucapan Rosa. keempatnya terdiam .


Melihat keakraban Rosa dengan keempat pria yang bersama mereka, apalagi keempatnya memanggil Rosa Bos. Tuan Chan Sio heran.


"Di...siapa mereka...?" tanya tuan Chan Sio pelan pada putri nya.


"Maksud Papa ke empat pria itu...?" tanya Nindi .


"Iya... Kenapa mereka memanggil Kanaya Bos....?" jawab tuan Chan Sio heran .


"Mereka anak buah Rosa atau Kanaya Pa...." jawab Nindi.


"Anak buah....?" beo tuan Sio.


"Nanti Papa akan mengerti ketika sampai di rumah .ah.. maksud Nindi Villa milik Rosa Pa...Oh ya pa..pangil dia Rosa bukan Kanaya . karena pemilik tubuh itu bernama Rosa..." kata Nindi pada sang Papa.


"Iya sayang...papa lupa..." kata tuan Chan Sio lembut. Sedangkan Rosa yang duduk di depan mereka, mendengar percakapan mereka . Namun Rosa hanya tersenyum dan membiarkan saja . Karena mereka akan tahu dengan sendirinya .


Karena kemacetan jalan , hampir satu jam mereka baru sampai di Villa pinggir pantai milik Rosa. Saat mereka datang , terlihat bik Sum, bik Narti dan Mang Dulah serta beberapa pekerja Villa menyambut mereka. Tak ketinggalan nyonya Sarah.


Melihat sambutan meteka seperti itu pada Rosa, tuan Chan Sio semakin heran siap sebenarnya Rosa.


Namun semua pertanyaan di benaknya hilang saat dia melihat nyonya Sarah berada di antara mereka.


"Nin...jadi kalian tinggal di sini..?" tanya tuan Rifan kaget .


"Iya Pa... Nindi dan Mama tinggal bersama Rosa , nanti Nindi ceritakan Pa..." jawab Nindi .


Terlihat wajah tuan Chan Sio , heran dan sedih.


"Apakah semua ini gara- gara saudara kembarnya juga..." ucap tuan Sio dalam hati.


"Ayo Paman kita turun..." ajak Rosa lembut sambil keluar dari dalam mobil. Tuan Chan Sio dan Nindi pun segera keluar dari dalam mobil. Saat tuan Chan Sio berdiri di dekat Nindi, nyonya Sarah yang berada di teras terkejut. Dia tak percaya melihat sang suami berada di sisi putrinya.


"Ya Tuhan. Apakah aku tidak salah lihat..dia chan Sio atau Chan Luo..." ucap nyonya Sarah bingung . Ketika kedua orang yang dia kenal itu mendekat, nyonya Sarah hanya bisa tertegun.


"Ma...aku datang..apakah kau tidak mengenal aku lagi...?" sapa tuan Chan Sio pada sang Istri. Mendengar suara tuan Sio, nyonya Sarah tersadar kalau pria di depannya adalah suaminya. Dia menatap pria yang sangat dia cintai itu dengan tatapan tak percaya.


"Pa...apakah ini benar- benar kau...?" tanya nyonya Sarah tak percaya .


"Iya ini aku Ma...maafkan papa Ma..." ucap tuan Sio dengan air mata mengalir di Pipinya. Dan nyonya Sarah segera memeluk suaminya dengan air mata berderai jatuh. Mereka saling berpelukan melepas kerinduan juga kebahagian. Nindi pun ikut memeluk mereka berdua. Melihat ketiga orang itu menangis, mereka yang melihat ikut bahagia. Malah bik Sum dan bik Narti ikut menangis . Setelah beberapa saat kemudian mereka melepaskan pelukan.


"Pa, Ma..kita masuk dulu yuk..." ajak Nindi pada kedua orang tuanya. Merekapun masuk kedalam Villa milik Rosa.


"Non..selamat datang kembali di Villa..." sapa Bik Narti pada Rosa.


" Trimakasih Bik, Kenapa bibik menangis. apakah bibik terharu melihat mereka...?" tanya Rosa.


"Iya Non...ikut merasakan kebahagiaan mereka...." jawab bik Narti. mendengar jawaban bik Narti Rosa tersenyum lalu dia mendekati bik Sum dan memeluknya juga .


"Apa kabar Bik....?" kata Rosa.


"Alhamdulillah baik saja Non..." jawab Bik Sum.

__ADS_1


"Syukurlah Bik..." kata Rosa sambil melepas pelukannya. dan berjalan kearah Mang Dulah .


"Gimana keadaan Villa..baik- baik saja kan Mang...?" tanya Rosa sambil menerima uluran tangan Mang Dulah.


"Alhamdulillah baik- baik saja Non..." jawab mang Dulah.


" Mang Dulah memang hebat..." kata Rosa memuji dengan tulus.


"Biasa aja kali Non...ini memang sudah tugas Mang Dulah..." jawab Mang Dulah .


mendengar ucapan mang Dulah Rosa tersenyum.


"Hey Boy...kau sudah betah di sini...? Gimana kuliahmu...?" tanya Rosa pada putra bik Sum yang berada di sebekah Mang Dulah.


" Baik Mbak... Alhamdulillah lancar semuanya..." jawab putra bik Sumi yang bernama Hambali sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan Rosa.


Rosa juga menyapa beberapa pekerja rumahnya dengan ramah. Terakhir adalah para sahabatnya yang berdiri dengan santai menunggu giliran menyapa Rosa.


"Waah...kalian pada di sini juga...?" sapa Rosa .


"Tentu saja... Mana berani kami tidak menyambut Bos kami yang baru datang, ..." ucap Budi sambil tertawa.


"Hey...apa gue semaruk itu, hingga harus kalian sambut Ha....!" seru Ro'sa pura- pura marah. Mendengar ucapan Rosa , semua temannya tertawa. Mereka akhirnya masuk kedalam Villa bersama- sama.


Ketika sampai di dalam, mereka duduk bersama kedua orang tua Nindi. di ruang keluarga . Sedangkan Bik Sum dan Bik Narti terlihat mengeluarkan minuman dan makanan ringan yang sudah mereka buat ketika mendengar Rosa akan pulang dari Amerika. Mereka sudah merasa kalau Rosa pasti akan berada di Villanya. Sedangkan Hambali dan Mang Dulah membawa barang - barang yang Rosa bawah.


"Mang... koper yang agak besaran, taruh saja di bawah, soalnya itu barang oleh- oleh buat kalian semua. Mang Dulah bisa bagikan nanti pada mereka , Di situ sudah terbungkus dengan nama kalian semua.." kata Rosa pada mang Dulah .


"Buat kita mana Bos..."Kata Budi yang emang orangnya paling konyol .


" Tu ada pada si Mamat..." jawab Rosa.


"Mana mungkin Bos Rosa ngelupain kita Bud..." seru Roni. Walaupun mereka bisa membeli barang- barang mahal yang mereka inginkan, tapi oleh- oleh dari Rosa adalah barang yang sangat berharga buat mereka. Karena itu bentuk kasih sayang dari Rosa . dan Rosa pun tak segan mengeluarkan uang banyak untuk memberikan mereka barang- barang mahal sebagai hadiah untuk para sahabatnya , pada saat dia pergi keluar negri atau kemanapun tanpa mereka .


"Baik Non...." jawab Mang Dulah . Dia menyuruh Hambali membawa Koper yang di maksud Rosa . sedang dia sendiri membawa koper milik Rosa ke kamarnya. Tiba- tiba terdengar suara yang sangat akrap menyapa Rosa.


"Bee...kau sudah datang...?" terlihat Rifan datang masih memakai pakaian kerjanya. Melihat Rifan datang, Rosa segera berdiri menyambutnya .


"Kau dari kantor kak...?" tanya Rosa saat Rifan sudah membawa dirinya kedalam pelukan tubuh kekarnya .


"Iya...tadi aku menghadiri meeting sebentar..." jawab Rifan. Rosa segera mengajak Rifan duduk setelah dia melepas pelukannya.


"Apa kabat tuan Chan...." sapa Rifan sambil mengulurkan tangannya.


"Baik tuan Rifan..." jawab tuan Chan sambil berdiri dan menyambut tangan Rifan. mereka segera duduk setelah saling menyapa . tuan Chan sudah tahu hubungan Rifan dan Rosa saat mereka masih berada di Amerika.


"Nak...paman mau tanya...kenapa istri dan putri Bapak ada di Villamu..? kenapa mereka tidak tinggal di rumah kami sendiri...?" tanya tuan Rifan setelah mereka duduk bersama dengan tenang . Mendengar pertanyaan tuan Chan Sio, Rosa menatap Nindi. Akhirnya Nindi yang menjawab pertanyaan sang Papa .


"Apaa...kalian di usir...?" tanya tuan Sio kaget.


"Iya Pa...kami di usir Paman Luo dari rumah kita..." Nindipun menceritakan semua kejadian yang menimpa mereka , dari mulai dia kembali kerumahnya sampai mereka di jemput Rosa dari kota J. Mendengar perkataan sang putri, terlihat wajah tuan Chang Sio yang putih memerah karena marah.


"Brengsek...setelah dia menjualku , Dia juga menelantarkan istri dan putriku...!" serunya dengan marah.


"Karena dia ingin menguasai harta paman, Dengan cara mengusir mereka, Semua aset milik Paman otomatis menjadi milik mereka.. dan paman perlu tahu, perusahaan milik paman sekarang sudah berubah nama menjadi Perusahaan Chan Grup..." kata Rosa .


"Benarkah...?"tanya tuan Chan Sio tak percaya.


"Ini di depan Paman, mitra kerjanya...?" kata Rosa sambil menunjuk Rifan. Otomatis tuan Chan Sio menatap Rifan .


"Benar apa kata Rosa tuan Sio... bukan hanya perusahaan saya yang menjadi mitra kerjanya , tapi semua mitra kerja tuan Sio duli, adalah mitra kerja tuan Chan Luo. Dia mengaku sebagai anda. Jadi para mitra kerja tidak tahu yang sebenarnya, mereka menganggap dia sebagai anda. .." kata Rifan menjelaskan.


Terlihat wajah tuan Chan Sio tertunduk lesuh. Bisa dilihat kalau dia sangat syok sekali mendengar berita itu .


"Lalu apa yang harus aku lakukan... Perusahaan itu aku bangun dengan susah payah. Mulai dari bawah sampai sekarang ini..." ucapnya lesuh.


"Tenang Paman...kami akan mengusahakan agar perusahaan itu kembali ketangan paman..." kata Rosa menghibur.


"Apakah surat- surat kepemilikan perusahaan dan rumah masih ada di tangan Paman...?" tanya Rifan.


" Di...apakah dia meminta padamu nak...?" tanya tuan Sio pada Nindi.


"Masih ada di bank Pa..." jawab Nindi.


"Apakah Dia tidak meminta padamu...?" tanya tuan Sio heran.


"Pernah Pa...tapi aku berkata tidak tahu masalah surat- surat berharga itu..." jawab Nindi


"Syukurlah...kalau begitu surat- surat itu masih aman tuan Rifan..." kata tuan Sio pada Rifan.


"Paman...panggil saya Rifan saja, jika kita di rumah..." kata Rifan .


"Ha ha ha...iya, iya..." kata tuan Sio sambil tertawa.


"Kalau surat- surat itu masih ada di tangan anda, akan lebih mudah kita mengurusnya..." lanjut Rifan.


"Tapi dia memiliki Sirat- sirat tanah dan perusahaan atas namanya Pa...!" seru nyonya Sarah dengan cemas.


"Itu palsu Ma...karena surat- surat yang asli aku simpan di Bank...mungkin dia memalsukan sirat itu..." kata tuan Sio pada sang istri.

__ADS_1


"masalah ini akan lebih mudah menjebloskan dia ke dalam penjara..." ucap Rosa dengan nada kesal.


"Tentu saja Bee...masalah ini bisa di anggap penipuan..." kata Rifan lagi.


"Jo...kita tidak pernah berhubungan dengan dia kan...?" tanya Rosa pada Johan.


"Tidak Ros...kita dulu memang pernah ingin bekerja sama dengan tuan Chan Sio


tapi karena ada masalah , hingga kita gagal bekerja sama..." kata Johan dengan tenang.


"Tunggu...apakah kita pernah bertemu anak mudah...?" tanya tuan Sio smbil menatap Johan.


"Kita hampir bekerjasama dengan tuan, tapi saat pertemuan kita , anda pergi ke China karena masalah keluarga, dan hubungan kerjasama kita gagal...." jawab Johan .


"Oo...kalau boleh tahu kau dari perusahaan Mana nak...?" tanya Tuan Sio dengan wajah menatap Johan .


"Saya dari Perusahaan KAG dan itu perusahaan milik Kanaya atau Rosa..." jawab Johan dengan sopan.


"Apaa..perusahaan milik Kanaya...? jadi kau punya perusahaan Ros...?" tanya tuan Sio kaget.


"Dia pemilik dari perusahaan KAI dan KAG Paman..." kata Johan menjawab pertanyaan tuan Chan Sio.


"Ya Tuhan....sejak kapan....?" tanya tuan Sio penasaran.


"Sudah lama...Perusahaan KAG berdiri empat tahun yang lalu. Dua tahun kemudian dia kembali mendirikan perusahaan KAI..." jawab Johan lagi .


"Nak...bukankah itu perusahaan bari tapi sangat cepat perkembangannya..." kata tuan Chan Sio tak percaya.


"Benar tuan...semua itu karena otak sang pemilik yang sangat cerdas..." kata Johan


"Ros..jadi saat kita kuliah dulu kau sudah memiliki perusahaan itu...?" tanya Nindi tak percaya.


"He he he iya...dan merekalah yang melakukan semua tugasku... terutama Johan sebagai direktur utama mewakili diriku..." jawab Rosa sambil terkeke .


"Gila...ternyata temanku seorang milyuner yang tak terlihat...!" seru Nindi kagum.


"Dia juga memiliki beberapa tokoh dan butik Nona Nindi..." kata Roni pelan.


Mendengar omongan sahabat sekaligus anak buah Rosa , Nindi menatap Rosa.


"Apa benar Ros , perkataan sahabat - sahabatmu...?" tanya Nindi.


"I..iya sich..." kata Rosa sambil menggaruk kepalanya yang nggak gatal .


Melihat tingkah Rosa. Rifan dan semua anak buahnya hanya bisa tersenyum dan tertawa.


Akhirnya pembicaraan pun terhenti saat Bik Narti mengatakan makan siang sudah menunggu mereka.


Akhirnya mereka berjalan keruang makan semua. Setelah makan, Rosa dan Rifan berjalan kearah balkon setelah meminta tuan Chan Sio untuk istirahat. Sedangkan yang lainnya, kembali ketugas mereka Masing- masing selain Asep dan Mamat.


Rifan dan Rosa pergi kebalkon yang ada di depan ruang kamar milik Rosa.


"Kak...apa yang harus kita lakukan untuk menangkap pria itu...?" tanya Rosa yang terlihat berdiri di balkon menatap ke arah kejauhan.


"Kita akan mempertemukan mereka dalam satu ruangan saat ada pertemuan para pemegang saham..." kata Rifan yang kini memeluk pinggang Rosa dari belakang. merasakan pelykan tangan kekar Rifan, Rosa merasakan debaran jantungnya lebih cepat dari biasanya. namun dia berusaha terlihat biasa.


"Kapan itu akan mereka laksanakan Kak...?" tanya Rosa.


"Biasanya di akhir bulan atau di awal bulan..." jawab Rifan.


"Apakah Paman Sio bisa datang kesana.." kata Rosa dengan wajah cemas.


"Kita akan mendampingi mereka nanti. Paman dan Nindi akan datang saat rapat memegang saham di mulai..." kata Rifan dengan tenang.


"Baiklah kita akan mempersiapkan semuanya. kita akan membuat kejutan untuk mereka..." kata Rosa dengan senyum sinis.


"Sayang....kapan aku bisa menikahimu...?" tanya Rifan sambil kembalikan badan Rosa agar berhadapan dengannya.


"Kalau semua urusan kita selesai kak... aku janji, kita akan menikah.


"Tapi kapan...aku ingin cepat- cepat menghalalkan hubungan kita Bee..." kata Rifan lembut.


"Aku tahu kak...kita lihat saja nanti, apalagi saat ini aku sedang membangun bangunan di belakang kak..." kata Rosa lembut.


"Sayang...jangan panggil aku kakak dong.. masak aku kau samakan dengan mereka juga..." kata Rifan manja. mendengar ucapan Rifan, Rosa tersenyum geli .


"Maunya kakak di panggil apa...?"tanya Rosa sambil menatap Rifan dengan lembut.


"Panggil Hanny boleh, Papa boleh, Mas juga boleh, atau abang juga boleh..." kata Rifan lembut. .


"Kalau Papa, besok saja kalau kita sudah menikah...bagaimana kalau Rosa memanggil Mas saja, Mau....?" kata Rosa sambil menahan geli. Rifan tahu sang gadis menggodanya.


"Sayang....!" seru Rifan kesal.


"Iya, iya...aku akan memanggil kakak MY BEE..mau...?" tanya Rosa.


"Iya...aku suka, trimakasih sayang..." jawab Rifan sambil memeluk Rosa.


Udah dulu ya...maaf jika masih ada typo nya .

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2