PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP . BERTEMU SASKIA .


__ADS_3

Mendengar omongan Rifan gadis itu terkejut dan matanya melotot marah.


"Apa kak...apa yang kau katakan barusan...? Dia pacar kamu...!" seru gadis itu kaget dan marah .


"Benar..dia gadisku, dia gadis yang aku cintai, dan dialah calon istriku , ..." ucap Rifan sambil memeluk Rosa dan mencium keningnya . Melihat begitu mesranya Rifan pada gadis yang dia peluk , gadis itu terlihat sangat marah . Dia menatap Rosa dengan wajah marah dan cemburu .


"Kak...jangan main- main kak , aku tahu kau sengaja melakukan ini agar aku cemburu , kau ingin menguji seberapa besar cintaku padamu kak...kau tahu kan, kalau aku sangat mencintaimu, tanpa kau uji cintaku padamu , kau sudah tahu itu kan...?" ucapnya dengan wajah terlihat memerah .


"Begitukah yang ada dalam fikiranmu....? Tapi kau salah Saskia... Dia memang gadisku. Gadis yang sangat aku cintai..." jawab Rifan sambil menatap gadis yang beradacdi deoannya , yang ternyata Saskia sepupu nya.


"Ha ha ha...kau mau membodohiku kak.. mana mungkin dia bisa jadi kekasihmu, walaupun gadis itu cantik, tapi gadis itu wanita biasa yang miskin. jauh dari kata layak untukmu, Kau fikir aku tidak tahu, kalau dia gadis yang kau sewa untuk berakting sebagai pacarmu, Mana mungkin dia bisa sejajar denganmu kak.., gadis murahan yang kau sewa untuk memanasiku , mana bisa di bandingkan denganku kak... Ayolah kak...jangan berharap aku percaya padamu..." ucap Saskia dengan wajah menatap Rosa dengan penuh penghinaan .


"Ha ha ha...kau terlalu percaya diri Saskia... Kau terlalu percaya diri kalau kau wanita yang paling hebat . Kau fikir hanya kau wanita yang sempurna di dunia ini , kau fikir kaulah yang lebih pantas menjadi calon istriku...? Ck, ck... Kau harus ingat kalau kau itu sepupuku , kau saudaraku dan kau bukan calon istriku karena sampai kapanpun aku tidak akan pernah mencintaimu . kau sudah tahu itu sejak dulu kan...? lagian bukan dia yang tidak sebanding denganmu, tapi di mataku kaulah yang tidak dapat di bandingkan dengannya, Dia lebih segalanya daripada kau putri manja dari paman Burhan..." jawab Rifan sambil menatap Saskia dengan penuh kemarahan dan kebencian . Berani sekali gadis ini menghina Rosa..teriak Rifan dalam hati.


Mendengar perkataan Rifan, Rosa terlihat sangat marah. Namun dia masih sanggup bertahan agar dia tidak mengamuk karena kemarahannya .


"Baiklah kau bisa mengatakan kalau dia kekasihmu atau calon istrimu. Kalau memang dia benar- .benar kekasihmu, tentu kau akan sangat berani mencium bibir kekasihmu di depan kami kan...?" kata Saskia yang membuat Rosa dan Rifan kaget bukan main.


"Siit...dasar gadis gila...mana mungkin aku berciuman dengan pria mesum ini.. Apalagi di depan banyak orang seperti ini...dasar wanita tidak waras..." teriak Rosa dalam hati. Terlihat sekali wajahnya memerah karena malu dan marah .


"Ya ampun wanita gila ini... Apa dia ingin aku mendapat tamparan dari gadisku... Dasar wanita brengsek, kalau aku mencium Rosa bisa- bisa dia akan membenciku seumur hidupku . Dan aku tidak akan bisa memiliki kesempatan memilikinya..sial, sial...dasar gadis sialan dan tak waras..." teriak Rifan dalam hati.


"Ha ha ha...kenapa wajahmu seperti itu kak...kenapa kau tidak melakukan seperti apa yang ku mau...? Benarkan kataku kalau kalian hanya berakting menjadi sepasang kekasih...? Ck.. sudahlah kak..aku itu sangat mencintaimu . tanpa kau uji pun aku tetap mencintaimu, jadi hentikan saja permainan kalian..." ucap Saskia sambil tertawa dan menatap Rosa sinis .


"Siapa bilang kami bersandiwara... Kau benar- benar ingin melihat kami berciuman...? Baiklah akan kami lakukan , tapi apakah kau sanggup melihat kami melakukan semua yang kau minta...?" kata Rosa tiba- tiba dengan menatap wajah Siska dengan tatapan menantang.


Mendengar perkataan Rosa , terlihat wajah Saskia memerah karena marah.


"Lebih baik aku membantu kak Rifan dengan tuntas, kalau tidak kasihan pria dingin ini. Ya Tuhan...apakah aku harus mengorbankan bibirku pada pria mesum ini...aaah...kenapa gadis gila ini meminta yang bukan - bukan sich..." teriak Rosa dalam hati .


Sedangkan Rifan sangat kaget mendengar perkataan Rosa.


"Bee...apakah kau akan menciumku..? Ya Tuhan...jika ini sampai terjadi, aku tak akan sanggup menahan hatiku lagi..


Jika ini kau lakukan Bee...kau tak akan pernah melepaskan dirimu lagi dari sisihku , apapun akan kulakukan agar kau menjadi milikku..." teriak Rifan dalam hati sambil menatap Rosa tak percaya.


"Apakah kau berani melakukan itu gadis brengsek...! Kau harus tahu batasanmu, kau itu hanya gadis bayaran Kak Rifan...!" teriak Saskia marah .


"Kau yakin kalau aku gadis bayaran kak Rifan...?" kata Rosa dengan tatapan mengejek pada Saskia .


"Brengsek kau....kalau kau berani lakukanlah...kau akan merasakan kemarahan kak Rifan padamu...!" teriak gadis itu dengan wajah marah . Dia yakin kalau mereka hanya bersandiwara . Dia yakin kalau Rifan mencintainya .


"Benarkah...? Baiklah kalau begitu kau lihat kami, Buka matamu lebar- lebar... kami akan melakukan apa yang kau minya langsung di depanmu , dan aku akan menunjukkan padamu betapa kak Rifanmu ini sangat mencintaiku. Dan kau perlu tahu kalau kami saling mencintai .." ucap Rosa sambil memeluk Rifan . dia mengalungkan tangannya di leher Rifan.


"Sayang...boleh aku menciummu...? Apakah kau akan marah...?"ucap Rosa manja pada Rifan .


Tentu saja Rifan merasakan darahmya membeku seketika , Dia merasakan debaran jantungnya betdebar dengan keras, serta rasa bahagia di dalam hatinya saat melihat tingkah manja Rosa yang kini sedang memeluknya . Rifan menunduk dan berbisik di telinga Rosa .


"Bee...apa yang kau lakukan Bee...?" ucap Rifan bergetar . Namu. Risa tak mengindahkan perkataan Rifan, Dia malah bergelayut manja pada Rifan.


"Kak...apakah kau tidak mau..? kenapa..? Apakah kau sudah tidak mencintaiku lagi kak...?" goda Rosa sambil tersenyum menggoda .


"Bee...kau yakin dengan perbuatanmu sekarang...?kau tahu setelah kau lakukan ini...kau tak akan memiliki kesempatan lagi menjauh dariku . aku tak akan pernah membiarkan kau lepas dari tanganku lagi..." ucap Rifan sambil menatap Rosa dengan tatapan gemas melihat tingkah Rosa .


"Siapa takut...tapi kalau kakak tidak mau nggak masalah kok...mungkin gadis itu lebih baik dari Rosa..." goda Rosa sambil mengedipkan matanya .


Mendengar perkataan Rosa , Terlihat binar kebahagian terlihat di mata Rifan, namun terlihat dia gemas kala Rosa masih sempat menggodanya . perlahan Rifan mendekatkan Wajahnya pada wajah Rosa yang saat ini menatap padanya. Namun saat wajah mereka saling berdekatan, Rifan dapat melihat wajah sang kekasih menegang. Hampir saja dia tertawa keras melihat wajah Rosa yang gelisah.


"Dasar gadis sok pintar...namun aku bahagia memiliki gadis sepertimu Bee.." seru Rifan dalam hati.


Perlahan dia mencium lembut bibir yang selalu membuat dia resah jika dia membayangkannya . dia perlahan ******* lembut bibit merah gadis itu. Rifan bisa merasakan kalau tidak ada respon dari bibir gadis yang dia cium. Hanya ada ketegangan yang Rifan rasakan.


"Dasar gadis Bodoh...demi membantuku kau mengorbankan egomu, ternyata aku tak salah memilihmu Bee... Selain kau gadis yang membuat alergiku hilang dan nyaman bersamamu , kau juga mampuh menjaga dirimu dari sentuhan pria lain.. Bee..aku semakin jatuh cinta padamu.." ucap Rifan dalam hati. Sedangkan orang yang di sekitar mereka menjadi kaget melihat tingkah kedua orang itu .


Dikra, Fikri serta Asep dan Mamat, Memaklumi itu . karena semua yang di lakukan Rifan dan Rosa adalah permintaan dari Saskia . Dan mereka tahu Risa melakukan itu demi menolong Rifan . Namun mereka syok juga ketika mereka melihat kenekatan sepasang manusia didepan mereka.


Sedangkan Saskia sendiri sangat kaget melihat semua itu .


Dia tak pernah menyangka kalau gadis yang bersama Rifan begitu nekat mencium Rifan. dan dia juga melihat kalau Rifan sangat menikmati bibir gadis itu . Tak lama terlihat kemarahan di wajahnya. Dia tak pernah menyangka kalau Rifan berani dan tega melakukan semua itu di depannya. Dia yang selama ini tidak pernah mendengar Rifan dekat dengan wanita manapun merasa kalau Rifan juga mencintainya. Rifan yang selalu marah dan mengatakan tidak pernah memiliki rasa cinta, membuat Saskia tak percaya karena Rifan tidak pernah terlihat berdekatan dengan wanita manapun . Namun apa ini...dia dengan mudahnya mencium wanita yang sekarang berada di dalam pelukannya.


Saskia merasa iri , cemburu dan marah. Dia benci pada gadis itu yang telah berani mencium Rifan. Dia menyesal telah memprofokasi mereka untuk berciuman. Dia melakukan itu karena yakin kalau mereka tidak akan berani melakukannya. Dia yakin kalau Rifan hanya menggertaknya. Dia merasa kalau cinta Rifan sesungguhnya hanya padanya.


Sedangkan Rifan sendiri segera melepas ciumannya setelah menikmati bibir itu beberapa saat . Dia bisa melihat wajah Rosa yang memerah karena malu.

__ADS_1


"Ingat sayang...kau kini milikku , tak akan kubiarkan kau lepas dari sisihku. Dan tak akan kubiarkan pria manapun merebutmu dari sisihku..." bisik Rifan pada Rosa. Mendengar ucapan Rifan, Rosa hanya bisa cemberut kesal dan malu menjadi satu. dia buru- buru melepas pelukannya. Saat dia ingin pergi menjauh dari Rifan. Rifan segera memeluk pinggangnya.


"Apakah kau sudah puas Nona Saskia...?" kata Rifan pada Saskia .


"Brengsek kau berani melakukan itu di depanku kak...!" teriak Saskia marah .


"Kenapa tidak...bukankah aku sudah bilang padamu kalau dia kekasihku... Tentu saja aku berani melakukannya... Kenapa aku harus takut padamu..?" kata Rifan dengan nada sinis .


"Kaauuu...kau keterlaluan kak...kau tahu aku sangat mencintaimu, kau tega melakukannya ..." teriak Saskia marah dan frustasi.


"Apa salahnya...bukankah kau tadi yang meminta pada kami, apakah dengan imi kau sekarang sadar kalau aku tidak pernah mencintaimu...? Kau harus ingat Sas... Kau itu sepupuku...walaupun kau bukan sepupuku aku tidak akan pernah mencintaimu.." ucap Rifan tegas .


"Kau bohong kak...!" teriak Saskia marah .


"Tidak...tidak ada kebohongan yang aku ucapkan kalau itu tentang cinta .." jawab Rifan.


"Lalu kenapa selama ini kau menghindari setiap wanita yang ingin mendekatimu. Dan aku tidak pernah mendengar Rumor atau melihat kau memiliki wanita atau pacar... ?bukankah itu karena kau ingin menunggu atau setia padaku...?" kata Saskia dengan bangga.


"Ha ha ha...kau terlalu bangga pada dirimu sendiri Sas...sebegitu berhargakah dirimu untukku...sampai- sampai aku begitu mendambakan dirimu...apakah kau kira aku tidak tahu kehidupanmu...?" ucap Rifan dengan wajah menghina. Mendengar ucapan Rifan terlihat Saskia terkejut. Dia menatap Rifan dengan wajah memerah entah itu malu atau marah.


"Kak...apakah tidak ada sedikitpun cinta di hati kakak untukku...?" ucap Saskia dengan wajah memerah dan tangan terkepal .


"Tidak , tidak ada sama sekali...aku hanya menganggapmu sebagai adikku, karena kau masih saudara sepupuku, kalau tidak, mungkin aku enggan menyapamu..." jawab Rifan dingin.


Mendengar perkataan Rifan , Saskia merasa hatinya hancur. Namun dia tidak mau menerima semua ini. Dia tetap bertekat sampai kapanpun dia akan membuat Rifan menjadi miliknya.


"Tidak kak kau tetap milikku. Sampai kapanpun kau tetap jadi milikku..." ucapnya datar.


"Dik..Fikri..bawa gadis itu keluar, maaf Sas aku tidak ada waktu meladenimu, jadi aku harap kau pergi dari kantorku, dan ingat mulai sekarang jangan pernah mengganggu kebahagiaan kami, dan jika kau masih bertingkah seperti hari- hari lalu, maaf jika aku melupakan hubungan kita sebagai saudara. Dan satu lagi , jika kau berani mengganggu Rosa atau menyakitinya . sampai dimanapun kau berada ,aku akan mengejarmu , ingat itu..." ucap Rifan tegas.


Mendengar ucapan Rifan, Saskia merasakan hatinya terluka .dia menggenggam erat jemari tangannya


"Kau tega ya kak...apakah begitu pentingkah dia daripada aku, hingga kau lebih memilih dia daripada aku...?" ucapnya menahan tangis.


"Dia lebih penting dari hidupku sendiri Sas..." jawab Rifan dingin .


"Bukanya aku lebih segalanya dari pada dia kak...Aku lebih cantik, aku lebih pintar, dan aku lebih kaya dari dia..." ucap Saskia yang masih berusaha mempengaruhi Rifan dan tak mau percaya kalau Rifan sudah memiliki kekasih .


"Tapi aku lebih mencintai dia Sas...dan kau belum tahu siapa dia...perlu kau tahu, bukan dia yang mengejarku, tapi akulah yang mengejarnya yang menggodanya, yang menginginkan dia jadi milikku..." kata Rifan sambil menatap Rosa yang sedang memperhatikan Saskia. Mendengar ucapan Rifan, Terlihat Rosa kaget dan dia menatap Rifan dengan kesal.


"Tapi sekarang berkat kamu, gadisku ini mau menerima diriku. dan aku mengucapkan terimakasih padamu. kalau tidak, mungkin aku akan cukup lama mendapatkan cinta darinya..." ucap Rifan sambil kembali memeluk erat Rosa .


Melihat tingkah Rifan, terlihat kemarahan di wajah Saskia. dia semakin mengepalkan tangannya. hingga terlihat kuku cantiknya melukai telapak tangannya .


"Kak..jangan kau kira aku akan menyerah.


tunggu saja selanjutnya. bagaimanapun sesuatu yang sudah menjadi milik Saskia, tidak ada seorangpun yang boleh memilikinya. .." ucapnya dengan sombong.


"Dan kau juga harus ingat Sas...aku bukan milikmu dan tak akan pernah menjadi milikmu . dan satu lagi, kau harus ingat peringatan dariku tadi.." kata Rifan dingin.


"Kita lihat saja nanti kak...!" jawabnya datar. Dia akhirnya melangkah keluar ruangan .


"Tunggu...!" tiba- tiba terdengar suara dari Rosa. Saskia menghentikan langkahnya.


"Dan kau juga harus ingat Nona Saskia yang terhormat...jangan memprofokasi seseorang jika kau ingin hidupmu tenang..." ucap Rosa dengan dingin .


Saskia menatap Rosa dengan penuh kebencian.


"Kau mengancamku...?" tanya Dia dengan sorot mata dingin .


"Tidak...mana berani gadis miskin sepertiku mengancam wanita cantik dan kaya seperti dirimu...?" seru Rosa dengan wajah tenang tanpa dosa .


"Bagus...kalau kau tahu itu, lebih baik lagi kalau kau segera pergi dari sisi kak Rifan, karena kak Rifan hanyalah milikku..." ucapnya Dingin .


"Milikmu...?He he he...bagaimana kalau aku tidak mau...?" kata Rosa dengan cuek.


"Kau akan merasakan akibatnya..." jawab Saskia sinis .


"Akan aku tunggu...!" serunya dengan gembira . Saskia menatap Rosa dengan kebencian dan kemarahan . Dia tak mengerti , kenapa gadis ini begitu berani padanya . apakah karena ada Rifan di dekatnya.


"Lihat saja nanti Nona...kau akan tahu akibatnya karena berani bermain- main dengan Saskia...!" tetiak Saskia dalam hati . Dan tak lama terlihat dia pergi keluar bersama temannya. Setelah kepergian Saskia, Rosa segera melepas pelukan Rifan .


"Kenapa di lepas Bee..." kata Rifan merasa tak rela .

__ADS_1


"Dasar manusia mesum....kakak apa nggak lihat kalau kita bukan hanya berdua...?" jawab Rosa kesal .


"Kalau begitu jika kita hanya berdua boleh kan...?" kata Rifan menggoda.


"Tidak...!" jawab Rosa singkat .


Mendengar ucapan Rosa, Dikra, Fikri, Asep dan Mamat Rasanya ingin tertawa bersama. apalagi melihat wajah Rifan yang terlihat kesal.


"Ya suda karena benalu telah pergi, sekarang boleh kan kita kembali kekantor kita..?" tanya Rosa sambil menatap Jam tangan yang melingkar di pergelangan tangannya .


"Bee...tunggu sebentar ya...karena hari sudah sangat siang dan kita belum makan, bagaimana kalau kita makan di kantin dulu ..?" kata Rifan dengan wajah menatap Rosa .


"Kak...apakah kau tidak malu, makan bersama bekas OB di kantormu...?" kata Rosa lagi.


"Aku malah akan bangga saat berjalan denganmu Bee..." jawab Rifan.


"Kalau gitu sebelum kita makan di kantin, aku akan ke mushola dulu..." kata Rosa .


"Baik...kita akan kesana sama- sama..." jawab Rifan. tak lama terlihat Mereka semua pergi ke mushola untuk solat .


Saat Rosa akan keluar dari mushola yang ada di perusahaan Rifan saat selesai solat . dia bertemu dengan ke dua sahabatnya yaitu Riska dan Egik yang juga baru keluar dari mushola. Rosa melihat Riska yang baru keluar dari tempat solat para wanita . dan Egik sedang menunggu di depan mushola .


"Egik , Riska...apa kabar...?" tanya Rosa menyapa.


Mendengar seseorang menyapa mereka, Riska dan Egik menoleh kearah datangnya suara. dan mereka melihat seorang gadis yang sedang berdiri dengan anggun dan cantik dengan memakai baju formal sedang menatap kearah mereka . dan mereka tahu siapa dia. dengan tak percaya Riska menyapa Rosa.


"Rosa kan...?" tanya Riska ragu- ragu sebab saat ini Rosa terlihat sangat anggun dan cantik . Dengan memakai celana panjang hitam serta baju kuning lengan panjang yang terlihat dari bahan mahal membuat penampilan Rosa terlihat anggun dan berkelas.


"Kalau bukan Rosa sahabat kalian, lalu kau fikir aku siapa...?" tanya Rosa dengan wajah cemberut. Mendengar ucapan dari Rosa, Egik dan Riska segera berlari memeluk sahabat mereka yang telah lama tidak mereka ketahui keberadaannya. Riska seperti biasa , Dia akan menangis karena bahagia.


"Ros...kamu kemana saja.... ? kau tidak pernah memberi kabar apapun pada kami. Kau hilang seperti di telan bumi...!" seru Riska sambil menangis.


"Hey..kenapa menangis..nanti orang akan mengira gue ngebuly kalian lo..!" seru Rosa menggoda .


"Dasar sahabat tak berperasaan,...kami menangis karena senang bertemu kembali denganmu Ros...!" seru Riska sambil mencubit Pipi Rosa.


"Dan kau kenapa tidak menangis...? apakah kau tidak suka melihat diriku lagi ha...!" ucap Rosa pura- pura marah pada Egik .


"Aku seorang pria Ros...manamungkin kami menangis...malu di lihat orang . walaupun kami bahagia , tapi kami akan menyembunyikan tangisan kami..." kata Egik sambil tertawa.


'Ros...apakah kau akan bekerja di sini kembali...?" tanya Egik .


"Memangnya kenapa Gik...?" tanya Rosa heran.


"Nggak gitu...tumben kau ada disini...?" tanya Egik polos .


"Tidak Gik...aku hanya numpang Solat sebentar..oh ya apa kalian sudah makan..?" tanya Rosa mengalihkan pembicaraan .


"Belum kenapa ...? apakah kau akan mentraktir kami...?" goda Egik smbil tersenyum .


"Boleh...ayo kita makan di kantin...?" ajak Rosa sambil tertawa.


"Ayoo siapa takut..." jawab mereka berdua serempak.


"Oh ya...kok aku tidak melihat Siska...apakah dia tidak ikut kalian solat..?" tanya Rosa sambil mencari keberadaan Siska .


"Tadi bersama kami...tapi sekarang entah dimana...?" jawab Riska . Tanpa mereka sadari , dari kejauhan Siska menatap Rosa dengan perasaan bersalah. Dia Salah telah membenci sahabat yang begitu baik padanya .


"Aah..ya sudah. nanti sampaikan salam sayangku padanya. .." ucap Rosa dengan lembut . sebagai seorang yang terlatih Rosa merasakan keberadaan sang sahabat.


"Baik...pasti nanti akan aku sampaikan padanya..." kata Riska denga riang .


"Bee...apakah kau sudah selesai...?" sebuah suara mengejutkan mereka bertiga .


"Kakak..ngagetin aja...kak tambah dua lagi nggak apa- apa kan...?" kata Risa pada Rifan yang sudah berada di belakang mereka .


"Terserah kamu..Ayo pergi kekantin...?" ajak Rifan sambil menggandeng tangan Rosa.


"Kakak...aku tahu tempat kantin, jadi nggak usah kakak gandeng kalik..." ucap Rosa sambil ingin melepas tangannya .


namun cekalan di tangan Rosa semakin kuat . akhirnya Rosa hanya bisa menurut saja .


Cukup dulu ya...jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2