PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP .KEMBALI KE INDONESIA


__ADS_3

Tak terasa waktupun berlalu dengan cepat, dua bulan sudah Rosa berada di Negri China . hari- hari Rosa lalui hanya untuk mencari tuan Sio atau mengerjakan tugas kantor yang Sinta atau Johan kirimkan . Hari ini saat sore hari terlihat Rosa sedang duduk di taman belakang rumahnya. Setelah selesai berenang tadi, dia duduk di taman sambil membaca novel yang memang sengaja dia beli kemarin saat dia pergi ke kota.


Keasyikannya membaca novel terganggu saat tiba- tiba Mamat datang padanya dengan terburu- buru.


"Bos...ada telfon dari Papa Bos Rosa...!" seru Mamat yang datang dari dalam rumah.


"Papa...?" Kata Rosa dengan wajah heran. Dengan cepat dia mengambil ponsel milik Mamat itu.


"Halo Assalamualaikum Pa..." sapa Rosa lembut.


"Waalaikum salam Nak..." terdengar suara tuan Rendra yang lembur namun terdengar cemas .


"Apa kabar Pa...?" tanya Rosa.


"Kabar baik Nak...kau sehat saja kan...?" tanya Sang Papa.


"Alhamdulilah Pa...Rosa baik- baik saja ..." jawab Rosa.


"Nak...kenapa kau lama tidak pulang... ada apa denganmu... Kau melupakan kami orang tuamu...?" kata sang Papa terdengar sangat sedih . mendengar ucapan sang Papa, Rosa terdiam. Memang semenjak dia tinggal di Negri China ini . Dia belum sempat menelfon mereka . karena dia tidak pernah mengambil atau melihat ponsel yang ada di dalam tasnya.


" Maaf Rosa Pa...Rosa terlalu sibuk dengan pekerjaan Rosa..." jawab Rosa.


"Kalau begitu bisakah kau pulang nak...Mamamu sekarang sedang merindukan dirimu. Dia sakit dan kini Papa membawa dia kerumah sakit..." kata sang Papa mengejutkan Rosa.


"Apa Pa...Mama sakit...?!" tanya Rosa kaget. Dia sampai berdiri dari duduknya.


"Iya Mamamu sekarang berada di rumah sakit Ros, .." kata sang Papa lagi.


"Tapi nggak terjadi apa- apa sama Mama kan Pa...?" kata Rosa dengan cemas.


"Tidak...Mama hanya sakit panas biasa..." jawab sang Papa.


"Baiklah Pa...Rosa akan segera pulang.." jawab Rosa.


"Ya sudah Papa tunggu kedatanganmu di rumah . jangan lama- lama Mama menunggu kedatanganmu." ucap sang Papa terdengar penuh harap.


"Baik Pa...ya sudah Rosa akan siap- siap dulu ya Pa...Asalamualaikum..." kata Rosa mengakhiri percakapan mereka.


"Waalaikum salam nak..." jawab tuan Rendra. Rosa segera mengembalikan ponsel Mamat.


" Ada apa Bos..." tanya Mamat cemas.


"Kita harus pulang Mat... Mama sakit , beritahu Roni dan Asep kita akan pulang besok..." kata Rosa dengan wajah cemas.


"Baik Bos..." jawab Mamat .


" Tinggu...bilang oada mereka kalau Kita akan ke rumah tuan Ansong untuk berpamitan dengan paman Whang malam nanti..." lanjut Rosa .


"Baik Bos gue akan memberitahu mereka untuk bersiap- siap..." kata Mamat.


Mereka segera masuk kedalam rumah. Dan Rosa berjalan masuk kedalam kamarnya. Sesampainya di kamar dia segera membereskan barangnya. Saat akan memasukkan baju kedalam koper miliknya, tanpa sengaja Rosa melihat ponsel miliknya. Dia mengambil dan memandang Ponsel itu. Dia menatap barang yang dua bulan lebih tidak pernah dia sentuh. Perlahan dia mengisap ponselnya.


"Dua bulan lebih aku tidak memegangmu sobat...apa kabarmu...?" kata Rosa sambil tersenyum menatap ponselnya.


Perlahan dia mengambil charger untuk mengisi batrai ponselnya. Saat dia menatap kembali ponselnya , dia kembali tersenyum .


"Kenapa rasa salit itu masih ada... Ternyata di abaikan seseorang terasa sakit ya..." gumam Rosa .


Dia segera menaruh ponsel yang sedang mengisi daya itu di atas nakas dekat pembaringannya. Setelah itu dia kembali melanjutkan memasukkan baju miliknya kedalam koper . namun kesibukannya terganggu saat dia mendengar ketukan di daun pintu kamarnya.


" Masuk...!" seru Rosa.


Pintu kamarnya segera terbuka. Terlihat Asep dan Roni sudah berdiri di pintu kamarnya.


"Bos...apa benar kita mau pulang...?" tanya Asep sambil berjalan masuk kedalam kamarnya.


"Iya...mama sakit..." jawab Rosa singkat.


"Sakit...? sakit apa Bos...?" tanya Roni .


"Kata Papa hanya salit panas, tapi aku mendengar nada suara Papa terlihat cemas..." jawab Rosa. mereka terdiam sejenak.


"Berapa hari kita berada di Indonesia Bos...?" tanya Roni.


"Belum tahu Ron...kita akan tahu kalau kita sudah berada di Indonesia..." jawab Rosa .


Mendengar jawaban Rosa, mereka berdua tahu kalau sang Bos dalam keadaan gelisa. Merekapun segera pamit untuk membereskan barang- barang mereka. Mereka tahu sang Bos sedang bersedih dan mereka tidak ingin mengganggunya . Entah mereka akan kembali lagi kemari atau tidak, mereka tidak tahu. Karena itu mereka memilih untuk membawa semua barang milik mereka. Asep pun tanpa di perintah membereskan barang milik sang Bos . Tak terasa satu jam sudah mereka menyibukkan diri merapikan barang- barang milik mereka. Rosa sendiri tidak tahu berapa hari dia akan merada di indonesia . Setelah semua barang sudah dia rapikan, Rosa segera keluar ruangan . ketika sampai di ruang keluarga, dia melihat ketiga temannya sudah menunggunya.


"Kita pergi nanti setelah solat magrib dan makan malam...." kata Rosa.


"Baik Bos..." jawab Mereka serempak.


"Sekarang aku akan membuat makan malam untuk kita, Mat ikut aku..dan kalian berdua bisa merapikan tempat ini sebelum kita pergi besok pagi...." kata Rosa sambil melangkah pergi kearah dapur di ikuti Mamat . Sedang Roni dan Asep melakukan apa yang di perintah Rosa.


Malam harinya Rosa dan Ketiga anak buahnya pergi ke rumah peternakan milik tuan Ansong. Mereka akan berpamitan pada tuan Whang dan tuan Ansong.


"Kau akan pulang Kai...?" tanya tuan Whang pada gadis yang sangat dia sayangi bagai putrinya sendiri.


" Iya Paman...Mama masuk rumah sakit, tadi papa memberitahu Rosa..." jawab Rosa dengan wajah sedih. Dia duduk di sebelah tuan Whang.


"Kalau begitu hati- hati di jalan nak...soal kau ingin mengundurkan diri. Kakakmu sudah Paman beritahu. Dia akan segera mengumumkannya pada para anggota..." kata tuan Whang sambil membelai rambut Rosa.


" Trimakasih Paman... Rosa janji tidak akan meninggalkan kelompok BE sepenuhnya Paman...Rosa dan kawan- kawan akan selalu ikut memantau dan membantu BE semampu Kami .." kata Rosa dengan lembut.


"Bagus nak....Paman harap kau harus selalu berhubungan dengan kami..." kata tuan Whang sambil mengusap kepala Rosa .


" Pasti Paman..." jawab Rosa . Dia lalu menatap tuan Ansong.


"Oh ya Paman Ansong...kami akan meninggalkan kunci rumah di sini, Sebab kami akan berangkat pagi- pagi sekali... Karena kami belum tahu berapa hari kami akan tinggal di indonesia..." kata Rosa pada tuan Ansong.


"Kau bisa membawa kunci itu bersamamu Nak...jika kau datang nanti kau bisa langsung kerumahmu sendiri. " kata tuan Ansong sambil tersenyum.

__ADS_1


"Baiklah kalau itu keinginan Paman..." kata Rosa sopan. Mereka berbicara- bincang agak lama, saat waktu menunjukkan pukul 10 malam Rosa dan kelompoknya segera berpamitan pada kedua orang tua itu. Dan Rosa meminta tolong pada Yujin agar bisa mengantar mereka ke Bandara besok pagi.


Karena jarak Bandara agak jauh dari peternakan, Yujin meminta mereka untuk berangkat pagi sekali. Dia akan menjemput mereka di rumahnya. Setelah itu Rosa dan kawan - kawan segera pulang kerumah mereka.


Keesokan paginya. Setelah solat subuh mereka segera berangkat ke Bandara. Yujin dan dua temannya sudah menjemput mereka sebelum subuh tadi.


Lima jam perjalanan dari peternakan barulah mereka sampai di Bandara. Setelah membeli tiket , Mereka segera menunggu di ruang tunggu Bandara. Yujin sendiri bersama dua temannya segera kembali ke peternakan.


"Ron...apakah kau sudah memberitahu Gilang agar menjemput kita...?" tanya Rosa pada Roni.


" Sudah Bos...tadi malam gue sudah memberi kabar pada Gilang..." jawab Roni.


" Jam berapa keberangkatan pesawat. " tanya Rosa.


"Sebentar lagi Bos..." jawab Roni. Dan benar saja , Saat Roni selesai berbicara. terdengar panggilan para penumpang untuk segera bersih- siapa masuk kedalam pesawat.


Saat Rosa mulai berdiri dan berjalan di antara tiga pria yang cukup gagah dan tampan. membuat mereka jadi pusat perhatian. dan saat mereka mulai masuk kedalam pesawat , para penumpang yang melihat kedatangan mereka menjafi berdecak kagum. Siapa yang tak akan kagum melihat seorang wanita cantik sedang berjalan dengan tiga pria gagah dan tampan . mereka seperti pengawal yang sedang melindungi seorang putri. Banyak orang berdecak kagum dan sekaligus iri menatap kepada Rosa. Namun Rosa hanya cuek saja menanggapinya .


"Siapa dia...apakah dia seorang selebritis bersama pengawalnya..." tanya seorang penumpang pesawat yang satu ruangan dengan Rosa. Saat Rosa masuk bersama ketiga anak buahnya.


"Gila..gadis itu cantik sekali .dan lihatlah pengawalnya tampan- tampan dan gagah..." ucap seorang penumpang pada temannya.


"Gadis itu sangat membuat kita iri . sudah wajahnya cantik, memiliki para pengawal yang tampan dan gagah..." kata penumpang yang di ajak bicara. Dan banyak lagi komentar dari penumpang yang melihat keberadaan Rosa. Bukan hanya di pesawat saja Rosa jadi pembicaraan, sejak tadi saat di ruang tunggu di bandara, banyak orang yang memuji dirinya. Namun juga ada yang menbicarakan Rosa dengan nanda iri.


Dan pesawatpun segera mengudara menuju tanah air. Lima jam kemudian pesawat yang di tumpangi Rosa telah mendarat di bandara Indonesia . Saat Rosa dan kawan- kawan turun dari pesawat. Mereka melihat Gilang dan Yoyok telah menunggu kedatangan mereka. Asep melihat kedua orang itu melambaikan tangan di pintu keluar bandara.


"Bos Yoyok dan Gilang telah menjemput kita..." kata Asep pada Rosa.


"Iya gue melihat mereka juga..." jawab Rosa.


Mereka segera berjalan kearah Gilang dan Yoyok yang telah menunggu kedatangan mereka .


" Siang Bos..." sapa Gilang dan Yoyok hampir bersamaan .


" Siang Lang, Yok...apa kabar..." sapa Rosa sambil menjabat tangan keduanya dengan akrab.


"Baik Bos..." jawab Gilang.


"Kabar di sini baik- baik saja kan...?" tanya Rosa sambil masuk kedalam mobil.


"Benar Bos...kami semua baik- baik saja, begitu juga dengan perusahaan Bos...?" jawab Gilang. sedang Yoyok segera menjalankan mobilnya meninggalkan Bandara .


" Lang kau tahu keadaan Mama...?" tanya Rosa dalam perjalanan.


" Kami baru tahu Saat Roni mengabari kami Bos... jadi baru siang tadi kami mengecek di rumah sakit. Setelah tadi pagi Non Nina memberi kabar pada Bik Narti..." jawab Gilang .


"Nina memberi tahu Bik Narti...?" tanya Rosa .


"Benar Bos...." jawab Gilang


"Kalau begitu kalian sudah tahu di mana tempat Mama di rawat...? Sebab aku lupa menanyakan pada Papa..." Kata Rosa.


"Sudah Bos...tapi kami tidak berani masuk kesana..." jawab Gilang lagi .


"Baik kami akan mengantar Bos kesana.." kata Yoyok yang ada di balik kemudi. Yoyok pun segera membawa Rosa pergi ke rumah sakit tempat Nyonya Safitri di rawat dan kebetulan rumah sakit itu adalah rumah sakit milik keluargga Rifan .


"Yok...Mama di rawat di sini...?" tanya Rosa tak percaya saat mobil mereka masuk kedalam parkiran mobil rumah sakit BHS .


" Iya Bos, memangnya kenapa..?" tanya Yoyok tak mengerti.


"Kenapa elo tanya ..apa elo lupa Yok siapa pemilik rumah sakit ini...?" kata Gilang pelan.


" Maksud elo..." tanya Yoyok yang masih tidak menyadari perkataan Gilang.


"Bukankah ini Milik keluarga Engelo..." kata Gilang yang menyadarkan Yoyok tentang pertanyaan Rosa.


Sedang Rosa sendiri terlihat masih diam saja di dalam mobil.


"Apa kita balik saja Bos....?" kata Asep perlahan. Rosa terlihat hanya diam saja mendengar pertanyaan Asep. tak lama terdengar helaan nafasnya.


"Kita masuk... kalian tetap di sini saja, biar aku dan Mamat yang akan masuk..." kata Rosa .


"Baik Bos..." jawab mereka bertiga bersamaan.


Rosa segera membuka pintu mobil . namun masih terlihat keraguan di dalam hatinya. namun beberapa saat kakinya terlihat mulai keluar dari dalam mobil. setelah menenangkan dirinya sejenak


dia baru keluar dari mobil . Mamat pun segera keluar juga.


"Mat...kalau ada apa- apa , panggil aku !" seru Asep saat Rosa dan Mamat mulai melangkah kearah pintu masuk rumah sakit. Mamat hanya mengacungkan tangannya memberi tanda okey.


Setelah bertanya tempat perawat Nyonya Safitri, Rosa dan Mamat segera berjalan menuju ruang inap nyonya Safitri. ternyata nyonya Safitri berada ruang inap VVIV . Rosa dan mamat segera menuju kesana . Tak berapa lama mereka sampai di depan ruang inap nyonya Safitri yang berada di lantai tiga. Saat mereka sampai di depan ruangan, mereka bertemu dengan kakak pertama Rosa yaitu Dika yang sedang bersama sang istri , sedang duduk di depan ruangan itu.


"Rosa...!" seru Dika ketika melihat sang adik berjalan kearah mereka.


"Kak...!" seru Rosa sambil berlari dan memeluk sang kakak.


"Gimana keadaan Mama...sakit apa Mama..." seru Rosa setelah melepas pelukannya.


"Mobil Mama di tabrak seseorang...." ucap Dika perlahan.


"Apaa...Mama tabrakan..?" seru Rosa kaget. bukankah Papa bilang Mama sakit panas...seru hati Rosa .


"Ada seseoarng sepertinya sengaja menabrak Mama..." kata Dika lagi.


" Ada seseorang yang sengaja ingin mencelakai Mama..?" tanya Rosa tak percaya .


"Benar...untunglah Mama tidak mengalami luka serius..." kata Dika lagi.


"Brengsek...siapa yang berani bermain- main dengan keluarga kita kak...?" kata Rosa dengan marah.


"Entahlah dek....tapi kami mulai melakukan penyelidihkan ..." jawab Dika .

__ADS_1


"Kita akan menemukannya kak...aku yakinkan itu...dan dia akan merasakan balasan dariku..." kata Rosa dengan penuh kemarahan .


"Ya sudah sana kau masuk dulu...Mama pasti akan senang melihat kedatanganmu..." ucap Dika sambil membelai rambut sang adik .


"Baik kak...tapi aku belum menyapa kakak iparku yang cantik..." dan Rosa segera mendekati sang kakak ipar.


"Kak ...apa kabar...?" sapa Rosa pada istri Dika. Dia memeluk wanita cantik itu.


"Baik Sayang...kau juga begitu kan...?" tanya istri Dika dengan sayang.


"Iya kak...kalau begitu aku masuk dulu kak..." kata Rosa pada sang kakak ipar.


"pergilah..." Rosapun segera masuk kedalam ruang rawat inap nyonya Safitri srtelah mengetuk pintu lebih dahulu.


Sedang Mamat berada di luar bersama Dika dan sang istri.


Saat Rosa masuk, terlihat di dalam kamar sang Papa bersama Resa sedang berbincang , sambil menatap nyonya Safitri yang sedang berbaring dengan tangan dan kaki di perban karena terluka. serta selang infus di tangannya.


"Mama..." Seru Rosa perlahan. terlihat air mata mengalir di pipi putihnya. Mendengar pintu terbuka, Resa dan tuan Rendra menatap pintu . dan mereka melihat Rosa berdiri di depan pintu.


"Rosa...!" seru tuan Rendra dan Resa bersamaan. Mendengar nama Rosa di ucapkan terlihat nyonya Safitri membuka matanya.


"Sayang...kau datang...?" terdengar ucapan nyonya Safitri pelan.


"Mama...!" seru Rosa sambil berjalan kearah sang Mama. dia menangis sambil memegang tangan nyonya Safitri yang tidak mengalami luka.


"Maafkan Rosa Ma....kenapa mama sampai seperti ini...?" kata Rosa sambil menangis.


"Hey...jangan menangis sayang...mama nggak apa- apa kok..." kata sang Mama lemah. Risa hanya bisa menangis di dekat sang Mama.


"Rosa...apa kabar sayang..." terdengar suara yang selalu membuat Rosa tenang dari belakang tubuhnya. Rosa segera menatap pada pria paruh baya yang berada di belakangnya. Rosa segera berdiri dan memeluk sang Papa.


"Papa...." ucapnya sambil memeluk tuan Rendra.


"Apa kabarmu sayang... ?" ulang sang Papa.


"Risa baik- baik saja Pa..." jawabnya sambil masih menangis . Setelah puas menangis, Rosa melepas pelukannya.


"Cengeng...kenapa kau menangis...mana Kanaya adik kakak yang tegar itu..." goda Resa pada Rosa atau Kanaya .


"Kakak...kau ini..!" seru Rosa sambil memeluk sang Kakak.


"Apa kabar adikku...?" kata Resa sambil memandang sang adik yang kini terlihat agak kurusan. namun membuat tubuhnya semakin lebih baik. dan tidak bisa di sangkal oleh Resa, kalau adiknya sekarang lebih cantik dengan tubuh yang dia miliki sekarang.


"Aku baik- baik saja kak... lalu bagaimana dengan Kakak...?" tanya Rosa.


"Kakak baik- baik saja dek..." jawab Resa lembut . Setelah itu Rosa kembali duduk di dekat sang Mama .


"Ma...masih merasakan sakit...?" tanya Rosa.


"Tidak terlalu sayang..." jawab sang Mama.


"Pa...apa yang terjadi sebenarnya sich..." tanya Rosa pada sang Papa.


"Kata Toto ada seseorang yang sengaja menabrak Mobil mereka . untung saat itu Toto tidak membawa mobil dengan kencang . kalau tidak, pasti kejadiannya lebih parah dari ini..." kata sang Papa. Titi adalah sopir keluarga Rendra .


"Apa mobil yang menabrak Mama masih ada Pa...?" tanya Rosa.


"Mereka sudah melarikan diri Ros...dan mobil itu sengaja tanpa plat nomor..." ucap tuan Rendra dengan kesal.


"Sepertinya ini di sengaja Pa...apa Papa mempunyai musuh...?" tanya Rosa .


"Papa fikir Papa nggak merasa punya musuh..tapi entah jika tanpa sengaja Papa memprofokasi orang..." kata sang Papa.


"Jangan khawatir Pa...aku pasti menemukan mobil dan pelakunya..." kata Rosa dengan nada geram.


Mereka berbincang - bincang bersama membahas kecelakaan yang di sengaja pada sang Mama.


Sedang di perusahaan EKG . Rifan yang sedang berada di dalam ruangannya. tiba- tiba mendengar ketukan di daun pintu ruangannya .


Tok tok tok..


"Masuk..." ucap Rifan cuek.


Tak berapa lama terlihat Dika dan Fikri masuk kedalam ruangan dengan tergesa- gesa. mereka segera menghadap Rifan.


"Hey ada apa ini...kenapa kalian seperti di kejar setan seperti itu. .." tanya Rifan sambil memandang kedua sahabatnya .


"Kau akan kaget kalau mendengar berita dariku...!" ucap Dikra dengan wajah tegang.


"Ada apa...? apa ada bencana di luaran sana...?" kata Rifan cuek.


"Nyonya Safitri calon mertua anda sekarang masuk rumah sakit...." kata Dira yang membuat Rifan terlonjak kaget.


"Apaa...tante Safitri masuk rumah sakit.. kenapa...?" tanya Rifan dengan wajah cemas.


"Seseorang dengan sengaja ingin mencelakai dia...dan sekarang beliau ada di rumah sakit keluarga anda..." kata Dikra .


"Apakah Mama sudah tahu....?" tanya Rifan lagi .


"Sepertinya belum...dan ada satu lagi kabar untukmu Bos..." jawab Dikra.


"Apa lagi...!" seru Rifan yang masih terbawa kekagetannya ketika mendengar nyonya Safitri celaka.


"Salah satu anak buah kita yang kita taruh di bandara, melihat Nona Rosa datang bersama ketiga anak buahnya. Yoyok san Gilang menjemput mereka. .." kata - kata Dikra membuat Rifan terlonjak kaget.


"Apaa...Rosa datang....?" seru Rifan terlihat kaget dan bahagia.


"Benar Bos..mereka melihat Nona Rosa masuk kedalam mobil yang di kendarai Yoyok Bos..." kata Fikri menegaskan.


Terlihat wajah Rifan tersenyum gembira. melihat senyum Rifan, Dikra dan Fikri merasa bahagia .

__ADS_1


Maaf sampai di sini dulu ceritanya. jangan lupa like. vote dan komennya author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2