PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP 31.BALASAN UNTUK MIRNA .


__ADS_3

Pagi ini Rosa bangun setelah terdengar azhan subuh berkumandang . dia segera bangun dan berjalan ke kamar mandi . Setelah menyelesaikan ritual mandi dan mengambil air wudhu . Rosa segera menunaikan solat subuh. Setelah itu seperti biasa dia akan melakukan olah raga pagi dan latihan sebentar bersama Nina . Kini Nina mulai terlihat banyak kemajuan soal latihan beladirinya. Walaupun Rosa melatihnya dengan cukup keras, namun gadis itu terlihat melakukannya tanpa mengeluh .


Ketika waktu menunjukkan hampir jam tuju pagi , terlihat Nina sudah keluar dari Villa Rosa bersama bik Narti dan mang Dulah menuju sekolah . Sedang Rosa masih terlihat di dalan ruang komputernya .


"Ck...kenapa Rifan belum jerah juga mengawasi Villa gue . Dasar pria menjengkelkan...." ucap Rosa sambil tersenyum saat kamera CCTV nya kembali melihat ada pengendara motor sedang duduk di bawah pohon tidak terlalu jauh dari rumahnya. Dia sudah tahu kalau ada orang yang selalu mengawasinya. Dan selalu mengikuti dirinya sampai di kantor . dan dia juga tahu kalau mereka merupakan suruhan dari pria pemaksa itu .


"Dasar menyebalkan, bagaimana gue bisa mengecoh mereka ya...hari ini gue harus kemarkas untuk melihat Mirna..." kata Rosa sendiri.


"Aah..hanya dengan cara ini mungkin aku bisa lepas dari mereka. Hari ini lebih baik gue memakai motor aja kali..." ucap Rosa . Terlihat senyuman manis di bibir merahnya. Dia segera mematikan komputernya dan berjalan keluar ruangan kerjanya. Setelah mandi dan berganti pakaian , Rosa segera keluar dari kamarnya. Hari ini dia memakai baju lengan panjang dan bawahan celana jeans . Setelah menelfon Asep dan Mamat, Rosa segera berangkat kerja dengan mengendarai Motor balapnya . saat dia mulai keluar dari Villa miliknya terlihat pria itu juga mulai berada di atas motornya. Tak berapa lama dia melintas di depan pengendara motor itu. Melihat Rosa sudah melintas di depannya. Pengendara motor itu segera mengikuti motor Rosa. Namun saat Rosa mulai mempercepat laju motornya. Terlihat pria itu tertinggal jauh. Dan ketika melalui pertigaan yang satu menuju markasnya dan yang lain menuju kantor , Rosa sudah tidak melihat lagi pengendara motor itu. Akhirnya dengan tenang Rosa menuju markasnya. Sesampainya di Markas Black Angel , Rosa melihat Mamat dan Asep serta beberapa anak buahnya sudah menunggu kedatangan dirinya.


Setelah memarkirkan motor dan membuka helmnya, Rosa segera berjalan masuk kedalam markasnya.


"Bos..kenapa memakai motor...?" tanya Asep pada Rosa.


"Biasa...si Rifan selalu mengirimkan mata- matanya dan mengikutiku.." jawab Rosa datar .


"Apa perlu gue kasih pelajaran saja , mata- mata mereka Bos..." ucap Mamat dengan wajah kesal .


"Nggak usah...selama mereka tidak merugikan kita. Lagian gue tahu Rifan hanya ingin tahu siapa gue sebenarnya..." kata Rosa sambil berjalan masuk kedalam ruangan. Asep dan Mamat serta beberapa orang mengikuti Rosa dari belakang . Wajah Rosa yang biasanya terlihat anggun , cantik dan ceriah , Kini terlihat Dingin dan angkuh.


"Gimana keadaan dia sekarang..." kata Rosa datar.


"Baik- baik saja Bos..." jawab Asep.


Mereka berjalan kearah belakang gedung utama. Saat melintasi ruang latihan terlihat Budi dan Yoyok sedang mengawasi latihan para Anak buah Black Angel Inti . Ketika mereka melihat Rosa , Yoyok dan Budi seger berjalan kearah Rosa .


"Pagi Bos..." sapa mereka berdua.


"Pagi...kemana Diki...?" tanya Rosa.


"Dia penggantikan tugas Gue Bos..." jawab Asep.


"Bos...ada permintaan penambahan petugas keamanan dari PT Latindo Bos...mereka meminta penambahan petugas keamanan yang akan di tempatkan di cabang perusahaan mereka ..." ucap Yoyok.


"Kau berikan saja Yok... Tapi gimana dengan petugas yang sudah kita tugaskan di perusahaan itu...?" kata Rosa yang kini menghentikan langkahnya dan memandang bawahannya itu .


"Cukup baik Bos... Mereka sesuai dengan perjanjian kita..." jawab Yoyok.


"Baguslah ,kalau begitu pilihkan saja sesuai permintaan mereka. Asal tidak menyalahi aturan kau bisa mengabulkan permintaan mereka..." jawab Rosa.


"Baik Bos..." jawab Yoyok .


Rosa kembali melanjutkan langkah kakinya menuju ruang tempat Mirna di sekap .


Sesampainya disana Asep membukakan pintu untuk Rosa . Saat pintu terbuka , terlihat seorang wanita yang terikat di atas kursi dari bahan besi .


Saat melihat pintu terbuka, Mirna menatap kearah pintu . terlihat wajah seorang gadis cantik dengan memakai kemeja lengan panjang dan celana jeans sedang berjalan mendekatinya . Dia melihat tatapan dingin di mata wanita cantik itu. Namun tak berapa lama wajahnya mengkerut seperti sedang berfikir.


Rosa tahu kalau Mirna tidak menyadari kalau dia adalah si Rosa polos dan terlihat culun , istri dari Danar. Rosa lalu mengikat rambutnya seperti kebiasaan Rosa dan memakai kacamata tebal yang sudah dia persiapkan . tak lama terlihat di depan mereka gadis polos dan terlihat sangat bodoh sedang berdiri menatap Mirna . Melihat penampilan Rosa seperti itu, terdengar seruan kaget dari mulut Mirna .


"Kauuu..! kau Rosa istri Danar ..?" serumya dengan marah .


"Selamat pagi Mirna..." ucap Rosa dengan senyuman sinis di bibir merahnya .


"Jadi kau yang jadi biang kerok penculikanku...?" ucapnya marah.


"Ck..ck..ck...jangan terlalu emosi Mirna.. Tidak baik lo untuk kecantikanmu...?" ucap Rosa dengan wajah sinis dan jijik .


"Kauu...Apa maumu ...?kenapa kau menangkapku , apa kau masih sakit hati karena suamimu lebih memilihku...?" ucapnya dengan menghina.

__ADS_1


"Sakit hati...? Ha ha ha...kalau aku mau dia menyentuhku , sudah sejak lama aku berpenampilan seperti ini di depannya. Apa kau fikir dia tak akan membuangmu jika dia tahu siapa aku...?" ucap Rosa dengan tenang. Mendengar ucapan Rosa, Mirna terdiam. Tak lama dia berucap.


"Lalu untuk apa kau menculikku...?" tanya Mirna sambil menatap Rosa .


"Membalas dendam .." jawab Rosa tenang.


"Ha ha ha...kau memang munafik. Kau mengatakan kalau kau tidak sakit hati melihat aku bersama Danar suamimu, tapi kini kau katakan kalau kau akan membalas dendam padaku..." ucapnya sambil tertawa dengan wajah mencemooh.


"Kau fikir aku dendam padamu karena masalah pria dungu itu..menjijikkan.." ucap Rosa dengan wajah sinis.


"Lalu dendam apa diantara aku dam kamu kalau bukan soal Danar..?kau jangan mengelak, kau fikir aku Bodoh wanita tolol...!" seru Mirna sinis .


"Kau pintar...? tidak...kau memang wanita Bodoh dan liar yang pernah aku temui , kau merayu kakak Kanaya seolah kau gadis baik- baik . kau membuat dia percaya kalau kau hanya mencintai dia, namun di belakang kak Resa kau bermain cinta dengan manusia busuk seperti Danar. Untung saja masih ada Kanaya hingga kak Resa tidak mendapatkan barang bekas seperti dirimu ...." ucap Rosa dingin.


Mendengar perkataan Rosa, Mirna menjadi marah.


"Dasar wanita sialan, kau itu sudah tolol tapi sok pintar....!" teriaknya marah.


Plaak....


"Jaga ucapanmu wanita brengsek...kau fikir siapa dirimu hingga berani mengucapkan kata - kata kotor itu pada Bos kami ..." ucap Asep yang berada dekat Mirna .


"Sialan...apa sich istimewanya wanita itu , wanita bodoh seperti itu kalian bangga - banggakan...!" teriak Mirna marah.


"Satu orang Bos seperti Nona Rosa, lebih baik dan mulia dari pada seribu wanita sepertimu . Licik, jahat , serakah juga murahan...!" ucap Asep dengan marah.


"Cih...Wanita miskin dan hanya menjadi beban keluarga Danar kau katakan wanita mulia. Andai dia memang wanita seperti itu pasti Danar tidak akan membuat dia menderita dan menceraikan dia .Apakah otak kalian tertutup kotoran ...?!" ucap Mirna sinis dan marah.


"Karena Danarmu itu orang bodoh, andai dia tahu siapa Nona Rosa yang sebenarnya, apakah dia akan melepaskan Bos kami, kau ingin tahu siapa Dia...? Dialah pemilik sebenarnya dari perusahaan KAI yang memiliki dua cabang di kota B itu, juga beberapa butik dan Toko Alat - alat elektronik terbesar di kota ini... Nach sekarang bisa kau bayangkan, apakah Danar akan rela melepaskan tambang emas seperti Nona Rosa...?" ucap Yoyok yang sudah kesal dan marah ketika dia melihat sang Bos di hina oleh wanita murahan seperti Mirna.


Mendengar ucapan pria yang berdiri di dekat Rosa dengan wajah penuh hormat dan bangga, Mirna merasakan hatinya frustasi. Apa benar gadis bodoh dan polos ini sekaya apa yang di ucapkan pria itu . Tidak..tidak mungkin...! tepatnya dalam hati .


"Bohong...kalian pasti berbohong , mana mungkin gadis yang mempunyai pekerjaan hanya sebagai karyawan restoran cepat saji itu, sekaya yang kalian ucapkan..!" teriak Mirna menolak kenyataan yang di ucapkan mereka .


"Lalu untuk apa kau menculikku kalau tidak ada hubungannya dengan si Danar mantan suamimu itu...?" ucap Mirna sinis.


"Kau ku bawa kesini bukan karena masalah Danar, tapi tentang pembunuhan yang kau lakukan pada sepupuhku Kanaya...!" jawab Rosa dingin.


Rosa harus mengakui dirinya sendiri sebagai sepupu. Terlihat wajah Mirna terkejut mendengar omongan Rosa yang menyangkut tentang Kanaya. yangvtelah dia bunuh .


"A..apa maksudmu...!" ucapnya agak bergetar dan takut .


"Ha ha ha...apa kau takut...?" ejek Rosa .


"Untuk apa aku takut, aku tidak ada hubungannya dengan masalah kematian Kanaya ...bukankah dia mati dalam kecelakaan yang terjadi hampir satu tahun yang lalu... Mana mungkin aku akan melakukan sesuatu pada sepupumu itu.. apalagi aku adalah calon kakak iparnya saat itu..." ucap Mirna dengan suara bergetar .


"Ha ha ha...benarkah...bukankah Kanaya satu- satunya orang yang menentang hubunganmu dengan kak Resa...? Hingga kau tidak bisa menikah dengan kak Resa secepatnya..?" ucap Rosa tajam .


"Hey...jangan memfitnaku, Dia baik kok denganku, Dia menyetujui pertunangan kami , ...!" ucapnya marah.


"Menyetujui....? Bukankah pertunangan itu atas bujukan dan permintaanmu pada kak Resa saat Kanaya tidak ada di Rumahnya , dan itu memang kau sengaja karena Kanaya pergi ke luar negri selama satu bulan. Benarkan perkataanku nona Mirna ..?" ucap Rosa dengan nada sinis .


Memang benar perkataan Rosa. Saat dia pergi keluar Negri karena ada tugas dari Mr Roland sang Paman angkat Rosa. Di rumahnya sang Kakak menyelenggarakan pertunangan atas desakan Mirna . dia mengancam akan bunuh diri jika permintaannya tidak di kabulkan. Saat itu Resa mengatakan akan menunggu Kanaya pulang lebih dahulu , karena dia takut Kanaya marah. Sebab sejak pertama kali Mirna di bawa ke rumah untuk di perkenalkan dengan keluarganya, Entah kenapa Kanaya sudah tidak suka melihat Mirna. Dengan terus terang Kanaya berkata pada Resa kalau dia tidak menyukai Mirna. Namun Resa berusaha membujuk sang adik agar menyukai sang pacar. dan saat sang adik pergi , tiba- tiba Mirna meminta agar mereka bertunangan . dan saat dia mengatakan menunggu Kanaya pulang, gadis itu mengamcam akan bunuh diri. Tentu saja Resa ketakutan , Dan akhirnya Resa mengabulkan permintaan Mirna. dan saat Kanaya datang. dia sangat kecewa pada sang kakak, hingga dia mendiamkan sang kakak hingga tiga bulan lamanya. andai sang Mama tidak berulang tahun, mungkin sampai dia meninggal dia tidak akan berbicara pada sang kakak . dan itu satu bulan sebelum dia meninggalkan .


Mendengar perkataan Rosa, Mirna jadi kaget, karena semua yang di ucapkan Rosa memang benar adanya.


"Dan karena kau merasa Kanaya menjadi ancaman bagimu , kau meminta tolong pada temanmu yang menjadi anggota geng Kroya,, untuk membunuh Kanaya . dan melalui dia juga kau dekat dengan ketua geng Kroya yaitu si Robet. apakah ucapanku salah Nona Mirna...?" kata Rosa dengan wajah dingin .


"Ka..kau...siapa kau sebenarnya...?" seru Mirna kaget dan takut .

__ADS_1


"Aku...?kau masih tanya siapa aku.?" kata Rosa sinis.


"Ka..kau..ja..jangan macam - macam padamu, ..." ucap Mirna ketakutan.


"Kau takut...? apakah kau juga memikirkan apa yang di rasakan teman Kanaya saat kau jadikan alat untuk memancing Kanaya untuk pergi ke puncak...? apakah kau juga memikirkan keselamatan Dia saat kau menembaki Kanaya bersama teman- temanmu...? tidak kan..? kaubtidak memikirkan itu, kau terlalu ambisius dan serakah . apakah kau juga memikirkan kesedihan orang tua Kanaya saat putri satu- satunya pergi dari sisih mereka untuk selamanya.. dan saat kau menembaki tubuhnya seperti ini.." tiba- tiba di tangan Rosa telah tergenggam sebuah senjata api (pistol )kecil entah darimana Rosa mengambil . dan tiba- tiba .


Dooor.....


Dooor....


terdengar suara dua tembakan dari pistol yang di pegang Rosa


'Aaauuuu....!" Teriak Mirna keras. dan terlihat tangan sebelah kanannya serta kaki kirinya tertembus peluru dan mengeluarkan darah.


"Sakit...? Ck..ck kasihan...apakah kau juga berpikir betapa sakitnya kaki dan tangan Kanaya saat dia menerima peluru dari para penjahat yang kau suruh...walau seperti itu, dia tetap berusaha bertahan untuk menyelamatkan sang sahabat. namun karena kau menargetkan dia untuk mati. Kalian mengejar mereka dan memasukkan mobil Kanaya kedalam jurang itu...kau puas....?" ucap Rosa dengan dingin . Sedang Mamat, Asep dan Yoyok serta Budi merasakan sesak di dalam hatinya mendengar semua penderitaan yang Kanaya rasakan ketika akan pergi selamanya dari mereka. tak terasa air mata jatuh di pipi mereka . mereka baru tahu masalah kecelakaan yang sebenarnya.


Sedang Mirna kaget bukan main mendengar penuturan Rosa. Rosa berkata seolah dialah yang berada di tempat itu .Dialah yang mengalami semuanya.


"Si..siapa Kau...!" seru Mirna ketakutan.


"Siapa aku..? ha ha ha...kenapa kau masih menanyakan itu...kenapa kau masih menanyakan siapa aku...Bukankah kau tahu aku, aku wanita yang telah kau buat menderita karena tabiat suamiku sekaligus kekasihmu. Tapi untunglah


kekasihmu Pria yang congkak , arogan, sombong dan bodoh. serta pria yang tergila- gila pada barang bekas banyak orang, kalau tidak, pasti dia sudah membuatku menyesal hidup di dumia ini yang memiliki suami bejat seperti dia. mungkin diriku akan terbelenggu oleh pria sampah seperti si Danar itu selamanya ...tapi sudahlah, tidak perlu kita bahas soal diriku denganmu, yang aku bahas sekarang adalah soal sepupuku Kanaya. nach sekarang bagaimana rasanya merasakan panasnya peluru di tangan dan kakimu, apa itu enak.. seoerti itu Kanaya mendapatkan tembakan dari teman- temanmu .apakah kau juga ingin merasakan saat tubuhmu jatuh kejurang di depan kami seperti Kanaya saat melihatmu tertawa puas ketika mobilnya jatuh kejurang...? Okey...akan kami lakukan itu... Kalian berempat coba kalian buat Nona, aah...Nona apa nyonya Ya...? Ck..pokoknya buat Dia jatuh kejurang tempat Kanaya jatuh seperti apa yang Kanaya rasakan saat itu, dan aku yang akan melihat dia dengan perasaan bahagia ..." kara Rosa yang membuat Mirna darahnya membeku seketika.


"Baik Bos..." jawab mereka berempat. mereka sangat bahagia mendengar perintah Rosa. sejak tadi mereka sudah merasakan kemarahan yang mereka tahan .


"Tu...tunggu..tunggu Rosa...apa yang akan kau lakukan...!" seru Mirna panik .


"Kenapa...kau takut...?" ejek Rosa.


"Kau...kau gila ya...!" teriak Mirna ketakutan.


Namun Rosa tertawa sambil pergi keluar ruangan itu di ikuti keempat anak buahnya . Ketika sampai di luar, dia berucap pada ke empat anak buahnya.


"Buat dia merasakan ketakutan itu. ada ramuan di atas meja kerja kejaku yang aku buat khusus untuknya agar dia berhalusinasi seperti yang telah aku tanamkan di dalam otaknya. setelah itu biarkan dia tinggal di desa tempat kakek Rimba berada , Semoga sifat serakahnya bisa hilang atau berubah walau sedikit saja . andai Tuhan memperbolehkan manusia membunuh sesama dengan sengaja, sudah kuhabiskan dia.." ucap Rosa sambil berjalan keluar ruangan.


Kakek Rimba adalah Seorang Profesor yang mengajari Kanaya membuat beberapa macam obat atau ramuan serta Racun . Dan profesor itu kini tinggal di pedalaman gunung G yang jauh dari keramaian . Di dalam hutan itu, Rosa telah membuatkan sebuah rumah dan sebuah laboraturium . jika Kanaya ingin beristirahat Dia akan datang kesana sambil belajar membuat ramuan pada kakek Rimba . Murid kakek Rimba hanya ada Kanaya seorang setelah dia memilih untuk berhenti mengajar di universitas kedokteran .


"Dan sampaikan salamku pada Kakek... saat ada waktu luang aku akan datang kesana..." ucap Rosa datar.


"Baik Bos..." jawab mereka berempat.


"Eh.. tapi tunggu ...saat nanti kalian membawa dia ke kakek Rimba, Asep tidak usah ikut, kau belum menyelesaikan tugasmu soal si Biangka..." ucap Rosa lagi.


"Baik Bos...Asep akan melakukan perintah darimu, barusan Diki juga melaporkan, sepertinya mereka akan melakukan siang ini Bos..." kata Asep lagi.


"Baguslah....kalau begitu aku pergi dulu, Asalamualaikum ..." ucap Rosa.


"Waalaikum salam Bos..." jawab mereka serempak. Rosa segera berangkat kembali ke kantor miliknya. Ketika sampai di kantor, dia sudah di suguhi setumpuk pekerjaan di atas meja kerjanya . Rosa hanya bisa tersenyum dan segera mengerjakan tugasnya.


Sedang di kantor Rifan, terlihat pria itu sedang marah - marah di meja meeting ruang rapat. hari ini tidak ada seorang pun yang dapat menghentikan kemarahannya . Dia marah- marah saat dia tadi pagi mendengar kalau Rosa lepas dari pantauan anak buahnya, Gadis itu pergi dengan mengendarai motor balapnya, dan dia pergi entah pergi kemana. Namun tiba- tiba saat Rifan sedang marah- marah , Dikra sang pengawal sekaligus tangan kanannya masuk dan berbisik . terlihat wajah Rifan sedikit berbinar.


"Ayo kita kesana sekarang...." ucap Rifan sambil berjalan keluar dengan cepat .


"Tapi tuan..rapatnya...?" kata Dikra kaget .


"Bubarkan...rapat kita tunda besok...!" jawab Rifan sambil berjalan ke luar ruangan .


Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya... aku sambung lagi besok.

__ADS_1


Jangan lupa, like, Vote dan komennya selalu aku tunggu. maaf jika ada typo.


Bersambung.


__ADS_2