PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PHP . KEMBALI .


__ADS_3

Karena keadaan mama Nindi yang sedang sakit, untuk membawa mereka kembali ke kota Jk Rosa harus menunggu Mama Nindi sembuh. Empat hari kemudian barulah mreka bisa kembali ke kota Jk . Sehari sebelum kepergiam mereka , Nyonya Sarah dan Nindi menemui bik Romlah untuk berpamitan . Ketika mereka berpamitan Bik Romlah menangis. Namun saat mereka mengajaknya ikut, bik Romlah memilih tinggal di rumah saja. Alasannya karena dirinya sudah tua . saat nereka pergi, Rosa memberi sejumlah uang untuk sejedar menbantu bik Romlah. Dengan perasaan bahagia , bik Romlah menerima uang itu .Keesokan paginya mereka segera pergi dari desa bik Ronlah. Dalam perjalanan kekota S Mama Nindi masi merasakan rasa ketakutan bertemu dengan tuan Luo.


"Rosa...." panggil nyonya Sarah yang terlihat gelisah .


"Ya Tan...." kata Risa lembut .


"Apa tidak ada masalah kami kembali.. Maksud tante bagaimana kalau kita ketemu dengan si Luo..." kata nyonya Sarah dengan cemas.


"Jangan cemas Tan .. Tidak ada seorangpun yang akan berani menyakiti tante..." kata Rosa dengan wajah lembutnya.


"Tapi bagaimana kalau si Luo tahu kalau kau menyembunyikan kami..." tanya nyonya Sarah lagi.


"Tante....tante bukan bersembunyi karena melakukan kejahatan . tapi tante pergi dari rumah tante sendiri karena kejahatan mereka . jadi tenang saja tan..di Villa Rosa , banyak penjaga yang akan menjaga tante. Dan saat Nindi keluar teman- teman Rosa akan menjaga dia, jadi mulai sekarang tante harus menghilangkan perasaan takut itu dari hati tante Okey..." ucap Rosa memberi perasaan nyaman dalam diri nyonya Sarah.


"Dan nanti Rosa akan berusaha mencari keberadaan Paman Sio. Rosa akan berusaha membawa paman Sio kembali kemari jika dia masih hidup..."kata Rosa lembut. Mendengar ucapan Rosa , nyonya Sarah terlihat bahagia. Dia yakin kalau sang suami masih hidup tapi entah di mana.


"Trimakasih nak...kau memang teman sekaligus saudara Nindi. Nindi Sangat beruntung memiliki sahabat sepertimu.." kata nyonya Sarah sambil membelai tangan Rosa lembut.


Perjalanan mereka yang semula berenam kini bertambah dua orang , karena itu Yoyok menyewa satu mobil lagi. Mungkin karena perjalanan pulang sudah tahu arah tujuan.Membuat perjalanan mereka terasa lebih cepat samapi . Akhirnya delapan jam kemudian , mereka telah sampai di kota S. Mereka sampai di kota S hari telah sore . Dan untunglah masih ada penerbangan ke kota Jk . karena masih ada waktu menunggu penerbangan, mereka memutuskan untuk makan dan berbelanja . Akhirnya jam 7 malan pesawat yang mereka naiki mengudara menuju kota Jk.


Ketika sampai di kota Jk , mereka telah di jemput Gilang dan Budi. Ketika sampai di Villa milik Rosa. Hari sudah larut malam. Rosa segera menyuruh bik Narti membawa nyonya Sarah dan Nindi ke kamar mereka. Sedangkan Yoyok , Roni, Budi dan Gilang segera kembali pulang . Mamat dan Asep yang memang tinggal di rumah Rosa segera ke kamar mereka. Begitupun dengan Diki yang sering tidur di Villa Rosa, Dia memutuskan untuk tidur disana juga .


Keesokan paginya setelah selesai solat subuh, Rosa segera memakai baju olahraga nya. Ketika keluar dari kamarnya , dia bertemu dengan Nina yang juga baru keluar dari kamarnya.


"Kak Rosa...!" serunya gembira ketika melihat Rosa keluar dari kamar. Dia segera berlari dan memeluk Rosa.


"Hey gadis...jangan bertingkah seperti ini...kau itu sudah besar sayang..." kata Rosa sambil mencium pipi lembut Nina. Gadis manis yang mulai beranjak dewasa ini. Kini sudah memiliki tubuh kuat dan memiliki wajah yang cantik.


"Tapi Nina tidak ingin di anggap besar kalau brsama kakak..." jawabnya sambil memeluk tubuh Rosa.


"Mana bisa...kalau sudah besar ya tetep aja besar, kau terlalu manja gadis kolokan..." goda Rosa sambil mengacak rambut Nina yang sekarang sudah bertambah panjang. Nina hanya tertawa riang.


"Kak , jam berapa kakak kemarin datang...?" tanya Nina . mereka berjalan menuruni tangga.


"Hampir jam sepuluh malam..." jawab Rosa.


"Kenapa kakak nggak bilang kalau kemarin kakak akan pulang..." katanya lagi.


"Mangnya ada apa...?" tanya Rosa.


" Nina bisa menjemput kakak bersama kak Gilang kan..." jawab Nina.


"Tumben adik kakak ribut ingin menjemput kakak..." goda Rosa.


"Adik yang baik itu, harus perhatian pada kakaknya..." ucapnya dengan wajah lucu .


"Ingin memperhatikan Kakak atau ingin itu...?" kata Rosa sambil menunjuk pada dua paper bag yang ada di atas meja yang ada di ruang keluarga.


Melihat pada paper bag itu, Nina tertawa bahagia.


" Ha ha ha...ternyata kak Rosa tahu maksudku..!" seru Nina gembira.


" Yang satunya milik Nenci dik..." ucap Rosa.


"Trimakasih kak...lalu yang mana punyaku...?" tanya Nina lagi.


" terserah.. semuanya sama saja. Mungkin haya warnanya berbeda..." jawab Rosa yang kini sudah berada di dekat Nina . Nina kembali memeluk Rosa.


"Trimakasih kak...kapan kita membawa ini pada Nenci...?" kata Nina sambil melepas pelukannya.


"Terserah.. kau maunya kapan...?" kata Rosa sambil membelai rambut Nina.


" Gimana kalau nanti malam...?" tanya Nina dengan wajah bahagia.


"Boleh..." jawab Rosa.


"Terimakasih kak..." ucap Nina sambil mencium Pipi Rosa.


" Sekarang kita olah raga dulu yuk..." ajak Rosa. Nina hanya menganggukkan kepalanya.


Namun sebelum mereka beranjak pergi. Ponsel Rosa yang ada di sakunya berbunyi. Ketika melihat si penelfon, Rosa tersenyum. Tertera nama Rifan di layar telfon.


"Assalamualaikum kak..." sapa Rosa.


" Waalaikum salam Bee..." jawab Rifan.

__ADS_1


"Kau dimana sekarang...? Kapan pulang...?" tanya Rifan .


"Aku sudah berada di Villa kok kak... Maaf aku kemarin lupa memberitahu kakak tentang kepulanganku..." kata Rosa .


"Nggak masalah Bee...jadi kau sekarang sudah ada di rumah...?" tanya Rifan terdengar bahagia.


"Iya kak... tadi malam kami pulang, dan sampai di sini sekitar pukul 10 malam..." jawab Rosa.


"Syukurlah...yang penting kau selamat sampai di Villa... " kata Rifan lagi .Rosa menerima telfon sambil berjalan keluar Villa bersama Nina . namun saat mereka berada di teras rumah, mereka melihat seorang pria tampan sedang berdiri di halaman rumah, di bawah pohon mangga sambil menatap kearah mereka berdua. pria tampan itu terlihat sedang berbicara dengan seseorang di ponselnya. Melihat semua itu tentu saja Rosa dan Nina berseru bersamaan.


"Kakak....!" seru Rosa dengan perasaan kaget .


"Om Rifan....!" seru Nina dengan wajah gembira.


Dan pria yang menjadi obyek keterkejutan dua wanita lain umur itu tertawa dan berjalan kearah mereka setelah memasukkan ponselnya kedalam saku celananya.


Setelah dekat dengan Rosa, dia segera memeluk gadis pujaannya itu dengan erat. Tentu saja Rosa kaget. Walaupun dia sering mendapatkan tingkah Rifan yang posesif , Namun dia masih terkejut juga.


Melihat sang paman masih memeluk kakaknya, Nina berdehem dan berucap.


"Hmm...apakah gadis kecil ini kalian anggap tak ada ..." ucap Nina sambil cemberut. Mendengar ucapan Nina,Rosa buru- buru melepas pelukan Rifan.


" Kakak...lihatlah keponakan mu kesal..." kata Rosa berusaha menutupi wajah merahnya.


"Apakah kau minta pelukan juga gadis kecil...?" goda Rifan pada Nina . Nina pun segera berlari dalam pelukan sang paman. Melihat tingkah Nina, Rosa tertawa.


"Kakak ..kenapa masih berpakaian lengkap seperti ini...? Apakah kau baru turun dari pesawat. ..?" tanya Rosa saat melihat pakaian yang di pakai Rifan masih seperti orang yang baru pulang bepergian.


"Iya...kakak baru saja pulang.." jawab Rifan.


"Kau ini...apakah tidak bisa datang nanti saja... seharusnya kau pulang dulu untuk istirahat, ayo masuk..." ucap Rosa terlihat kesal melihat Rifan yang datang dengan wajah terlihat letih.


" Mana bisa pulang Bee...kalau aku terlalu merindukan dirimu..." jawab Rifan sambil berjalan di sebelah Rosa. Terlihat tangannya memegang erat jemari sang kekasih.


" Tapi kesehatanmu lebih penting kak... lihat wajahmu terlihat kelelahan.." kata Rosa lagi.


" Aku tidak apa- apa Bee..malah sekarang lelahku hilang saat melihat wajahmu..." ucap Rifan dengan Wajah bahagia.


" Ck..mulai dech...dasar pria perayu..." ucap Rosa kesal.


"Iya, iya., Rosa ngerti ..sekarang kakak mandi dulu, dan istirahat di dalam. Aku akan membuat makanan untuk kakak . nanti setelah semuanya selesai, aku akan membangunkan kakak...!" kata Rosa bernada perintah.


" Baik Bee...aku akan menuruti perinta calon istriku .." ucap Rifan sambil mencuri ciuman di pipi Rosa.


Tentu saja Rosa kaget. Dan Nina yang ada di sebelah Rosa tertawa sambil berlalu kearah dapur.


"Kakak...kau tahu ada Nina kan...!" seru Rosa kesal .


"Habis kau menggemaskan Bee..." jawab Rifan yang ingin kembali memeluk Rosa . Risa pun menahan dada bidang yang ingin memeluk tubuhnya kembali .


"Cukup kak...sekarang kakak istirahat dan mandi. Aku tinggal dulu .." kata Rosa sambil mendorong tubuh Rifan pelan masuk kedalam kamar tamu. Rifan masuk kedalam kamar sambil tertawa bahagia.


Sedang Rosa segera masuk dapur. Dia ingin membuat sarapan pagi. Acara olahraga pun di ganti dengan acara masak pagi. setelah beberapa waktu kemudian, terlihat di atas meja makan tersedia beberapa piring nasi goreng dengan beberapa lauk pauk. setelah semuanya selesai, Rosa segera memanggil Rifan dan teman- temannya. tak lama mereka menikmati makan pagi bersama- sama.


Nindi dan sang Mama juga berada di sana. ketika Nindi melihat Rifan dia kaget. tanpa sadar dia berucap.


" Tuan Rifankah...?" tanya Nindi tak percaya.


"Hmm...." gumam Rifan dingin tanpa menatap Nindi. Melihat tingkah Rifan , Rosa berucap pada Nindi .


"Iya Di...dia kak Rifan pemilik perusahaan EKG.." kata Rosa sambil menatap Nindi.


"Jadi kau mengenal tuan Rifan Ros... ?" tanya Nindi lagi .


"Dia kekasihku..." kata Rifan datar menyelah pembicaraan Rosa dan Nindi.


Tentu saja Nindi kaget mendengar perkataan Rifan. Dia tahu Rifan adalah orang yang dingin dan cuek. Dia tahu kalau Rifan menjauhi yang namanya Wanita. Dia ingat saat pertemuan pertamanya dengan Rifan. Saat itu dia dan sang Papa menghadiri pesta perkawinan putri dari salah satu kolega sang Papa. dan Saat itulah Nindi bertemu dengan si dingin Rifan, saat dia ingin mengenalkan diri pada Rifan, empat teman dekatnya menghadang jalannya . dan salah satu dari mereka berkata dengan lebut .


"Maaf lebih baik anda menjauh dari dia, dari pada anda kecewa dan malu..." kata salah satu dari mereka. dan Nindi juga tahu kalau dalah satu dari mereka adalah kakak Kenaya yaitu Resa.


Sejak saat itulah sebenarnya Nindi sudah jatuh hati pada Rifan. namun saat dia mencari informasi. dia tertegun karena dia mendapatkan informasi kalau Rifan tidak suka berdekatan dengan wanita, entah apa sebabnya , pembawa berita itu tidak memberitahukannya. Sejak saat itulah Nindi hanya bisa melihat Rifan dari jauh. dan sekarang....sekarang dia melihat pria itu berada di depannya dan berkata kalau dia adalah kekasih sahabatnya. ada perasaan sakit yang mendera hatinya.namun tak berapa lama dia tersenyum. dia akan bahagia jika pria idolahnya menjadi kekasih sang sahabat.


Namun Nindi kini malah ingin tertawa ketika melihat Rosa menatap Rifan dengan sebal.


"Haruskah kakak berkata sejelas itu...?" kata Rosa kesal .

__ADS_1


"Tentu saja Bee...aku akan berkata pada semua orang kalau gadis cantik pemilik perusahaan KAG adalah gadisku..." ucapnya sambil menatap Rosa dengan wajah menggoda . Mendengar ucapan Rifan , Rosa hanya bisa cemberut sambil melanjutkan makannya . Sedang Nindi kaget mendengar ucapan Rifan.


"Apaa...pemilik perusahaan KAG...?' tanya Nindi kaget .


"Apakah kau tidak tahu kalau teman anda pemilik KAG...?" tanya Rifan dingin. Sifat Rifan sangat jauh berbeda jika berhadapan dengan orang lain .


"Apa benar itu Ros....?" tanya Nindi .


"Ck...kau ini kak....iya Di...aku pemilik dari perusahaan KAG ..." jawab Rosa . mendengar ucapan Rosa Nindi hanya bisa kagum pada sang sahabat. apalagi saat Nindi melihat sikap dan tatapan Rifan yang penuh dengan cinta , Dia tersenyum dengan bahagia. dia bahagia melihat sahabat yang sangat dia sayangi mendapatkan cinta .


"Aku bahagia melihat pria yang aku kagumi mencintai sahabatku yang aku sayangi..." ucap Nindi dalam hati.


"Di...kau hari ini istirahat dulu bersama tante Sarah . Soal perusahaan Om Sio aku akan berusaha mengembalikan semua itu padamu . dan aku akan mencari berita soal keberadaan Om Sio..." ucap Rosa sambil menatap sang sahabat .


"Baik Ros... aku akan diam di rumah bersama Mama, aku juga takut jika nanti bertemu dengan paman..." kata Nindi sambil tersenyum.


Merekapun melanjutkan makan makanan mereka. setelah selesai makan, mereka segera bersiap - siap untuk berangkat ke kantor. Saat Rosa turun dari kamarnya, Dia melihat Rifan sudah menunggu dia di ujung tangga .


"Bee...kau ikut aku ke kantor ya...?" kata Rifan lembut.


"Untuk apa kak...bukanya kakak sekarang sibuk...?" tanya Rosa heran.


"Karena itulah aku memintamu ikut aku, karena aku tidak bisa pergi kekantormu.." ucap Rifan dengan nada manja.


Melihat tingkah Rifan , Rosa merasa kepalanya pening.


"Ya ampun....kenapa pria dingin ini menjadi seperti orang salah minum obat ya... perasaan gue tadi tidak memberi obat yang membuat dia mabok dech..." ucap Rosa dalam hati.


"Kakak...apa hubungannya Rosa kekantor Kakak dengan kesibukan kakak ..?" tanya Rosa heran .


"Tentu saja ada Bee...aku masih merindukanmu. dan aku tidak ingin saat ini berpisah denganmu. jika kau tidak ikut denganku ke kantor, otomatis aku harus ikut kamu . dan kau tahu kan kalau aku sekarang sedang sibuk..."kata Rifan bodoh. Dia merah pinggang Rosa dan memeluknya .


"Kenapa harus Ribet sich kak...kakak tinggal pergi kek kantor, duduk di belakang meja kerja lalu bekerja dengan benar, pasti nanti kakak akan lupa dengan kerinduan kakak padaku , bereskan...!" seru Rosa denga. wajah cemberut.


"Tidak bisa Bee...aku masih merindukan dirimu, jadi aku tidak bisa kerja kalau jauh denganku..." ucapnya manja. Melihat tingkah Rifan yang semakin manja. membuat Rosa bingung.


"Apa ini manusia dingin yang pernah aku temui dulu ya...seru Rosa salam hati.


"Baiklah kak aku akan ikut Kakak, lagian ada yang akan aku bicarakan dengan kakak..." kata Rosa akhirnya.


"Nach gitu dong Bee...trimakasih sayang, kalau begitu kita jalan sekarang..." ajak Rifan smbil mencium lembut kening Rosa. Rosa hanya bisa mengalah dan berjalan di sisi Rifan yang menggandeng tangannya dengan Posesif. Mereka segera pergi ke perusahaan Rifan dengan Asep dan Mamat membawa mobil Rosa tanpa Rosa diibilnya. Karena sekarang Rosa bersama Rifan di mobilnya.


Sesampainya di perusahaan , Rifan segera membawa Rosa masuk kedalam kantornya. tentu saja banyak karyawan yang menatap kedatangan mereka dengan.pandangan tanya, iri, dan cemburu. . Dan dengan cueknya Rifan membawa sang kekasih kedalam ruangannya. Sesampainya di dalam ruangan. Rosa segera duduk di sofa dan mulai mengerjakan tugas- tugasnya . Melihat Rosa yang sibuk di depan leptopnya Rifan tersenyum menatap gadisnya. diapun segera sibuk dengan leptopnya. Ada perasaan bahagia saat dia merasa sang kekasih berada di sisinya . Sesekali wajah tampannya melihat wajah sang kekasih.


"Kak...apakah perusahan Chan masih ada hubungan kerja sama dengan perusahaan kakak ..?" tanya Rosa .


"Masih...kenapa...? kau cemburu...?" tanya Rifan langsung .


"Bukan begitu kak...aku hanya ingin memberitahukan pada kakak , kalau pemimpin perusahan Chan bukan pemilik yang sesungguhnya." kata Rosa sambil tangannya masih berada di atas keyboard leptopnya.


"Maksudmu...?" tanya Rifan sambil menghentikan gerakan tangannya di atas leptopnya.


"Kau tahu wanita paruh baya dan gadis cantik yang berada di rumahku, merekalah pemilik yang sebenarnya perusahan Chan..." ucap Rosa . dan dia mulai menceritakan masalah Nindi dan? nyonya Sarah serta hilangnya tuan Chan Sio. Dia juga mencurigai hilangnya tuan Sio ada hubungannya dengan tuan Chan yang sekarang menjadi pemulik perusahaan Chan. Dan Rosa juga memberitahukan kedekatan dia dengan keluarga Chan Sio sejak dia kecil .


"Jadi sebenarnya dia bukan tuan Chan Sio...?" tanya Rifan dengan wajah kaget.


"Bukan..dia adik gambarnya namanya tuan Chan Luo ..." jawab Rosa.


"Ya ampuun...berani sekali mereka melakukan semua itu. lalu apa yang akan kau lakukan Bee...?" kata Rifan yang kini sudah berada di sebelah Rosa.


"Aku akan mencari Paman Sio dulu, Setelah itu kita bongkar rahasia tuan Luo .." kata Rosa dengan marah.


"Baiklah kita cari tuan Sio bersama- sama..aku akan menyuruh anak buahku mencari tuan Sio. Di mana terakhir kali tuan Sio menghilang...?" tanya Rifan lembut.


"Sepertinya paman Sio terakhir kali berada di Negara cina..." jawab Rosa.


"Aku akan mencoba menyuruh anak buahku mencari di sana..." kata Rifan lagi.


"Benar kak... kita akan mencari di sekitar Negara Cina dulu ,...oh ya Kak...nanti malam aku dan Nina akan kerumah orang tuamu..." kata Rosa sambil menatap Rifan sekilas.


"Kerumah Mama...? ngapain..apa kau mau kekamarku...?" goda Rifan.


"Ke Geer ran...aku mengantar Nina..." jawab Risa. melihat sang kekasih sebal Rifan tertawa keras , hingga terdengar oleh Nisa. yang akan mengetuk pintu karena akan melaporkan sesuatu. Nisa bengong karena belum pernah mendengar Rifan tertawa sekeras itu.


udahan dulu ya...maaf jika ada salah kata. jangan lupa dukung selalu author dengan memberi like, vote, dan Komen.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2