
Mendengar perkataan tuan Sandy , Dokter paruh baya itu kembali menatap Rosa. Mendapat tatapan dari Dokter itu, Rosa merasa serba salah . Rosa segera mohon diri keluar daribruanfan itu, fenfan alasan , Dokter keluarga sudah datang.
"Maaf...karena dokre sudah datang , saya akan kembali ke ruang tamu..."kata Rosa dengan wajah datar .
"Tunggu..." sebelum tuan Sandy menjawab ucapan Rosa, terdengar suara tuan Hartanto mencegah langkah Rosa.
"Tinggal lah di sini sebentar anak mudah... aku ingin bertanya dulu padamu ...." ucap tuan Hartanto dengan nada lemah.
"Bukankah kita bisa membicarakan masalah ini di ruang tamu..atau demi kesehatan tuan Hartanto, lebih baik kita undur saja pembicaraan kita..." kata Rosa mengusulkan .
"Apakah kau sudah tidak membutuhkan lahan itu lagi...?" kata tuan Hartanto lagi.
"Apakah tuan mengancam saya...?" tanya Rosa dengan dingin.
"Jika kau tidak membutuhkan lahan itu, apa mau dikata..." ucapnya datar.
"Baiklah kalau itu keinginan tuan . " jawab Rosa . Dia segera duduk di sofa yang ada di ruangan itu. Melihat Rosa duduk, Tuan Hartanto berusaha untuk bangun dari pembaringan .
"Paman...jangan bangun dulu... keadaan paman masih lemah..." cegah Dokter itu.
"Aku sudah tidak apa- apa Ngga..." ucapnya . Rosapun agak khawatir melihat tuan Hartanto.
"Lebih baik anda istirahat dulu tuan... Saya takut penyakit tuan akan semakin parah.." kata Rosa khawatir. Bagai manapun juga dia adalah kakek dari Rosa, otomatis kakek dia juga karena tubuh yang dia pakai adalah milik Rosa. dan darah yang mengalur di tubuhnya, sama dengan darah pria tua itu.
"Kau menghawatirkan kakek...?" tanya tuan Hartanto . terlihat senyuman tipis di bibir tuanya.
"Bukan begitu...kalau anda jatuh sakit lagi, nanti saya yang harus bertanggung jawab..." kata Rosa datar. Namun tak urung terlihat wajahnya memerah .
"Sandy , Angga tinggalkan kami berdua di sini..." kata tuan Hartanto pelan. Dia berusaha berdiri dari tempat tidur. Tuan Sandi dan Dokter Anhga membantu tuan Hartanto bangun dan berjalan ke arah sofa . Dia duduk di sofa dekat Rosa.
"Baik Pa..." jawab tuan Sandy.
"Baik Paman..." jawab sang Dokter . Mereka segera keluar dari kamar . terlihat tuan Hartanto menyandarkan tubuh tuanya di sandaran sofa. Dia menghela nafas dalam sebelum berkata.
"Kau putri Galuh kan...?" ucap tuan Hartanto sambil menatap Rosa.
"Bukan..." kata Rosa singkat.
"Kau fikir aku percaya...?" kata tuan Hartanto tenang.
"Terserah ...anda percaya atau tidak, itu hak anda..." jawab Rosa . terlihat wajah tua itu menatap Rosa dengan wajah penuh kerinduan .
"Siapa namamu...." tanya tuan Hartanto dengan lembut.
"Rosa..." jawab Rosa singkat.
"Rosa siapa...?" tanya tuan Herlambang lagi.
"Rosa Yunisa Irawan..."jawab Rosa.
"Irawan...? Kenapa mesti Irawan...?Kenapa bukan Hartanto...?" katanya lembut. Walaupun ada kemarahan di nada bicaranya.
"Kenapa harus Hartanto..?" jawab Rosa.
"Karena kau keturunan Hartanto..." kata tuan Hartanto terlihat marah .
"Keturunan Hartanto...? bukan.. saya bukan keturunan Hartanto..." jawab Rosa dingin.
"Tapi kenapa mesti Irawan..?"kata tuan Hartanto agak marah.
"Itu nama Ayahku.. Ayahku Buyung Irawan bukan keluarga Irawan..." jawab Rosa lagi .
"Dan ibumu Galuh Hartanto, katena itu Mau tidak mau Kau adalah keturunan Hartanto karena kau putri Galuh..." kata tuan Hartanto .
"Bukankah Galuh sudah anda usir dari rumah ini...itu berarti dia bukan lagi keluarga Hartanto.." kata Rosa tajam. namun terlihat Ada kesedihan di Wajahnya.
"Apa cuma itu yang ayah dan ibumu katakan... ?" kata tuan Hartanto.
" Ayah dan Bunda tidak pernah memberitahukan siapa kedua orang tua mereka. Bunda hanya bisa menangis sendiri di kamar. dan mengelak jika aku bertanya , Dan Bunda hanya bisa diam saja saat aku merengek ingin mengetahui soal keluarga ." jawab Rosa sambil menatap tuan Hartanto dengan penuh kesedian. Tuan Hartanto terpanah mendengar perkataan Rosa. Tiba- tiba Rosa berdiri dan berkata.
"Kalau tuan mempertanyakan hal yang nggak penting seperti ini ..maaf lebih baik Saya mohon diri.. Saya fikir kita tidak jadi membeli tanah milik tuan . Dan Anggap saja kita tidak pernah bertemu tuan Hartanto..selamat malam..." ucap Rosa sambil berjalan keluar.
Tuan Hartanto hanya bisa tertegun melihat Rosa yang keluar dari kamar tempat mereka bicara. Sesampainya di luar, Rosa mengajak teman- temannya pulang . melihat tingkah Rosa yang terlihat marah, mereka semua hanya bisa ber pamitan pada Sandy dan Dokter Angga yang menemani mereka . Sedangkan Sandy dan dokter Angga segera masuk kedalam kamar. mereka melihat tuan Hartanto yang terduduk dan meneteskan air mata.
"Pa...ada apa..?" tanya Sandy dengan wajah khawatir. Mereka berdua duduk di dekat ruan Hartanto . Terlihat wajah kesedihan di wajah tua tuan Hartanto.
"Dia tidak menginginkan keluarga kita San..." ucap tuan Hartanto dengan wajah sedih.
"Maksud Papa siapa...?" tanya Sandy heran. Walaupun di dalam harinya dia mulai menerka apa yang terjadi.
"Gadis itu...Dia putri adikmu si Galuh dan Buyung..." ucap tuan Hartanto sedih.
"Apaa...!" seru tuan Sandy dan dokter Angga bersamaan. Angga adalah sahabat Sandi , dan dia sudah seperti keluarga sendiri di rumah tuan Hartanto.
"Tapi dia tadi mengatakan bukan putri Galuh Pa...!" seru Sandy.
"Karena dia tidak ingin mengakui keluarga kita..." kata tua. Hartanto lagi .
" Jadi dia benar- benar putri Galuh.... jangan khawatir Pa, bukankah dia mau membeli tanah milik Galuh, biar nanti Sandy yang akan membuat dia mau bertemu papa lagi.." kata Sandy menghibur.
" Dia berkata tidak ingin lagi berurusan dengan kita. Dan dia juga sudah tidak menginginkan tanah itu lagi..." kata tuan Hartanto sedih.
"Tenang Pa...akan aku usahakan dia kembali pada kita..Apapun caranya...." ucap Sandy menghibur sang Papa.
" Paman... Jangan terlalu di fikir lagi .. biarkan Sandy yang mengurusi semuanya...Tenang saja Paman...pasti Galuh dan Nona Rosa akan kembali pada Paman..." ucap Dokter Angga.
__ADS_1
" Kak...mana gadis itu dan teman- temannya...?" tanya Rahayu yang tiba- tiba masuk kembali ke dalam kamar .
"Mereka sudah pulang Yu.." jawab Sandy.
"Lo aku fikir mereka akan lama di sini...aku sengaja membuat masakan buat mereka..." ucapnya kecewa.
Rahayu melihat sang Papa sedang duduk di sofa dengan wajah sedih .
" Pa...kenapa papa Duduk di sini...? Papa baruvsaja pingsan, Kita masuk kekamar papa saja yuk...?" ajak Rahayu yang tahu perasaan sang Papa. Melihat gadis itu , Pasti sang Papa teringat kembali pada Galuh .
"Baik...bawa aku kekamar... Di mana ibumu...?" tanya Tuan Hartanto pada putri kedua nya
"Mama masih pergi bersama Tika Pa..." jawab Rahayu . mereka membawa tuan Hartanto kembali kekamarnya . Ketika sampai di dalam kamar , tuan Hartanto berkata pada Sandy sebelum sang putra keluar.
"San...selidiki? gadis itu...bawa dia kembali kerumah ini..." ucap tuan Hartanto lagi .
"Baik Pa..." jawab Sandy. Sandy segera keluar bersama Angga setelah angga memeriksa keadaan tuan Hartanto. Setelah melihat keduanya keluar, Rahayu mendekati sang Papa.
"Pa...bukankah dia bukan putri Galuh, kenapa kita harus menyelidiki dia Pa..?" kata Rahayu dengan wajah sedih. Dia takut sang Papa akan kecewa nantinya.
"Dia putri adikmu Yu...Dia putri Galuh..." jawab sang Papa. Mendengar kalimat sang Papa , Rahayu menjadi sedih.
"Pa...gadis itu memang mirip Galuh, tapi dia bukan putri Galuh Pa..." ucap Rahayu lembut.
"Tidak...dia memang putri Galuh. Dia pergi karena tidak menginginkan keluarga kita..." ucap sang Papa dengan wajah sedih.
"Dari mana Papa tahu kalau dia putrinya Galuh Pa..." ucap Rahayu merasa kasihan pada sang Papa.
"Dia berkata kalau Dia putri dari pasangan Galuh Hartanto dan Buyung Irawan..." ucap tuan Hartanto dengan sedih.
"Apa benar Pa...!" seru Rahayu dengan wajah gembira.
"Tapi dia tidak menginginkan keluarga kita lagi Yu..." ucap sang Papa dengan perasaan tertekan.
"Tenang Pa...aku akan membuat dia mau menjadi cucu papa. Dan akan membawa kita pada Galuh..." kata Rahayu menghibur tuan Hartanto.
"Semoga saja Yu..." ucap tuan Hartanto berharap .
"Pasti Pa...lihat saja nanti.. aku pasti akan membawa cucu Papa dam putri kesayangan Papa kembali kerumah ini.. ." ucap Rahayu dengan wajah penuh kepastian. Terlihat perasaan tuan Hartanto sedikit terhibur mendengar perkataan Putri keduanya .
Rahayu Menghibur sang Papa, sampai beliau tidur. Dia segera keluar kamar setelah menghibur sang Papa Dan tuan Hartanto tertidur pulas.
Sedangkan Rosa yang keluar dari kamar tuan Hartanto segera pulang kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Wajah cantiknya terlihat sangat sedih.
"Ada apa Bee...?" tanya Rifan lembut.
Dia mengisap kepala Rosa yang duduk di sebelahnya dengan penuh kasih sayang.
"Kalau begitu pejamkan matamu, biar nanti aku bangunkan saat kita sudah sampai di hotel.." ucap Rifan.
"Benar kata Rifan Ros... Kau butuh istirahat , dan menenangkan fikiran setelah menghadapi masalah ini..." kata Johan .
"Jo...cari cara lain, agar kita tidak jadi membeli tanah mereka. Lebih baik kita menjauh dari mereka..." ucap Rosa perlahan. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Rifan.
"Baik, akan aku coba..." kata Johan .
Mungkin karena lelah berfikir, tak lama terdengar dengkuran halus dari mulut Rosa. Saat sampai di hotel, dengan lembut Rifan mengangkat tubuh Rosa yang tertidur dengan lelap di mobil . Tanpa perduli pada orang sekitarnya, yang melihat pada mereka. Rifan membawa Rosa yang masih lelap tertidur masuk kedalam hotel dan membawa gadis itu ke kamarnya. Mereka bertiga mengikuti Rifan yang membawa Rosa Masuk kedalam lift .
Keesokan paginya Rosa terbangun saat dering alarm ponselnya berbunyi jam 3 pagi.
Seperti biasa Rosa akan melakukan solat tengah malam. Namun saat dia terbangun, Dia heran.
"Kok gue sudah ada di kamar... bukannya gue lagi naik mobil sepulang dari rumah tuan Hartono.." gumam Rosa. Dia merasa heran karena dia kini sudah berada di atas tempat tidurnya. Dan dia masih memakai baju yang dia pakai saat pergi kerumah tuan Hartono .
"Biar nanti aku tanyakan pada kak Rifan.. Tunggu..Apa mungkin dia yang membawaku masuk ke dalam kamar. kalau memang benar. Ya ampuun..apa yang di katakan orang saat melihat dia menggendongku masuk kedalam hotel..." seru Rosa dengan wajah memerah karena malu. Membayangkan dia berada dalam gendongan Rifan saat masuk kedalam hotel, membuat Rosa semakin malu.
Dia segera bangun dari ranjang, dan masuk kedalam kamar mandi. Dia segera mandi dan mengambil air wudu. Seperti biasa dia akan melaksanakan solat malam. Sambil menanti adzan subuh dia akan membaca alquran dari aplikasi ponselnya.
Saat jam 06.25 Rosa yang sedang berada di depan komputernya, mendengar ketukan pelan di pintunya. Ketika pintu dia buka, terlihat sang kekasih sudah berdiri di depan pintu dengan pakaian santainya.
"Sudah Mandi Bee...?" tanya Rifan lembut.
"Sudah tadi..." jawab Rosa sambil berjalan meninggalkan Rifan. Rifan segera masuk dan menutup pintu kamar Rosa .
"Bee...makan yuk..." ajak Rifan .
"Kau sudah lapar ...?"tanya Rosa sambil menatap sang kekasih. Dia mematikan leptopnya .
" Hmm..." angguk Rifan.
"Baik...oh ya Bee...bagaimana aku sampai di kamar ini...perasaan aku tertidur di dalam mobil..." ucap Rosa dengan wajah penuh tanya .
"Mungkin tanpa sadar kau jalan sendiri dari parkiran mobil sampai kemari..." kata Rifan dengan wajah serius.
" Bee....aku serius..." kata Rosa kesal. dia tahu Rifan sedang menggoda dia .
"Yee...beneran...mungkin saja kau berjalan sambil tidur..." ucap Rifan lagi.
"Kau yang mengangkatku kan...?" kata Rosa menebak langsung.
"Mana mungkin aku kuat sayang....?" jawab Rifan dengan wajah menggoda.
"Yaa...aku fikir kekasihku yang menggendongku, ? mungkin Johan yang membawaku..." ucap Rosa pura- pura kecewa. mendengar ucapan Rosa, Rifan menarik sang kekasih dalam pelukannya.
__ADS_1
"Kau fikir aku akan membiarkan pria lain menyentuh tubuhmu Hmm..." ucap Rifan sambin memecet hidung sang kekasih.
"Lo...lalu siapa dong....mana mungkin aku bisa jalan sambil tidur...?" ucap Rosa menggoda . Melihat wajah Rosa yang menggoda. dengan cepat Rifan mencium bibir merah yang berada di depannya. tentu saja Rosa kaget. tanpa perduli kekagetan Rosa, Rifan menyesap bibir yang selalu membuat dia tergoda. Beberapa saat kemudian, Rifan baru melepas ciumannya.
"Jangan membuat kekasihmu kesal sayang...kalau kau tidak ingin bibir merahmu aku gigit..." kata Rifan mengancam . Mendengar ucapan Rifan, Rosa cemberut.
"Ayo kita pergi makan...kalau kita berada di dalam kamar berduaan, nanti takutnya setan berada di pihak ketiga. ..." kata Rosa sambil melepas pelukan Rifan.
"Makanya ...kita cepat nikah ya...agar kita cepat halal..." kata Rifan menanggapi omongan Rosa.
"Iya...setelah masalah ini selesai..." jawab Rosa sambil tersenyum dan menggandeng tangan Rifan untuk keluar dari kamarnya.
Melihat tingkah Rosa, Rifan tertawa geli. dia merasa bahagia melihat tingkah imut sang kekasih. Ketika mereka keluar dari kamar, mereka melihat Asep san Mamat juga Keluar.
"Kita pergi makan...." kata Rosa .
"Baik Bos...." jawab mereka bedua.
"Panggil Johan, Ku tunggu di loby..." kata Rosa sambil berjalan kearah lift.
"Baik Bos..." jawab mereka kembali .
Rosa segera masuk kedalam Lift bersama Rifan. Sedangkan Asep dan Mamat memanggil Johan yang masih di dalam kamarnya. Sesampainya di loby Hotel, Rosa dan Rifan memilih menunggu ketiga teman mereka di ruang tunggi . Tak berapa lama terlihat ketiganya keluar dari lift. Setelah itu mereka pergi mencari sarapan pagi. agar terhindar dari kemacetan, Rosa memilih makan di Restoran yang kemarin mereka datangi. dan ternyata di sana telah terlihat banyak pengunjung yang datang.
"Bos...banyak sekali pembelinya...?" kata Mamat. mereka berhenti agak jauh dari Restoran itu.
"Masakannya memang enak Mat..." jawab Johan.
"Gimana kalau di hotel kita nanti , kita dirikan juga restoran. agar orang yang menginap di hotel kita ,tidak terlalu jauh untuk membeli makanan.." kata Rosa memberi ide.
"Ide bagus Ros..." jawab Johan.
"Aku ingin menanam saham di hotelmu Bee..." kata Rifan menyela pembicaraan Rosa dan anak buahnya.
"Waah... itu suatu keuntungan buat kita Ros...trima aja keinginan Rifan...." ucap Johan sambil tertawa.
"Kau beneran ingin menanam saham di Hotelku Bee...bukan karena aku pemiliknya kan...?" kata Rosa menegaskan.
"Sepertinya Hotel yang akan kau buat menguntungkan buatku..." kata Rifan sambil bergaya serius.
"Baiklah...aku akan menerimamu..."jawab Rosa.
"Juga lamaranku kan Bee...?" kata Rifan menatap Rosa demgan serius. Tentu saja ucapan Rifan membuat semua kaget.dan dia mengeluarkan kotak kecil berwarna merah dari saku celananya . Dia segera membukanya. terlihat cincin berlian warna putih di dalam kotak itu.
"Kau melamarku Bee...?" tanya Rosa kaget.
"Trima saja Ros....aku setuju kau mendapatkan Rifan..." ucap Johan sambil tertawa. Mendengar ucapan Johan, Mamat dan Asep tersenyum dan bernafas legah. mereka sadar kalau Johan telah mengikhlaskan Rosa pada Rifan.
"Terima saja Bos...." ucap Asep juga .
"Terima, terima, terima...." seru Mamat gembira. Mendengar perkataan ketiga sahabatnya, terlihat wajah Rosa memerah.
"Iya aku menerima lamaranmu .." jawab Rosa sambil tersenyum bahagia .
"Trimakasih Bee..." ucap Rifan sambil menyematkan cincin berlian itu di jari manis Rosa. dan mencium lembut kening Rosa.
"Kau sengaja kan Bee...?" tanya Rosa.
"Benar...aku mang sengaja melamarmu lebih dahulu di depan sahabatmu,..karena aku tahu, mereka adalah orang - orang yang sangat dekat denganmu selain Mama dan Papa Rendra. ..." jawab Rifan.
"Tapi masih kurang lima sahabatku..." kata Rosa.
"Biar nanti kami yang mengatakan pada mereka...mereka pasti gembira mendengarnya..." ucap Johan terlihat ikut bahagia. begitu juga dengan Asep san Mama.
Johan segera menjalankan kembali mobilnya masuk kedalam parkiran Rumah makan . akhirnya mereka sampai di parkiran Restoran . Mereka segera keluar dari mobil mereka.
Ketika Rosa dan kawan - kawan masuk kedalam Restoran, mereka bertemu kembali dengan pria paruh baya yang kemarin mengatakan kalau dia sahabat Mama Galuh.
"Nak...ketemu lagi...?" kata Pria itu senang .
"Hai Paman...apa kabar...?" sapa Rosa ramah.
"Baik Nak...perkenalan, nama paman Wira Atmaja. panggil saja Paman Wira.." kata pria itu sambil mengulurkan tangannya .
"Rosa Yunisa Irawan Paman....panggil Rosa saja..." kata Rosa sambil menyambut tangan paman Wira.
Mendengar nama Irawan di belakang nama Rosa. pria itu terlihat kembali kaget.
"Kau putri Buyung Irawan...?" kata Pria itu sambil menatap Rosa tak percaya.
"Maaf paman...kemaren Rosa berbohong pada Paman...benar saya putri dari Galuh dan Buyung Irawan..." ucap Rosa sambil meminta maaf.
"Ya Tuhaaan....ternyata kau benar- benar putri sahabatku Galuh....!" seru pria itu bahagia.
"Maafkan Rosa paman....kemarin Rosa berbohong pada Paman..." kata Rosa .
"Nggak masalah, nggak masalah... apakah kau akan makan..." kata tuan Wira Bodoh. Melihat sikap tuan Wira yang bahagia sampai bertanya yang salah Rosapun tersenyum. mana mungkin kami hanya ingin duduk saja di dalam Rostoran paman.. fikir Rosa sambil tertawa.
"Tentu saja paman...apakah paman ingin bergabung dengan kami ..?" tanya Rosa ramah.
"Baik ..kalau tidak mengganggu kalian..." ucap tuan Wira.
"Tidak paman...oh ya kenalkan ini Rifan, Johan , Mamat san Asep..." kata Rosa memperkenalkan para sahabat dan kekasihnya. Mereka saling berjabat tangan memperkenalkanku diri.
Maaf sampai di sini dulu ya ceritanya....
__ADS_1
Bersambung.