
Malam harinya setelah makan dan solat isyak, Rosa dan kawan - kawan dengan terpaksa pindah ke rumah besar tuan Hartanto. Namun Johan tidak bisa pindah kerumah tuan Hartanto di karenakan harus kembali pulang ke kota J . Karena urusan kantor yang harus dia tangani mewakili Rosa. Karena Rosa tidak bosa meninggalkan tuan Hartanto yang masih sakit. Ketika sampai di rumah tuan Hartanto , ternyata keluarga besar Hartanto sudah berkumpul di rumah tuan Hartanto. Mereka menyambut kedatangan Rosa. Para pembantu yang sudah lama berada di sana dan mengenal nyonya Galuh. Banyak yang menangis ketika mereka tahu siapa Rosa. Apalagi setelah mereka tahu kalau nyonya Galuh sudah meninggal.
Saat ini mereka sedang makan bersama di rumah tuan Hartanto. Sedang tuan Hartono sendiri berada di kamarnya beristirahat . Di sana juga ada putri dan suami nyonya Tika , yaitu Nona Tantri dan tuan Manyo. Mereka ingin ikut menikmati kegembiraan keluarga. Terlihat nyonya menur berada di antara mereka, Dia ingin melihat dan menikmati makan malam bersama sang cucu .
"Rosa...paman mendengar kau sudah menikah, apa benar itu nak...?" tanya tuan Sandy di tengah acara makan bersama. Mendengar pertanyaan tuan Sandy Rosa terdiam. Dia tidak terlalu kaget, karena dia sudah menyangka masalah perkawinannya dengan Danar pasti akan terdengar oleh mereka.
"Benar paman...Rosa pernah menikah dengan putra dari keluarga Anggoro..." jawab Rosa dengan tenang.
" Lalu kenapa kau bersama Rifan bukankah dia bukan suamimu...? Apa kau sudah bercetai dengan suamimu nak ..?" tanya tuan Sandy.
" Benar Paman... Rosa sudah bercerai dengan Danar Anggoro.." jawab Rosa.
"Jadi kau sudah Janda Ros...?" tanya Yuda yang memang suka ceplas - ceplos.
"He he he..benar kak...Janda tapi gadis..." jawab Rosa sambil tertawa.
"Apaa .. janda tapi gadis...maksudnya apa sich Ros...?" tanya Tantri heran. Sedang yang lainnya hanya kaget mendengar omongan Rosa.
"Ceritanya Panjang Tan..." jawab Rosa.
"Boleh kami tahu Ros ..?" tanya Mahardika.
" Dika... kenapa kau tanyakan itu nak...?" kata tuan Sandy.
" Nggak masalah Paman, Rosa akan ceritakan itu..." jawab Rosa. Dia segera menceritakan semua kejadian perkawinan Rosa pada keluarga Hartanto. Kanaya menceritakan semua yang ada di ingatan Rosa Mulai dari saat meninggalnya nyonya Galuh dan tuan Buyung kedua orang tua Rosa sampai perceraiannya dengan Danar Anggoro.
Mendengar cerita dari Rosa. Terlihat kemarahan di semua orang yang ada di ruang makan. Tak terkecuali nyonya Menur . Hanya Saja Kanaya tidak menceritakan kalau di dalam tubuh Rosa bukan lagi roh Rosa yang menempati. Tapi roh Kanayalah yang ada di sana. Andai bukan Rosa sendiri yang meminta. Mungkin sekarang Rosa sudah menceritakan semuanya.
"Brengsek tu orang..kalau memang dia tidak ingin menikah dengan Rosa, kenapa dia harus mau menikah .. !" seru tuan Sandy.
"Karena tuan Anggoro menekan putranya agar mau menikah denganku Paman...beliau mengancam putranya akan mengeluarkan dia dari keluarga Anggoro, Dia melakukan itu ingin membalas budi Ayah dan Bunda yang menjadi korban karena menyelamatkan mereka. ..." jawab Rosa.
"Tapi beliau malah menyiksamu Nak..." Jawab tuan Sandy kesal . Mendengar ucapan tuan Sandy , Rosa tersenyum.
"Saat itu Rosa juga sebenarnya tidak ingin menikah dengan pria itu Paman... Apalagi Rosa tahu kalau dia tidak menginginkan Rosa.. namun karena tuan Anggoro mengatakan kalau itu amanah Papa dan Mama terpaksa Rosa mau..." jawab Rosa.
"Dan kau di siksa oleh mereka..?" kata Yuda menyela.
"Kalau hanya karena kawin kontaknya sich Rosa tak perduli kak... Hanya saja dia sering menyiksa Rosa saat Rosa menjadi istri kontraknya, itu yang membuat Rosa tersiksa. " jawab Rosa.
"Dia menyiksamu...?" tanya Yuda dengan wajah kaget. Rosa kemudian menceritakan masalah penyiksaan Danar padanya. Mendengar cerita Rosa, keluarga Hartanto marah.
"Kenapa tidak kau pukuli dia dengan ilmu beladirimu Ros...?" tanya Dena dengan geram.
"Saat itu aku belum begitu Ahli dalam bela diri kak... Baru setelah kejadian itu dengan keyakinan penuh aku belajar beladiri pada temanku Kanaya. Dia mengajariku dengan sabar...hingga aku menjadi seperti sekarang ini..." jawab Rosa.
"Sayang...maafkan Kakek dan Nenekmu ya...gara- gara kami yang tidak tegas pada Tantemu , kau menjadi menderita seperti itu..." kata nyonya Menur sambil menatap Rosa denga. air mata mengalir di pipinya.
"Nek... nggak usah bersedih. Semuanya sudah menjadi masalalu Rosa... bukankah sekarang kita sudah berkumpul bersama Nek..." hibur Rosa pada nyonya Menur.
'"Pria itu harus mendapat pelajaran Ros..." seru Yuda dengan wajah marah.
"Jangan khawatir kak... Dia sudah mendapatkan pelajaran dariku, aku membuat dia terkenal dalam beberapa hari..." kawan Rosa.
"Apa yang kau lakukan padanya..."tanya Yuda heran . Rosa pun menceritakan semua kejadian saat dia membuktikan pada kedua orang tua Danar tentang masalah rumah tangganya juga menyebarkan perbuatan Danar pada publik. .
"Setelah melihat semua itu, tuan Anggoro membuat Danar menceraikan Rosa, dan saat itu dia di berhentikan dari pekerjaannya sebagai pimpinan perusahaan sang Papa,....." jawab Rosa.
"Seharusnya bukan itu saja. Dia harus menerima ganjaran dari segala perbuatannya. Dia harus mendapat hukuman penjara atas pembuatan..." kata Mahardika dengan nada kesal.Melihat kemarahan di wajah para saudara dari sang Bunda , Rosa merasakan kebahagiaan di dalan hatinya.
"Benar kak...tapi saat itu yang ada di fikiran Rosa hanyalah ingin lepas dari belenggu perkawinan kami. Rosa sudah tidak tahan dengan kemunafikan pria itu . .." kata Rosa dengan kesal.
"Sayang...semua itu karena kau tidak memiliki dukungan keluarga..." kata nyonya Rahayu .
"Mungkin saja tan..." jawab Rosa .
"Lalu gimana hidupmu setelah kejadian itu. " tanya Mahardika.
"Rosa bertemu dengan keluarga Nona Kanaya, yang merupakan guru beladiriku kak...Karena Nona Rosa meninggal Dunia karena kecelakaan dan nyonya Safitri sangat sayang pada Rosa, akhirnya Rosa di ambil anak amgkat oleh mereka . merekalah yang membuat Rosa seperti sekarang ini. Mereka membimbing Rosa dengan penuh kasih sayang kak..." jawab Rosa. Sedang Mamat dan Asep yang mendengar cerita Rosa , hanya bisa geleng- heleng kepala melihat Bos mereka yang pandai berbohong dan pandai bercerita. Namun mereka sadar kalau itu harus Rosa lakukan .
Mereka menikmati makan malam bersama walaupun dengan perasaan sedikit sedih karena mendengar cerita Rosa . Setelah selesai makan malam bersama, mereka melanjutkan berbicara di ruang keluarga. Sedang nyonya Menur memilih menemani sang suami di kamar. Setelah beberapa waktu kemudian, Rosa undur diri masuk kedalam kamarnya karena masih ada pekerjaan yang harus dia lakukan. Sedang kedua pengawalnya sudah sejak tadi masuk kamar. Keesokan harinya seperti biasa , Rosa akan bangun setelah mandi dan menunaikan Solat subuh. Karena ingin mengenal lingkungan kampung halaman Bunda Galuh, Rosa sengaja kelar rumah untuk jalan- jalan di sekitar rumah besar milik tuan Hartanto. Saat melintasi halaman rumah , Dia bertemu dengan para pembantu dan penjaga rumah . mereka menyapa Rosa dengan ramah , begitu pula dengan Rosa.
"Mau kemana Non...?" tanya bik Ijah pembantu senior sekaligus pembantu yang mengenal nyonya Galuh.
"Mau jalan- jalan di sekitar sini bik... " jawab Rosa.
"Apakah Non Rosa sudah hapal lingkungan sini Non...?" tanya sang bik ijah..
" tidak juga sich bik... Cuman kalau hanya di sekitar rumah, Rosa tidak akan tersesat kan..." jawab Rosa sambil bercanda. Tiba- tiba bik Ijah terlihat meneteskan air mata.
"Lo kenapa Bik...bibik sakit ..?" tanya Roda heran .
"Tidak Non...bibik tidak apa- apa.. Haya saja bibik teringat sama non Galuh. Wajah dan sifat non Rosa mirip nona Galuh ..." jawab Bik Ijah dengan wajah sedih .
"Oo..begitu..ya sudah Rosa pergi dulu Bik... "Kata Rosa sambil berjalan meninggalkan bik Ijah.
" Hati- hati non Rosa..jangan sampai tersesat.." nasehat bik Ijah .
__ADS_1
"Jangan khawatir bik... Rosa tidak akan pergi jauh kok..." kata Rosa sambil berjalan meninggalkan bik ijah . Rosa keluar dari rumah tuan Hartanto. Namun saat sampai di pintu gerbang, terlihat Asep dan Mamat sudah berada di sana.
"Lo kalian sudah bangun...?" tanya Rosa .
"Sudah Bos...kami baru datang dari solat berjamaah di masjid ..." jawab Asep. Emangnya Bos Rosa mau kemana..?" tanya Mamat.
"Aku ingin jalan- jalan di sekitar sini Mat..." jawab Rosa .
"kalau begitu kita ikut Bos..." kata Asep.
"Boleh...ayo..." ajak Rosa.
Mereka bertiga pergi berjalan- jalan keliling daerah yang tidak terlalu jauh dari rumah tuan Hartanto. Sepulang dari jalan- jalan, Rosa segera bersiap- siap pergi ke Proyek. Begitu juga dengan kedua pengawalnya.
Setelah makan pagi dan berpamitan pada kakek dan Neneknya , Rosa segera berangkat. Sesampainya di proyek, rutinitas pekerjaan segera menyambutnya. Karena sekarang Johan tidak ada di sana, pekerjaan Johan otomatis berada di tangan Rosa. Membuat kesibukan Rosa bertambah. Hingga siang itu ketika dia sedang sibuk di dalam ruang kantornya terdengar ketukan di pintu ruangannya.
Tok tok tok..
" masuk...!" ucap Rosa .
Terlihat pintu terbuka dan seseorang masuk kedalam ruang kantornya.
"Assalamualaikum..." sapa orang yang masuk kedalam ruangan Rosa.
Mendengar suara orang itu, Rosa segeta menatap wajah orang yang datang , Rosa kaget.
"My Bee....kau datang...!" seru Rosa kaget.
"Aku merindukanmu sayang.... apakah kau tidak merindukanmu ...?" kata Rifam sambil mendekat dan memeluk Rosa yang telah berdiri menyambutnya .
"Aku juga merindukan dirimu Bee..." jawab Rosa . setelah puas memeluk Rosa dan mencium kening sang kekasih Rifan melepas pelukannya .
"Apakah ada masalah ketika aku tinggal..?" tanya Rifan.
"Nggak ada...cuma ada sedikit gangguan dari tante Tika.. Dia mengirim orang untuk membunuhku..." jawab Rosa.
"Dia masih berani melakukan itu...?" tanya Rifan kaget.
"Semua kejahatannya di bongkar oleh suaminya di depan Kakek..mungkin karena itu dia melampiaskan padaku..." kata Rosa sambil tersenyum menatap Rifan.
"Dasar wanita culas..." ucap Rifan. Rosa mengajak Rifan untuk duduk di sofa yang ada di ruang kantor sementaranya.
"Bee...ikut aku makan siang yuk , ada seseorang yang ingin ku perkenalkan padamu...." kata Rifan.
"Siapa...? Saudaramu...?" tanya Rosa.
"Bukan...Dia rekan bisnisku, nanti kau akan tahu..." jawab Rifan lembut.
"Kau lihat saja nanti....dia kenalan Papa tapi juga rekan bisnisnya..." jawab Rifan .
"Baiklah aku akan ikut denganmu..." jawab Rosa.
"Kalau begitu kita berangkat sekarang.." kata Rifan.
Rosa dan Rifan segera keluar dari ruangan kantor Rosa. di depan ruangannya mereka bertemu dengan Asep dan Mamat.
"Lo..tuan Rifan...kapan datang ...?" tanya Asep.
"Baru saja Sep..." jawab Rifan.
"Kalian mau keluar...?" tanya Asep lagi.
"Kau ikut kami..." jawab Rifan.
Merekapun keluar bersama- sama. Ternyata Rifan membawa mereka ke Restoran yang cukup ternama di kota itu . ketika sampai di sana, Rifan membawa Rosa kedalam ruangan yang sudah di pesan oleh rekan bisnis Rifan. sedangkan Asep dan Mamat memilih makan di luar ruangan itu. dengan lembut Rifan menggandeng tangan Rosa yang ada di sebelahnya. mereka masuk kedalam ruangan itu. ternyata di dalam ruangan , mereka melihat beberapa orang di dalam ruangan itu. dua pria paruh baya dan pria tua seumuran kakek Hartanto, serta tiga wanita papih baya . serta seorang gadis cantik di antara mereka. saat melihat salah satu dari mereka, Rosa melihat bayangan lain di otaknya. Dia tiba- tiba merasakan kepalanya sakit . hinga Rosa memegang tangan Rifan lebih kencang
"Ada apa Bee...?" kata Rifan dengan wajah khawatir .
"Tidak...aku tidak apa- apa Bee hanya kepalaku pusing sedikit..." jawab Rosa sambil memegang kepalanya.
"Kalau begitu kita duduk...." kata Rifan khawatir.
"Baik..." jawab Rosa. Rifan mengajak Rosa duduk bersama mereka.
Namun saat mereka yang ada di dalam ruangan melihat wajah Rosa. terdengar seruan dari mereka.
"Galuh....!" seru ketiga pria paruh baya yang ada di sana serta wanita tua yang ada di sana.
Mendengar seruan mereka Rosa menatap mereka dengan wajah kaget.
"Maaf...saya bukan Galuh.. Galuh adalah Bunda saya..." jawab Rosa terus terang. Dia yakin kalau mereka pasti salah menrbaknya ,seperti mereka yang telah mengira Rosa sebagai Galuh sang Bunda. Mendengar jawaban Rosa mereka kaget.
"Kau putri Galuh...? apakah Ayahmu ?bernama Buyung..?" tanya pria yang lebih tua dari mereka.
"Benar sekali tuan...apakah tuan mengenal Ayah Buyung...?" tanya Rosa dengan wajah polos.
"Ka..kau Putri Buyung...?" tanya wanita yang berada di samping orang tua itu dengan wajah tak percaya.
__ADS_1
'Benar nyonya....saya putri Galuh dan Buyung..." jawab Rosa dengan wajah heran. Dan tiba- tiba wanita tua itu berjalan kearah Rosa dan memeluknya.
Tentu saja Rosa kaget.
"Nyonya ....ada apa...?" tanya Rosa heran. Rosa semakin bingung saat wanita itu menangis sambil memeluk dirinya. Rosa menatap Rifan yang sedang melihat padanya. Dia menatap Rifan seolah bertanya. Ada apa dengan wanita ini, dan siapa mereka..?
"Mereka kedua orang tua dari Ayah Buyung. Mereka adalah kakek dan Nenekmu...mereka keluarga Irawan .." kata Rifan menjelaskan.
"Apaa..kedua orang tua Ayah Buyung..?" tanya Rosa kaget.
"Benar sayang...kami adalah Kakek dan Nenekmu..." ucap wanita tua sudah melepaskan pelukannya. wanita itu menatap Rosa dengan wajah tak percaya .
"Kau sudah besar dan cantik Nak..." ucap wanita tua itu sambil kembali ke kursinya. sedangkan pria tua di sebelahnya mendekati Rosa.
"Nak...boleh kakek memelukmu...?" tanya Pria yang ternyata Papa dari Ayah Buyung .
"Tentu saja kek..."Jawab Rosa yang kini sudah berdiri dan segera memeluk orang tua yang sejak tadi sudah meneteskan air matanya. Rosa kembali merasakan pria tua ini sedang menangis dalam peluka nya.
Setelah cukup lama mereka berpelukan , Kakek Irawan melepas pelukannya.
"Kau sudah lama di kota ini nak...?" tanya Kakek Irawan.
"Hampir satu minggu kek..." jawab Rosa.
"Dan kau tidak menemui Kakek...?" tanya pria tua itu dengan wajah kecewa.
"Rosa tidak pernah tahu kalau Rosa memiliki Keluarga di kota ini..." kata Rosa jujur.
"Apakah Ayahmu tidak pernah memberitahukan padamu...?" tanya tuan Irawan lagi.
"Ayah dan Bunda tidak pernah mengatakan tentang kedua orang rua mereka. jika aku tanyakan ,mereka akan mengelak dan Rosa hanya bisa melihat mereka menangis secara diam- diam..." kata Rosa memberitahukan pada pria tua itu. Mendengar ucapan Rosa, nyonya Irawan kembali menangis terseduh- seduh.
"Pa...boleh aku memeluk putri dari kakakku Pa..." kata Pria yang mirip dengan pria di ingatan Rosa. pria itu sangat mirip sekali dengan Ayah Buyung.
"Maaf...kakek hampir lupa sayang.. kenalkan, Dia saudara kembar Papamu namanya Bayu Irawan dan istrinya Bernama Nandini dan yang itu Putra tertuaku kakak dari Ayahmu namanya Bisma Irawandan istrinya Rini . dan yang itu saudara sepupumu. Nita Irawan...." kata Kakek Irawan memperkenalkan kedua puntranya serya kedua menantunya dan cucu perempuannya. Mereka memperkenalkan diri dan memeluk Rosa secara bergantian.
"Ternyata Keponakanku sangat cantik.." ucap Paman Bisma sambil memeluk Rosa.
"Benar Pa...Dia sangat cantik sekali..." kata nyonya Rini istrinya. mereka kembali duduk di kursi mereka.
"Lalu ada acara apa kau sampai kemari nak...?" tanya sang Kakek.
"Rosa ada proyek di sini Kek... sebenarnya Rosa tidak sengaja datang kemari. namun karena ada kendala dengan proyek Rosa. akhirnya Rosa datang kemari. .." kata Rosa menjelaskan.
"Proyek...? proyek apa...?" tanya Bisma.
"Proyek pembangunan hotel Paman...?" jawab Rosa.
"Pembangunan Hotel...? apakah yang katanya ada masalah dengan tanah milik tuan Hartanto itu...?" tanya Paman Bayu .
"Benar Paman...." jawab Rosa.
"Jadi kau sudah bertemu dengan keluarga Hartanto...?" tanya tuan Irawan.
"Sudah tanpa kami sengaja Kek... karena masalah tanah itulah akhirnya Rosa melihat tanah kelahiran Ayah dan Bunda Rosa...." jawab Rosa.
"Apakah kau bekerja di perusahaan itu nak...?" tanya Bisma .
mendengar pertanyaan tuan Bisma , Rosa terdiam.
"Dia Pemilik Proyek itu Paman ..." kata Rifan membantu menjelaskan.
"Apaa...pemilik...?" kata mereka hampir bersamaan.
"Dia CEO perusahaan KAG Paman..." kata Rifan pada Bisma. Perusahaan KAG sudah terkenal di negri ini .
"Bukankah Direktur perusahaan KAG tuan Johan..." kata Bayu menyela.
"Dia wakil Rosa..." jawab Rifan lagi.
Mereka menatap Rosa seolah tak percaya.
"Jadi nak Rifan ingin bertemu dengan kami karena ingin mempertemukan cucu kami...?" tanya tuan Irawan dengan wajah gembira.
"Benar tuan...saya ingin memberitahukan pada Anda , kalau Rosa cucu Anda..."jawab Rifan dengan tenang .
"Lalu ada hubungan apa anda dengan. cucu kami..." tanya tuan Bayu .
"Dia calon istri saya paman , dan kalau tidak ada halangan, sebentar lagi kami akan menikah..." jawab Rifan .
"Apaa...jadi kalian sepasang kekasih..ha ha ha...ternyata keinginanku untuk menjadikan kau cucuku terlaksana nak...sejak dulu aku menginginkan cucu laki- laki, dan ternyata sekarang aku memiliki cucu menantu yang memang aku ingini...!" seru tuan Irawan gembira.
Namun tuan Bisma dan istrinya melihat pada sang putri. mereka melihat kekecewaan di mata putri mereka. mereka tahu kalau putri mereka Nita sudah sejak lama mencintai Rifan. Dia mengenal Rifan sudah sejak dulu. namun karena sifat Rifan yang Dingin dan cuek, Nita tidak bisa mendekati Rifan. Namun mereka sadar kalau Rifan bukan jodoh putri mereka.
Mereka berbincang dan makan siang bersama, Setelah cukup lama mereka berbicara, Rosa dan Rifan berpamitan.
Maaf sampai di dini dulu ya ceritanya.
__ADS_1
Mohon dukungannya buat Author.
Bersambung.