PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP .KEDATANGAN TUAN BURHAN


__ADS_3

Rifan segera menutup panggilan dari sang Papa. Dia segera menelfon Dikra agar segera datang kerumah sakit bersama Fikri secepatnya . Mereka di minta segera datang ke rumah sakit, ketempat ruang inap nyonya Safitri. Setelah itu menelfon Dikra, Rifan segera berjalan kembali kekamar inap nyonya Safitri. Sesampainya di sana, Dia melihat sang kekasih sedang berbincang dengan calon mertuanya.


"Ma..Bee..." ucap Rifan yang langsung mendekati mereka .


"Sudah selesai menelfonnya Fan...?" tanya nyonya Safitri.


"Sudah Ma...tadi Papa yang menelfon..." jawab Rifan sambil duduk di kursi dekat ranjang nyonya Safitri.


"Ada apa dengan Om Alex kak...? Apakah kau di suruh pulang...?" tanya Rosa langsung menebak.


"Iya...aku dan kamu di suruh kerumah Papa, di sana ada Paman Burhan dan Putrinya. Entah maunya apa mereka, mereka ingin bertemu denganku..." kata Rifan dengan kesal.


"Lalu kenapa aku mesti ikut kak...? Bukankah mereka ingin bertemu denganmu...?" tanya Rosa.


"Entahlah....tadi Papa memintaku untuk membawamu juga..." jawab Rifan.


"Pergilah Ros...mungkin ada sesuatu yang akan paman Alek katakan padamu..." ucap Nyonya Safitri.


"Lalu siapa yang akan menjaga Mama..?" tanya Rosa khawatir.


"Sebentar lagi Dikra dan Fikri akan datang..." jawab Rifan.


"Baiklah...tapi kita akan pergi setelah mereka datang, aku tidak bisa membiarkan Mama di tinggal sendiri Kak.." ucap Rosa.


"Iya , kakak tahu Bee..." jawab Rifan dengan lembut.


Melihat sikap Rifan yang teramat mencintai Rosa, nyonya Safitri sangar bahagia. Mereka berbincang sebentar.


Tak berapa lama terdengar ketukan di pintu . Rosa segera berdiri dan membuka pintu. Terlihat Dikra dan Fikri berdiri di depan pintu .


"Selamat malam Nona Rosa..." sapa Dikra .


"Malam..ayo masuk..." jawab Rosa smbil tersenyum ramah. Senyuman Rosa membuat Dikra dan Fikri tertegun sejenak.


"Terang saja si Dingin tergila- gila pada gadis ini...siapapun akan jatuh hati pada wanita secantik ini..." gumam mereka dalam hati.


Mereka berjalan masuk kedalam kamar.


"Selamat malam tante..." sapa Dikra pada nyonya Safitri yang memang mereka kenal sejak dulu .


"Malam nak, ayo silahkan duduk..." jawab nyonya Safitri ramah .


"Trimakasih Tan..." kata Dikra sambil duduk di sofa bersama Fikri.


"Fan ada apa kau memanggil kami...?" tanya Dikra pada Rifan.


"Aku meminta tolong pada kalian untuk menjaga Mama sebentar saja. Kami akan pergi ke rumah Papa Alex . dia menyuruhku pulang, katanya ada si Burhan dan Saskia di sana..." jawab Rifan.


"Mereka ada di Rumah tuan Alex...?" tanya mereka berdua bersamaan.


"Iya..." jawab Rifan singkat.


"Jangan kuatir Fan...kita akan menjaga tante dengan baik..." kata mereka dengan yakin. Mereka sudah mengenal nyonya Saskia sejak dulu. Mereka memang sering datang keruma sahabat mereka yaitu Resa Saat mereka di masa remaja mereka.


"Kalau begitu kami akan pergi dulu, kalian jaga Mama baik- baik..." kata Rifan lagi. Sedang Rosa segera mengambil tas tangan miliknya.


"Jangan khawatir Bos..." ucap Dikra.


Setelah itu Rosa dan Rifan ber pamitan pada sang Mama .


" Ma...Rifan dan Rosa pergi dulu ya..." pamit Rifan .


" Pergilah...hati - hati di jalan..." kata nyonya Safitri.


"Baik Ma...Rifan pergi dulu..." ucap Rifan sambil mencium tangan Safitri.


"Ma...Rosa pergi dulu ya..." ucap Rosa sambil mencium tangan dan pipi nyonya Safitri.


" Iya sayang...hati- hati di jalan.." ucap nyonya Safitri menasehati.


"Baik Ma...Asalamualaikum..." ucap Rosa dan Rifan bersamaan.


"Waalaikum salam..." jawab nyonya Safitri , Dikra dan Fikri membalas salam mereka .


Rosa dan Rifan segera keluar dari kamar rawat nyonya Safitri .Namun saat mereka berada di luar ruangan, terdengar dering telfon milik Rosa. Dia segera mengambil ponselnya dari dalam tas kecilnya . terlihat nama Yoyok tertera di layar ponselnya .


"Asalamualaikum Yok...ada apa...?" tanya Rosa langsung.


"Waalaikum salam Bos...maaf gue mengganggu elo sebentar..." jawab Yoyok.


"Nggak masalah...ada apa...?" tanya Rosa.


"Kami telah menangkap Pria yang menabrak Tante Safitri ... kami telah mengintrogasi dia...dan ternyata benar hasik dari penyelidikan kita Bos..., Dia di bayar tuan Burhan dan Nona Saskia...." ucap Yoyok dari sebrang.


"Bagus teman- teman... lalu kalian taruh di mana dia sekarang...!" kata Rosa dengan wajah senang.


"Dimarkas Bos..." jawab Yoyok.


"Baiklah kalau begitu besok aku akan kesana. Jaga dia dengan baik, jangan sampai dia melakukam tindakan yang merugikam kita.." kata Rosa lagi.


"Beres Bos...jangan kawatir , kami tadi sempat merekam introgasi kami..." kata Yoyok lagi.


"Kalian memang yang terbaik...Kalau begitu kita akan bertemu lagi besok . Baiklah gue tutup dulu pembicaraan kita. sebab gue mau kerumah tante Ratih... Asalamualaikum." kata Rosa mengakhiri pembicaraan mereka .


"Baik Bos...Waalaikum salam..." jawab Yoyok.


Rosa dan Rifan segera melanjutkan langkah mereka menuju tempat parkir.


"Siapa Bee...?" tanya Rifan.

__ADS_1


"Yoyok kak...dia mengatakan kalau mereka telah menangkap pria yang sengaja menabrak Mama..." jawab Rosa sambil tersenyum gembira .


"Oh ya...?Baguslah kalau mereka sudah menangkap pelaku yang menabrak Mama...ternyata semua anak buahmu adalah orang yang cekatan dan pintar.." puji Rifan tulus.


"Siapa dulu pemimpinnya..." jawab Rosa Narsis. Mendengar ucapan Rosa, Rifan tertawa sambil mengacak rambut Rosa.


"Kakak...rambut Rosa berantakan tau..." ucap Rosa kesal sambil cemberut.


"Habis kau menggemaskan Bee..." kata Rifan sambil menggandeng tangan Rosa dengan mesra.


Melihat kemesraan pemilik Rumah sakit pada seorang gadis, membuat para karyawan rumah sakit menatap dengan iri pada Rosa . Tak lama terlihat mobil Rifan keluar dari parkiran rumah sakit , dan menuju rumah tuan Alex . Tak samoai 30 menit kemudian sampailah mereka di rumah yang terlihat sangat mega itu , Meteka melihat di depan rumah tuan Alex telah terparlir mobil mewah berwarna Hitam . mereka tahu siapa pemilik mobil itu.


"Kak...apakah mereka datang sekeluarga...?" tanya Rosa.


"mungkin juga Bee..." jawab Rifan. Mereka menghentikan mobil mereka di sebelah mobil hitam milik tuan Burhan. Rifan segera membukakan pintu mobilnya dan mempersilahkan Rosa turun. Setelah itu dia menggandeng tangan Rosa dengan mesra.


"Kak...kenapa kakak lebay amat sich...?" ucap Rosa melihat tingkah Rifan.


" Ada Saskia di kaca cendela sayang..." jawab Rifan sambil mencium lembut kening Rosa.


Ternyata Rifan melihat saat Saskia melihat mereka dari jendela depan rumah tuan Alex . Saat Rifan turun dari mobil , tanpa sengaja Rifan melihat wajah Saskia di cendela depan rumah sang Papa.


Saat Saskia sedang menunggu kedatangan Rifan , Dia mendengar suara mobil masuk, Dan Saskia sudah tahu kalau Rifanlah yang datang. Dia dia segera berjalan keluar , ngin segera menyambut pria yang sangat dia cintai. Namun saat dia melihat dari kaca cendela yang langsung memperlihatkan kedatangan Rifan, Dia melihat di dalam mobil mewah Rifan seorang gadis duduk bersama Rifan. Tentu saja hatinya menjadi panas dan marah. Langkah yang sesungguhnya ingin berlari menyambut Rifan , secara otomatis terhenti. Dan dia semakin marah, ketika dia melihat tingkah Rifan yang sangat mesra pada gadis itu. Perasaan cemburu, marah, iri dan dengki menyerbu dalam hatinya.


"Sialan...mengapa kak Rifan datang bersama gadis itu..apakah mungkin Papa bisa membicarakan perkawinanku dengan kak Rifan , kalau gadis itu ada disini bersama kak Rifan.. Ah masa bodoh. Pokoknya Papa harus bisa membuat Om Alex mau menikahkan kak Rifan denganku..." Ucapnya dalam hati yang sedang marah. Apalagi saat melihat Rifan dengan mesra memeluk dan mencium lembut Kening Rosa.


"Kak kau berlebihan deh..." kata Rosa sambil tertawa .


" Aku ingin membuat dia semakin marah Bee..." jawab Rifan sambil mengandeng tangan Rosa . mereka melangkah masuk kedalam rumah mega milik keluarga tuan Alex Engelo.


"Assalamualaikum.." ucap Rosa dan Rifan bersamaan.


"Waalaikum salam.." jawab mereka bersamaan pula .


" Rosa sayang ..kau ikut nak...?" kata nyonya Ratih sambil menerima cium tangan dan memeluk serta mencium pipi Rosa.


" Kak Rifan mengajak Rosa tan..." jawab Rosa .


"Gadis baik...." ucap nyonya Ratih sambil mengusap kepala Rosa dengan sayang. dan perbuatan nyonya Ratih membuat Saskia menjadi marah dalam hatinya. Rifan mengikuti perbuatan Rosa. Sedangkan Rosa menyapa tuam Alex .


" Malam Om..." sapa Rosa pada tuan Alex .


" selamat malam Nak..." ucap tuan Alex sambil menerima cium tangan Rosa. Rosapun menyalami tuan Burhan walau dia melihat wajah tuan Burhan yang terlihat sangat menakutkan.


Saat dia ingin menyalami Saskia. tiba- tiba gadis itu berlari kearah Rifan dan memeluknya sambil berseru.


"Kakak...aku kangen...!" serunya Manaja.


Tentu saja Rifan kaget.


Melihat kejadian itu. Cepat- cepat Rosa berjalan kearah Rifan dan melepaskan pelukan Saskia.


Sedang Saskia sangat marah ketika pelukannya dengan kasar di lepas Rosa. Rosa juga mendorong tubuh Saskia dengan keras. Hingga tubuh gadis itu agak oleng dan hampir jatuh .


"Kaaauuuu....!" seru Saskia marah.


Namun Rosa tak memperdulikannya.


"Pa, Ma..boleh Rosa membawa kak Rifan kedalam sebentar...?" kata Rosa.


Saat ini Rosa merasakan nafas Rifan yang tersengal- sengal .tuan Alex dan nyonya Ratih yang tak menyangka kalau Saskia akan berbuat seperti itu hanya bisa tertegun. Mereka tersadar saat Rosa meminta ingin membawa Rifan kedalam.


"Masuklah Nak...." jawab Nyonya Ratih.


Rosa segera membawa Rifan masuk kedalam ruang keluarga . tanpa mendengarkan tuan Burhan dan Saskia yang marah dan berteriak memanggil namanya . mereka marah melihat perbuatan Rosa pada Saskia .


Setelah sampai di dalam, Dia mendudukan Rifan di sofa yang ada di ruang keluarga .


"Tunggu di sini sebentar kak...aku akan mengambilkan air minum untukmu. Dan di mana obatmu..." kata Rosa sambil ingin melepas tangan Rifan yang ada di bahunya.


" Jangan pergi sayang...biarkan aku memelukmu..." ucap Rifan sambil memeluk Rosa dengan erat. Rosa pun membiarkan Rifan meneluknya. Dia mengusap punggung Rifan secara perlahan. karena dia merasakan tubuh Rifan agak gemetar . Dia ingin membuat Rifan nyaman.


"Se parah inikah penyakit kak Rifan..." kata Rosa dalam hati.


Setelah beberapa saat kemudian, terlihat nafas Rifan mulai teratur . tak lama Rifan pun melepas pelukannya.


Rosa melihat wajah Rifan yang tadinya memerah kini terlihat mulai kembali seperti semula.


"Kak...kau sudah baikan..?" tanya Rosa penuh perhatian. Melihat perhatian dari Rosa, Rifan merasa bahagia.


" Sudah Bee..ternyata benar apa yang aku perkirakan, kau bisa membuatku tidak usah meminum obat.." ucap Rifan bahagia.


"Maksud Kakak..?" tanya Rosa tak mengerti.


"Aku tidak Merasakan sesak nafas saat memeluk tubuhmu tadi..." jawab Rifan .


"Dan wajah kakak kini tak semerah tadi..." jawab Rosa.


"Benarkah...?" tanya Rifan.


"Hmm.. " angguk Rosa. Mendengar jawaban Rosa. Terlihat wajah Rifan bahagia. dia kembali memeluk Rosa.


"Sekarang aku sudah tidak butuh lagi obat, jika ada kau di sampingku..." kata Rifan dengan bahagia. Melihat wajah Rifan yang bahagia , Rosa ikut bahagia.


"Kalau begitu kita keluar kak... Agar rahasia kakak tidak di ketahui mereka.." kata Rosa mengajak Rifan kembali ke ruang tamu .


Merekapun segera kembali keruang tamu. Terlihat wajah Saskia merah karena marah saat melihat Rifan dan Rosa keluar dari dalam dengan bergandemgan tangan. Mereka segera duduk di dekat sang Mama.


"Pa...ada apa sebenarnya Papa menyuruhku pulang...?" tanya Rifan

__ADS_1


sambil melihat pada tuan Alex .


"Itu paman Burhan mu ingin mengatakan sesuatu pada kita..dia menunggumu datang..." jawab ruan Alex datar.


"Denganku...? Apa itu Paman...?" tanya Rifan sambil menatap tuan Burhan yang duduk diantara Istri dan anak perempuannya . Terlihat tuan Burhan berdehem sebentar sebelum berbicara.


"Gini Fan...Paman ingin melanjutkan keinginan Paman untuk menjodohkan Saskia dengan dirimu..." kata tuan Burhan dengan tak tahu malu. Sedang Saskia terlihat sangat bahagia.


"Paman...Bukankah aku sudah bilang pada Paman, kalau aku tidak pernah mencintai Saskia . lagian paman , Saskia itu saudaraku, saudara yang memiliki darah yang sama denganku... mana mungkin kami menikah paman...!" seru Rifan sambil menahan kemarahan.


" Aah...apa itu saudara...kalian bukan saudara kandung...itu tidak menjadi masalah..." kata tuan Burhan kekeh.


"Tapi aku tidak mencintai Saskia Paman...dan aku memiliki gadis yang aku cintai....!" seru Rifan mulai kesal.


"Rifan , apa itu cinta...setelah kalian menikah nanti kau juga akan mencintai Saskia, lagian Saskia sangat mencintaimu, tidak ada wanita yang mencintai dirimu sebesar cinta Saskia padamu..." ucap tuan Burhan memaksa.


"Maaf paman...Tapi aku yang tidak mau menikah dengan Saskia Paman... Aku akan menikahi gadis yang aku cintai..." ucap Rifan dengan nada marah.


"Kau bisa menikahi dia setelah kau menikah dengan Saskia, Saskia mau kok kalau kau menikah lagi..." ucap sang Paman.


"Tidak Papa...aku tidak ingin kak Rifan menikah lagi dengan gadis kampungan itu. Kak Rifan hanya milikku selamanya..." ucap Saskia dengan keras menolak Rifan menikahi Rosa .


"Siapa yang ingin menikah denganmu... Sekali tidak tetap tidak...!" ucap Rifan tegas.


"Kak...nggak bisa gitu kak...aku mencintaimu...!" seru gadis itu dengan tidak merasa malu.


"Tapi aku tidak mencintaimu Sas, jangan memaksa ..!" seru Rifan marah.


Mendengar ucapan Rifan , Saskia dan Burhan terlihat sangat marah. mereka menatap Rosa penuh dengan kebencian.


"Sudahlah Pa...aku nggak ingin banyak bicara. pokoknya aku nggak mau menikah dengan Dia. dan perlu kalian ketahui gadisku dan calon istriku satu- satunya adalah Dia ...dialah Rosa Yunisa. yang akan menjadi istriku ...Maaf Papa aku akan pulang, tidak ada masalah lagi yang harus aku bahas di sini..." kata Rifan sambil berdiri dan mengajak Rosa Pergi.


"Tunggu Rifan...apa ini caramu menghadapi calon mertuamu...?" seru tuan Burhan marah dan tak tahu malu .


.


"Ha ha ha...paman terlalu percaya diri atau tidak tahu diri...aku tahu kenapa paman terlalu ngotot memintaku untuk menikahi putri Paman . bukankah karena perusahaan Paman yang akan jatuh pailit kan...? Dengan pernikahan aku dan Saskia, paman akan mudah merebut perusahaan kami . tapi maaf Paman... keinginan paman tidak bisa terpenuhi , hidupku adalah milikku, jadi jangan lagi memaksa diriku menjadi pohon cadangan yang akan paman manfaatkan, lagian aku tidak pernah dan tidak akan pernah mencintai putri paman ..." kara Rifan tajam. tentu saja ucapan Rifan membuat tuan Burhan kaget dan marah.


"Brengsek...lancang sekali mulutmu Fan...! aku masih pamanmu...!" seru tuan Burhan marah.


"Aah...Bukanya sifatku sejak dulu begini paman...dan akupun sudah berkali- kali menolak putri paman. apakah kau ingin aku mendapatkan calon istri yang sudah bekas orang lain...ck ck ck...jangan berfikir aku bodoh paman...." ucap Rifan datar. Mendengar ucapan Rifan, tuan Burhan sangat marah.


"Lancang mulutmu Fan...kau telah menghina keluargamu sendiri...apa sich hebatnya wanita itu...cantik masih cantik Saskia, kaya...apalagi...lalu apa yang kau lihat dari dia...!" seru tuan Burhan marah.


Dia sampai berdiri dari duduknya .


"Semua yang ada padanya lebih berharga dari putri paman, jangan menghina orang yang terlihat biasa di mara paman . jangan- jangan dia lebih segalanya dari paman . apalagi sekarang...apa yang akan anda banggakan paman , perusahaan yang paman miliki akan segera jatuh pailit, atau putri Paman yang hidupnya penuh dengan kemewahan.....?" ucap Rifan tanjam.


"Jangan salahkan Paman jika terjadi sesuatu pada gadis itu Fan..." kata tuan Burhan mengancam .


"Anda mengamcam saya Paman....?" tanya Rifan .


"Anggaplah seperti itu...aku bisa membuat gadismu hilang dalam kehidupan ini..." jawabnya penuh kemarahan.


"Apa anda bisa melakukannya...? apa yang akan anda lakukan...masihkah tuan akan menyuruh orang membunuhku seperti beberapa bulan yang lalu.. atau seperti yang kalian berdua lakukan pada Mama saya...?" tanya Rosa dingin. mendengar kalimat Rosa , tuan Burhan dan Saskia kaget bukan main.


"Apa maksudmu...?" tanya tuan Burhan dengan suara sedikit bergetar.


"Sudahlah Paman....kami tahu kalau Kalian berdualah yang berada di balik kecelakaan Mama saya, dan itu kalian lakukan agar aku muncul kembali , benar kan...?" ucap Rosa dingin. Mendengar ucapan Rosa Burhan dan Saskia kaget. terlihat wajah Saskia memucat. sedang tuan Burhan terdiam walau hanya sesaat. tak lama dia pun dapat menguasai diri.


"Jangan sembarang , apakah kau ada bukti....? kalau kau tidak memiliki bukti , kau bisa kami tuduh sebagai pemfitnaan dan aku bisa melaporkanmu ke kantor polisi..!" seru Burhan dengan wajah marah. walaupun ada kecemasan di dalam hatinya.


"Benarkah kami memfitna anda...? Ooo.. aku menunggu tuan melaporkanku, dan kita akan tahu siapa yang bersalah. kita lihat saja nanti kalau kita berada di persidangan...." kata Rosa membuat tuan Burhan terlihat agak merasakan kedinginan. Sedang kedua orang tua Rifan sangat kaget dengan perkataan Rosa.


"Burhan..apakah benar perkataan Rosa..?" tanya tuan Alex pada tuan Burhan.


"Kak...kakak jangan percaya pada omongan gadis gila itu...dia sengaja ingin membuatku terlihat jelek di matamu...!" seru tuan Burhan dengan marah.


"Apa benar ucapanmu Ros..." kata tuan Alex pada Rosa.


"Paman akan tahu saat Rosa dan tuan Burhan berhadapan di pengadilan . Saat itulah kita akan tahu kebenarannya..." jawab Rosa pada tuan Alex. Mendengar ucapan Rosa , tuan Alex menatap pada tuan Burhan.


"Jika itu memang kenyataan , aku tidak akan pernah memaafkan perbuatanmu Han...!" kata tuan Alex dingin.


"Kak...aku kemari bukan ingin membahas masalah yang tidak aku lakukan, tapi kami kemari ingin membahas masalah pernikahan Rifan dan Saskia....!" seru tuan Burhan dengan nada marah.


"Kau memang orang yang bebal Han... bukankah Rifan mengatakan kalau dia tidak ingin menikah dengan Saskia...!" seri tuan Alex kesal dan marah.


"Tapi kau bisa memaksa dia, untuk menikah dengan Saskia..!" seru tuan Burhan marah.


"Ha ha ha...dasar manusia serakah , apakah Papa akan menjerumuskan putranya pada jurang penderitaan, dan apakah Papa mau memiliki menantu yang sudah menjadi barang bekas orang banyak.. aaah..Paman...sudahlah, kami bukan orang bodoh yang bisa di bodohi paman...walaupun Saskia masih gadispun, aku tidak ingin menikah dengannya...paman mengerti nggak sich...!" seru Rifan kesal.


"Kaauuu...dasar keponakan kurang ajar.. kau memfitna Saskia calon istrimu..!" seru tuan Burhan Marah .


"Ya ampun paman...kau bilang aku memfitnah putrimu,..? sebentar..." Rifan lalu mengambil ponselnya. dan terlihat dia bermain dengan ponselnya. tak lama dia menatap tuan Burhan.


"Sekarang Paman Bisa melihat vidio yang aku kirim ke Paman..." kata Rifan.


Mendengar ucapan Rifan, terlihat Saskia berwajah lebih pucat lagi. dia mendengar ponsel sang Papa berbunyi . dan dia tahu kalau itu nada pesana masuk ke posel milik sang Papa .Saskia semakin ketakutan.


"Pa...jangan percaya omongan mereka, pasti itu rekayasa kak Rifan yang ingin menolak perjodohan kami...!" seru Saskia.


"Kalau memang iya lalu apa masalahnya.. bukankah kami tidak pernah menjanjikan pernikahan kau dan aku...kau lah yang selalu ngeyel ingin menikah denganku, walaupun aku menolakmu berulang kali .


setebal itukah kulit wajahmu Sas...?" ucap Rifan yang tak betah melihat tingkah Saskia dan sang Papa yang bebal.


"Kak...kau tega ya berkata seperti itu...?" kata Saskia merasa sakit hati dengan perkataan Rifan.


"Sebenarnya aku tak ingin menyakitimu Sas...tapi kau tidak tahu diri..." ucap Rifan kesal. Mendengar ucapan Rifan , Saskia terdiam. Sedang sang Papa melihat Vidio yang di kirim Rifan.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2