PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP 33 ALERGI RIFAN .


__ADS_3

Kehidupan Biangka benar- benar hancur. Di akun sosial medianya mendapat hujatan, penghianat, serta ucapan kotor dan cacian dari nitisen . Karena tidak tahan mebdaoat hujatan, hingga akhirnya dia menutup akunnya.


Sedangkan di Kantor KAI , terlihat Rosa sedang menerima kehadiran delapan sahabatnya di kantornya


.


"Bos...sepertinya perusahaan FG berusaha untuk menghapus berita itu, gue dengar dia sampai menggelontorkan biaya yang cukup besat untuk menutup atau menarik berita itu Bos..." kata Roni.


"Biarkan saja...aku ingin tahu sampai di mana kekuatan keluarganya..." ucap Rosa tenang.


"Bos ....Bos besar di itali menanyakan kapan Bos Rosa pergi kesana...?" kata Gilang menyela pembicaraan.


"Aah...hampir lupa gue...tolong bilang pada beliau mungkin bulan depan gue bisa pergi..." jawab Rosa.


"Baik Bos..." kata Gilang dengan cepat.


"Emang elo mau kesana Ros...?" tanya Johan.


"Bukan cuma gue. Tapi kita semua...tapi untuk Johan , elo tidak bisa lama- lama Jo...bukankah peletakan batu pertama gedung prajurit di laksanakan pertengahan bulan depan..." kata Rosa lagi.


"Iya aku tahu Ros..." jawab Johan sedikit kecewa. namun apalah daya, tugas harus dilaksanakan.


"Dik...bagaimana dengan sisah dari penjahat yang kalian tangkap kemaren...?" tanta Rosa pada Diki yang ikut dalam penangkaoan dan penculikan Biangka dan para penjahat ..


"Beres Bos...mereka sudah kami serahkan pada Polisi beserta catatan kejahatan mereka serta bukti- bukti yang di beri gilang dan Roni..." jawab Diki .


" Bagus..Dan kau Yok, sudah kau kirim petugas yang di pesan PT Latindo....?" tanya Rosa pada Yoyok .


" Sudah Bos...Budi dan gue baru pulang dari mengantarkan mereka keperusahaan Latindo ..." jawab Yoyok .


"Benar Bos...kami sekalian ngelihat kehidupan pengawal yang sudah di tugaskan kesana...Alhamdulillah mereka baik dan senang , sepertinya hidup mereka bahagia bos..." jawab Budi dengan logat jawanya .


"Baguslah kalau mereka baik dan hidup bahagia..."kata Rosa lagi .


Akhirnya pertemuan itu berakhir setelah sekretaris Rosa mengatakan kalau Rifan berada di loby.


"Lo...bukankah Dia CEO perusahaan EKG Ros...?" tanya Johan.


"Benar...mungkin dia ada perlu sama gue. Kemaren dia menemui gue, dan dia tahu siapa gue..." jawab Rosa datar.


"Oo..ya sudah kami pergi dulu. Kalau ada yang elo butuhkan panggil kami, kami selalu ada buat elo..." kata Johan sambil tersenyum.


"Baik trimakasih , jangan cemas...tak akan ada masalah buatku. Aku bangga pada kalian..." jawab Rosa .


Mereka akhirnya keluar dari Ruangan itu.


Setelah kepergian mereka , Rosa menghela nafas dan berjalan kearah meja kerjanya . Baru saja dia menikmati duduk di kursi kerjanya, Tiba- tiba pintu ruangannya sudah ada yang mengetuk kembali .


Tok tok tok...


"Masuk..." seru Rosa datar.


Perlahan pintu ruangan Rosa terbuka. Terlihat Sinta masuk bersama Rifan .


"Nona..." sebelum Sinta menyelesaikan ucapannya , Rosa telah memotong pembicaraannya.


"Pergilah Sin...." kata Rosa lebut .


"Baik Nona...." jawab Sinta . dia segera keluar dari ruangan Rosa. Namun dia sempat melihat kembali wajah Rifan yang terlihat gagah dan tampan. Dia bisa melihat tatapan penuh cinta dari mata pria tampan itu.


"Sejak kapan Bos Rosa mengenal CEO dari perusahaan EKG yang terkenal ini.. sepertinya pria tampan ini jatuh cinta pada Bos Rosa...." batin Sinta sambil berjalan keluar .


Ternyata kehebohan bukan hanya pada Sinta. Ternyata para Karyawan yang banyak melihat kedatangan Rifan di kantor mereka , mendapatkan bahan untuk bergosip, apalagi menggosipkan wajah tampan CEO perusahaan EKG yang terkenal itu . Para karyawan wanita yang ada sudah mendengar gosip itu mulai mengirim pesan pada Sinta. Di ruang obrolan karyawan .


*Sin...aku dengar CEO darinEKG datang kekantor Bos Kita ya...kau sudah bertemu dengan CEO dari EKG itu ...?* tulis Okta dari Divisi pemasaran sahabat Sinta.


*Baru saja gue membawa dia bertemu Bos Rosa...* tulis Sinta menjawab pesan dari sang sahabat .


*Jadi benar gosip itu Sin...! * tulis Okta penasaran


*Benar sekali...aku merasakan mendapat kan energi baru setelah menatap wajah tampannya...😍* tulis Sinta lebay.


*Sialan kau...😫* jawab Okta .


*Sin Enak lo...bisa ngelihat bos tampan itu...gue mau ngegantiin elo jadi sekretaris Bos Rosa...* tulis Maya dari Divisi HRD .


*Boleh...kalau Bos mengijinkan...😂* balas Sinta .


*Sin..gimana rasanya jadi kekasih tuan Rifan Ya...?" Kata Nanda si manis dari ruang HRD.


*Kalian jangan halu...gue lihat kayaknya Bos kita ada hubungan sama dia...* tulis Sinta


*Ha...yang bener Sin...aah...patah hati gue 😓..*tulis Okta.


*Emang elo tahu dari mana kalau Bos ada hubungan sama tuan Rifan...?" tanya Nadia dari Divisi keuangan yang paling mengidolahkan Rifan .


"Gue lihat mereka akrab, dan kulihat Mata tuan Rifan menatap wajah Nona Rosa dengan wajah penuh cinta...😍😍 , hingga gue merasa cemburu tahu 😂 tulis Sinta .


*Aah...Lebay lo....!* tulis Nadia .


Dan banyak lagi obrolan yang mereka tuliskan tentang Rifan dan Bos mereka.


Sedangkan orang yang mereka gosipkan kini sedang duduk dengan tenang di sofa yang ada di ruangan Rosa.


"Kak...ada apa kakak kemari...?" tanya Rosa yang kini berjalan kearah Rifan. Ingin rasanya dia mengabaikan pria ini, namun ada perasaan tak tega, juga ada kesopanan yang harus Rosa jaga .


"Kan aku sudah bilang kalau hari ini aku akan di sini seharian..." ucap Rifan dengan santai.


"Apa kakak tidak bekerja...?" tanya Rosa lagi.


"Tenang saja Bee...aku akan tetap bekerja walaupun aku di sini..." jawab Rifan tenang. Tak lama terdengar ketukan di daun pintu.


"Ya masuk...." jawab Rosa.


Tak lama Sinta terlihat masuk kedalam ruangan .


" Ada apa Sin...?" tanya Rosa datar .


" Maaf Nona...ada tiga orang pria ingin menemui tuan Rifan ..." kata Sinta denga. lembut


.

__ADS_1


"Bertemu tuan Rifan...?' tanya Rosa heran.


"Ooo..itu pasti si Mahmud dan pegawai Restoran yang membawa pesananku , aku menesan makanan buat kita Bee... Aku belum makan pagi, jadi temani aku makan ya...?" jawab Rifan dengan tenang .


"Kak...kenapa tidak makan di kantormu saja sich...sekarang hampir diang lo... kenapa kau mengabaikan kesehatanmu... lagian aku sudah makan kak...?" jawab Rosa dengan nada kesal . Mendengar Rosa marah padanya dan memberi perhatian pada kesehatannya , Rifan bahagia .


"Bee...ayolah, bukankah kau memberi kesempatan padaku untuk bisa mendekatimu...?"ucap Rifan dengan wajah sedih .


"Lalu apa hubungannya dengan membawa makanan kemari...?" tanya Rosa dengan wajah heran .


"Adalah Bee... Aku ingin makan pagi bersama denganmu..." jawab Rifan dengan cepat .


"Ck sekarang bukan pagi lagi kak... kau merepotkan sekali kak..." ucap Rosa dengan wajah cemberut .


"Ayolah Bee..." bujuk Rifan .


"Baiklah tapi hanya sekali ini saja...aku tidak mau kau mengulanginya lagi kak..." kata Rosa akhirnya .


"Tidak...aku akan terus kemari dengan membawa makanan setiap hari..." kata Rifan membuat Rosa kesal . Rosa terdiam menahan kemarahan. Melihat itu Sinta berucap.


"Bos..apakah mereka di suruh masuk..?" tanya Sinta . Mendengar suara Sinta, Rosa baru sadar kalau mereka bukan hanya berdua . masih ada karyawannya yang ada di antara mereka berdua . akhirnya dia berucap .


"Baiklah suru mereka masuk Sin..." Rosa tak ingin ada gosip jelek diantara dia dan Rifan .


"Baik Bos..." jawab Sinta.


Sinta segera keluar dari ruangan Rosa. Dan tak lama petugas dari restoran dan Pak Mahmud supir Rifan masuk kedalam. Supir Rifan membawa leptop dan beberapa dokumen sedang petugas Restoran membawa beberapa kotak makanan .


Melihat semua itu, Rosa hanya bisa menggelengkan kepalanya . Setelah menaruh barang- barang di atas meja , Kedua petugas Restoran dan supir Rifan segera keluar .


Rosa segera membuka kotak makanan untuk Rifan dan beberapa kotak lagi yang berisi lauk pauk tambahan.


"Kak...kenapa kau memesan banyak makanan...?" tanya Rosa pada Rifan .


"Karena aku tidak tahu makanan kesukaanmu..." jawab Rifan dengan tenang.


"Tapi tidak sebanyak ini juga kali kak..." ucap Rosa sambil menatap beberapa makanan pesanan Rifan.


"Karena itu kau harus memberi tahu makanan yang kau sukai..." ucap Rifan dengan wajah tenang .


"Ini namanya pemborosan kak..." kata Rosa dengan kesal .


"Ya sudah ayo kita makan dulu...aku sudah lapar..." kata Rifan yang sudah mengambil kotak makanannya .


Tak lama terlihat Rosa dan Rifan memakan makanan yang ada di atas meja.


Rosa yang tadi pagi berangkat dari Villa dengan terburu- buru, hanya sempat makan sedikit , dan kini ada makanan yang di bawa Rifan, membuat Rosa bersyukur . (Dasar Rosa 🤣 )


Sedang Rifan merasa sangat bahagia karena dia bisa makan bersama gadis yang dia cintai. Sepanjang acara makan , tak henti- henti dia menatap wajah Rosa.


"Kak...kenapa kau terus menatapku seperti itu...?" tanya Rosa sambil menyuapkan makanan kedalam mulutnya.


"Aku merasa tak yakin kalau aku sekarang makan bersamamu..." jawab Rifan.


" jangan lebay dech kak... Sudah cukup kakak memandang wajahku, kalau kau masih menatap seperti itu, aku berhenti makan..." kata Rosa mengancam .


"Baiklah...aku tidak akan menatap wajahmu lagi..." kata Rifan mengalah . Rosa pun bernafas lega .


"Kalau begitu, kau yang datang kekantor setiap hari..." ucap Rifan dengan tenang .


"Aku datang kekantormu...? Ya ampun kak... Apa kata karyawanmu...bukankah aku mantan OB mereka..tapi boleh juga sich...bukankah aku OB idola mereka..?" ucap Rosa yang membuat tangan Rifan yang akan menyuapkan makanan kemulutmya terhenti di udara .


"Kalau begitu kau nggak usah kesana, aku saja yang akan datang kesini, atau kita akan pergi ke rumah makan bersama- sama. Aku akan menjemputmu di Villa..." ucap Rifan yang membuat kaget Rosa.


"Yaaah.senjata makan tuan..kenapa malah dia membuat keputusan seperti itu sich...teriak Rosa kesal dalam hati ( ha ha ha..maunya berusaha menghindar, malah akhirnya Rosa kejebak ucapannya sendiri)


"Nggak , nggak bisa begitu kak... Mana mungkin kakak akan selalu menjemputku , lalu aku pulang naik apa...?" kata Rosa panik .


"Ya kakak jemput lagi Bee..." ucap Rifan gembira.


"Tidak, tidak..malah nanti Ribet kak..gini aja dech, kakak tiap pagi boleh datang ke Villa Rosa, kakak bisa sarapan di sana, tapi ingat kakak harus datang jam 6.30 pagi, kalau tidak kakak akan kami tinggal , sebab Nina akan oergi sekolah dan kita makan bersama semua penghuni Villa ..." jawab Rosa dengan tegas .


"Dengan penghuni Villa...? Apakah itu selalu kau lakukan Bee...?" tanya Rifan kaget .


"Iya...Rosa memang selalu makan bersama dengan semua orang yang ada di Villa, itu memang sudah kebiasaan Rosa sejak dulu. Rosa tidak suka membeda- bedakan derajat..." ucap Rosa lagi. Mendengar perkataan Rosa, Rifan semakin kagum dengan gadis cantik yang berada di depannya .


"Apakah kau tidak suka itu kakak..?" tanya Rosa sambil menatap Rifan yang terdiam.


"Tidak, tidak Bee...aku malah bangga pada sifatmu yang tidak membeda- bedakan siapapun. Aku bangga padamu Bee ..apakah kau tahu , aku semakin mencintaimu ..." ucap Rifan smbil menatap gadis yang terlihat memerah saat mendengar ucapan Rifan.


"Kak...kata mereka kau pria Dingin dan arogan, tapi yang aku tahu kau itu sebenarnya pria lebay dan suka merayu.. Kau pandai menipu mereka kak...!" ucap Rosa kesal.


'Aku pandai merayu saat bersama denganmu Bee..." jawab Rifan dengan nada menggoda .


"Lebay..." ucap Rosa kesal . Rifan yang mendengar perkataan Rosa tertawa bahagia. Setelah selesai makan Rosa menyuruh Sinta memanggil OB untuk merapikan dan membersihkan meja bekas makan mereka . Tak berapa lama terlihat Sinta datang bersama dua orang OB . Dia juga menyuruh Sinta membawa Sisah makanan yang ada di atas meja .


"Sin..makanan itu sebagian belum tersentuh, jadi kalau terbuang Mubazir, berikan pada mereka yang mau aja Sin.." ucap Rosa saat Sinta membersihkan sisa makanan .


"Baik Nona...Biar saya dan kawan- kawan yang akan menghabiskannya Nanti..." jawab Sinta.


"Kau tidak jijik...?" tanya Rosa kaget.


"Tentu saja tidak Bos...lagian kita akan makan di ruang Pantri bersama- sama nanti..." jawab Sinta.


"Waah kalau begitu , makan itu pasti kurang buat kalian, Ini kau bisa membeli beberapa macam makanan lagi untuk tambahan..." kata Rosa sambil memberikan beberapa lembar uang merah ketangan Sinta. tentu saja Sinta dan OB yang berada di sana merasa bahagia. Rejeki anak soleh taknlari kemana...seru mereka dalam hati .


"Trimakasih Bos..." jawab mereka bersama- sama. mereka segera keluar dengan wajah bahagia . Sedang Rifan yang melihat perbuatan Rosa hanya bisa tersenyum bangga. Setelah kepergian mereka , Rosa dan Rifan segera mengerjakan pekerjaan mereka masing- masing.


Namun setelah beberapa saat mereka bekerja , tiba- tiba ponsel Rifan berbunyi. Rifan segera melihat si penelfon . terlihat nama Dikra tertera di layar ponselnya .


"Ada apa Dik..." ucap Rifan datar pada Dikra yang memang dia tugaskan bersama Fikri berada di kantor .


"Bos...ada Nona Saskia...kami sudah mengatakan kalau tuan tidak ada , dia tetap mau masuk kedalam ruangan anda Bos..."kata Dikra dengan suara panik.


"Untuk apa dia kesana...?" tanya Rifan dengan kesal.


"Entahlah...dia hanya berkata ingin bertemu denganmu...!" kata Dikra lagi.


"Suruh dia menemui Papa saja, dan kau bisa mengunci ruangan ku.." jawab Rifan dengan kesal .


"Terlambat Bos...dia sekarang sudah berada di dalam ruangan, dan dia tidak mau keluar... " jawab Dikra lagi .

__ADS_1


"Lalu kau sekarang di mana...?" kata Rifan dengan wajah kesal.


"Ada di luar Bos...di dalam ada Fikri yang menjaganya...!" kata Dikra lagi .


"Ck..mengganggu saja...baiklah aku akan segera kesana, dan jaga dia, jangan sampai dia melihat atau memeriksa apapun ..." kata Rifan dengan kesal.


"Baik Bos..." jawab Dikra. sambungan telfon terputus dan terlihat wajah Rifan merah menahan kemarahan.


"Bee...ayo ikut aku sebentar..." ajak Rifan sambil menutup dan menaruh leptopnya di atas meja .


"Kemana...?" tanya Rosa tak mengerti .


"Tolong aku untuk menyingkirkan benalu yang selalu mengganggu diriku. dia sekarang ada di kantorku." jawabnya datar. Dia segera berdiri dan berjalan kearah Rosa.


Melihat wajah Rifan yang kusut Rosa menjadi kasihan .


"Memangnya ada siapa di kantormu...?" tanya Rosa.


"Saskia putri dari paman Burhan... gadis itu tak tahu malu, Dia selalu mengejarku .." kata Rifan dengan wajah terlihat jijik .


"Paman Burhan...? bukankah dia pamanmu..." kata Rosa lagi.


"Benar...dan Saskia adalah sepupuku.." kata Rifan lagi .


"Kalau begitu kalian bersaudara kan...?lalu kenapa dia menginginkan dirimu...?" tanya Rosa heran .


"Itu dia...dia putri dari Paman Burhan, tapi dia tidak perduli, dan dia selalu ingin menempel padaku..." jawab Rifan, dan Rosa bisa melihat kalau Rifan terlihat agak ketakutan .


melihat itu Rosa segera menatap Rifan.


"Ada apa denganmu...kenapa kau terlihat ketakutan seperti itu...?" tanya Rosa heran. terlihat wajah Rifan menatap Rosa. akhirnya dia memutuskan mengatakan soal penyakitnya.


" Baiklah Bee, aku akan mengatakan soal penyakitku padamu.. Entah sejak kapan aku menderita penyakit ini . Saat aku kecil dulu, aku pernah di culik oleh pembantu Mama, dan aku hampir menjadi korban pelecehan oleh pembantu itu. sejak saat itu jika aku bertemu dengan wanita atau bersentuhan dengan seorang wanita, aku merasa takut dan trauma, dan setelah dewasa aku memiliki penyakit, kalau bersentuhan dengan wanita , aku akan mengalami Alergi yang cukup serius. aku akan merasakan sesak nafas , dan akan timbul ruam di srkujut tubuhku, dan jika aku tidak cepat- cepat do obati, maka akan membuatku semakin merasakan sesak dan sulit uuntuk bernafas ." kata Rifan menjelaskan.


"Benarkah....? lalu kenapa kakak tidak mengalami masalah saat memegangku atau dekat denganku...?" tanya Rosa tak percaya .


"Aku juga tidak tahu Bee...aku merasa tenang bersamamu...mungkin ini jodoh kali Bee...?" kata Rifan sambil menatap Rosa dengan wajah gembira .


Mendengar perkataan Rifan, Rosa hanya bisa terdiam .


"Baiklah akan aku bantu kau sekarang, tapi bantuanku tidak cuma- cuma lo..." kata Rosa sambil berjalan mendekat.


"Baik...akan aku penuhi semua permintaanmu .." jawab Rifan sambil mengacak rambut Rosa pelan .


"Awas..jangan bohong..." kata Rosa sambil tersenyum licik.


"Iya..ayo kita pergi..." kata Rifan sambil melangkah keluar dari ruangan Rosa .


"Tunggu kak...leptop dan Dokumen mu..?" kata Rosa lagi .


"Biar di ruangan mu, nanti aku kemari lagi..." kata Rifan tenang . mendengar perkataan Rifan, akhirnya Rosa memakai kunci otomatis untuk mengunci ruangannya .


"Sin...kalau ada yang mencariku kau suruh menemui tuan Johan, aku akan keluar sebentar...." kata Rosa pada Sinta sang sekertaris .


"Baik Nona..." jawab Sinta. saat mereka mau masuk kedalam Lift, Asep dan Mamat segera mengikuti kedua orang itu. Saat mereka berempat keluar dari lift di lantai dasar, terlihat banyak pasang mata yang melihat mereka . apalagi pada Rifan dan Rosa. Melihat banyak orang memandang kearah mereka sifat posesif Rifan kambuh. dia menarik tangan Rosa dalam gemggamannya .


Melihat tingkah Rifan, Rosa kaget.


"Kak ada apa...?" tanya Rosa heran . namun Rifan hanya memandang Rosa sekilas dan melanjutkan langkahnya. akhirnya Rosa hanya bisa mengikuti langkah Rifan. Sedangkan para karyawan Rosa yang melihat tingkah Rifan hanya berseru pelan. mereka merasa iri melihat sifat Rifan yang posesif pada Rosa.


"Ya ampuuun...apa nggak salah mata gue ya...baru sekarang gue melihat tuan Rifan menggandeng seorang wanita . dan itu Bos kita sendiri...!" seru salah satu dari mereka.


"Iya..lihatlah tuan Rifan begitu Posesif pada Bos Rosa, seakan takut Bos di ambil orang..." jawab yang lain sambil terkikik.


"Aku tidak akan terkejut sebab memang sepantasnya tuan Rifan begitu menyayangi Bos Rosa, Siapa yang tak akan tergila- gila dan jatuh hati pada Bos Rosa. sudah cantik, anggun , Baik hati , penyayang , juga selalu memperhatikan kita sebagai karyawannya.." kata seorang wanita yang berada diantara mereka .


"Benar...mereka memang sangat pantas menjadi pasangan...jadi untuk kalian yang suka halu...sekarang terima kenyataan kalau Pria idola kalian telah memilih pasangan..." ucap seorang wanita yang berada di antara mereka sambil tertawa. dan tawa dia di sambut juga oleh rekan- rekannya yang lain.


Sedang orang yang mereka omongan sekarang sudah berada di atas mobil mereka. Rosa sudah duduk dengan tenang di dekat Rifan di dalam mobil Rifan. tadi sebenarnya Rosa ingin menaiki mobilnya sendiri namun seperti biasa , Rifan akan memaksa Rosa untuk menuruti kemauannya dengan segala cara. Dan akhirnya Asep dan Mamat menaiki Mobil Rosa tanpa Bos mereka .


Tak berapa lama mereka sampai juga di depan perusahaan Rifan. dengan tenang Rifan membukakan pintu mobil untuk Rosa . Dengan memegang tangan Rosa, Rifan membawa Rosa masuk kedalam lift khusus petinggi perusahaan.


Mereka kembali menjadi bahan gosip karyawan. tadi karyawan Rosa dan sekarang karyawan Rifan.


"Hey...perasaan gue femiliar dengan wajah gadis yang bersama bos Rifan dech..." kata salah satu dari karyawan wanita.


"iya ...aku juga..." kata teman satunya. sedang di tempat para karyawan pria terlihat mereka melihat Rosa dengan tatapan terpesona.


"Bukankah Dia si Rosa OB yang pernah bekerja di sini...?" kata salah satu dari mereka .


"Sepertinya iya Sich...tapi kok dia memakai pakaian yang seperti ..." kata yang lain.


"Benar ...membuat kecantikan dan keanggunanya bertambah..." puji salah satu dari mereka.


"Dan lihatlah dua pria yang ada di belakang mereka, bukankah dia juga OB yang selalu bersama Rosa ya...?" kata salah satu pria di sana.


"Benar...kenapa mereka berpenampilan seperti itu...mereka terlihat keren sekali.." kata sang teman. dan banyak lagi pembicaraan mereka saat Rosa dan Rifan serta kedua pengawal Rosa masuk kedalam lift.


Lift membawa mereka menuju lantai 22 tempat kantor Rifan berada. setelah beberapa saat kemudian, Pintu lift terbuka di lantai 22. Rifan keluar dengan tangan masih memegang tangan Rosa . Ketika sampai di depan ruangan Rifan, meteka berjumpa dengan Nisa sekertaris Rifan . terlihat Nisa kaget melihat Rosa .


"Siang tuan.." sapa Nisa.


"Siang...apakah mereka masih di dalam...?" tanya Rifan datar .


"Masih tuan..." jawab Nisa yang masih memandang Rosa. Risa tersenyum lembut pada Nisa . Dengan bergandengan tangan , Rifan masuk kedalam ruang kantornya .


Ketika mereka masuk kedalam ruang kantor Rifan, mereka melihat Dikra dan Fikri sedang bersama dua orang gadis yang sedang duduk di Sofa . Saat melihat kedatangan Rifan . gadis yang memakai baju seksi terlihat bahagia, dia segera berdiri dan berseru .


"Kak Rifan...!" seru gadis itu dengan manja. Dia berlari ingin menghampiri Rifan. namun usahanya Terhalang Dikra dan Fikri. Dikra dan Fikri segera memblokir gerakan gadis itu yang ingin memeluk Rifan.


"Apa- apaan kalian... kalian berani menghalangi aku untuk memeluk kak Rifan Ha...!" seru Gadis itu marah.


"Maaf Nona...tuan Rifan tidak suka ada wanita yang mendekatinya..." jawab Dikra dengan tenang .


"Brengsek...lalu kenapa gadis itu kalian perbolehkan ..?!" seru gadis itu marah sambil menunjuk Rosa.


"Karena dia gadisku, dia kekasihku...!" jawab Rifan cepat.


"Maaf sampai di sini dulu ceritanya, aku lanjut besok ya...jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu .


Bersambung .

__ADS_1


__ADS_2