
Hari- Haripun berlalu dengan cepat Nina kini kembali sekolah ditempat Villa milik Rosa. Dan Setiap akhir pekan, Rosa akan mengantar dia untuk tinggal di Rumah sang nenek . dan hari senin pagi, Rifanlah yang akan membawa kembali Nina ke Villa sang kakak. Dan usaha Rifan untuk mendekati Rosa, masih sangat sulit. Untuk bertemu dengan hadis saja Rifan harus sabar menunggu.
"Dik...gimana penyelidikan kalian tentang kemana gadisku pergi setiap hari. ..?" kata Rifan pada Dikra.
"Dia pergi ke perusahaan KAI Bos..." jawab Dikra .
"Keperusahaan KAI...? apakah dia kerja di sana...? " tanya Rifan heran.
"Entah Bos...tapi kata salah satu anak buah kita yang sering datang kesana tidak melihat keberadaan dia di divisi manapun...hanya Dia sering melihat kedua pria teman Nona Rosa yang selalu datang dan pergi dengan mengendarai mobil Non Rosa..." kata Dikra .
"Maksud kalian, kalian melihat gadisku datang kekantor itu, tapi kalian tidak tahu keberadaannya .....?" kata Rifan kesal .
"Benar Bos...." jawab Dikra lagi .
Rifan terdiam cukup lama dan tak lama dia berucap.
"Dik...kirimkan kerjasama pada perusahaan KAI ..." ucapnya datar.
Mendengar perkataan Rifan, Dikra terkejut dan berkata.
"Tapi Bos apa nggak salah, biasanya kitalah yang menerima permohonan kerjasama dengan perusahaan lain...?" kata Dikra .
"Tidak masalah...demi gadisku, apapun akan aku lakukan..." jawab Rifan .
"Bos...kenapa tidak bertanya saja pada Nona Rosa...?" kata Dikra lagi.
"Andai dia mau menjawab aku tidak akan menyuruhmu menyelidikinya...?" jawab Rifan lagi dengan kesal .
"Baiklah akan aku lakukan Bos .." jawab Dikra lagi. Dikra segera keluar dari dalam ruangan Rifan.
Sedang di dalam sebuah ruang kantor CEO perusahaan KAI , terlihat Rosa sedang berada di dalam ruang khusus kompiter miliknya . dia berada di depan perangkat canggi itu sudah hampir dua bulan dia lakukan oagi sampai sore. dia akan keluaf hanya setelah badannya merasa lelah atau akan melakukan solat dan makan siang . dia lakukam itu untuk menyelidiki soal kematian dirinya atau Kanaya .
Kini usahanya mendapatkam hasil. Dia sudah mendapatkankan bukti kalau Mirna dan geng Kroya lah yang telah menjebak dan membunuhnya. Dan Mirna memang sengaja meminta tolong pada geng Kroya untuk membunuh Kanaya yang telah dia anggap sebagai batu sandung untuk menikah dengan Resa . Namun tanpa dia sadari perbuatannya itu membuat dia kehilangan segalanya .
Mirna mengenal salah satu anak buah Robet . Dari dialah Mirna bisa berhubungan dengan Ribet. Sedang Robet sendiri memang ingin membunuh Kanaya yang merupakan ketua dari Blak Angel wilaya Asia . dan orang yang selu membuat semua bisnis senjata ilegalnya gagal dan hancur . Kanaya merupakan ketua cabang mafia dari itali. Kepala Blak Angel sendiri adalah Mr Ronald yang yang terkanal kuat dan di takuti oleh semua mafia di dunia .
"Sialan...ternyata benar- benar dia yang menginginkan kematianku wanita brengsek....!" seru Rosa marah.
Setelah mendapatkan bukti- bukti yang cukup , Rosa segera mematikan komouternya.
Dia segera keluar dari ruangan kecil itu.
Sudah hampir dua bulan ini dia setiap datang kekantor langsung berada di ruangan itu karena sibuk di depan komputernya, untuk mencari informasi atau bukti sendiri . Roni yang dia suruh mencari informasi tentang kematian nya kesulitan mencari buktinya. Karena jejak pembunuhan dirinya sepertinya sudah di hapus dengan rapi.
Rosa segera memanggil Mamat dan Asep.
"Sep...ajak mamat masuk kekantorku..." ucap Rosa di dalam telfonnya .
"Baik Bos..." jawab Asep.
Tak lama terdengar ketukan di daun pintu.
Tok tok tok..
"Masuk..."terdengar suara Rosa dari dalam ruangannya .
Tak lama terlihat Asep dan Mamat. masuk kedalam ruangan Rosa .
"Duduk..." perintah Rosa datar.
Mereka berdua segera duduk. Melihat wajah Rosa yang dingin dan marah, Asep dan Mamat merasakan kedinginan .
"Salah satu dari kalian berdua, aku tugaskan untuk mencari keberadaan Mirna , dan yang lain tetap di sini . bawa beberapa orang untuk menemani , setelah tertangkap bawa wanita gila itu keruang penyiksaan di basecamp kita ..." kata Rosa dingin .
"Baik Bos..." ucap mereka serempak.
"Kalau tidak ada perintah lagi , ijinkan kami pergi melaksanakan perintahmu Bos ..." ucap Asep lagi.
"Pergilah... oh ya jangan tinggalkan jejak kalian...!" ucap Rosa datar.
"Baik Bos..." jawab Asep .
Mereka berduapun segera keluar dari ruangan Rosa . setelah sampai di luar ruangan Asep segera membagi tugas dengan Mamat. dan dia memilih dialah yang mencari keberadaan Mirna.
"Bang...bang Asep mau kemana...." tanya Sinta sekertaris Rosa yang sudah bekerja di sana selama hampir dua bulan ini. Sinta merupakan saudara sepupu dari Roni.
"Ada tugas dari Bos Rosa..." jawab Mamat datar .
"Oo..." ucap Sinta pelan. Dia kembali menyelesaikan tugas dari Rosa .
Sedangkan Rosa sendiri memanggil Johan untuk datang ke ruangannya .
"Jo...lu datang ke kantor gue sekarang, ada sesuatu yang akan kita bahas..." ucap Rosa.
"Baik aku akan segera kesana Ros..." jawab Johan
Tak lama terlihat Johan sudah berada di ruangan Rosa.
"Ada apa Ros...?" tanya Johan .
"Aku sudah mendapatkan bukti tentang keterlibatan Kroya dalam pembunihanku.." kata Rosa setelah Johan duduk di sofa yang ada di ruangan Rosa.
"Bagus ..apakah kau sudah mendapatkan semua buktinya ...?" tamya Johan .
__ADS_1
"Sudah ..juga gue dapat meretas CCTV kantor geng Kroya. Aku bisa mendapatkan vidio kadatangan Mirna bebetapa kali di kantor Robet..." jawab Rosa .
"Kalau begitu tunggu apalagi Ros...kita serbu tempat geng Kroya...!" ucap Johan dengan marah .
"Tunggu dulu Jo...kita akan melakukan itu setelah gue membalas dendam pada si Mirna dulu...." jawab Rosa .
"Baik..aku setuju ..." jawab Johan.
"Kalau begitu kita tunggu kabar dari si Asep ...." ucap Rosa kemudian.
"Memangnya si Asep kemana...?" tanya Johan.
"Tadi salah satu dari Asep dan Mamat aku tugaskan mencari si Mirna, ternyata Asep yang berangkat...." jawab Rosa .
"Ya sudah kita tunggu kabar dari Asep..." kata Johan .
"Jo...gimana soal pertemuanmu dengan pengusaha dari malaysia itu... ?" tanya Rosa.
"Alhamdulillah Ros... Kita sudah menandatangani kontrak kerjasamanya.." jawab Johan .
"Syukurlah...." jawab Rosa .
Tiga jam kemudian, Asep memberi kabar kalau Mirna sudah mereka tangkap.
"Bos..Ikan telah kami jaring, dan dia sudah berada di tempatnya..." kata Asep melaporkan pada Rosa .
"Bagus...nanti malam aku akan kesana. Jaga dengan baik Dia..." ucap Rosa.
"Baik Bos..." jawab Asep .
Rosa segera menutup panggilan dari Asep .
Tadi siang Asep sempat tidak dapat menemukan Mirna, namun saat Roni melacak keberadaan Mirna, dia mendapatkan kalau Mirna ada di Villa miliknya yang ada di kota B.
Saat itu Mirna baru saja menikmati malam panjangnya bersama kekasih barunya seorang pedagang kaya yang sudah berumur namun masih suka bermain dengan wanita- wanita yang berwatak seperti Mirna.
Saat pria itu baru saja pergi meninggalkan Villanya. dan Mirna baru saja merebahkan diri, Tiba- tiba terdengar bunyi bel pintu . dengan perasaan kesal karena badannya kelelahan setelah melayani pria tua itu. Mirna berteriak menyuruh sang pembantu untuk membukakan pintu Villa miliknya. Tak berapa lama terdengar ketukan pintu yang cukup keras di pintu kamarnya.
"Dasar pembantu kurang ajar, si bibik ini emang minta di pecat...!" ucap Mirna kesal. Terdengar lagi gedoran di daun pintu kamarnya.
"Sialan, sebentar bodoh...!" teriaknya marah. Dengan perasaan dongkol dan marah dia membuka pintu kamarnya . Namun betapa kagetnya dia saat beberapa orang berada di depan pintu kamarnya dengan wajah memakai penutup kepala ala minja .
"Si..siapa kalian..." ucap Mirna kaget dan takut.
"Kalau kau tak ingin mati, ikut kami...!" ucap orang yang berada paling depan.
"Tidak...aku tidak mau, siapa kalian...!" seru Mirna marah.
"Jangan banyak tanya, tangkap dia...!" ucap pria yang ada di depan dengan dingin. Dan dua orang anak buahnya segera menangkap Mirna.
"Bungkam mulutnya...!" seru pria yang tadi. Dan segera anak buahnya mengambil saputangan yang ada di sakunya . dia segera membekap mulut Mirna . tak lama terlihat Mirna tak sadarkan diri. Mereka segera membawa Mirna keluar dari kamarnya. Ketika sampai di ruang tamu, dia bertemu dengan tiga anak buahnya yang lain.
"Apa kau sudah menyuntikkan cairan itu pada pembantunya...?" tanya pria itu yang ternyata Asep.
"Sudah ketua..." jawab salah satu dari mereka.
"Bagus....sekarang bawa wanita tua itu kedalam kamarnya. Dan bersihkan semua kekacauan disini. Jangan sampai meninggalkan jejak kita .." ucap Asep dengan tegas.
"Siap Bos..." ucap mereka. Mereka segera membawa pelayan yang sedang jatuh pingsan itu. Asep telah menyuntikkan cairan yang akan membuat pembantu itu lupa akan apa yang terjadi barusan . Cairan di buat oleh Kanaya atau Rosa di laboraturiumnya sendiri , yang ada di markas mereka . mereka juga memeriksa di dalam Villa maupun di luar Villa apakah ada CCTV yang akan membuat mereka ketahuan. Namun Roni menelfon Asep kalau dia sudah menghapus keberadaan mereka di wilaya itu dari pantauan CCTV yang ada di Villa sebelah yang sudah dia retas oleh Roni . sebagai seorang heket Roni sangat mudah melakukan itu . Setelah semua terlihat rapi, Mereka segera meninggalkan Villa milik Mirna.
Sore harinya Rosa dan Mamat segera pulang ke Villanya. Namun ketika mereka berada di pertengahan jalan menuju Villa , tiba- tiba sebuah mobil Avanza putih memotong jalan mereka. dan berada persis di depan mobil milik Rosa . Untung saja Mamat tidak melajukan mobilnya kencang, hingga dengan mudah Mamah menghilangkan mobil mereka agar tidak mengalami tabrakan .
Tak berapa lama terlihat enam orang pria kekar keluar dari dalam mobil putih itu. Keenamnya segera mendekati mobil Rosa.
Rosa dengan malas keluar dari dalam Mobilnya di ikuti mamat.
"Waah ternyata cantik juga target kita kawan..." kata salah satu dari mereka.
"Bagaimana kalau kita menikmati tubuhya lebih dulu sebelum kita bunuh dia Bos...." kata salah satu dari mereka.
"Boleh juga...sepertinya dia masih gadis.." ucap salah satu pria di antara mereka , yang sejak tadi sudah menatap Rosa dengan wajah mesumnya . dan laki- laki itu sepertinya pemimpin mereka.
"Ternyata target kita hari ini kakap Bos... Sudah cantik orangnya, mobilnyapun bisa kita jual dengan harga mahal..." ucap pria yang berada di sebelah sang pemimpin .
"Benar katamu Dul...gadis ini teramat cantik, rasanya sayang sekali kalau kita bunuh..." ucap si pemimpin.
"Apa sudah selesai diskusinya...?kalau sudah katakan apa mau kalian..?" tanya Rosa dingin. Dia bersandar di pintu mobil miliknya dengan wajah dingin .
"Ha ha ha...ternyata suaramu merdu juga cantik...!" seru sang pemimpin dengan gembira.
"Katakan siapa yang menyuruh kalian..?" ucap Mamat datar .
"Siapa yang menyuruh kami kamu tidak perlu tahu itu. Yang kami tahu, kami di bayar oleh seseorang untuk membunuh kalian terutama gadis cantik itu...." ucap salah satu dari mereka.
"Apakah kalian mampuh...?" kata Mamat dengan nada mengejek .
"Brengsek...sombong sekali kau...!" seru salah satu dari mereka dengan logat bataknya .
"Ha ha ha...coba saja kalau kalian bisa..!" seru Mamat dengan wajah dan tawa menghina.
"Sialan ternyata kau sombong juga bung...! ayo kita bunuh dia...biar dia merasakan hasil dari kesombongannya.." seru pria tadi dengan marah. Dan akhirnya perkelahianpun terjadilah. dengan gerakan gesit Rosa menghindari serangan dari dua orang pria yang menganggap dia gadis lemah. dan dalam beberapa menit saja, Rosa mampuh membuat dua orang itu jatuh dan tak sadarkan diri. melihat sang teman telah roboh, si pemimpin dan satu orang anak buahnya menerjang kearah Rosa . dan dengan mudahnya Rosa menghindari pukulan dari dua orang itu. melihat ketangguhan Rosa. Mereka merasakan ciut hatinya . dan sang pemimpin penjahat tadi mengeluarkan sebuah pisau yang cukup tajam dan mengkilat .
"Ternyata kau tangguh juga gadis cantik. sekarang aku tak segan membunuhmu..." ucapnya dengan nada sinis.
__ADS_1
"Silahkan kalau kau mampuh sobat..." jawab Rosa sambil terkekeh pelan .
Mendengar ucapan Rosa yang ber nada meremehkan, sang pemimpin penjahat itu segera menerjang Rosa dengan pisau di genggamannya. Namun bukan Rosa kalau dia sampai bisa melukai tubuh mulusnya. dengan lincahnya dia menghindar dari serangan dua pria yang terlihat kalap itu. namun tak berapa lama salah satu dari mereka jatuh dan tak sadarkan diri . Begitupun si Pemimpin, dia menyusul temannya. namun Rosa membiarkan pemimpin penjahat itu tetap sadar walaupun dia sudah tidak dapat bergerak lagi. sedang kedua penjahat yang melawan Mamat, mereka juga sudah babak belur dan tak dapat berdiri lagi.
"Ck..katanya mau membunuhku bang...?' ejek Rosa sambil berjongkok dekat kepala si pemimpin penjahat.
"Nona..maafin kami, tolong ampuni kami Nona..." kata pria itu memelas.
"Kalau begitu katakan siapa yang menyuruhmu membunuhku..." ucap Rosa dingin.
"Baik Nona kami akan mengatakannya . Dia seorang wanita yang kami tidak tahu juga namanya . hanya yang kami tahu , Dia putri dari seorang pengusaha yang memiliki perusahaan. nama perusahaannya adalah...." pria itu terdiam sejenak sepertinya dia lupa dengan perusahaan wanita yang meminta tolong padanya .
"Perusahaan PT Firma Grub Bos..." ucap salah satu anak buahnya yang masih sadar setelah di hajar Mamat.
'PT FG....?" kata Rosa membeo .
"Benar Nona.... pria yang menjadi perantara kami berkata kalau wanita itu putri dari pemilik PT FG. saat itu kami tidak mempercayai soal pembayaran mereka.." jawab pria itu lagi.
Mendengar ucapan pria itu. terlihat senyuman sinis di wajah Rosa. tak lama dia berkata.
"Apakah kalian mau hidup...?" tanya Rosa dingin.
"Tentu saja kami mau Nona..." ucap pria itu cepat .
"Bagus...kalau begitu, aku minta kalian menculiknya, ...." jawab Rosa.
"Baik Nona...kami akan melakukannya..." jawab mereka cepat tanpa berpikir lagi .
"Okey sekarang kami pergi. dua hari dari sekarang, aku ingin mendengar kalau dia sudah kalian culik..." ucap Rosa dingin.
"Baik Nona kami akan laksanakan semua perintah Nona. Rosa dan Mamat segera naik ke mobilnya kembali. mereka segera meninggalkan tempat itu.
Karena memang daerah ini daerah sepi , sampai Rosa pergi pun tidak ada satupun kendaraan yang melintasi daerah itu.
"Mat Awasi mereka , panggil Asep dan beberapa orang untuk membantumu mengawasi kelompok itu. aku tahu siapa orang yang ingin membunuhku..." ucap Rosa dingin .
"Bos tahu...? siapa Bos...?" tanya Mamat .
" Dia Biangka..." ucap Rosa dengan wajah kesal .Dia berhenti agak jauh dari tempat perkelahian tadi . terlihat keenam penjahat itu masih tergeletak di tanah.
"Biangka....?Biangka siapa Bos ?" tanya Mamat heran.
"Akan aku kasih tahu siapa dia, tapi telfon dulu Asep..." ucap Rosa memerintah.
"Baik Bos..." jawab Mamat, tak lama dia mulai memanggil Asep agar datang kelokasi mereka. setelah menelfon Mamat kembali menatap Rosa lagi.
"Sudah Bos...Asep segera kemari., dan tolong beritahu siapa Biangka itu Bos .." kata Asep penasaran.
"Kau masih ingat wanita yang bertengkar denganku , sebelum kita keluar dari perusahaan EKG ..?" kata Rosa mengingatkan Mamat pada Biangka.
"Oo wanita yang berani memukul Dirimu Bos...?" kata Mamat lagi.
"Hmm..." ucap Rosa sambil mengangguk kan kepalanya.
"Lalu hubungannya dengan penjahat tadi..?" tanya Mamat lagi.
"Dialah Biangka putri dari pemilik perusahaan FG yang di katakan oleh penjahat tadi. Saat aku bertemu kembali dengan gadis itu adalah, saat dia mengikuti Papanya pergi meeting dengan perusahaan kita...Sebenarnya saat itu tuan Rianto ingin memperkenalkan putrinya sebagai penggantinya kelak, namun kau tahu tabiat Biangka . saat dia melihatku, Dia sangat marah . saat itu aku yang mengaku sekretaris Johan dia hina dengan perkataan kasar. dan kau juga tahu sifat Johan kan...? akhirnya hubungan kerjasama perusahaan gagal. karena aku dan Johan tidak ingin menjalin kerjasama dengan perusahaan yang memiliki pemimpin yang tanpa ragu menghina orang lain. sedangkan kesalahannya ada pada dia sendiri.
"Gila...bodoh banget mereka..." ucap Mamat. dan percakapan mereka terhenti saat Mobil hitam mendatangi mereka dan mereka tahu siapa pemilik mobil itu. Mobil itu berhenti di dekat mereka. tak lama terlihat Asep datang bersama beberapa orang.
"Bos...kau di sini juga...?" kata Asep sambil memandang Rosa. di ikuti dengan para pria di belakang Asep. mereka menubduk memberi hormat pada Rosa sang pemimpin.
"Iya ..memang yang menyuruhmu datang. aku minta pada kalian untuk mengawasi mereka ..." ucap Rosa sambil menunjuk pada penjahat yang belum pergi.
"Mereka siapa Bos...?" tanya salah satu anak buah Rosa.
"Baru saja mereka menyerang kami. mereka ingin membunuh kami atas permintaan seseorang. .." ucap Rosa. mendengar perkataan Rosa, Asep menjadi marah.
"Gila..mereka ingin mati ..! lalu kenapa Bos membiarkan mereka hidup...?" seru Asep dengan marah .
"Sep...aku menyuruh mereka menculik orang yang menyuruh mereka . jadi kalian awasi mereka nanti. Saat para pria itu telah menculik korbannya, kalian tangkap mereka dan masukkan kedalam kamar bersama- sama, namun sebelumnya beri mereka obat . dan ingat Rekam tingkah laku mereka. kau cukup memberi dua orang saja pada wanita yang ingin membunuh ku .agar dia gembira bersenang - senang dengan pria hadiah dariku, untuk yang lainnya terserah kalian saja...." kata Rosa sambil tersenyum licik
"Baik Bos kami akan melaksanakannya. ." jawab Asep.
"Oh Ya Sep...gimana dengan Mirna..?" tanya Rosa.
"Dia aman Bos..tidak ada seorangpun yang tahu keberadaannya ... " kata Asep lagi.
"Bagus...aku akan menemui dia besok saja, ingat jaga dia , aku ingin hidupnya..!" ucap Rosa dingin.
"Baik Bos..." jawab Asep.
"Ya sudah aku pulang dulu . dan kau Mat , kau bisa membantu Asep untuk melakukan tugasnya..." kata Rosa pada Mamat.
" Baik Bos ..." jawab Mamat gembira. sebab sejak tadi dia sudah ingin bertugas bersama Asep .
"Ya sudah aku pergi dulu Asalamualaikum..." ucap Rosa berpamitan.
"Waalaikum salam..." jawab mereka serempak . Akhirnya Rosa pergi meninggalkan para anak buahnya.
cukup dulu ya...maaf telat,...
jangan lupa like, vote dan komennya Author tunggu.
__ADS_1
Bersambung.