
"Bos..kayaknya nyonya Tika tidak menyukai elo Bos... " kata Asep dari balik kemudi.
"Iya gue tahu itu....mungkin dia merasa Bunda Galuh akan kemari...mungkin dia belum tahu kalau Bunda dan Ayah sudah meninggal..." kata Rosa .
"Bukankah saat itu dia yang salah ... lalu kenapa dia tidak ingin Bunda pulang...?" kata Mamat kesal..
"Mungkin dia merasa kalau Bunda Galuh merebut Ayah dari dia , andai Bunda terkecoh dengan permainannya dan memanfaatkan pernikahan, Dia fikir fia bisa menikahi Ayah Buyung....." kata Rosa lagi.
"Apa dia gila ya... bukannya sejak awal Ayah Buyung kekasih Bunda..mengapa dia merasa Bunda merebut Ayah..." Asep terlihat emosi.
"Mungkin tante Tika terlalu teropsesi dengan Ayah. Hingga dia merasa Ayah juga mencintainya..." ucap Rosa. Sebenarnya dia juga bingung kenapa tante Tika merasa kalau Ayah Buyung mencintainya , dan merasa Bunda Galuh merebut Ayah dari tangan dia.
"Kok gue merasa aneh dengan sifat tante elo Bos..." ucap Asep.
"Coba gue akan tanyakan pada tante Rahayu masalah yang sebenarnya, kalau besok gue bertemu dia..." ucap Rosa dalam hati.
Tak terasa perjalanan mereka telah sampai di hotel tempat mereka menginap . mereka segera masuk kekamar mereka masing - masing.
"Bee...kau besok akan ke rumah sakit...?" tanya Rifan saat mereka akan pergi kekamar mereka sendiri.
"My Bee ada yang akan kubicarakan denganmu...." kata Rosa .
"Soal apa....?" tanya Rifan.
"Kita ngomong di dalam ya...?" ucap Rosa.
"Kau tidak takut...?" goda Rifan .
"Memangnya apa yang kita lakukan di dalam...." ucap Rosa sambil membuka pintu kamarnya. Rifan tertawa mendengar omongan Rosa. mereka segera masuk kedalam kamar . mereka membiarkan pintu terbuka dan duduk di Sofa .
"Apa yang akan kau beritahu padaku Bee...?" tanya Rifan.
"tadi aku sempat bertemu Rosa di sana..." kata Rosa perlahan.
" Bertemu Rosa...?maksudmu arwah Rosa... Kapan...?" kata Rifan dengan wajah kaget.
"Kau ingat saat Para dokter meninggalkan aku di dalam ruang ICU ..?" tanya Rosa.
"Iya...lalu..." kata Rifan penasaran.
"Saat itu aku bertemu arwah Rosa . dan dia memintaku untuk berbicara berdua...dan akhirnya aku meminta dua dokter itu keluar lebih dahulu..." kata Rosa menjelaskan.
"Lalu apa yang terjadi...apa mau roh Rosa menemuimu... ?" tanya Rifan.
"Dia hanya ingin menitipkan keluarganya. Dia tidak mau aku mengaku pada tian Hartanto siapa aku sebenarnya. Dia ingin aku tetap sebagai Rosa cuvu tuan Hartanto, Dia menyayangi kakek dan nenek yang baru dia temui . Dia tak ingin Kakek dan Neneknya kecewa , Dia ingin aku menjaga mereka menggantikan dirinya. Karena dia berkata kalau dia akan tenang kalau aku mengabulkan permintaannya..." kata Rosa pada Rifan.
"Oo..jadi dia sudah memaafkan keluarnya...?" kata Rifan.
Rosa mengangguk dam kepalanya.
"Malah dia berkata kalau dia sudah bahagia bersama kedua orang tuanya. Cuma dia berkata kalau aku harus waspada pada tante Tika ..." kata Rosa lagi.
"Akupun berfikir kalau tante Tika pasti akan melakukan sesuatu pada dirimu Bee.." ucap Rifan sambil memandang sang kekasih.
" kita lihat saja apa yang akan dia lakukan padaku..Ya sudah Bee kau istirahat sana , Hari sudah larut malam.." ucap Rosa lembut.
"Baiklah aku akan kembali ke kamarku.." ucap Rifan sambil berditi. Risa mengantar Rifan sampai pintu kamar.
"Selamat malam Bee...." ucap Rifan sambil mencium kening Rosa.
"Selamat malam..." jawab Rosa. Mereka berpisah untuk masuk kekamar mereka masing- masing. Sesampainya di dalam kamar kembali, Rosa segera menelfon sang mama. Karena dia melihat beberapa panggilan dari nyonya Safitri.
"Asalamualaikum nak..." terdengar suara berdu sang Mama.
"Waalaikum salam Ma...maaf Rosa tidak tahu Mama menelfon Rosa , sebab Ponsel Rosa dalam mode getar Ma..." jawab Rosa.
"Tumben ponselmu kau matikan suaranya..Memangnya kamu di mana.?" tanya sang Mama.
"Rosa tadi ada dirumah sakit Ma..." jawab Rosa.
"Apaa... Kau tadi dari rumah sakit...? Kau sakit..?" kata nyonya Safitri cemas.
"Jangan cemas Ma...bukan Rosa yang sakit tapi Kakeknya Rosa sakit Ma..." jawab Rosa atau Kanaya .
"Kakek Rosa ..?" tanya nyonya Safitri tak mengerti .
Akhirnya Rosa menceritakan semua masalah yang terjadi di kota ini. Masalah tentang kedua orang tua tubuh yang sekarang dia pakai. Namun dia tidak mengatakan masalah tentang pertengkarannya dengan tante Tika adik dari Mama Galuh .
"Bagaimanapun mereka satu darah dengan tubuh yang aku pakai Ma..." kata Rosa mengakhiri ceritanya .
"Benar nak...bagaimanapun juga mereka adalah keluarga Rosa. Dan otomatis dia keluarga barumu Rosa... Jadi kau harus memperhatikan mereka juga. Mama bangga memiliki putri sepertimu sayang...." ucap sang Mama.
"Trimakasih atas pengertian Mama..." ucap Rosa.
"Sama- sama sayang.. Ya sudah hari telah larut malam, kau harus tidur.. bukankah besok kau harus bekerja.." kata sang Mama.
"Iya Ma... Asalamualaikum..." pamit Rosa.
"Waalaikum salam...." jawab nyonya Safitri.Merekapun mengakhiri percakapan mereka. Rosa segera tidur setelah membersihkan badan dan solat isya' .
Keesokan paginya Rosa dan kawan - kawan segera berangkat keproyek setelah selesai makan pagi. Namun mereka harus pergi kebandara untuk mengantar Rifan yang harus pulang ke kota J . karena mendapat telfon dari Dikra yang mengharuskan Rifan kembali . ada sesuatu yang harus dia urus. Dia berjanji akan secepatnya kembali ke pulau K.
"Masih berapa hari lagi kau ada di sini..?" kata Rifan .
"Aku juga tidak tahu Bee..mungkin setelah kakek sembuh..." jawab Rosa.
"Ya sudah, aku akan secepatnya kembali lagi kemari.."kata Rifan .
"Iya..selesaikan dulu masalah di sana..." jawab Rosa.
"Baiklah sayang aku pergi..." ucap Rifan sambil memeluk dan mencium kening Rosa.
"Iya..hati- hati..." ucap Rosa.
Tak lama pesawat Rifan tinggal landas. Setelah melihat kepergian Rifan, Rosa dan kawan- kawan kembali keproyek. Setelah melihat keadaan proyek sebentar, Rosa segera kerumah sakit bersama kedua pengawalnya , dan menyerahkan masalah proyek pada Johan.
__ADS_1
Sesampainya di Rumah sakit Rosa segera menuju ke ruang tuan Hartanto dengan membawa buah- buahan sebagai buah tangan yang kini terlihat di bawa asep.
Ketika sampai di ruang tempat tuan Hartanto di rawat, mereka melihat nyonya Tika sedang berdiri di luar ruangan. Sepertinya dia memang sengaja disana. Saat melihat Rosa dan kedua pengawalnya datang. Terlihat dia mendekati Rosa.
"Untuk apa kau datang kemari anak j****g serunya dengan marah.
"Anak j****g...? Tidak salah tan, siapa yang ****** di sini...? Dan bukan urusan anda saya disini atau tidak...!" ucap Rosa dingin .
"tentu saja itu urusanku sebab pria yang ada di dalam adalah Papaku..." ucapnya sinis.
"Dia juga kakekku, Ayah dari Bundaku..." jawab Rosa datar.
"Jangan karena wajahmu sama dengan wajah kakakku kau bisa dengan leluasa mengaku sebagai putri Kak Galuh..." ucapnya dengan wajah mencemooh.
"Kakak...?he he he...apakah ada nggak salah ucap...mana ada seorang adik yang tega menyebabkan seorang kakak keluar dati rumahnya..." ucap Rosa sarkas.
"Tutup mulutmu... Semua iti adalah kesalahan Galuh sendiri... Dia berani mengambil kekasihku..." ucapnya dengan marah.
"Ha ha ha. tante lucu banget ya...tante bilang Kekasih tante...? Bukankah hanya anda sendiri yang menganggap Ayah Buyung sebagai kekasih..." ejek Rosa.
"Diam...!Buyung adalah kekasihku, Galuhlah yang merebut dia dariku...!" sarunya marah.
"Bukankah Ayah Buyung datang kerumah kakek setelah menjadi kekasih Bunda Galuh, lalu anda mulai mengenal Ayah..dari mananya Bunda merebut Ayah dari tante...?" kata Rosa dengan nada mengejek.
"Brengsek....dasar anak p*****r.." nyonya Tika ingin menampar Rosa , namun tangannya tertahan tangan Rosa di udara. Dan dengan sigap Rosa memelintir tangan itu kebelakang tubuh nyonya Tika.
"Tidak semudah itu anda ingin melukaiku nyonya... Jangan pernah menyebut Bundaku p*****r , karena dia lebih berharga dari anda... sadar diri tante, siapa yang menjadi p*****r yang sebenarnya. jangan anda kira saya tidak tahu masalahnya. Kalau tidak mengingat hubungan kita, kau sudah ku habisi...!" ucap Rosa di telinga Tika dengan nada dingin . Tika merasakan kedinginan di dalam hatinya mendengar omongan Rosa.
"Jadi jangan coba- coba mengusik saya, atau anda tahu sendiri akibatnya..." ucap Rosa kembali .
"Kau mengancamku...!" seru Tika marah.
"Anggap seperti itu. Jadi aku harap anda jangan mencoba melukaiku atau anda sendiri yang akan terluka nanti..." ucap Rosa datar sambil melepas pitingannya.
Dia segera meninggalkan nyonya Tika yang terlihat berwajah antara takut dan marah . terlihat matanya yang penuh kebencian menatap Rosa yang sedang berjalan menuju ruang rawat tuan Hartanto.
Saat Rosa membuka pintu kamar rawat tuan Hartanto , ternyata di dalam ruangan ada Rahayu yang sedang menunggui tuan Hartanto. Terlihat tuan Hartanto sedang berbicara dengan Rahayu.
"Assalamualaikum Kakek, Tante..." ucap Rosa pada keduanya.
"Waalaikum salam ..." jawab mereka serempak.
"Kau sudah datang nak..."ucap sang kakek.
"Waah... keponakan cantik tante datang juga..." ucap Rahayu bahagia. Rosa segera menyalami mereka .
"Gimana kabar Kakek sekarang...?" kata Rosa lembut sambil menyeret tempat duduk dan menaruhnya di dekat pembaringan sang kakek.
"Kakek sudah baikan nak..." jawab tuan Hartanto .
"Syukurlah... Lalu Nenek di mana..?" tanya Rosa.
"Nenek pulang bersama paman Sandy,.. Nenek harus istirahat lebih banyak ..." jawab Rahayu.
"Apakah Tante Rahayu yang menjaga Kakek tadi malam...?" tanya Rosa.
"Oo.. Aku fikir tante Tika..." jawab Rosa.
"Bukan...memangnya kau bertemu tante tika...?" tanya nyonya Rahayu.
"Aku tadi melihat dia berdiri di depan ruangan ini... " jawab Rosa.
"Berdiri di depan ruangan...?lalu kenapa dia tidak masuk kedalam...?" kata nyonya Rahayu heran.
"Dia di depan ruangan...?kenapa tidak masuk... Mungkin kau salah orang nak...?" kata tuan Hartanto. '
"Mana mungkin kek...dia malah menegur Rosa agar jangan datang ke ruangan kakek lagi kok...." kata Rosa dengan sengaja.
"Apaa...dia menyuruhmu agar tidak datang lagi kemari...!" seru tuan Hartanto dengan wajah kaget.
"Hmm..." angguk Rosa.
"Apa yang dia lakukan padamu Ros...?" kata nyonya Rahayu dengan wajah marah dan cemas .
"Katanya Rosa hanya seorang penipu yang ingin menipu keluarga ini . katanya Rosa tidak berhak dan tidak pantas menjadi keluarga Hartanto..."ucap Rosa datar.
"Jadi dia berani berkata seperti itu...?" kata tuan Hartanto marah.
"Iya..kek... Itulah yang Rosa takutkan, ada orang yang salah paham pada Rosa, dan tidak suka Rosa ada di keluarga Hartanto . karena itu Rosa tidak ingin masuk kedalam keluarga Hartanto kek..." kata Rosa dengan wajah Sedih . Melihat tingkah Rosa , Asep dan Mamat hanya bisa melingo.
"Ya ampuun...apa benar ini Bos Rosa yang lembut...kenapa sepertinya ada provokatif di dalam tingkahnya. Terlihat wajah yang manja tapi seolah tak berdaya dan tersakiti.
"Pa...lihatlah Pa.. Bukankah aku sudah bilang pada Papa... Jika ini berlanjut, papa akan kembali kehilangan cucu Papa...cucu yang selama dua puluh tahun lebih jauh dari keluarga. Apakah sekarang akan kembali seperti Mamanya pa...!" seru Rahayu dengan marah.
"Ya ampuun.. Aku tidak menyangka kalau Tika begitu dendam pada Galuh...apa maunya anak ini..." ucap tuam Hartanto dengan wajah kesal.
"Kek...jangan terlalu di fikirkan kek... sekarang yang penting kakek sehat lebih dahulu. Masalah itu kita fikir setelah kakek sembuh..." kata Rosa lembut.
"Tapi Ros...Tantemu bisa berbuat yang di luar nalar nak...!" kata nyonya Rahayu.
" Tan...jangan takut soal Rosa, tante tenang saja...Rosa punya anak buah yang akan melindungi Rosa. Agar tante dan kakek tenang, Rosa akan memanggil anak buah Rosa yang ada di Kota J..." kata Rosa menghibur nyonya Rahayu dan sang Kakek.
"Benar juga kata Rosa Pa...sekarang Papa harus bersikap sabar, jangan banyak fikiran, Papa berfikir setenang mungkin Pa... agar Papa cepat pulang ke rumah .
"Yu...bilang sama Sandy dan Angga...aku akan pulang kerumah besok , tapi Rosa harus ikut pulang Kakek Ya...?" kata tuan Hartanto dengan wajah memohon pada sang cucu.
"Kek...anak buah Rosa banyak...itu ada dua, masih ada Johan dan tiga lainnya akan datang kemari, nanti bisa - bisa rumah kakek tidak cukup..." kata Rosa beralasan .
"Sembarangan...! Kau bawa sepuluh orang datang kerumah Kakak, rumah kakek masih mampuh menampungnya Ros..." ucap sang Kakek kesal.
"Lalu cucu- cucu kakek yang lain...?" kata Rosa.
"Mereka sudah punya rumah sendiri- sendiri...!" seru tuan Hartanto .
"Pa...kalau Rosa ada di rumah besar, Rahayu juga mau tinggal di sana bersa anak - anak Pa...pasti mereka akan senang melihat Rosa...!" seru Rahayu gembira.
__ADS_1
"Tentu...dan Rosa harus tetap tinggal di sana. dia bisa menempati Kamar Galuh semasa mudah..." ucap tuan Hartanto.
"Baiklah kalau itu maunya kakek , tapi kalau tante Tika marah gimana... bukankah dia menyuruh Rosa menjauh dari kakek dan keluarga ...?" kata Rosa.
"Jangan fikirkan dia... sekarang yang penting kakek ada di pihakmu..." kata tuan Hartanto tegas .
"Benar apa kata Kakek Ros..sekarang kau tinggal bersama kami, apa kata orang- orang kalau tahu cucu kakek tinggal di Hotel. .."ucap nyonya Rahayu.
"Baiklah kalau itu yang terbaik buat Rosa. lalu kapan kakek pulang dari rumah sakit..?" tanya Rosa.
"Yu...bilang pada Sandy dan Angga kalau aku ingin pulang besok pagi. aku ingin di rawat di rumah saja . ngomong- ngomong cucuku.. kau bisa menolong kakek kapan hari, dari mana kau tahu semua itu nak...?" tanya tuan Hartanto pada Rosa.
"Rosa kuliah di kedokteran Kek... karena Papa dan Mama meninggal dua tahun lalu, Rosa ambil cuti kek..dan tahun ini Rosa akan meneruskan kuliah lagi.
Karena itu, Rosa nggak bisa tinggal di sini selamanya...apalagi perusahaan dan tokoh milik Rosa ada di kota J kek..." kata Rosa lembut.
"Jadi kau akan kembali lagi meninggalkan kakekmu ini...?" tanya tuan Hartanto sedih.
"Kakek...bukankah Rosa punya hotel di sini, pasti Rosa akan sering berada di sini kek...cuma Rosa tidak bisa menetap di kota ini . apalagi kakek tahu Perusahaan calon suami Rosa ada di kota J juga..." ucap Rosa menghibur.
"Apakah kalian akan melangsungkan pernikahan secepatnya...?" tanya Rahayu.
"Sebenarnya kalau tidak ada masalah tanah milik Kakek, mungkin dalam beberapa bulan lagi , kami akan melangsungkan pernikahan . tapi karena ada masalah tanah itu, pernikahan kami Rosa undur setelah selesai masalah ini kek..." jawab Rosa.
"Untung ada masalah ini...kalau tidak, kakek tidak akan pernah bertemu denganmu, dan tidak mengetahui kalau Bundamu sudah tiada...." ucap tuan Hartanto dengan wajah sedih.
"Ternyata di balik sebuah masalah, kita masih bisa menemukan kebahagiaan walaupun berselimut duka ya kek..." ucap Rosa .
"Benar Sayang....andai tidak ada masalah tanah itu, Kakek tidak akan pernah bertemu dengan cucu Kakek yang cantik ini..." puji tuan Hartanto sambil menatap Rosa dengan kasih sayang .
"Trimakasih kek , atas pujiannya ..." kata Rosa smbil tertawa. melihat sikap Rosa yang mudah dekat dengan keluarga tuan Hartanto terlihat tersenyum bahagia.
-
"Galuh...kau memberikan pada Papa seorang malaikat yang camtik nak... Dia sangat mirip wajah dan sikapnya denganmu, walau jujur Papa bilang. kalau dia lebih cantik darimu...apakah karena dia putri dari Buyung juga ...apakah keluarga Irawan tahu kalau keturunan dari Buyung Irawan telah datang di kota ini...?" kata hati tuan Hartanto sambil memandang Rosa yang berbicara dengan sang Tante .
Saat siang hari mereka mendapatkan empat orang pengunjung yang menjenguk tuan Hartanto. mereka putra dan putri tante Rahayu dan paman Sandy. Saat mereka melihat Rosa , Mereka tertegun .
"Asalamualaikum...." sapa mereka serempak. mereka masuk kedalam kamar dan menyapa tuan Hartanto. walaupun mata mereka menatap Rosa dengan tanya. sedangkan Rosa, saat mereka datang segera berdiri dan melangkah menjauh dari tempat tidur pasien , berdiri bersama asep dan Mamat. dia memberi kesempatan pada mereka untuk bertemu dengan tuan Hartanto.
"Kakek...." seru mereka. mereka mendekat dan mencium tangan tuan Hartanto satu persatu .
"Kalian datang..." ucap tuan Hartanto
lembur.
"Bukankah Dika mengatakan akan kembali kemari bersama mereka kek..." jawab salah satu pria di antara mereka.
Mendengar perhatian sang cucu tuan Hartanto tersenyum. Setelah menyapa sang kakek, mereka mendekati Rahayu.
"Ma...siapa gadis itu...?"kata salah satu tamu wanita yang datang.
"Oh ya Mama hampir lupa. Kenalkan dia sepupu kalian Rosa putri tante Galuh bersama sahabatnya..." ucap nyonya Rahayu ramah.
"Waah ternyata dia putri tante Galuh Ma.. kenalkan aku Dena putri Mama Rahayu.." ucap gadis yang terlihat sepantaran dengan Rosa.
"Rosa..." jawab Rosa sambil menjabat tangan Dena yang terulur padanya.
"Aku Yuda kakak dari Dena..." kata pria yang hampir mirip wajahnya dengan tante Rahayu. dia berwajah Ramah.
"Aku Lira.. Putri dari Papa Sandy...dan ini kakakku Mahardika..." ucap seorang gadis berwajah cukup cantik. dia mengulurkan tangan sambil tersenyum ramah.
"Dika..." ucap Mahardika yang berwajah tampan tapi terlihat agak dingin. namun saat bertemu dengan Rosa, terlihat senyuman di wajahnya .
"Rosa .."ucap Rosa sambil tersenyum manis. namun terlihat wajah Dika sedikit terperanga melihat senyuman Rosa.
"Dan kenalkan dua sahabatku Asep dan Mamat..." ucap Rosa memperkenalkan Asep dan Mamat yang ada di sebelahnya pada ke empat sepupunya. Mereka menyalami Asep dan Mamat satu persatu.
"Rosa...kau sudah tadi berada di sini...?" tanya Dena .
"Lumayan..." jawab Rosa singkat.
"Mama kenapa tadi tidak menelfonku..." ucap Dena.
"Aku Fikir kalian masih ada di kampus..." jawab nyonya Rahayu.
"Tante, Kakek...karena yang lain sudah datang, ijinkan Rosa pulang dulu, nanti malam Insyaallah Rosa akan kembali jika tidak ada pekerjaan..." jawab Rosa.
"Kau akan pergi..? kenapaa buru- buru...?" kata Yuda yang memang terlihat ramah.
"Aku sudah dari tadi di sini..dan bekerjaan sedang menungguku..." jawab Rosa.
"Lo...kau ada pekerjaan di sini...?" tanya Lira yang terlihat lebih tua dari Rosa.
"Dia pemilik Proyek bangunan Hotel yang berada dekat tanah milik tante Galuh Ra.." kata nyonya Rahayu.
"Apaaa....!" seru mereka hampir bersamaan.
"Jadi kau pemilik Proyek bangunan Hotel besar itu...!" seru Yuda .
"Ck...jangan terlalu kaget seperti itu... bukan hanya aku yang membangun.. ada juga infestor di proyek itu..." ucap Rosa merendah.
"Ya ampun. aku nggak menyangka kalau saudara kita adalah pemilik proyek itu..." seru Lira kagum.
"Ya sudah , Tante , Kakek...Rosa pulang dulu, Insyaallah kalau nanti Rosa nggak sibuk, Rosa akan kemari lagi,..." kata Rosa .
"Pergilah...hati- hati di jalan..." ucap tuan Hartanto lembut. Rosa , Asep dan Mamat segera berpamitan pada tuan Hartanto, dan nyonya Rahayu serta sepupunya.
"Asalamualaikum...." ucap Rosa dan kedua pengawalnya sebelum keluar.
"Waalaikum salam..." jawab mereka serempak .Rosa dan Kedua pengawalnya segera keluar dari ruangan tuan Hartanto.
Sampai di dini dulu ya..
Jangan lupa like, vote, dam komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung .