PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. PULAU K.


__ADS_3

Keesokan harinya Rosa dan kedua pengawalnya berangkat ke Pulau K .


Rifan sendiri yang mengantar mereka ke Bandara .


"Bee...jaga kesehatan , jaga hati untukku jangan biarkan pria lain mendekatimu.." kata Rifan dengan wajah serius.


"My Bee...bukankah lusa kau menyusulku, kenapa kau secemas itu sich...iya, iya aku akan menjaga diri baik- baik... aku bukan sekali ini aja jauh darimu ...Kenapa kau secemas ini..." kata Rosa dengan lembut.


"Tapi saat itu kau masih sendiri , Bukan seperti sekarang ... saat ini kau sudah menjadi milikku, kau kekasihku...." kata Rifan dengan Posesif.


"Nach itu dia...aku sekarang sudah menjadi kekasihmu, mana mungkin aku mencari pria lain... Baiklah aku berjanji akan menjaga hati dan pikiranku untukmu, nach sekarang kau puas...?" tanya Rosa dengan lembut.


"Hmm..." angguk Rifan puas.


"Dan untuk kalian berdua tolong jaga kekasihku dengan baik, ingatkan dia untuk makan tepat waktu...kalian tahu kan kalau dia sudah kerja dia tidak memperhatikan pola makannya..." kata Rifan pada Asep dan Mamat .


"Pasti... kami akan selalu menjaga dia dengan baik..." jawab Asep.


"Tenang saja Bos...kami akan selalu menjaga Bos Rosa , karena itu memang sudah menjadi tugas kami.." jawab Mamat .


Kini terlihat Rifan sedikit lega . Dia kesal karena tidak bisa menemani sang kekasih pergi ke Pulau K. Setelah waktu pemberangkatan di umumkan dan pesawat Rosa sudah tinggal Landas. Rifan pulang kembali dan langsung pergi kekantornya. Dia harus menyelesaikan tugasnya dengan cepat. Agar bisa menyusul Rosa ke Pulau K.


Sedang Rosa sendiri setelah dua jam kemudian, kini sudah berada di dalam mobil milik perusahaannya . yang langsung Johan sendiri yang menjemput .


"Jo...sebenarnya ada apa sich... bukannya semua masalah sudah selesai...?" tanya Rosa dengan wajah heran .


"Mulanya seperti itu, tapi ternyata tidak Ros...ada satu keluarga yang tidak mau menjual lahan mereka..." jawab Johan.


"Lo bukannya masalah itu sudah di selesaikan oleh pak Wandi...?" tanya Rosa. pak Wandi adalah petugas lapangan yang ada di tugaskan di pulau K dan beliau asli orang Pulau K.


"Benar... Saat itu putra sulung dari si pemilik tanah itu sudah menyetujui penjualan tanah mereka . Tapi tiba- tiba Ayah mereka tidak mau menjualnya . sang Ayah mengatakan kalau tanah itu milik putri ketiganya yang telah pergi..." kata Johan dengan wajah kesal.


"Kenapa tidak mencari saja putrinya daro keluarga itu...?" kata Rosa memberi usulan .


"Nach itu dia...putrinya pergi entah kemana puluhan tahun yang lalu..." jawab Johan.


"Maksudnya putrinya itu pergi dari rumah mereka...?" tanya Rosa kaget .


" Sang Putri di usir dari rumah mereka karena menikah dengan pria yang tidak mereka sukai..." jawab Johan.


"Ya ampuun... sadis amat mereka .."Seru Rosa bersimpatik.


"Begitulah yang aku dengar. Karena itu aku memanggil dirimu kemari. Mungkin kau mempunyai ide atau solusi untuk bisa menyelesaikan masalah ini..." kata Johan .


"Kenapa kau berbicara seperti itu, Emang aku bisa secerdik itu...?" tanya Rosa heran.


" Karena kau selalu mendapat ide untuk menyelesaikan masalah..." kata Johan .


"Kau terlalu menyanjungku Jo... tapi Kita lihat saja nanti, apakah aku bisa menyelesaikannya seperti yang kau harapkan..." kata Rosa lagi.


"Aku yakin itu Ros..." kata Johan meyakinkan.


"Amiiin....semoga saja..." Jawab Rosa . Mereka pergi menuju tempat proyek Rosa berada. Saat mereka telah sampai di lokasi , terlihat hamparan tanah yang luas dan beberapa tumpukan matreal serta para pekerja sedang melakukan pekerjaan mereka . terdapat juga mes para karyawan di pinggir lahan proyek. Melihat itu semua, Rosa berucap .


"Di mana lokasi tanah yang bermasalah.?" tanya Rosa.


" Ayo ikut aku..." jawab Johan.


Johan membawa Rosa kearah utara dari lokasi itu dengan mengendarai mobilnya. Tak berapa lama Johan menghentikan mobil di tanah ladang yang cukup luas .


"Ini tanahnya Ros...tanah ini sangat di butuhkan dalam pembangunan proyek kita..." kata Johan .


"Apakah tidak bisa di ganti di sisih yang lain Jo...?" tanya Rosa.


"Bisa sich...tapi kalau bisa , tempat ini yang lebih bagus Ros..." jawab Johan.


"Begitu ya...Okey kita akan coba membicarakannya pada si pemilik tanah, semoga aku bisa meyakinkan mereka..." kata Rosa lagi.


"Akan aku hubungi perantaranya, kapan kita bisa bertemu dengan si pemilik..." kata Johan .


"Kalau begitu ayo kita kembali ke proyek , semoga si pemilik bisa secepatnya bertemu dengan kita..." kata Rosa lagi.

__ADS_1


Mereka segera meninggalkan tempat itu. namun sebelum dia melakykan peker


aktifitasnya, Rosa menelfon pada kedua orang tuanya dan Rifan, untuk mengabarkan kalau dia sudah sampai di Pulau K dengan selamat.


Rifan tak bisa berbicara panjang karena klien dari Hongkong sudah tiba. Tapi dia berjanji kalau nanti malam dia akan menelfon kembali . Sedang sang Papa dan Mama seperti biasa akan memberikan nasehat yang panjang. Setelah selesai menelfon, Rosa menghampiri para anak buahnya yang sudah menunggu dirinya . Johan membawa Rosa berkeliling melihat lokasi proyek. Setelah hari semakin siang dan hampir sore, Rosa dan kedua pengawalnya diajak oleh Johan pergi ke hotel yang sudah di siapkan oleh Johan, dan letaknya tidak terlalu jauh dari lokasi proyek.


Setelah sampai di hotel, Rosa segera masuk kekamarnya. Dia segera mandi dan melaksanakan solat dulu. Satu jam kemudian, Johan mengajak mereka mencari makanan untuk mengisi perut mereka. Setelah selesai makan, Rosa meminta kembali ke hotel untuk istirahat, karena dia merasa tubuhnya sedikit lelah.


Malam harinya saat Rosa selesai mandi dan solat, Johan datang membawa berita kalau keluarga pemilik tanah itu mau menemui mereka besok Sore atau malam hari di rumah mereka . Tentu saja Rosa kaget. Secepat itukah mereka mau bertemu dengan dirinya. Namun Rosa berfikir, jika mereka cepat bertemu maka urusan dia di kota ini akan cepat terselesaikan.


"Baik kita akan kesana Jo...lalu jam berapa kita akan pergi...?" tanya Rosa.


"Tuan Sandy meminta kita datang sore hari atau malam saja, sebab sang Ayah tidak senang bertemu dengan orang di siang hari...." jawab Johan.


"Baiklah kalau itu kemauan mereka. Kita akan datang setelah solat maghrib saja,..." kata Rosa berinisiatif.


"Baik...kalau begitu kita nanti makan diluar...." jawab Johan.


"Baik...." jawab Rosa singkat .


Johan segera meninggalkan ruang kamar Rosa. Setelah kepergian Johan, Rosa segera membuka leptopnya. namun sebelum dia memulai dengan pekerjaannya, terdengar deringan telfon miliknya. akhirnya dia dengan malas mengambil Ponselnya yang ada di dalam tas Kecilnya. terlihat nama My Bee di layar ponsel.


"Asalamualaikum My Bee..." sapa Rosa.


"Waalaikum salam sayang...kau sedang apa...?" tanya Rifan dengan lembut.


"Ini mau mengerjakan tugas..." jawab Rosa.


"Apakah aku mengganggumu...?" tanya Rifan lagi .


"Tidak...dan apakah kalau aku bilang sibuk kau akan menghentikan percakapan kita...?" tanya Rosa yang tahu sikap Rifan. mendengar ucapan Rosa, terdengar tawa Rifan dari sebrang. Dan seperti biasa, jika Rifan sedang berjauhan dari Rosa, dia akan menelfon hingga tak mengenal waktu. jika dia menelfon tengah malam, maka Rosa terkadang sampai tertidur di buatnya .


Keesokan harinya, setelah mandi dan Solat , Rosa kembali mengerjakan pekerjaan sambil menunggu untuk pergi makan pagi dan berangkat ke tempat lokasi proyek.


Jam 7 pagi, Johan datang mengajak Rosa dan kedua pengawalnya untuk mencari sarapan pagi, setelah itu mereka akan pergi ke tempat proyek. dengan mengendarai mobil kantor, Rosa dan kawan- kawan mencari Restoran untuk sarapan pagi.


"Jo...kita coba makan di Restoran itu yuk...!" seru Rosa di antara hiruk pikuk kota SR yang terkenal Ramai itu.


Namun saat Rosa berpapasan dengan seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik , tiba- tiba wanita itu berseru.


"Galuh....kau Galuh kah...?!" seru wanita itu dengan wajah kaget dan tak percaya.


"MaafTante...Tante salah orang..." jawab Rosa. Namun saat mendengar orang itu menyebut nama Galuh Rosa merasakan perasaan yang aneh entah apa itu.


"Ada apa dengan perasaanku ini.. kenapa aku merasa sangat femuliar dengan nama itu..." kata Rosa dalam hati .


"Ah...maaf Nak...Maafka. tante, kau sangat mirip dengan sahabatku Galuh...apakah kau putrinya...?" tanya wanita itu dengan wajah terlihat menahan keharuan. Rosa ketika mendengar perkataan wanita itu sedikit kaget. Dia terdiam.


"Apakah Galuh Mama dari Rosa..." batin Kanaya .


" Tante...kalau boleh tahu Tante siapa..?" tanya Rosa.


"Aku sahabat dari Galuh..." jawab wanita itu.


"Tante...boleh saya menanyakan lebih dalam soal tante Galuh...tapi kalau menggangu tante,Saya minta maaf.." kata Rosa dengan sopan.


"Aah...sebenarnya tante juga ingin ngomong banyak denganmu nak, tapi tante masih ada urusan. begini saja , siapa namu sayang...kalau kau ingin bertemu dan berbicara denganku, datanglah ke rumahku, kita bisa mengobrol bersama..." ucapnya dengan wajah menatap Rosa seperti tak percaya.


"Trimakasih tan...saya Rosa, kapan- kapan kita ketemu lagi, maaf mengganggu tante..." kata Rosa sopan.


" Nggak masalah nak... ini kartu namaku, kau bisa menghubungi tante jika ada waktu..." ucap wanita itu.


"Baik tante... " kata Rosa.


"Kalau begitu tante pergi dulu. maaf tante salah orang.. Assalamualaikum " pamit wanita itu.


"He he he..sama - sama tan...Waalaikum salam " jawab Rosa.


Mereka melihat wanita itu berjalan menjauh dan masuk kedalam mobil mewah yang terparkir di sebelah mobil mereka. Setelah kepergian wanita itu, Rosa dan kawan- kawan saling berpandangan,


"Bos...mungkinkah wanita yang di sebut ibu- ibu tadi Mama si Rosa yang sebenarnya..." kata Asep .

__ADS_1


" Entah lah Sep...tapi aku merasa femiliar sekali saat wanita itu menyebut nama tadi . apakah ini perasaan Rosa sendir . mungkin benar apa yang kau katakan Sep, mungkin dia nama Mama dari Rosa yang sebenarnya. kalau memang benar, apakah kedua orang tua Rosa merupakan penduduk kota ini...?" kata Rosa atau Kanaya sambil berjalan masuk kedalam Restoran yang terlihat ramai walaupun hari masih pagi . Mereka segera mencari tempat duduk untuk mereka duduki . tak lama setelah mereka mendapatkan tempat duduk , seorang pelayan Restoran mendatangi mereka. mereka segera melihat menu dan memesan apa yang mereka inginkan. Setelah pelayan pergi, mereka melanjutkan membahas wanita tadi.


"Bos...apakah kita akan menyelidiki masalah ini...?" kata Mamat.


"Kita coba aja Mat... lalu seandainya terungkap , kalau memang benar nama Galuh adalah Mama so Rosa, gimana aku harus menjelaskan pada mereka...?" kata Rosa bingung.


"Coba saja kita selidiki dulu Ros...kita lihat apa yang akan terjadi nanti. yang penting kita tahu dulu siapa wanita yang bernama Galuh itu.. setelah itu baru kita bicarakan langkah selanjutnya... mungkin kita bisa menanyakan pada nyonya tadi..." kata Johan memberi usul.


"Baiklah kita coba fikirkan nanti lagi. nanti aku akan mencoba mencari tahu kehidupan keluarga Rosa yang sebenarnya..." kata Rosa memutuskan.


Tanpa mereka sadari kalau di kota itulah kehidupan keluarga Rosa akan terungkap. Tak lama makanan dan minuman yang mereka pesanan telah datang. dengan segera mereka menyantap makanan yang sudah mereka pesan. Setelah selesai makan, mereka segera berangkat ke lokasi proyek pembangunan Hotel milik Rosa. Dengan memakai jeans dan kemeja kotak- kotak lengan panjang yang berwarna coklat. Serta rambut di ikat ekor kuda dan memakai helm proyek, Rosa berjalan di antara para pekerja bersama Johan serta beberapa staf kantor sementara miliknya.


Melihat sang Pemilik yang memang berwajah cantik itu ada diantara mereka. para pekerja melakukan pekerjaannya dengan penuh semangat. apa karena melihat ada wanita cantik di sekitar mereka, atau karena memang seperti itu pekerjaan mereka...entahlah.


Tak terasa waktu berjalan dengan cepat. jam tiga sore, Rosa dan kedua pengawalnya serta Johan kembali ke Hotel tempat menginap mereka. Saat sampai di Hotel, Rosa mendapat kejutan dari Rifan, Dia melihat pria tampan itu sudah menunggunya di Hotel.


"Bee...baru pulang...?" tanya Rifan yang menanti Rosa di depan pintu kamarnya.


"Lo...kenapa dia sudah ada di depan kamarku...apa dia tahu kamar gue..!seru Rosa dalam hati .


"My Bee.. kapan kau datang...?" seru Rosa kaget . Bukan cuma Rosa yang kaget, tapi Mamat dan Asep juga kaget. Sedang Johan pergi setelah mengantar mereka sampai depan hotel . karena ada sesuatu yang harus dia kerjakan.


"Satu jam yang lalu sayang..." ucap Rifan sambil Memeluk Rosa.


"Lalu apakah sejak tadi kau menunggu di sini...?" tanya Rosa.


"iya dan tidak..." jawab Rifan dengan tenang.


"Maksudmu iya dan tidak itu apaan sich .." kata Rosa tak mengerti.


"maksudku Iya, memang aku menunggumu sejak tadi, sedang tidak, artinya aku tidak menunggumu di depan pintu ini, tapi di kamar sebelah, karena aku tinggal di sana. jadi maksudnya aku juga menginap di sini Bee..." kata Rifan menjelaskan sambil memeluk erat tubuh Rosa.


"Oo begitu...kalau begitu kita masuk dulu, nggak enak di lihat orang.." kata Rosa sambil melepas pelukan Rofan dan membuka pintu kamar miliknya. Mereka segera masuk kedalam kamar Rosa. sedang Asep dan Mamat masuk kedalam kamat mereka masing - masing yang berada di batasi satu kamar dari kamar Rosa . ketika pintu tertutup tiba- tiba Rifan Memeluk Rosa.


'Ada apa My Bee...?" tanya Rosa.


"Aku kangen..." kata Rifan manja.


" Kita baru berpisah dua hari Bee..." kata Rosa dengan lembut.


"Kita menukah ya Bee..bukankah kau bilang setelah urusan tuan Chan Sio selesai, kau akan menikah denganku..?" kata Rifan menuntut.


"Maaf...tapi ada persoalan ini Bee... bagaimana kalau sesudah masalah ini kelar..?" kata Rosa sambil menatap wajah tampan yang ada di depannya.


"Benaran... ?kau tak akan menundanya lagi kan...?" kata Rifan tak yakin.


" kita akan bertunangan lebih dahulu, baru setelah itu kita menikah..." jawab Rosa .


"Baiklah...tapi kau harus berjanji kalau masalah ini sudah selesai , kita beneran akan bertunangan.." kata Rifan dengan nada menuntut.


" Iya aku janji..." jawab Rosa.


"Trimakasih sayang...." kata Rifan sambil mencium sekilas bibir Rosa . tentu saja Rosa kaget mendapatkan serang mendadak dari Rifan.


"Ini obat untuk kerinduanku sayang..." kata Rifan cepat sambil tersenyum dan mengedipkan matanya. Dia tahu Rosa akan protes .


"Dasar kau ini..." kata Rosa yang kini merasa wajahnya memerah karena malu. sedangkan Rifan hanya tertawa melihat wajah sang kekasih memerah .


"Kau semakin cantik kalau sedang tersipu malu seperti ini Bee..." bisik Rifan, dan dia mendapat cubitan pelan di pinggangnya.


"Ya sudah kau kembali dulu gih, aku akan mandi dan solat. Oh ya nanti malam ikut ya..?!" kata Rosa sambil menatap sang kekasih.


"Kemana ...?" tanya Rifan.


"Menyelesaikan masalah soal pembelian tanah yang berada di sebelah proyek..." jawab Rosa .


"Baik..." jawab Rifan.


Rosa segera menutup pintu kamarnya setelah Rifan keluar.


Maaf udahan dulu ya..

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2