PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGO TUAN CHAN.


__ADS_3

Setelah selesai berbicara dengan Yujin, Rosa segera menelfon Nindi . Dia menyampaikan berita dari Yujin yang ada di Amerika . mendengar ucapan Rosa, Nindi sangat bahagia.


"Tapi kau jangan terlaku bahagia dulu Di... aku takut kita akan kecewa. Aku takut dia bukan Om Sio..." kata Rosa pada Nindi.


"Baik Ros...aku tidak akan terlalu bahagia, tapi semoga semua itu menjadi kebenaran...." harapan Nindi.


"Semoga Di..." jawab Rosa.


"Kapan kita akan pergi kesana Ros...?" tanya Nindi dengan perasaan campur aduk , bahagia, penasaran, cemas semua jadi satu. Rosa merasakan perasaan yang ada di hati sang sahabat. Dia memaklumi semua itu .


"Kau bersiaplah, kita akan berangkat besok pagi...tapi tolong jangan bilang dulu pada Mamamu, aku takut yang kita temui di sana bukan Om Sio...aku takut nanti tante akan kecewa..." kata Rosa pada Nindi.


"Iya aku tahu Ros...baiklah aku akan segera berkemas ..." kata Nindi .


"Iya pergilah..aku tutup dulu ya.. Asalamualaikum..." ucap Rosa mengakhiri pembicaraan mereka.


"Waalaikum salam..." jawab Nindi .


Rosa segera mengakhiri pembicaraan mereka .


Setelah itu dia memanggil sekertarisnya untuk masuk kedalam ruangannya . tak lama terlihat Sinta masuk kedalam ruangan dengan senyum di wajah cantiknya .


"Siang Bos...kau memanggilku.... ?" tanya Sinta yang memang sudah akrab dengan Rosa .


"Iya...duduklah..." ucap Rosa pada Sinta dengan senyum di bibirnya. Dengan cepat Sinta duduk di kursi yang ada di depan meja Rosa.


"Baik, trimakasih ...apakah ada tugas untuk saya Bos..?" tanya Sinta dengan lembut. walaupun Rosa sudah menganggapnya sebagai sahabat, namun saat bertugas dia akan disiplin menghadapi Rosa. itulah yang membuat Rosa sangat menyukai Sinta .


"Besok pagi aku akan pergi ke Amerika, mungkin aku akan ada di sana selama satu sampai dua minggu. Jadi jika ada masalah soal pekerjaan, tanyakan pada Johan. Kalau memang harus kutangani sendiri kirim ke email saya...jangan katakan pada siapapun kepergian ku ini.." kata Rosa dengan serius.


" Baik Bos akan Sinta laksanakan semua perintahmu, tapi bagaimana jika yang ingin tahu keberadaan Bos Rosa klien kita..?" tanya Sinta .


" katakan pada mereka , agar bertanya pada Johan, biar Johan yang mengurusnya..." jawab Rosa dengan lembut.


" Baik Bos Sinta mengerti..." jawab Sinta.


" Ya sudah kembalilah bekerja. Setelah ini aku akan pulang lebih awal, aku serahkan semuanya padamu. Ingat jika kau ada kesulitan tanyakan pada Johan, kalau terlalu rumit telfon ke ponselku..." ucap Rosa dengan tegas.


" Baik Bos...kalau begitu Sinta akan kembali kemeja Sinta.." kata Sinta lagi.


"Pergilah..." jawab Rosa.


Sinta pun segera keluar dari ruangan Rosa. Setelah Sinta pergi, Rosa segera merapikan mejanya. Dia segera keluar dari ruangannya. Melihat Rosa keluar dari ruangannya, Sinta berdiri dan mengangguk hormat .


Dia melihat wanita cantik sang pemilik perusahaan itu , berjalan kearah lift khusus bersama kedua pengawalnya . Dua pengawal Setia Rosa yang berwajah tampan dan gagah .


Sinta hanya bisa tersenyum bangga pada wanita yang menjadi idolahnya itu. Semenjak dia bekerja di perusahaan ini, tidak pernah sekalipun Sinta melihat kemarahan Rosa yang berlebihan,


Rosa akan menegur bawahannya dengan keras , Namun itu dia lakukan hanya pada saat bawahan memiliki kesalahan yang terlalu berat. jaka kesalahanereka ringan , Rosa akan menegur mereka dengan sabar . Kini melihat keseriusan di wajah Rosa, Sinta tahu kalau urusan yang Rosa hadapi pasti sangat serius. Akhirnya Sinta kembali duduk dan mengerjakan tugasnya kembali .


Sedang Rosa sendiri kini sudah berada di dalam mobil mewahnya bersama kedua pengawalnya.


"Bos kita pergi kemana ...?" tanya Asep yang berada di balik kemudi.


" Kita pergi ke perusahaan EKG dulu Sep...ada sesuatu yang harus aku rundingkan dengan kak Rifan..." jawab Rosa.


"Baik Bos..." jawab Asep sambil mulai menjalankan mobilnya. Sedang Mamat hanya duduk diam di sebelah Asep.


"Kalian berdua nanti malam bersiaplah...besok pagi kita pergi ke Amerika..." kata Rosa pada kedua pengawalnya .


"Besok Bos...?" tanya Mamat kaget.


"Iya...apakah kalian ada acara..?" ucap Rosa menatap mereka dari belakang .


"Tidak Bos...gue hanya kaget saja Bos.." jawab Mamat.


"Tidak ada acara yang penting buat kami selain menjaga keselamatan elo Bos..." jawab Asep .


"Syukurlah ...tapi ingat, kalau memang ada acara yang mesti kaluan lakukan , kalian jangan takut mengatakannya padaku..." kata Rosa lagi.


"Baik Bos...." jawab mereka serempak .


Melihat sikap Rosa yang terlihat serius membuat kedua bawahannya tidak banyak bicara lagi .


Dan tak terasa mereka sampai di perusahaan EKG milik Rifan .Rosa segera turun dari mobilnya yang memang Asep hentikan di depan kantor EKG. Setelah itu Asep membawa mobilnya ke parkiran perusahaan EKG. Sedangkan Rosa sendiri berjalan kearah loby perusahaan. Saat melihat kedatangan Rosa, Resepsionis yang melihat kedatangan Rosa segera menyapa dengan hormat. Mereka tahu kalau gadis cantik nan anggun ini adalah calon istri pemilik perusahaan. Dan merekapun juga sudah tahu ,kalau Rosa adalah CEO perusahaan KAG yang terkenal itu .


" Siang Bu.." sapa gadis itu pada Rosa.


" Siang mbak...apakah tuan Rifan ada...?" tanya Rosa sopan.


"Ada Bu...beliau sedang menerima tamu .." jawab gadis manis yang bekerja sebagai Reseosionis itu.


"Kalau begitu saya langsung kesana saja, Nona Nisa ada kan...?" Rosa menanyakan sekretaris Rifan yang memang dekat dengannya .

__ADS_1


"Ada Bu...kak Nisa ada di sana..Silahkan kalau Ibu mau langsung kesana ..." jawab gadis itu ramah.


Rosa segera berjalan kearah lift khusus petinggi perusahaan setelah mengucapkan Terimakasih . Sambil berjalan Rosa mengirim pesan pada Rifan.


*Kak.. Aku akan keruanganmu, apakah kau sedang meeting...?* tulis Rosa.


Dan dia segera berjalan masuk kedalam lift yang terbuka.


Sedang di ruang Meeting terlihat Rifan sedang membicarakan masalah pekerjaan dengan klien dari perusahaan Chan . yaitu tuan Chan Luo dan putrinya yang bernama Nona Meylin Chan. Terlihat putri tuan Chan Luo memakai baju ketat nan sexsi. Dia sejak tadi sudah menatap Rifan dengan tatapan memuja. Sejak Dia tidak di perbolehkan datang ke perusahaan itu oleh Rifan karena masalah dengan Rosa dulu, Dia tidak pernah memiliki kesempatan bertemu muka dengan Rifan. Kini Niat gadis itu ikut sang papa agar bisa menggoda Rifan kembali dengan penampilannya . Namun bukannya terpikat, Rifan malah jijik dan gerah melihat tingkah putri tuan Chan. Saat Rifan sedang berbicara dengan tuan Chan, tiba - tiba ponsel di deoannya menyala , dan dia melihat ada pesan masuk di ponselnya . Dengan segera Dia mengambil ponselnya , dan ternyata ada pesan masuk dari Rosa. Setelah membaca pesan itu, terlihat senyuman Bahagia di bibirnya. Membuat tuan Chan dan putri Meylin heran. Terlihat dia mengetik di balasan pesan tanpa perduli pada mereka . sedang Dikra yang memang mendampingi Rifan hanya bisa geleng kepala sambil tersenyum. Dia bisa menebak siapa yang mengirim pesan itu. Setelah itu Dia kembali melanjutkan pembicaraan mereka. Sedang putri tuan Chan yaitu Nona Meylin penasaran, pesan apa yang masuk kedalam ponsel pria dingin ini, hingga bisa membuat pria ini tersenyum begitu menawan. Ingin rasanya dia mengambil ponsel milik Rifan yang ada di atas meja di deoan Rifan. Dan melihat siapa pengirim pesan itu.


Sedangkan di dalam lift Rosa mendengar nada pesan masuk . dia melihat Rifan membalas pesanannya.


* Aku tunggu Bee...masuk saja kedalam ruanganku, kebetulan tuan Chan dan putrinya berada di sini...* tulis Rifan .


"Waah... kebetulan nich...gue bisa bertemu dengan saudara kembar Om Sio dan putrinya. Bukankah gadis itu pernah datang kemari..." gumam Rosa sambil tersenyum .


Tak berapa lama , sampai juga lift di lantai 22 tempat ruangan Rifan berada. Ketuka Dia keluar dari lift , terlihat Nisa berada di meja sekertaris. Melihat Rosa datang dia tertawa senang.


"Halo Bu Bos...lama tidak datang kemari , apa kabar....?" kata Nisa sambil tertawa.


" Baik Kak... Kakak nggak salah, bukankah satu bulan yang lalu aku datang kemari..." kata Rosa sambil memeluk gadis cantik sekertaris Rifan .


"Bernarkah..?perasaan sudah lama kau tidak datang kenari Bu ..." kata Nisa lagi.


."Ya elah...belum tua sudah pikun nich anak...kak..belum juga nikah , kenapa kakak sudah pelupa..." goda Rosa sambil tertawa .


"Sialan..gue belum pikun kali Ros...." ucap Nisa pura- pura kesal. merekapun tertawa bersama walaupun pelan.


.


" Tapi ngomong- ngomong kau mau bertemu tuan Rifan..?" tanya Nisa .


"Hmm..." angguk Rosa.


"Ada klian di dalam, Baoak dan bapak.. tapi anaknya terlalu genit Ros.." gosip Nisa.


"Aku tahu kak.. Beginilah resikonya punya pacar tampan..." kata Rosa sambil tertawa.


"Kau nggak cemburu Bu....?" tanya Nisa menggoda.


"Bagaimanq lagi...ada sich..tapi aku percaya pada pumpinanmu kak..." jawab Rosa tenang .


"Karena kau tahu Bos sangat mencintaimu..." kata Nisa .


"Tapi Kak...aku di suruh masuk oleh kak Rifan tu, Gimana ya...?" tanya Rosa .


"He he he...Benar juga kak, Kalau begitu Rosa masuk dulu ya..." kata Rosa sambil tertawa .


"Silahkan Bu Bos...." jawab Nisa .


dan Rosa pun berjalan ke arah pintu ruangan Rifan. Dia segera mengetuk pintu .


Tok tok tok...


"Masuk..." terdengar suara bariton dari dalam ruangan Rifan. Perlahan Rosa membuka pintu ruangan Rifan.


"Asalamualaikum..." sapa Rosa sambil melangkah kedalam ruangan.


"Waalaikum salam Bee...kok baru datang..?" tanya Rifan sambil berdiri dari duduknya dan melangkah menghampiri Rosa . dia segera memeluk dan mencium Kening Rosa.Namun terlihat Rosa tertegun menatap tamu Rifan .


"Kak...apakah dia tuan Chan Luo ..?" bisik Rosa dengan wajah kaget menatap pada tuan Chan dan sang putri.


"Benar Bee...dialah tuan Chan Luo itu..." jawab Rifan,


"Ya Tuhan....mirip sekali wajahnya dengan Om Sio..." gumam Rosa pelan.


"Ayo duduk Bee..." ajak Rifan dengan lembut.


"Baik kak.." Rifan mendudukan Rosa di kursi kerjanya .


"Jangan terlalu memandang dia Bee... kakak bisa cemburu..." ucap Rifan pelan.


"Dasar pencemburu..." ejek Rosa pada Rifan. mendengar ucapan Rosa, Rifan tersenyum.


"Apakah kakak masih sibuk kak...?" tanya Rosa lembut.


"Sebentar lagi selesai...duduklah dulu di kursi kakak ini.." kata Rifan lembut .


"Ya sudah, kakak lanjutkan saja pertemuan kakak, aku akan menunggu di sini, Lihat mata putri tuan Chan menakutkan ..." Kata Risa sambil terkekeh .


"Biarkan saja Bee..." kata Rifan.


"Sepertinya dia cemburu padaku kak..." goda Rosa pada Rifan.

__ADS_1


"Aku jijik melihat penampilan dan tingkahnya sejak tadi Bee..." ucap Rifan.


"Sabar kak...kalau kau tidak ingin bertemu dengannya lagi sabar aja dulu kak... nanti juga kau tidak akan bertemu dengannya lagi... ya sudah sana kembalilah pada mereka, aku akan menunggumu di sini..." kata Rosa sambil mengusap lengan pria yang ada di depannya .


"Baiklah..tapi sebentar..." Rifan memanggil Nisa. Setelah Nisa masuk ternyata dia meminta Nisa untuk mengambilkan makanan ringan dan minuman untuk Rosa. Walaupun Rosa menolak karena nggak ingin merepotkan, Rifan tetap menyuruh Nisa mengambilkan pesanannya.


"Kak...sudah sana teruskan pekerjaan kakak, aku akan disini. Menunggu.." kata Rosa sambil mendorong Rifan kembali ke sofa untuk melanjutkan pembicaraan nya dengan tuan Chan. Namun Tanpa Rifan dan Rosa sadari , kalau sejak pertama kali Rosa masuk, Putri tuan Chan yaitu Nona Meylin sudah menahan kemarahannya saat melihat Rifan yang begitu mesra dengan Rosa. apalagi saat dia melihat Rifan dengan penuh kasih sayang mencium dan memperhatikan Rosa. Ingin rasanya dia menampar pipi putih mulus milik Rosa yang memang terlihat sangat menawan itu . Dia merasa iri dan cemburu melihat pria yang dia ingini dekat dan mesra dengan gadis lain.


Sedangkan Dikra yang sejak tadi menemani Rifan meeting dengan perusahaan Chan itu , merasa ingin tertawa melihat putri tuan Chan. Dia bisa melihat kemarahan di wajah putri tuan Chan .


"Kau ingin merayu tuan dingin kami...jangan berharap Nona..sampai kapanpun kau tidak akan mendapatkan kesempatan itu .." ucap Dikra dalam hati.


Setelah Rifan kembali ke kursinya, mereka segera kembali membahas soal kerjasama mereka. Saat melihat Rifan yang sedang berbincang dengan sang Papa, Putri tuan Chan ingin mencari kesempatan untuk menggoda Rifan. dia berusaha mendekati Rifan yang duduk berhadapan dengan sang Papa. Dia menggeserkan badannya mendekati Rifan, Namun usahanya terhalang oleh Dikra . Dengan sigap Dikra mencegah putri tuan Chan mendekati Rifan . Melihat perbuatan Dikra , putri tuan Chan yang bernama Meylin itu , terlihat sangat marah. Dia menatap Dikra dengan tajam penuh kebencian . Dan Dikra dengan cueknya berlagak bagai tak terjadi masalah.


Rosa yang melihat kejadian itu berusaha menahan tawanya.


"Dasar pengawal sialan , berani sekali dia menghalangiku mendekati tuan Rifan..." seruhan marah di dalam hati Putri tuan Chan .


"Ha ha ha...Dikra kau memang pengawal sekaligus sahabat yang hebat...aku salut dengan persahabatan kalian..." kata Rosa salam hati.


"Dasar wanita gila...kau fikir mudah mendekatiku...." seru Rifan dalam hati sambil melihat sekilas pada Dikra .


"Ha ha ha ...kau punya hutang padaku sobat...!" seru Rifan dalam hati, saat melihat Rifan memandangnya.


Melihat usahanya gagal, Putri tuan Chan atau Nona Meylin merasa sangat kesal. Dia terlihat cemberut di sebelah sang papa. tak lama Rifan berkata .


"Maaf tuan Chan...saya kira pertemuan kita sampai di sini saja. lain kali kita sambung lagi. nanti waktunya akan kami kabarkan pada anda...." kata Rifan pada tuan Chan .


"Tapi tuan Rifan...bukankah hari masih siang, dan kita belum selesai dengan kesepakatan kita...?" kata tuan Chang berusaha membujuk Rifan. Dia masih ingin memberi kesempatan pada Putrinya agar bisa menggoda Rifan .


" Tapi calon istri saya sudah datang. dan saya tidak ingin mengabaikannya..." kata Rifan dengan tegas . Terlihat tuan Chan dan Nona Meylin menatap Rosa dengan pandangan penuh kebencian. Dia merasa Rosa telah merampas kesempatan mereka untuk mendekati Rifan . Dengan terpaksa mereka pergi meninggalkan ruangan Rifan. Bagaimanapun mereka tidak bisa marah dan memutuskan. kerjasama mereka dengan Perusahaan EKG . karena perusahaan ini adalah perusahaan nomer satu di Negara mereka. Begitu juga dengan Dikra. Setelah melihat tuan Chan dan putrinya keluar, Dia berpamitan juga pada Rifan . Dia tak ingin jadi obat nyamuk mereka berdua.


"Papa...siapa sich gadis itu...?sepertinya aku pernah bertemu dengan dia...?!" kata Nona Meylin dengan kesal dan marah.


"Papa juga tidak tahu Nak..." kata tuan Chan dengan wajah sedih. dia tahu kesedihan dan kemarahan sang putri.


"Tidak....aku tidak mengijinkan tuan Rifan menjadi milik gadis lain Pa...aku menginginkan tuan Rifan. aku ingin dia jadi suamiku...!" seru gadis itu dengan marah.


"Tenang saja nak... kita akan membuat tuan Rifan jadi suamimu, aku yakin tuan Rifan akan tergila - gila padamu..." kata tuan Chan Luo menghibur sang putri. Mereka segera masuk kedalam lift dengan wajah terlihat marah dan kesal.


Sedang di dalam ruangan Rifan, terlihat Rosa sedang berbicara dengan Rifan.


"Kak ..apakah kau sudah lana memiliki hubungan kerja dengan mereka...?" tanya Rosa pada Rifan.


"Kami bekerja sama dengan perusahaan mereka semenjak tuan Sio menjadi pemilik perusahaan itu. .." kara Rifan me jelaskan.


"Tolong kalau bisa tunda dulu kesepakatan yang akan kalian lakukan saat ini kak..karena aku akan menjemput pemilik perusahaan Chan yang sesungguhnya..." kata Rosa meyakinkan.


"Apa maksudmu Bee...?" tanya Rifan tak mengerti.


"Besok aku akan pergi ke Amerika untuk melihat kebenaran tentang Om Sio. anak buah Paman Whang telah menemukan orang yang mirip dengan Om Sio. Sekarang dia msih ada di rumah sakit milik Paman Whang di Amerika.." kata Rosa yang membuat Rifan kaget.


"Kau akan pergi ke Amerika...? tidak Bee...kakak akan ikut kau ke Amerika, kakak tidak ingin membiarkan dirimu meninggalkan kakak lagi ...!" ucap Rifan ketakutan.


"Tapi kak...bagaimana dengan pekerjaan Kakak...apakah kakak akan meninggalkan tanggung jawab di perusahaan...?" tanya Rosa dengan wajah heran.


"Ada Fikri dan Papa yang akan menghendel perusahaan untuk sementara waktu, pokoknya Kakak ikut..." jawab Rifan dengan tegas .. Melihat tekat Rifan, Rosa tidak bisa berkutik.


"Baiklah kalau itu maunya kakak, pokoknya aku tindak bertanggung jawab kalau Papa Alex marah padamu..." Kata Rosa mengingatkan.


"Papa tak akan marah jika dia tahu aku pergi dengan calon menantunya...."kata Rifan sambil memeluk erat tubuh sang kekasih .


"Sejak kapan Si manusia dingin ini semangat ini...Rosa tidak bisa bayangkan kalau klian Kakak tahu sifat manja kakak..!"kata Rosa sambil melepas pelukannya .


"Sejak mengenal gadis yang ada di depanku... hanya padamulah Kakak bisa bermanja..." ucap Rifan dengan lembut. dia mencium kening Risa dengan mesra.


"Ingat kak...besok pagi kita akan berangkat jam 8 pagi... ."kata Rosa mengingatkan.


"Baik sayang...aku akan pergi ke rumah Mama Safitri sehabis solat subuh..." kata Rifan sambil memeluk Rosa dengan gemas. Rosa hanya bisa dia dalam pelukan sang kekasih . tak dapat dia pungkiri, kalau pelukan Rifan membuat dia tenang.


"Ya nggak gitu kak... Kakak bisa datang jam tuju pagi kerumahku..." kata Rosa dengan wajah cemberut.


"Iya...kakak akan melakukan apapun yang kau perintahkan Asal kau tidak pernah meninggalkan aku, ..." kata Rifan lagi.


"Iya...Rosa tidak akan meninggalkan kakak lagi , asal kakak tidak macam- macam..." jawab Rosa.


"Iya sayang aku janji..." kata Rifan dengan sungguh - sungguh .


"Kalau begitu aku pulang dulu kak... soalnya ada sesuatu Yang harus aku lakukan..." kata Rosa .


"Kita pulang sama- sama Bee...tunggu sebentar, aku akan pulang bersamamu.." kata Rifan lagi .


"Baiklah Rosa akan menunggu kakak..!" kata Rosa dengan lembut .

__ADS_1


Maaf kalau ada banyak typo di dalam penulisan author dan maaf juga, author banyak telat up date karena kesibukan author.


Bersambung.


__ADS_2