
Dalam dua hari Rosa tidur di Rumah sakit untuk menjaga Nina yang tidak mau di tinggalkan . dan itu membuat Rifan sangat bahagia dan berterimakasih pada sang keponakan yang telah membuat Rosa mau menjaganya. Dan dalam dua hari itu juga Nenci juga dekat dengan Rosa.
Saat sang Mama Safitri tahu kalau Rosa berada di rumah sakit karena menjaga Nina, tuan Rendra dan nyonya Safitri datang mengunjungi Rosa di rumah sakit. Sedang pekerjaan kantor Rosa , akhirnya di wakilkan kembali pada Johan.
Saat ini nyonya Safitri dan nyonya Ratih sengaja datang bersama ke rumah sakit setelah menghadiri acara Amal .
"Mama...tante...tumben datang bersama..." kata Rosa pada kedua orang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu.
"Kami baru menghadiri sebuah acara amal dan langsung kemari nak..." kata sang Mama.
"Acara amal...? di mana Ma...?" tanya Rosa pada Safitri sambil mencium tangan kedua wanita itu .
"Di Hotel GH...." jawab nyonya Safitri.
'Tri...kau tahu..kaian berdua sangat serasi menjadi Putri Dan ibu...kalian terlihat saling menyayangi bagai anak dan ibu kandung sendiri. Andai aku tidak mengenal kalian, pasti aku akan menganggap kalian bukan anak dan orang tua angkat..." ucap nyonya Ratih.
"Apa benar Rat...syukurlah kalau seperti itu. Aku memang menyayangi Rosa bagai putri kandungku sendiri . apalagi setelah kepergian Kanaya..." ucap nyonya Safitri sambil membelai lembut kepala Rosa . Namun saat itu tiba- tiba ponsel Rosa yang ada di atas nakas berbunyi. Rosa segera mengambil ponselnya. Saat di lihat , ternyata Johan menelponnya.
"Maaf Ma, tan Rosa menerima telfon dulu..." kata Rosa perlahan.
"Silahkan ..." ucap nyonya Ratih ramah. Rosa segera keluar dari ruangan Nina.
"Asalamualaikum Jo...ada apa..?" kata Rosa .
"Waalaikum salam Ros ..Maaf Ros, ada klien ya g ingin bertemu denganmu...?" kata Johan dari sebrang.
"Debganku...?Apa tidak bisa kau wakili Jo...?" tanya Rosa.
"Mereka ingin bertemu denganmu..." jawab Johan.
"Klian dari mana...? " tanya Rosa lagi.
"Dari Bandung..." jawab Johan.
Mendengar ucapan Johan , terlintas di benak Rosa pria tua yang beberapa minggu lalu mengalami sesak napas saat dia berada di dalam lift di sebuah hotel. Saat itu Rosa akan bertemu dengan klian bersama Asep dan Mamat di sebuah hotel . saat menuju tempat pertemuan, Rosa melihat seorang bapak- bapak yang mengalami sesak nafas di dalam lift yang membawa mereka. Dan dengan ilmu yang pernah Rosa dapatkan sebagai siswa kedokteran, akhirnya dia bisa menolong, dan tanpa Rosa sadari kalau ternyata klian yang akan dia temui adalah orang yang dia tolong tadi. Dan akhirnya rosa dapat sekaligus menyelesaikan tujuannya.
"Baiklah aku akan datang.." jawab Rosa.
Setelah berbicara sebentar dengan Johan tadi, Rosa segera masuk. Dan dia segera berpamitan pada nyonya Ratih untuk pergi sebentar. dan dia berusaha membujuk Nina yang tidak mau di tinggal. Akhirnya dengan janji akan membawakan Es cream, Rosa dapat keluar dari ruang rawat Nina.
Setelah Itu, Rosa segera berjalan ke perusahaan bersama Mamat yang sudah menjemputnya . Rosa memang sengaja menyuruh kedua bodyguardnya untuk kembali kekantor saat dia berada di rumah sakit menjaga Nina . ketika sampai di perusahaan , Rosa mandi dan berganti pakaian kerja yang sudah ada di ruang kerjanya , sebelum dia menemui kliannya . tak berapa lama Rosa segera keruang meeting untuk bertemu pak Sasongko klian dari Bandung itu.
Sedangkan di Rumah sakit Rifan yang baru datang karena Rindu pada Rosa , terkejut saat dia tidak dapat menemukan Rosa di ruang perawatan Nina. Dia menemukan sang Mama yang sedang duduk menunggui Nina sambil berbicara dengan sahabatnya nyonya Safitri.
"Lo Rosa mana Ma...?" tanya Rifan.
"Dia pergi keluar sebentar Fan.. , katanya ada sesuatu yang harus dia kerjakan." ucap sang Mama . mendengar ucapan sang mama terlihat kekagetan di mata Rifan ,
" Apakah dia akan kembali Ma..?" tanya Rifan dengan perasaan cemas.
"Tentu saja...dia tadi sudah berjanji pada Nina akan segera kembali.." kata sang Mama dengan lembut . akhirnya Rifan menunggu kedatangan Rosa di ruangan Nina. Selama menunggu kedatangan Rosa, terlihat Rifan sangat gelisah.
"Ada apa dengan Putramu Rat..?' tanya Nyonya Safitri pada sang sahabat saat dia melihat Rifan terlihat gelisah sekali.
"Dia lagi jatuh cinta pada putri Angkatmu Tri.." kata nyonya Rati sambil menahan tawa.
"Benarkah...? Bukannya dia dingin pada wanita...?" tanya nyonya safitri pada sang sahabat.
"Mungkin memang sudah waktunya Tuhan menemukan dia pada jodohnya Tri..." ucap nyonya Ratih sambil menahan tawa saat melihat Rifan mondar - mandir di ruangan Nina, bagai setrikaan.
"Fan...kenapa kau gelisah seperti itu...?" tanya nyonya Safitri ketika melihat Rifan tak henti- henti melihat jam di tangannya, dengan wajah yang sangat gelisah .
"Rifan takut Rosa tidak kembali tante.." jawab Rifan cemas.
"Tenang saja Fan...dia pasti kembali.." ucap Nyonya Safitri sambil tersenyum lembut .
"Semoga tan..." jawab Rifan .
Dua jam kemudian barulah Rosa datang. Saat melihat Rosa berada di pintu kamar Nina. Tiba- tiba Rifan segeta berjalan kearah Nina dan segera memeluknya. Tentu saja Rosa kaget dengan serangan Rifan yang secara tiba- tiba itu. Dengan tubuh tegang dia berusaha melepas pelukan Rifan .
"Tolong lepaskan pelukan anda tuan... apakah anda tidak sadar kita ada di mana.." Kata Rosa yang menyadari kalau sang Mama dan Mama Rifan ada di sana tentu saja dengan wajah memerah.
"Ros...biarkan aku memelukmu sebentar.." ucap Rifan memohon. Akhirnya Rosa membiarkan Rifan memeluknya .
" Ada apa dengan Pria dingin ini...sejak kapan dia berada di dalam kamar Nina.." fikir Rosa .
Setelah beberapa saat nyonya Ratih berdehem mengingatkan Rifan kalau mereka berada di ruangan itu juga . Menyadari mereka tidak sendiri , akhirnya dengan terpaksa Rifan melepaskan pelukannya .
Melihat tingkah Rifan. sang Mama mengajak nyonya Safitri untuk pulang.
"Ck..kalian ini...apa tidak menyadari kehadiran kami..." goda nyonya Safiyri pada Rifan.
"Maaf Ma, tante..." jawab Rifan dengan tenang . Sedang Rosa terlihat wajahnya memerah karena malu.
" Maaf Ma, tan..Rosa agak kelamaan perginya..." kata Rosa pada kedua wanita itu untuk mengalihkan masalah .
"Ah ..tidak masalah , Oh ya Ros...karena kau sudah datang, bolehkah Tante tinggal pulang dulu... Sebab tante belum pulang setelah dari acara amal tadi.." ucap Nyonya Ratih.
" Silahkan tante...maafkan Rosa tan..." ucap Rosa lembut.
__ADS_1
" Mama juga mau pulang dulu nak...Nanti Sore mama datang lagi bersama Papa..." jawab Nyonya Safitri.
"Lo tante..apakah Rosa putri tante ..?" tanya Rifan yang tidak mengetahui kalau Rosa anak angkat nyonya Safitri. Bagaimana kalau dia tahu kalau gadis di depannya adalah gadis yang pernah dia tolak saat sang Mama ingin menjidihkan mereka dulu.
"Dia Putri angkat Tante Safitri Fan.." jawab sang Mama. Mendengar omongan sang Mama Rifan terlihat tersenyum.
" Ya sudah kalau begitu Mama sama Tante Safitri pulang dulu, Ros... Terimakasih atas pertolonganmu pada cucu tante..." kata nyonya Ratih sambil memeluk Rosa .
" Nggak masalah tan...bukankah Nina juga adik angkat Rosa.." jawab Rosa.
"Kau memang gadis baik sayang..." ucap nyonya Ratih sambil membelai rambut Rosa. Lalu dia segera berpamitan pada Rifan.
" Ros Mama pulang ya..." ucap sang Mama.
" Hati- hari di jalan Ma.. " jawab Rosa. Mereka berdua segera meninggalkan ruang inap Nina. Setelah kepergian kedua wanita itu, Rifan kembali memeluk tubuh Rosa.
"Aauuu...." seru Rosa kaget .
"Kau darimana tadi...?" tanya Rifan sambil memeluk tubuh Rosa .
"Ya ampuun tuan Rifan yang terhormat.. Bisa tidak nggak membuat orang kaget dan tolong lepaskan pelukan tuan.." ucap Rosa kesal .
"Jawab dulu pertanyaanku..." ucap Rifan.
" Memang harus ya , Rosa menjawab pertanyaan tuan Rifan yang terhormat..." ucap Rosa kesal.
"Tentu saja...kau tahu tidak, kalau tadi aku sangat mencemaskan dirimu ..!" ucap Rifan .
"Mencemaskan diriku...? Kenapa...aku bukan anak kecil lagi..kenapa anda cemas...?" ucap Rosa sinis.
"Karena aku takut kau akan menghilang lagi ...!" jawab Rifan kesal . Mendengar jawaban Rifan , Rosa kaget. Dan tiba - tiba dia merasakan perasaan entah apa di dalam hatinya.
"Ada sesuatu yang harus aku urus di luar..." jawab Rosa pelan. Namun tanpa sadar wajahnya memerah
"ya ampuun...kenapa gue harus menjawab pertanyaannya ..." kata Rosa dalam hati.
"Apa kau tidak bisa pamit dulu padaku..." kata Rifan lagi. Ingin rasanya Rifan mencium bibir yang terlihat sedikit cemberut itu. Namun dia menahan perasaannya karena dia takut gadis ini akan menjauh lagi darinya .
"Bukankah Rosa sudah pamit pada tante Ratih, lagian untuk apa aku harus pamit pada anda...?" jawab Rosa cuek.
"Auuu..." seru Rosa ketika sentilan mendarat di keningnya.
"Kau ini...Tentu saja itu harus...kau sudah membuatku cemas tau..." ucap Rifan sambil menyentil kening Rosa.
"Kak...kau sudah datang..." sebuah suara kecil menyadarkan mereka berdua. Dengan cepat Rosa melepas pelukan Rifan.
"Mana Es cream nya...?" tanya Nina lagi.
Mendengar pertanyaan Nina, Rosa segera mencari kresek tempat es cream yang dia beli tadi. Terlihat es itu ada di atas meja. "Bukankah kresek ini tadi jatuh . kok sekarang sudah di atas..aah pasti mama atau tante Ratih yang mengambilkan tas ini." batin Rosa.
Sebab saat dia datang tadi belum sempat menaruh bawaannya di atas meja karena Rifan yang tiba- tiba memeluknya .
"Apa kabar sayang..." kata Rifan menyapa Nina.
"Baik Om.." jawab Nina sambil berusaha untuk bangun. Rifan membantu gadis itu untuk duduk. Tak lama Rosa mendekat sambil memberikan Es cream yang dia beli tadi .
" Trimakasih kak..." kata Nina sambil tersenyum dan menerima es cream yang di berikan Rosa.
"Kak ...kapan Nina bisa pulang...?" kata Nina sambil menikmati es cream nya .
"Kalau Nina mau makan banyak kata Dokter tadi Nina boleh pulang besok pagi..." ucap Rosa sambil duduk di kursi dekat pembaringan Nina.
"Nina pulang kerumah kak Rosa ya...?" kata Nina lagi. Mendengar pertanyaan Nina , Rosa terdiam dan menatap Rifan.
"Iya...Nina boleh pulang kerumah kak Rosa..." ucap Rifan menjawab pertanyaan Nina.
"Yee...Nina pulang kerumah kakak....!" seru Nina bahagia.
"Tuan...bukankah kita belum bertanya pada Tante Ratih..." kata Rosa pelan .
"Aku nanti yang akan mengatakan ini pada Mama..." jawab Rifan lembut.
Tak lama terlihat seorang perawat datang mengantar makanan buat Nina.
"Sayang...es cream nya di taruh dulu ya...kau harus makan lebih dahulu dan meminum obatmu..." ucap Rosa . dengan patuh Nina mengikuti apa yang Rosa katakan . melihat tingkah Nina yang patuh pada Rosa, Rifan tersenyum.
"Tuan...apa tuan tidak kembali ke kantor..? Biar saja Nina bersama Rosa.." kata Rosa pada Rifan yang duduk di ranjang Nina sambil memandangi Rosa.
"Ada Dikra dan Fikri di kantor...lagian tidak ada agenda penting..." jawab Rifan. walau sebenarnya dia harus datang ke Mall miliknya untuk suatu urusan . namun demi ingin selalu dekat dengan Rosa, dia menyuruh Dikra untuk datang kesana .
"Tuan...tidak baik selalu meninggalkan tugas lo..." kata Rosa mengingatkan.
("Hey Rosa...bukanya kau juga meninggalkan tugasmu...?" ucap Rosa dalam hati sambil tertawa .)
mendengar ucapan Rosa , Rifan tersenyum. dia tahu kalau Rosa tidak senang dia berada di rumah sakit ini..
"tidak masalah...bukankah aku pemilik perusahaan..." jawab Rifan sombong.
Mendengar ucapan Rifan , Rosa terdiam.
__ADS_1
"Oh ya apakah kau sekarang sudah bekerja...?" tanya Rifan.
"sudah tuan..." jawab Rosa.
"Kau bekerja di mana...?kenapa tidak kembali lagi ke kantor..._" tanya Rifan pada Rosa.
"Rosa takut menyinggung penggemar tuan ...bisa- bisa Rosa jadi bulan- bulan mereka..." ucap Rosa sinis.
"Penggemar...? kau ini..." ucap Rifan sambil ingin menyentil kening Rosa. namun dengan cepat Rosa menutupi keningnya. tentu saja Rifan menghentikan gerakannya .dia mengganti dengan mengacak rambut Rosa .
"Dasar gadis bandel...siapa penggemarku...? kau fikir aku bintang film..." ucap Rifan sambil tersenyum ganas.
"Ya elah tuan....anda ini tidak sadar atau.. ah tidak..." bisa- bisa gue kena jitak lagi batik Rosa yang akan mengatakan Rifan Bodoh.
"Atau apa...?" tanya Rifan.
"Tidak...tidak ada tuan..." ucap Rosa.
"Kau akan mengatakan aku bodoh kan..!" ucap Rifan sambil memandang gadis yang ada di depannya.
"Nach itu tahu sendiri..." ucap Rosa sambil tertawa. melihat Rosa tertawa Rifan terpana dan terdiam. terlihat wajah gadis di depannya semakin cantik. Melihat Rifan yang terpanah melihat wajahnya, Rosa segera menghentikan tawanya .
"Ada apa...? kenapa anda melihatku seperti itu...?" tanya Rosa salah tingkah.
"Kau cantik..." ucap Rifan memuji.
"Siapa bilang tuan Rifan pria yang dingin dan sombong...kalau soal sombong sich beneran, kalau dingin...Ck..orang mesum dan pandai merayu di bilang dingin..." ucap Rosa sambil mencebikkan mulutnya .
"Ros...jangan kau katakan aku mesum lagi...atau , kau akan melihat kemesumanku yang sesungguhnya...?" ancam Rifan sambil menatap Rosa dengan wajah gemas. mendengar ancaman Rifan, Rosa terdiam, namun dia teringat ada Nina di antara mereka.
"Tuan....apakah anda tidak melihat ada Nina yang masih kecil...sayang kau ingin tidur...?." ucap Rosa kesal sambil membelai Nina yang masih asyik memakan sisah es cream miliknya. .
"Sebentar lagi kak.. Nina habisin es nya dulu.." ucap
Mendengar ucapan Rosa, Rifan tersenyum dan berkata.
"Sayang...Nina setuju nggak kalau Kak Rosa jadi pacar Om Rifan, kalau Nina setuju, Om akan memintakan ijin sama Nenek agar Nina bisa tinggal kembali dengan kak Rosa....?" ucap Rifan merayu Nina. terlihat binar kebahagiaan di mata Nina.
"Tentu saja boleh Om... Nina senang kalau Om menjadi Pacar kak Rosa..." ucap gadis cantik nan imut itu denga. wajah ceriah.
"Hey..apa- apaan kalian berdua, dan kau tuan Rifan..jangan kau kau racuni otak kecil Nina ..dan kau juga anak kecil.. jangan mudah di rayu Okey...!" seru Rosa kesal sambil mengacak rambut Nina. .
"Tapi kak...kalau kakak jadi Tante Nina, kita akan tinggal bersama nenek juga kan...jadi Nina tidak harus berpisah dengan siapapun. .." jawab Nina polos.
"Cukup sayang...sekarang Nina tidur , dan nggak usah mikir yang tidak - tidak Okey...?" ucap Rosa sambil membantu Nina tidur.
"Baik kak Nina tidur dulu...." gadis kecil itu segera memejamkan matanya.
"Selamat tidur sayang..." ucap Rosa sambil mencium Kening Nina.
"Ros..."ucap Rifan memanggul Rosa.
"Ya Tuan..." jawab Rosa sambil menatap Rifan .
"Kau bisa kan kalau memanggil namaku saja tanpa panggilan tuan...?" tanya Rifan yang terlihat kesal .
"Mana Mungkin tuan.. tuan adalah Bos sebuah perusahaan yang ternama, kedua
apa kata mereka terutama keduaborang tua tuan jika mereka mendengar saya memanggil tuan dengan sebutan nama saja..." ucap Rosa .
"Jangan perdulikan mereka..aku tidak suka dengan panggilan itu...kau bisa memanggil Namaku, atau panggil aku sesukamu asal jangan tuan...Kata Rifan dengan nasa kesal.
"Baiklah...karena tuan Rifan lebih tua dari Rosa, bagaimana kalau Rosa memanggil tuan dengan Kak Rifan...?" ucap Rosa dengan tersenyum.
"Panggilan itu lebih enak di dengar , dan aku akan memanggilmu Bee..." kata Rifan sambil tersenyum lembut.
"Ck...mana mungkin Kak...kita bukan sepasang kekasih, ..." kata Rosa dengan cemberut.
"Bukankah sebentar lagi kita akan jadian.." jawab Rifan sambil mengedipkan mata.
"Yee...PD amat..." jawab Rosa kesal. melihat wajah Rosa yang cemberut ingin rasanya Rifan mencium bibir yang manyun itu.
"Atau kita langsing jadian saja ya...?" ucap Rifan sambil tersenyum menggoda.
"Idih...itubkan memang maunya kakak..!" ucap Rosa kesal sambil berdiri . melihat Rosa yang berdiri Rifan segera menggenggam tangannya
"Mau kemana...?" tanya Rifan .
"Mau ke kamar mandi..ikut...?" ejek Rosa .
"Boleh juga..." jawab Rifan sambil bangkit dari duduknya.
"Yee...maunya...." ucap Rosa sambil melepaskan tangannya dari tangan Rifan. Melihat Rosa yang semakin kesal , Rifan tertawa bahagia.
Maaf Author hanya bisa membuat cerita sampai di sini duku ya...
Jangan lupa. like, vote dan Komennya author tunggu selalu.
Bersambung.
__ADS_1