
"Benarkah dia datang...?" kata Rifan tak percaya.
"Kemungkinan besar benar Bos...jika benar nyonya Rendra kecelakaan..." jawab Dikra meyakinkan.
"Baiklah akan ku coba mengetahui keadaan tante Safitri di rumah sakit.." kata Rifan dengan penuh semangat. Dia segera menelfon ke rumah sakit milik keluarganya. Dia ingin menanyakan pada mereka apa benar nyonya Safitri merupakan pasien yang berada di rumah sakit miliknya. Setelah menanti beberapa saat. Terlihat wajah Rifan yang terlihat kaget dan sedih. Setelah mengakhiri percakapan, dia terlihat kembali menghubungi seseorang.
"Assalamualaikum Fan..." terdengar suara lembut sang Mama dari seberang. Ternyata Rifan menelfon nyonya Ratih sang Mama.
"Waalaikum salam Ma..." jawab Rifan .
"Ada apa kau menelfon Mama..." kata nyonya Ratih
"Ma...apa mama sudah mendengar kabar kalau Tante Safitri masuk rumah sakit...?" tanya Rifan pada nyonya Ratih.
"Sudah nak.... Malah Mama tadi pagi kesana bersama Papa..." kata nyonya Ratih lembut .
"Kok Mama tidak memberitahu Rifan Ma...?" seru Rifan agak kesal.
"Lo Mama kira kau sudah tahu..." kata sang Mama.
"Yaah Mama...dari mana Rifan bisa tahu kalau tante Safitri masuk rumah sakit...!" seru Rifan agak kesal.
"Ya ampuun Mama lupa... Mama Fikir Rosa ada di sini...!" seru sang Mama sadar kalau Rifan masih ada masalah dengan putri angkat sahabatnya.
"Mama..." terdengar nada kecewa sang putra.
"Maaf nak Mama lupa..." ucap nyonya Ratih .
"Ma...bagaimana keadaan tante Fitri...?" tanya Rifan kemudian.
"Untung luka- lukanya tidak terlalu parah.." jawab sang Mama.
"Beliau kecelakaan di mana Ma..." tanya
Rifan kembali.
"Di jalan Z ...." jawab sang Mama.
"Ya sudah ma, Rifan mau melihat keadaan tante Fitri..." kata Rifan.
"Pergilah...semoga kau bisa bertemu dengan Rosa...tapi Mama tadi tidak melihat dia disana nak..." kata nyonya Ratih lagi .
"Semoga saja Ma...dan doakan Rifan bisa membuat dia mau memaafkan Rifan..." kata Rifan terdengar suara sedih .
" Iya Mama doa kan..." kata sang Mama lembut. Setelah itu Rifan terlihat menutup percakapan dengan san Mama.
"Bos...apa kita akan pergi ke rumah sakit...?" tanya Dikra .
"tidak...kita akan datang malam nanti saja..." kata Rifan dengan wajah terlihat sedih walau ada kebahagian di matanya.
"Kenapa tidak sekarang Bos..?" tanya Fikri.
"Lebih baik aku melihat Tante Fitri nanti malam..." jawab Rifan.
"Kalau begitu kita keluar dulu Bos.." kata Dikra .
" Hmm.." jawab Rifan. Kedua bawahan Rifan sekaligus sahabatnya itu telah keluar dari ruang kerja Rifan. Sedang Rifan sendiri terlihat mondar- mandir di ruangannya. Dia resah apa yang harus dia lakukan untuk meminta maaf pada Rosa. Terlihat kecemasan di wajah tampannya.
Sedang di rumah sakit sendiri terlihat Rosa sedang berbicara dengan Papa dan kedua kakaknya.
" Ros...kau tadi sudah pulang ke Villamu...?" tanya sang Papa.
" Belum Pa...tadi Rosa langsung kemari..." jawab Rosa.
" kalau begitu kau kembalilah dulu...kau perlu mandi dan ganti baju. Nanti kau bisa menggantikan Papa menjaga Mama disini..." kata sang Papa.
" Baiklah Pa... Teman- teman Rosa juga masih di sini Pa... Kalau begitu Rosa pamit dulu Pa..." jawab Rosa .
"Pergilah nak..." kata sang Papa. Setelah berpamitan denga. sang Mama, Rosa segera keluar dari ruang perawatan sang Mama. Dia segera kembali ke Villa miliknya.
Tak berapa lama terlihat mobil Yoyok keluar dari parkiran mobil rumah sakit BHS. Satu jam kemudian , sampaikan Rosa di Villa miliknya. Ketika melihat kedatangan majikan yang sangat mereka hormati itu, bik Narti, bik Sum dan Mang Dulah serta beberapa pekerja Villa sangatlah bahagia. Gadis yang baik pada semua orang itu telah kembali pada mereka.
"Non Rosa..." seru bik Narti dan bik Sum hampir bersamaan. Mereka sampai menangis melihat pada Rosa.
"Lah kenapa kalian berdua nangis Bik... Apa kalian tidak suka aku datang ..." goda Rosa sambil memeluk kedua wanita paruh baya itu bergantian .
" Kami merindukan Non Rosa..." ucap bik Narti sambil mengusap air matanya.
" Benar Non..bik Sum kangen tawa Non Rosa .." kata bik Sum menimpali.
"He he he... Rosa kira kalian tidak suka Rosa pulang.." goda Rosa. Rosa segera melepas pelukannya pada bik Narti dan menatap mang Dulah yang berada di sebelah bik Narti.
" Apa kabar Mang...?" sapa Rosa pada Mang Dulah.
" Mamang Baik Non...Non Rosa begitu juga kan..?" jawab mang Dulah .
" Tentu saja Mang... Mamang lihat kan Rosa sehat dan cantik..." kata Rosa narsis.
Mendengar ucapan Rosa, mang Dulah terkekeh.
"Iya Non Rosa tambah cantik walaupun agak sedikit kurusan..." jawab Mang Dulah.
"Apa bener Rosa kurusan Mang..?" tanya Rosa dengan wajah kaget.
"Kurusan Dikit Non...tapi malah membuat Non Rosa lebih cantik kok.." ucap jujur Mang Dulah.
"Trimakasih Mang...eee bik Narti jangan cemburu ya, mang Dulah memuji Rosa..." ucap Rosa menggoda . mendengar ucapan Rosa, mereka tertawa semua. Lalu Rosa melihat pria mudah yang terlihat berdiri di dekat mang Dulah.
" Ini siapa...?" tanya Risa pada pria itu.
__ADS_1
" Dia putra bik Sum Nona.." kata Mang Dulah .
" Oo ini toh Putramu Bik..." kata Rosa sambil mendekat pada pria muda itu.
"Benar Non...Dia Hambali putra bik Sum Non..." jawab bik Sum .
Rosa mengulurkan tangannya pada Hambali .
"Benar namamu Hambali..." tanya Rosa.
" Benar Non.." jawab Hambali sambil menerima uluran tangan Rosa.
" Kapan kau datang..?" tanya Rosa sambil melepas tangan Hambali.
" Hampir dua bulan yang lalu Non..." jawab Hambali.
" Satu minggi setelah kepergian Non Rosa..." kata bik Sum.
"Oo.. Apa kau sudah Mendaftar pada Universitas yang kau inginkan...?" tanya Rosa lagi.
"Sudah Non...saya di bantu Bang Budi mencari Universitas yang baik..." jawab Hambali.
"Baguslah...semoga kau betah di kota ini...belajarlah yang baik...aku ingin kau jadi orang yang bisa membuat bangga orang tuamu..." kata Rosa sambil menepuk pundak Hambali dan berjalan kearah kamarnya yang berada di lantai atas. Namun sebelum dia melangkah ke atas Dia berseru pada bik Narti.
"Bik...siapkan makana untukku ya...dan sekalian makanan yang akan ku bawa ke rumah sakit untuk Papa dan Kakak.." kata Rosa pada Bik Narti dan Bik Sum.
"Baik Non..." jawab mereka serempak . Rosa segera melanjutkan langkahmya menuju kamar miliknya. Setelah selesai mandi dan solat ashar yang hampir habis waktunya , Dia turun kebawah.
Ketika sampai di lantai bawah dia bertemu dengan teman- temannya yang sedang menunggunya.
"Hey kalian ada di sini...?" kata Rosa sambil berjalan kearah mereka yang
sedang berkumpul di ruang keluarga.
Melihat kedatangan Rosa, Johan langsung berdiri dan memeluknya.
"Kau sudah kembali Younger Sister..."
Ucapnya dengan penuh emosi . Rosa pun membalas pelukan sahabatnya yang bagai saudara kandungnya itu.
Setelah cukup lama memeluk Rosa, Johan melepaskan pelukannya. Dia menatap Rosa lama.
" ada apa..?" tanya Rosa. "Kau kurusan...tapi kau malah lebih cantik..." jawab Johan jujur.
"Benarkah...? Ist..kau mulai pandai menghombal ya...sejak kapan Jo...?" kata Rosa sambil tertawa.
"Eee..gue ngomong beneran...kalau kau nggak percaya tanya saja sama mereka..!" seru Johan sambil memandang teman- temannya. "Dan terlihat mereka kompak menganggukkkan kepala mereka.
Tentu saja sikap mereka membuat rosa tertawa.
" Iya gue tahu kok kalau gue emang cantik..." ucapnya narsis. Dan merekapun tertawa bersama . Setelah itu ganti Diki dan Budi menyalami dan memeluk Rosa dengan akrab. mereka pun duduk kembali di riang keluarga itu.
"Benar Ron...Mereka memang sengaja menabrak mobil Mama . Sepertinya kejadia ini memang sudah mereka rencanakan sebelumnya , buktinya mobil yamg menabrak Mama, tidak memakai plat Nomer dan dia langsing tancap gas setelah melihat mobil Mama terbalik. untung saja si Toto supir Mama masih muda dan dia tidak menjalankan mobil dengan kencang, hingga Mama tidak terluka parah ...." jawab Rosa.
"Brengsek...siapa sebenarnya di balik peristiwa ini...apakah tuan Rendra memiliki Musuh Bos...?" tanya Diki.
"Kata Papa , setahu dia belum pernah Papa memprofokasi seseorang hingga ada yang memiliki dendam pada Papa.." kata Rosa lagi.
"Apa jangan- jangan salah satu orang yang dendam atau membencimu Bos... mereka melakukan itu karena tidak melihat keberadaan elo , dan di mana elo berada . karena itu mereka ingin memancing elo keluar. ..." Kata Diki tiba- tiba.
"Bisa saja seperti kata Diki Bos...dengan cara melukai Mama anda, mereka berfikir pasti anda akan menemui nyonya Safitri, mereka yakin Bos akan datang menemui Mama Bos....." kata Yoyok setuju dengan fikiran Diki.
"Bukankah jarang yang tahu hubunganku dengan Mama...dan aku juga jarang kerumah Mama..." Kata Rosa.
"Tapi Bos...bukankah elo beberapa kali keluar bersama Mama Bos Rosa..." kata Asep yang memang beberapa kali menemani Rosa dan sang Mama keluar berbelanja .
"Iya juga sich... Kalau begitu aku meminta tolong pada kalian untuk membantu penyedihkan ini , Kita harus menemukan siapa di balik kejadian Kecelakaan Mama..." kata Rosa dengan dingin.
"Baik Bos..."Jawab Mereka.
"Oh ya ada kabar satu lagi yang gue bawa..." kata Rosa sambil memandang mereka semua.
"Apa Bos..." tanya Diki mewakili semua orang .
"Gue sudah di setujui oleh paman Whang keluar dari organisasi. Jadi mungkin satu atau dua bulan lagi,putra pertama Paman Whang akan datang kemari, dan Dia akan mengumumkan keluarnya gue dari organisasi secepatnya. Namun terlepas dari semua itu, kita tetap menjadi anggota organisasi yang akan memberi info untuk mereka..." kata Rosa .
"Baguslah Bos..jadi kita akan lebih fokus pada kinerja perusahaan kita sendiri..." kata Yoyok.
"Benar kata Yoyok Ros..." kata Johan menambahi .
"Jadi elo semua setuju gue keluar dari organisasi...?" kata Rosa senang.
"Tentu saja Bos...semua itu mengurangi bahaya di sekitar elo..." kata Asep dengan wajah senang. Percakapan mereka terhenti saat terdengar adzhan maghrib berkumandang. Mereka segera solat berjamaah. Setelah Solat dan makan malam , Rosa pergi ke rumah sakit untuk menggantikan sang Papa dan kak Resa untuk menjaga nyonya Safitri. Asep mengantar Rosa pergi kesana. Ketika sampai di Rumah sakit, Rosa segera pergi keruangan sang Mama. Ketika sampai di sana, ternyata Dika dan istrinya sudah pulang. Dia segera masuk kedalam ruang rawat nyonya Ratih. Perlahan dia muka pintu ruangan sang Mama. Terlihat Resa sedang duduk sendiri.
"Kak..kok sendiri...? Papa sudah pulang...?" tanya Rosa.
"Papa sedang solat magrib..." jawab Resa .
"Ooo..." kata Rosa sambil menata makanan di atas meja.
"Apa yang kau bawa..?" tanya Resa ketika melihat kotak makana di atas meja.
"Aku membawakan makanan buat kalian berdua..." jawab Rosa . tak lama sang Papa datang.
" Kau sudah datang sayang..." kata tuan Rendra sambil memeluk dan mencium kening putri satu- satunya itu .
" Iya Pa...ini aku bawakan makanan dari Villa..." jawab Rosa.
"Waah...sepertinya enak nich..." kata Resa yang sudah mengambil kotak makanan yang ada di meja. Tak lama terlihat kedua orang yang amat di sayangi Rosa makan makanan yang di bawa Rosa. Tak berapa lama selesai juga mereka menghabiskan makanan di atas meja . Sambil membersihkan bekas makanan mereka Rosa bericap pada Tuan Rendra dan Resa.
__ADS_1
" Pa , kak...setelah ini kalian pulang saja , biar mama , aku dan Asep yang akan menjaga..." kata Rosa dengan lembut.
"Baiklah kalau itu maumu..." jawab tuan Rendra.
" Kau tidak apa- apa kami tinggal dik...?" tanya Resa khawatir.
"Ada asep yang akan menjagaku kak..." jawab Rosa sambil tersenyum.
"Baiklah kalau begitu kami pulang dulu, besok kami akan datang ..." kata Resa sambil memeluk sayang sang adik.
" Papa juga pulang dulu sayang...kami akan meninggalkanmu menunggui Mama sendiri. Sebab Papa ada meeting besok pagi, mungkin Papa agak siang datangnya nak..." kata tuan Rendra.
"Nggak masalah Pa...Rosa akan menjaga Mama sampai Papa datang..." jawab Rosa. Tuan Rendra menatap Asep yang berdiri dekat sang putri.
" Sep ..tolong kau temani putriku ya..." kata tuan Rendra pada Asep .
"Pasti tuan...itu memang tugas saya..." jawab Asep .
" Trimakasih Sep....kalau begitu kami pulang dulu, ayo Sa kita pulang.." kata tuan Rendra pada Resa .
"Baik Pa...dek kakak pulang dulu..." pamit Resa Pada Rosa.
"Hati- hati di jalan kak..." ucap Rosa. .
walaupun Rosa harus melihat kantornya, tapi dia harus menanti mereka yang akan menggantikan dirinya menjaga Mama. lagian di kantor ada Johan yang telah menghendel pekerjaannya.
Akhirnya kedua orang tuanya meninggalkan Rosa. Setelah kepergian kakak dan Papanya, Rosa melihat keadaan sang Mama sebentar lalu dia duduk di Sofa . Dia segera membuka leptop yang dia bawa.
"Bos gue mau cari kopi dulu ya...apa elo mau juga..." kata Asep pada Rosa.
"Belikan gue satu Sep ,..." jawab Rosa namun matanya tetap ada di layar leptopnya.
"Baik Bos...." jawab Asep.
Setelah Asep berlalu , Rosa menatap sang Mama.
"Ma...apakah ini berkaitan dengan Rosa Ma...apakah mereka salah satu dari musuh Rosa..." ucap Rosa perlahan.
Dia menatap Wajah sang Mama dengan sedih. Wajah cantik itu terlihat pucat dan menyedihkan saat di pandang.
"Jangan khawatir Ma...Rosa akan Mencari siapa di balik semua ini. Aku akan membuat perhitungan dengan mereka. .." Kata Rosa perlahan.
Tak lama diapun kembali menekuni leptopnya.
Sedangkan Resa yang pergi brsama Sang papa , sedang berjalan kearah parkiran ,Dia melihat Mobil Rifan yang baru datang saat dia dan tuan Rendra akan masuk kedalam mobil mereka . Dia segera tahu apa yang akan di lakukan Rifan .sebab Dia tahu kalau Rifan sedang ada masalah dengan sang adik .
"Pa...Papa pulang dulu ya... Resa ada sesuatu yang harus Resa lakukan..." kata Resa pada sang Papa.
"Memangnya kau mau kemana Sa..?" tanya Sang Papa.
"Resa ingin menemui seseorang Pa..." jawab Resa .
"Baiklah...hati- hati, jangan pulang terlalu malam..." Nasehat sang Papa.
"Baik Pa..." jawab Resa. Tuan Rendra segera masuk kedalam mobilnya. dan tak lama mobil itu pergi meninggalkan Resa yang masih berdiri melihat kepergian mobil sang Papa. Setelah itu dia berjalan kearah mobil Rifan.
"Kau disini...?" tanya Rifan yang akan keluar dari mobilnya.
"Tentu saja...bukankah Mama gue berada di rumah sakit ini..." kata Resa datar.
"Jadi benar Mama elo berada di sini...?" tanya Rifan lagi.
"Benar...Mama gue kecelakaan..." jawab Resa. dan Resa melihat kegelisahan di mata sang sahabat.
"Elo kenapa gelisah...?" tanya Resa pada Rifan.
"Ah nggak...gue cuma pingin ngelihat keadaan tante Fitri aja..." jawab Rifan.
"Lo pingin ngelihat Mama gue atau adik gue...?" tanya Resa menggoda. dia tahu tujuan sebenarnya Rifan.
"Apakah dia ada di sini...?" tanya Rifan dengan perasan berdebar.
"Dia ada di dalam...Kau mau menemui dia...?" tanya Resa .
"Iya...aku ingin meminta maaf padanya.." jawab Rifan dengan wajah cemas .
"Pergilah.. tapi hati- hati... perasaannya sedang tidak bersahabat. dia merasa sedih melihat Mama terluka.." kata Resa lagi.
"Iya aku tahu..." jawabnya.
Dia segera turun dari mobilnya dan berjalan masuk kedalam rumah sakit.
"Faan...Mama gue berada di ruang VVIV blok Anggrek..." seru Resa dari parkiran. Rifan tidak menjawab , Dia hanya mengangkat tangannya sebentar. mengisyaratkan kalau dia sudah tahu.
"Percuma elo ngomong...dia sudah tahu sejak tadi ..." kata Dikra dari dalam mobil.
"Kalau sudah tahu kenapa baru sekarang dia kemari...?" kata Resa.
"Mungkin Dia tahu kalau sekarang pasti adek elo yang menjaga tante..." kata Dikra lagi .
"Elo tahu sendiri betapa gilanya dia ketika kehilangan adek elo..." kata Fikri menyela.
"Sebenarnya ada masalah apa sich antara Rifan dan Rosa...?" tanya Resa .
"Kami juga tidak tahu...yang kami tahu , setelah pertemuan terakhir Dia denga. adek elo, adek elo pergi entah kemana. dan dia menjadi pria yang lebih kejam dan dingin dari sebelumnya..." kata Dikra lagi.
Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya.. kalau ada typo atau salah ketik author minta maaf. Jangan lupa, like, vote dan komennya selalu gue tunggu.
Bersambung
__ADS_1