PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP 32. TERBONGKARNYA ROSA .


__ADS_3

Rifan yang sudah tak sabar berjalan duluan tanpa banyak bicara. Sedang Dikra yang berada di belakang Rifan harus membubarkan rapat terlebih dahulu. Setelah itu baru dia berlari mengejar sang Bos yang sudah mulai masuk kedalam lift bersama Fikri. Saat lift hampir tertitup untunglah Fikri menahan hingga Dikra masuk kedalam lift.


"Cih kau sekarang lelet banget Dik..." terdengar parkataan dari si Bos saat Dikra berada di sampingnya.


"Bos...bukankah kau menyuruhku membubarkan mereka lebih dahulu..." protes Dikra dengan wajah cemberut .


"Ist...selalu ada alasan ..." ucap suara Rifan bernada kesal. Mendengar ucapan sang maha benar, membuat Dikra terdiam karena kesal. Namun kekesalnya tidak berani dia perlihatkan.


"Kalau Bukan Bos gue, sudah gue penyet nich orang..." umpat Dikra dalam hati.


Ketika mereka sampai di lantai dasar. Terlihat Rifan berjalan bagai orang tak sabar. Saat mereka sudah sampai di halaman, terlihat mobil pribadi Rifan telah menunggu di pintu masuk . untung tadi Fikri menelpon supir pribadi Rifan, kalau tidak pasti si maha benar akan kembali marah dan kesal .


"Kita langsung ke perusahaan KAI pak.." kata Dikra pada sang supir. Dikra duduk di depan. sedang Rifan dan Fikri berada di bangku penumpang .


"Baik tuan Dikra..." jawab Bang Mahmud sambil fokus menatap kearah depan.


" Lo Dik , emang ngapain kita ke KAI...?" tanya Fikri tak mengerti.


"Tanyakan sendiri pada Bos Rifan.." jawab Dikra cuek.


"Dasar teman tak sehati...mana berani gue tanya pada si Bos jika wajahnya seperti itu..." batin Fikri kesal. Sedang Dikra tertawa dalam hati ketika melihat wajah Fikri yang terlihat cemberut ketika mendengar ucapan Dikra. Dikra menatap wajah sang sahabat dari spion dalam mobil .


Sedang Rifan terlihat wajahnya sangat tak sabar . Dia menatap kedepan dengan wajah kesal dan tegang.


"Bos...nggak usah setengah itu kalik.. Non Rosa nggak akan kemana- mana..." ucap Dikra dengan pelan.


"Apaaa...Non Rosa...?" tanya Fikri kaget.


Sebab Dia belum tahu masalah yang terjadi pada Rifan akhir- akhir ini .


"Kalian bisa diam nggak...! Atau kusuruh kalian keluar..." ucap Rifan dingin. Mendengar suara ancaman Rofan , kedua orang itu terdiam .


"Bukan begitu Bos...saya hanya berfikir, apa yang akan kita katakan pada mereka agar Nona Rosa mau keluar...! Bukankah kita semua tagi, kalau Nona Rosa menghindari anda Bos.." ucap Dikra lagi. Tentu saja perkataan Dikra membuat Rifan terdiam. Dia sadar ucapan Dikra benar adanya .


"Baik...Sekarang coba kau katakan, setiap anak buahmu melihat dia pergi ke kantor, Dia memakai baju seperti apa...?" tanya Rifan mencoba menerka pekerjaan Rosa.


"Dia terlihat rapi dan cantik seperti biasa..." jawab Dikra.


"Kau berani mengatakan dia cantik di depanku...!" seru Rifan posesif.


"Maaf Bos, bukanya tadi Bos bertanya..?." jawab Dikira merasa bulu kuduknya merinding.


Sedang Fikri hampir saja tertawa mendengar sang Bos terlihat cemburu saat Dikra mengatakan kalau Nona Rosa cantik .


"Dasar Bucin akut...begitu saja sudah cemburu. Demi menahan tawa yang akan meledak, Fikri menatap keluar mobil.


"Baik kita lanjut pertanyaanku, apakah dia berangkat memakai mobil dia sendiri...." tanya Rifan lagi.


"Benar Bos....Dan satu lagi, kata meteka kedua temannya yang dia bilang masih saudara nona Rosa . sering menyebut non Rosa dengan sebutan Bos..." ucap Dikra lagi.


"Bos...maksud mereka , kedua orang itu menyebut gadisku Bos...?" tanya Rifan dengan wajah kaget.


"Benar Bos...." jawab Dikra.


Mendengar ucapan Dikra terlihat ada kekagetan di wajah Rifan, namun tak lama terlihat senyuman manis di wajahnya.


"Aku akan membuat gadis cantikku keluar dari persrmbuyiannya. .." ucap Rifan dengan percaya Diri.


" Gimana caranya Bos...?" ucap Dikra dengan penasaran.


"Kita pergi ke salon Tante Selly dulu..." ucap Rifan lagi.


"Untuk apa Bos...!" seru Dikra dan Fikri hampir bersamaan.


"Kalian lihat saja nanti...." jawab Rifan dengan percaya diri .


Kedua sahabat sekaligus wakil dan asisten pribadi Rifan hanya bisa menatap Rifan dengan wajah penuh tanda tanya .


Mereka akhirnya berbalik arah menuju Salon tante Selly adik sang Mama .


Ketika sampai di sana, banyak mata para wanita muda menatap wajah tiga pria tampan yang kini sedang masuk kedalam Salon nyonya Selly. Saat Rifan masuk, terlibat nyonya Selly telah menyambut kedatangan Rifan dan dua sahabatnya.


"Hay keponakan tante yang tampan... apa kabar sayang...?" ucap nyonya Selly yang terlihat cantik walaupun sudah berumur. Wanita yang sudah memiliki dua orang anak ini masih terlihat mudah dan cantik.


"Baik Tan..." jawab Rifan sambil mencium dan memeluk sang tante.


"Tumben kau datang kemari...ada kepentingan apa...?" taya Nyonya Selly lagi.


"Aku pinjam cambang dan kumis palsu Tan..." ucap Rifan


"Cambang dan kumis palsu...?untuk apa..?" tanya tante Selly.


"Aku ingin membuat kejutan buat kekasihku tan..." kata Rifan datar.


"Hey..kau sudah punya pacar...? Ayo tunjukkan gadis itu pada tante..?" seru nyonya Selly dengn cepat .


"Kapan- kapan akan aku bawa kemari tan..." jawab Rifan.


"Baiklah kalau begitu ayo masuk..." kata nyonya Selly dengan wajah gembira .


Hingga beberapa saat kemudian, terlihat tiga orang pria keluar dari salon nyonya Selly . Mereka tiga pria gagah bercambang dan berkumis tebal. Ketiganya segera masuk kedalam mobil milik CEO perusahaan EKG .


"Kita langsung pergi ke perusahaan KAI pak..." kata salah satu dari mereka yang berada di dekat supir. Dan ternyata mereka Rifan , Dikira , dan Fikri yang sudah di Rias oleh nyonya Selly.


'Baik tuan..." jawab bang Mahmud yang langsung menjalankan mobilnya menuju kantor KAI . tak berapa lama sampailah mereka di perusahaan milik Rosa itu.

__ADS_1


Setelah menurunkan Rifan dan tiga temannya di depan pintu perusahaan , bang Mahmud segera membawa mobil mereka ke parkiran mobil perusahaan KAI .


Sedangkan Rifan segera masuk kedalam kantor KAI . Ketika mereka sampai di loby Ke tiganya segera menghadapi dua gadis manis yang ada di loby perusahaan itu.


"Ada yang bisa saya bantu pak...?" tanya Sala satu dari mereka menyapa ketiga tamu itu.


"Bisa kami bertemu dengan Ibu Rosa Nona...?" tanya Rifan datar.


"Ibu Rosa...? Apakah anda sudah memiliki janji tuan...?" jawab wanita itu.Rifan dan Dikra saling berpandangan.


"Belum...tapi kami mempunyai pembicaraan penting masalah bisnis dengan beliau mbak..." kata Dikra dengan nada lembut .


"Tapi maaf tuan... Kami tidak bisa mengabulkan permohonan tuan jika tidak ada perjanjian terlebih dahulu dengan Bos kami..." jawab gadis itu . Mendengar wanita menyebut Rosa Bos mereka, Dikra , Fikri dan Rifan saling berpandangan .


"Apakah tidak ada jalan lain Nona... Sebab kalau sampai hari ini kami tidak bisa bertemu dengan beliau, maka kami akan mengalami kerugian yang sangat besat. Dan itu akan berdampak juga dengan perusahaan ini.." kata Dikra dengan wajah cemas.


Sebab jika mereka tidak bisa bertemu dengan Rosa hari ini , si Bos arogan ini bakal ngamuk dan tidak ada yang bisa menghentikannya .


"Kalau begitu coba saya tanyakan dulu pada Sekretaris beliau dulu mungkin dia bisa menanyakan pada Nona Rosa ..." jawab wanita itu ramah.


"Baiklah akan kami tunggu ..." jawab Dikra. Gadis itu segera mengangkat telfon di depannya . dia terlihat sedang menghubungi seseorang . tak lama dia menaruh kembali telfonnya .


"Silahkan tunggu dulu di ruangan itu tuan...sebab sekretaris Bos Rosa sedang bertanya pada beliau .


"Baik kami akan menunggu..." jawab Dikra sambil berjalan keruang tunggu . mereka segera duduk di sofa ruang tunggu . tak berapa lama terlihat gadis petugas yang ada di loby mendatangi mereka.


"Tuan silahkan ke ruang CEO kami yang ada di lantai paling atas..." ucap gadis itu.


"Trimakasih mbak..kami akan kesana..." jawab Dikra sambil berdiri di ikuti Rifan dan Fikri .mereka segera di antar menuju lift khusus para petinggi perusahaan . Dan kebetulan sekali mereka bertemu dengan Asep dan Mamat yang baru datang . dan berada di depan lift .


"Tuan Asep...maaf mereka tamu Bos Rosa..." ucap resepsionis itu pada Asep.


"Tamu Bos Rosa...apakah kau sudah menanyakan pada Nona Rosa...?" tanya Asep.


"Sudah tuan...mereka di suruh langsung ke ruangan Nona Rosa..." jawab resepsionis tadi .


"Baiklah biar mereka bersama dengan kami..." kata Asep lagi .


"Trimakasih tuan , permisi..." pamit gadis itu. Sedang Asep hanya menganggukkan kepalanya. Melihat interaksi asep dengan gadis tadi, Rifan dan kedua temannya merasa kalau kedudukan Asep di kantor ini cukup tinggi.


"Mari..." ajak Asep pada ketiga tamu yang berada di depan lift saat lift mulai terbuka. Mereka segera menuju ruang kantor Rosa. Saat sampai di depan ruangan Rosa , Rifan dan kedua temannya sempat tertegun dengan kantor milik Rosa. kantor itu terlihat sangat asri dengan taman yang berada di depan ruang kantornya . Hingga jika ada tamu yang datang kesana akan betah berada di tempat itu . dan seorang wanita mudah dan cantik menyambut kedatangan mereka.


"Selamat siang tuan Asep, tuan Mamat..." sapa gadis itu ramah.


"Siang..." ucap Asep dan Mamat bersamaan.


"Apakah Nona tidak sibuk..?" tanya Asep pada gadis sekretaris Rosa .


"Tidak tuan...beliau menunggu tamu yang akan datang kemari...." jawab sang sekertaris.


"Ini tamu yang akan menghadap Nona Rosa..." jawab Asep.


"Trimakasih...." ucap Rifan datar.


Asep dan Mamat pun segera membawa Rifan masuk kedalam ruangan. Sedang Diki dan Fikri di minta untuk menunggu di depan ruangan Rosa oleh Rifan.


"Kalian tunggu saja di sini sebentar..." ucap Rifan pada kedua temannya.


"Baik tuan..." jawab mereka berdua serempak .


Asep segera mengetuk pintu yang ada di depannya.


Tok tok tok


"Masuk...." terdengar suara lembut terdengar dari dalam ruangan itu. dan Rifan pun mengenal suara siapa itu .


Asep , Mamat serta Rifan pun segera masuk kedalam ruangan Rosa. Saat pintu terbuka, Rifan bisa melihat gadis cantik yang sudah di daulat menjadi miliknya itu sedang fokus duduk di depan leptop miliknya. dan terlihat tangan trampilnya bergerak dengan cepat di atas keyboard leotopnya .


"Pagi Bos..." sapa Asep dan Mamat bersamaan.


"Pagi..." jawab gadis itu tanpa menatap pada mereka . Dia masih asyik melanjutkan pekerjaannya .


"Apakah kalian sudah menyelesaikan tugas kalian berdua...?" tanya Rosa. Kini dia menatap pada mereka bertiga yang ada di ruangannya.


"Sudah Bos...hanya ada sedikit laporan yang akan kami sampaikan..." jawab Asep.


"Oo..lalu siapa pria di belakang kalian...?" tanya Rosa sambil menatap Rifan .


"Beliau tamu yang katanya sedang Nona tunggu..." jawab Asep lagi.


"Tamu...? Oo tamu yang ada kepentingan padaku...? Mari silahkan duduk tuan...dan kalian berdua keluarlah dulu...' jawab Rosa dengan wajah tenang. Rifan segera duduk di sofa yang ada di ruangan Rosa. sebenarnya sudah sejak dia berada di ruangan itu, dia ingin sekali memeluk gadis yang sangat sulit dia temui itu. hampir dua bulan ini, Rifan sangat susah untuk bertemu dengan Rosa. tak jarang Rifan harus menunggu sampai larut malam hanya untuk menunggu Rosa datang.


Setelah Asep dan Mamat keluar, Rosa mendekati Rifan yang duduk di sofa .


"Selamat siang Tuan...." Rosa bingung mengucapkan nama Rifan yang memang belum dia ketahui.


perlahan Rifan membuka samarannya. saat janggut , kumis, dan cambang di buka, betapa terkejutnya Rosa kala melihat pria di depannya adalah Rifan.


"Kak Rifan....!" seru Rosa kaget.


"Kenapa...? kau kaget...?" ucap Rifan sambil menatap Rosa.


"Tentu saja...apa- apaan sich kak Rifan , sampai menyamar seperti itu...!" ucap Rosa kesal.


"Kalau tidak seperti ini, mana mungkin aku tahu siapa kau dan di mana kau bekerja...!" seru Rifan ikut kesal .

__ADS_1


"Untuk apa...? bukankah kau bisa bertemu denganku di Villa milikku...!" jawab Rosa .


"Bertemu denganmu....? apakah kau bisa memberi kesempatan padaku untuk bertemu denganmu, ingat sudah berapa minggu ini kau tidak memberiku waktu, kau memberikan kesempatan untuk menjadi pacarmu, tapi kau tidak memberikan waktu untukku..." ucap Rifan kesal dan marah.


"Aku bukan memberi kesempatan padamu menjadi kekasihku kak, tapi aku memberi kesempatan untukmu mendekatiku. kau tahu kan, kalau aku belum bisa mencintaimu . Aku akan mempercayakan perasaanku padamu jika aku sudah yakin akan ketulusanmu.." kata Rosa yang membuat Rifan sedikit kecewa. namun dia memang harus bersabar mendekati gadis yang terlihat lembut tapi keras kepala ini.


"Baik...tapi apakah selama ini kau juga memberi kesempatan padaku untuk mendekatimu..?" tanya Rifan dengan nada lembut.


"Maaf...akhir- akhir ini aku sedang sibuk kak... aku berjanji akan memberikan waktu untuk bertemu denganmu...!" jawab Rosa .


"Baiklah aku akan menunggu janjimu, kalau begitu aku ingin berada di sini hari ini..." ucap Rifan sambil mendapatkan tubuhnya yang atletis itu di sandaran sofa .


"Tidak kak...kau harus pergi kekantormu dulu, saat ini aku sangat sibuk dan tak bisa di ganggu..." jawab Rosa dingin. namun Rifan tidak takut akan sikap Rosa.


"Kau bisa melakukan apapun , aku hanya akan duduk di sini menemanimu, kau abaikan saja aku...?" ucap Rifan dengan tenang . Melihat sikap Rifan, Rosa mati kutu. Akhirnya dengan terpaksa Rosa harus merayu pria ini agar pulang ke kantornya. mana bisa dia menyelesaikan urusan si Biangka jika pria arogan ini berada di ruangannya.


"Kakak....aku mohon kembalilah ke perusahaanmu, mana bisa aku konsentrasi pada pekerjaanku jika kau berada di sini.." ucap Rosa dengan wajah kesal . Rifan menatap Rosa dengan seksama. dan dia bisa melihat ada sedikit kegelisahan di mata Rosa .


"Baik...aku akan pergi, tapi dengan satu syarat kau mau memelukku..." jawab Rifan datar .


"Dasar pria mesum..selalu saja mencari kesempatan saat orang terjebak.." umpat Rosa pelan,


Sebenarnya Rifan mendengar perkataan Rosa, namun dia hanya diam saja.


"Bagaimana , kau mau...? kalau tidak aku akan menempel padamu selama seharian..." kata Rifan membuat Rosa tak punya pilihan .


"Baiklah...tapi janji hanya memeluk..." ucap Rosa .


"Iya Bee...." Rifan segera berjanji dan berjalan kearah Rosa. dengan sigab dia membawa Rosa kedalam pelukannya .


"Bee...tadi pagi kau pergi kemana...?" tanya Rifan lembut .


"Kenapa...? orang suruhanmu kehilangan aku...?" kata Rosa menjawab pertanyaan Rifan dengan kesal .


"Kau mengetahui semua itu...?" kata Rifan kaget. dia melepas pelukannya dam menatap Rosa tajam .


" Kau fikir aku orang bodoh kak...?" jawab Rosa .


"Maaf...aku hanya ingin mengetahui di mana dan apa yang kau kerjakan..." jawab Rifan menyesal .


"Jangan kau ulangi lagi...atau aku akan marah padamu..." kata Rosa dingin.


"Baik...aku janjikan itu, tapi sekarang katakan padaku kau kemana tadi pagi...?" tanya Rifan lagi .


"Ada sesuatu yang harus aku urus...oh ya kak...apakah kau tahu latar belakang kekasihmu si Biangka...?" tanya Rosa dengan nada cuek.


Pletaak....


"Aauuu...Ck..kenapa kau suka sekali menyentil sich kak...sakit tahu...!" ucap Rosa sambil memegang keningnya dengan wajah cemberut .


"Itu agar fikiran kotor di otakmu hilang... siapa yang bilang si Biangka kekasihku... kekasihku hanya satu, dulu ataupun sekarang dan selamanya, hanya Kau satu- satunya..." ucap Rifan sambil menatap Rosa dengan wajah kesal bercampur gemas. Dia gemas melihat wajah cantik itu yang cemberut karena kesal .


" Mulai dech..." ucap Rosa sambil melepas pelukan Rifan., terlihat wajahnya memerah karena mendengar ucapan Rifan. Rifan tertawa melihat perubahan di wajah Rosa.


"Oh ya kak...kalau sampai sesuatu terjadi pada Biangka karena aku, apakah kau akan marah atau membenciku...?" tanya Rosa sambil berbalik dan menatap pada Rifan .


"Tidak...kalau itu bisa membuatmu bahagia aku tidak pernah marah, ataupun membencimu, apa lagi gadis yang bukan siapa- siapa buatku . memangnya ada apa Bee..?" tanya Rifan heran .


"Kemarin Dia menyewa beberapa preman untuk membunuh ku...." jawab Rosa tenang.


"Apaa...!" seru Rifan kaget .


"Dia menyuruh beberapa penjahat menghadang perjalananku pulang, Dan dari para penjahat , aku tahu siapa yang menyuruh mereka, Putri dari pemilik perusahaan Firma Grub yang menyewa mereka untuk membunuhku , Dan Kakak juga tahu kan pemilik perusahaan FG..." kata Rosa dengan wajah tenang .


"Brengsek....berani sekali dia melakukan itu padamu...!" seru Rifan marah .


"Mungkin dia marah ketika aku membongkar kelakuannya di depan sang Papa kak ..." kata Rosa lagi .


Akhirnya Rosa menceritakan saat Dia bertemu dengan Biangka dan sang Papa. karena papa Biangka adalah salah satu Relasi dari perusahaan KAI . namun kemarahan Biangka saat di kantor Rifan membuat Biangka Marah dan Benci pada Rosa . akhirnya bukan kesepakatan kerja yang di dapat, tapi pertengkaran diantara Rosa dan Biangka .


"Sepertinya Dia sangat dendam padaku kak..." kata Rosa sambil terkekeh.


"Akan ku buat dia menyesal atas perbuatannya padamu Bee..." kata Rifan marah.


"Jangan ikut campur kak...dia itu milikku.. aku akan membuat dia menyesal telah berani memprofokasi ku...Dia harus menanggung semua akibat dari perbuatannya..." ucap Rosa datar.


"Baiklah aku tidak akan ikut cmpur urusanmu, aku akan selalu mendukung dirimu , tapi ingat...jangan sampai kau terluka. jika itu sampai terjadi , aku sangat marah. kau ingat itu..." ucap Rifan sambil mengacak rambut Rosa yang di biarkan tergerai di punggungnya .


"Baik...jangan cemaskan sial diriku. dan kau bisa menyaksikan pembalasanku pada Biangka dua hari lagi..." ucap Rosa sambil berjalan kearah kursi kebesarannya.


"Baik akan kulihat apa yang akan kau lakukan pada Biangka..." kata Rifan lembut.


"Nach sekarang silahkan kakak kembali kekantor kakak , aku tidak akan mengantar kalian pulang..." kata Rosa .


"Baik aku pergi dulu...jaga diri baik- baik nanti sore aku akan keVilla mu ..." ucap Rifan sambil melangkah keluar ruangan.


"Tunggu kak...jangan sekarang...aku sibuk . Mungkin nanti malam aku pulang larut malam. besok saja kakak kalau ingin ketemu..." kata Rosa.


"Baik...besok aku akan kemari dan tinggal di sini seharian..." jawab Rifan sambil menutup pintu. dia tak ingin mendengar protes Rosa padanya.


"Cih...dasar pemaksa...!" umpat Rosa.


Dia segera memanggil Asep dan Mamat yang sudah sejak tadi menunggu panggilan dari Rosa .


Sekian dulu ceritanya ya...besok aku lanjut lagi.

__ADS_1


jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu selalu .


Bersambung .


__ADS_2