
Haripun berlalu dengan cepat. Tak terasa dua minggu sudah Nindi berada di Villa Rosa. Pekerjaan membangun beberapa bangunan di belakang Villa akan segera di mulai setelah pembelian tanah milik teman Budi . Ternyata tanah itu cukup luas, dan tempatnya persis bersebelahan dengan Villa milik Rosa . membuat apa yang di harapkan Rosa bisa di laksanakan secepat nya . Rosa merasa sangat puas mendapatkan tanah itu. Apalagi di tanah itu di lintasi sebuah sungai yang tidak terlalu besar dan airnya jernih .
Setelah mendapatkan tanah itu, Rosa mulai membuat seketsa Rimah yang akan dia buat .
Namun dia juga mulai menyebarkan anak buahnya untuk mencari informasi keberadaan tuan Sio , Papa dari sang sahabat.
Hari ini dia harus membahas kembali dengan para sahabatnya , tentang kepergian mereka ke luar Negri untuk menemui sang paman yang telah dia anggap seperti Papanya sendiri . yang menyelamatkan hidupnya serta membuat dia seperti sekarang ini.
"Lang...apakah persiapan kita pergi sudah kau siapkan....?" tanya Rosa pada Gilang yang berada di depannya. Rosa dan kedelapan anak buahnya sedang berkumpul di Villa miliknya. Mereka sedang membahas soal tuan Sio dan juga keberangkatan mereka keluar negri.
"Sudah Bos, semua telah kami siapkan..." jawab Gilang .
"Tapi Bos, Bos besar sekarang berada di China..." kata Roni menyela .
"Di China...? Paman ada di China...?" tanya Rosa tak percaya.
"Benar Bos...malah beliau bilang kalau Bos di harapkan datang kesana...?" kata Roni lagi.
"Kapan kau mendapatkan berita itu...? kenapa tidak langsung menghubungi aku...?" tanya Rosa pada Roni.
"Tadi sore...Yijin menghubungi gue karena ponsel elo nggak bisa di hubungi.." kata Roni menjelaskan .
"Ya ampun gue lupa menghidupkan ponsel gue, tadi ponsel gue lawbat ..." ucap Rosa .
"Yujin bilang kalau beliau ada di China selama dua atau tiga bukan Bos..." lanjut Roni .
"Kalau begitu tiga hari lagi kita kesana, sekalian kita bisa menyelidiki soal paman Sio. Mungkin kita bisa menemukan petunjuk tentang dia..." kata Rosa .
"Baik Bos..." jawab mereka serempak.
"Soal pembangunan di belakang Vila apakah sudah di persiapkan Yok...?" tanya Rosa pada Yoyok.
"Beres Bos..." jawab Yoyok.
"Baguslah...tapi ingat, pembangunan di belakang Villa bukan hanya tanggung jawab Yoyok semata. Tapi semua harus merasa bertanggung jawab juga..." ucap Rosa tegas.
"Baik Bos..." jawab mereka serempak.
"Kalau begitu pertemuan kita akhiri sampai disini. Ingat tiga hari lagi kita pergi ke china..." kata Rosa meng akhiri pertemuan mereka .
Selama tiga hari sebelum keberangkatan mereka, Rosa menyelesaikan segala urusan kantor dan juga Rifan. Dia mengatakan pada Rifan kalau dalam dua minggu kedepan dia akan pergi keluar negri. Mendengar ucapan Rosa,
Rifan kaget . Rifan kaget saat Rosa mengatakan kalau Rosa akan keluar Negri selama dia minggu , Kepitusan Rosa membuat Rifan sidih dia ingin ikut pergi kesana juga. Melihat sikap Rifan, Pada akhirnya dengan terpaksa Rosa menceritakan siapa dia sebenarnya . Dia menceritakan dari Dia terbunuh sampai sekarang bertemu Rifan, Dan Rosa juga mengatakan kalau dia ketua Mafia Black Angel.
"Sekarang kakak sudah tahu siapa aku sebenarnya, dan sekarang terserah kakak, aku tidak akan memaksa Kakak agar kakak berada bersamaku. Jangan khawatir kak...aku tidak akan menyalahkan kakak, dan kau bisa menjauh dariku tanpa merasa bersalah padaku..." ucap Rosa sambil menatap Rifan yang tertegun mendengar semua cerita Rosa.
Rosa telah menceritakan siapa dia yang sesungguhnya . Dia tertegun tanpa bisa bicara. Melihat wajah Rifan yang Syok berat. Kanaya memakluminya, walaupun dalam hati ada perasaan nyeri yang menghujam di dalam hatinya. Dia tahu, tak seorangpun yang akan berlapang dada kalau mendengar siapa dia yang sebenarnya. Seorang kepala mafia dari sebuah organisasi bawah tanah yang sebagian orang merasa takut dan benci.
Namun Rosa tahu organisasi yang dia jalani berada di jalur kebenaran. Tidak ada penjualan narkoba, tidak ada tindakan yang melanggar hukum dan agama, malah mereka banyak membantu aparat negara dami upayah memberantas kejahatan.
"Baiklah mungkin kakak masih Syok mendengar siapa aku . karena itu aku akan pergi dulu kak .. aku akan menunggu keputusanmu sampai nanti malam..., kalau kau masih mau menerimaku , telfon aku. tapi kalau tidak, aku akan menganggap hubungan kita berakhir sampai di sini..." ucap Rosa datar sambil berdiri dari duduknya. Saat ini Rosa datang kekantor Rifan sebenarnya untuk berpamitan, sudah sejak kemarin Rosa mengatakan pada Rifan kalau dia akan pergi , namun pria itu kekeh meminta akan ikut . akhirnya hari ini dia mengungkapkan siapa dia sebenarnya. Jika Rifan masih tetap memaksa mengikuti dirinya yang ingin bertemu Paman Whang walaupun dia sudah tahu identitas Rosa. Maka dengan terpaksa dia akan membawanya. Namun ternyata Rifan terlihat mulai ragu.
Melihat semua itu , Rosa tersenyum dan berlalu dari hadapan Rifan.
Setelah masuk kedalam mobilnya , Rosa segera meminta pada Asep untk membawa mobil mereka langsung ke markas . Hari ini mereka akan berangkat ke China dengan memakai pesawat pribadi mereka.
"Bos apakah anda tidak berpamitan pada kedua orang tua anda Bos..." tanya Asep pada Rosa.
"Nggak usah Sep...aku sudah bilang pada Papa kalau aku akan pergi keluar Negri..." jawab Rosa.
"Apakah mereka tahu kemana anda pergi..." tanya Mamat.
"Tidak Mat.. Lebih baik sedikit orang yang tahu keberangkatan kita, itu lebih baik..." jawab Rosa.
"Gimana dengan Nona Nina...?" tanya Asep lagi.
"Aku sudah meminta Bik Narti dan Mang Dulah untuk membawa Nina pergi ketempat tuan Alex. Demi keselamatan Nina, untuk sementara ini Dia lebih baik berada di rumah tuan Alex , ." jawab Rosa. Mendengar perkataan Rosa , Asep kaget.
"Jadi non Nina sekarang sudah berada di rumah tuan Alex Bos...?" tanya Asep dengan raut wajah kaget .
"Iya...tadi siang sepulang sekolah mereka sudah mengantarkan Nina..." jawab Rosa datar.
" Apa Non Nina tahu dan setuju Bos...?" tanya Mamat.
" Hmm...." gumam Rosa yang mengiyakan pertanyaan Mamat . kini Risa sedang menatap kearah luar mobilnya . Asep dan Mamat mengerti kalau saat ini hati Rosa sedang sedih . walaupun mereka tidak tahu apa yang terjadi tadi di dalam ruangan tuan Rifan, tapi saat melihat wajah Rosa yang agak sedih setelah keluar dari ruangan Rifan, mereka sudah tak berani bertanya . tak terasa mereka sudah sampai di Markas mereka.
Ketika mereka masuk , terlihat keenam anggota khususnya telah menanti . Setelah mengintruksikan pada bawahan yang sudah dapat di percaya . Rosa dan kawan - kawan segera pergi ke hanggar tempat pesawat kecil mereka berada. Tak berapa lama terlihat pesawat pribadi milik Rosa, telah terbang mengudara.
Sedangkan di perusahaan EKG . Terlihat Rifan yang masih terduduk bengong Di depan meja kerjanya . Dia masih tak pernah menyangka kalau Rosa adalah Reinkarnasi dari gadis lain, dan gadis itu adalah seorang kepala Mafia. Walaupun Rifan tahu kalau kelompok Back Angel adalah kelompok yang berjalan di jalur putih. Namun dia masih terbayang kematian sang kakak.
Dan kematian mereka di duga ada sangkut pautnya dengan sebuah kelompok Mafia. Rifan terlihat terduduk di kursi kerjanya. Dia merasakan kekecewaan dan kesedihan melanda hatinya. Apa yangbharus dia lakukan... itulah pertanyaan yang ada di dalam dadanya. Cinta, Binci dan Marah bergulat dalam hatinya . Dia tidak bisa berfikiran jernih. andai dia berfikir benar. kecelakaan yang terjadi pada sang kakak apakah harus Rosa yang menanggung .
Sedangkan Rosa sendiri setelah terbang selama lima jam lebih , mereka telah sampai di China. Mereka mendarat dengan mulus di tempat pendaratan milik sahabat paman Whang . Setelah pesawat mereka mendarat. Terlihat beberapa orang mendatangi mereka. Dan di antara mereka, ada seorang pria China yang masig muda dan tampan yang datang bersama beberapa pria gagah .
__ADS_1
"Yujin...." sapa Rosa hangat. Dia sudah mengenal Yujin yang akrab bagai kakak sendiri.
"Kau Kanaya...?" tanya Yujin denga suara khas chinanya dengan tak percaya.
"Waah aku lupa kalau wajahku baru..." jawab Rosa sambil tertawa. Dia me yalami dan memeluk Yujin dengan hangat.
"Apa kabar Yui..." kata Rosa menyebut nama kesayangan Yujin.
"Baik...waah kau semakin cantik dengan wajah barumu Kai..." seru Yujin pada Kanaya.
"Paman mana...?" tanya Rosa .
"Ada di Rumah sahabatmya sedang menunggumu..." jawab Yujin. Dia segera menyapa semua anak buah Rosa atau Kanaya yang memang sudah dia kenal . Setelah itu mereka segera menaiki mobil yang di bawa Yujin. Tak berapa lama mereka berada di sebuah rumah yang terlihat sangat besar dan indah. Yujin membawa mereka masuk kedalam rumah. Sesampainya di dalam, mereka melihat dua orang paruh baya yang sedang berbincang . dan Rosa tahu salah satu dari mereka adalah sang Paman . Melihat keberadaan pria itu, Rosa segera berjalan kearah tuan Whang
"Paman Whang...?" seru Rosa dengan gembira .
"Kau Kanaya...?" tanya tuan Whang tak percaya .
" He he he...Kanaya lebih cantik kan paman...!" seru Rosa sambil tertawa dan memeluk pria yang sudah dia anggap sebagai orang tuanya.
"Ha ha ha...kau memang Kanayaku..." seru tuan Whang bahagia.
"Apa kamar Paman...?" tanya Rosa sambil melepas pelukannya.
'Baik- baik sayang...tubuhmu memang berubah nak...tapi sifat mu tidak berubah, apalagi sifat manjamu..." kata tuan Whang sambil mengacak rambut Rosa dan tertawa keras.
"Oh ya Ansong kenalkan ini putri angkatku Kanaya, dia tinggal di Indonesia...Kanaya ini Ansong sahabat Paman sejak Remaja..." kata tuan Whang memperkenalkan pria pemilik rumah .
"Oo..ini putri angkatmu ... ternyata putri angkatmu cantik Whang..." kata tuan Ansong. Mendengar perkataan teman lama tuan Whang , mereka semua tertawa.
Tak lama semua sahabat Rosa memberi salam pada tuan Whang dan tuan Ansong. Setelah itu Yujin membawa mereka ke ruang istirahat mereka.
Namun Rosa masih di tahan di ruangan itu oleh tuan Whang.
"Gimana kabar Bibi dan kedua adik laki- lakiku paman..? kenapa mereka tidak ikut..." tanya Rosa .
"Bibimu sudah tidak kuat untuk jalan jauh, sedang kedua adikmu sedang menangani masalah..." kata tuan Whang sambil menatap Rosa dengan sayang.
"Ceritakan padaku Kai.. Ada masalah apa hingga kau merubah wajahmu seperti ini... apakah kau operasi plastik...?" tanya tuan Whang lembut.
"Ceritanya panjang Paman...." jawab Rosa.
"Coba kau ceritakan , aku ingin mendemgarnya..." kata tuan Whang lembut . Akhirnya Rosa menceritakan semua yang terjadi padanya. Dari mulai jebakan Mirna sampai dia masuk kedalam tubuh Rosa yang sekarang berada di depan mereka.
" Jadi sebenarnya Kanaya hanya sebuah roh yang masuk kedalam tubuh ini Paman, Kehidupan Kanaya sudah berakhir satu tahun yang lalu, dan kini di gantikan oleh Rosa .." kata Rosa mengakhiri ceritanya.
"Kalau masalah geng Kroya belum aku selesaikan Paman , tapi kalau soal wanita yang meminta tolong pada mereka untuk membunuhku, semua sudah aku bereskan , tinggal geng Kroya saja yang belum..." jawab Rosa dengan wajah tenang .
"Apa perlu kami yang akan melakukan itu nak...?" kata tuan Whang .
"Masalah ini biar Kai yang menyelesaikan sendiri Paman, ..." jawab Rosa.
"Baiklah ..itu terserah kau saja..." kata tuan Whang lembut.
"Oh ya Paman.. sebenarnya Kai sementara ini ingin mengundurkan diri sebagai ketua dari Black Angel paman..." kata Rosa dengan wajah cemas menatap tuan Whang.
"Kenapa kau ingin mengundurkan diri nak.." tanya tuan Whang lembut. Dia tahu kalau Rosa takut.
"Kai hanya ingin kembali melanjutkan kuliah kedokteran Kai yang belum selesai Paman, dan juga ingin fokus mengelolah perusahaan Kai..." jawab Rosa.
"Apa cuma itu alasannya...?" tanya tuan Whang.
"Iya Paman...namun Kai juga akan tetap memberikan informasi buat Black Angel paman..." kata Rosa lagi.
"Baiklah kalau itu maumu, Nanti Paman akan menugaskan kakakmu Wilson untuk menggantikan dirimu menjadi ketua wilaya Asia. .." kara tuan Whang lagi.
"Trimakasih Paman...namun sebelum itu, Rosa ada satu permintaan.." kata Rosa lembut.
" Apa itu..." kata tuan Whang.
" Sekarang Rosa sedang menyelidiki keberadaan seseorang yang telah hilang lebih dari satu tahun yang lalu. kami tidak tahu, dia di culik atau di bunuh seseorang , sampai sekarang kami belum tahu keberadaannya. .." kata Rosa dengan wajah sedih.
"Siapa dia nak..?" tanya tuan Whang sambil menatap Rosa.
"Dia Papa dari sahabatku Paman.." jawab Rosa.
"Kalau boleh tahu dia hilang di kota mana Kai...?" tanya tuan Ansong menyela .
"Dia tinggal di kota X di Negara China ini tuan..." kata Rosa menjawab pertanyaan tuan Ansong.
"Lo..dia hilang di sini...?" tanya tuan Ansong lagi.
"saya tidak tahu hilangnya di mana, yang saya tahu terakhir kali dia tinggal di kota X itu..." Rosa menjelaskan pada kedua pria paruh baya itu. masalah Nindi dan keluarganya.
__ADS_1
Mendengar semua cerita Rosa, terlihat tuan Ansong sangat marah dan terlihat dia sedang berfikir keras.
"Apakah kau membawa foto dari pria itu nak...?" ucapnya bertanya pada Rosa.
"Aah...untung gue minta foto paman Sio pada Nindi...batin Rosa.
"Ada Paman....Ini paman..." kata Rosa sambil memberikan Foto tuan Sio setelah dia mencari di galeri foto di ponselnya. Terlihat tuan Ansong menatap foto tuan Sio , tak lama dia berucap.
"Coba kau kirim foto ini ke WA paman nak...aku akan menyebar luaskan pada anak buah paman untuk mencari keberadaannya .." ucap tuan Ansong.
"Baik Paman...." jawab Rosa .
"Ya sudah kalau begitu kau istirahatlah dulu...nanti kalau ada kabar akan paman beritahu. paman juga akan mencari pria itu untukmu...." ucap tuan Whang dengan sayang.
"Trimakasih Paman...kalau begitu Kai masuk dulu..." kata Rosa sopan.
"Pergilah..." ucap tuan Whang . Akhirnya Rosa pergi ke kamar yang sudah di sediakan untuknya. Dia di antar Yujin yang memang sejak tadi sudah berkumpul dengan mereka. Mereka berjalan bersama kearah kamar tempat Rosa akan tinggal
"Apakah kau sedang sedih...?" tanya Yujin lembut.
"Iya ...aku memikirkan Papa sahabat ku.." jawab Rosa tenang.
"Kau sedang patah hati...?" tanya Yujin yang membuat Rosa kaget.
"Sok tahu..." ucap Rosa sambil cemberut. melihat tingkah Rosa Yujin tertawa.
mereka berbincang dan bergurau sambil berjalan kearah kamar Rosa .
Sesampainya di kamar tempat dia akan tinggal, Rosa segera membuka Ponselnya. dan dia tidak melihat panggilan atau WA dari Rifan. melihat semua itu, ada perasaan sakit kembali mendera hatinya. tak terasa setetes air mata jatuh di pipinya. akhirnya dia memutuskan untuk menonaktifkan ponselnya. namun sebelum itu dia mengirim WA pada Mang Dulah, kalau ada apa- apa segera menghubungi Asep atau Mamat. Dia segera mengirimkan nomer telfon Asep dan Mamat . dia juga menelfon Nina agar gadis itu tidak cemas .
"Ingat jaga diri baik- baik sayang, jangan nakal ya..." kata Rosa.
"Kakak berapa hari di sana...?" tanya Nina dengan nada sedih.
"Kakak belum tahu sayang... andai kakak lama, kalau nanti Nina liburan kakak akan datang menjemput Nina okey..." kata Rosa menasehati.
"Baik kak... " jawab Nina .
"Kalau terjadi sesuatu telfon kak Asep atau kak Mamat ,minta Nomer telfon mereka pada bik Narti ..." kata Rosa lagi.
"Baik Kak..." jawab Nina sedih.
"Ya sudah kakak tutup dulu telfonnya, nanti kakak telfon lagi. Asalamualaikum " ucap Rosa mengakhiri percakapan mereka.
"Waallaikum salam..." jawab Nina .
Setelah itu dia menaruh Ponselnya di dalam koper bajunya.
Sedangkan di tempat Rifan, terlihat pria itu sedang Marah besar. semua pekerjaan para setafnya menjadi masalah buatnya . Dikra dan Fikri yang tidak tahu masalahnya , menjadi pusing sendiri. Setelah menanyakan pada Nisa apa sebenarnya yang terjadi. Nisa berkata kalau dia tidak tahu, hanya saja tadi siang Rosa datang kekantor. Rifan, dan saat Risa keluar telihat wajahnya sedih. Akhirnya mereka menebak masalah ini berkaitan dengan Rosa.
Hingga larut malan , Rifan baru pulang dari kantornya. ketika sampai di rumah, tiba- tiba dia merasakan kerinduan pada sang kekasih . namun ternyata Rasa marah pada kelompok yang menyerang sang kakak lebih dominan di hatinya. dia tidak ingin mengetahui keadaan Rosa .
Tak terasa diapun tertidur di atas pembaringannya.
Keesokan paginya Rifan bangun pagi- pagi sekali. Rifan bangun dengan perasaan segar. dan dia teringat kembali akan Rosa. entah kenapa kerinduan di hatinya tiba- tiba tidak bisa di bendung lagi. buru- buru dia menelfon Rosa. namun ternyata panghilannya tidak bisa tersambung. setelah beberapa kalian dia lakukan, tetap saja dia tidak bisa menghubungi Rosa. kegelisahanpun menerpa hatinya. Dia buru - buru mandi dan berpakaian Rapi. tanpa sarapan pagi dia membawa mobilnya ke Villa Rosa. Namun sesampainya di sana, penjaga mengatakan kalau Rosa sudah pergi. dia berfikir Rosa pergi kekantor. tanpa banyak bicara, dia menjalankan mobilnya menuju perusahaan Rosa. Namun sesampainya di sana, Rifan mendapat kabar kalau Rosa pergi keluar Negri dan entah sampai kapan dia akan berada di luar Negri. Mendengar ucapan Resepsionis itu, Rifan merasakan badannya lemas. dengan gontai dia kembali kedalam mobilnya.
"Apa yang aku lakukan....kenapa aku menyakiti dia...!" serunya dengan marah.
penyesalan melanda hatinya.
Dia terduduk dengan lesuh di mobilnya.
Dengan perasaan sedih dan kecewa dia menjalankan mobilnya ke rumah sang Mama. Ketika sampai di sana, Dia melihat kedua keponakannya berada di meja makan sedang makan bersama kedua orang tuanya.
"Fan..kau datang...!" tanya sang Mama kaget .
"Tumben kau kemari tanpa kami memanggilmu...?" tanya sang Papa.
Namun Rifan tak mengindahkan pertanyaan Papa dan Mamanya, dia berjalan cepat mendekati Nina.
"Nina...kau di sini...?" tanya Rifan kaget .
"Iya Pa...Nina kemaren baru datang.." jawab Nenci yang ada di sebelah Nina.
"Oo..bik Narti dan mang Dulah kemarin datang kesini mengantar Nina...katanya sementara ini Nina di titipkan di sini , katanya nak Rosa pergi keluar negri.. Memangnya Rosa tidak memberitahu kamu Fan...?" tanya sang Mama.
"Sampai kapan dia berada di luar negri Nin...?" tanya Rifan bodoh.
"Kakak bilang, katanya kakak nggak bisa menentukan kapan kakak pulang, kakak mungkin lama di luar negri. kakak mengatakan akan menjemput Nina kalau Nina liburan..." kata Nina memberitahu pada Rifan .
Mendengar ucapan Nina, terlihat Rifan terduduk lemas.
udahan dulu ya...maaf kalau ada typo.
__ADS_1
Jangan lupa like Vote dan komennya ya..
Bersambung.