PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. MENEMUI TUAN HERTANTO DI RUMAHSAKIT


__ADS_3

Setelah makan malam, mereka melanjutkan obrolan mereka .


"Tan lebih baik kita mencari tempat lain untuk berbicara. Nggak enak sama pemilik Rumah makan ini jika kita terlalu lama di sini..." ucap Rosa.


"Jangan khawatir...Restoran ini milik adik si Rina Ros..." kata paman Wira.


"Benarkah...kalau begitu saya tidak sungkan lagi..." jawab Rosa sambil tertawa .


"Tapi nanti adik tante rugi lo..." goda Mamat.


"Tidak...kelau hanya sesekali..." ucap nyonya Rina.


"Tan..kalau begitu boleh dong cerita tentang masalah ibu Rosa yang di usir dari Rumah di lanjutkan...." kata Johan dengan wajah penasaran.


"Kau penasaran masalah itu nak...?" kata Paman Wira sambil menatap Johan.


" Benar Paman, seandainya mereka tidak pergi dari sini, kesengsaraan hidup Rosa tidak sampai sejauh itu..." jawab Mamat.


"Apakah sebegitu besarnya deritamu nak Rosa...?" ucap paman Wira.


"Sangat.." Asep menjawab pertanyaan paman Wira pada Rosa .


"Baiklah akan kuceritakan masalah kenapa Galuh keluar dari rumah itu. Galuh adalah gadis yang supel, ramah dan tidak sombong, dan juga gadis yang cantik hingga banyak pria muda yang berusaha mendekatinya ingin menjadikan dia kekasih. Contohnya sahabat kami ini si Wira. Namun masalahnya Galuh gadis yang tidak muda di dekati jika itu menyangkut masalah perasaan ..." kata Rani sambil memandang Wira.


"Apa benar itu Paman...?" tanya Rosa pada Wira.


"Benar...tapi aku sadar kalau Galuh hanya menganggapku sebagai sahabat saja... Tapi aku tidak sakit hati, karena dia masih mau menjadikan sahabatnya..." kata paman Wira.


"Akhirnya kami ber empat bersahabat. Kami bersahabat sejak di bangku SMA sampai di bangku kuliah. Di bangku kuliah itulah kami bertemu dengan kak Buyung yang saat itu merupakan ketua BEM kita. Ternyata saat pertemuan dengan Galuh sebagai Maba , membuat kak Buyung jatuh cinta pada gadis cantik Galuh , mulai saat itu kak Buyung mendekati Galuh sahabat kami. Namun usaha kak Buyung tidak mudah , karena Galuh memang sulit di dekati jika menyangkut masalah percintaan.


Mungkin karena kesabaran kak Buyung, hingga akhirnya dua tahun kemudian Galuh menerima cinta kak Buyung . percintaan mereka sangat kuat, mereka saling cinta dan saling percaya dengan kesetiaan mereka. Mungkin karena seringnya kak buyung datang kerumah Galuh. Hingga membuat keluarga Galuh merestui hubungan mereka. . Dan saat kami lulus kuliah kak Buyung melamar Galuh. Saat itu kak Buyung sudah bekerja di perusahaan orang tua kak Buyung, yaitu perusahaan keluarga Irawan . Dan dua bulan kemudian mereka akan melangsungkan pernikahan. Namun dua hari sebelum pernikahan, terjadi masalah yang di sebabkan oleh adik dari Galuh yaitu Tika . ternyata tanpa sepengetahuan kami, Tika mencintai kak Buyung. Karena rasa cemburu dan tak ingin sang Kakak menikah dengan pria impiannya. Dia nekat memfitnah kak Buyung . Dia mengatakan kalau dia dan kak Buyung saling mencintai dan mereka sudah berhubungan badan. Dan dia juga berkata kalau dia sudah mengandung bemih cinta mereka. Tentu saja peristiwa itu menggemparkan kota ini. Keluarga Irawan dan keluarga Hartanto sangat marah pada Kak Buyung. Karena keadaan itulah kak Buyung di usir dari keluarganya . Sedang keluarga Hartanto meminta kak Buyung untuk bertanggung jawab pada Tika. Karena merasa dia tidak melakukan kesalahan itu, kak Buyung tidak mau bertanggung jawab. Untunglah Galuh sangat percaya pada kak Buyung. Mereka berdua tetap ingin melangsungkan pernikahan mereka . Mendengar omongan Galuh, keluarga Hartanto sangat marah. Mereka mengancam Galuh jika dia tetap memaksa menikah dengan Buyung, mereka akan mengeluarkan Galuh dari keluarga Hartanto. Mendengar ucapan keluarganya yang seolah memihak dan sangat membela Tika, Galuh sangat kecewa. Dengan kepercayaan yang besar pada kak Buyung. Galuh memilih tetap menikah dengan kak Buyung. Akhirnya mereka tetap melangsungkan pernikahan mereka . walaupun berubah dengan pernikahan yang sederhana. Melihat mereka tetap menikah, Tika marah. Dia mengancam ingin mengakhiri hidupnya jika kak Buyung tetap menikahi Galuh. Namun kak Buyung tak perduli. Demi kebaikan keluarga , Akhirnya kak Buyung berjanji akan menikahi Tika setelah mereka melakukan Tes DNA pada calon Bayi . Mendengar ucapan kak Buyung , Tika tidak setuju. Namun keluarga menyetujui persyaratan itu. Pada saat masalah itu berlanjut , tiba- tiba datang seorang pria ke tempat tuam Hartanto. Pria itu dengan jujur mengakui kalau dialah yang telah menodai Tika. Dan anak di dalam rahim Tika adalah putranya. Dan pria itu adalah kekasih Tika sendiri. Melihat semua utu, Tika marah. tapi apalah daya. Ternyata Tika memang sengaja ingin menjebak kak Buyung. Akhirnya rahasia Tika pun terbongkar. Namun karena kekecewaan mereka berdua pada keluarga. Galuh dan Kak Buyung pergi dari kota ini tanpa seorangpun yang tahu keberadaan mereka. Dan kami tidak menyangka kalau ternyata mereka hidup di pulau Jw. Tapi setahu kami tuan Hartanto mencari mereka di kota J juga... tapi mengapa mereka tidak menemukan kalian...?" kata nyonya Rina .


"Sebelumnya kami Tidak tinggal di kota J Tan...kami tinggal di kota Sm. Baru setelah umur delapan tahun kami pindah ke kota J..." jawab Rosa.


"Oo..terang saja mereka tidak bisa menemukan keberadaan Galuh dan kak Buyung. Ternyata mereka tinggal di kota Sm..." ucap Paman Wira.


"Memangnya kenapa Paman...?" tanya Asep.


"Aku juga mendengar kalau tuan Hartanto dan tuan Irawan mencari keberadaan Galuh dan Buyung sampai di kota J sampai beberapa bulan. Tetapi mereka tetap tidak bisa menemukan mereka berdua...." ucap paman Wira.


"Apakah perusahan Multi Yaksa milik tuan Bagus Irawan itu , keluarga dari Buyung Irawan paman..." tiba- tiba Rifan berucap.


"Lo..kok kau tahu nak...?" tanya tuan Wira kaget.


"Hanya menebak...karena mereka ada hubungan kerja dengan perusahaan kami... dan berada di daerah ini..." jawab Rifan .


"Tunggu kok aku femiliar sekali dengan wajah teman nak Rosa ini ya..." kata nyonya Yusi tiba- tiba.


"Tentu saja Tan...sebab dia adalah pemilik perusahaan nomer satu di Negara ini yaitu perusahaan EKG..." kata Asep dengan renang.


"Ya Tuhan...jangan bilang kalau dia tuam Rifan Soni Engelo...!" seru paman Wira dengan wajah kaget.


"Betul sekali paman ...dialah CEO yang terkenal muda dan tampan dari perusahaan EKG..." seru Mamat dengan kocak.


"Ck..jangan lebay dech Mat..." ucap Rosa . sedang Rifan hanya diam saja dengan wajah wibawah.


"Kami tidak pernah menyaka kalau kami bisa bertemu dengan orang yang sangat populer di antara para pembisnis juga para wanita muda..." kata nyonya Rina.


"Apakah Tante dan Om tidak tahu juga siapa pria dan wanita di depan anda ..?" tanya Asep sambil menunjuk Rosa dan Johan .


"Aseeep...." ucap Rosa tajam.


"Maksudmu, nak Johan dan nak Rosa...?" tanya nyonya Yusi yang sejak tadi hanya diam mendengarkan.


"Benar tan...!" seru Asep .


"Tidak..memangnya siapa mereka nak..." tanya nyonya Rina penasaran.


"Kalau Bos Rosa mungkin anda bertiga tidak pernah bertemu, sebab Dia memang tidak suka tampil di muka umum. tapi kalau pria di dekat Bos Rosa, apakah anda tidak mengenalinya...? Bukankah dia sering tampil di TV...?"ucap Asep penuh teka- teki . Ketiganya menatap Johan.


"Iya sich aku seperti pernah melihat itu..." kata nyonya Yusi kembali .


" Dia Johan Direktur perusahaan KAG atau KAI...dan Bos Rosa adalah CEO dari perusahaan itu " kata Asep menjelaskan.


"Apaa...!" seru mereka bersamaan.

__ADS_1


"Sep...lu cari masalah dech..." ucap Rosa sambil menatap Asep dengan wajah kesal .


"Jadi nak Rosa dan nak Johan ini adalah pengusaha yang akan membangun hotel itu...?!" tanya nyonya Rina dengan wajah kaget dan kagum.


"Benar Tan...dan kami Mendapat masalah dengan tanah milik tuan Hartanto ..." jawab Johan.


"Jadi orang yang ingin membeli tanah milik tuan Hartanto adalah kalian...?" kata paman Wira. Johan hanya menganggukkan kepalanya .


"Apakah kau sudah bertemu dengan kakekmu Nak Rosa...?" tanya nyonya Rina.


"Maksud tante tuan Hartanto...?" tanya Rosa. Mendengar perkataan Rosa, paman Wira dan kedua tante teman Mama Galuh saling pandamg .


"Iya..." jawab nyonya Rina.


"Sudah...kemaren malam.tan....Dan beliau langsung terkena serangan jantung..." jawab Rosa dengan wajah tenang.


"Apaa..." ketiganya kembali kaget. Mereka merasakan kekagetan yang beruntun saat bersama Putri Galuh.


"Iya...beliau terkena serangan jantung dan pingsan saat melihat Rosa . Untunglah tidak terlalu berbahaya..." jawab Rosa .


"Aah...syukurlah...sebab baru bulan lalu beliau keluar dari rumah sakit..." kata nyonya Rina.


"Baru keluar dari Rumah sakit....? " kata Rosa agak kaget.


"Benar.. Yang aku dengar beliau sempat di rawat di rumah sakit juga karena mendapatkan serangan jantung..." kata nonya Rina menjelaskan . mendengar penjelasan Rina, Rosa terdiam. Rifan yang tahu kalau Rosa sedikit resah , menggenggam jemari Rosa dengan lembut.


Mereka bercakap- cakap sebentar sebelum akhirnya Rosa mohon diri . Ketika mereka sampai di hotel, betapa terkejutnya mereka, ketika melihat tuan Sandy berada di ruang tunggu.


Melihat kedatangan Rosa, tuan Sandy segera berdiri dan menghampiri Rosa.


"Lo..tuan Sandy kok ada dosini...?" tanya Rosa heran.


"Nak Rosa tolonglah ikut saya..." ucapnya memohon.


"Ikut anda...? ikut kemana dan untuk apa...?" tanya Rosa semakin heran.


"Kakek ada di rumah sakit dalam keadaan kritis. Dan beliau membutuhkan kehadiran anda..." ucap tuam Sandy dengan wajah terlihat sedih dan cemas .


"Untuk apa tuan .? Bukankah kalian semua tidak membutuhkan kami, lalu untuk apa saya kesana....?" kata Rosa dingin.


"Kita kesana dulu Bee.. bagai manapun juga darah di tubuhmu , berasal dari darah orang tua itu... Kita harus bisa menghormati dia Bee..." ucap Rifan.


"Benar kata Rifan Ros... Kita kesana dulu, kita lihat apa yang terjadi.." kata Johan lembut.


"Baiklah kita pergi kerumah sakit, tapi jangan berharap lebih dari itu..." kata Rosa datar.


"Trimakasih nak...mari kita pergi kerumah sakit...!" seru Sandy gembira. Mereka segera pergi kerumah sakit tanpa masuk kedalam kamar hotel.


Rosa naik mobilnya sendiri. Dia tidak mau ikut mobil Sandy. Mereka berlima pergi menuju rumah sakit kota SM.


Saat mereka dalam perjalanan , Asep bertanya pada Rosa.


"Bos...dari mana elo tahu kehidupan Nona Rosa yang sebenarnya, gue lihat tadi elo bercerita pada sahabat nyonya Galuh begitu lancar...." tanya Asep.


"Benar Bos...gue juga heran...? apa itu haya karangan elo aja...?" tanya Mamat.


"Bukan..itu kenyataan, entahlah Sep...aku seperti merasakan berada di dalam masalah itu. Mungkin ini memori otak si Rosa yang sesungguhnya...." jawab Rosa atau Kanaya.


"Kalau begitu Rosa yang asli menginginkan kau menggantikan dirinya seutuhnya Bee..." kata Rifan yang ada di sebelah Rosa.


"Mungkin juga...apakah aku akhirnya harus mengatakan yang sesungguhnya...?" kata Rosa.


"Aku fikir itu akan menambah masalah di belakang hari Ros...lebih baik Kau biarkan saja semua seperti ini. anggap saja kau mendapatkan keluarga Baru..." kata Johan menengahi.


"Benar kata Johan Bee...biarkan saja semua mengalir seperti adanya..." ucap Rifan. tak terasa mobil mereka telah sampai di Rumh sakit tempat tuan dan nyonya Hartanto di rawat. setelah keluar dari mobil, tuan Sandy segera membawa Rosa ke ruangan ICU tempat tuan Hartanto berada. Rifan dan Johan serta kedua pengawal Rosa selalu bersama Rosa. Ketika mereka sampai di depan pintu ruang ICU , Mereka bertemu dengan nyonya Rahayu dan seorang wanita yang agak muda. terlihat wajah keduanya pucat dan sedih. Melihat kedatangam Rosa, nyonya Rahayu terlihat bahagia , sedang wanita di sebelahnya terlihat terpanah kaget . dan tanpa sadar dia berucapq.


"Kak Galuh....!" serunya .


mendengar ucapan itu, Rosa hanya memandang sekilas pada wanita itu .


Dia tahunpastinwanita ini Tika adik Mama Galuh.


"Rosa...kau datang nak.." sapa nyonya Rahayu terlihat bahagia.


"Selamat Sore nyonya..." sapa Rosa ramah. Dan seorang dokter datang menghampiri mereka . terlihat Tuan Sandy berbicara dengan dokter. tak lama sang dokter menghampiri Rosa.

__ADS_1


"Dek..anda bisa mengganti baju setiril dulu sebelum masuk kedalam ruangan.." ucap pria itu.


"Ternyata kau mau juga datang Nona Rosa...kami sudah ketakutan kalau- kalau kau tidak mau bertemu dengan paman Hartanto..." ucap sebuah suara . setelah rosa melihat, ternyata dia Dokter Angga Dokter keluarga Hartanto juga sahabat tuan Sandy .


"Saya bukan orang yang berhati batu Dokter..." ucap Rosa datar. dia segera mengikuti suster yang akan membawa dia untuk memakai baju setiril . Sedangkan ke empat teman Rosa, menunggu Rosa di depan ruang ICU.


Melihat kedua saudaranya begitu dekat dengan gadis yang mirip sang kakak Galuh, Tika berucap pada Rahayu.


"Kak siapa gadis itu...kenapa wajahnya mirip kak Galuh...?" ucap Tika pada Rahayu.


"Dia yang ingin membeli tanah milik Galuh yang ada di dekat proyek. .." jawab Rahayi datar. Rahayu tidak ingin memberitahu dulu pada Tika tentang Rosa. Dia masih teringat kejadian Galuh pergi dari rumah gara- gara Tika.


"Pembeli tanah...apakah dia orang yang ingin membangun hotel di tanah dekat tanah kak Galuh...?" tanya Tika memastikan .


"Benar...dia pengusaha dari pulau Jw.." jawab Rahayu.


"Kenapa wajahnya mirip kak Galuh... ?apakah dia putri kak Galuh,..apakah karena dia papa pingsan...?" kata Tika sambil memandang sang kakak yang terlihat masih sedih.


"Mana mungkin...mereka bertemu papa tadi malam, dan papa tidak apa- apa... Papa jatuh pingsan tadi siang saat makan siang..." bohong Rahayu. Terlihat Tika terdiam sambil menatap pintu ruang ICU. dan dia melihat Rosa masuk kedalam kamar itu bersama kedua dokter yang menangani sang Papa . sedang Sandy duduk bersama mereka.


Sedangkan Rosa yang masuk bersama Dokter Angga dan Dokter Radit yang memegang tanggung jawab pada tuan Hartanto , terlihat sedang mendekati brangka pasien tempat tuan Hartanto berada. . Rosa bisa melihat wajah tua yang hampir kirim dengan Mama Galuh terlihat sangat menderita. tiba- tiba perasaan sedih , kecewa , kasihan, dan terluka menyergap hati dan pikirannya.


Dia merasakan kekecewaan nyonya Galuh yang sekarang merupakan ibunya , ibu dari si pemilik tubuh. tiba- tiba dia melihat sosok gadis sedang duduk di pembaringan dekat kepala tuan Hartanto. saat gadis itu melihat pada Rosa . betapa terkejutnya Rosa, sebab gadis itu mirip dengan tubuh yang dia pakai .


"Kau....!" seru Rosa kaget.


"Ada apa Nona Rosa...?" tanya dokter Angga .


""Jangan berteriak...mereka tidak bisa melihatku, kalau bisa suruh mereka keluar dulu. aku ingin berbicara padamu.." kata wanita yang mirip dengan Rosa.


"A..apakah dia roh Rosa yang Asli...." ucap Rosa dalam hati


"Ah..tidak Dokter...Dokter, apa boleh saya bersama tuan Herlambang sebentar saja....." ucap Rosa pelan. terlihat kedua dokter itu saling berpandamgan.


"Mungkin dengan cara itu, saya bisa membuat beliau sadar...!" kata Rosa berusaha meyakinkan. melihat keinginan Rosa, Dokter Angga mengajak Dokter Radit keluar . Mereka meninggalkan Rosa berada di ruangan itu sendirian.


Setelah melihat kedua Dokter itu keluar, Rosa segera duduk di kursi dekat pembaringan berhadapan dengan arwah Rosa asli yang duduk di depannya terhalang tubuh tuan Hartanto.


"Sekarang apa maumu...apakah kau menginginkan tubuhmu kembali...?" tanya Kanaya .


"Tidak Kak..mungkin ini sudah takdir kita harus bertukar tempat. mungkin Tuhan sudah memberikan tubuh itu untukmu, mungkin wajtu hidupku hanya sampai di sini..aku iklas tubuh itu untukmu karena kau lebih baik dariku. aku sudah bahagia berkumpul dengan kedua orang tuaku..." kata Rosa dengan kembut.


"Kalau begitu aku ucapkan terimakasih padamu, Lalu untuk apa kau menemuiku.. apakah hanya ingin mengucapkan kalimat itu hingga kau hadir di depanku...?" kata Rosa pelan. ada keharuan di dalam hatinya.


"Aku hanya ingin memintamu merawat kakek dan Nenek . karena aku tahu , Mama pergi dari kota ini bukan kesalahan mereka . jadi tolong rawat mereka, jaga mereka seperti kau menjaga kakek dan Nenekmu sendiri. jadilah diriku seutuhnya kak... aku tahu kau ingin mengatakan keadaan kita yang sesungguhnya, tapi aku mohon..jangan lakukan itu. aku tidak ingin kedua orang tua Mama merasa kehilangan orang yang mereka cintai kembali .. aku Mohon kak...hanya itu permintaanku sebelum aku pergi.." ucap roh Rosa dengan wajah sedih. melihat tingkah roh di depannya. Kanaya merasakan perasaan ingin menangis juga .


"Baiklah aku berjanji, aku berjanji akan menjaga kakek dan Nenek Hartanto seperti kakek dan Nenekku sendiri, aku akan merahasiakan semua ini dari mereka . tapi bagaimana jika suatu saat mereka tahu...!" tanya Rosa.


"Mereka akan memaafkan kak..lihat saja kak, mereka akan menyayangi kakak , apalagi kakak memiliki kepribadian yang baik, ..." jawab Rosa.


"Tak perlu kau menyanjungku... aku akan membantumu... " kata Rosa sambil cemberut.


"He he he trimakasih kak... kau memang orang baik kok... aku bersyukur kau ada di tubuhku... tapi hanya satu pintaku... berhati- hatilah pada tante Tika, Dia sepertinya masih dendam pada Mama..." kata Rosa lagi.


"Jangan khawatir aku tahu itu...kau tenang saja..." kata Kanaya sambil tersenyum.


"Trimakasih kak...kalau begitu aku akan tenang pergi dari alam ini. tolong jaga kakek dan Nenek dengan penuh kasih sayang ya kak... sebelum aku pergi Boleh aku memelukmu...?" kata Rosa bahagia.


Kanaya segera merentangkan tangannya dan roh itu memeluk tubuhnya. sebenarnya Rosa tidak merasakan apapun saat roh itu memeluknya. Dia hanya merasakan getaraan sesaat. dan perasaan sedih dan bahagia bercampur jadi satu.


"Trimakasih kak...trimakasih atas balas dendam yang kau lakukan pada orang- orang yang telah menyakitiku, dan menyayangi orang yang juga menyayangiku . selamat tinggal kakak...." ucap gadis iti sambil tersenyum manis dan seberkas cahaya membawa gadis itu pergi dari ruang ICU . meninggalkan Rosa yang merasa seperti mimpi. Setelah kepergian roh Rosa , Kanaya bernafas legah .


"Baiklah Rosa...karena ini sudah permintaanmu pasti aku akan mengabulkannya. dan tenanglah kau di sana, aku akan menjaga Kakek dan Nenek dengan baik..." ucap Rosa pelan.


"Kek...kau akan bangun kan... kalau tidak aku akan pergi dari kakek seperti Mama Galuh... kau dengar kan Kek...?" ucap Rosa di telinga tuan Hartanto .


Apa karena ucapan Rosa atau Kanaya, atau mungkin karena tuan Hartanto yang memang ingin sadar, tiba- tiba alat Elektrokardiogram atau alat rekam jantung milik tuan Hartanto berbunyi. dan grafiknya menunjukan detak jantung yang sepertinya akan kembali normal. melihat semua itu, Rosa segera memanggil Dokter. Untunglah Dokter Angga masih berada di luar ruangan itu.


Ketika Rosa panik, dia tidak melihat alat untuk memanggil Dokter atau perawat yang ada di atas brangka pasien . tapi dia berlari keluar untuk memanggil Sandy. Saat dia membuka pintu dia melihat Dokter Angga dan Dokter Radit sedang berbicara dengan Sandy.


Maaf aku lanjut besok lagi ya....


Maaf jika masih banyak typo di dalam penulisan cerita.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2