PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP .BALASAN BUAT BIANGKA


__ADS_3

Asep dan Mamat segera masuk kedalam ruangan kantor milik Rosa kembali. Mereka segera duduk di depan Rosa yang terlihat kembali meneruskan pekerjaannya.


"Apa yang akan kalian laporkan padaku.,...?" kata Rosa sambil menatap mereka sekilas .


"Tugas telah kami laksanakan semua. Mirna kini telah berada di tempat kakek Rimba ...." ucap Asep melaporkan.


"Bagaimana keadaan Mirna .." tanya Rosa yang kini menghentikan pekerjaannya dan menatap pada kedua orang anak buahnya .


"Bos...mental Mirna sepertinya agak bermasalah. Setelah kami menyuntikkan cairan itu padanya. Dia seperti orang yang mengalami gangguan jiwa. Dia selalu berteriak ketakutan serta menangis dengan keras dan tak lama dia jatuh pingsan. .." kata Asep sambil bergidik.


' Benar kata Asep Bos...dia berteriak histeris sambil meminta tolong,..." kata Mamat yang duduk di dekat Asep.


"Memang seperti itu yang aku harapkan, Dia seolah mengalami seperti apa yang terjadi padaku. Sebab bukankah tadi sudah aku tanamkan perasaan itu pada nya. Dia melihat apa yang terjadi padaku. Dan dia seperti mengalami sendiri ketika aku jatuh dari jurang dan meninggal , Dia bisa merasakan itu, karena dia melihat saat- saat mobil yang berisi diriku melayang jatuh kedalam jurang ...." jawab Rosa sambil tersenyum devil .


Melihat senyum Rosa dan mendengar perkataannya, tak urung kedua pengawalnya merasa merinding .


Dalam hati mereka berjanji tak ingin menjadi musuh wanita yang ada di depan mereka itu .


Wajahnya cantik, lembut dan memiliki sifat welas asih. Namun saat dia marah, mereka tidak bisa membayangkan dan menyangka kekejaman yang akan dia lakukan .


"Namun jangan khawatir, Profesor Rimba akan mengobatinya, semoga saat dia sudah sembuh, Dia akan berubah sifatnya...." kata Rosa pelan.


"Amiiin...semoga saja Bos..." jawab Asep dan Mamat bersamaan .


"Lalu bagaimana dengan Biangka...?" terdengar ucapan Rosa kembali.


"Mereka mulai bergerak Bos... Dan kami sudah mempersiapkan tempat untuk Nona Biangka dan temannya..." jawab Asep .


"Bagus...gue tidak ingin mendengar kegagalan dalam tugas kalian sekarang . Untuk orang yang akan tidur dengan Biangka, Biarkan kepala penjahat itu salah satu dari teman Biangka nanti. Untuk anak buah penjahat yang lainnya . serahkan pada Polisi dan berikan bukti kejahatan mereka yang telah di dapatkan oleh Roni ...." kata Rosa lagi.


"Baik Bos....kami akan melakukan semua perintahmu..." jawab Asep.


"Sekarang kalian bisa pergi...ingat jangan sampai meninggalkan jejak kita .." kata Rosa dengan datar .


"Siap Bos..." jawab mereka berdua serempak.


"Kalau begitu kami mohon diri Bos..." ucap Asep sambil berdiri di ikuti Mamat.


"Hmm..." jawab Rosa datar dan kembali menekuni pekerjaannya . Asep dan Mamat segera keluar dari ruangan Rosa. Setelah kepergian mereka, Rosa masih sibuk dengan tumpukan pekerjaan yang ada di depannya. Hingga saat makan siangpun dia meminta sang sekertaris untuk membelikannya dan memakannya di dalam kantor . Setelah makan dan solat duhur, Rosa kembali melanjutkan pekerjaannya. Dan ketika sore hari, Rosa mendapat telfon dari Asep . Dia melaporankan kalau tugas tentang Biangka sudah mereka laksanakan .


"Bos...perintah sudah kami laksanakan..." kata Asep dari sebrang.


"Bagus...kau bisa memberikan Vidio itu pada Roni atau gilang. Biarkan mereka menyebarkan pada Sosial media . bilang pada Roni kalau aku menginginkan berita kehebohan itu besok pagi..." kata Rosa pada Asep .


"Baik Bos... Kami akan melaksanakan perintahmu .." ucap Asep balik.


"Lakukan..." jawab Rosa. Dia segera menutup telfonnya. Terlihat senyuman di bibir Rosa saat dia selesai mendapat telfon dari Asep.


"Kau salah mencari musuh Biangka... Aku tidak ingin menyakitimu, tapi kau sendiri yang menyulut permusuhan ini, Sekarang kau rasakan balasan dariku .." ucap Rosa pelan. Tak lama dia kembali menyelesaikan tugasnya.


Sedang Di tempat Rifan terlihat Pria itu sedang duduk di depan meja kerjanya dengan wajah terlihat bahagia. Tak henti- hentinya terlihat senyuman di wajahnya.


Kedua sahabatnya sekaligus orang kepercayaannya hanya bisa menggelengkan kepalanya saat mereka melihat tingkah Rifan . saat itu mereka ingin melaporkan sesuatu pada Rifan . ketika mereka masuk, mereka melihat wajah Rifan yang tersenyum bahagia menyambut kedatangan mereka di dalam ruang kantornya .


"Kau kenapa Bos...? Wajahmu terlihat bahagia sekali..dan kau tahu saat melihat senyuman di bibirmu, kami serasa tak percaya kalau kau bisa tersenyum juga..." ucap Dikra pada Rifan. Mendengar perkataan Dikra bukannya Rifan marah Dia malah tertawa .


"Hari ini perkataanmu aku maafkan karena aku sedang bahagia..." jawab Rifan. Mendengar perkataan Rifan , Dikra hanya bisa tersenyum masam.


"Oh ya , apakah permintaan hubungan kerja kita sudah kau berikan pada mereka...?" tanya Rifan Pada Dikran.


"Hari ini aku akan pergi kesana Bos, sebab tuan Johan telah aku hubungi , dan dia mengatakan kalau mereka mengundangku hari ini...." jawab Dikra.


"Bagus...pergilah sekarang, sebab besok pagi aku akan kekantor mereka menemui pemilik perusahaan..." jawab Rifan sambil tersenyum bahagia .


"Baiklah kalau begitu kami mohon diri Bos.." ucap Dikra . dan akhirnya Dikra dan Fikri pergi ke perusahaan KAI kembali memenuhi undangan Johan. Mereka Akan meeting di perusahaan KAI.


Sedang di kantor Rosa terlihat Johan ada di sana sedang membahas masalah perusahaan EKG milik Rifan.


"Mereka mengajak kerjasama dengan kita tentang pembuatan Mall Di pulau Dewata Ros..." ucap Johan pada Rosa.


Rosa yang saat itu sedang meneliti laporan anak buahnya, terpaksa berhenti saat Johan datang.


"Kau bisa menyelesaikan semuanya sendiri kan...?" kata Rosa sambil menatap Johan sang sahabat .

__ADS_1


"Baiklah aku akan bertemu dengan mereka, apakah kau tidak akan menghadiri sendiri Ros...?" kata Johan.


"Tidak sekarang...." jawab Rosa.


"Kau tidak tahu saja kalau Bos arogan itu akan datang sendiri besok ..." lanjut Rosa dalam hati.


"Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu, takutnya mereka telah datang..." kata Johan sambil berdiri dari duduknya.


Johan pun segera keluar dari ruangan Rosa.


Rosa hanya tersenyum menatap kepergian sang sahabat.


💖💖💖💖


Keesokan harinya di sebuah hotel sederhana , seorang wanita bangun dari mimpi indahnya karena terkena cahaya sinar matahari. Saat dia tersadar , Dia merasakan sekujur tubuhnya sakit semua. Dan ketika dia melihat sekitarnya, Dia kaget dan sedikit bingung. Karena dia tidak mengenali ruang tempat dia sekarang terbaring. Perlahan dia membuka selimut yang dia pakai. Namun betapa terkejutnya dia, sebab di balik selimut itu dia tidak melihat selembar kainpun yang melekat di tubuhnya . tanpa sadar dia berteriak .


"Aaaaa....." teriaknya karena kaget.


"Gila...apa yang sebenarnya terjadi padaku...?" ucapnya ketakutan.


Dia terduduk dan mengingat apa yang terjadi padanya kemarin. Dan tak lama dia mengingat kalau kemarin saat menunggu kabar dari orang suruhannya. Biangka tertidur di ruang tamu. Dia yang meminta ijin pada sang Papa untuk tidak bekerja kemarin, memang sengaja tidak kerja untuk menunggu laporan dari orang suruhannya yang akan membunuh Rosa .


Namun sampai siang hari kabar itu belum juga ada. Dan saat dia baru saja ingin masuk kedalam kamarnya, tiba - tiba terdengar bel pintu apartemennya berbunyi . dengan perasaan gembira Biangka berjalan membuka pintu apartemennya Saat pintu terbuka, dia melihat dua orang pria sedang berdiri di depan pintu apartemennya .


"Siapa kalian...? Dan ada perlu apa datang kemari...?" ucap Biangka agak merasa takut .


"Kau Nona Biangka...?" tanya pria yang badannya terlihat kekar dan besar.


"Iya ada apa...?" tanya Biangka lagi.


"Kami akan meminta bayaran yang kau janjikan pada kami untuk membunuh Nona Rosa...." jawab Pria itu .


"Apaa...apakah kalian sudah menyelesaikan tugas kalian...? Ayo..ayo masuk..." ucapnya bahagia. Mereka masuk kedalam apartemen Biangka bersama- saman .


"Apakah kalian sudah membunuh gadis itu...?" seru Biangka bahagia.


"Karena itulah kami datang kemari. Kami membawa mayatnya di mobil kami, hanya saja kami tidak yakin apakah wanita itu gadis yang anda targetkan, Jadi bisakah anda melihat sebentar gadis itu...?" kata pria kekar tadi.


"Kenapa seperti itu...apakah kalian tidak melihat wajah wanita yang ada di foto yang di kirim ke ponsel kalian..." kata Biangka agak curiga.


"Baiklah aku akan melihat mayat itu..." ucap Biangka dan akhirnya tanpa curiga Biangka mengikuti pria itu turun dari apartemen biangka yang ada di tingkat tiga sebuah apartemen mewah di kota J. Sesampainya di lantai dasar , mereka berjalan menuju parkiran mobil.


"Di mana mayatnya...?" tanya Rosa .


"Ada di mobil kami, ..." jawab salah satu dari mereka. Rosa di bawa ke arah mobil hitam yang terparkir di luar area apartemen .


"Kenapa kalian bawa aku kesini...?" tanya Biangka mulai agak curiga.


"Apakah kami bodoh membawa mobil yang berisi mayat ketempat parkiran apartemen mewah nona...!" seru pria yang berada di sebelah Biangka .


Mendengar ucapan yang bernada kemarahan itu, Biangka terdiam . tak lama mereka mendekati mobil avanza warna hitam yang terparkir agak jauh dari pos keamanan.


Setelah sampai di depan pintu mobil bagian tengah , pria itu ingin muka pintu sambil berucap.


"Silahkan lihat mayatnya Nona...apa benar mayat ini. Mayat gadis yang menjadi target kami..." kata pria yang berada di depan Biangka .


Tanpa curiga Biangka mendekat kepintu mobil. Namun saat wajahnya ingin melihat bagian belakang isi mobil , tiba- tiba mulutnya telah di bekap oleh salah satu dari mereka yang berada di belakang Biangka , Biangka sempat berusaha untuk berontak. namun apa daya tenaga seorang Biangka bagi pria- pria kuat itu . Biangka sempat melihat kalau di dalam mobil itu masih ada empat orang lagi sebelum dia tidak sadarkan diri. Setelah itu, Dia tak mengingat apapun lagi. Dan sekarang dia telah sadar dan tak tahu di mana dia sekarang . dan juga dia sadat dalam keadaan seperti ini. Saat dia melihat sekitarnya, Dia melihat bajunya berserakan di lantai kamar yang dia tempati. Ada apa denganku...apa yang terjadi padaku...?" ucap Biangka semakin tak mengerti.


"Tunggu....sepertinya aku tadi malam bermimpi sedang melakukan sesuatu dengan dua orang pria...Ya Tuhan.... apakah kejadian itu nyata, dan aku tidak sedang bermimpi...?" seru Biangka kaget bercampur cemas. Dalam mimpi Biangka merasakan tubuhnya sangat panas, dan dia mempunyai hasrat yang sangat menggebu- gebu..dan pada saat itulah, dia melihat dua orang pria datang ke kamar ini. Dengan perasaan bahagia biangka menerkam salah satu dari mereka untuk menuntaskan hasratnya . Dan respon dari kedua orang itu sepertinya sama dengan dirinya . dan akhirnya mereka melakukan malam yang panas bertiga . bukan berdua tapi bertiga


"Gila...apakah itu buka mimpi...aah...yang bener saja...apakah aku sudah gila..?" teriak Biangka ketakutan. Dia segera berlari kedalam kamar mandi. dan saat dia berkaca di dalam kamar mandi. terlihat seluruh tubuhnya penuh dengan tanda dari mulut seseorang . dan itu bukan satu arau dua saja. tapi hampir seluruh tubuhnya penuh dengan cap bibir .


"Siit.gila...apa yang sebenarnya terjadi padaku...dan apakah mereka yang melakukan ini semua...!"seru Biangka kesal dan marah. Akhirnya dengan perasaan takut dan marah, Biangka segera mandi setelah itu dia segera memakai pakaiannya . tak lama terlihat Biangka keluar dari hotel yang dia tempati semalam. Namun dia kebingungan, karena dia tidak memiliki uang sepeserpun, dan ponselnya juga tidak dia bawa tadi malam .


"Ya ampuuun... apa yang harus aku lakukan . ponsel dan uang aku tidak punya...bagaimana aku pulang...( terlihat dia berfikir , dan tak lama dia berucap ) aku akan mencoba memanggil taksi . semoga taksi mau mengantarku kerumah mama ..." ucap Biangka dalam hati . akhirnya Biangka menunggu taksi lewat . tak lama terlihat Biangka naik taksi menuju rumah sang Mama. sesampainya di tempat sang Mama, Biangka meminta sang Mama untuk membayarkan taksi yang membawanya pulang. namun ketika sampai di dalam rumah, Dia bertemu dengan sang Papa yang terlihat sangat marah .


"Dasar wanita tak tahu malu, tega- teganya kau merusak dan mencoreng nama keluarga kita dengan tingkahmu yang rusak itu Bi....!" teriak sang Papa.


mendengar Terimakasih sang Papa, Biangka jadi heran .


"Ada apa pa...!" seru Biangka tak mengerti .


Plaak....

__ADS_1


Sebuah tamparan dari sang Papa mendarat mulus di pipi Biangka .


"Ada apa katamu ha...!" teriak sang papa kembali setelah menampar Biangka.


"Pa...sabar...kita omongkan dengan kepala dingin dan baik- baik Pa.." bujuk sang istri .


"Kepala dingin katamu..? apakah dengan penyelesaian secara baik- baik bisa membuat nama keluarga kita baik- baik saja ha...!" seru tuan Rianto semakin marah .


"Sunggu Biangka tak tahu masalahnya Pa...!" ucap Biangka sambil menangis. semenjak kecil sampai sebesar ini , baru sekarang Bangka mendapat pukulan dari sang Papa.


"Jadi kau belum tahu masalah yang kau buat...? sekarang lihat di sosial media, apa yang kau perbuat, kau tahu..sejak pagi tadi telfon papa selalu berdering dari kerabat dan para pemenang saham, juga relasi Papa . kau telah dengan sukses menjatuhkan nama dan perusahaan papa Bi... apa sebenarnya maumu Bi...apakah selama ini perbuatanmu seperti ini Bi... Papa tak pernah menyangka kalau kau begitu hina dan rendah. tak kusangka perkataan pemilik perusahaan KAI benar adanya.


Bagus nak...kau telah sukses membuat Keluargamu menderita...!" seru tuan Rianto dengan marah. dia segera keluar dari rumahnya .Biangka segera berlari kedalam kamarnya dan menghidupkan leptop miliknya yang ada di rumah kedua orang tuanya . Saat dia melihat berita di media sosial Biangka ternganga seketika, Dia melihat berita utama yang menjadi trending topik di sosial media. berita tentang dirinya beserta vidio panas saat dia bermain dengan dua pria kekar di atas ranjang. berita itu berjudul .* Malam Panas Putri Pengusaha Besar Perusahaan FG *


"Brengsek ...siapa yang sengaja membuat ini...aaaahh....!" teriakan Biangka membuat sang mama berlari kearah kamar Biangka.


Saat sang Mama masuk ke kamar Biangka , terlihat kamar Biangka bagai kapal pecah . semua barang yang ada di kamarnya berantakan dan banyak yang pecah . dan terlihat sang putri menangis di pojokan kamar .


"Bi...ada apa nak...?" tanya sang Mama khawatir. Nyonya Rianto Mama Biangka memang tidak tahu masalahnya. yang dia tahu tadi pagi sang suami sangat marah dengan putrinya. dan saat sang suami semakin marah ketika sang putri datang, dia beranggapan mungkin karena kemalasan putrinya yang tidak mau bekerja di perusahaannya seperti waktu- waktu yang lalu.


"Sebenarnya ada masalah apa Bi... apakah kau mempunyai salah pada Papamu..?" kata sang Mama.


"Ma...Biangka hancur Ma..." ucap Biangka di sela tangisannya . sang Mama segera memeluk tubuh sang putri.


"Sebenarnya ada apa Bi...coba lau ceritakan pada Mama, siapa tahu Mama bisa membantumu..." kata Nyonya Rianto dengan lembut.


"Masalah Biangka tidak bisa di selesaikan dengan muda Ma...sekarang tolong tinggalkan Biangka sendiri Ma.." kata Biangka pelan .


"Baiklah Mama akan pergi, tapi nanti kalau kau sudah merasa tenang, ceritakanlah masalahnya pada Mama.." kata sang Mama penuh kasih sayang.


"Baik Ma... dan sekarang tolong mama tinggalkan Biangka sendiri..." ucap Biangka pelan .


"Baik Sayang...mama Bergi . dan ingat Mama akan selalu bersamamu..." ucap nyonya Rianto sambil memeluk dan mencium kening sang putri . Mendengar ucapan sang Mama , Biangka hanya mengangguk kepalanya.


Nyonya Rianto segera keluar dari kamar Biangka. Ketika dia sampai di ruang keluarga , ternyata adik perempuannya telah datang sejak tadi. sang adik yang mengetahui sang kakak berada di kamar keponakannya yang sedang menangis, dia menunggu sang kakak di ruang keluarga.


"Ines...kau di sini...mana suami dan anakmu...?" tanya sang kakak.


Rumah Ines sang adik memang tidak terlalu jauh dari rumahnya. hanya beberapa blok saja dari kediamannya.


"Mereka tidak ikut kak...aku sengaja datang sendiri kemari..." jawab sang adik.


"Apakah kau ada perlu denganku...?" kata nyonya Rianto .


"Iya kak... aku ada perlu sedikit dengan kakak..." jawab sang adik .


"Ada apa...? katakan saja..." kata nyong Rianto berdiri di depan sang adik.


"Apakah kakak membaca berita di sosial media..?" tanya Ines perlahan.


"Tidak Nes...bukankah kau tahu , aku paling tidak suka melihat berita di sosial media ..?" jawab nyonya Rianto.


"Tapi ini tentang Biangka kak...putri Kakak.." jawab sang adik.


"Apaa...tentang Biangka...? kenapa dengan putriku Nes...?" ucap nyonya Rianto dengan wajah kaget .


"Jadi kakak benar- benar belum tahu..? ini kau lihat sendiri..." ucap Ines sambil memberikan Ponselnya yang berisi berita tentang Rosa. Dengan penuh tanda tanya Nyonya Rianto segera menerima ponsel sang adik . dan dia segera membaca berita yang di tunjukkan oleh sang adik.


Tak berapa lama dia berteriak dan matanya menatap ponsel sang adik de gan wajah tegang, tiba- tiba dia jatuh pingsan. Tentu saja sang adik terkejut dan berteriak.


"Kakak....!" seru Ines dengan keras saat sang kakak jatuh pingsan.


Mendengar teriakan dari ruang keluarga. beberapa pelayan datang melihat. ketika mereka melihat sang majikan pingsan , mereka segera menolongnya . mereka segera membawa nyonya Rianto masuk kedalam kamar tamu yang dekat tempat sang nyonya jatuh pingsan, Ines segera memanggil dokter keluarga , serta mengabari sang kakak ipar yaitu tuan Rianto. Mendengar sang istri jatuh pingsan, tuan Rinto segera pulang kerumahnya dengan cepat. . Ternyata dokter keluarga dan tuan Rianto datang bersamaan.


"Ada apa dengan kakakmu Nes...?" kata tuan Rianto pada adik iparnya dengan wajah cemas .


"Dia melihat Berita si Biangka kak..." ucap Ines agak takut .


"Ck..dasar Anak pembuat masalah ... " ucapnya dengan nada kesal dam marah. mendengar umpatan sang kakak ipar, ines tahu sang kakak telah mengetahui berita tentang Biangka .


Tuan Rianto segera mengikuti Dokter masuk kedalam kamar tamu tempat sang istri yang pingsan . Sedang Ines tetap berdiri di luar kamar bersama beberap pembantu .


Maaf segini dulu ya...besok aku lanjut lagi. jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu. maaf kalau ada typo nya .

__ADS_1


Bersambung .


__ADS_2