
Mereka masuk kedalam Villa milik Rosa.
Saat melihat keadaan Villa yang terlihat sangat indah , sang Mama berucap.
"Sayang...sejak kapan kau memiliki Villa ini...?" bisik sang Mama.
"Sudah lama Ma... Saat Aya kuliah semester lima.." jawab Rosa.
"Apaa...!" seru Mama kaget sambil menutup mulutnya.
"Selama itu kau menyembunyikannya dari kami...?" kata sang Mama lagi.
"Maaf Ma... Aya takut Papa dan Mama marah pada Aya karena tidak fokus pada sekolah Aya..." jawab Rosa.
"Kau ini... Mana mungkin kami akan memarahimu, lalu dari mana semua uang yang kau dapat untuk membeli semua ini...?" tanya nyonya Safitri dengan nada curiga.
"Mama sayang...boleh kan kalau jawaban pertanyaan mama Aya pending dulu... Bukankah sekarang masih ada teman mama di sini..." ucap Rosa sambil menatap keluarga Rifan yang sedang bersama mereka.
"Baik...tapi Mama akan menunggu penjelasan darimu..." ucap sang Mama.
"Baik baginda Ratu...hamba akan menceritakan semuanya pada Mama dan Papa secepatnya..." ucap Rosa sambil mencium pipi Nyonya Safitri.
Begitulah sifat Rosa jika mulai manja .
Sedangkan Rifan terlihat sedang memperhatikan keadaan rumah Rosa.
"Bee...boleh aku melihat- lihat keadaan Villa milikmu...?" tanya Rifan sambil menatap Rosa.
"Boleh kak... Kau bisa membawa Nina kalau kau mau..." jawab Rosa .
"Tidak usah...aku bisa sendiri kok..." kata Rifan sambil mulai meninggalkan ruang tamu.
Tak lama bik Narti datang bersama bik Sum dengan membawa beberapa makanan dan minuman untuk mereka. Melihat sikap mereka yang begitu hormat namun terlihat begitu sayang pada Rosa , Membuat sang Mama dan nyonya Ratih kagum pada Rosa . Sikap mereka terlihat sangat akrap namun juga sangat menghormati Rosa. Setelah agak lama mereka mengobrol , bik Narti memberitahukan pada Rosa kalau makan siang sudah siap. Rosapun segera mengajak mereka makan bersama.
"Ma ..Silahkan Mama dan Papa serta Om dan tante pergi keruang makan dulu, Rosa akan mencari kak Rifan ..." ucap Rosa pada mereka.
"Pergilah...biar mama yang menemani Om dan Tantemu keruang makan..." ucap nyonya Safitri pada Rosa .
"Trimakasih Ma...Bik Narti tolong bawa mereka semua keruang makan..." ucap Rosa pada bik Narti.
"Baik Non...mari nyonya , saya antar.." ucap bik Narti.
Rosa segera meninggalkan ruang tamu berjalan kearah kepergian Rifan. Rosa mencari Rifan di beberapa tempat . dan ternyata dia berada di ruang latihan milik Rosa. Ruang latihan yang lengkap dengan beberapa alat olahraga dan senjata tajam itu . Melihat semua itu membuat Rifan kagum.
"Apa yang membuat tuan Rifan betah di ruangan ini...?" tanya Rosa sambil mendekati Rifan .
"Semua alat ini kau bisa memakainya..." tanya Rifan sambil melihat senjata milik Rosa . Dari mulai Pisau, Pedang , panah dan senjata api dengan segala bentuk.
"Sedikit..." jawab Rosa ringan .
Mendengar perkataan Rosa, Rifan tertegun sejenak.
"Boleh aku melihat kau melatih..." tanya Rifan lagi .
"Bukan sekarang kak...karena Mama dan tante serta Om dan Papa sedang menunggu kita di ruang makan, kapan- kapan akan kutunjukkan padamu..." jawab Rosa datar.
Dia segera berbalik akan meninggalkan ruangan itu. Namun sebuah tangan tiba- tiba memeluk tubuhnya dari belakang .
"Kau sudah berjanji dan kau harus menepati. .." ucap Rifan sambil berbisik di telinga Rosa . Nafas Rifan yang terasa di telinga Risa , membuat Rosa tertegun seketika. Setelah sadar dia segera melepas tangan Rifan yang berada di perut ratanya.
"Kak...bisa tidak jangan membuat aku kaget . lagian nich tangan suka banget ya meluk sembarangan..." kata Rosa kesal. Sebab jantungnya serasa mau copot karena terkejut juga belum terbiasa di peluk laki- laki. Terlihat wajahnya yang memerah karena malu.
"Apa salahnya seorang kekasih memeluk kekasihnya sendiri ..." jawab Rifan dengan wajah menggoda.
"Kak...kita bukan sepasang kekasih..." ucap Rosa sambil berjalan meninggalkan Rifan yang tersenyum menatapnya,
"Tapi aku sudah menganggapmu sebagai kekasihku, calon dari ibu anak- anakku..." jawab Rifan sambil berjalan di sebelah Rosa. Rosa hanya bisa kesal mendengar perkataan Rifan. Ketika mereka sampai di ruang makan, terlihat kedua orang tua mereka sedang berbincang di meja makan,
"Nach itu mereka sudah datang..." ucap nyonya Ratih.
"Kakak...!" seru Nina sambil menghampiri Rosa.
"Kau sudah cuci tangan sayang...?" ucap Rosa pada Nina.
"Sudah kak...tadi Bik Narti sudah membantuku cuci tangan..." ucap Nina sambil menggandeng tangan Rosa
"Kalau begitu ayo kita makan..." ajak Rosa sambil menggandeng tangan Nina. Dan saat sampai di meja makan Rosa mendudukkan Nina di atas kursi ruang makan . Tak berapa lama merekapun memulai makan siang mereka. Rosa mengambilkan makanan buat Nina.
"Bee...aku juga..." ucap Rifan pada Rosa. Tentu saja papa dan sang Mama kaget melihat tingkah Rifan yang terlihat manja pada Rosa . Kedua orang tua Rifan saling berpandangan . Mereka tak permah melihat sikap Rifan yang seperti itu. Selama ini mereka hanya bisa melihat sikap Rifan yang dingin dan mandiri . Sedang Rifan yang ada di depan mereka terlihat Manja pada Rosa . mereka akhirnya tahu kalau Rifan benar- benar mencintai Rosa .
Dengan terpaksa Rosa mengambilkan nasi dan sayur serta beberapa lauk pauk keatas piring Rifan. Melihat Rosa yang mau mengambilkan makanan buat dia walaupun dengan wajah kesal, Rifan terlihat tersenyum bahagia . Melihat semua itu, kedua orang tua Rifan yakin kalau sang putra telah jatuh hati pada Rosa. Saat Rosa sedang menikmati makanannya, tiba - tiba ponsel di saku celananya berdering.
Dia tahu pasti Johan yang telah menelfonnya.
" Maaf semua, Rosa akan mengangkat telfon dulu...." Pamit Rosa sambil berdiri.
__ADS_1
"Silahkan..." ucap tuan Alex .
"Bee...mau kemana ...?" tanya Rifan.
"Maaf aku tinggal sebentar..." kata Rosa sambil melangkah meninggalkan ruang makan . setelah sampai di luar ruang makan , Rosa segera mengangkat telfon yang memang dari Johan.
"Assalamualaikum Jo..ada apa...apa klien nya sudah datang...?" tanya Rosa.
"Sudah Ros...cepatlah kau datang..." jawab Johan .
"Baik aku akan segera kesana...!" jawab Rosa . Dia segera menutup sambungan telfon setelah mengucap salam. Dia segera kembali kedalam ruang makan dan melanjutkan makannya . namun dia bingung apa yang akan dia buat alasan agar bisa pergi . semua tingkah Rosa tak luput dari pengawasan sang Mama.
"Ros...ada apa...?" tanya nyonya Safitri.
Mendengarkan ucapan dari sang Mama, Rosa pun kaget.
"Tidak ada apa- apa Ma..." jawab Rosa.
"Kau itu anak Mama,.. Mama tahu kau sedang resah, ada apa...?" ucap sang Mama bijak.
"Ini Ma...sebelumnya Rosa minta maaf, sebenarnya Risa ada kepentingan mendadak yang harus Rosa tangani jadi Rosa bingung, sebab Rosa tidak ingin meninggalkan kalian semua..." jawab Rosa dengan sedih.
"Kalau begitu pergilah...biar Mama dan Papa yang akan menemani tante Ratih dan Om Alex di sini..." ucap sang Mama.
"Benarkah...?trimakasih Ma...kalau begitu maaf ya tante, terpaksa Rosa meninggalkan Tante dan Om Alex bersama Papa dan Mama di sini. sekali lagi Maafkan Rosa tan, Om..." ucap Rosa sambil berdiri.
"Nggak masalah , pergilah..." ucap nyonya Ratih.
"Bee..aku antar...!" seru Rifan juga ingin berdiri. buru- buru tangan Rosa memegang lembut bahu Rifan dan menyuruh kembali duduk.
"Tidak usah....Asep telah menunggu diriku di depan .."ucap Rosa sambil tersenyum manis.
"Assalamualaikum...." pamit Rosa.
"Waalaikum salam..." jawab mereka serempak.
Rosa segera keluar Villa . dan di halaman terlihat mobil sportnya telah Asep keluarkan dari garasi, dan dia kini sedang berada di balik kemudi .
"Sep...elo pindah.." ucap Rosa sambil berjalan kearah tepat duduk pengemudi .
Asep tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
Dia segera mengencangkan seat belt pada tubuhnya. dan tak berapa lama mobil itu keluar dari halaman Villa Rosa. tak berapa lama terlihat mobil sport itu melaju dengan kencang. Rifan yang sengaja mengejar Rosa, tidak bisa lagi bertemu dengan Rosa. dia hanya bisa melihat mobil itu melaju dengan kencang meninggalkan Villa milik Rosa.
Dalam waktu 15 menit mobil itu telah sampai di perusahaan milik Kanaya. waktu yang harus di tempuh seharusnya 30 menit lebih , untuk Rosa hanya membutuhkan 15 menit.
ketika sampai di perusahaan KAI mereka segera masuk kedalam ruang kantor Rosa. dengan cepat Rosa memakai baju Formal kerjanya . Setelah selesai dia segera menemui Johan dan tuan Reksa di ruang Meeting.
"selamat siang semuanya...Maaf terlambat,...." ucap Rosa sambil tersenyum dengan manis.
"Tidak masalah Nona...tuan Johan telah menemani saya menunggu anda dengan baik...waah baru sekarang saya bisa bertemu dengan pemilik yang sebenarnya perusahaan KAI . ternyata orangnya teramat cantik..." ucap pria paruh baya yang terlihat masih tampan dan ramah itu. mereka berbincang menggunakan bahasa Inggris.
"Tuan Reksa terlalu menyanjung...baiklah kita mulai saja pembicaraan kita pada pokok permasalahan..." ucap Rosa yang memang tidak suka berbasa- basi. dan merekapun segera membicarakan masalah perusahaan . Hingga dua jam lebih kemudian mereka baru mendapat kesepakatan yang menguntungkan bagi kedua bela pihak.
"Nona...kapan- kapan datanglah ke Korea, saya akan memperkenalkan Istri dan putra saya pada Anda..." kata tuan Reksa setelah selesai menandatangani kontrak kerjasama mereka. Dengan mata Sipit dan wajah ramahnya dia menatap Rosa.
"Trimakasih tuan Reksa, Jika ada waktu pasti saya akan berkunjung kerumah anda...ngomong- ngomong maaf.. sepertinya Nama anda seperti nama orang indonesia tuan...?" tanya Rosa sambil tersenyum cerah.
"Ha ha ha...benar sekali Nona Rosa.. kakek Saya putra asli orang indonesia.." jawab tuan Reksa sambil tertawa .
"Waah ternyata seperti itu..." ucap Rosa. setelah berbincang- bincang sebentar, Tuan Reksa segera undur diri . Setelah melihat kepergian tuan Reksa, Rosa kembali kekantornya .
Dan dia dapat melihat tumpukan laporan di atas meja kerjanya. Dan akhirnya dia kembali tenggelam dalam menyelesaikan pekerjaannya.
Tak terasa Haripun mulai petang. Saat Rosa keluar dari kantornya, hari mulai menjelang magrib. dengan cepat Rosa membawa mobilnya pulang kerumahnya. Dia menolak Asep dan Mamat yang akan mengantarkan dirinya pulang, karena dia sudah melihat wajah keletihan di wajah mereka.
Ketika sampai di halaman Villanya , Rosa segera masuk kedalam Villanya dengan cepat. Dia segera berjalan kearah kamarnya. Saat melewati ruang kamar Nina, Rosa melihat Nina sedang bermain dengan buku gambar dan pensil warnanya. Sedang di temani oleh bik Narti yang duduk di sebelahnya . Rosa masuk kedalam kamar itu.
"Asalamualaikum...." sapa Rosa sambil tersenyum .
"Waalaikum salam .." terdengar jawaban dari Nina dan Bik Narti.
"Kakak....!" seru Rosa sambil berlari ke arah Rosa. Rosa tertawa sambil menyambut tubuh gadis kecil itu dan memeluknya.
"Apakah kau sudah makan sayang...?" tanya Rosa.
"Belum kak...Nina nunggu Kak Rosa datang. .." jawab gadis kecil itu.
"Kalau begitu kakak ganti baju dulu ya sayang...tadi sudah solat magrib...?" tanya Rosa lagi.
"Sudah kak...malah Nina tadi mengaji sama mang Dulah...." ucap gadis itu riang.
"Bagus sekali adik kakak yang cantik ini, baiklah kakak ganti baju dulu ya....." kata Rosa sambil mencium kedua pipi Nina.
"Baik kak..." ucap Nina .
__ADS_1
Rosa segera keluar dari kamar Nina menuju kamarnya. Ketika dia masuk kedalam kamarnya, Dia kaget ketika melihat seseorang yang dengan enaknya tidur di atas pembaringannya. Rosa tidak tahu siapa dia , karena pria itu tidur membelakangi Rosa.
Rosa sangat marah melihat keberadaan orang itu. Namun saat pria itu berbalik dan menghadap padanya, Rosa kaget bukan main .
"Kak Rifan....?" seru Risa tak percaya. Pria yang di panggil namanya. tersenyum dan bangun.
"Selamat malam Bee...." ucapnya sambil bangun dari tidurnya.
"Kakak ...?kakak belum pulang....?" tanya Rosa heran.
"Belum...kakak menunggu calon istri kakak pulang..." ucapnya tenang.
"Ck...ngapain kak Rifan nungguin Rosa pulang...?" ucap Rosa kesal.
"Karena kakak ingin tahu apakah pacar kakak pulang dengan selamat..." ucapnya sambil medekati Rosa .
"Cih lebay banget...sudah aku katakan pada kakak, aku bukan pacar kakak ..!" seru Rosa kesal.
"Dan aku akan mengatakan seribu kali kalau kau adalah pacar kakak, dan calon istri kakak..." ucap Rifan dengan tenang .
"Dich , pemaksa ... kak dengar ya...aku tak ingin bersaing dengan pacar- pacar kakak, atau penggemar kakak yang tak tahu malu seperti si Biangka itu, Bisa - bisa habis pipi gue kena gampar cewek- cewek gila itu..." sungut Rosa.
Dengan gemas Rifan menarik tubuh langsing itu kedalam pelukannya.
"Harus berapa kali kakak harus bilang padamu Bee...kalau aku tidak memiliki kekasih, dan aku tidak perduli dengan mereka, ...!" seru Rifan dengan gemas .
"Tuan Rifan yang tampan....mereka tidak akan berani mengaku sebagai cewek kakak kalau tidak dapat harapan dari kakak sendiri. seperti contohnya si Biangka, untuk apa dia bekerja di perusahaan Kakak sampai tiga tahun, sedangkan orang tua dia memiliki perusahaan yang cukup besar....?dan dia tidak akan betah bekerja di sini kalau kakak tidak memberi harapan padanya." ucap Rosa sambil menatap Rifan .
"Tunggu Bee...dia bekerja di kantorku atas ijin Papa, papa Si Biangka adalah sahabat Papa Alex. mereka bilang Biangka ingin belajar tentang perusahaan di kantorku . jadi bukan salahku kan kalau dia berada di sana...lagian jika dia bisa menarik perhatianku tentu saja kami akan jadian, malah mungkin kami akan menikah , iya kan...tidak mungkin dia harus menunggu samoai tiga tahun Bee... buktinya aku hanya dua kali bertemu denganmu, tapi nyatanya aku sudah jatuh hati padamu dan tak ingin berpisah denganmu..." ucap Rifan sambil menatap Rosa .
Rosa terdiam mendengar ucapan Rifan .
"Baiklah Rosa percaya...tapi sekarang tolong lepas dulu pelukannya kak...kita bukan muhrim..." ucap Rosa sambil mencoba melepas pelukan Rifan.
"Tidak...kau tidak akan aku lepaskan sebelum kau berjanji padaku, akan mengabulkan permintaanku....." ucap Rifan.
"Ck...Ribet amat sich kak..." ucap Rosa kesal.
"Terserah ...kau mau aku lepas. atau tidak itu terserah kamu . kalau tidak , sampai pagipun aku kuat berdiri memelukmu..." ancam Rifan dengan. wajah tenang.
"Yee...enak aja...enak di kakak nggak enak di aku..." kata Alea lagi.
"Karena itu kau harus janji dulu...' ucap Rifan kekeh.
"Okey, okey.. aku akan berjanji tapi permintaan kakak nggak aneh - aneh..." ucap Rosa lagi.
"Nggak aneh...aku hanya memintamu jadi kekasihku, calon istriku..." ucap Rifan tenang.
" Kakak...kenapa sich harus jadi pacar kakak...jadi adik kak Rifan aja ya...?" nego Rosa. sebab entah kenapa sudah sejak dulu dia tak ingin memiliki hubungan dengan yang namanya berpacaran atau memiliki kekasih. apalagi setelah trauma kehilangan sahabat seperti Exsal. Kehilangan sahabat saja sakitnya bukan main, apalagi kehilangan kekasih..
"Tidak...aku hanya ingin kau jadi pacar kakak , hanya itu..." ucap Rifan kekeh.
"Tapi Rosa tidak memiliki rasa cinta pada kakak..." ucap Rosa .
"Kakak akan membuat kau mencintai kakak Bee..kakak akan menunggu dengan sabar hatimu terbuka untuk kakak..." ucap Rifan pelan.
"Baiklah...Rosa akan memberi kesempatan pada kakak, tapi jika kakak mengkhianati Rosa, Rosa akan pergi dari kakak..." ucap Rosa dengan serius.
"Beneran Bee...?" ucap Rifan tak percaya.
"Iya...sekarang lepasin pelukan kakak." ucap Rosa .
"Trimakasih Bee...Cup..." saking bahagianya Rifan mencium kening Rosa dengan sayang.
"Kakak...belum muhrimnya tau....!" seru Rosa kesal. Namun tak urung terlihat wajahnya memerah karena ulah Rifan.
Melihat semua itu, Rifan tertawa senang.
"Maaf...aku terlalu bahagia Bee..." ucap Rifan.
"Ya sudah lepaskan pelukan kakak, dan kakak sekarang keluar dari kamar Rosa. tidak baik berada di kamar berdua kak.. . nanti akan timbul fitnah..." ucap Rosa .
"Baik Ratuku hamba akan menuruti perintahmu. tapi bolehkah kita solat berjamaah...?" tanya Rifan lagi.
"Tentu saja .. tapi apa tadi kakak tidak Solat berjamaah di bawah...?" tanya Rosa.
"Sudah tadi saat solat magrib, sedang isyak nya kakak pingin solat bersama denganmu.." jawab Rifan.
"Baiklah nantinya solat bersama, tapi sekarang biarkan Rosa mandi dan solat magrib dulu kak.. " jawab Rosa.
"Trimakasih Bee...kalau gitu aku tunggu di bawah ya..." ucap Rifan melepas pelukannya sambil tersenyum bahagia.
Rosa hanya mengangguk dan tersenyum.
Cukup dulu ya...
__ADS_1
jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.
Bersambung.