PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP 25. RAHASIA BIANGKA .


__ADS_3

Di sepanjang perjalanan Rosa diam tanpa bicara. Dan Johan mengetahui perasaan sang sahabat. Tak berapa lama, mereka sampai di Villa milik Rosa.


Mereka sampai di Villa hari sudah menunjukkan pukul 2 dini hari. Rosa segera berjalan masuk kedalam kamarnya. Setelah mandi serta mengganti baju dengn pakaian tidur. Rosa berusaha untuk terlelap . namun ternyata kemarahannya pada sang sahabat membuat dia sulit untuk tidur . hingga Adzan subuh berkumandang, dia akhirnya bangun dari tempat tidurnya untuk mandi dan solat. Setelah itu dia segera merebahkan diri kembali untuk mencoba tidur .


Sedang di sebuah apartemen mewah , seorang pria tampan dan gagah sedang gelisa ketika sudah beberapa hari ini dia belum juga menemukan gadis yang dia cintai. Dia sudah menyuruh semua anak buahnya mencari keberadaan gadis itu, namun tak seorangpun yang bisa menemukannya . Di saat dia sedang bersiap pergi kekantor. Tiba- tiba terdengar dering ponsel miliknya . Dia enggak mengambil ponselnya. Namun setelah panggilan itu berdering terus menerus , akhirnya dengan enggan dia mengambil juga. Terlihat panggilan dari sang Papa.


"Assalamualaikum Pa .." ucap Rifan datar saat menjawab telfon dari sang Papa .


"Waalaikum salam , Kenapa baru diangakat..? kau mulai meremehkan panggilan dari papa ha...!" terdengar suara sang Papa marah.


"Maaf Pa...aku ada di kamar mandi..." jawab Rifan berbohong.


"Ya sudah, sekarang datanglah kerumah Papa , Saudara kembar Nenci telah kita temukan...?" ucap sang Papa dengan nada masih kesal


"Apa Pa...saudara Nenci..maksud papa saudara kembar Nenci yang telah lama hilang itu...?" kata Rifan tak percaya.


"Iya..datanglah kau sekarang...?" kata tuan Alex dengan nada gembira.


"Baik Pa...sebentar lagi Rifan kesana.." kata Rifan .


Tuan Alex pun segera menutup sambungan telfon setelah mengucap salam.


Setelah memakai pakaian kerjanya dan terlihat sudah rapi penampilannya . Rifan segera turun kebawah . Ketika sampai di loby sang sopir yang sedianya akan pergi ke apartemen Rifan, akhirnya bisa melihat sang majikan sudah keluar dari lift . sang supir segera mendekati dan mengambil tas yang ada di tangan Rifan. Mereka segera kekuar menuju tempat parkiran. Tak berapa lama terlihat mobil Rifan meninggalkan apartemennya .


"Kita pergi kerumah papa dulu..." kata Rifan pada sang Super .


"Baik tuan..." jawab supirnya .


Mereka menuju rumah tuan Alex. Ketika sampai di sana . Rifan langsung keluar dari dalam mobil. Ketika sampai di dalam, ternyata kedua orang tuanya sedang berada di ruang makan. Saat Rifan sampai di ruang makan, terlihat dua gadis yang memiliki dua wajah sama sedang berada di meja makan bersama kedua orang tuanya. Namun terlihat salah satu dari mereka tidak menyentuh makanan sama sekali .


"Fan...kau sudah datang...?" sapa sang Papa.


"Papaaa..." seru salah sati dari mereka sambil berlari dalam pelukan Rifan .


Sedang yang lain terlihat menunduk dengan sedih.


"Sejak kemarin dia tidak mau makan, Dia ingin pulang kembali ke kakak angkatnya..." kata sang Mama .


"Kakak angkatnya...?Memangnya di mana Mama menemukan dia...?" tanya Rifan sambil duduk di kursi meja makan dan mendudukkan sang keponakan .


"Kakak angkatnya membawa dia kemari.." jawab sang Papa.


"Baik benar kakaknya...lalu kenapa baru sekarang dia mengembalikan gadis ini..?" tanya Rifan curiga .


"Karena dia baru tahu kalau Nina keluarga kita..." jawab taun Alex .


"Baru tahu...? Alasan apa itu...bukankah kita sudah mengumumkan kehilangan Nina sejak pertama kali dia hilang...?" kata Rifan.


"Dia tahu saat bertemu nyonya Safitri teman Mama..." jawab sang Mama .


"Jangan- jangan dia orang jahat Pa... sebenarnya dia sendirilah yang menculik cucu Papa..." kata Rifan sambil menatap Nina dengan wajah dingin .


"Bohong...ternyata kalian jahat...kak Rosa bukan penjahat, Dialah yang menolongku dari panti asuhan dan merawatku dengan sayang...seharusnya kalian berterimakasih pada kak Rosa, bukan malah menuduhnya.. dasar jahat.!!" teriak Nina dan tak lama dia menangis tanpa suara. Mendengar nama Rosa di sebut, Rifan jadi kaget . badannya menegang seketika . Sedang sang Mama segera mendekati Nina dan memeluknya dengan lembut.


"Sayang...Om Rifan tidak jahat kok...Om hanya takut Nina di jahati orang..." bujuk nyonya Ratih pada sang cucu.


"Siapa..Rosa...?" kata Rifan kaget .


"Iya Fan...dia gadis yang membawa Nina kemari. Dan kau tahu..dia juga gadis cantik yang telah menolong Mama saat Mama di rampok dulu saat membawa Dokumen ke kantormu." kata sang Mama.


"Tunggu Ma...apakah yang Namanya Rosa itu gadis cantik berkulit putih, dan berambut panjang..?" tanya Rifan pada sang mama .


"Lo..kau tahu dia...?" tanya sang Mama.


Mendengar perkataan Nyonya Ratih Rifan segera berdiri dan mendekati Nina. Dia merasa bahagia. Namun terlihat wajah. Nina masih marah menatap Rifan. Dia tak rela Rosa di katakan orang jahat .


"Sayang...maafkan Om ya...kenalkan namaku Rifan, kau adalah putri dari kakakku, dan kau sudah tahu kan , kalau orang di depanmu itu kakek, dan Nenekmu...? ( terlihat Nina mengangguk walau dalam keadaan cemberut ) lalu gadis yang mirip denganmu ini adalah saudara kembarmu...jadi kau adalah keluarga kami..." ucap Rifan lembut.


"Tapi kak Rosa bukan orang jahat sroerti yang Om katakan tadi...dia adalah kakak Nina.. Nina ingin tinggal bersama kak Rosa..." kata gadis itu lagi.


"Apakah kau menyayangi dia...?" tanya Rifan.


"Sangat Om...." jawab Nina polos .


Rifan menatap Nina lembut.


"Apakah dia juga sangat menyayangi Nina...?" tanya Rifan .


'Kak Rosa adalah kakak terbaik yang Nina miliki , Dia selalu memperhatikan Nina . Dia orang yang selalu ada untuk Nina..." jawab Nina.


"Baiklah kalau begitu bagaimana kalau kita pergi kerumah kak Rosa..." kata Rifan lagi .


"Villa kak Rosa agak jauh dari sini..dan Nina tidak tahu tempatnya..." ucap Nina dengan wajah sedih.


"Villa..." gumam Rifan. Terlihat kekecewaan di wajah Rifan.


"Ada apa Fan...?" tanya sang Mama ketika melihat kekecewaan di wajah sang Putra.


"Apakah gadis itu tidak akan datang lagi..?" tanya Rifan pada sang Mama.


"Lo...kok kau antusias pada si penolong Nina..bukankah tadi kau bilang dia mungkin orang jahat...apakah kau mengenal gadis itu..?" tanya sang Mama.


"Ma aku salah...sebenarnya Rifan sedang mencari seorang gadis, dan nama gadis serta ciri- ciri yang mama sebut tadi mirip dengan gadis yang Rifan cari..." ucap Rifan sedih.


"Apaaa...!" seru Mama dan Papamu kaget .


"Memangnya gadis itu salah apa padamu Fan...?" tanya sang Papa heran.


"Dia meninggalkan Rifan tanpa jejak..."


Mendengar ucapan Rifan , Mama dan Papanya semakin heran.


"Tunggu, tunggu maksudmu apa... meninggalkan dirimu tanpa jejak..?" kata sang Papa semakin bingung .


"Dia bekerja di perusahaan kita Pa... Dan dia pergi setelah bertengkar dengan Rifan.." kata Rifan tanpa mengatakan penyebab pertengkaran mereka.


"Ha ha ha...jadi masih ada orang yang berani bertengkar denganmu Fan...?" kata sang Papa.


"Bukan hanya berani...dia juga menolakku pa..."kata Rifan kesal.

__ADS_1


"Apaa...!" kedua orang tua Rifan kaget untuk kedua kalinya. Dan tak lama terlihat keduanya tertawa keras.


"Jadi calon menantuku berani menolak pria tampan dan kaya ini...?" ucap sang Papa sambil tertawa.


"Hi hi hi...Fan baru sekarang Mama mendengar kau menyukai seorang wanita, Mama juga baru dengar kalau Si Rifan yang di gilai gadis di seluruh kota di tolak oleh seorang gadis,..." kata sang Mama di sela tawanya.


Akhirnya mereka meneruskan makan mereka sambil membujuk Nina. Namun gadis itu hanya makan sedikit dan segera keluar ruang makan. Melihat perbuatan Nina, tuan dan nyonya Alex sangat sedih.


"Gimana ini Fan...kalau dia tetap seperti itu, Mama takut dia akan jatuh sakit ..." kata nyonya Ratih .


"Biarkan dulu Ma...apakah Rosa tidak akan datang kemari lagi Ma...?" tanya Rifan.


"Saat dia akan meninggalkan Nina, Dia berjanji pada Nina , kalau dia akan datang kerumah ini lagi ..." kata nyonya Ratih .


'Baiklah Ma...Rifan pergi kekantor dulu. Nanti siang Rifan akan membujuk dia agar mau makan ..." kata Rifan sambil berdiri dari duduknya.


"Kau akan datang lagi Fan...?" tanya sang Mama heran .


"Rifan akan tinggal di sini untuk sementara Ma...oh ya Ma, kalau dia datang tolong Mama menelfonku. Dan usahakan jangan sampai dia pergi Ma.." kata Rifan pada nyonya Ratih.


"Apakah anak Mama benar- benar jatuh cinta padanya...?" tanya sang Mama.


"Benar Ma...apalagi hanya dia gadis yang membuatku tidak Alergi..." ucap Rifan.


"Yang bebar Fan..." seru Mama dan Papanya hampir bersamaan.


"Iya Pa, Ma...saat Rifan bersentuhan dengannya , Rifan tidak mengalami apapun, Rifan biasa aja kayak seperti berdekatan dengan Mama dan Papa..." jawab Rifan .


"Ya ampun..syukurlah masih ada orang yang bisa berdekatan denganmu..." kata sang Mama. Sedang tuan Alex hanya bernafas lega.


"Baiklah Mama akan memberitahukan kedatangan nya padamu..." kata sang Mama.


"Oh ya Fan...apakah kau memecat putri Om Rianti, maksud Papa si Biangka...?" tanya tuan Alex .


"Gara- gara dialah Rosa pergi Pa...dia menganggap kalau dia calon istriku. Sebenarnya dia bekerja di perusahaan bukan untuk belajar Pa...tapi ingin mendekatiku..." ucap Rifan kesal. Melihat kekesalan di wajah sang putra, tuan Alex merasa kasihan juga pada Biangka. Sebenarnya dia juga sudah tahu maksud Biangka dan sang sahabat. Namun gimana lagi kalau Rifan tidak mencintai gadis itu.


"Ya sudah kau pergilah ...." kata tuan Alex.


"Papa tidak kekantor...?bukankah nanti ada pertemuan dengan Rekan Papa yang dari Jerman itu..." ucap Rifan mengingatkan.


"Ya ampuun...papa lupa..." ucap sang Papa. Beliau segera menyelesaikan makannya.


"Rifan berangkat dulu Pa..kita ketemu di kantor...!" kata Rifan sambil mencium tangan kedua orang tuanya.


"Baik...Papa akan segera berangkat juga..." ucap Sang papa. Tak lama terlihat mobil Rifan meninggalkan rumah besat keluarga tuan Alex.


Sedangkan Rosa yang baru bisa tidur setelah solat subuh. Kini terbangun karena sinar matahari menyinari wajah cantiknya. Saat matanya mulai terbuka dia terlihat kaget ketika melihat jam di dinding menunjukkan pukul 07.30 .


"Astagaa...sudah siang..." dengan gerakan cepat dia bangun dari tempat tidur dan berlari kearah kamar mandi. Dengan melakukan gerakan cepat, dia menyelesaikan ritual mandinya. Dan dengan cepat dia berganti baju ,dengan baju kerja. Dia yang sudah berjanji pada Johan akan mulai bekerja di perusahaan, akan memenuhi janjinya. Jadi waktu yang dia minta dua tahun untuk memegang perusahaan, telah dia lakukan sekarang. Setelah terlihat penampilannya cukup bagus, Dia segera turun ke bawa. Dia makan pagi sendiri karena para penghuni Villa sudah makan lebih dahulu. Setelah makan dia segera pergi ke perusahaannya.


Dengan menaiki mobilnya , Rosa pergi meninggalkan Villa nya menuju perusahaan KAI . tak membutuhkan waktu lama, Rosa telah sampai di parkiran perusahaan. Saat dia masuk. Dia bertemu dengan Johan yang mau masuk kedalam lift .


"Ros...baru datang...?" tanya Johan .


"Maaf Jo...aku bangun kesiangan...tadi malam gue susah tidur..." ucap Rosa.


Mendengar perkataan Johan , Rosa kaget karena dia tahu kalau perusahaan itu milik Ayah Biangka si ulat bulu .


"Apakah nama sang pemilik tuan Rianto..?" tanya Rosa .


"Lo kok kau tahu Ros...apa kau mengenal tuan Rianto...?" tanya Johan kaget.


"Tidak...tapi aku mengenal putrinya..." jawab Rosa.


"Putrinya...? lo yang aku dengar dia kemari bersama putrinya..katanya sang putri akan menggantikan kedudukannya.." kata Johan lagi.


"Kalau begitu kau nanti yang akan menemui beliau..." kata Rosa tenang.


"Tidak bisa Ros...kau sekarang pemilik asli perusahaan ini , kau harus mulai di kenal mereka.." jawab Johan.


"Kalau begitu kali ini kau harus mengakui aku sebagai sekertarismu,..." ucap Rosa.


"Tap..."


"Jo...aku mohon untuk kali ini saja..ya .. ya...aku mohon please..." ucap Rosa memohon dengan wajah imutnya .


"Ck...dasar manja....baiklah...tapi jelaskan padaku sebenarnya ada apa...?' kata Johan lagi.


"Sebenarnya aku pernah bekerja di perusahaan EKG bersama Mamat dan Asep sebagai OB ..." ucap Rosa perlahan sambil keluar dari lift yang sudah terbuka di tempat ruang kerja Johan.


"Apaa ...OB....!" seru Johan membuat karyawan di lantai itu kaget. dengan cepat Rosa menutup mulut Johan.


"Ck...kau nggak bisa ngomong pelan ya Jo...mulutmu kayak toa masjid..." ucap Rosa sambil melepas dekapan tangannya di mulut Johan.


"Habis kau mengagetkan aku..." ucap Johan .


"Ya emang pekerjaanku di perusahaan EKG sebagai OB...?" jawab Rosa.


"Dan Mamat sama asep sepertimu juga..?" tanya Johan lagi.


"Iya...karena mereka tetap ingin menjagaku...!" kata Rosa.


'Dasar kau gadis bandel...lalu apa masalahnya dengan si Putri tuan Rianto..?" tanya Johan.


"Dia bekerja juga di sana, Dia pimpinan Divisi keuangan, ..." kata Rosa lagi .


"Lo..bukannya orang tua dia punya perusahaan sendiri...?dan sedang bekerjasama dengan perusahaan kita..?" kata Johan tak mengerti .


"Dia bekerja di sana untuk mendekati CEO perusahaan EKG...dan dia cemburu saat mendengar kedekatanku dengan tuan Rifan. Dia mendatangi ruang OB dan sempat menamparku...!" jawab Rosa.


"Apaa.. dia menamparmu...?" kata Rifan kaget bercampur marah.


"Tenang ... Dia lakukan itu karena dia cemburu, Dia mengira gue ada hubungan dengan tuan Rifan yang dingin itu...?" kata Rosa dengan wajah tenang .


"Ck...dia fikir siapa dia...berani sekali menampar seorang Rosa..." ucap Johan kesal.


"Karena itu. ..biarkan dia menganggapku si OB yang mudah dia tindas..." kata Rosa sambil tersenyum licik.


"Kita lihat apa yang akan dia lakukan kalau dia tahu gue bekerja di sini..!" kata Rosa lagi.

__ADS_1


"Baik...kita akan bermain- main sebentar..." kata Johan sambil tertawa.


"Baiklah aku akan pergi keruanganku dulu. beritahu aku kalau mereka sudah datang ..." kata Rosa sambil masuk kembali kedalam lift. Dia segera menuju ruangannya . Ketika sampai di dalam ruangannya , Rosa segera menelfon Asep dan Mamat .


"Assalamualaikum Bos...?" sapa Asep.


"Waalaikum salam, Kalian berdua ada di mana...?" tanya Rosa.


"Di basecamp Bos..." ucap Asep .


"Kalian segera datang kekantor, jangan lama- lama..." titah Rosa .


"Sekarang Bos..?" tanya Asep bodoh.


"Bukan ..tahun depan..YA SEKARANG Aseeeep....!!" teriak Rosa kesal .


"I..iya Bos..." ucap Asep terkejut.


"Jangan lama - lama..." ucap Rosa lagi.


"Baik Bos...!" seru Asep . Rosa pun segera menutup telfonnya. Rosa melihat kembali keadaan kantornya yang sudah dia rubah warna cat tembok juga foniturnya. dan didalam ruangan miliknya kini dia juga membuat sebuah ruangan yang isinya beberapa perlengkapan komputer yang cukup canggih. namun akses masuk kedalam ruangan kecil yang ada di dalam ruang kantor Rosa hanya bisa di masuki dengan sidik jari Rosa. Ruangan itu baru selesai satu bulan yang lalu. Perlahan Rosa masuk kedalam ruangan itu. dan dia segera duduk di depan komputernya. tak lama terlihat jari lentiknya sudah menari dengan lincah di atas keyboard . dan saat dia mendapatkan apa yang dia cari, dia tersenyum dengan seringai menakutkan.


"Aah...kau mengatakan kalau aku seorang Pe****r murahan , tapi kau sendiri gadis Murahan yang tak lebih daripada sampah. ...Ck...kau fikir bisa menyembunyikan ini dari seorang Kinaya..." ucap Rosa dingin.


Sebab yang dapat Rosa lihat data dari kehidupan Biangka . kalau saat dia masih duduk di bangku SMA , Biangka sudah memiliki kehidupan bebas. dia sudah berganti pacar bukan cuma sekali. dan kehidupan mereka sudah hidup bebas tanpa batasan wanita dan pria. Apalagi kehidupan dia di luar Negri .


"Dasar wanita munafik..." gumam Rosa pelan. setelah itu dia menyimpan apa yang dia temukan. Namun kesenangannya terganggu ketika ada ketukan di pintu ruangannya. dengan terpaksa dia meninggalkan komputernya setelah menyimpan data tentang Biangka . terlihat Johan berada di depan pintu.


"Ada apa...?" tanya Rosa.


"mereka sudah datang...saatnya kita turun..." jawab Johan .


"Baik ayo..."jawab Rosa.


Mereka segera melangkah kedalam lift yang akan mengantar mereka ke ruang meeting.


"Jo..karena aku sudah ada di sini, Ruang kontrol perusahaan biar Roni Atau Gilang yang bekerja di sana, juga Asep dan Mamat sudah aku panggil untuk menjadi pengawalku...kau hanya tinggal mencari sekertaris buatku. aku tidak mau memiliki sekertaris yang tidak patuh. .." kata Rosa saat mereka berada di dalam lift .


"Bagaimana kalau salah satu dari mereka berdua sebagai Sekertaris sekaligus pengawal pribadimu...?" kata Johan memberi saran.


"Tapi aku butuh seorang wanita Jo..." kata Rosa datar.


"kita diskusikan nanti bersama Ros..." kata Johan


"Bagus juga...lebih baik kita kumpulkan mereka nanti siang di ruanganku..." ucap Rosa.


"Baik Bos..." jawab Johan .


Merekapun segera sampai di depan ruang Meeting . saat mereka masuk ruangan terlihat seorang pria paruh baya di temani dua wanita mudah. dan salah satu dari mereka adalah Biangka.


"Selamat pagi tuan Johan..." sapa pria paruh baya yang ternyata Tuan Rianto.


"Selamat pagi..." sapa Johan dengan senyum tipis. namun saat Biangka melihat kehadiran Rosa yang memakai baju formal berada di belakang Johan, tiba- tiba kemarahannya timbul.


"Kaauuu...!" serunya sambil menunjuk wajah Rosa dengan telunjuknya.


"Ada apa Nona...? dan tuan Rianto kalau boleh tahu siapa dia...kenapa dia menunjuk sekertaris saya seperti itu....?" tanya Johan dingin menahan kemarahan


"Maaf tuan Johan..dia putri saya , Namanya Biangka dia yang akan menggantikan saya kelak..." ucap tuan Rianto dengan lembut.


"Oo..tapi tolong beritahu dia agar menjaga etika kesopanan..." kata Johan dingin .


"Baik tuan Johan..." terlihat dia menegur Biangka dengan marah.


Merekapun segera membicarakan masalah hubungan kontrak perusahaan. Namun terlihat sekali kalau Johan begitu menghormati Rosa sebagai sekertarisnya. Karena melihat ketenangan Rosa, Ternyata karakter sifat Biangka yang sombong dan angkuh seakan di sepelekan oleh Rosa dan CEO perusahaan itu.


Dia marah pada Rosa, bukan hanya di tempat Rifan, Rosa mendapat perhatian, bahkan di tempat inipun Rosa masih mendapatkan perhatian istimewa dari pemilik perusahaan yang berwajah tampan dan menawan ini.


"Sialan...kenapa aku harus bertemu kembali dengan gadis ini..." teriaknya dalam hati.


Setelah menemukan kesepakatan di antara mereka, tuan Rianto segera berpamitan.


"Tuan..dari mana anda mengenal sekertaris anda itu...kenapa anda bisa- bisanya tertipu dengan wajah lagunya.. apakah anda tahu....? setahu saya dia hanyalah seorang OB di perusahaan EKG .dan kenapa anda menjadikan dia sekertaris anda...apakah anda tidak salah..? jangan sampai anda tertipu tuan Johan...." ucap Biangka sinis. Mendengar ucapan Biangka terlihat Johan menahan marah.


"Sejak pertama kali anda bertemu dengan sekertaris saya , saya melihat anda begitu benci pada gadis ini...apakah ada masalah dengan dia...? setahu saya, sekertaris saya tidak pernah membuat masalah dengan seseorang, ....?" tanya Johan dingin.


"Tidak pernah membuat masalah...Cih.. itu kata anda, tapi tolong tanyakan pada dia apa yang pernah dia lakukan di perusahaan EKG ..." kata Biangka dengan nada marah dan sombong.


"Apakah yang di maksud Nona Biangka tentang kegagalan anda mendapat cinta CEO perusahaan EKG...?" kata Rosa dengan tenang. ucapan Rosa membuat Biangka marah.


"Kaauuu..!" serunya marah.


"Ada apa Nona..apakah perkataan saya salah...? aah....saya ingat...saat itu bukankah anda mengatakan kalau anda calon istri tuan Rifan Ya...? tapi kenapa saya mendengar anda di pecat dari perusahaan EKG...!" seru Rosa dengan wajah seolah heran. Melihat tingkah Rosa membuat Biangka semakin marah.


Biangka segera berdiri dengan marah, dia ingin mendekati dan memukul Rosa. namun gerakannya terhalang tangan sang Ayah yang sudah memegang tangannya.


"Maaf tuan Johan...apakah sikap sekertaris anda tidak keterlaluan pada putri saya...beraninya dia menghina putri saya...!" ucap tuan Rianto marah.


"Maaf tuan Rianto yang terhormat . apakah anda tidak melihat kalau putri andalah yang melakukan perbuatan yang tidak sopan terlebih dahulu . jadi sebelum anda menyalahkan sekertaris saya, tolong didik sikap putri anda terlebih dahulu...." ucap Johan dingin. terlihat sekali kemarahan di wajahnya.


"Maaf...sepertinya hubungan kerjasama kita tidak bisa di lanjutkan lagi. saya tidak ingin memiliki hubungan kerja dengan calon seorang pimpinan yang sombong , congkak dan Arogan..." ucap Rosa tenang.


"Ha ha ha...Sombong...mentang- mentang tuan Johan membelamu, kau berlagak seperti pemilik perusahaan ini.. apa hakmu menolak kerjasama kami..?" kata Biangka denga. tertawa sinis.


"Karena dialah pemilik yang sesungguhnya perusahaan KAI ini..." kata Johan dengan wajah marah.


"Apaaa...!" seru tuan Rianto dan Biangka seta sekertarisnya secara bersamamu.


"Jo...selesaikan urusan ini...aku sudah muak melihat wajah gadis sombong itu.." ucap Rosa lalu segera keluar dari ruang Meeting. Namun sebelum keluar dari ruangan itu dia kembali menatap kearah Biangka .


"Apakah tuan Rifan mau padamu , gadis yang telah menjadi bekas beberapa orang saat di kehidupan bebasmu...?" ucap Rosa datar.


Ucapan itu tentu saja membuat wajah Biangka pucat seketika.


Maaf sudah dulu ceritanya ya... besok aku lanjut lagi.


Jangan lupa like. vote dan komennya aku tunggu.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2