PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. BERKUNJUNG KE RUMAH TUAN ALEX.


__ADS_3

Keesokan paginya Rifan datang pagi- pagi sekali ke Villa Rosa . Melihat kedatangan Rifan rasanya Rosa tak percaya kalau pria dingin yang berubah manja itu telah berada di Villanya saat dia akan joging pagi .


"Pagi Bee..." sapa Rifan saat melihat Rosa menuruni tangga bersama Nina .


"Pagi...lo kak, kok sudah ada di sini...?" kata Rosa dengan wajah kaget.


" He he he..Aku sengaja datang pagi untuk joging bersama kalian..." jawab Rifan dengan tenang.


"Emang jam berapa kakak berangkat dari apartemen kakak...?" tanya Rosa tak percaya. Rosa tak percaya kalau pria ini sudah berada di sini sepagi ini .


"Setelah solat subuh..." jawab Rifan dengan wajah tenang . Rosa hanya bisa geleng kepala melihat tingkah Rifan.


"Ya sudah ayo kita joging..." ucap Rifan.


Mereka segera keluar dari Villa dan lari pagi keliling kampung seperti biasa . Dan Rifan bisa melihat keramahan para penduduk di sekitar Villa kepada Rosa.


Sesekali terlihat Rosa menjawab saoaan mereka, atau berbincang sebentar dengan mereka .


Setelah beberapa putaran berlari mengelilingi kampung, akhirnya mereka melanjutkan latihan di dalam Ruang latihan milik Rosa. Rifan mengajak Rosa berlatih bersama, dan ternyata kekuatan mereka sebanding. Rifan juga melihat Nina yang telah memiliki kekuatan dalam ilmu beladirinya. Setelah beberapa waktu, mereka segera bersiap untuk pergi kekantor, dan Nina pergi kesekolah . dan ternyata Rifan telah membawa baju kantor dari rumahnya .


"Bee...kau ikut bersamaku , aku akan mengantarmu kekantor..." kata Rifan pada Rosa saat mereka sedang menikmati makan pagi .


"Tapi kak..." sebelum kalimat Rosa berakhir, Rifan telah menyela .


"Ayolah Bee...kali ini turuti permintaanku, nanti kita langsung pergi kerumah Papa ..." kata Rifan menyela .


"Apaa..kita langsung kerumah Om Alex...?" tanya Rosa kaget.


"Hmm...." amgguk Rifan menjawab pertanyaan Rosa .


"Tapi nanti malam aku akan pergi kerumah tante Safitri sepulang dari rumah mu kak..." ucap Rosa berusaha menolak ajakan Rifan .


"Aku akan mengantarmu Bee..." kata Rifan lagi.


"Baiklah...aku akan ikut kakak..." jawab Rosa mengalah.


Tak berapa lama terlihat Rosa dan Rifan pergi keperusahaan bersama- sama. Dan mereka juga sempat mengantarkan Nina pergi kesekolah.


Rifan mengantarkan Rosa dulu ke perusahaan KAI . sebelum dia pergi keperusahaannya.


"Bee...nanti siang kau kekantor apa aku yang datang kemari...?" tanya Rifan saat Rosa akan melangkah keluar dari dalam mobilnya .


"Kita ketemu di restoran jepang aja kak, sebab aku ingin masakan jepang..." jawab Rosa memberi saran .


"Baiklah, nanti aku telfon lagi Bee..." jawab Rifan dengan nada sayang .


"Iya...aku turun dulu kak...Selamat pagi hati- hati di jalan." kata Rosa sambil menatap Rifan sekilas sebelum keluar dari dalam mobil Rifan.


"Pagi Bee..Trimakasih ,selamat bekerja..." ucap Rifan sambil tersenyum bahagia. Rifan segera menjalankan mobilnya menuju kantor EKG . Sedang Rosa segera masuk kedalam kantor perusahaan KAI . saat dia keluar dari lift, terlihat Roni , Asep dan Mamat sudah menunggunya di depan ruang kantornya.


Mereka segera berdiri menyambut kedatangan Rosa .


"Pagi Bos...." sapa Roni , Aseo, Mamat dan Sinta hampir bersamaan.


"Pagi semua...ada apa Ron...kok pagi- pagi sudah berada di depan ruanganku...?" tanya Rosa. .


" Ada yang ingin Roni laporkan padamu Bos...tapi tunggu datangnya Gilang sekalian Bos ..." ucap Roni .


"Kalau gitu kita tunggu di dalam saja Ron.." kata Rosa .


"Baik Bos..." jawab Roni. Dia segera mengikuti Rosa masuk bersama Asep dan Mamat .


Tak berapa lama terlihat Gilang datang dan langsung masuk kedalam ruangan Rosa. Mereka segera duduk di depan meja kerja Rosa. sedang Mamat dan Asep duduk di sofa .


"Ada apa...?" tanya Rosa sambil menatap kedua bawaannya dan sekaligus anak buahnya itu .


"Bos...tadi malam ada seseorang yang mencoba mencari data diri anda..." kata Gilang pada Rosa .


"Data diriku...?lalu...?" tanya Rosa kaget .


"Tentu saja mereka tidak akan mendapatkannya Bos... dan kami juga memberi hadiah runtuk mereka..." kata Gilan pada Rosa.


"Benarkah... ?" kata Rosa sambil tertawa.


"Kami memberikan mereka virus yang akan membuat komputer mereka rusak dan hangus..." ucap Roni menambahkan .


"Bagus...biar mereka merasakan buah dari keusilan mereka , apakah kalian tahu siapa mereka....?" tanya Rosa lagi.


"Sepertinya mereka dari perusahaan Cakra Mas Bos..." jawab Roni.


"Perusahaan milik si Burhan...? Waah... ternyata dia ingin tahu gadis mana yang telah membuat sang putri menangis..." ucap Rosa sambil tertawa.


"Putri siapa yang menangis Bos...?" tanya Gilang.


"Putri si Burhan...ternyata gadis itu benar- benar Mencintai kakak sepupu nya yaitu CEO perusahaan EKG....." kata Rosa lagi.


"Maksud anda tuan Rifan Bos...?" tanya Gilang .


"Benar...kemarin dia dangan kekantor tuan Rifan membuat masalah .." dan Rosapun menceritakan kejadian kemarin di perusahaan EKG .


"Mungkin sepulang dari sana dia mengadukan masalah itu pada sang Papa..." kata Rosa lagi.


"Lo...bukannya sepupu seperti itu di larang menikah Bos...?" tanya Roni.


"Gue dengar sich kayak gitu. Namun buat mereka mungkin sah- sah saja Ron.." jawab Rosa.

__ADS_1


"Apakah tuan Rifan juga mencintai sepupunya itu Bos...?" tanya Gilang lagi.


"Kalau tuan Rifan mencintai gadis itu , mana mungkin tuan Burhan akan mencari data tentang diriku...?" kata Rosa dengan wajah tenang.


"Benar juga...Mungkin mereka marah pada gadis yang merebut pria yang di cintai putrinya, dan itu tentu saja dirimu Bos ...!" kata Gilang.


"Mungkin juga Lang...oh ya Sep ...bilang pada Yoyok untuk mengirimkan empat orang yang paling bagus ke Villaku. Aku tidak ingin sesuatu terjadi pada Nina. Aku takut si Burhan sudah tahu tentang siapa Nina... " kata Rosa sambil memandang Asep dan Mamat.


"Baik Bos...gue akan meminta pada Yoyok untuk mengirimkan empat orang yang paling bagus di antara pengawal kita. .." jawab Asep .


"Aku berharap besok pagi mereka sudah berada di rumahku. Dam bilang pada Yoyok, mereka akan berjaga di rumah selama dua puluh empat jam secara bergantian. ..." kata Rosa lagi.


"Baik Bos...saya akan mengatakan pada Yoyok dan Budi..." jawab Asep .


"Ya sudah kalau begitu kalian kembalilah bekerja ..." perintah Rosa.


"Baik Bos...kami permisi dulu..." pamit mereka. Tak berapa lama terlihat keempatnya keluar dari rung kerja Rosa.


Sedang di tempat tuan Burhan tepatnya di kantor perusahaan Cakra Mas , terlihat tuan Burhan sedang marah besar di depan anak buahnya yang telah di perintahkan untuk menyelidiki gadis yang bersama Rifan kemarin. Dia mengetahu kalau gadis itu bernama Rosa. Namun para anak buahnya tidak bisa mengetahui siapa gadis itu sebenarnya . malah saat mereka menyelidiki gadis itu , komputer dan leptop milik perusahaanku terkena virus hingga semua data perusahaan hilang. lebih parahnya leptop yang mereka gunakan meledak tanpa sebab.


"Kenapa kalian tidak mampu menyelidiki siapa gadis yang bernama Rosa itu Ha..! Apa sebegitu sulitnya kalian mendapatkan informasi tentang dia..?!" teriak tuan Burhan marah.


"Tuan...bukankah tuan tahu sendiri, leptop yang kami gunakan meledak tanpa sebab dan Komputer milik perusahaan terkena virus hingga semua data perusahaan hilang semua..." jawab salah satu anak buahnya .


"Mungkin leptop yang kalian gunakan memang sudah tua dan rusak. Cobalah dengan leptop yang lain..." kata tuan Burhan masih dengan marah.


"Baiklah Tuan , kami akan melakukan perintah tuan...." jawab mereka. Dan mereka segera meninggalkan ruangan tuan Burhan. Namun tak berapa lama mereka telah kembali dan mengatakan kalau leptop yang mereka gunakan kembali terbakar . mendengar semua itu, tuan Burhan sangat marah. Hingga dia melempar semua benda yang ada di atas meja kerjanya dengan marah . entah kenapa beberapa hari ini, semua pekerjaannya bermasalah .


Sedang di tempat Rosa sendiri kini terlihat Rifan yang sudah datang menjemputnya bersama Nina.


Saat itu Rosa yang sedang menyelesaikan tugasnya tiba- tiba mendengar ketukan di pintu ruangannya. Dia menyangka kelau yang datang pasti salah satu anak buahnya atau sekertarisnya sendiri.


"Masuk...." serunya tanpa melepas pandangannya dari layar leptopnya.


"Kakak....!" terdengar seruan seseorang yang sangat dia kenali suaranya.


"Nina...!" serunya kaget.


Saat dia mendongakkan kepalanya, terlihat dua orang yang sudah dia kenal masuk kedalam ruangannya.


"Lo...kalian kok sudah berada di sini...?" tanya Rosa ketika melihat Rifan berjalan kearah meja kerjanya .dan Nina berlari kearahnya.


"Nina tadi di jemput oleh Om Rifan kak..." jawab Nina sambil mendekati Rosa dan mencium tangannya .


"Kakak menjemput Nina.?" tanya Rosa sambil menatap pria tampan nan dingin itu .


"Kau lupa sore ini kita mau kemana...?" kata Rifan datar.


"Aah..maaf aku lupa...tapi kenapa kakak harus menjemput Nina segala.. bukannya kita pulang dulu kak ..?" tanya Rosa.


"Lo...apakah Rosa nggak boleh pulang dulu...? Kak..Rosa masih bau lo.." kata Rosa pada Rifan.


" Bukankah kau bisa mandi di sini Bee....?" jawab Rifan yang sudah tahu kalau di kantornya Rosa juga memiliki ruangan lain dan di sana juga ada baju ganti.


Mendengar perkataan Rifan, Rosa terdiam . Dia hanya mengomel dalam hati.


" Darimana Pria ini tahu kalau di sini ada tempat istirahatku serta baju gantiku.." batin Rosa .


Di ruangan Rosa memang ada ruang istirahat khusus buatnya. Namun ruangan itu tersamarkan dari orang lain. Yang tahu kalau di kamar itu ada ruang khusus milik Rosa , hanyalah para teman- temannya dan sang sekretaris. OB di kantornya saja tidak mengetahui ruangan itu.


"Darimana kakak tahu kalau aku memiliki ruangan khusus...." kata Rosa datar.


"Bee...apa sich yang tidak aku ketahui tentangmu...?" jawab Rifan dengan tenang. Mendengar jawaban Rifan Rosa terkejut .


"Maksud kakak...?" kata Rosa dengan nada cemas.


"Sayang ...suatu saat kau akan tahu juga, siapa diriku Okey..." ucap Rifan sambil tersenyum menggoda .


Mendengar ucapan Rifan kembali, Rosa tertegun .


"Sudahlah...ayo kita pulang...hari sudah sore lo Bee..." ucap Rifan sambil mencolek hidung Rosa.


Akhirnya Rosa membenahi pekerjaannya. Tak lama mereka keluar dari ruang kantor milik Rosa . tak berapa lama terlihat mobil Rifan sudah berada di tengah hiruk- pikuknya keramaian kota J . karena di landa kemacetan jalan hampir satu jam kemudian mobil Rifan baru sampai di rumah besar milik keluarga tuan Alex.


Ketika sampai di sana, Rosa dan Nina segera mengikuti Rifan masuk kedalam rumah besar itu. terlihat nyonya Ratih dan Nenci telah menunggu mereka di teras rumahnya.


"Neneeek.....!" seru Nina ketika melihat nyonya Ratih . Dia berlari kearah sang nenek yang sudah merentangkan tangannya untuk memeluknya .


"Waah ...cucu Nenek semakin hari semakin cantik ...." puji nyonya Ratih pada Nina.


"Mana mungkn nek....wajahku sama saja dengan wajah Nenci kan..." jawab sang cucu sambil melepas pelukannya dari sang Nenek .


"Kau ini ...tentu saja, Bukankah kalian memang anak kembar ..." kata sang Nenek sambil mengacak rambut Nina.


"Apa kabar saudara kembarku...." sapa Nina pada Nenci.


"Baik...tentu saja aku baik- baik saja saudara kembarku.." jawab Nenci sambil memeluk sang kembarannnya.


Sedang Rosa dan Rifan kini sudah berada di depan nyonya Ratih


"Apa kabar Tan....?" sapa Rosa sambil mencium tangan nyonya Ratih. di ikuti Rifan yang ada di belakang Rosa.


"Baik sayang, ayo kalian masuk kedalam ..." jawab nyonya Ratih. Saat melihat Nenci yang berada di sebelah nyonya Ratih, Rosa menyapa dengan lembut .


"Hai cantik...apa kabar...?" tanya Rosa pada Nenci yang sejak tadi sudah memperhatikan nya.

__ADS_1


"Baik kak... " jawab gadis itu sambil tersenyum manis dan mencium tangan Rosa .


mereka segera masuk kedalam rumah bersama- sama. nyonya Ratih membawa Rosa kedalam ruang tamu . saat memasuki rumah ini untuk kedua kalinya, Rosa melihat keindahan rumah milik orang tua Rifan dengan perasaan kagum. ruangan itu tertata dengan dmsangat indah dan rapi .


"Ayo sayang silahkan duduk..." kata nyonya Ratih pada Rosa.


"Trimakasih Tan...." jawab Rosa.


"Papa mana Ma..." tanya Rifan Pada sang Mama.


"Sebentar lagi dia keluar Fan..." jawab sang Mama. Rifan dan Rosa duduk bersama. melihat sang putra yang terlihat enggan meninggalkan Rosa. nyonya Ratih tersenyum melihat tingkah sang putra .


"Kalian baru pulang dari kantor...?" tanya nyonya Ratih .


"Benar Tan...kak Rifan langsung membawa Rosa kemari sepulang dari kantor..." jawab Rosa .


Terlihat Tuan Alex datang dan bergabung dengan mereka. melihat kedatangan tuan Alex , Rosa segera berdiri untuk menyalami Papa dari kekasihnya .


"Apa kabar nak....?" sapa ruan Alex basa- basi.


"Alhamdulillah baik Om..." jawab Rosa


Tuan Alex segera duduk di dekat Rifan.


"Jadi kalian sekarang sudah jadian..." kata tuan Alex langsung pada mereka berdua.


Mendengar pertanyaan tuan Alex , Rosa menatap sejenak pada Rifan. terlihat wajahnya memerah karena malu .


"Benar Pa...Rosa sekarang sudah resmi menjadi pacar Rifan..." jawab Rifan dengan bangga.


"Jadi karena inikah Pamanmu menanyakan kembali Soal perjodohan itu....?" kata tuan Alex _


"Mungkin juga Pa...karena saat itu aku berkata pada Saskia saat dia datang kekantorku .." jawab Rifan lagi.


"Sebenarnya ini ada apa kak...?" tanya Rosa yang tak tahu apa- apa. mendengar pertanyaan Rosa . tuan Alex dan Rifan saling berpandangan . tak lama terlihat tuan Alex berucap .


"Begini nak Rosa...dua tahun yang lalu, adikku Burhan menginginkan putrinya di jodohkan dengan Rifan. namun kami menolak perjodohan itu. mana mungkin kami menjodohkan Rifan dengan Saskia putri dari saudara kandungku sendiri , sedangkan Rifan juga tak ingin di jodohkan dengan sepupu nya itu, selain karena masih saudara juga karena Rifan tidak mencintai gadis itu . Namun adikku tetap memaksa perjodohan itu ...." kata tuan Alex menjelaskan.


"Oo..begitu...dan sekarang ketika Nona Saskia mendengar dan melihat sendiri kami berpacaran . Dia marah Om...?" kata Rosa menanggapi cerita tuan Alex.


"Benar...karena itu Burhan menanyakan kembali soal perjodohan itu dan kembali memaksakan kehendaknya .." jawab tuan Alex.


"Maaf sebelumnya Om... apakah kalian tahu soal kejahatan yang tuan Burhan lakukan pada keluarga anda Om..." kata Rosa lagi.


"Kami sudah tahu itu nak...namun kita tidak ada bukti untuk membawa dia ke jalur hukum.


"Dan apakah Om Alex juga tahu kalau Tuhan Burhan ada hubungannya dengan Mafia yang bernama geng Kroya...?" kata Rosa lagi.


"Apaa...mafia geng Kroya..? dari mana kau tahu itu nak...?" kata tuam Alex


kaget.


"Saat kami mencari informasi tentang geng Kroya, tanpa sengaja kami mengetahui hubungan tuan Burhan dengan geng Kroya Om..." kata Rosa lagi.


"Mencari informasi tentang geng Kroya...? apakah kalian ada masalah dengan geng Kroya...?" tanya tuan Alex .


"Ada sedikit masalah yang harus kami selidiki tentang geng Kroya om..." jawab Rosa .


"Oo begitu... tapi kau harus hati - hari nak... yang kutahu geng Kroya sangatlah jahat. mereka melakukan segala cara untuk menyelesaikan target yang mereka tuju..." kata tuan Alex menasehati.


"Trimakasih Om., kami tahu itu.." jawab Rosa.


"Oh ya Fan...kalian berdua mulai sekarang harus berhati- hati sebab si Burhan mengamcam keselamatanmu Fan... dan aku yakin kalau Rosa juga menjadi targetnya..." kata tuan Alex lagi.


"Mengancam....?" tanya Rosa kaget .


"Benar ...saat Burhan menanyakan soal perjodohan Rifan dan putrinya, Papa mengatakan kalau semua keputusan ada pada Rifan, dan Papa juga bilang kalau Papa akan mendukung dengan senang hati semua keputusan Rifan. mendengar perkataan Papa, Burhan marah dan dia mengancam keselamatan mu Fan..." kata tuan Alex menjelaskan.


"Oo...karena itukah tuan Burhan menyelidiki Rosa..." ucap Rosa mengagetkan Rifan.


"Apa Bee...dia menyelidiki tentangmu...?" tanya Rifan kaget.


"Benar kak...anak buah Rosa mengatakan itu tadi pagi. tapi jangan khawatir tak semudah itu dia bisa menyelidiki Rosa..." jawab Rosa . dan tanpa dia sadari kalau dia membuka jati dirinya di depan tuan Alex .


"Apa maksudmu anak Buah nak...?" tanya tuan Alex, Papa Rifan. Mendengar pertanyaan tuan Alex , Rosa sadar dengan ucapannya.


Rosa terdiam mendengar pertanyaan ruan Alex. melihat itu, Rifan berucap.


"Rosa adalah pemilik sebenarnya perusahaan KAI Pa..." kata Rifan Menjelaskan.


"Apaaa....!" seru nyonya Ratih dan tuan Alex bersamaan .


"Dia pemilik sebenarnya dari perusahaan KAI pa....dan CEO yang selama ini kita kenal, Dia hanyalah anak buah dari Rosa Pa..." kata Rifan lagi.


"Jadi kau CEO dari perusahaan KAI Ros... dan apakah Papa dan Mama angkatmu tahu itu...?" kata tuan Alex syok. sebab dia tak menyangka gadis muda di depannya ini adalah pemilik dari perusahaan KAI yang terkenal itu . Dia mengetahui selama ini CEO dari perusahaan itu adalah pria tampan yang bernama Johan. mereka terlibat persaingan yang sehat dalam urusan perusahaan. tak pernah tuan Alex sadari kalau sebenarnya pemilik dari perusahaan KAI adalah gadis muda yang kini di cintai putra tunggalnya .


"Sejak kapan kau jadi pemilik perusahaan itu nak...?" tanya nyonya Ratih yang masih terlihat menatap Rosa penuh rasa kagum.


"Sudah lama Tan...lebih dari empat tahun yang lalu tan..." jawab Rosa dengan tenang.


"Dan si Rendra dan Safitri tidak mengatahui semua itu...?" kata nyonya Ratih lagi .


Rosa hanya menjawab dengan gelengan kepala. Dalam hati Rosa menjanjikan membuka semua Rahasianya pada kedua orang tuanya .


Maaf udahan dulunya....jangan lupa like, vote dan komennya Author tunggu. maaf Author telat up date,

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2