
Sehabis pertemu dengan keluarga Irawan, Rifan mengantarkan Rosa kembali ke proyek. Sesampainya di Proyek, Seperti biasa Rifan tidak ingin meninggalkan Rosa sendiri . terlihat mereka berbincang di ruangan Rosa.
"Bee...kenapa aku tadi datang ke Hotel, kau sudah tidak ada di sana..?" tanya Rifan.
"Maaf...aku tinggal di rumah Kakek Hartanto Bee , tadi pagi saat kau kutelfon Ponselmu tidak aktif..." jawab Rosa.
" Mungkin aku dalam perjalanan , Lalu sekarang Kau biarkan aku sendirian di Hotel Bee...?" tanya Rifan merajuk.
"Hey...Tenti saja kau tinggal do hotel Bee , kita ini belum nikah ..!" seru Rosa sambil menatap Rifan dengan wajah protes.
"Karena itu, kita cepat nikah ya... bukankah masalah di sini sudah selesai .?" kata Rifan lagi.
"Baiklah , kalau nanti kita sampai di Rumah . kau bisa menyiapkan lamaran buatku.." jawab Rosa. Mendengar Ucapan Rosa terlihat kebahagiaan di wajah Rifan .
"Benar sayang....?!" seru Rifan tak percaya.
"Ya sudah kalau nggak mau kita tunda lagi...!" kata Rosa dengan lembut.
"Tidak, tidak...mana bisa di tinda...kita akan menikah secepatnya...!" seru Rifan dengan cepat. Terlihat senyum geli di bibir Rosa. Melihat sang kekasih tersenyum , Rifan sadar kalau Rosa sedang menggodanya.
"Kau sengaja menggodaku Bee...?" tanya Rifan sambil menatap Rosa gemas.
"Siapa yang menggodamu Bee... Bukanya aku melihat kau sepertinya tidak yakin untuk menikah...?" kata Rosa tenang .
" Kau berani menggodaku ha... bukankah kau yang selalu mengelak kalau aku mengajak menikah ...?" kata Rifan semakin gemas.
" Benarkah ...? Kapan itu...?" kata Rosa berlagak tak percaya . dan karena gemas akhirnya Rifan menarik Rosa kedalam pelukannya dan sebelum Rosa protes , Bibir Rifan telah menutup bibir merah milik Rosa. Beberapa waktu kemudian Rifan baru melepas bibir Rosa. Terlihat wajah Rosa memerah karena malu.
"My Bee...kau ini... bagaimana kalau ada orang masuk...!" seru Rosa kesal.
"Memangnya kenapa... Bukankah mereka sudah tahu kalau kau calon istriku, dan ingat itu adalah hukuman dariku Jika kau berani lagi menggodaku,..." kata Rifan masih memeluk pinggang Rosa.
"Ck...yang suka mengancam...Baik aku tidak akan menggodamu seperti itu, nach sekarang lepaskan pelukanmu Bee. Nanti ada orang yang masuk lo.... " kata Rosa sambil cemberut.
"Nach...itu baru calon istri Rifan...?" kata Rifan menggoda. Dia melepas pelukan nya di pinggang Rosa. Rosapun kembali mengerjakan tugasnya di bantu Rifan .
"Berapa hari lagi kau di sini Bee...?" tanya Rifan di sela kesibukan mereka berdua.
"Entahlah..mungkin setelah kakek Hartanto sembuh Bee..." jawab Rosa.
"Setelah itu kita pulang...?" tanya Rifan.
"Hmm..." ucap Rosa singkat sambil menganggukkan kepalanya .
"Kalau begitu aku akan berada di sini menemanimu sampai kau pulang nanti. lagian aku ada urusan pekerjaan dengan keluarga Irawan,.." kata Rifan.
"Baik kalau itu maumu My Bee... Asalkan tidak mengganggu pekerjaanmu..." jawab Rosa .
"Tidak sayang...aku akan menyuruh Dikra selalu mengirim fail untukku agar aku bisa mengerjakannya dari sini..." kata Rifan lagi. Rosa kembali menekuni pekerjaan yang sedang dia kerjakan.
Sore Harinya Rifan mengantarkan Rosa kembali kerumah tuan Hartanto. Sekalian Rifan melihat keadaan tuan Hartanto yang sedang sakit . Melihat kedatangan Rifan, tuan Hartanto sangat bahagia . tuan Hartanto meminta Rifan untuk tinggal di rumahnya, namun dengan sopan Rifan menolaknya . tapi tuan Hartanto memaksa Rifan agar tinggal di rumah besar itu agar dia bisa berbincang akrab dengan calon cucu mantunya.
Walau di wajah Rifan menerima dengan terpaksa, hanya Tuhan yang tahu kalau di hati Rifan sangat bahagia menerima keputusan itu . Dasar si tuan Rifan 😂.
Setelah Rosa mendengar keputusan dari sang Kakek, dia hanya bisa melongo.
"Tapi Kek...kak Rifan sudah memesan kamar hotel..." kata Rosa mencoba menolak permintaan sang kakek.
"Itu bisa di gagalkan Ros... Kalaupun sudah membayar, nggak masalah kan kalau cuma semalam, benar kan nak Rifan...?" tanya sang kakek yang sudah terlanjur sayang pada cucu menantunya.
Sebenarnya dia membawa Rifan menginap di rumahnya untuk lebih mengenal tabiat sang cucu menantu. Selain itu dia mengharapkan agar cucu- cucunya bisa belajar cara berbisnis pada Rifan.
'Kakek...nanti apa kata tetangga kalau mereka tahu , Calon suami Rosa tidur di rumah Kakek...?" kata Rosa lagi. Terlihat sekali kalau Rosa enggan Rifan tidur di rumah sang kakek. Dia hanya tidak ingin nama sang Kakek akan menjadi jelek kembali seperti saat tante Tika membuat masalah pada beberapa tahun yang lalu.
"Jangan khawatir sayang...Kakek tahu kalau kau menghawatirkan nama baik kakek, semua itu tak akan terjadi pada kasusmu ini, kakek jamin tidak akan terjadi apapun pada kakek..." kata tuan Hartanto dengan lembut.
"Baiklah Rosa setuju kalau kak Rifan tinggal di sini , Asal semua ini tidak menjadikan masalah pada keluarga kakek .."kata Rosa mengalah. Maka sore harinya Rifan datang membawa barang miliknya dan tinggal di rumah tuan Hartanto. Berkumpul bersama Rosa dan kedua pengawalnya.
__ADS_1
Dua Haripun berlalu dengan cepat. Di waktu siang hari saat Rosa sedang bekerja di dalam ruang kantornya, tiba- tiba Rifan yang tadi pagi pamit pergi ke perusahaan keluarga Irawan datang dengan wajah terlihat cemas. Tentu saja Rosa kaget.
"Ada apa Bee..?" tanya Rosa dengan cemas .
"Sayang...ikut aku sekarang..." ucap Rifan dengan wajah terlihat cemasnya.
" Ikut kemana...?" tanya Rosa heran.
"Kerumah sakit...Kakekmu , tuan Irawan tadi pagi jatuh pingsan...?" kata Rifan dengan serius.
"Jatuh Pingsan...? Kenapa..?" tanya Rosa dengan wajah khawatir . Walau bagaimanapun juha , dia adalah Kakek dari si pemilik tubuhnya. Dan dia tiba- tiba merasakan kecamatan di dalam hatinya. Mungkinkah ini reaksi dari tubuh yang dia huni...ataukah memang perasaan Rusa yang asli telah mempengaruhi perasaan hatinya.
"Aku juga belum tahu penyebabnya. Hanya saja saat aku meeting dengan pamanmu Bisma dan Paman Bayu, tiba- tiba penjaga rumahnya menelfon kalau tuan Irawan jatuh pingsan di rumahnya.." kata Rifan dengan cepat.
"Kalau begitu kita kesana sekarang Bee..." seru Rosa sambil mematikan Leptopnya dan menyambar tas tangannya Serta menghubungi Pengawalnya. Mereka segera pergi kerumah sakit .
Sesampainya di Rumah sakit mereka melihat kalau keluarga irawam telah berada di sana. Rosa hanya mengenal kedua istri dari paman Bayu dan paman Bisma . Serta nyonya Irawan . Mereka masih berada di depan ruang UGD bersama beberapa anak muda . dan itu bertanda kalau tuan Irawan masih berada diruangan itu. Saat mereka melihat Rosa dan Rifan serta dua pria yang bersama Rifan dan Rosa kemarin, Keluaega Irawan segera menyambut kedatangan mereka.
"Rosa, Tuan Rifan...kalian datang kesini....?" kata nyonya Rini .
"Tentu saja Tante ..saya mengamtar Rosa untuk menjenguk tuan Irawan..." jawab Rifan.
"Rosa sayang ... trimakasih kau mau datang kemari nak." kata nyonya Irawan gembira. Walaupun ada kesedihan di mata tua itu.
"Maaf Rosa baru datang Nek...." jawab Rosa.
"Nggak masalah nak...Kakekmu juga belum siuman..." kata nyonya Irawan berkata lembut. Setelah itu Rosa menyapa mereka semua yang ada di sana. Beberapa orang yang belum tahu siapa Rosa terlihat menatap Rosa penuh tanda tanya. Namun Rosa tak perduli itu.
"Sebenarnya Kakek kenapa Nek...?" tanya Rosa pada nyonya Irawan .
"Nenek juga tidak tahu nak... Saat itu seseorang datang menemui kakekmu.
Dan kira- kira 30 menit kemudian, kami mendengar teriakan seseorang dari ruang tamu. Saat kami kesana , kami melihat Kakekmu sudah jatuh Pingsan, dan pria itu membantu mengangkat kakekmu keatas sofa. Kamipun segera membawa kakek ke rumah sakit. Karena dokter pribadi kami sedang pergi keluar Negri..." kata nyonya Irawan dengan wajah sedih.
" Lalu di mana pria itu Nek...?" tanya Rosa.
"Semoga tidak terjadi apapun pada Kakek Nek...." kata Rosa menghibur .
"Semoga saja sayang..." kata nyonya Irawan. Merekapun menunggu dengan gelisa di depan ruang UGD rumah sakit.
Tak berapa lama terlibat seorang perawat keluar dari ruangan itu. Dan dia berbicara pada mereka.
"Siapa yang bernama Rosa...?" kata perawat itu .
"Saya mbak...mamangnya ada apa kak...?" tanya Rosa heran. Rifan yang berada di dekatnyapun merasa heran.
"Tolong Nona anda ikut saya masuk kedalam ruangan..." kata perawat wanita itu.
"Saya Mbak...?" kata Rosa tak percaya sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya anda...Dokter meminta anda masuk kedalam ruangan , karena Pasien sejak tadi memanggil nama anda..." jawab perawat itu.
"Memanggil nama saya...?" tanya Rosa tak percaya.
"Iya...tolong cepat ikut saya mbak..._" kata perawat itu tak sabar.
"Pergilah Bee...mungkin kakek membutuhkan dirimu..." bisik Rifan yang ada di sebelahnya.
" Baik Mbak..." jawab Rosa sambil berdiri dan berjalan mengikuti perawat itu masuk kerumah IGD. Sedangkan para keluarga yang berada di luar ruangan hanya bisa bengong tak mengerti apa yang sebenarnya terjadi. Mereka hanya bisa melihat Rosa yang masuk kedalam ruangan tuan Hartanto. Sedangkan Rosa sendiri segera mengikuti Perawat itu masuk kedalam ruang IGD . sesampainya di dalam terlihat tubuh tua tuan Irawan tidur lemah di brangkar Rumah sakit. Terlihat tangan kirinya telah terpakai peralatan infus . Saat Dokter melihat Rosa, dia berkata.
" Anda Nona Rosa...?" tanya Dokter itu.
"Benar Dokter...ada apa sebenarnya..." tanya Rosa sambil mendekati Brangka tempat tuan Irawan tertidur. Sejak tadi ruan Irawan selalu menyebut nama anda. Coba anda dekati beliau dan ajak dia berkomunikasi..." kata Dokter dengan lembut. Rosapun segera mendekati tuan Hartanto. Perlahan dia duduk di dekat pembaringan tua. Hartanto. Dia menggengam tangan lemah yang terlibat sudah keriput itu.
"Kek...ini Rosa, ada apa kek...kenapa kakek seperti ini..." ucap Rosa sambil mencium lembut jemari tua itu.
"Kek... bangun kek... ayo bangun kek... sadarlah..mereka cemas melihat kakek seperti ini...?" ucap Rosa.
__ADS_1
Terdengar perlahan ucapan tuan Irawan
" Rosa... Rosa...maafkan Kakek nak... Ini semua salah kakek, kakeklah yang menyebabkan Ayahmu pergi...maafkan kakek nak..." terdengar ucapan pelan tuan Irawan. Terlihat matanya masih terpejam, tapi ada aliran air mata dari kelopak matanya.
" Kakek...ini bukan salah kakek, jangan seperti ini kek...ayo bangun, sadarlah..." ucap Rosa sambil ikut menangis melihat kesedihan di wajah tuan Irawan .. Rosa tahu mukin kepergian Ayahnya dari keluarga ini , menjadi beban fikiran sang kakel. Rosa tahu, tuan Irawan merasa bersalah atas kepergian Ayah Buyung. Mungkin mendengar suara Rosa, atau Tuhan memberi kesadaran kembali pada tuan Irawan . tak berapa lama terlihat jemari tangan tuan Irawan bergerak perlahan. Melihat itu Rosa berseru gembira. Untunglah Dokter belum keluar dari ruangan itu.
"Dokter..lihatlah tangan kakek bergerak.!" seru Rosa gembira. Dokter buru - buru memeriksa tuan Irawan. Dan tak berapa lama terlihat mata tuan Irawan mulai bergerak dan terbuka. Saat matanya mulai terbuka, dia melihat kalau dia berada di ruangan serba putih.
"Selamat sore tuan Irawan..." sapa Dokter dengan ramah .
"saya Di mana Dok...?" tanya tuan Irawan pelan.
"Anda di rumah sakit..." jawab Dokter.
"Selamat sore kek.." sapa Rosa yang berada di dekat Dokter.
"Rosa...kau di sini nak...!" seru tuan Irawan gembira. Walaupun dia mengucapkan dengan lemah.
"Benar kek..Rosa mendengar kakek pingsan, lalu Rosa datang kemari... sekarang di mana yang Kakek rasakan, masih terasa sakit kek...?" tanya Rosa dengan lembut.
"Kakek masih merasakan agak pusing nak... Apa sebenarnya yang terjadi...?" tanya tuan Irawan bingung.
" Lo seharusnya Rosa lah yang menanyakan itu pada Kakek, Kenapa kakek tiba- tiba pingsan di ruang tamu kakek...?" kata Rosa. Terlihat tuan Irawan terdiam . dia sepertinya mengingat apa yang terjadi di rumahnya . Tak berapa lama terlihat air matanya kembali keluar.
"Rosa...apa benar Ayahmu dan Bundamu telah meninggal nak...?" kata tuan Irawan dengan sedih. Mendengar pertanyaan tuan Irawan, Rosa terlihat terdiam. Dan tak berapa lama dia menganggukkan kepalanya sambil berkata.
" Benar kek...Ayah dan Bunda telah tiada beberapa tahun yang lalu, mereka meninggal dalam suatu kecelakaan ..." jawab Rosa dengan wajah sedih.
"Ya Tuhan anakku....!" seru tuan Irawan yang kembali menangis. Dia merasakan hatinya sedih. Putra yang pernah dia usir dari rumahnya telah pergi untuk selamanya. Setelah puas menangis, tuan Irawan berucap .
"Apakah kau masih punya saudara ...?" tanya tuan Irawan dengan wajah sedih.
"Tidak kek.. Rosa anak tunggal Ayah Buyung. Kami hanya hidup bertiga..." kata Rosa pelan.
"Lalu saat kau di tinggal kedua orang tuamu , kau tinggal dengan siapa Rosa..?" tanya tuan Irawan dengan wajah penuh tanya. Akhirnya Rosa menceritakan kehidupan dia setelah kepergian kedua orang tuanya. Mulai dari kehilangan Ayah dan Bundanya. Hingga dia harus hidup dan tersiksa di kediaman Danar suami yang kejam. Sampai akhirnya dia menjadi putri angkat keluarga Rendra. Dan hidup sampai saat ini . Mendengar penuturan Rosa, tuan Irawan semakin menangis. Dia merasakan kehancuran hatinya mendengar kehidupan Putra dan cucunya. Melihat kesedihan yang mendalam pada sang Kakek, Rosa menghibur tuan Irawan dengan lembut.
"Kek...semua sudah berlalu...bukankah sekarang Rosa sudah berada di dekat kakek..." kata Rosa lembut . Dengan susah payah akhirnya tuan Irawan bisa mengikhlaskan kepergian Buyung putranya. Dia segera memeluk Rosa dengan wajah masih sedih.
"Kalau begitu mulai sekarang kau tidak boleh meninggalkan kakek ..." kata ruan Irawan pada Rosa setelah melepas pelukannya.
"Iya Rosa tahu kek... Tapi bagaimana Rosa bisa berada di sini kek... sedangkan bisnis serta perusahaan Rosa berada di kota J . di sana ada dua perusahaan milik Rosa..." kata Rosa sambil tersenyum. Dia melihat tuan Irawan sudah mulai terhibur.
"Dua perusahaan...?" kata tuan Irawan.
"Iya Kek...perusahaan KAI dan KAG . dua perusahaan itu milik Rosa. Jika Rosa berada di sini bagaimana dengan kedua perusahaan itu kek ...?" ucap Rosa lembut .
"Baiklah kau boleh kembali kota J, tapi kau harus sering datang kemari nak..." kata tuan Irawan .
"Bagaimana kalau sesekali Kakek datang kerumah Rosa..." kata Rosa sambil tersenyum .
"Boleh juga idemu nak.... kenapa bukan kakek yang datang kerumahmu..." ucap pria tua itu sambil tertawa. Melihat tuan Irawan tertawa, Dokter dan perawat merasa rak percaya, siapa barusan yang pingsan tanpa bisa sadar diri...
"Mbak Rosa...bagaimana kalau kakek Irawan di periksa sekali lagi, lalu di pindahkan ke ruang rawat inap..." kata Dokter ya g menangani kakek Irawan.
"Baik Dok silahkan...Kek...kakek di pindahkan dulu keruang inap Ya...Rosa akan keluar dan meberitahukan pada Nenek kalau Kakek sudah siuman..." ucap Rosa.
"Baik...tapi jangan kau ceritakan masalah yang kita bicarakan tadi pada nenekmu Ros....." kata tuan Irawan.
"Baik Kek..." jawab Rosa. Dia segera keluar dari ruangan tuan Irawan . Sedang Dokter dan perawat segera memeriksa kembali Kakek Irawan.
Soal sini dulu ya..
.Jangan lupa dukung selaku author ya...
Dengan memberikan Like, Vote dan Komennya pada author.
Bersambung .
__ADS_1