PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. KEADAAN PERUSAHAAN TUAN BURHAN.


__ADS_3

Keesokan harinya Rosa bangun jam dua dini hari . dia melihat Rifan masih duduk dengan ponsel ada di tangannya.


"Kak...belum tidur..? Maaf Rosa tidur kelamaan ya.. ?" kata Rosa merasa bersalah .


" Nggak masalah Bee.. Kakak sudah terbiasa .." jawab Rifan. Dia menatap Rosa dengan tatapan sayang.


"Sekarang kakak tidur gih . biar Rosa yang jaga..." kata Rosa lembut.


"Kakak belum ngantuk kok Bee.." kata Rifan lagi


"Kakak besok kerja, sekarang tidurlah... jika kakak sakit , Rosa akan merasa bersalah.. Tidurlah di sini.." kata Rosa memaksa .


" Baiklah kakak akan tidur..." jawab Rifan sambil berjalan kearah Rosa. Sedang Rosa sendiri segera bangun dari sofa .


"Kau mau kemana ...?" tanya Rifan .


" Aku mau kekamar mandi dulu kak..." kata Rosa sambil melangkah kekamar mandi.


Dia mencuci Mukanya dan mengambil air wudhu. Saat dia keluar dari kamar mandi terlihat Rifan sudah tiduran di sofa. Dia mengambil mukena yang memang sengaja dia bawa dari rumah . Dia segera melaksanakan solat tahajud . Keesokan pagi dengan paksaan dari Rosa, Rifan pergi kekantor.


Setelah kepergian Rifan , Roni dan Asep serta Mamat datang .


"Bos...gue mendapat gambar CCTV dari sebuah tokoh yang berada di sebrang jalan saat kejadian Mama Safitri tabrakan . lihatlah ini..." kata Roni sambil memberikan ponselnya .


Rosa segera mengambil ponsel Roni dan melihat apa yang di katakan Roni. Melihat vidio itu, terlihat wajah rosa memerah karena marah. perlahan dia memperbesar gambar itu dan memfokuskan pada mobil hitam yang memang terlihat menabrak mobil sang Mama.


"Kau sudah tahu siapa pria yang berada di dalam mobil ini...?" tanya Rosa dengan marah dan kesal.


"Belum Bos... tunggu sampai nanti sore Bos.. Kami akan mendapatkannya..." jawab Roni .


"Baik...akan kutunggu kabar dari kalian..." kata Rosa .


Sedang di perusahaan Rifan, terlihat pria itu juga sedang berbicara dengan kedua sahabatnya.


"Kau sudah menyelesaikan tugasmu Dik...?" tanya Rifan pada Dikra.


" Beres Bos...anda bisa melihat dalam dua haru lagi saham milik tuan Burhan akan turun drastis..." kata Dikra dengan meyakinkan.


" Bagus...jika saham dia turun, kita bisa membeli saham mereka dengan harga rendah..." kata Rifan kembali.


"Baik Bos..." Jawab Dikra .


"Dan Kau Fik...cari tahu siapa yang menabrak nyonya Safitri , ternyata kecelakaan itu di sengaja seseorang. Dan aku ingin tahu siapa di balik kecelakaan ini . Aku ingin tahu apa motif mereka..." kata Rifan lagi.


"Maksud mu nyonya Safitri kecelakaan di sengaja seseorang...?" tanya Rifki kaget. Begitu juga Dikra.


"Benar...itu dugaan kami ...." jawab Rifan.


" Baik kami akan menyelidiki sampai tuntas Bos..." kata Fikri.


Mereka melanjutkan membahas tentang pekerjaan. Tak berapa lama Mereka berdua terlihat keluar dari ruangan Rifan.


Sedang di tempat Rosa. Tak butuh sampai sore hari . Siang hari saat waktu makan siang, Roni dan Gilang datang ke rumah sakit tempat nyonya Safitri berada. Sampai di Rumah sakit , ternyata tuan Rendra baru datang .Rosa meminta ijin pada sang Papa, untuk pergi bersama mereka. Dengan mengenai mobil milik Gilang. Rosa dan keempat anak buahnya pergi ke sebuah Restoran yang letaknya dekat dengan murah sakit. Setelah sampai di Restoran, Mereka memesan ruang pribadi .


"Ada apa..apa kalian sudah menemukan siapa dalang di balik kecelakaan Mama..?" tanya Rosa.


"Sudah Bos... ternyata pria itu pembunuh bayaran yang di pesan oleh Nona Saskia dan tuan Burhan . ternyata Nona Saskia tahu kalau nyonya Safitri adalah Mama angkat Bos Rosa..." kata Gilang mengejutkan Rosa .


"Saskia tahu hubunganku dengan Mama...?" kata Rosa kaget.


"Iya...dan itu mereka dapat dari rumah tuan Rendra sendiri. " kata Roni menambahkan .


" Dari rumah Papa...?" ucap Rosa tak percaya.


Keduanya menganggukkan kepalanya.


"Ya ampuun...tidak kusangka ternyata di dalam rumah Papa ada musuh dalam selimut, nanti kita akan bilang sama Papa...." kata Rosa pada anak buahnya.


"Bagaimana keadaan purasahaan Burhan sekarang...?" tanya Rosa setelah terdiam sesaat.


"Ada kabar baru Bos ... Bursa saham perusahaan Cakra mas tiba- tiba menurun drastis. Dan banyak pemegang saham yang panik , masalah ini sepertinya seseorang telah membuat saham perusahaan itu jatuh..." kata Rifan membuat Risa kembali kaget.


"Ck karena kesibukan pekerjaan kantor, hingga gue tidak melihat Berita di luar... apakah kalian tahu siapa orang itu...?" kata Rosa selanjutnya.


"Kita belum tahu Bos...yang kami tahu , keadaan perusahaan Cakra Mas semakin kritis..." mendengar ucapan Roni , Rosa tanya bisa menduga siapa yang berada di balik kehancuran perusahaan Burhan. Dan dia tersenyum saat dia mulai menduga siapa di balik orang yang menginginkan keluarga Burhan runtuh .


"Ayo kita ikut pesta ini ...kita akan ikut membeli saham milik perusahaan Cakra Mas, Tapi sebelum itu, kita ketempat Papa dan mengatakan semuanya agar Papa menangkap orang yang menjadi kaki tangan Saskia... " kata Rosa sambil tersenyum. mereka segeran kembali kerumah sakit danengatakan semuanya pada tuan Rendra. dengan marah tuan Rendra memanggil Resa. Dia menyuruh Resa untuk mencari kaki tangan Saskia dan Papanya .


Karena keadaan saham perusahaan Cakra Mas yang semakin turun membuat para pemegang saham sangat khawatir perusahaan itu di ambang jatuh pailit. Karena itu banyak pemegang saham yang menjual saham mereka walaupun dengan harga murah. Rosa dan Rifan saling berlomba mendapatkan saham dari perusahaan itu. Saat Rifan tahu, kalau orang yang menjadi saingannya dalam membeli saham perusahaan Cakra Mas adalah sang kekasih. Dia metasa bahagia .


Saat dia pergi kerumah Rosa, Rifan melihat Rosa sedang berbicara dengan Johan di balkon rumahnya , merekabtetdengar sedang membicarakan soal pembelian saham itu. Dengan lembut Rifan memeluk sang kekasih .


"Sedang apa Bee...?" kata Rifan dengan lebut membuat Rosa kaget.


"Aauu..Kakak...kau mengejutkan aku tahu...!" seru Rosa yang terkejut dengan tingkah Rifan.


"Ada apa Ros...kau tidak kenapa- napa kan...?" kata Johan dari sebrang.


Dia mendengar jeritan Rosa yang tertahan.

__ADS_1


"Ah tidak Jo... baiklah kita lanjut besok di kantor. mungkin aku datang agak siangan setelah Mama ada yang menjaga.." kata Rosa akan mengakhiri percakapan.


"Ya sudah aku tunggu kau besok di kantor.. apakah sekarang kau akan rumah sakit...?" tanya Johan.


"Iya Jo...aku akan menggantikan Papa, besok pagi setelah papa datang aku akan ke kantor..." jawab Rosa.


"Baiklah aku tutup dulu telfonnya Asalamualaikum...." ucap Johan mengakhiri percakapan mereka.


"Waalaikum salam Jo..." jawab Rosa. Akhirnya Rosa menaruh kembali ponselnya di saku celananya.


"Kakak...ada apa kau datang kemari...?" tanya Rosa sambil tangannya ingin melepas pelukan Rifan di perutnya. sedang kepala Rifan ada di bahunya.


"Bee...biarkan seperti ini dulu...aku masih merindukanmu..." kata Rifan sambil mempererat pelukannya.


Rosa pun hanya bisa membiarkan Rifan dengan perbuatannya.


"Bee...kau membeli saham Cakra Mas..?" tanya Rifan.


"Kau tahu itu...?" jawab Rosa.


"Kau ingin memiliki perusahaan itu...?" tanya Rifan Pada Rosa.


"Aku hanya ingin ikut meramaikan pesta akhir dari perusahaan tuan Burhan..." jawab Rosa sambil tersenyum.


Mendengar perkataan Rosa, Rifan memutar tubuh Rosa agar menghadap padanya .


"Bee...apa memang hanya itu yang ingin kau lakukan...?" tanya Rifan lagi. dia menatap wajah cantik sang kekasih.


"Benar...aku marah pada paman kakak... dia terlalu menargetkan kematianku, merekalah yang telah menyebabkan Mama celaka, untung saja Mama mendapatkan luka tidak terlalu parah.


Kenapa Mereka mau membuat Mama celaka, hanya karena ingin secepatnya membunuhku.." kata Rosa marah dan kesal .


"Kau sudah tahu kalau mereka pelakunya..?" tanya Rifan kaget.


"Iya...mereka sudah tahu kalau Mama adalah orang tua angkatku.." jawab Rosa.


"Dasar manusia serakah...!" seru Rifan marah.


"Saskia terlalu teropsesi padamu kak... dan Papanya terlalu ingin merebut perusahaanmu...." kata Rosa kesal.


Rifan segera menarik tubuh Rosa kedalam pelukannya.


"Sayang...jangan khawatir Bee...aku akan membalas semua sakit hatimu. aku juga tidak tahu dengan sifat gila Saskia. kenapa dia terlalu mengharapkan aku menjadi suaminya. sebenarnya aku juga nggak pernah dekat dengannya. walaupun dia selalu berusaha mendekatiku. kau tahu kan kalau aku Alergi pada wanita...?" kata Rifan Pada Rosa .


"Apakah kakak juga Alergi pada Saskia..?" tanya Rosa kaget.


"Lo tapi pada Mama kakak tidak apa-apa...?" tanya Rosa .


"Aku memakai kaos tangan tipis yang sewarna dengan kulitku dan tak akan terlihat jika aku memakai kaos tangan..." jawab Rifan .


"Maaf...aku fikir mama terkecuali juga..." jawab Rosa sambil tersenyum.


"Jangan meminta Maaf... kau adalah calon istriku... apakah kau akan selalu meminta maas padaku...?" goda Rifan .


"Tentu saja kalau aku salah kak...?" jawab Rosa. mendengar ucapan Rosa, Rifan kembali memeluk sang kekasih.


"Aku semakin mencintaimu Bee..." ucap Rifan . dia melepas pelukannya setelah beberapa saat kemudian.


"Kak...apakah kau tidak pernah kedokter untuk memeriksakan penyakitmu...?" tanya Rosa .


"Sudah..aku sampai punya Dokter spesial sendiri yang menangani penyakitku. Namun sampai sekarang kita belum dapat menemukan obat yang dapat menyembuhkan penyakitku hingga tuntas . paling - paling obat untuk menyembuhkan ruam dan sesak nafas yang aku derita saat penyakit itu kambuh..." kata Rifan menjelaskan.


"Dan penyakit itu kambuh saat kau bersentuhan dengan wanita...?" tanya Rosa.


"Benar...namun yanga aku herankan, saat kau ada di sampingku, penyakit itu tidak pernah kambuh. Aku merasa tenang jika kau ada di sampingku Bee..." jawab Rifan lembut .


"Kalau begitu kau harus membayarku untuk obat penyakitmu..." goda Rosa.


"Bukankah aku sudah menyerahkan seluruh hidupku dan hartaku padamu jika kita menikah Bee..." kata Rifan sambil menaik turunkan alis matanya.


"Ck...mulai dech..." sungur Rosa sambil cemberut .


"Bee janga. cemberut di depan kakak..." kata Rifan sambil menatap Rosa gemas.


"Emang kenapa kak...?" tanya Rosa heran.


"Karena saat kau cemberut seperti itu, kakak ingin mencium bibirmu ..." kata Rifan gemas. dia melepas pelukannya dengan kesal. melihat itu Rosa tertawa sambil berjalan turun kelantai bawah


Sedang Rifan dengan kesal mengikuti sang kekasih turun kelantai dasar. Tak berapa lama . terlihat Mobil Rifan keluar dari Villa Rosa.


"Bee...kau tidak akan kembali ke china lagi kan...?" tanya Rifan di dalam perjalanan menuju Rimah sakit.


"Kemaren maunya Rosa sich , ingin meneruskan kuliah di China Kak... tap.."


Ciiiit....


Tiba- tiba Rifan mengerem mobil secara mendadak hingga kepala Rosa mengenai dasboart mobil .


"Aauuu....!" seru Rosa . untunglah kepala Rosa tidak terlalu keras menghantam dasboart . Mendengar jeritan Rosa, Rifan kaget. dia cepat - cepat meminggirkan mobilnya.

__ADS_1


"Sayang..maaf, kau terluka...?!" seru Rifan sambil memeriksa kepala Rosa.


"Kakak..ada apa denganmu...? kau ingin kepalaku terluka...?" ucap Rosa sambil memegang keningnya.


"Maaf..maafkan kakak Bee...habis kau mengagetkan aku...!" seru Rifan sambil memeriksa kening Rosa. Terlihat memar merah di kening Rosa. dan itu membuat Rifan panik. Dia meniup dam mengusap kening Rosa dengan panik.


"Ayo kita langsung kerumah sakit..." ucapnya dengan wajah penuh penyesalan.


"Kak.. nggak usah sepanik itu...semua ini sudah biasa buatku...kau tahu siapa aku kan....?" kata Rosa mencoba menghibur Rifan.


"Tidak Bee...kau memar....!" seru Rifan.


"Kak..ini bukan masalah buatku, aku sudah sering mendapatkan luka yang lebih dari ini kak...tadi aku hanya kaget saja, memang sedikit agak sakit sich.. tapi nggak masalah kok kak..." kata Rosa lagi.


"Lain kali jangan membuat Kakak kaget.. lihat sekarang apa yang terjadi.." kata Rifan sambil masih mengusap dan meniup kening Rosa yang memar merah.


"Memang di mananya Rosa membuat kakak kaget....?" kata Rosa heran.


"Kau mengatakan akan tinggal di China dan bersekolah di sana, itu yang membuat kakak kaget, apa kau memang sengaja ingin pergi dari kakak...!" seru Rifan marah .


"Bukankah kakak tidak menginginkan Rosa, jadi lebih baik Rosa menjauh dari kakak.." jawab Rosa tenang.


Melihat wajah Rosa yang berlagak cuek membuat Rifan gemas . dan tampa persetujuan Rosa lagi. Dia mencium bibir merah itu karena gemas. tentu saja sang empunya kaget bukan main. Rifan ******* bibir merah itu yang tanpa respon. setelah beberapa saat dia melepas ciumannya. terlihat wajah Rosa yang memerah.


"Itu hukuman dari kakak , lain kali jangan membuat kakak marah lagi. kau fikir kakak akan membiarkan kau pergi dari kakak. Jangan pernah ada di otak kecilmu ini berfikir untuk menjauh dari kakak okey..." ucap Rifan sambil mengusap kepala Rosa yang terdiam karena tingkah Rifan. Rifan melanjutkan kembali perjalanan mereka ke Rumah sakit.


"Siapa juga yang telmi..." gumam Rosa kesal.


Dia masih merasakan debaran jantungnya yang berdetak dengan kencang karena ciuman Rifan.


Rosa tidak berani menatap wajah Rifan. Sedang Rifan tersenyum bahagia melihat gadis yang dia cintai itu terlihat malu dan kesal.


Sesampainya di Rumah sakit, Rifan dan Rosa bertemu dengan tuan Rendra. Setelah Rosa datang, sang Papa segera pulang. seperti biasa Rifan akan menemani Rosa menjaga sang Mama.


Setelah kepergian tuan Rendra. Rifan terlihat sedang berbicara dengan nyonya Safitri. Sedang Rosa duduk di sofa sambil membawa Leptop miliknya.


Terlihat Rifan sesekali membuat nyonya Safitri tersenyum gembira. dan suasana itu terganggu oleh suara dering telfon milik Rifan. dengan perasaan enggak Rifan melihat siapa yang telah menelfonnya. Ternyata sang Papa yang telah menelfonnya.


"Maaf Ma...sepertinya Papa Alex ingin berbicara dengan Rifan...Rifan angkat telfon dulu ya Ma..." ucap Rifan pada nyonya Safitri .


"Silahkan Nak...!" kata nyonya Safitri dengan lembut. Rifan segera keluar ruangan. Melihat Rifan keluar, Rosa mendekati sang Mama.


"Ck Mama...kalau ada kak Rifan, Rosa di lupakan...yang anak Mama itu Rosa bukan kak Rifan Ma..." ucap Rosa kesal.


"Hey...anak Mama cemburu ya... tapi dia itu calon suamimu sayang..." kata Nyonya Safitri lembut sambil tersenyum geli.


"Mama...gimana sakit Mama sekarang, apa masih terasa sakit Ma...?" tanya Rosa sambil mengusap tangan nyonya Safitri.


"Tidak terlalu sakit lagi nak...Mungkin Tidak lama lagi Mama akan sehat kembali..." kata sang mama.


"Syukurlah Ma...Rosa bahagia melihat Mama yang kembali sehat..." kata Rosa sambil mencium kening sang Mama .


"Setelah Mama pulang kerumah, kau harus tinggal dengan Mama..." Kata sang Mama.


Rosa terdiam sejenak sambil menatap nyonya Safitri . terlihat sang Mama menatap dia dengan wajah memohon.


"Baiklah Ma...tapi Rosa akan berbicara dulu dengan teman- teman Rosa, dan sesekali Rosa harus tinggal di Villa Rosa..." kata Rosa lembut .


"Trimakasih sayang...kau boleh tinggal di sana sesekali, asal jangan menetap seperti hari- hari kemarin..." jawab sang Mama bahagia.


Sedangkan Rifan yang keluar, kini sedang berbicara dengan sang Papa.


"Asalamualaikum Pa..." sapa Rifan.


"Waalaikum salam Fan..." jawab tuan Alex


"Ada apa pa...?" tanya Rifan .


"Kau dimana sekarang...?"


""Rifan ada di Rumah sakit menjaga Mama Fitri Pa...." jawab Rifan.


"Kau bisa pulang sekarang nak...di rumah ada paman Burhanmu dan Saskia sepupumu..." kata tuan Alex .


"Untuk apa Rifan harus pulang Pa... Rifan tidak ingin bertemu dengan mereka..." jawab Rifan.


"Mereka ingin bertemu denganmu nak..." kata sang Papa.


"Denganku...? Rifan Malas Pa...lagian Rosa tidak ada temannya di sini...!" seru Rifan malas.


"Panggil dulu si Dikra dan Fikri untuk menjaga nyonya Safitri...kau kemarilah bersama Rosa..." ucap tuan Alex membuat Rifan sedikit bahagia .


" Baiklah Pa... Rifan akan pulang... ya sudah Rifan tutup Pa...Asalamualaikum" kata Rifan mengalah. Namun dia menyetujui panggilan tuan Alex karena sang Papa menyuruh Rosa ikut juga.


"Waalaikum salam..." Rifan segera menutup panggilan telfon dan kembali kedalam kamar nyonya Safitri.


Cukup dulu ya...Jangan lupa like, vote, dan komennya aku tunggu...


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2