
Dua hari kemudian Rosa bersama Asep, Roni dan dan mamat berangkat ke kota S jam 3 sore . Mereka berangkat setelah Rosa selesai bertemu klien dari Singapore . Ketika sampai di kota S , Yoyok telah datang menjemput mereka dengan mobil .
"Bos...kita langsung ke kota J atau menginap dulu di sini ...?" tanya Yoyok .
"Berapa jam dari sini kekota J...?" tanya Rosa.
"Entah Bos...." jawab Yoyok.
"Lebih baik cari hotel dulu Yok...takutnya kita kemalaman sampai di sana , kita belum tahu daerah yang akan kita tuju . besok pagi- pagi sekali kita berangkat " kata Rosa .
"Baik...kalau gitu pergi kehotel tempat kami menginap saja Bos..." ucap Yoyok sambil mulai menjalankan mobilnya.
Mereka segera pergi ke hotel tempat Yoyok dan Diki tidur semalam.
Seanpainya di sana Yoyok segera memesan tiga kamar lagi.
Keesokan paginya, Pagi- pagi sekali Rosa dan anak buahnya segera berangkat ke kota J tempat Nindi berada . Benar saja tempat tinggal yang di tuju sangatlah jauh. Hampir tuju jam lamanya barulah mereka sampai di kota itu . Ternyata kota J cukup ramai. Setelah makan dan beristirahat sebentar, mereka segera melanjutkan perjalanan mencaribrumah Rosa . Setelah menanyakan alamat rumah Nindi pada salah satu pelayan Restoran. Mereka menunjukkan arah yang harus di tuju mereka. ternyata tempat yang harus mereka tuju , merupakan sebuah desa yang agak jauh dari kota J . dua jam kemudian mereka baru sampai di desa itu. Desa yang tidak terlalu ramau itu kini telah berada di depan mereka.
"Ron...disini tempat Nindi berada...?" tanya Rosa. Ada perasaan sedih dan bahagia bercampur menjadi satu dalam hati Rosa. Sedih karena sang sahabat berada di desa yang terlihat sepi tidak terlalu ramai, sedang bahagia karena sebentar lagi akan bertemu dengan sang sahabat.
"Gue nggak tahu juga Bos... Kita coba cari saja dulu ..." kata Roni.
"Coba kita tanya dulu pada seseorang , mungkin mereka tahu tempat Nindi berada..." kata Rosa .
"Benar...kau coba tanya pada toko itu Ron..." kata Yoyok yang ada di belakang kemudi.
"Baiklah..." jawab Roni. Yoyok segera berhenti di depan sebuah toko klontong yang ada di pinggir jalan. Roni segera turun dari mobil . tak berapa lama dia telah kembali lagi.
"Gimana Ron...?" tanya Diki.
"Benar memang ini desa tepat Nindi berada . kata pemilik toko itu, Nindi berada di rumah paling ujung . Dia bersama dengan ibunya.
Kata pemilik warung , satu tahun yang lalu Nindi pindah kerumah itu..." kata Roni menjawab pertanyaan Diki.
"Kalau begitu kita langsung saja kesana Yok..." ucap Diki pada Yoyok.
Merekapun segera pergi ketempat yang di beri tahu oleh pemilik toko tadi . tak berapa lama mereka sampai juga di sebuah rumah sederhana yang terlihat kecil tapi cukup bersih. Mereka segera berhenti di depan rumah yang terlihat pintunya terbuka. Perlahan Rosa turun dari mobilnya. Dia berjalan ke arah rumah yang bersih itu. Sesampainya di depan rumah dia mengucap salam.
"Assalamualaikum....!" ucap Rosa memberi salam.
Hingga tiga kali Rosa mengucap salam, namun tak seorangpun yang muncul dari dalam rumah . Pada salam yang ke empat kalinya , baru seseorang terdengar berteriak dari dalam.
" Ya sebentar...!" kata orang itu.
Tak berapa lama seorang wanita paruh baya datang menemui mereka.
"Maaf...adik siapa...?" tanya wanita itu saat melihat seorang gadis cantik dan seorang pria berdiri di depan pintu rumahnya.
"Maaf Bu kami mengganggu ibu...apa benar ini rumah kediaman Nindi Bi...?" tanya Rosa dengan sopan . Rosa dapat melihat keterkejutan di mata wanita itu.
'Siapa Nona...untuk apa anda mencari keponakan saya..." ucapnya dengan wajah terlihat cemas dan takut.
"Jangan khawatir Bu...saya sahabat Nindi. Boleh saya bertemu Nindi Bu...?" kata Rosa dengan lembut . terlihat wanita itu tidak percaya.
"Bu tolong bilang pada Nindi, kalau sahabatnya Kanaya dari kota J ingin bertemu dengannya..." kata Rosa dengan sopan. Terlihat wajah wanita paruh baya itu agak tenang.
"Kalau begitu kalian tunggu sebentar. saya akan memanggil Nindi. Ayo silahkan duduk dulu.." kata wanita paruh baya itu. Dia menyuruh Rosa dan Roni untuk duduk di ruang tamu. Setelah itu dia terlihat masuk kedalam rumah . 10 menit kemudian, Rosa bisa mendengar suara langkah kaki yang tergesa mendatangi mereka dari dalam rumah. Tak berapa lama seraut wajah cantik terlibat muncul dari dalam rumah. Wajah yang sangat Rosa rindukan. Namun saat wanita itu memandang Rosa . terlihat wajah keheranan terlihat di wajah cantiknya.
Sedangkan Rosa ketika melihat Sindi berada di depannya segera berlari memeluk gadis itu.
" Nindi....?" serunya sambil meneteskan air mata. Gadis itu membiarkan saja dirinya di peluk Rosa. Walaupun Wajahnya terlihat kebingungan .
Setelah beberapa saat kemudian, Rosa melepas pelukannya.
"Maaf...anda siapa...?" tanya Nindi heran.
" Maafkan aku Di... Aku belum memperkenalkan diriku padamu. Kenalkan Aku Rosa..." kata Rosa sambil tersenyum haru.
"Rosa...? lalu di mana sahabat saya Kanaya berada...?" tanya Nindi sambil melihat kearah ruang tamu.
"Dia ada di depanmu Di...akulah Kanaya sahabatmu..." ucap Rosa.
'Anda jangan bercanda Nona... walaupun lama kami tidak bertemu , tapi saya sehat, saya tahu sahabat saya.." jawab Nindi terlihat Marah dan kesal.
" Ceritanya cukup rumit Di...Aku memang Kanaya sahabatmu..boleh kita duduk dulu...?" kata Rosa dengan lembut.
"Baiklah..." jawab Nindi.
" selamat sore nona Nindi..." sapa Roni pada Nindi. Saat melihat Roni terlihat ada kerutan di wajah Nindi.
"Sore...." jawab Nindi sambil menatap Roni dan menerima uluran tangan dari Roni . Dia segera duduk bersama Rosa dan Roni .
"Tolong jelaskan sebenarnya apa yang terjadi, dan apa mau kalian, sebab saya tidak mengenal kalian, walau jujur saya sedikit femiliar dengan pria yang bersama anda..." jawab Nindi datar.
"Tentu saja anda mengingat Roni, karena Roni adalah anak buah sekaligus sahabat Kanaya... Dan Anda akan lebih kenal lagi pada pria yang datang bersama kami, Ron.. panggil mereka kemari..." kata Rosa sambil tersenyum.
"Baik Bos..." jawab Roni .
Roni segera keluar dari dalam rumah Nindi untuk memanggil ketiga temannya yang masih berada di dalam mobil. Tak betapa lama terlihat lima pemuda tampan masuk kedalam rumah . dan itu membuat Nindi kaget saat melihat melihat dua orang pria yang masuk kerumahnya.
" Asep, Mamat...!" seru Nindi tanpa sadar.
" Halo apa kabar Nona Nindi..." sapa Asep sambil mengulurkan tangan nya.
" Baik...kau Asep kan...?" kata Nindi tak percaya.
"Benar Nona, Saya asep pengawal Nona Kanaya...." jawab Asep sopan.
"Dan kau pasti Mamat kan...?" tanya Nindi kembali saat Mamat mengulurkan tangannya untuk bersalaman .
"Benar Nona...saya Mamat pengawal nona Kanaya..." jawab Mamat sopan.
Nindi memang mengenal Asep dan Mamat, Karena mereka sering bersama Rosa. Nindi dulu pernah menggoda Kanaya, apakah mereka pacar Rosa. dan Rosa berkata sambil tertawa kalau mereka pengawas pribadinya .
"Dan saya Yoyok sahabat sekaligus anak buah Nona Kanaya..." ucap Yoyok sambil mengulurkan tangannya.
"Dan Saya Diki ifem dengan mereka..." canda Diki .
__ADS_1
" Lalu di mana sahabat kalian Kenaya...?" tanya Nindi dengan wajah kebingungan.
"Dia ada di depan anda Nona...dia Nona Kanaya..." kata Yoyok dengan tersenyum
"Tidak...tolong jangan ngeprang saya... saya serius...." ucap Nindi terlihat agak jengkel.
"Kami juga serius nona... Bos kami Kanaya sekarang ada di depan anda..." kata Roni menjelaskan.
"Maksud kalian apa...?" tanya Nindi bingung.
"Duduklah Di...aku akan cerita padamu..." kata Rosa . Nindi segera duduk kembali di ikuti Roni, Yoyok Asep dan Mamat serta Diki .
Setelah mereka duduk, Rosa mulai bercerita semua yang terjadi pada nya.
"Jadi kasarnya gue ini hantu Di..hantu atau Roh Kanaya yang menempati tubuh Rosa.." kata Rosa sambil tersenyum. Terlihat wajah Nindi memerah. Dia menatap Rosa dengan air mata berderai di pipi putihnya.
"Jadi lo benar- benar Kanaya..." tanya Nindi tak percaya.
"Benar aku Kanaya sahabat elo..." ucap Rosa lembut. Tak lama Nindi segera memeluk Rosa dan menangis.
"Maafkan aku Ya...maafkan aku...aku yang telah membunuhmu, andai malam itu kau tidak menolongku, kau pasti tidak akan sampai mati di tangan mereka..." ucap Nindi dengan sedih.
" Hey siapa bilang gue mati gara- gara elo...gue mati gara- gara si Mirna ...Dia yang merencanakan semua ini..." kara Rosa dengan lembut.
" Mirna...? Maksud elo Mirna calon istri kakak elo Resa...?" tanya Nindi kaget.
"Iya..dia yang menculik elo untuk memancing gue..." jawab Rosa tenang.
"Gila tu orang ya... Emang elo ada masalah sama dia...?" tanya Nindi lagi.
"Dia benci gue, dia menganggap gue yang menghalangi niat dia memiliki kak Resa..." jawab Rosa .
"Ya ampuun...dasar wanita gila...!" seru Nindi marah.
Percakapan mereka terhenti saat wanita paruh baya tadi datang sambil membawa minuman.
"Bu...kenapa repot - repot..." ucap Rosa pada ibu itu.
"Tidak nak..ini cuma sekedar minuman ..." jawab wanita itu.
"Trimakasih Bu..." ucap Rosa sambil tersenyum .
"Sama- sama nak, ayo silahkan di minum tapi maaf ibu hanya bisa menyediakan minuman hangat saja..." kata wanita paruh baya itu dengan ramah.
"Ini sudah lebih dari cukup Bu..." jawab Rosa.
" Kalau begitu ibu tinggal masuk dulu nak..." kata wanita itu.
" Silahkan Bu..." jawab Rosa . Wanita itupun segera masuk kedalam rumah kembali .
" Di...apa sebenarnya yang terjadi hingga kau sampai di desa ini...?" tanya Rosa dengan heran pada Nindi.
"Ceritanya panjang Ya..." jawab Nindi dengan wajah sedih .
" Lalu kau tinggal disini dengan siapa..?" tanya Rosa walaupun dia sudah tahu dengan siapa Nindi tinggal.
"Dengan Mama..." Kata Nindi dengan wajah sedih .
" Lalu Om Sio di mana...?" tanya Rosa dengan wajah heran.
"Gue juga nggak tahu Ya... Papa bagai hilang di telan bumi..." jawab Nindi.
"Lalu perusahaan Papa elo...?" tanya Rosa lagi .
"Di ambil Paman gue,..." kata Nindi dengan wajah sedih.
" Paman...? Bukankah papa elo anak tunggal...?dan perusahan itu setahu gue mulik Papa elo sendiri kan...?bukan perusahaan keluarga " tanya Rosa heran.
" Benar...perusahaan itu jerih Paya Papa dan Ternyata Papa mempunyai saudara kembar, dia bernama Paman Chan Luo . dia tinggal di Cina bersama bibi Papa..." jawab Nindi.
" Lalu bagaimana ceritanya perusahaan Papa elo bisa di ambil sama paman elo.. ?" tanya Rosa tak mengerti.
" Gue juga nggak ngerti Ya.. Setelah gue elo tinggalin saat kejadian itu, gue pergi ke kota lain untuk menghindari para penjahat yang Ingin nangkep gue seperti saran elo. Dengan uang dari elo , gue berada di kota itu selama satu bulan. Uang dari elo gue pakai sedikit, karena niat gue mau gue kembalikan ke elo lagi. Setelah satu bulan gue pulang kembali ke rumah Mama. Namun sesampainya di rumah, gue lihat Mama di tindas sama Om Luo yang gue kira Papa gue. Setelah Mama memberitahu baru gue tahu kalau dia adik kembar Papa. " jawab Nindi .
"Lo ,bukannya Papa sama Mama elo saat itu ada di luar Negri...?" tanya Rosa heran.
"Nach itulah Ya...kata Mama , tiba- tiba Om Luo datang menyamar sebagai Papa, dan dalam beberapa bulan, dia mengajak Mama pulang kembali ke tanah air. semua aset di luar negri dia jual, setelah sampai di sini dia membawa istri dan anak- anaknya. dan dia baru mengakui kalau dia adalah adik dari Papa..." kata Nindi bercerita.
" Memangnya Tante tidak menyadari kalau dia bukan Om Sio...?" tanya Rosa.
"Sudah...Mama sudah curiga dengan sifat papa yang tidak seperti biasanya, tapi Mama menepis semua fikiran yang ada di benaknya. hingga akhirnya Om Luo mengatakan sndiri, Baru mama percaya. namun semuanya sudah terlambat. semua aset keluarga sudah di kuasai dan di balik nama atas nama Om Luo. hanya ada Saham namaku saja yang belum bisa dia kuasai, .." kata Nindi dengan sedih.
" Saham perusahaan...?" tanya Rosa .
"Iya..." jawab Nindi.
"berapa persen...?" tanya Rosa lagi.
"45 % atas namaku..." jawab Nindi.
"Waah itu cukup besar Nin... lalu kenapa tidak kau tendang dia dari perusahaan..?" tanya Rosa .
"Aku tidak bisa melakukan itu , karena dia mengaku sebagai Papa,.." jawab Nindi.
"Lalu kenapa kalian sampai berada di sini...?" tanya Rosa.
"Setelah aku kembali kerumah dan aku tahu kalau Om Luo bukan Ayah, aku sempat bertengkar dengan dia dan istrinya,hingga aku ingin melaporkan dia ke kantor polisi. namun semua itu tidak bisa aku lakukan, karena dia bisa memanipulasi siapa dirinya dan Papa. dan puncaknya, saat kami sedang berbincang dengan Mama apa yang akan kami lakukan selanjutnya, tiba- tiba bik Romlah pembantu setia kami dan juga orang yang memiliki rumah ini mendengar kalau Om Luo menelfon seseorang untuk membunuh gue dan Mama . Akhirnya karena ketakutan gue dan Mama pergi dari rumah itu. dan kami pergi ke desa bik Romlah , dan akhirnya kami tinggal di sini bersama bik Romlah. untunglah ada uang dari kamu dan sedikit simpang gue Ya..kalau tidak entah bagaimana nasib kami..." kata Nindi sambil berlinang air mata.
Melihat sang sahabat menangis , Rosa segera memeluk gadis itu.
"Sekarang jangan menangis lagi, ada gue di sini. gue yang akan bersamamu selalu...dan aku akan mengembalikan milikmu lagi, aku janji itu. dan aku akan mencari paman Sio..." kata Rosa menghibur Nindi .
"Kau Memang sahabat dan saudaraku satu- satunya Ya...." ucap Nindi terharu.
"Hey...kau itu satu - satunya sahabatku sejak kecil..jangan kau berkata seperti itu lagi Okey...dan mulai sekarang kau bukan hanya memiliki aku saja, semua sahabatku juga sahabatmu dan kami akan selalu melindungi dirimu..." ucap Rosa lembut.
"Bebar Nona Nindi...kami juga akan menjadi teman Nona..." ucap Roni .
__ADS_1
"Trakasih...aku bahagia kalian mau berteman denganku..." kata Nindi sambil menatap mereka .
Semua sahabat Rosa hanya tersenyum dan menganggukkan kepala.
'Lalu bagaimana dengan Rosa yang tubuhnya kamu tempat sekarang ini.." tanya Nindi.
"Dia meninggal gara- gara suaminya yang laknat itu. dan kau tahu...suami dia ini adalah kekasih si Mirna tunangan kakak gue..." kata Rosa sambil tertawa .
"Yang bener Ya...!" seru Nindi kaget.
"Di...mulai sekarang biasakan kau memanggilku Rosa bukan Kanaya lagi..." kata Rosa sambil tersenyum.
"Aah...iya aku lupa...." kata Nindi tertawa .
"Papa dan Mama juga sudah tahu kalau gue Rosa.." kata Rosa lagi.
"Apakah kak Resa dan kak Dika juga sudah tahu siapa elo...?" tanya Nindi lagi.
"Sudah...mereka sudah tahu siapa gue, dan kak Resa juga sudah putus dengan Mirna setelah gue berikan bukti perselingkuhan kak Mirna..." kata Rosa .
"Syukurlah kalau semua sudah berakhir." kata Nindi bahagia.
"Ngomong- ngomong Tante di mana...?" tanya Rosa .
"Ya ampun gue lupa ...ayo kita ke mama, pasti Mama akan sangat bahagia melihat putri kesayangannya menemui dia..." kata Nindi sambil berdiri.
"Lo memangnya ada apa dengan tante .?" tanya Rosa.
"Mama beberapa hari ini sakit , dia mengalami demam ..." kata Nindi dengan wajah sedih.
"Ya Tuhan...kenapa kau tidak mengatakan sejak tadi Di...ayo kita lihat tante, dan kalian tinggal di sini dulu ya..." kata Rosa sambil berdiri dari duduknya.
"Baik Bos..." jawab mereka.
Rosa mengikuti Nindi yang berjalan masuk kedalam rumah milik Bik Romlah. ternyata Nindi membawa mereka ke arah belakang rumah. ternyata Nindi dan sang Mama yaitu Nyonya Sarah tinggal di rumah kecil yang berada persis di belakang rumah milik bik Romlah yang juga kecil. Saat dulu bik Romlah meminta mereka tinggal bersama di rumahnya itu. Mama Nindi tidak mau , karena di rumah kecil bik Romlah, juga ada anak dan cucu dari bik Romlah sendiri . dari pada tidur berdesakan, akhirnya Nyonya Sara mendapatkan rumah yang dapat di sewa dan bertepatan ada di belakang rumah bik Romlah . dan sampai sekarang mereka tinggal di sana .
Mereka berjalan memasuki rumah kecil itu. dan ternyata bik Romlah berada di sana juga.
"Non Nindi..." ucap Bik Romlah sambil tersenyum.
"Bik...kenalkan dia sahabat Nindi, namanya Kanaya..." kata Nindi memperkenalkan.
"Non Kanaya saya Romlah ,..silahkan Non kalau mau lihat nyonya Sarah..." kata Bik Romlah.
"Trimakasih Bik..." kata Rosa . Bik Romlah segera mempersilahkan mereka masik.
"Nin ...sejak kapan bik Romlah Tinggal bersama kalian...?dan di mana bik Sumiati pembantu setiamu itu..?" kata Rosa. sebab dulu Rosa tidak pernah bertemu dengan Bik Romlah. Memang sejak Tante Sarah pindah ke luar Negri , Kanaya memang jarang kerumah Sindi. Sindi lah yang sering tinggal di rumah Kanaya . Apalagi setelah Kanaya di sibukkan dengan kegiatan Back Angel.
"Bik Sumiati pulang ke kampung halamannya, tiga bulan setelah kepindahan Mama keluar Negri . dan bik Romlah menggantikan bik Sumiati.." jawab Nindi.
Tak terasa mereka telah sampai di kamar nyonya Sarah. Rosa menunggu di depan pintu dulu, agar tidak membuat nyonya Sara terkejut.
"Mama...." ucap Sindi saat melihat sang Mama duduk di atas pembaringan sambil menyandarkan tubuh tuanya di kepala ranjang.
"Siapa yang datang Nak...?" tanya sang Mama lembut .
"Ada seseorang yang ingin bertemu dengan mama..." kata Nindi lembut.
"Siapa nak...?" kata sang Mama heran. sebab mereka tidak terlalu dengar dengan para tetangga .
"Ros...kemarilah..." ucap Nindi memanggil Rosa agar masuk kedalam kamar sang Mama. perlahan Rosa masuk kedalam.
"Tante Sarah apa kabar...?" sapa Rosa lembut.
"Baik nak...apakah kau mengenalku...?" tanya nyonya Sarah ketika mendengar ucapan Rosa yang terlihat sangat akrab di telinganya.
"Tentu saja Tante...karena Rosa adalah putri kedua rante..." jawab Rosa sambil mencium tangan nyonya Sarah.
"Putri keduaku..? sayang...siapa lagi putri kedua Mama...tante hanya punya satu putri yaitu Nindi nak..." kata Nyonya Sara bingung.
"Ma...apakah kau tidak ingat putri Mama yang Bandel yang suka mengambil buah rambutan di depan rumah kita Ma..." kata Nindi mengingatkan.
"Maksudmu Putri mama si bandel Kanaya...?tentu saja mama ingat Di...di mana, dimana putri bandel Mama itu...!" seru nyonya Sara bahagia.
"Dia sekarang ada di depan Mama..." kata Nindi lembut.
"Di depan Mama...mana..? bukankah di depan Mama temanmu nak Rosa...?" kata sang Mama bingung.
"Dialah Kanaya Ma , Kanaya kita..." kata Nindi sambil tertawa bahagia.
"Tidak ,mana mungkin...ini bukan Kanaya anak bandel Mama, nak maaf jangan membuat Tante bingung..." ucap nyonya Sarah dengan wajah kebingungan.
"Ceritanya panjang Tan...baiklah akan Kanaya Ceritakan..." akhirnya Kanaya menceritakan semua kejadian saat dia menolong sampai dia masuk kedalam tubuh Rosa. dan akhirnya sampai di depan mereka. Mendengar perkataan Rosa, nyonya Sara terlihat menangis. setelah Rosa selesai menceritakan masalahnya pada nyonya Sarah. wanita paruh baya yang masih terlihat cantik itu segera memeluk Rosa . dan dia menangis dalam pelukan Rosa.
"Maafkan Nindi Nak...maafkan Putri tante..." ucap nyonya Sara yang masih di dalam pelukan Rosa. mendengar ucapan nyonya Sarah, Rosa segera menjauhkan tubuh nyonya Sarah.
"Tante dengar...ini bukan salah Nindi, Nindilah yang malah jadi korban gara- gara seseorang yang ingin membunuh Kanaya. jadi Kanaya Minta jangan menyalahkan Nindi..." ucap Rosa.
"Trimakasih Nak...kau memang gadis yang baik..." kata nyonya Sarah.
"Tapi Tan...mulai sekarang tante harus memanggil Kanaya Rosa. sebab nama ini adalah nama tubuh yang sekarang Kanaya tempat..." kata Kanaya lembut.
"Ya Tuhan...kebaikan apa yang kau lakukan nak...hingga kau masih di beri kesempatan oleh Tuhan untuk hidup kembali..." ucap nyonya Sarah bahagia.
"Mungkin Tuhan memberi kesempatan padaku untuk menolong orang lain Tan..."
jawab Rosa.
"Dan sekarang Tante dan Nindi harus ikut Rosa pulang ke kota kita kembali. Tante dan Nindi akan hidup bersama Rosa di tempat Rosa...." kata Rosa sambil melepas pelukannya.
"Tapi bagaimana dengan kedua orang tuamu Nak...?" kata nyonya Sarah khawatir.
"Tante dan Nindi akan tinggal di Villa milik Rosa sendiri kok..." jawab Rosa.
"Apaa...kau punya Villa sendiri Ros...?" tanya Nindi tak percaya. Dan Rosapun memberitahukan pada Nindi dan Mamanya kalau dia tinggal di Villa nya sendiri .
Maaf sudah dulu ya...jangan lupa like, vote dan komennya Author tunggu.
__ADS_1
Bersambung.