
Jam 07.30 pagi Rosa segera berangkat kekantor. Dia menggunakan mobil sport nya sendiri . Sedangkan Rifan setelah makan pagi bersama Rosa dan Nina dia telah kembali pulang . dengan kecepatan rata- rata mobil Rosa membelah arus lalulintas kota . 30 menit kemudian Rosa telah sampai di kantornya. Ketika dia masuk kedalam kantor, terlihat para karyawan sudah banyak yang datangi . saat mereka bertemu dengan Rosa, mereka menyapa dengan sopan. Dengan cepat Rosa masuk kedalam lift khususnya menuju ruang kantornya . Ketika sampai di lantai 9 tepat ruangannya berada , Rosa melihat Sinta sang sekretaris sudah datang. Asep dan Mamat ternyata juga sudah datang. Melihat Rosa datang. Mereka bertiga segera bangun dan menyapa Rosa.
"Pagi Nona..." sapa Sinta, Mamat dan Asep secara bersamaan .
"Pagi semua... oh ya Mat panggilkan Roni ,Gilang dan Johan . dan kau Sep tolong kau telfon Budi dan Yoyok serta Diki untuk datang kekantor sekarang..." kata Rosa datar.
" Baik Bos....." jawab mereka berdua .
"Sin...suru OB membelikan makanan dan minuman ringan dan bawa kedalam ruanganku..." kata Rosa sebelum melangkah ke dalam ruangannya.
"Baik Nona..." jawab Sinta. Mereka segera melaksanakan perintah dari Rosa . hampir satu jam kemudian, mereka semua telah berkumpul di ruangan Rosa.
"Lang ada berita apa yang akan kau sampaikan padaku...?" tanya Rosa pada Gilang.
"Bos kemarin gue dan Roni mendapat berita kalau kelompok Kroya akan mengirimkan wanita- wanita muda untuk di jual keluar negri Bos... Mereka di tipu dengan cara mencarikan kerja di luar negri...." kata Gilang sambil memberikan leptopnya. Dia menunjukkan data yang dapat dia retak dari kelompok Geng Kroya .
"Mereka akan mengirim dan menjual wanita keluar negri...?" kata Rosa tak percaya.
"Benar Bos...dan sepertinya pekerjaan ini bukan pertama kali mereka lakukan. Lihat saja akun itu Bos..." kata Gilang lagi . terlihat Rosa sedang membaca data yang ada di leptop Gilang. Tak berapa lama terlihat wajah Rosa terlihat memerah karena marah.
"Sialan ...apa mereka nggak berfikir, perbuatan mereka sangat keterlaluan, bagaimana kalau kejadian itu terjadi pada adik, kakak, anak , atau ibu mereka . Dasar manusia jahat dan serakah...dia melakukan segala cara yang bisa menghasilkan uang buat mereka...!"seru Rosa dengan marah.
"Kapan pengiriman itu di lakukan Lang...?" tanya Rosa dengan nada kesal dan sangat marah .
"Satu minggu lagi Bos...tepatnya enam hari lagi..." jawab Gilang.
"Apakah kalian tahu tempat lokasi para wanita itu di tampung ...?" tanya Rosa .
"Sudah Bos... Di sebuah gedung yang memakai kedok pelatihan pekerja rumah tangga. Yang ada di Jl Zt..." kata Roni menjawab pertanyaan Rosa .
"Baguslah, kalau begitu kita rebut para wanita itu dari tangan mereka.." jawab Rosa lagi. Mereka segera membahas soal penyerggapan itu . namun keseriusan mereka terganggu dengan bunyi telfon Johan yang berdering nyaring . Dengan malas Johan mengambil ponselnya. Saat di lihat tertera nomor telfon tanpa nama si penelfon.
"Siapa Jo...?" tanya Rosa.
"Entah...nomor Baru...?" jawab Johan. Dia segera menolak panggilan itu. Dan mereka kembali berdiskusi. Namun kembali ponsel Johan berbunyi. Tentu saja semua orang menatap Johan.
"Angkat saja Jo...?" kata Rosa datar.
Dengan kesal Johan mengangkat telfon itu.
"Assalamualaikum..." sapa johan dingin.
"Waalaikum salam maaf tuan Johan ini saya Burhan..." jawaban dari sebrang.
"Tuan Burhan...? Burhan yang mana.." kata Johan yang membuat semua orang menatapnya. Dan Johan segera mengaktifkan pengeras suara.
"Saya Burhan dari Perusahaan Cakra Mas..." jawaban dari sebrang yang membuat kaget mereka semua.
"Oo tuan Burhan...ada apa tuan.. sepertinya saya tidak memiliki hubungan bisnis dengan anda.." kata Johan datar.
"Sebentar lagi kita akan memiliki hubungan itu, tapi sebelumnya saya mau tanya...? apakah Nona Rosa pegawai anda...?"tanya tuan Burhan .
Mendengar pertanyaan tuan Burhan, semuanya memandang pada Rosa.
"Rosa Siapa tuan...?" tanya Johan memperjelas.
"Rosa Yunisa, bukankah wanita itu bekerja di perusahaan anda...?" kata Burhan dengan nada sombong .
"Rosa ...? Rosa Yunisa...? Oo..benar sekali, ada masalah apa anda dengan karyawan kami...?" kata Johan dingin.
"Saya ingin bekerja sama dengan perusahaan anda, tapi dengan satu syarat, keluarkan wanita itu dari perusahaan yang anda miliki..." jawab tuan Burhan dengan angkuh .
Mendengar ucapan Burhan semua orang ternganga karena kaget. Tak lama terlihat mereka menahan kemarahan melihat ke aroganan tuan Burhan .
"Kenapa saya harus memecat dia tuan, apa salah dia hingga tuan ingin saya memecatnya..." ucap Johan menahan geram.
"Karena saya tidak menyukai dia , dan saya tidak ingin teman dalam bisnis saya memperkerjakan wanita itu di perusahaannya ...." jawabnya dengan sombong dan nada menindas .
"Bagaimana kalau saya tidak mau...?" kata Johan datar.
"Apakah anda tidak tahu dengan saya.. dan apakah ada tidak mengetahui perusahaan yang saya miliki..." Kata tuan Burhan bangga.
"Saya tidak perduli...jika saya harus memecat karyawan saya hanya karena anda tidak menyukai dia, lebih baik saya tidak memiliki hubungan apapun dengan perusahaan anda. ..." jawab Johan datar.
"Apaa....janfan sombong tuan Johan... apakah anda tidak tahu hubungan saya dengan perusahaan nomer satu di negara ini....?" kata Burhan lagi.
"Apa hubungannya perusahaan saya dengan apa yang anda katakan tadi...?" kata Johan sinis.
"Tentu saja ada. Jika anda bekerjasama dengan saya, maka anda juga bisa bekerja sama dengan perusahaan EKG ( Engelo Korporasi Grub) atau EMP( Engelo Multi Perkasa). Karena perusahaan itu milik Kakakku..." jawab Burhan dengan bangga.
"Tapi Maaf...saya tidak brrkeinginan bekerjasama dengan anda . karena saya sudah bekerjasama dengan EMP..." jawab Johan datar.
"Apaaa....?" terdengar seruan dari sebrang.
"Maaf tuan Burhan yang terhormat... Saya masih banyak pekerjaan, saya akhiri percakapan kita. Assalamualaikum..." ucap Johan dan langsing menutup sambungan telfon tanpa mendengar jawaban dari tuan Burhan.
__ADS_1
"Dasar pria gila...gue di suru memecat sang pemilik...apa gue sudah gila..!" seru Johan marah.
"Mungkin dia mengira kaulah si pemilik perusahaan KAG Jo..." jawab Rosa lembut.
" Dasar manusia serakah... Apa maunya dia , menyuruh gue memecat elo..biarpun elo itu karyawan gue, apa iya gue harus memecat karyawan gue hanya karena seseorang ingin bekerja sama dengan kita.. Dia fikir semudah itu dia memecat orang lain..!" seru Johan marah.
"Kenapa tuan Burhan tiba- tiba mengenal dirimu dan tahu elo bekerja di sini Ros...?" tanya Johan.
"Iya Bos...bukankah keberadaan Bos di sini hanya beberapa perusahaan yang tahu siapa sebenarnya pemilik perusahaan ini..?" ucap Roni menyambung pertanyaan Johan.
"Dan melihat omongan tuan Burhan, Dia belum tahu kedudukan Bos Rosa di dalam perusahaan ini... " ucap Gilang ikut nimbrung.
"Mungkin semua ini gara- gara putrinya. Beberapa hari yang lalu, gue dan kak Rifan membuat dia marah. Gadis itu mencintai sepupunya sendiri yaitu kak Rifan , dengan segala cara dia ingin memiliki sang sepupu. Namun ternyata kak Rifan menganggap dia hanya sebatas adik atau saudara . beberapa hari yang lalu, dia datang kekantor EKG untuk mencari CEO perusahaan EKG yang dia anggap oleh dia kekasihnya .
Pada saat itu bukankah kalian tahu kalau dia berada di sini. Mendengar Saskia ada di perusahaannya, dia sekalian meminta tolong padaku untuk berperan sebagai kekasihnya... mungkin karena itu dia marah dan melaporkan semuanya pada tuan Burhan sebagai sang Ayah.." kata Rosa .
"Dasar Orang tua dan anak sama- sama manusia geblek...masak iya sepupu menikah...?" kata Budi dengan kesal .
.
"Kalian tahu sendiri ambisi tuan Burhan... bukankah dia ber ambisi untuk memiliki atau mengambil perusahaan EKG milik sang kakak. Bukankah dia sudah berusaha menyingkurkan Rifan beberapa kali. Mungkin dalam pikirannya Dia, menikahkan Saskia putrinya dengan keponakan dia sendiri yaotu Rifan , akan mempermudah dia membuat perusahaan sang Kakak akan menjadi miliknya..." jawab Rosa .
"Dasar manusia- manusia serakah... bukankah perusahaan milik keluarga besar mereka sudah dia kuasai semua. Dan sang kakak sudah tidak perduli... sekarang malah jerih paya sang kakak sendiri akan dia embat juga...dasar serakah dan syirik..." umpat Yoyok.
"Gue denger dari kak Rifan, memang tuan Burhan sengaja melamar kak Rifan oada kakaknya untuk Putrinya yaitu Saskia. Dan saat itu juga tuan Rifan sekeluarga menolaknya.." kata Rosa lagi .
"Karena keluarga tuan Alex masih waras... Jadi mereka tidak ikut gila seperti tuan Burhan...." kata Gilang kesal.
"Namun ketika kak Rifan tidak terdengar memiliki pacar , mereka menganggap usaha mereka masih bisa jalan, tapi saat Saskia tahu kalau Rifan memiliki pacar, maka kemarahan mereka meledak..." ucap Roni menganalisa .
"Mungkin juga...." jawab Rosa.
"Ros...gue lihat hubungan kalian berdua akhir- akhir ini sangat akrab....apa kalian ada hubungan sepesial...?" tanya Johan.
"Dia sengaja mendekatiku Jo... " jawab Rosa.
"Apakah kau memberi kesempatan buatnya...?" tanya Johan lagi.
" Maaf...Aku memberi kesempatan padanya Jo, ... " jawab Risa pelan .
"Syukurlah Ros... Dia orang baik walaupun sangat dingin dan tegas. namun gue tahu hatinya baik..." kata Johan. Walaupun dalan hati dia merasa sakit, namun dia rela gadis yang dia sayangi ini mendapatkan pria yang sesuai dengannya .
"Trimakasih Jo...kau memang sahabat sekaligus kakak terbaik buat gue... Tanpa dirimu gue tak akan bisa sampai seperti ini..." kata Rosa sambil memeluk tubuh kekar di sebelahnya . Para sahabatnya hanya bisa menatap mereka berdua dengan perasaan sedih yang mereka sembunyikan , sebab mereka tahu kalau Johan ada hati dengan Rosa. Namun mereka juga tahu kalau Rosa menganggap mereka sama.
"Kirim beberapa orang untuk memata- matai Burhan dan Putrinya . sebab yang gue tahu tuan Burhan menargetkan tuan Rifan . dan gue curiga dia juga menargetkan gue....dan kau Lang...kalau kau bisa, coba kau retas ponsel salah satu anak buah kepercayaan tuan Burhan, agar kita bisa mengetahui pergerakan tuan Burhan..." kata Rosa lagi .
"Baik Bos..." jawab mereka .
"Dan satu lagi. Cari perusahaan mana saja yang sekarang sedang berhubungan dengan tuan Burhan , aku akan membuat kejutan buat dia....!" perintah Rosa .
"Siap Bos..." jawab mereka lagi.
"Dan Kalian bertiga, beri pengawalan pada Johan , gue yakin Burhan akan marah saat Johan tadi menolak keinginannya , ..." Perintah Rosa pada Diki, Yoyok dan Budi.
"Baik Bos...." jawab mereka bertiga.
"Tapi Ros..." ucapam Johan terpotong kalimat Rosa.
"Kau jangan membantah Jo..." kata Rosa saat melihat Johan ingin menolak ide Rosa yang ingin memberi dia pengawal .
"Iya, iya aku tidak akan membantah..." ucap Johan pasrah .
"Baiklah sepertinya kesepakatan sudah di dapat, ingat Yok..kau dan Budi mengawasi tempat penampungan para wanita malang itu. Kita akan bergerak merebut para tawanan saat mereka di bawa ke pelabuhan untuk dikirim keluar negri...." kata Rosa tegas.
"Baik Bos... Kami akan melaksanakan tugas itu.." jawab mereka.
Akhirnya pertemuan itupun selesai . satu- persatu mereka keluar dari ruang kantor Rosa.
Sedang di perusahaan Cakra Mas. terlihat tuan Burhan sangat marah saat Johan menolak keinginannya .
"Brengsek....berani sekali pria itu menolak hubungan kerja ini. Dia berani menolak keinginanku....apa dia tidak takut mati ha....!" teriak tuan Burhan marah.
"Tuan Johan mungkin menyukai Nona Rosa tuan, Dan tuan Johan tidak takut pada Anda, karena yang kami dengar di balik tuan Johan, ada kekuatan yang sangat kuat tuan.... bagaimana kalau kita langsung membunuh gadis itu... jadi kita tidak terlalu lama menunda pekerjaan.." kata salah satu dari orang kepercayaan tuan Burhan.
"Benar juga perkataanmu, lebihbaik kita langsung membunuh gadis itu. dengan kematian gadis itu, kita akan menghilangkan penghalang yang akan menghalangi keinginan putriku untuk menikah dengan Rifan. kalau begitu kalian bawa beberapa orang untuk membunuh dia . Aku ingin besok pagi gadis itu sudah menjadi mayat, Begitu juga dengan pria sombong si Johan itu, aku ingin kalian menberi pelajatan padanya .." kata tuan Burhan dengan wajah terlihat Marah dan kesal .
"Baik Bos kami akan melakukannya, kami permisi..." ucap mereka berpamitan.
Setelah keoergian para anak buahnya, terlihat senyuman licik di wajah tuan Burhan .
"Kau yang mencari kematianmu sendiri Risa.. . seandainya kau tidak mencoba mendekati Rifan , mungkin kau tidak dalam bahaya. ..." ucap Burhan perlahan dengan wajah Sinis .
Sedang Di kantor perusahaan KAG terlihat Rosa bersin- bersin.
"Ck..apakah aku mau sakit Flu..kenapa aku bersin beberapa kali...?" ucapannya sambil memgusap hidungnya karena gatal . Saat siang Hari ketika dia mau makan bersama Rifan. dia menelfon Rifan.
__ADS_1
"Kak...kau di mana...?" tanya Rosa saat kakinya melangkah masuk kedalam mobil sport nya .
"Aku di kantor Bee...ada apa...?" tanya Rifan.
"Kita jadi makan siang...?" tanya Rosa .
"Maaf Bee...bisa nggak kau membelikan aku makan siang..? kita makan di kantorku saja ya...?* jawab Rifan.
"Memang Kaka lagi ngapain.?" tanya Rosa
"Aku banyak pekerjaan Bee...please bawakan makanan kekantor kakak, kita makan di kantor ya...?" jawabnya .
"ist...ngerepotin...tapi jika aku nggak membawakan makanan dia nanti sakit... ah merepotkan sekali..." ucap Rosa .
akhirnya dia membawa makanan yang dia beli di restoran ke kantor Rifan. ketika sampai di kantor Rifan dia segera masuk kedalam perusahaan EKG. saat dia sampai di loby , para karyawan Rifan terlihat menunduk hormat pada Rosa. dengan tersenyum Rosa menbalas sapaan mereka, dia berjalan masuk kedalam lift yang akan membawa dia ke lantai 22 tempat ruang kantor Rifan. Saat sampai di lantai 22 lift pun segera berhenti dan terbuka. dengan tenang Rosa keluar dari lift menuju ruangan Rifan.
"Selamat siang Bu..." kata Nisa sang sekertaris.
"Kakak....apa- apaan sich...Rosa tetap Rosa yang dulu kali kak..!" seru Rosa dengan wajah kesal .
"Tapi kau kini calon istri pemilik perusahaan Ros..." kata Nisa .
"Kan masih calon..bukan istri kak..." jawab Rosa .
"Itu sama saja Ros..." kata Nisa.
"Pokoknya Rosa nggak ingin kak Nisa memanggil Rosa dengan sebutan Bu... lagian Rosa masih muda..." goda Rosa.
"Iya dech , Iya..." kata Nisa sambil tertawa.
"Oh ya kak...kak Rifan ada di dalam...?" tanya Rosa.
"Ada...masuk saja...beliau bilang kalau kau datang di suruh langsung saja masuk kedalam..." jawab Nusa .
"Ya sudah aku masuk Ya..." pamit Rosa. Nisa hanya tersenyum dan mengangguk kan kepalanya. Rosa segera mengetuk pintu.
Tok tok tok...
"Masuk..." terdengar suara dari dalam ruang kerja Rifan.
Perlahan Rosa segera membuka pintu . saat pintu terbuka, Rosa melihat di dalam ruang kantor ada dua gadis sedang bersama Rifan dan kedua pengawal Rifan yang duduk di kanan kiri Rifan . Kedua gadis itu berwajah cantik. namun salah satu dari mereka memakai pakaian seksi.
"Aah. maaf aku fikir tidak ada tamu..." ucap Rosa. saat itu Rosa melihat kalau gadis yang memakai pakaian seksi itu sengaja menundukkan badannya sedikit hingga isi di balik baju agak terlihat hingga akan menggoda iman laki- laki . Melihat semua itu, Rosa merasa malu sendiri .
"Ck...kenapa mereka murah sekali sich.." seru Rosa dalam hati. namun Rosa bisa melihat kalau Rifan duduk tenang sambil tangannya bermain di atas leptopnya. sedangkan yang berbicara dengan kedua gadis itu adalah Dikra .
"Bee...kau sudah datang...?" tanya Rifan sambil mengangkat wajahnya yang sejak tadi hanya menunduk. .
"Apakah aku mengganggu...?" tanya Rosa.
"Terang saja....! apakah anda tidak tahu kalau kami sedang sibuk meeting..dasar Manusia udik, rendahan...kalau hanya petugas ketering kenapa tidak di luar saja sich... hanya petugas ketering saja , bersolek seperti pragawati . Memangnya mau menarik perhatian tuan Rifan...? Cih kegatelan...!" ucap Wanita itu keras. wanita itu marah karena usahanya akan menarik Rifan terhambat karena kedatangan gadis ini . apalagi dia sangat marah, sebab sajak tadi wajah Rifan tidak pernah lepas dari layar leptopnya. Dia hanya bisa berbicara dengan wakilnya saja. sedangkan saat menndengar suara gadis ini, Rifan langsung bangun dengan wajah ceriah , Tentu saja dia samgat sakit hati dan iri .
Mendengar ucapan Wanita itu, Rifan sangat marah.
"Apa yang kau katakan...? berani sekali kau menghina gadis ini di depan saya . punya hak apa anda memarahi gadisku saat dia ingin masuk kedalam ruanganku.? anda hanya perwakilan dari perusahaan lain, sedang dia calon istri saya..." teriak Rifan marah .
"Tap...tapi tuan...!" ucap wanita itu gagab.
"Dik ..bawa dia keluar, jika dia tidak bisa menjaga mulut kotornya, maka batalkan saja hubungan kerja kita..." kata Rifan dingin . Dia bangun dan berjalan ke arah Rosa berdiri.
"Tapi...tapi tuan...!"wanita itu langsung berdiri dan ingin berjalan kearah Rifan dan ingin memegangnya . saat itu Rifan belum sampai ketempat Rosa. namun usahanya gagal, karena Fikri telah memblokir jalannya .
"Maaf Nona...tidak sembarang orang yang boleh menyentuh tubuh atasan saya...." kata Fikri dingin.
"Kaaauuu...." serunya kesal .
"Dikra, Fikri bawa dia keluar...." seru Rifan mulai marah. melihat kemarahan Rifan, sekertaris wanita itu segera membawa wanita itu cepat- cepat keluar.
Setelah melihat kepergian wanita itu, terlihat Rifan menatap wanita itu dengan kesal.
"Cih...dia fikir aku tidak tahu trik kecilnya.. dasar wanita murahan..." ucapnya dingin.
"Siapa dia kak...?" tanya Rosa dengan nada lembut.
"Dia putri dari direktur Chen pemilik perusahaan Chen Grup...." jawab Rifan dengan kesal.
"Sepertinya dia tadi menggodamu...?" goda Rosa.
"Bee...peluk aku dulu..." kata Rifan dengan manja.
"Kaak..." namun ucapan Rosa terhenti saat tubuh semampainya di tarik dalam pelukan Rifan.
Cukup dulu ya...jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu .
Bersambung
__ADS_1