PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. KEDATANGAN TUAN BURHAN 2


__ADS_3

"Sebenarnya aku tak ingin menyakitimu Sas...tapi kau tidak tahu diri..." ucap Rifan kesal.


Mendengar ucapan Rifan , Saskia terdiam. Sedang sang Papa melihat Vidio yang di kirim Rifan. saat melihat Vidio itu , tuan Burhan bukannya marah pada Saskia, tapi dia malah marah pada Rifan.


"Kau keterlaluan Fan.... demi untuk menolak Saskia, dan memilih gadis kampugan itu, kau berani memfitnah calon istrimu sendiri. kau memang benar - benar pria tak berhati kau Fan...!" seru tuan Burhan marah.


"Aaah.. percuma aku berhadapan dengan manusia bebal sepertimu Paman. lebih baik aku pergi saja Pa., jika aku kelamaan di rumah Papa, aku pasti akan gila sendiri, Rifan pergi Pa..." ucap Rifan sambil berjalan keluar rumah sambil membawa Rosa.


"Paman , Tante , Rosa minta Maaf ...Rosa pergi dulu ...." ucap Rosa sambil berpamitan pada tuan Alex dan Nyonya Ratih.


"Pergilah nak, ..." jawab nyonya Ratih.


"Hmm..." ucap tuan Alex sambil mengangguk kan kepalanya.


"Rifan jangan pergi....!" teriak tuan Burhan marah.


"Kak...jangan pergi ...!" Seru Saskia yang ingin mengejar Rifan.


Untunglah dua orang anak buah Rifan yang berada di rumah tuan Alex segera memblokir gerakan Saskia .


Melihat ada orang yang menghalangi langkahnya, Saskia marah. dia ingin memukul Pengawal Rifan. namun saat mendengar ucapan Rifan, Rosa terdiam .


"Kalau dia berani memukul kalian, lawan Dia dengan kemampuan kalian , kalau tangannya yang memukul, patahkan tangan nya . kalau kakinya yang menendang , patahkan kakinya . kalian mengerti...!" ucap Rifan tegas.


"Baik Bos..." jawab mereka serempak.


Setelah mengucapkan kalimat itu, Rifan membawa Rosa masuk kedalam mobilnya, dan dia segera pergi meninggalkan rumah kedua orang tuanya.


Sedangkan tuan Burhan sangat marah pada tuan Alek .


."Kau terlalu lemah pada Rifan Kak...! Dia putramu, seharusnya kau bisa menekannya..!" kata tuan Burhan dengan marah.


"Lemah...! Siapa yang lemah..apakah kau berfikir aku orang lemah dan bodoh ha... kau fikir aku Rela menikahkan anakku dengan putrimu....? maaf Han... aku bukan pria bodoh yang bisa kamu bodohi. sejak dulu aku memang tidak menginginkan Rifan menikah dengan Saskia . karena mereka masih saudara dekat, Kau itu adikku....! apalagi setelah mendengar ucapan Rifan tadi. ternyata kau tidak bisa mendidik putrimu dengan benar Han...sekarang tolong tinggalkan rumahku..." ucap tuan Alex dengan dingin.


"Baiklah kalau kau tidak ingin menikahkan Saskia dengan Rifan...Kalau kau tidak menginginkan Saskia menjadi menantumu itu tidak masalah...Tapi sekarang aku meminta padamu untuk memberikan uang padaku . karena aku butuh modal untuk menyuntik perusahaanku yang sedang bermasalah. .." kata tuan Burhan dengan tidak tahu diri.


"Ha ha ha...ternyata wajah tebal anakmu menurun dari sifatmu Han..kau tidak malu meminta sesuatu dengan begitu mudahnya...." seru tuan Alek sinis .


."Sudahlah kak...aku tidak butuh ucapanmu. aku sekarang butuh uangmu...!" teriak tuan Burhan marah.


"Kau fikir aku bodoh ya... Kau dulu sudah merampas semua aset perusahaan milik keluarga, kau kuasai semua kekayaan keluarga, hingga aku dan Kaka Iparmu harus bekerja keras untuk membangun perusahaanku sendiri. Dan kini setekah kau tahu perusahaanku berkembang dengan pesat, dengan seenaknya saja kau ingin menguasai perusahaan yang aku rintis dengan susah payah .. dan kini kau masich berani meminta uang padaku, apakah kau fikir aku terlalu bodoh untuk memberi uang padamu...!" seru tuan Alex marah.


"Ha ha ha...sudahlah kak...kau tidak usah banyak memberi nasehat padaku, aku membutuhkan uang , dan kau sebagai kakak laki- lakiku harus membantuku. Karena itu aku minta uang padamu..." ucap tuan Burhan denag wajah tenang .


"Dasar manusia serakah dan tak tahu malu, untung saja putrimu bukan menantuku ... Tidak...aku tidak akan memberikan sepeserpun uang padamu, dan aku harap kau keluar dari rumahku tanpa kekerasan..." ucap tuan Alex dengan nada dingin.


"Ha ha ha...aku tidak akan keluar dari rumah ini sebelum kau memberikan uang padaku..." jawab tuan Burhan.


"Kalau begitu terpaksa aku akan melakukan kekerasan padamu Han... Gugun, Raksa , bawa teman kalian kemari dan seret pria ini keluar dari rumahku. ..." teriak tuan Alek pada pengawalnya.


Terlihat empat orang tinggi besar masuk kedalam rumah tuan Alek. Namun sebelum mereka menyer tuan Burhan , tiba- tiba tuan Burhan bertepuk tangan dan beberapa orang tinggi besar masuk kedalam rumah .ada kira - kira dua belas orang dengan wajah seram masuk kedalam rumah.


"Jadi kau memang sudah berniat jelek padaku Han...!" seru tuan Alek dengan marah


."Ha ha ha...kau ternyata tahu kak..." jawab tuan Burhan sambil tertawa penuh ejekan.


Prok, prok, prok..


"Ternyata seperti ini sifat asli adik tercinta Papa...? aku tidak menyangka paman berani menunjukkan wajah serakah Paman di sini...!" terdengar suara dari luar pintu rumah. Mereka semua menatap kearah pintu. Terlihat Rifan dan Rosa berdiri di sana. Rifan berdiri sambil bersedekap tangan, sedang Rosa bersandar di pintu rumah sambil melipat tangan di dada. Untunglah Rosa meminta Rifan untuk kembali kerumah sang Papa.dia merasakan kegelisahan di dalam hatinya saat meninggalkan rumah tuan Alex .


"Waah kau kembali kerumah ini Fan... apakah kau datang lagi untuk menyetujui pernikahan kau dan Saskia Fan.... baguslah agar aku tidak menghilangkan nyawa kedua orang tuamu dari dunia ini..." kata tuan Burhan dengan nada senang.


"Simpan itu dalam mimpi Paman saja. sampai kapanpun Rifan tidak akan mau menerima atau menyetujui pernikahan Rifan dengan Saskia. Kami datang kemari untuk menangkap paman..." ucap Rifan dengan tenang.


"Aah...ternyata kalian itu pemimpi ya... ?Baiklah kalau kau memang mau mati lebih dulu bersama kekasihmu itu , aku akan mengabulkannya. Kalian semua tangkap dam bunuh kedua orang itu secepatnya....!" seru tuan Burhan.


"Baik tuan...!" seru mereka bersamaan.


"Gugun , Raksa jaga manusia busuk itu jangan sampai dia pergi . kalau perlu ikat mereka berdua...!" teriak Rifan sambil berlari bersama Rosa kearah halaman rumah sang Papa yang agak luas. Dia tidak mau rumah sang Papa hancur karena perkelahiam mereka. Dan tak lama terlihat Rifan dan Rosa yang di keroyok oleh dua belas orang bawahan tuan Burhan. hingga akhirnya terlihat satu persatu dari mereka jatuh tak sadarkan diri . dan kurang dari satu jam kemudian , mereka semua sudah jatuh terkapar di tanah. Para satpam dan para pembantu serta empat pengawal tuan Alex yang melihat perkelahian itu , sangat kagum dengan gerakan Rosa yang sangat lincah dan kuat. Saat semua sudah kalah, terlihat tubuh Rosa biasa saja bagai orang yang tidak melakukan perkelahian. Sedang Rifan terlihat masih meneteskan peluh di dahinya.


Begitu juga dengan tuan Alex dan nyonya Ratih. Mereka sampai bengong melihat kepandaian Rosa dalam bela diri. Tak terkecuali tuan Burhan dan Saskia. Mereka kaget dengan kepandaian yang di miliki Rifan dan Rosa.

__ADS_1


"Sialan...ternyata mereka sangat kuat.. Terang saja anak buahku tidak mampu melawan mereka..." ucap tuan Burhan dalam hati.


Rifan segera manggil sang sahabat Roy untuk datang ke rumah orang tuanya . Kini tuan Burhan dan Nona Saskia serta istri tuan burhan sudah di ikat tangannya . Tak berapa lama, terlihat mobil polisi datang kerumah tuan Alex . dam itu di bawa pimpinan mayor Roymond. Melihat kedatangan sahabatnya , Rifan segera menyambutnya.


"Fan apa kabar....?" sapa Mayor Roy pada Rifan.


"Baik...dan kau aapa kabar..?" jawab Rifan dengan nada bersahabat .


"Ada apa kok tumben lo manggil gue...dan siapa mereka yang berserakan di halaman rumah elo...?" tanya Mayor Roy .


"Mereka ingin membunuh gue dan kedua orang tua gue...." Rifanpun menceritakan kronologi kejadian yang membuat mereka harus berkelahi dengan beberapa penjahat itu , sambil berjalan masuk kedalam rumah. Saat mereka sampai di dalam rumah. Roy melihat kedua orang tua Rifan sedang duduk bersama wanita yang pernah membuat jantungnya berdebar yaitu Rosa . dan dia juga melihat seorang Pria yang sudah dia kenal yaitu tuan Burhan dan seorang gadis yang dia tahu sepupu sang sahabat Rifan, membuat Roy kaget . karena empat orang pria sepertinya sedang menjaga mereka berdua . Roy dan Rifan segera mendekati mereka . Melihat Roy masuk bersama Rifan, Rosa segera berdiri begitu juga kedua orang tua Rifan.


"Selamat Malam Om, tante...?" sapa Mayor Roy pada kedua orang tua Rifan sambil mengulurkan tangan pada tuan Alex dan nyonya Ratih .


"Selamat malam Nak Roy..." sapa tuan Alex. Sambil menerima jabatan tangan Roy.


"Selamat malam Nak Roy apa kabar..?." sapa nyonya Ratih. Roy memang sudah mengenal dekat pada kedua orang tua Rifan.


"Baik Tan...." jawab Roy dengan sopan. Dan saat dia sampai pada Rosa, Roy mengulurkan tangannya. "Apa kabar Nona Rosa...?" sapa Roy dengan lembut sambil mengulurkan tangannya. .


"Baik kak..." jawab Rosa sambil menerima jabatan tangan dari kakak sang sahabat. Rosa menyadari kalau Roy tidak mengenalnya sebagai Kanaya.


Sedangkan Rifan terlihat agak cemburu melihat tanda- tanda kalau sang sahabat sepertinya juga menyukai Rosa.


"Kalian sudah saling mengenal...?" tanya Rifan .


"Dia teman sekaligis atasan adikku si Yoyok Fan..." jawab Roy dengan tenang. Sedang Rosa menyadari wajah Rifan yang menatap mereka dengan cemburu.


"Ooo..." ucapnya pendek.


"Lo..bukannya mereka pamanmu Fan...?" tanya Roy yang memang menjadi pertanyaannya sejak dia masuk tadi.


"Benar...dan dialah otak dari kejahatan yang ingin kematian keluargaku juga kekasihku..." kata Rifan dengan wajah marah.


"Jadi dia yang menginginkan kematian dari keluargamu sendiri...?" tanya Mayor Roy tak percaya.


" Kenyataannya seperti itu Roy...dan dia juga yang merencanakan tabrak lari Mama Si Resa , sekaligus Mama angkat kekasihku..." jawab Rifan.


"Apa maksudmu tabrak lari Mama Resa..?" tanya Roy kaget. Rifan pun menceritakan masalah nyonya Safitri.


"Jadi beberapa hari yang lalu aku mendengar korban tabrak lari itu Mama si Resa...?" tanya Roy kaget.


"Iya... sekarang Mama Resa masih dirumah sakit dalam masa perawatan..." jawab Rifan .


"Lalu apa motiv mereka menabrak tante Safitri..." tanya Roy dengan wajah marah.


"Dia ingat dengan nyonya Safitri Mama dari sang sahabat yang sudah .di anggap Mama sendiri wanita paling baik dan ramah. Mana bisa mereka ini tega ingin membunuh dia.


"Mereka menabrak dan ingin membunuh dia karena ingin memancing Rosa yang mereka tidak tahu keberadaannya. " jawab Rifan .


"Rosa...? Yang kau maksud Rosa , Dia...?" tanta Roy sambil menunjuk Rosa dengan memandang pada Rosa.


"Benar...." jawab Rifan singkat.


"Kenapa mereka mencari nona Rosa...?" tanya Roy heran. Akhirnya dengan terpaksa Rifan menceritakan masalahnya pada Roy setelah membawa Roy kedalam ruang keluarga agar agak menjauh dari tuan Burhan.


"Ya ampuun...jadi semua ini hanya karena keserakahan...Intinya mereka ingin menguasai perusahaanmu...?" kata Roy dengan kaget.


" Begitulah Roy masalah yang kami hadapi. Dan sekarang aku serahkan mereka semua padamu. Dan semua bukti akan aku serahkan padamu besok..." kata Rifan .


Tapi tunggu dulu..Rosa itu memang wanitamu...?" tanya Roy meyakinkan.


"Iya, kenapa....? Apalah kau juga jatuh cinta padanya...?" tanya Rifan langsung.


"Ck kau ini...andai sainganku bukan dirimu, aku pasti akan berlomba mendapatkan dia...tapi gimana dengan penyakitmu...?" tanya Roy lagi.


"Itulah salah satu penyebab aku mencintai dia, dia tidak berpengaruh dengan penyakitku. Di dekat dia aku tidak membutuhkan obat untuk menyembuhkan penyakitku..." jawab Rifan.


"Benarkah...selamat aku ucapkan sobat...aku turut bahagaia mendengar kabar ini..." kata Roy Walaupun di dalam hatinya ada sedikit kekecewaan , tapi dia bahagia karen Rifan mendapatkan gadis yang membuat dia tidak kambuh dari penyakitnya.


"Trimakasih..." jawab Rifan. Dan Roy segera menangkap dan membawa mereka ke kantor polisi.

__ADS_1


"Nak..bagaiman bisa kalian tiba- tiba berada di sini , bukannya tadi kalian sudah pulang...?" tanya nyonya Ratih heran.


" Semua karena calon menantu Mama yang merasa cemas saat meninggalkan rumah ini. Rifan dengan cepat kembali kemari lagi, untunglah kami tidak terlambat..." kata Rifan dengan bangga.


"Sayang perasaanmu sangat peka sekali. Dan kau sangat tangguh . tante ucapkan Terimakasih sayang...." puji nyonya Ratih sambil memeluk Rosa.


" Sama- sama tan..." jawab Rosa .


" Kalau begitu kami akan kembali Ma , Pa...kasihan Mama Fitri di rumah sakit..." kata Rifan pada kedua orang tuannya.


"Pergilah...ucapkan Salam Papa pada Mama Fitri. Besok kita akan kesana..." ucap tuan Alex pada Rifan.


"Baik Pa...nanti akan Rifan sampaikan. Ayo Bee kita pergi...." Ajak Rifan.


"Baik...Tan Rosa pergi dulu..." pamit Risa pada nyonya Ratih.


"Rosa..kau harus memanggil tante dan Om dengan sebutan Papa dan Mama seperti Rifan sayang...." ucap nyonya Ratih sambil menepuk pelan punggung Rosa.


"Baiklah Ma, Pa... Risa pergi dulu Asalamualaikum ..." pamit Rosa pada tuan Alex dan nyonya Ratih sambil mencium tangan mereka di ikuti Rifan .


"Waalaikum salam, hati- hati di jalan.." jawab mereka. Tak lama terlihat mobil Rifan pergi meninggalkan rumah kediaman tuan Alex Engelo .


#####


Keesokan harinya, berita penangkapan tuan Burhan tersebar di seluruh kota. membuat pemegang saham Perusahaan Cakra Mas ketakutan, Mereka segera menjual saham mereka dengan harga rendah. dan dengan cepat, Rosa dan Rifan membeli saham itu.


Sedangkan Tuan Burhan dan Saskia sendiri terancam hukuman berat atas persekongkolan mereka untuk membunuh keluarga tuan Alex dan Rosa. tuan Burhan terancam hukuman berat, sedang Saskia terancam hukuman selama lima tahun .Sedang istri tuan Burhan terbukti tidak bersalah. dan dia dibebaskan dari tuntutan hukuman .Karena kebangkrutan perusahaan dan hutang menumpuk, akhirnya perusahaan dan saham keluarga terjual .dan perusahaan itu jatuh ketangan Rifan. dan mayoritas terbesar pemilik saham adalah Rifan dan Rosa. dan saat rapat pemegang saham Rifanlah pemegang saham yang paling besar. dan otomatis dialah yang jadi CEO perusahaan Cakra Mas.otomatis Perusahaan CM di bawah naungan EKG .


Setelah CM berada di bawah EKG dalam tiga bukan, perusahaan itu kembali berkembang dengan pesat. duo Rifan dan Rosa sangat berperan dalam perkembangan perusahaan itu. perusahaan yang bergerak dalam bidang penjualan, pembuatan, serta disaiin perhiasan mewah itu serta dalam bidang perhotelan dan pengelolah tempat pariwisata itu melejit dengan cepat. Melihat perkembangan. perusahaan CM yang cepat berkembang membuat para pemilik saham yang telah menjual saham mereka merasakan penyesalan di dalam hati mereka.


Haripun tak terasa cepat berlalu. Rosa yang di sibukkan dengan Pekerjaan hampir lupa akan niatnya untuk kembali melanjutkan sekolah kedokterannya. Dan dia segera mendaftarkan kembali dirinya kekampus tempat Rosa kuliah. Dia melanjutkan kuliahnya yang sempat terputus . Setelah menyelesaikan urusan kampus, dia segera kembali kekantornya


Saat dia sampai di kantornya, baru saja dia duduk di kursi kerjanya, tiba- tiba terdengar dering ponsel miliknya. Rosa segera mengambil ponselnya. terlihat nama Yujin di layar ponselnya.


" Halo Yujin apa kabar...?" ucap Rosa menyapa Yijin yang kini berada di Amerika.


"Baik Kai...kau baik juga kan ...?" jawab Yujin terdengar senang.


"Syukurlah, aku sehat selaku Yui...lalu gimana keadaan Paman dan tante ...?" tanya Rosa lagi.


"Mereka baik- baik saja kok Kai... Oh ya Kai...aku menelfonmu karena aku mendapatkan berita tentang Papa temanmu Kai..." ucap Yujin yang membuat Rosa kaget sekaligus bahagia.


"Benarkah... kalian telah menemukan Om Sio kah...?" tanya Rosa antusias.


"Kami sudah mendapatkan pria yang mirip dengan foto yang kau berikan pada kami, dan dia sekarang sudah bersama kami disini...." kata Yujin lagi.


"Maksudnya , kalian telah membawa Om Sio ke markas ...?" tanya Rosa dengan wajah gembira.


"Iya...tapi kami belum tahu, apakah dia pria yang kau cari. dia sekarang ada di rumah sakit milik tuan Whang..." ucap Yujin yang membuat Rosa kaget.


"apa maksudmu...? apakah Om Sio sakit Yui...?" tanya Rosa cemas.


"Nanti akan aku ceritakan pada dirimu, karena itu datanglah Kau bersama temanmu kemarkas . kalian bisa melihat, apakah dia benar- benar pria yang kalian cari atau bukan...!" seru Yujin dari sebrang .


"Baiklah, kami akan pergi kesana, dan tolong rawat dia sampai kami datang Yui..." kata Rosa dengan cemas .


"Jangan khawatir Kai...aku pasti akan menjaga dia dengan baik.." jawab Yujin menenangkan Rosa .


"Kalau begitu aku akhiri dulu percakapan kita, aku akan segera mengurus pemberangkatan kita kesana..." kata Rosa lagi.


"Baik...aku tunggu kedatanganmu..." ucap Yujin dengan lembut.


Setelah selesai berbicara dengan Yujin, Rosa segera menelfon Nindi . Dia menyampaikan berita dari Yujin yang ada di Amerika . mendengar ucapan Rosa, Nindi sangat bahagia.


"Tapi kau jangan terlaku bahagia dulu Di... aku takut kita akan kecewa. Aku takut dia bukan Om Sio..." kata Rosa pada Nindi.


"Baik Ros...aku tidak akan terlalu bahagia, tapi semoga semua itu menjadi kebenaran...." harapan Nindi.


"Semoga Di..." jawab Rosa.


Setelah memberi nasehat pada Nindi, Rosa mengakhiri panggilannya.

__ADS_1


Maaf jika banyak typo . jangan lupa like, vote, dan komennya author tunggu.


Bersambung


__ADS_2