PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. KESEDIHAN TUAN HARTANTO


__ADS_3

Rosa masuk kedalam ruang rawat tuan Hartanto sendirian . Ketika sampai di dalam kamar, terlihat tuan Hartanto sedang berbaring dengan wajah sedih.


Ketika melihat Rosa masuk dia berucap.


"Rosa...kemarilah nak..." ucapnya sambil melambaikan tangannya.


" Kakek...ada apa...?" kata Rosa . Dia dengan cepat berjalan kearah tuan Hartanto yang menatapnya dengan wajah sedih.


"Ada apa kek... Kakek jangan berfikir terlalu berat, nanti penyakit jantung kakek kambuh lagi . katanya mau pulang... ?Kalau seperti ini mana bisa pulang kek?"


Kata Rosa sambil membelai tangan tua yang sedang memegang tangannya ,dan menatap Rosa dengan wajah sedih .


"Nak...maafkan kakek ya..kakek bodoh, andai saat itu kakek tidak terlalu sibuk . pasti kejadian ini tidak akan terjadi. Pasti Bundamu dan Ayahmu masih hidup bersama kita, kakek tidak pernah menyangka kalau tante Tikamu berhati jahat seperti itu..." kata tuan Hartanto dengan wajah sedih.


"Kek...sudahlah kek... jangan di fikir lagi...semua ini sudah takdir dari Tuhan untuk kehidupan Rosa. Kita tidak boleh menyesalinya. Kalau sudah jalan ini yang harus Rosa temui. Rosa tidak akan bisa mengelak dari takdir Rosa . Jadi Rosa harap , kakek tidak boleh berfikir sedih lagi Ya.. ?" hibur Rosa .


"Andai kakek tahu apa yang terjadi pada Rosa...apa yang akan mereka lakukan pada keluarga Danar Anggoro.." kata Rosa dalam hati .


"Trimakasih sayang...kau ternyata memiliki fikiran yang bijak. Kakek bangga padamu nak..." kata kakek Hartanto dengan wajah bahagia.


"Nah gitu dong...itu baru kakek Rosa..." goda Rosa pada tuan Hartanto.


"Baiklah agar mereka yang di luar tidak khawatir, akan aku suruh mereka masuk ya kek..." kata Rosa.


"Tunggu nak... Kakek ada satu permintaan padamu dan kau tidak boleh menolaknya. ..." kata tuan Hartanto sambil menahan tangan Rosa agar tidak berdiri.


"Apa itu kek...?" tanya Rosa.


"Kau harus mau menerima tanah yang ada di dekat proyekmu itu, itu tanah milik Bundamu.." kata tuan Hartanto.


"Tidak kek...Rosa tidak ingin masalah tanah akan menjadi panjang. Lebih baik ijinkan saja Rosa membelinya.." kata Rosa menolak pemberian tanah itu. Dia tidak ingin ada yang merasa di rugikan saat tanah itu diserahkan padanya.


"Tidak, tidak...tanah itu memang sudah menjadi hak dirimu. Karena tanah itu milik Bundamu Galuh pemberian dari kakek..." ucap tuan Hartanto.


"Kakek...bagaimana kalau nanti ada yang tidak rela tanah itu di berikan pada Rosa...Rosa hanya tidak mau ada pertengkaran di dalam keluarga lagi kek..." jawab Rosa.


"Anak baik...bagaimanapun itu warisan ibumu. Kaulah yang harus menjadi Ahli waris milik Bundamu. Jadi tidak ada yang akan protes masalah ini lagi. Kalau masih ada yang protes, biar kakek sendiri yang menghadapi mereka.. " jawab kakek Hartanto . Terlihat wajah tua itu menatap Rosa dengan tegas.


"Baiklah kek... Rosa akan menerima pemberian kakek, asal semua orang menyetujuinya..." jawab Rosa .


"Serahkan semua itu pada kakek sayang.." ucap tuan Hartanto dengan wajah bahagia.


"Ya sudah sekarang Rosa mau keluar, dan bilang pada mereka untuk masuk, agar mereka tidak cemas lagi ya kek..." ucap Rosa pada tuan Hartanto.


"Baik.. Tapi jangan kau biarkan Tantemu Tika masuk..." kata tuan Hartanto. Dan terlibat dia kembali sedih.


"Jangan khawatir kek...tante Tika sidah di suruh pulang oleh paman Sandy, dan dia tidak di perbolehkan mendekati kakek sebelum kakek sendiri yang memanggilnya. Sekarang kakek jangan sedih lagi dong.. " kata Rosa sambil mengusap tangan tuan Hartanto . Melihat tingkah Rosa yang terlihat manja , tuan Hartanto bahagia. Dia teringat dengan sikap Galuh semasa remaja . jika dia akan meminta sesuatu darinya, Dia akan bersikap seperti Rosa saat ini.


"Kau mirip sekali dengan sikap Bundamu nak..." ucap tuan Hartanto.


"Tentu saja kek...bukankah Rosa putri Bunda Galuh..."jawab Rosa sambil tertawa .


"Ya sudah Rosa keluar dulu kek..." kata Rosa lagi.


"Pergilah..." jawab tuan Hartanto .


Rosa segera keluar memberitahukan pada semua orang yang ada di luar ,kalau mereka sudah boleh masuk kedalam ruangan. Mereka segera masuk keruang rawat tuan Hartanto. Setelah bercengrama beberapa saat, Rosa berpamitan akan pulang.


"Kek...Rosa pulang dulu ya.. Sebab Rosa banyak pekerjaan yang harus Rosa kerjakan kek..." kata Rosa .


"Tapi kau besok akan kemari kan... " kata tuan Hartanto seolah enggan berpisah dengan Rosa.


"Apakah kakek jadi pulang besok...?" tanya Rosa.


"'Tentu saja nak... Kakek sudah tidak betah tinggal disini..." ucap tuan Hartanto .


"Baiklah kalau besok Kakek pulang , Rosa akan mengantar kakek sampai di rumah , tapi besok Rosa akan pergi ke proyek dulu ya kek..." kata Rosa.


"Iya..tapi jangan siang- siang ya sayang..." kata sang kakek.


"Baik kek..kalau begitu Rosa pamit pulang kek...." kata Rosa sambil mencium tangan tuan Hartanto , di ikuti ketiga temannya. Rosa juga berpamitan dengan Paman dan tantenya. Juga dengan suami nyonya Tika dan Putrinya. Namun Mahardika tiba- tiba berseru .


"Ros tunggu...aku juga mau pulang. Kek Dika juga mau pamit. Sebab besok Dika harus kekantor pagi- pagi sekali..." kata Mahardika ikut berpamitan.


"Kak aku ikut...kek maaf Yuda juga akan pulang dulu..." kata Yuda ikutan


pulang.


"Kau ini... ikut- ikutan mau pulang ..."kata Mahardika.


"Dik..kalau kau mau pulang , adikmu sekalian kau bawa pulang..." kata tuan Sandy pada Mahardika .


"Iya kak...aku ikut pulang dengan kalian saja, ..!" seru Lira sambil berdiri dari duduknya .


"Baik Pa...." jawab Mahardika .


Mereka segera berpamitan pada tuan Hartanto , tuan Sandy, tuan Anton dan juga nyonya Rahayu. Saat mereka melewati Tantri, Mahardika berucap.


"Besok datanglah ke rumah kakek, kita akan berkumpul di sana..." ucapnya sambil menepuk pundak Tantri .


"Baik kak..." jawab Tantri sambil tersenyuman pada mereka . Mereka masih dapat melihat wajah sedih Tantri .


Mereka berjalan mendekati Rosa . Melihat para sepupu barunya pada pulang Rosa berucap.


"Apa kalian tidak menunggui kakek...?" tanya Rosa.


"Ada Papa dan Tante Rahayu yang akan menunggui kakek, aku besok harus masuk pagi kekantor.." jawab Mahardika. "Bukannya Paman Sandy juga kekantor.?" tanya Rosa .


"Papa bisa bwranfkat agak siangan, sedang aku ada yang mesti aku lakuakan..." jawab Mahendra.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu kita pylang sekarang... Paman Risa pulang dulu..." kata Rosa kembali beroamitan oada Sandy ..


"Hati- hati di jalan nak..." kata Paman Sandy sambil mengusap kepala Rosa yang berada di depannya.


"Baik Paman , Assalamualaikum." pamit Rosa .


"Waalaikum salam.." jawab tuan Sandy . Rosa bersama ketiga sahabatnya dan para sepupunya segera meninggalkan Rumah sakit. Mereka menaiki mobil mereka masing- masing.


"Ros...kau tinggal di hotel...?" tanya Mahardika.


"Iya kak...kami tinggal di hotel, karena mes karyawan tidak memungkinkan untuk kami tinggal..." jawab Rosa ramah.


"Kenapa kalian tidak tinggal di rumah kakek saja, di sana masih banyak kamar yang kosong.." kata Mahardika.


"Rencananya setelah kakek pulang nanti . sebab kakek meminta Rosa dan kawan - kawan tinggal di sana..." ucap Rosa.


'Kalau begitu aku akan meminta Mama untuk tinggal sementara di sana..." seru Lira bahagia.


"Kalau memang mau tinggal di sana. kenapa mesti meminta Mama juga tinggal sich dek..." kata Mahardika sambil memukul pelan kening sang Adik .


"Ha ha ha...benar juga.." jawabnya Bodoh.


"Ya sudah ayo kita pulang..." ucap Rosa sambil berjalan masuk kedalam mobilnya. begitu juga dengan ketiga sepupunya yang juga masuk kedalam mobil mereka sendiri . tak lama terlihat dua mobil milik Rosa dan Mahardika keluar dari rumah sakit tempat tuan Hartanto di rawat.


Namun saat mobil mereka berada sekitar satu kilo meter dari rumah sakit, tiba - tiba sebuah mobil hitam tanpa plat mobil memepet mobil milik Rosa dan menghalangi jalannya. Asep segeramenghentikan laju mobil Rosa yang memang tidak terlalu kencang. sedangkan Mahardika dan Yuda serta Lira yang berada di mobil Mahardika terkejut melihat mobil yang di kemdarai Rosa di pepet dan di hadang sebuah mobil hitam . dan ternyata bukan hanya satu mobil , . tak lama terlihat satu mobil lagi datang dan berhenti di sebelah mobil pertama yang menghadang mobil Rosa. karena memang sudah larut malam, keadaan di jalan terlihat sepi. tak lama terlihat sembilan orang pria kekar keluar dari dua mobil itu. mereka menghampiri mobil Rosa. Melihat kejadian itu, Mahardika segera menghentikan mobilnya .


"Keluar...!" seru salah satu dari mereka.


Rosa dan kawan- kawan terlihat keluar dari dalam mobil dengan tenang . Sedangkan Mahardika dan Yuda kaget.


"Kak...ada apa itu...siapa mereka...?" kata Yuda cemas.


"Entah...aku akan kesana dan kau jaga Lira..." kata Mahardika pada Yuda.


"Aku juga akan kesana kak...!" seru Yuda.


"Tdak...kalau kau kesana siapa yang menjaga Lira. lagian coba kita lihat, mereka berempat terlibat sangat tenang menghadapi mereka semua..." ucap Mahardika.


"Benar katamu kak.. bukankah dua orang itu pengawal Rosa...?" kata Yuda lagi.


Sedang di tempat Rosa , terlihat Mamat dan Asep sedang berbicara dengan para penjahat itu.


"Serahkan gadis yang bernama Rosa pada kami...!" seru salah satu dari mereka . sepertinya dia kepala penjahat itu.


"Nona Rosa...? siapa kalian...?" tanya Mamat.


"Tidak perlu tahu siapa kami. manusia seperti kalian akan takut mendengar nama kami, sekarang serahkan saja gadis itu pada kami...!" ucap pria itu dingin .


"Ha ha ha...apa sekgampang itu kalian meminta Bos kami..? kalau kalian mampu silahkan ambil..." kata Asep dengan tenang .


"Sombong... seberapa besar kekuatan kalian, apakah kalian mampuh melawan kami sembilan orang..." kata Pria itu.


"Baik Bos kalau itu mau lo..." kata Asep dengan wajah tenang.


"Apakah tidak butuh bantuanku Ros...?" kata Johan.


"Oo..kau ingin olah raga juga...? boleh.." kata Rosa sambil tersenyum.


Rosa segera berjalan kedepan bersama Johan. sedangkan Asep dan Mamat melangkah kebelakang sambil tersenyum mengejek.


"Rasakan kekuatan Bos kami ...kalian yang meminta di sakiti..." ucap Mamat dalam hati.


"Ha ha ha...rasakan tendangan Bos Rosa hey para penjahat. " seru Asep dalam hati.


"Kalian ingin menangkapku...? silahkan kalau kalian bisa...!" kata Rosa dingin.


"Ha ha ha...ternyata gadis itu cantik sekali Bos...kalau bisa jangan di bunuh . biar dia menjadi penghangat ranjang kita..!" seru salah satu dari mereka.


"Benar Bos...gue belum pernah melihat gadis secantik itu di kota ini...!" seru yang lain.


"Baik...akan kuturuti permintaan kalian. Hai gadis...kami tidak akan membunuhmu , asalkan kau mau mengikuti kami dan mau menjadi teman tidur kami...!" kata pria yang di panggil Bos oleh mereka.


"Dalam mimpi kalian...! kalian fikir kalian mampu menangkapku ...?" kata Rosa dengan tenang .


"Jangan Sombong nak...kau hanyalah seorang gadis. kalau hanya untuk menangkapmu cukup salah satu dari kami , mampu kami lakukan ...." ucapnya dengan nada suara mengejek.


"Benarkah. kalau begitu boleh silahkan..!" kata Rosa dingin.


"Ternyata kau sombong juga Nona.. Baiklah kita lihat sejauh mana kau mampuh melawan anak buahku. Sarpan...tangkap dia...!" seru pria itu pada salah satu anak buahnya.


"Baik Bos..." kata laki- laki yang berdiri tidak jauh dari Rosa. pria itu siap- siap menghadapi Rosa. dan Rosa hanya diam saja melihat tingkah pria itu.


"Jangan sombong Nona... kau akan merasakan tinjuku..." seru pria itu sambil mulai menyerang Rosa. namun beberapa detik kemudian dia sudah tergeletak pingsan di tanah. Sedang Rosa masih berada di depan mereka sambil melipat tangan di dadanya.


"Pria seperti itu yang kau katakan sangat hebat...?" ejek Rosa. semua penjahat hanya Bisa terpanah melihat peristiwa itu. bukan hanya penjahat, tapi ketiga sepupu Rosa terdiam dengan mulut melongo.


Setelah beberapa saat kemudian, para penjahat itu tersadar.


"Brengsek...ternyata dia tangguh juga. Ayo kita lawan dia bersama- sama...!" seru kepala penjahat itu. Akhirnya mereka melawan Rosa dan Johan bersama- sama. Hanya memerlukan beberapa menit saja, mereka tumbang semua.


"Ya ampuun...hanya segini saja kekuatan kalian...? kalian memalukan sekali . badan saja yang gede, tapi kekuatan tidak ada...!" seru Rosa sambil menendang tubuh si kepala penjahat.


"Sekarang katakan padaku siapa yang menyuruh kalian membunuhku...?" seru Rosa sambil berjongkok di dekat si kepala penjahat yang hampir pingsan .


"Ny...nyonya.. Ti...tika da..dari... ke .. keluarga Hartanto ..Nona...!" kata Pria itu terbatah - batak . Mendengar ucapan para penjahat, Rosa tertawa. sedang Mahardika yang sudah turun bersama kedua saudaranya terkejut mendengar penjahat itu menyebut nama nyonya Tika.


"Apaaa...tante Tika..?" seru mereka bersamaan.


"Aku sudah menduganya... gue fikir dia akan melakukannya dengan tidak terburu- buru...ternyata dia sudah tidak sabar melihatku mati...!" ucap Rosa dengan dingin .

__ADS_1


"Apa maksudmu Ros...!" tanya Mahardika


"Aku sudah mengira kalau dia bakal melakukan ini...tapi gue tidak menyangka dia melakukan itu dengan cepat..." kata Rosa datar.


"Kenapa kau bisa berfikiran seperti itu..?" tanya Mahardika lagi .


"Tentu saja mudah di tebak..terhadap kakak kandungnya sendiri yang sabar dan mengalah saja dia berani melakukan itu, apalagi denganku yang dia anggap orang luar , Dan dia tahu kalau aku putri dari wanita yang dia anggap musuhnya.." kata Rosa.


"Ya ampun tante Tika...kenapa sejahat itu... untung Rosa pandai sekali bela diri. kalau tidak, mungkin dia sudah berakhir sekarang..." ucap Lira tak percaya .


"Jangan cuma segitu Non Lira...Kalau hanya Dua puluh orang seperti itu, Bos Rosa masih sanggup menghadapi sendiri..." kata Asep yang membuat kaget para sepupu Rosa.


"Yang Bener Sep....?" kata Yuda.


"Beneran.... untuk Apa kami berbohong....." jawab Asep .


"Jangan berlebihan Sep...!" seru Rosa jengah.


"Nona pernah bertarung dengan pengeroyokan lebih dari dua puluh orang. dan dia hanya menghadapi sendirian, sebab kami terlambat datang..." kata Johan membenarkan.


"Gila...ternyata saudaraku seorang yang kuat..." kata Lira menyela.


"Dia seorang guru beladiri ..kami berguru pada dia..." kata Mamat.


"Yang bener Ros..!" seru Yuda tampak bangga.


"Aah sudah- sudah... jangan membahas itu lagi..mau kita apakan penjahat itu.." kata Rosa mengalihkan pembicaraan mereka.


"Kita laporkan pada polisi saja...!" seru Yuda.


"Apa kita punya bukti...?" kata Rosa.


"Aku sudah merekamnya..." jawab Yuda.


"Tapi ini menyangkut tante Tika...dia masih saudara kita..." kata Rosa .


"Kita tetap melaporkan ini pada pihak yang berwajib. masalah tante Tika kita lihat saja nanti..." ucap Mahardika yang sejak tadi hanya diam saja. dia hanya memandang Rosa dengan sinar kekaguman tanpa bisa di sembunyikan.


"Baiklah, kalau begitu kau hubungi pihak yang berwajib. kata Rosa sambil memandang mereka yang pada pingsan karena pukulan dari dia dan Johan. mereka sengaja memukul pada daerah yang membuat mereka jatuh pingsan.


Terlihat Mahardika menelfon polisi. tak berapa lama dua mobil posisi datang. satu mobil polisi dan satu mobil tahanan.


tiga orang polisi keluar dari mobil itu. dan dua orang keluar dari mobil tahanan.


"Mahardika...inikah para penjahatnya...?" tanya salah satu dari polisi itu yang bertanya pada Mahardika saat melihat Dia.


"Benar Yus...mereka tadi ingin membunuh saudaraku..." jawab Mahardika.


"Dan kalian melumpuhkan mereka...?" tanya Polisi itu yang ternyata teman dari Mahardika .


"Bukan kami...tapi mereka berdua..." jawab Mahardika sambil memunjuk Rosa dan Johan .


"Apaa...!' seru polisi itu dan teman- temannya kaget .


"Kami memiliki Videonya dan kalian bisa melihatnya..." ucap Yuda.


"Kak Yuda...apa nggak bisa ya kalau Vidio itu nggak usah di perlihatkan...?" kata Rosa yang merasa malu.


"Tidak bisa Nona... itu merupakan barang bukti...Dika, memangnya siapa mereka...?" tanya Yusril nama sang polisi.


"Dia saudaraku dan teman- temannya..." kata Mahardika.


"Nona...kenalkan aku Yusri teman Mahardika.." ucap polisi itu sambil mengulurkan tangannya. Melihat tingkah temannya, Mahardika hanya bisa menatap Yusril dengan kesal. dia sudah tahu kalau sahabatnya si Yusril mulai tertarik pada Rosa.


"Rosa..." jawab Rosa.


Yusri menyapa mereka satu persatu. Setelah berbicara sebentar, mereka memasukkan para penjahat ke dalam mobil tahanan dan membawa mereka pergi ke kantor polisi.


"Kalian akan kami panggil kekantor polisi sebagai saksi ..." ucap Yusril .


"Baik kami akan kesana..." kata Mahendra. tak lama para polisi itu pergi dari tempat itu. setelah imelihat mobil polisi pergi, Rosa berpamitan .


"Kak...Rosa pergi dulu ya... Asalamualaikum..." kata Rosa sambil melangkah masuk kedalam Mobil di ikuti Para sahabatnya.


"Waalaikum salam, jangan lupa besok menemani kakek pulang dari Rumah sakit..." kata Mahendra sambil menatap Rosa yang masuk kedalam mobil .


"Rosa ingat kak..." jawab Rosa.


Mereka segera meninggalkan tempat itu.


Mahardika melihat kepergian mobil Rosa hingga hilang di kejauhan.


"Kak ayo kita pulang...!" setu Yuda yang sudah berada di dalam mobil. Akhirnya Mahardika segera masuk kedalam mobil miliknya. Mereka segera meninggalkan tempat itu. Mahardika masih terbayang- bayang kejadian yang dia lihat tadi. gerakan Rosa yang begitu cepat dan kuat bagai terpatri di dalam benaknya.


"Kak...saudara kita si Rosa sangat hebat dan kuat ya...aku tak menyangka di dalam tubuh yang terlihat lemah dan anggun itu, terdapat kekuatan yang sangat hebat. aku seperti tak percaya ketika dia dan temannya melawan delapan orang itu hanya dalam hitungan menit untuk mengalahkan mereka..." kata Yuda dengan nada kagum.


"Aku malah lebih kagum dengan gerakan gerakan Rosa yang mengalahkan penjahat yang pertama tadi...aku tidak melihat gerakannya yang cepat. tahu - tahu pria itu jatuh pingsan..." kata Lira dengan kagum.


"Aku juga melihat itu..." jawab Mahardika.


"Apakah kita akan menceritakan semuanya pada Kakek...?" tanya Yuda.


'Kita tanya pada Papa dan mamamu dulu..." kata Mahardika lagi.


"Baik...kita akan menveritakan ini pada mereka besok .." jawab Yuda.


Maaf sampai di sini dulu ceritanya ya... jangan lupa like, vote, dan Komennya aku tunggu. dan maaf author up date agak lama karena tiba- tiba akun author tiba- tiba hilang . 🙏🙏🙏


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2