
Pagi itu Johan pergi ke kantor agak pagian, karena dia harus pergi ke kota B untuk menemui klian. Sambil menunggu waktu menunggu Setyo yang akan pergi bersamanya , Dia mengerjakan beberapa pekerjaan yang ada di atas mejanya. Tiba- tiba terdengar dering suara ponselnya. Dengan malas dia mengambil ponsel yang ada di atas meja. Terlihat nama Gilang di layar ponselnya. Dia segera menerima panggilan itu.
"Assalamualaikum Lang..." ucap Johan pada Gilang.
"Waalaikum salam Jo...Jo cepat kau hidupkan TV elo..." terdengar suara Gilang yang terlihat ada nada gembira .
"Memangnya ada apa...?" tanya Johan, namun dia bangun juga dari duduknya dan berjalan ke arah sofa.
"Cepatlah kau lihat berita di saluran 7. Ada berita yang akan membuat kita puas..." seru Gilang gembira.
"Berita...berita apa...?" tanya Johan . namun tak urung dia menghidupkan juga TV yang ada di ruangannya.
" Kau akan tahu setelah kau hidupkan TV lo..." seru Gilang. Dan saat johan menghidupkan TV dan melihat berita di saluran 7 betapa kaget sekaligus bahagia. Di layar TV terlihat puluhan anak buah geng Kroya terlihat terbunuh di sebuah rumah besar . dan Johan tahu kalau itu rumah Robet si kepala geng Kroya. Yang akan mereka serang setelah masalah tuan Sio selesai .
Reporter TV mengatakan kalau semalam terjadi perkelahian antar geng yang menewaskan berpuluh orang . dan di duga perkelahian itu karena perebutan lahan kekuasaan.
"Gimana Jo...bukankah itu rumah Robet...?" kata Gilang sambil tertawa senang.
"Ha ha ha...siapa yang telah membantu kita dalam menghukum si brengsek itu..?" kata Johan dengan gembira.
"Siapapun dia , kita harus salut pada mereka. Mereka telah membantu kita mengurangi manusia jahat di Negara ini..." ucap Gilang di sela tawanya.
"Apakah Robet tertangkap juga...?" tanya Johan.
"Entahlah...di dalam berita tadi kenapa tidak di beritahukan juga berita tentang sang pemilik rumah..tapi gue akan mencari informasinya..." kata Gilang.
"Bagus Lang... Oh ya..apa Bos Rosa sudah tahu tentang ini...?" tanya Johan.
"Belum tahu...gue baru lihat berita tadi, dan langsung ngasih kabar ke elo..." jawab Gilang.
Namun percakapan mereka terhenti saat terdengar ketukan di daun pintu ruangan Johan.
Tok tok tok...
" Masuk..." ucap Johan .
Tak lama terlihat Setyo masuk kedalam ruangan.
" Jo..kita berangkat sekarang...?" tanya pria gagah itu saat melihat sang teman duduk di sofa.
"Iya... Lang udah dulu, Setyo sudah datang, gue segera berangkat..." ucap Johan pada Gilang. Dan Gilang tahu kalau Johan akan pergi ke kota B bersama Setyo.
" Iya..hati- hati di jalan.." kata Gilang.
" Assalamualaikum..." ucap Johan mengakhiri percakapan.
"Waalaikum salam..." Balas Gilang.
Johan pun segera memasukkan ponselnya kedalam tas kerjanya yang akan dia bawa. Tak lama terlihat Johan keluar dari ruangannya. Dan tak berapa lama terlihat mobil Johan keluar dari perusahaan KAG .
Di kantor perusahaan EKG terlihat Rifan sedang berbincang dengan Dikra dan Fikri. Mereka terlihat serius dalam berbicara.
" Apakah manusia sialan itu sudah kalian masukkan kedalam ruang eksekusi..." kata Rifan datar.
" Sudah Bos...dia masih dalam keadaan tak sadarkan diri..." jawab Dikra.
"Berapa orang anak buah kita yang jadi korban..?" tanya Rifan lagi.
" yang meninggal dua orang Bos..dan yang terluka ada delapan orang.." jawab Fikri.
"Kuburkan mereka dengan layak, dan beri santunan pada keluarganya, jika memiliki anak , beri mereka biaya sekolah mereka sampai mereka tamat sekolah. Untuk yang sakit apakah kalian sudah membawanya kerumah sakit kita...?" kata Rifan sambil memandang mereka berdua.
"Sudah Bos...kami menaruh mereka di rumah sakit milik Bos Rifan..." kata Dikra melaporkan.
"Ya sudah, sekarang awasi paman Burhan. Laporkan segala apa yang dia lakukan. Dan cari tahu semua rekan bisnisnya, kita akan menekan Rekan bisnisnya agar keluar dari perusahaan itu.. sudah cukup aku membuat dia tidur dengan tenang dan nyaman..." kata Rifan lagi.
"Baik Bos kami akan lakukan itu..." kata Dikra lagi .
" Dik apa ada kabar dari Nona Rosa..." tanya Rifan pada Dikra.
" Masih belum ada Bos..." jawab Dikra. Terlihat wajah Rifan semakin dingin.
"Apakah kau sudah menyelidiki masalah kematian Nona Kanaya...?" tanya Rifan pada Dikra .
"Nona Kanaya..? Aah...putri tuan Rendra Bos...?" kata Dikra .
" Hmm..." Rifan hanya menjawab dengan gumaman.
"Sudah Bos...gadis itu meninggal karena mobilnya masuk ke jurang di jalan menuju puncak. Mobil gadis itu meledak. Dan saya mendapat informasi saat mobil gadis itu jatuh. Ada dua mobil berada di atas jurang. Namun entah kenapa masalah Nona Kanaya di anggap kecelakaan biasa karena kelalaian pengemudi.." ucap Dikra . Mendengar ucapan Dikra terlihat wajah Rifan semakin dingin .
" Selidiki wanita yang bernama Mirna..." kata Rifan lagi.
"Maksud Bos Rifan Mirna si artis itu...?" kata Fikri menyela.
" Ya..." jawab Rifan pendek.
__ADS_1
"Waah soal si Mirna banyak banget Bos... Kalau nggak salah dalah salah satunya adalah masalah perselingkuhannya dengan suami Nona Rosa, yang saat itu menghebokan dunia maya, bukankah beberapa bulan setelah itu, Anda menyuruh saya menyelidiki masalah Non Rosa, namun wajah nona Rosa tidak seperti sekarang ini , tidak secantik saat ini..." kata Fikri yang membuat Rifan mendongakkan wajahnya dan menatap Fikri.
" Apa maksudmu...?" tanya Rifan kaget.
" Apa Bos lupa informasi soal Nona Rosa yang dulu kau suruh kami mencarinya...? Dan kami memberikan Vidio itu padamu Bos..." kata Fikri lagi.
" Coba kau cari lagi Vidio itu...dan sekarang kau cari kembali informasi soal dia.." perintah Rifan lagi.
"Ini saya masih menyimpan Vidio itu dan kabar terakhir Nona Mirna, selama beberapa bulan ini tidak terdengar Bos..." jawab Fikri.
Dia segera memberikan Ponselnya pada Rifan. Dan Rifan segera melihat Vidio yang ada di ponsel milik Fikri. Vidio di mana Rosa masih memakai kacamata dan di mana dia di aniaya oleh Danar sang suami. Dan percakapan yang terlihat sangat menyakitkan hati siapapun yang melihatnya. Di mana di situ Rifan melihat Rosa sedang di anianya Danar dan Mirna. Setelah melihat Vidio itu. Terlihat wajah Rifan sedih dan menyandarkan punggungnya di sandaran sofa. Dia terdiam cukup lama, dan tak lama dia menyuruh kedua sahabatnya keluar dari ruangan nya.
"Dik ..sebenarnya ada apa dengan Bos Rifan...?" tanya Fikri pada Dikra ketika mereka kembali keruangan mereka.
"Aku juga nggak tahu Fik...semenjak nona Rosa datang keruangan Bos Rifan yang terakhir kali. Sikap Bos Rifan sangat berubah. Dia kini semakin dingin , sangat tegas dan kejam , tapi aku malah lebih suka dia seperti itu..." jawab Dikra.
"Benar...dulu saat mendengar kalau pamannya yang sengaja ingin membunuhnya, dia hanya mengatakan biarkan saja dulu,..gimana juga dia masih pamanku, dan Aku juga masih hidup kan..." ucap Fikri sambil menirukan suara dan gaya Rifan saat mengatakannya.
"Benar, benar...aku juga masih mengingatnya..." kata Dikra sambil tertawa. Dua tertawa melihat tingkah Fikri yang meniru gaya Rifan dengan Alay.
"Tapi kini..sikapnya telah berubah,.. entah apa yang terjadi , Dia dengan tegas bertindak menghabisi geng itu. Bukankah kita yakin kalau kelompok itu yang telah di sewa tuan Burhan untuk membunuh Nona sulung..." kata Fikri.
"Fik...aku yakin semua ini ada hubungannya dengan Nona Rosa. Kau lihat sendiri . semenjak terakhir Nona Rosa kemari, dia tidak muncul dan entah pergi kemana. Aku yakin semua yang terjadi ada hubungannya dengan Nona Rosa..." kata Dikra perlahan.
"Yaa...aku juga berfikir seperti itu Dik... Aku yakin ini ada hubungannya dengan nona Rosa..." jawab Fikri.
Tak terasa mereka telah sampai di depan ruang kerja mereka.
"Dik..kita kerjakan tugas yang dia suruh secepatnya. Kalau tidak aku khawatir singa itu akan murka..." ucap Fikri sambil tertawa.
"Lo jangan keras- keras berbicara, jika dia mendengar, kau bakalan tidak akan bisa datang menemui Bela..." kata Dikra pada Fikri. Bela adalah kekasih Fikri yang kesekian kalinya. Fikri pria tampan yang merupakan tangan kanan Pemilik perusahaan EKG , siapa yang tidak tahu itu . Pria mapan dan tampan itu menjadi incaran para wanita cantik di ibukota. Sedang Dikra pria tampan namun sangat pendiam dan dingin hampir sama dengan sang Bos besar . dan dia masih belum memiliki kekasih .
"Benar apa yang kau katakan Dik, kalau begitu ayo kita bekerja..." ucap Fikri ketakutan , Mereka segera masuk kedalam ruangan mereka. Fikri masih bisa mendengar Dikra yang menertawakan dirinya yang ketakutan .
Sedang di belahan negri yang lain . seorang gadis cantik terlihat fokus pada komputer di depannya. Dia sedang berselancar di dunia maya. Sudah semalaman dia belum tidur, Dia hanya istirahat untuk solat, sesudah itu dia akan kembali kedeoan komputernya , karena dia masih asyik mencari apa yang sedang menjadi masalah buatnya . Tak berapa lama terlihat wajahnya ceriah, dia tersenyum bahagia.
"Roooon....!" serunya bahagia.
Roni yang saat itu sedang berolah raga bersama kedua temannya tersentak mendengar panggilan Rosa.
"Ya Bos....!" serunya sambil berlari masuk kedalam rumah bersama kedua orang temannya.
"Ada apa Bos..." ucapnya dengan cemas. Dia melihat Rosa masih mengetik di atas keyboard komputernya.
"Lihat...kau baca apa yang sudah aku dapatkan...!" serunya dengan gembira. Roni segera membaca semua yang ada di komputer Rosa.
" Bos...lo sudah bisa meretas informasi ini...!" seru Roni dengan gembira.
"Siapa dulu...Rosa..." jawabnya Narsis.
"Lo emang hebat Bos..." puji Roni dengan tulus.
"Kita sudah mendapatkan informasi siapa Chan Luo yang sesungguhnya. Ternyata dia hidup bersama sang bibi dengan didikan yang salah . Masa mudahnya sangat kacau, Dia pernah ikut dalam beberapa tindak kejahatan...." kata Rosa denga. Wajah marah.
"Waah...dia memang benar- benar orang jahat dan brengsek Bos..." kata Roni dengan wajah kesal juga.
" kasihan Nona Nindi..semoga Papanya masih hidup..." kata Asep perlahan.
" Semoga saja Sep...sekarang kita fokuskan mencari keberadaan paman Sio .." kata Rosa lagi.
"Benar Bos...kita akan mencari keberadaan tuan Sio..." ucap Roni menimpali.
"Ya sudah gue mau istirahat dulu. Kenapa baru sekarang gue merasa lelah dan pingin tidur..." kata Rosa sambil berdiri.
"Lo tidur aja Bos. Nanti biar kami yang masak..." kata Mamat sambil menatap Rosa dengan pandangan kasihan .
"Baik...gue tidur dulu, Ron..tolong tanyakan pada Gilang, ada kabar apa di sana..." kata Rosa sambil melangkah keluar dari ruang komputernya.
" Baik Bos..." jawab Roni. Akhirnya Rosa melangkah kekamar tidurnya yang berada di lantai dua.
Setelah tidur selama tiga jam, Rosa terbangun . Dia merasakan badannya cukup segar untuk segera bangun dan mandi. Ternyata karena kelelahan, saat badannya jatuh di tempat tidur, dia langsung tertidur. Setelah mandi dan mengganti bajunya, Rosa segera turun kebawa. terlihat ketiga sahabatnya Sedang berada di halaman belakang. Rosa berjalan kearah mereka.
Melihat kedatangan Rosa, Mamat segera menyapa.
"Siang Bos.." sapa Mamat.
"Siang...jam berapa sekarang...?" tanya Rosa.
"Jam 11 .Bos..." jawab Mamat lagi.
"Cukup lama juga gue tidur..." kata Rosa.
"tidak juga Bos...anda tidur tiga ..." jawab Asep .
"Apa ada kabar dari Indonesia...?" tanya Rosa .
__ADS_1
"Yaaa...hampir lupa Bos, Gilang memberi kabar kalau geng Kroya tadi malam dapat serangan dari kelompok lain, dan mereka mendapatkan kerugian besar Bos..." kata Roni melaporkan.
"Apaa geng Kroya mendapat serangan...?" tanya Rosa kaget.
"Benar Bos...banyak anak buah mereka mati di markas mereka. dan Robet hilang entah kemana...." jawab Roni lagi .
"Waah hebat...siapa yang berani melakukan itu...tapi gue agak kecewa sich...kenapa bukan kita yang ngehabisin mereka. gue nggak pernah menyangka kalau mereka punya musuh yang kuat.." kata Rosa sambil tertawa.
"Benar Bos...kita belum melangkah, malah ada yang ngedahului kita..." kata Asep.
"Kalau gitu fokus kita tinggal menghadapi tuan Chan dan tuan Burhan ..." kata Rosa lagi.
"Benar Bos..."kata Asep dan Roni hampir bersamaan . '
"Lalu apa yang akan kita kerjakan sekarang Bos...?" tanya Roni .
"Biarkan aku makan dulu...setelah itu kita pergi ke tempat Paman Whang. aku ingin menanyakan pada paman Ansong apa ada kabar soal paman Sio..." kata Rosa sambil bangun dari duduknya.
'Baik Bos kami akan siap- siap..." kata Roni sambil ikut berdiri .
"Lo apa kalian tidak akan makan juga... bukankah sekarang sudah waktunya makan siang...?" kata Rosa lagi.
"Kami masih kenyang Bos..." jawab mereka hampir serempak.
"Ya sudah...kalau begitu gue makan dulu.." kata Rosa sambil melangkah masuk kedalam rumah kembali. Dia pergi keruang makan. terlihat di atas meja telah tersedia beberapa piring yang sepertinya berisi makanan . karena piring- piring tersebut tertutup oleh kain berwarna krim . Setelah tutup di buka, terlihat daging Ayam goreng dan beberapa sayuran yang di tumis .
"Waah siapa yang memasak ini Mat...?" tanya Rosa saat melihat Mamat melintas di depannya.
"He he he...gue Bos..." jawab Mamat sambil tertawa malu.
"Beneran elo yang masak Mat...?" tanya Rosa tak percaya.
"Yee si Bos...gini - gini mamat Jago masak Bos..." kata Mamat dengan bangga.
"Coba gue makan..." Rosa mengambil tumis sayuran yang ternyata sayur sawi dan di taruh di piringnya. perlahan dia menyuapkan kemulutnya. tak berapa lama terlihat senyum di bibirnya.
"Waah ...ternyata elo jago memasak juga Mat ...enak , enak benar masakan elo..." puji Rosa tulus.
"Yaa...si Bos...baru sekarang ngerasain masakan Mamat...sejak dulu dia emang pandai memasak Bos..." kata Asep yang tiba- tiba berada di sebelah Mamat.
"Mat gimana kalau kita buka Restoran..? dan elo jadi Chef nya...?" tanya Rosa dengan wajah berbinar menatap Mamat.
"Nggak Bos, Mamat nggak mau..." kata Mamat dengan cepat.
"Kenapa Mat...?" tanya Rosa heran.
"Kalau Bos buka Restoran dan mamat jadi Chef nya. mamat nggak bisa jagain Bos Rosa,.. nggak, nggak mamat nggak mau..." ucap Mamat dengan wajah sedih.
"Ya ela Mat...elo mau hidup dengan gue terus...? trus kapan lo nikahnya...? lo mau jadi jomblo akut..?" kata Rosa menggoda. terlihat wajah Mamat memerah.
'Mamat akan menikah setelah Bos Rosa menikah, dan mamat akan tetap hidup dekat dengan keluarga Bos Rosa, walaupun Mamat sudah menikah..." jawabnya dengan tulus. mendengar ucapan Mamat, Rosa terdiam . ada perasaan haru dan hangat mengalir dalam hatinya.
"Aku bahagia memiliki sahabat seperti kalian, aku memang menganggap kalian bagai abang- abang gue sendiri. tapi aku harap, jangan soal karena kalian terlalu memperhatikan kebahagiaan gue, lalu kalian lupa dengan kebahagiaan kalian sendiri, aku harap kalian bertiga jika suatu saat bertemu dengan wanita yang kalian cintai,.. katakan padaku, aku akan menjadi adik yang akan membuat gadis kalian bangga memiliki kalian , jadi jangan abaikan kebahagiaan kalian sendiri demi kebahagiaanku....." kata Rosa dengan perasaan terharu. Saat itu Roni yang ingin berjalan ke kamarnya. terhenti saat Rosa mengatakan itu pada mereka. dia juga merasa bangga pada sahabat sekaligus Bosnya yang memang sangat dekat dengan mereka.
"Jangan khawatir Bos...kami akan mematuhi perintah elo..." kata Asep.
"Benar Bos...jika suatu saat nanti kami bertemu dengan gadis impian kami, kami akan mengatakan pertama kali padamu Bos..." ucap Roni sambil tertawa .
"Jangan khawatir Bos ...aku akan mematuhi perintahmu, tapi dengan satu syarat , Biarkan aku tetap hidup bersama Bos Rosa selamanya..." kata Mamat kekeh.
"Baiklah, aku akan membiarkan kau hidup dekat denganku , sampai kau sendiri yang meminta meninggalkan diriku.." jawab Rosa sambil tertawa.
Setelah Rosa selesai makan, mereka pergi ke rumah peternakan tuan Ansong.
Hingga larut malam, Rosa dan kawan- kawan baru kembali dari rumah peternakan tuan Ansong.
Sedang di Apartemen Rifan, terlihat pria tampan nan dingin itu sedang duduk di balkon apartemennya. terlihat tatapan penuh kesedihan terlihat di wajah tampannya.
"Bee...begitu marahkah kau padaku...? tidak adakah maaf sedikitpun untukku..?" ucap Rifan perlahan.
Sedang di tempat Rosa, saat gadis itu sedang duduk kembali di depan komputernya. tiba- tiba dia bersin dengan keras dua kali. dan dia tiba- tiba teringat dengan wajah Rifan. ada kerinduan di dalam hatinya.
"Aah...sialan...kenapa gue harus mengingat wajah pria itu sich..." ucap Rosa dalam hati.
"Bos...lo sakit...?" tanya Roni yang duduk di sebelahnya.
"Kagak Ron...mungkin gue mau Flu kalik.." jawab Rosa.
"Lebih baik Lo istirahat, besok kita lanjut lagi . dari pada elo nanti terlanjur sakit .." kata Roni menasehati.
"Sebentar lagi Ron...tanggung..." jawab Rosa. Rosa kembali melanjutkan pekerjaannya. Sedangkan Roni hanya bisa menggelengkan kepalanya .
Jangan lupa like, vote dan komennya author tunggu, maaf jika masih banyak typonya.
Bersambung.
__ADS_1