
Setelah menceritakan semuanya pada keluarganya, Rosa merasakan perasaan lega dalam hati. Dan dia menginap di rumah sang Mama satu malam . Besoknya di sore hari, Dia menelfon Rifan untuk menjemput dirinya.
"Ros...kau jadi pulang sekarang nak...?" tanya sang Mama saat Rosa sedang berada di dalam kamarnya .
"Iya Ma...lain hari Rosa janji akan datang lagi ..." jawab Rosa .
"Kenapa tidak besok saja sich Ros...?" kata sang mama .
"Besok Rosa harus pergi kekantor pagi sekali Ma...ada sesuatu yang harus Rosa kerjakan..." kata Rosa menjelaskan pada sang Mama. Sebab tadi malam ada berita dari Gilang soal geng Kroya.
"Baiklah...tapi kau harus berjanji kalau kau akan sering pulang kemari...." ucap sang Mama sambil memeluk sang putri.
"Baik Ma...Rosa janji akan sering datang kemari...." kata Rosa sambil membalas pelukan nyonya Safitri.
Tok tok tok....
Ketukan di daun pintu membuat mereka berdua menoleh kearah pintu.
Terlihat pembantu rumah sang Mama berdiri di sana .
"Maaf Non...di depan ada yang mencari Non Rosa ..." kata pembantu rumah tangga sang Mama.
"Baik Bik ..Rosa akan kesana..." jawab Rosa . Dia lalu melepas pelukannya dari nyonya Safitri . Mereka berdua berjalan keluar dari kamar Rosa. Ketika mereka sampai di ruang tamu, mereka melihat Rifan sedang berbincang bersama Papa dan Kakaknya Resa.
"Sudah lama datangnya kak...?" tanya Rosa pada Rifan.
"Nggak , Baru saja Bee..." jawab Rifan lembut.
"Lo..Kau mau pulang sekarang dek...?" tanya Resa kaget.
"Iya kak...besok ada sesuatu yang harus aku kerjakan...!" jawab Rosa .
"Kenapa nggak pulang besok pagi saja sich..." kata Resa seolah nggak rela sang adik pulang .
"Mana bisa kak...besok aku harus berangkat pagi kekantor. Ada sesuatu yang haris aku kerjakan..." jawab Rosa lagi . Mendengar ucapan Rosa terlihat wajah Resa kecewa melihat sang adik sudah harus pergi dari rumah mereka.
"Hey...jangan cemberut seperti itu... kalau kau masih rindu padaku, kau bisa datang ke Villa ku , kau juga bisa menginap di sana..." kata Rosa sambil duduk di Sofa dekat sang Papa di ikuti sang Mama.
"Boleh juga .... Kalau begitu aku bisa berlibur di Villamu dong dek..." kata Resa dengan semangat.
"Boleh...masih banyak kamar yang kosong di sana..." kata Rosa dengan tenang .
"Kalau begitu akhir pekan boleh dong aku bawa teman kesana...?" kata Resa penuh semangat.
"Boleh...asal kau tidak membawa teman gadismu..." jawab Rosa menggoda .
"Ck...kau jangan berprasangka buruk dulu...aku akan datang bersama teman- teman lelakiku kok..." kata Resa lagi.
"Hey...tunggu...kau akan membawa teman laki- lakimu kesana...? Tidak...itu tidak boleh..." kata Rifan dengan wajah kesal .
"Lo kenapa Fan...aku yang membawa teman laki- laki kenapa kau kesal.. Rosa saja mengijinkan...?" kata Resa yang tahu Rifan cemburu.
"Pokoknya nggak boleh, kalau kau mau main ke Villa kau bisa datang sendiri tanpa teman...!" seru Rifan kesal.
Mendengar ucapan Rifan, Resa tertawa keras.
"Ha ha ha...ada yang lagi ketakutan nich.. Fan gue nggak nyangka, sekalinya kau jatuh cinta lo jadi bucin gini..." kata Resa di sela tawanya.
"Sialan...lo ngerjain gue ya...!" seru Rifan yang tahu kalau Resa sedang menggodanya . Sedang kedua orang tua mereka hanya bisa tertawa melihat ulah Resa .
"Ros..bagaimana kau bisa menaklukkan Pria dingin ini sich..." kata Resa sambil menatap Rosa. Mendengar pertanyaan sang Kakak, Rosa jadi bingung.
"Aku juga nggak tahu kak...tu tanyakan sendiri pada orangnya..." kata Rosa akhirnya.
"Lo gimana sich ...kok lo bisa nggak tahu..?" tanya Resa .
"Sebab yang jatuh cinta duluan gue Sa... Lo tahu, sulit banget ngedapetin Adik elo Sa..." kata Rifan menjawab pertanyaan Resa pada Rosa.
"Elo yang ngejar dia...? Seorang Rifan Soni Engelo mengejar seorang cewek...?Yang bener Fan..?" seru Resa kaget.
"Ck..jangan lebay dech kak...?" ucap Rosa yang merasa tidak enak sang kakak bertanya seperti itu pada Rifan.
"Adik elo beda dengan gadis yang lain Sa...dia sulit gue dapetin. Dan kau tahu , Dia masih meragukan cinta gue..." ucap Rifan tanpa malu- malu.
Mendengar ucapan Rifan, Resa dan kedua orang tua Rosa kaget . begitupun dengan Rosa yang mendengar keterusterangan Rifan.
"Apa benar Ros...?" kata sang Mama.
"Nggak kok Ma... Rosa percaya kak Rifan cinta pada Rosa..." jawab Rosa .
"Dan Kau....apakah kau juga mencintai Rifan...?" tanya sang Mama mengagetkan Rifan maupun Rosa .
"Ma...kenapa Mama bertanya seperti itu..?" tanya Rosa menjawab pertanyaan sang Mama. Mana mungkin dia mengatakan kalau dia mulai mencintai Rifan,.
"Jawab saja pertanyaan Mama, apakah kau juga mencintai nak Rifan...?" ucap sang Mama dengan tegas .
"Ma...Rosa..."
"Jawab Ros ..Mama hanya ingin tahu, apakah Putri Mama juga mencintai nak Rifan...pria yang terlihat sangat mencintai Putri Mama..." kata nyonya Safitri lagi. Rifan juga merasakan rasa ketakutan di dalam hatinya. Dia takut Rosa akan menjawab tidak mencintainya.
"Iya Ma...Rosa mulai mencintai kak Rifan..." kata Rosa pelan .
"Apaa...Mama tidak mendengar jawabanmu..." kata sang Mama .
"Iya Ma...Rosa juga mencintai kak Rifan..!" ucap Rosa agak keras.
Mendengar ucapan Rosa, Rifan bagai mendapat hadiah yang begitu indah buatnya. Dia menatap Rosa dengan penuh kebahagiaan, sedangkan Rosa sendiri terlihat sangat malu . Dia menunduk tak berani menatap Rifan.
__ADS_1
Mama dan Papa serta Resa hanya bisa tertawa melihat tingkah kedua orang itu.
"Fan...apa elo di gantung sama adik gue..?" tanya Resa menggoda.
"Kenapa kau bisa tahu...?" tanya Rifan bodoh.
"Ha ha ha....dari cara elo ngelihat adik gue dengan penuh bahagia , siapa yang nggak bisa menebak Fan...?" kata Resa sambil tertawa.
"Nak...apa benar yang di katakan Resa...?" tanya nyonya Safitri.
"Bukan begitu tan...hanya saja dia belum bisa mempercayai Rifan Tan..." jawab Rifan jujur.
"Habis gadis yang terobsesi dengan dia terlalu banyak Ma... " kata Rosa menyela .
"Tapi bukan salah dia kan Ros..." kata sang Mama.
"Iya Ma, Rosa tahu itu..." jawab Rosa .
"Biarkan mereka lebih mengenal diri mereka masing-asing Ma...kita nggak boleh ikut campur urusan mereka.." kata tuan Rendra dengan lembut.
"Iya Mama tahu...tapi kalau tidak di jelaskan seperti tadi, mana mungkin anak perempuan kita ini akan mengakui cintanya pada nak Rifan...." kata sang Mama.
"Mama....sebenarnya anak Mama tu siapa sich..." ucap Rosa kesal.
"Tentu saja kau putri manja Mama... tapi Rifan adalah calon menantu Mama..." kata sang Mama sambil membelai kepala Rosa .
'Waah...Fan, lo dapet lampu hijau dari Mama tu.." goda Resa pada sang sahabat yang kini sudah menjadi kekasih adiknya.
"Trimakasih tante, Om Rendra.." kata Rifan sambil tersenyum bahagia .
"Ya sudah Ma, Pa, karena hari mulai larut malam,..Rosa dan Rifan pamit dulu . nanti kalau ada waktu, Rosa akan datang lagi..." pamit Rosa pada sang Mama.
"Ya sudah... Ingat kalau Mama dan Papa selalu menunggu kedatanganmu.." kata tuan Rendra pada sang Putri.
"Iya Pa...kalau ada waktu senggang pasti Rosa akan pulang. Kak kalau kau mau kerumah langsung saja datang kesana...." kata Rosa pada Resa kakaknya.
"Pasti...aku pasti kesana dek..." jawab Resa .
"Ya sudah ayo kak kita pulan,.." ajak Rosa pada Rifan. Merekapun segera berpamitan pada tuan Rendra dan nyonya Safitri. Tak berapa lama terlihat mobil Rifan pergi meninggalkan rumah keluarga tuan Rendra.
"Bee...apa benar yang kau katakan pada tante Safitri tadi..?" tanya Rifan perlahan.
"Yang aku katakan pada Mama...? Perkataan yang mana...?" tanya Rosa tak mengerti.
"Kalau kau sekarang sudah mencintaiku....?" kata Rifan sambil menatap Rosa sekilas.
"Oo itu..." terlihat wajah Rosa memerah karena merasakan perasaan malu.
"Jawab Bee...apa benar yang kau katakan tadi...?" tanya Rifan lagi .
"Apa itu sangat penting buat kakak..?" tanya Rosa perlahan.
Rosa terdiam sejenak. Tak lama dia berucap perlahan.
"Iya...aku mulai mencintai kakak..." jawab Rosa perlahan.
Ciiiiit....
Tiba- tiba Rifan menghentikan mobilnya secara mendadak . untunglah jalanan dalam keadaan sepi karena sudah malam . kalau tidak pasti sekarang sudah ada kecelakaan beruntun yang di sebabkan oleh perbuatan Rifan yang menghentikan mobil secara mendadak.
"Aauuuu....!" seru Rosa karena dahinya terantuk kaca depan mobil. Untuk saja tidak terlalu keras karena Rosa memakai seat belt . kalau tidak , jangan- jangan kepala Rosa masuk kekaca depan😂 .
"Kakak...apa yang kau lakukan...?!" seru Rosa kaget sambil mengusap dahinya.
"Maaf Bee...aku kaget mendengar perkataanmu, Apa benar yang kau katakan itu...?" tanya Rifan seakan tak percaya. tadi dia sudah mendengar perkataan Rosa. tapi dia beranggapan mungkin karena sang Mama yang bertanya . tapi setelah mendengar ucapan Rosa sekarang. Rifan bagai tak percaya . Dia merasakan kebahagiaan yang sangat besar. dia merasa jantungnya berdebar dengan kencang.
"Ya ampun kak...kau membuat kita dalam bahaya tahu...gimana kalau di belakang kita ada mobil banyak...untuk sekarang malam , jadi keadaan sepi..." kata Rosa dengan wajah kesal dan takut.
"Iya maaf...tapi coba kau katakan lagi. Apa benar kau mulai mencintai aku...?" tanya Rifan dengan penuh semangat.
"Iya kakak...tapi maaf cintaku belum terlalu besar untuk kakak, jadi tolong biarkan perasaan ini berkembang dengan sendirinya ya kak...maafkan aku..." kata Rosa sambil menatap Rifan.
"Tidak sayang...tidak apa- apa...aku akan membuatmu semakin mencintaiku, aku akan membuatmu bahagia menerima cintaku...trimakasih sayang...." ucap Rifan sambil membawa Rosa kedalam pelukannya .
"Sekali lagi maafkan Rosa kak..." kata Rosa perlahan.
"Iya, iya kakak tahu...kakak akan bersabar menunggu cinta mu buat kakak seutuhnya..." jawab Rifan dengan lembut.
"Trimakasih kak..Ya sudah ayo jalan... nanti ada mobil menabrak kita . kakak sekarang berhenti di tengah jalan..." kata Rosa sambil melepas pelukan Rifan.
" Iya sanyang.... " ucap Rifan sambil kembali menjalankan mobilnya menuju Villa milik Rosa. tak berapa lama mereka sampai di Villa milik Rosa.
Dan saat Rifan akan kembali pulang, Rosa teringat akan perkataan tuan Alex kalau tuan Burhan sedang mengincar keselamatan Rifan .
"Kak...hari sudah larut malam, apa tidak sebaiknya kakak tidur di sini...kau bisa tidur di ruang tamu kak... Aku merasa tidak tenang membiarkan kau pukang selarut ini.. aku merasa kau akan dalam bahaya jika kau pulang .." kata Rosa dengan wajah cemas.
"Hey...kau mencemaskan aku Bee...?" goda Rifan pada sang kekasih.
"Ck..kau ini...aku mencemaskan keselamatanmu kak..aku ingat ancaman paman Burhanmu..." kata Rosa dengan nada cemas .
"Trimakasih Bee...tapi..." belum selesai Rifan berkata, Rosa telah memotong perkataannya.
"Tidak ada tapi- tapian kak...kau sendirian, tidak ada yang menemani dirimu pulang, jadi tidurlah di sini malam ini...ada banyak kamar kok .. kakak bisa tidur di kamar tamu..." kata Rosa dengan wajah cemas.
"Baiklah kalau ini maunya calon istri kakak..." kata Rifan lembut, sambil berjalan masuk kedalam Villa Rosa. Ketika mereka sudah berada di dalam Villa , Rosa segera memanggil bik Narti dan bik Sum untuk membersihkan kamar tamu agar bisa di tempati Rifan untuk istirahat malam ini.
"Bik..tolong bersihkan kamar tamu ya... malam ini kak Rifan akan tidur di sini, Rosa nggak tega membiarkan dia pulang dalam keadaan sudah selarut ini ..." kata Rosa pada Bik Narti dan Bik Sum .
__ADS_1
"Baik Non...kami akan segera membersihkan ruang tamu, Benar kata Non Rosa..Bibi juga takut nanti ada apa- apa pada den Rifan.." jawab Bik Narti .
"Benar bik...karena itu Rosa meminta kak Rifan untuk bermalan di sini..." kata Rosa lagi .
Baiklah kalau begitu Bik Narti yang membersihkan ruangan, dan Bik Sum , tolong bibik buatkan minuman buat kak Rifan Ya...nanti langsung bibi taruh aja di dalam kamar..." kata Rosa pada bik Sum.
"Baik Non...." jawab Bik Sum. Rosa segera kembali keruang tamu untuk menemani Rifan . tak berapa lama bik Narti pun me gatakan kalau kamar tamu sudah selesai di bersihkan. dan akhirnya Rosa menyuruh Rifan untuk istirahat.
Sedang di sebuah rumah mewah milik keluarga Burhan terlihat putri cantiknya si Saskia sedang marah dan menangis, Dia mendengar dari sang Papa kalau Rifan menolak perjodohan mereka . Dia semakin marah dengan sang Mama yang selalu menasehatinya untuk tidak mengharapkan cinta dari Rifan. karena sang Mama berfikir jika cinta sang putri tabuh mereka lakukan.
"Sas...sudahlah nak...cinta yang kau miliki untuk kak Rifanmu itu tidak baik nak...kau itu masih saudara, kau sepupunya Rifan. " kata sang Mama dengan sabar.
"Cukup Ma...jangan kau katakan itu lagi. pokoknya kak Rifan itu milikku, kak Rifan calon suami Saskia, tidak ada seorang pun yang pantas untuknya selain Saskia, dan dia hanya milik Saskia..." seru gadis itu marah .
"Ya ampun Sas...istigfar nak...dia kakakmu, dia saudaramu...apalagi dia sudah punya calon sendiri, dia punya kekasih Sas...!" seru sang Mama kaget .
"Maaaa...cukup Ma..! jangan Mama mengatakan kalimat itu lagi. pokoknya Kak Rifan adalah milik Saskia, dan hanya Saskialah yang akan menjadi istri kak Rifan, jadi jangan lagi mama mengucapkan kata itu lagi. keluar Ma .. keluar Ma...!" teriak Saskia pada sang mama sambil mendorong sang Mama keluar dari kamarnya.
"Ya Tuhan....sadarkan anak hamba, sadarkan anak hamba dari kesesatan ya Tuhan...!" seru nyonya Burhan sambil menangis .
Sedang di dalam kamar terlihat Saskia sedang marah dan menangis.
"Tidak kak...tidak seorang pun yang boleh memilikimu, tidak seorangpun.... kau lihat apa yang akan aku lakukan pada gadis S****l itu..akan kubuat dia kehilangan nyawanya. ...." teriaknya marah.
Sedang di perusahaan Cakra Mas Milik Burhan. terlihat Pria paruh baya itu masih duduk dengan wajah merah karena marah , sampai larut malam begini dia belum pulang kerumahnya karena urusan mencari wanita kekasih Rifan. wanita yang membuat Putrinya marah dan menangis .
di depannya terlihat tiga orang pria berperawakan kekar sedang duduk menemaninya .
"Kau sudah tahu siapa gadis itu...?" tanya tuan Burhan dengan wajah sedikit gembira.
"Sudah tuan...gadis itu bekerja di perusahaan KAI atau KAG. milik tuan Johan..." kata Salah satu dari pria yang berada di ruangan itu .
"Kami pernah melihat gadis itu makan bersama tuan Rifan di restoran Jepang tuan..." kata salah satu dari mereka .
"Bagus...lalu siapa nama gadis itu...?" tanya tuan Burhan dengan wajah terlihat merah menahan marah.
"Gadis itu bernama Rosa tuan..." kata pria pertama.
"Kalau begitu aku akan menelfon tuan Johan besok...aku akan meminta gadis itu di keluarkan dari perusahaan itu dulu. lalu kita akan membuat dia hilang dari udara... " ucapnya dengan nada dingin .
"Kenapa kita tidak menculiknya saja tuan...dan menyiksanya, serta membunuhnya ..." kata salah satu dari mereka membuat ide.
"Tidak...biarkan dia merasakan bagaimana perasaan di pecat dari perusahaan dan tidak dapat lagi mencari nafkah . setelah itu barulah dia kita singkirkan..." kata tuan Burhan dengan yakin .
"Kalau begitu kalian boleh pulang sekarang... dan persiapkan anak buah kalian , kita akan membuat Rifan menyesal telah menolak perjodohan itu dan menyakiti putriku . aku akan mbuat dia meminta sendiri untuk di jodohkan dengan putriku..." ucapnya dengan nada sombong.
"Baik Tuan....kalau begitu kami permisi tuan..." pamit ketiga orang itu . Tuan Burhan mengibaskan tangannya tanda pada mereka untuk menunggalkan dirinya.
#####
Keesokan paginya Rosa segera turun kebawa setelah selesai solat. dia bertemu Rifan di dekat tangga rumah.
"Sudah bangun Kak...?" tanya Rosa pada Rifan .
"Kau lihat sendiri sudah Kan...?" jawabnya konyol. Mendengar perkataan Rifan , Rosa hanya bisa tersenyum.
"Lalu siapa nanti yang akan mengantarkan Nina kemari....?". tanya Rosa.
"Paling Pak Toha..." jawab Rifan dengan tenang
"Pak Toha...? siapa pak Toha...?" tanya Rosa.
"Supir Papa..." jawab Rifan tenang.
"Oo..." ucap Rosa sambil melangkah kearah halaman rumah. Namun saat mereka baru keluar dari Villa. mereka melihat sebuah mobil masik kedalam Villa. dan tak lama terlihat Nina keluar dan di ikuti pria paruh baya yang Mengantar Nina .
"Pagi kak...pagi Om...!" seri Nina ketika melihat Rosa dan Rifan berada di depan Villa .
"Pagi sayang...." sapa Rifan .
"Pagi Sayang...jam segini kok kamu sudah datang...?" tanya Rosa pada Nina .
"Nina ingin berlatih dengan kakak... bukankah kakak berjanji akan mengajari Nina jurus baru..." ucap Nina dengan wajah bahagia .
"Dasar Maniak latihan...apakah didalam otak kecil ini hanya berisi latihan beladiri saja ha...?" kata Rosa sambil menyentil kening Nina .
"Habis Nina kepingin cepat- cepat pintar kayak kak Rosa..." ucap gadis kecil itu polos .
"Baiklah kalau itu maunya adik kak Rosa kalau begitu Nina ganti baju dulu sana.." kata Rosa sambil mengacak rambut Nina .
"Baik Kak...!" seru Nina sambil berlari masuk kedalam Villa.
"Kak...apakah Nenci juga pandai beladiri...?" tanya Rosa pada Rifan .
"Tidak..." jawab Rifan .
"Kalau begitu kenapa sesekali biarkan dia tinggal disini bersama Nina..biar mereka bisa berlatih bersama..." kata Rosa .
"Apakah kau tidak keberatan melatih mereka berdua...lagian sekolah Nenci jauh dari sini ...?" kata Rifan lagi.
" Iya juga sich kak..lagian Mama Kak Rifan tidak akan mengijinkan Nenci tinggal disini..." kata Rosa lagi.
"Bagaimana kalau saat libur Dia tinggal di sini..." kata Rifan memberi saran.
"Boleh juga kak..." jawab Rosa . Rosa melakukan itu demi keselamatan saudara kembar Nina .
Dan tak lama terlihat Nina sudah datang dengan memakai baju olah raga . mereka segera melakukan joging keliling kampung sebelum melatih tubuh mereka dalam olahraga beladiri.
__ADS_1
udahan dulu ya...jangan lupa like, vote dan komennya author tinggu .
Bersambung.