PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP. MELIHAT TUAN SIO.


__ADS_3

Sepulang dari kantor. Rosa meminta ijin pada sang mama untuk pergi le Amerika . Dia menceritakan tujuannya ke sana . Mama yang sudah tahu masalah Nindi memberikan ijin pada Rosa.


"Ingat selalu bertindak hati- hati. Jangan sampai terulang lagi kejadian seperti masa lalu..." nasehat sang Mama.


"Iya Ma...Rosa akan selalu mengingat nasehat Mama. Peristiwa masa lalu yang membuat Kanaya pergi dari sisih Mama, akan menjadi pelajaran yang berharga buat Rosa Ma..." jawab Rosa.


"Andai Papa tidak ada beberapa meeting penting, pasti Papa akan pergi denganmu Sayang..." kata tuan Rendra dengan wajah terlihat tak rela melihat Rosa pergi.


"Nggak masalah Pa...papa jangan khawatir , Rosa tidak pergi sendiri kok... Ada kak Rifan , Asep dan Mamat yang menemani Rosa..." kata Rosa dengan lembut . Dia menyadari kecemasan sang Papa. Dulu saat Dia menghilang selama satu tahun lebih , Ketika peristiwa kecelakaan Exsal, membuat sang Papa tidak pernah membiarkan Kanaya pergi kemanapun sendiri. Dia menjaga Kanaya bagai sebuah barang langkah. Kemanapun Rosa pergi. Akan selalu di kawal beberapa penjaga . sampai - sampai Kanaya kekampuspun tuan Rendra menyuruh beberapa Bodyguard untuk mengikuti Rosa . tiga bodyguard kekar akan menunggu Rosa dengan setia. Sampai - sampai Rosa mendapat julukan Putri kaca. Putri kaca yang takut retak dan pecah. Kanaya dengan kesadaran tinggi menerima perlakuan sang papa. Hingga dua tahun kemudian, akhirnya sang Papa bisa membebaskan Kanaya dari pengawalan ketatnya . Namun dengan kepandaian Kanaya yang tidak di ketahui oleh keluarganya , Dia masih mampu memimpin organisasi yang di percayakan padanya Oleh paman Whang, dan itu tanpa setahu sang Papa. Empat tahun kemudian dia sudah bisa mendirikan dua perusahaan dan toko serta butik di kehidupannya dahulu.


Karena itu dia tidak merasa kaget saat melihat kecemasan di mata sang Papa .


"Pa...jangan cemaskan Rosa Pa... Rosa sekarang akan lebih hati - hati dalam bertindak ..." kata Rosa sambil memeluk sayang tuan Redra.


"Papa menghawatirkan keselamatanmu Ros.." ucap tuan Rendra sambil memeluk sang putri.


"Iya Rosa tahu itu ... Bukanya Rosa pergi tidak sendiri Pa..." jawab Rosa.


"Bagaimana kalau Resa ikut dia Pa...?" tiba- tiba terdengar suara Resa yang baru datang . Tuan Rendra, nyonya Safitri dan Rosa memalingkan muka mereka melihat kearah kedatangan Resa.


"Apakah kau tidak bekerja...?" kata sang Papa pada Resa.


"Ada asistenku yang akan menangani semua pekerjaanku Pa..." kata Resa dengan tenang.


"Kak Resa jangan melakukan itu, Rosa di sana lebih dari satu minggu lo...Rosa tidak ingin mengacaukan pekerjaan Kakak...!" seru Rosa kaget.


"Nggak masalah dek...dalam dua atau tiga minggi ini , kakak tidak terlalu sibuk, jadi jangan khawatirkan Kakak..." kata Resa dengan wajah tegas.


"Kalau begitu terserah kakak.."jawab Rosa. Mendengar ucapan Rosa , Resa tersenyum senang..


"Gimana Pa usulan Resa..." tanya Resa pada sang Papa. "Kalau kau tidak sibuk baguslah kalau kau mau ikut adikmu..." kata sang Papa lagi.


"Kapan kau akan pergi Nak...?" tanya nyonya Safitri lembut.


" Besok pagi Ma... " kata Rosa dengan gembira.


"Kenapa secepat itu Ros...?" tanya tuan Rendra.


" lebih cepat lebih baik kan pa... Lagian kita akan melihat kebenaran soal Om Sio, Takutnya nanti ada masalah kalau di tinda...." jawab Rosa .


Setelah meminta ijin pada kedua orang tuanya, Rosa segera berpamitan akan istirahat dan berbenah . setelah sampai di kamarnya, Rosa menelfon Nindi , dia mengingatkan Nindi untuk berpamitan pada sang Mama yaitu nyonya Sarah.


"Jangan khawatir Ros...aku sudah meminta ijin pada Mama , aku berkata pada Mama akan pergi ke Amerika bersamamu... " jawab Nindi.


"Tapi kau tidak mengatakan tujuan kita kan...?" kata Rosa lagi.


"Tidak... Aku berkata pada Mama akan berlibur denganmu sekalian melakukan perjalanan dinas..." jawab Nindi lagi.


"Bagus Neng...kalau begitu kita tutup dulu pembicaraan kita ya... Aku masih belum berbenah..." kata Rosa .


"Baiklah , selamat malam Ros... Asalamualaikum..." kata Nindi mengucap salam.


"Waalaikum salam Di.." jawab Rosa. Rosapun segera menaruh ponselnya di atas meja kamarnya. Setelah itu dia segera berbenah.


#####


Keesokan harinya, Rosa menyuruh kedua pengawalnya yang memang tibggal di Villa Rosa , segera datang kerumah tuan Rendra dengan membawa Nindy. Sedangkan Rifan, pagi sekali dia sudah datang kerumah tuan Rendra , Dia tidak ingin di tinggalkan oleh Rosa . Jam 8 Pagi mereka berangkat kebandara , karena pesawat yang akan membawa mereka ke Negri paman Sam itu berangkat jam 9 pagi. Kali ini Rosa memang tidak memakai pesawat pribadinya. Begitu juga dengan Rifan. Mereka memilih memakai pesawat komersial .


Tiga puluh menit kemudian Mobil tuan Rendra dan Mobil Rifan telah sampai di bandara . tuan Rendra pergi mengantar mereka kebandara bersama sang istri. saat Jam 9 pagi pesawat lepas landas dari bandara.


Membutuhkan waktu hampir 21 jam saat pesawat mendarat di Bandara Wasington DC. Jam 19,50 Meraka sudah berada di bandara Wasington DC . ternyata Yujin telah mengirimkan anak buahnya untuk menjemput mereka ber enam. Dua mobil mewah sudah di siapkan oleh Yujin. Tak berapa lama terlihat mobil mereka meninggalkan Bandara.


Memerlukan waktu hampir satu jam setengah, akhirnya mobil mereka memasuki pekarangan sebuah rumah mewah yang terlihat di jaga ketat.


Melihat rumah ini, Rosa merasakan nostalgia saat dia pertama kali di selamatkan oleh Paman Whang . ketika masuk kedalam halaman rumah. Terlihat Yujin sudah menunggu di depan rumah besar itu.


Setelah melihat wajah Rosa yang keluar dari mobil, Yujin tersenyum dan mendekati Rosa.


"Selamat datang Kai..." sapa Yujin sambil menjabat tangan Rosa dan memeluknya. Melihat itu, terlihat wajah Rifan memerah karena cemburu .


"Terimakasih Yui.. Kenalkan ini kakak Rifan, dan ini Yujin kak...orang yang telah membantuku melewati masa - masa sedihku dulu.... Dia yang membantuku kembali tegar..dia bagai abangku sendiri..." kata Rosa memperkenalkan Yujin pada Rifan .


"Hey...aku Yujin..." ucap Yujin sambil mengulurkan tangannya


"Rifan..." jawab Rifan datar .Dia menerima uluran tangan Yujin dengan terpaksa . melihat sikap Rifan, Yujin tahu siapa dia bagi Rosa. Waah ternyata botol cuka nya terlaku kuat 😂 .

__ADS_1


"Ini kakakku Resa , dan ini putri dari Om Sio..." ucap Rosa melanjutkan . Yujin pun menyalami keduanya . dan terakhir menyapa Asep dan Mamat .


"Ayo silahkan masuk..." ucap Yujin mempersilahkan mereka masuk.


" Yui..apakah Paman ada di sini..?" tanya Rosa sambil melangkah menuju rumah mewah yang berdiri di depan mereka.


" Mungkin beliau akan datang Besok Kai , karena masih ada urusan di Itali. .." kata Yujin .


"Oh ya Yui...kenapa kau tidak ikut kak Wilson saat dia datang ke Negaraku...?" tanya Rosa.


"Maaf...aku mendapat tugas dari Bos untuk mengurusi masalah di Itali ..." jawab Yujin.


"Nggak masalah kalau kau memang sedang sibuk..." kata Rosa lagi.


"Tapi urusan penyerahan kekuasaan baik- baik saja kan...?" tanya Yujin dengan nada cemas.


"Aman...semuanya baik- baik saja kok... Sekarang kak Wilson yang menguasai wilaya Asia Yui..." kata Rosa .


" Kenapa kau melepaskan jabatanmu Kai...?" tanya Yujin.


" Aku ingin fokus pada kuliah dan pekerjaanku Yui...aku merasa tak sanggup bekerja , kulia serta melaksanakan tugas itu secara bersamaan..." jawab Rosa.


"Dasar kau saja yang malas..." olok Yujin. Mendengar olokan Yujin Rosa tertawa. Tak terasa mereka sampai di dalam ruang keluarga. Ternyata Yujin langsung membawa mereka keruang keluarga.


"Ayo kalian duduk dulu. Anggap rumah sendiri..." kata Yujin ramah.


Mereka segera duduk di sofa mewah yang ada di ruang keluarga. Tak berapa lama dua orang pelayan masuk membawakan minuman dan kue buat mereka.


"Tunggu sebentar Kai...aku akan mengabarkan pada Paman kalau kau sudah sampai di sini dengan selamat..." ucap Yujin sambil berdiri .


" Silahkan..." jawab Rosa .


Setelah kepergian Yujin Resa bertanya pada Rosa.


"Dek...apa maksudnya kalau kau menyerahkan jabatanmu tadi...?" tanya Resa pada Rosa yang ada di sebelahnya.


" Maaf Kak...sebenarnya aku adalah ketua dari kelompok Black Angel wilaya Asia..." kata Rosa perlahan.


"Apaa....!" seru Resa kaget.


" Ck kak Resa... Kenapa mesti sekaget itu sich...?" kata Rosa dengan wajah cemberut.


"Kalau kau rak percaya tanyakan sendiri sama anggota pusatnya yaitu pria tadi yang bersama kita... Dia adalah keponakan sekaligus tangan Kanan ketua pusat Black Angel ..." jawab Rosa sambil terkekeh .


" Kau ini...sejak kapan kau bergabung dengan mereka...?" maksud Resa sejak kapan Rosa masuk anggota Dari Mafia yang cukup di takuti para Penjahat itu.


"Semenjak aku hilang dulu...Saat insiden usaha pembunuhan Exsal yang hampir merenggut nyawanya dan juga nyawaku. Untung aku di tolong paman Whang . kalau tidak habis sudah aku. Aku tak akan berada di antara kalian semua. " jawab Rosa dengan wajah sedih .


"Apakah sahabatmu Exsal masih hidup...?" tanya Resa .


"Entahlah...." jawab Rosa , menutupi keadaan Exsal yang sebenarnya sudah dia ketahui .


"Kau ini...kenapa tidak pernah memberitahukan pada kami ha...!" seru Resa kesal marah.


" Karena aku yakin kalau Mama dan Papa serta kedua kakakku tidak akan memperbolehkan aku hidup diantara para Mafia ..." jawab Rosa dengan tenang .


"Apakah sampai sekarang kau masih bersama mereka...?" tanya Resa lagi. Dia sangat kesal dengan sifat Rosa atau Kanaya yang sangat tegar dan tak mau membagi masalahnya dengan keluarga. Semua kesusahan dan kesedihan. Akan dia tanggung sendiri . Dia tidak pernah memperlihatka wajah sedihnya di depan keluarga.


Memang dulu sang adik sering bepergan berminggu- minggu, namun dia akan datang dengan segala alasan yang masuk akal. Tak pernah dia menyangka kalau sang adik adalah kepala Mafia wilaya Asia .


"Masih kak...." jawab Rosa .


"Apakah para sahabatmu adalah anak buahmu juga...?" tanya Resa penuh selidik . Rosa hanya menganggukkan kepalanya saja.


" Ya ampuuun....kenapa aku nggak pernah curiga ketika para sahabatmu begitu patuh padamu..." ucap Resa kesal.


"Tapi aku sekarang telah menyerahkan jabatan itu pada Paman Whang kembali. Dan sekarang putra pertamanya yang akan menguasai wilaya Asia..." kata Rosa.


" Apakah kalian keluar dari kelompok itu Ros...?" tanya Resa lagi.


" Tidak kak...kami hanya menjadi anggota yang tidak terlalu aktif. Rosa sudah mengundurkan diri, karena akan fokus pada Kuliah dan Perusahaan milik Rosa kak..." kata Rosa lagi.


"Kau akan melanjutkan kuliahmu...? Bagaimana caranya...bukankah tubuh dan wajah tidak seperti dulu lagi...?" tanya Resa heran.


" Untung Rosa kuliah di Universitas B. di bidang kedokteran . walaupun dia masih berada di semester empat. jadi aku bisa melanjutkan kuliahnya. dan kebetulan Rosa di kampus itu bukan keluar atau di DO, tapi karena mengambil cuti...." jawab Rosa. Rifan menatap sang adik dengan kemarahan, kesal sekaligus kagum. Karena dia tidak menyangka kalau adiknya mampu menjadi ketua dari sebuah organisasi yang sangat menakutkan bagi orang awam.

__ADS_1


"Bee...jadi sekarang kau sudah keluar dari kelompok Black Angel...?" tanya Rifan yang sejak tadi hanya diam saja .


"Hmm..." Angguk Rosa.


" Apakah itu karena aku...?" tanya Rifan.


"Salah satunya, dan juga karena aku ingin meneruskan kuliah kedokteranku kak..." kata Rosa atau Kanaya.


Mendengar ucapan Rosa, Rifan merasa kehangatan yang mengalir di hatinya . percakapan mereka terhenti saat Yujin datang.


"Kai...aku rasa kalian sudah lelah. kalian bisa istirahat dulu, biar bibik mengantar kalian kekamar masing- masing . Dan kau masih ingat dengan kamarmu sendiri kan Kai....?" kata Yujin sambil tertawa.


"Ck..kau fikir gue manula Yui..." sungut Rosa kesal.


Mendengar ucapan Rosa, Yujin tertawa sambil menyuruh dua orang pelayan mengantarkan mereka semua. dan kebetulan , atau mungkin memang di sengaja oleh Yujin. kamar Rifan ada di sebelah kamar Rosa. sedang kamar Resa ada di sebelah kamar Rifan.


"Oh ya Kai...kita akan ke rumah sakit, besok siang, kita akan melihat apa benar Pria itu Papa dari sahabatmu...!" kata Yujin setelah mengantar Rifan dan Resa kekamarnya.


"Baik.. kita akan kerumah sakit besok..." kata Rosa .


"Ya sudah mandilah dulu, setelah itu kita akan makan malam Kai..." ucap Yujin.


"Baik...." jawab Rosa .


Terlihat Yujin meninggalkan Rosa. Sedang Rosa sendiri segera menutup pintu kamarnya setelah kepergian Yujin. Setelah mandi dan Solat, Rosa segera keluar kamar. dia mendatangi kamar Rifan dan kamar Resa untuk mengajak mereka turun kelantai bawa. memang mereka sekarang ada di lantai dua dari bangunan mewah itu. Saat mereka sampai di bawah ternyata Asep, Mamat dan Nindi sudah berada di ruang keluarga.


Rosa, Rifan , dan Resa segera bergabung bersama mereka. Tak berapa lama Yujin datang untuk mengajak mereka makan malam bersama. Merekapun segera berganti tempat di ruang makan . Tak berapa lama terlihat mereka menikmati makan malam bersama- sama. Setelah makan malam, mereka berpamitan untuk beristirahat. Mungkin karena lelah dalam perjalanan tadi, tak butuh waktu lama untuk membuat Rosa tertidur dengan lelap.


#####


Keesokan Siangnya Yujin membawa mereka pergi kerumah sakit untuk melihat keadaan tuan Sio , dan melihat apa benar Dia orang tua atau Papa dari Nindi sahabat Rosa .


"Yui ...sebenarnya ada apa dengan pria yang kau temukan itu...?" tanya Rosa.


"Akan kujawab nanti setelah kau melihat keadaannya..." jawab Yujin.


Melihat tingkah Yujin, Rosa jadi curiga . Ada apa sebenarnya pada pria yang di temukan Yujin itu. tapi walaupun dia merasa penasaran, Rosa tidak memaksa Yujin bercerita pada Mereka. Tak berapa lama mereka sampai di Rumah sakit yang dulunya tempat Rosa atau Kanaya pernah di rawat. mereka segera masuk ke dalam rumah sakit. Para Perawat dan Dokter yang tahu siapa Yujin, menunduk memberi hormat . Sedang Kanaya melihat ruang - ruang pasien . Dia kembali teringat saat dia di rawat di salah satu kamar yang ada di rumah sakit ini . Saat itu Kanaya yang terluka parah hampir delapan bulan berada di atas ranjang pasien. Rifan yang sejak tadi melihat pada Rosa, Kini dia melihat kalau wajah Rosa terlihat sedih. dan setetes air mata jatuh di pipinya


"Ada apa Bee....?" tanya Rifan lembut.


"Kak..aku teringat saat aku sakit dahulu,.. aku hanya bisa berbaring di atas tempat tidur karena terluka parah. hanya ada paman Whang, Yujin dan putra serta istri dari paman Whang yang datang melihat dan menghiburku ...?" kata Rosa dengan wajah sedih.


"Kau pernah di rawat di sini...?" tanya Rifan pada Rosa.


"Beberapa tahun yang lalu , aku di rawat di sini Kak..." jawab Rosa.


"Kapan itu dek...?" tanya Resa.


"Saat aku menghilang dari rumah kak..." jawab Kanaya atau Rosa.


"Jadi saat kau dulu menghilang selama satu tahun lebih , karena kau di rawat di sini dek...?" tanya Resa kaget.


"Benar kak...sebenarnya saat aku menghilang dulu dalam insiden penyerangan pada Exsal , Aku bukannya bersembunyi karena takut dan trauma, tapi karena aku terluka sangat parah, dan Paman Whang lah yang telah menyelamatkan aku. Saat itu aku masuk ruang ICU selama empat bulan dalam keadaan koma. pada bulan kelima, aku baru sadarkan diri. dan selama tiga bukan kemudian, aku menjalani perawatan dengan penuh kehati- hatian . Sembilan bulan kemudian Aku baru benar- benar sehat. setelah itu, barulah aku mendapat latihan dari paman Whang. Dasarnya Kanaya memang sudah bisa beberapa ilmu bela diri. jadi Paman Whang tidak terlalu sulit melatihku . dan setelah itu, aku dan Paman Whang mencari kelompok yang sudah membuatku celaka , dan kami menghabisi kelompok itu .." kata Rosa atau Kanaya perlahan.


"Ya ampun Bee...karena itukah kau menjadi kelompok Black Angel....?" tanya Rifan.


"Benar kak...karena aku mempunyai hutang nyawa pada Paman Whang yang telah menyelamatkan aku dari kematian..." jawab Rosa.


"Dek...kenapa kau tidak pernah menceritakan itu pada kami..." kata Resa sambil memeluk sang adik .


"Maafkan Kanaya Kak..." jawab Rosa atau Kanaya.


"Ya sudah ayo kita lanjutkan kekamar tuan Sio..." ucap Rosa setelah sang Kakak melepas pelukannya.


Merekapun kembali berjalan keruangan tuan Sio. tak berapa lama mereka sampai di kamar paling ujung dari ruangan lainnya. Ketika sampai di sana, Yujin maju kedepan untuk membuka pintu . Saat Yujin membuka pintu Ruangan, dia berucap.


"Biarkan aku, Kai dan Putri tuan Sio dulu yang masuk..." kata Yujin dengan sopan .


Merekapun setuju. Yujin, Rosa , dan Nindi segera masuk kedalam ruang rawat tuan Sio. Ketika mereka melihat wajah Pria yang tidur di atas ranjang pasien , Rosa atau Kanaya serta Nindi kaget, Karena pria itu memang tuan Chan Sio.


"Papa...!" seru Nindi sambil menangis.


"Paman Sio...!" seru Rosa .


Mereka berlari mendekati Ranjang pasien.

__ADS_1


Jangan lupa like, vote dan komennya ya.. maaf jika ada banyak typo nya.


Bersambung


__ADS_2