
Keesokan harinya Rosa dan kawan- kawan mulai pencarian terhadap tuan Sio. Tiga hari kemudian Johan , Diki, Yoyok , Budi dan Gilang harus pulang ke Indonesia. Yoyok dan Gilang ada tugas kantor yang harus mereka kerjakan. Sedang Yoyok , Budi dan Diki . mereka harus menyelesaikan tugas pembangunan rumah di belakang Villa Rosa.
"Jo...kalau ada apa- apa telfon ke nomer Asep atau Mamat..." kata Rosa pada Johan saat mengantar mereka ke hanggar pesawat milik sahabat tuan Whang itu.
"Iya aku tahu Ros...jangan khawatirkan aku, istirahatlah di sini dengan tenang . masalah kantor aku akan menghendel dengan baik..." jawab Johan sambil mengusap kepala Rosa pelan. Dia tahu masalah Rosa dari Mamat dan Asep . Saat mendengar perkataan Asep, ingin rasanya Johan mendatangi Rifan dan memukul kepala pria itu. Walapun mereka belum tahu apa yang terjadi sebenarnya pada Rosa dan Rifan.
"Aku tahu kau sahabat sekaligus kakak yang bisa aku andalkan, kapan kau akan memperkenalkan aku dengan gadismu.. aku juga ingin melihat kakak iparku Jo.?" kata Rosa lembut .
"Suatu saat kau akan kuperkenalkan padanya..." jawab Johan sambil mengacak rambut Rosa.
"Ck...kesukaanmu mengacak rambutku membuatku kesal tau..." ucap Rosa dengan wajah cemberut.
"Tapi aku suka...." ucap Johan jahil.
"Tapi aku tidak ..." jawab Rosa sambil memukul lengan Johan kesal. Johan tertawa melihat wajah cemberut Rosa.
"Ya sudah berangkat sana, hati- hati..
Yok..Jangan lupa berikan bingkisan itu pada bik Narti dan bilang pada bik Narti agar mengantar milik Nina dan Nenci kerumah tuan Alex...." kata Rosa saat Yoyok memeluk dia sebagai tanda pamit.
" Beres Bos...aku yang akan mengantar bik Narti kesana..." jawab Yoyok menjawab perkataan Rosa .
"Trimakasih sahabat..." jawab Rosa . mereka satu persatu berpamitan pada Rosa , dan ketiga sahabat mereka yang tinggal bersama Rosa.
Tak lama pesawat pribadi Rosa, telah terbang mengudara meninggalkan 4 sabat yang tinggal entah sampai kapan.
Setelah mengantar kelima sahabat mereka. Rosa. Asep ,Mamat dan Roni, segera kembali ke rumah tuan Ansong. Karena mereka merasa akan lama tinggal di Negara China, maka Rosa dan kawan- kawan mencari rumah untuk tinggal mereka . dan tuan Asong memberi pertolongan pada mereka. Dia menyuruh Rosa dan kawan- kawan untuk tinggal di sebuah rumah milik dia yang berada di sebuah desa dekat dengan rumah peternakannya. Ketika mereka melihat rumah itu. Rosa sangat menyukainya. Rumah yang memiliki enam kamar , ruang tamu dan dapur itu. Sangat bagus untuk rumah tinggal mereka. Apalagi di pekarangan belakang ada kolam renang dan taman yang sangat indah. Saat melihat rumah itu. Rosa langsung menyukainya.
"Ron...gimana kalau gue membeli rumah ini...?" tanya Rosa.
"Bos...emangnya elo mau tinggal di sini seterusnya...?" kata Roni .
"Kayaknya ide elo asyik juga Ron... sepertinya enak juga tinggal di kota ini.. Eh maksud gue Negara China ini..." jawab Rosa enteng.
"Aah...si Bos...nggak gue nggak setuju elo tinggal di sini..lalu buat apa elo membangun bangunan besar di belakang Villa elo...?" kata Roni dengan kesal.
" Ya buat tinggal kalian...nanti sesekali gue pulang untuk melihat kalian semua dan perusahaan gue . dan nanti lama- kelamaan perusahaan , gue pinda kemari. .." jawab Rosa enteng .
"Aah nggak. nggak..kami tidak ingin jauh darimu Bos..." kata Roni dengan wajah kesal.
"Lalu gimana pendapat elo berdua...?" tanya Rosa pada Asep dan Mamat.
"Kalau kami terserah Bos saja , di manapun Bos tinggal, kami akan selalu bersama dirimu Bos...ya kan Mat..." kata Asep sambil memandang Mamat .
"Betul, betul , betul...." ucap Mamat menirukan gaya upin ipin.
"Kalian berdua emang dasar ya...emang lo berdua suka ya jika kami jauh dari Bos Rosa...!" seru Roni marah pada Asep dan Mamat.
"Tentu saja kami sedih, tapi kami akan selalu bersama Bos Rosa di manapun dia berada..." jawab Mamat.
"Sudah, sudah...kenapa kalian bertiga bertengkar...gue kan cuma bilang andai gue beli rumah ini bagaimana pendapat kalian..itu aja kok..kenapa kalian bertengkar...?" kata Rosa menggoda sambil tersenyum.
"Semua itu karena kami tidak ingin jauh darimu Bos..." jawab Roni .
"Aku tahu...kalian adalah sahabat- sahabatku yang paling baik, kasih sayang kalian lebih dari saudara. Aku sangat beruntung memiliki kalian..." ucap Rosa haru.
" Trimakasih Bos..." jawab Mereka.
"Bos anda adalah saudara perempuan kami satu- satunya. Tentu saja kami akan selalu menyayangi Bos Rosa..." ucap Roni haru.
"'Ya sudah ayo kita memberitahu tuan Ansong kalau kita ingin tinggal di sini dan bertanya berapa uang sewa rumah ini..." kata Rosa.
Akhirnya mereka kembali kepeternakan untuk berkemas dan menemui tuan Ansong. Namun saat Rosa menanyakan berapa uang sewanya. Dengan tegas tuan Ansong tidak mau di bayar. Malah dia akan memberikan rumah itu pada Rosa jika Rosa mau menempatimya. Tentu saja Rosa dan kawan- kawan kaget. Usut punya usut ternyata rumah itu milik tuan Whang yang di beri sang sahabat. Dan tuan Whang memberikannya pada Rosa.
Mendengar semua itu, Rosa berseru dan berlari dalam pelukan pria paruh baya yang sangat dia sayangi itu.
"Paman...paman terlalu baik pada Rosa, lalu apa yang harus Rosa berikan pada paman.. Rosa tidak memiliki barang berharga buat paman. Harta, paman tidak akan pernah mau karena paman memiliki lebih banyak lagi dari milik Rosa...." kata Rosa sambil menatap tuan Whang.
" Hiduplah yang baik dan bahagia, itu adalah kompensasi dari rasa ingin membalas segala apa yang aku lakukan padamu nak..." jawab tuan Whang dengan sayang.
" Trimakasih paman , kau adalah Ayah yang terbaik buatku. .." kata Rosa sambil memeluk erat tuan Whang. Tuan wang membalas pelukan Rosa sambil tersenyum bahagia . Dia sangat menyayangi gadis yang pernah dia selamatkan dari keganasan kelompok Eagle yang ingin membunuh keturunan Simon Partas.
"Kalau begitu Rosa pamit Paman...Rosa akan pindah kerumah yang ada di desa.." kata Rosa berpamitan.
" Kau pergilah jaga diri baik- baik..Setelah urusan di sini selesai, paman nanti akan mampir kesana sebelum paman pulang ke Itali..." kata Paman Whang sambil membelai rambut Rosa.
"Baik Paman...Rosa akan menunggu paman,..." jawab Rosa. Dia mencium tangan tuan Whang dan memeluknya kembali. Setelah itu dia juga berpamitan pada tuan Asong dan mengucapkan terimakasih sekali lagi. Ketiga temannya juga mengikuti perbuatan Rosa dan mengikuti dia keluar dari rumah mega itu. Mereka di antar Yujin sampai di desa.
"Rumahnya bagus juga Kai..." kata Yujin saat melihat rumah itu .
"Karena itu aku suka tinggal di sini Yui.." kata Rosa pada Yujin .
"Jika ada waktu senggang Aku akan sering kemari Kai,..." kata Yujin lagi .
"Datanglah...kau bisa makan masakan yang aku buat..." kata Rosa menggoda.
"Ya sudah aku pulang dulu...jaga diri baik- baik Kai..." ucap Yujin lembut.
__ADS_1
"Trimakasih Yui...." kata Rosa sambil mengantar Yujin kembali ke Mobilnya . Dan tak berapa lama terlihat mobil Yujin meninggalkan rumah baru Rosa .
Sedang Di Indonesia
Keesokan harinya Johan dan Gilang kembali keperusahaan KAG dan kembali sibuk mengerjakan tugas kantornya. Sedangkan Diki , Yoyok dan Budi segera mempersiapkan semua kebutuhan bahan- bahan yang akan di pakai untuk membuat bangunan sesuai dengan sketsa yang di buat Rosa.
Mereka mulai membeli bahan- bahan yang di butuhkan untuk pembangunan itu , serta mulai mencari pekerja yang akan membangun bangunan itu .
Walaupun tanpa kehadiran Rosa , mereka akan membuat bangunan itu sesuai dengan keinginan sang pemilik.
"Dik...lo udah dapet pemborongnya...?" tanya Yoyok pada Diki.
"Belum...orang yang gue kenal masih berada di kota B, entar sore baru datang..' jawab Diki.
'Ya sudah kita temui dia besok pagi saja Yok..." kata Budi.
Merekapun setuju dengan usulan Budi.
Sedang di tempat Rifan, terlihat seorang pria sedang betada di ruangan Rifan,
Sepertinya dia sengaja datang menemui Rifan .
"Apa yang akan kau laporkan sekarang.." kata Rifan dingin.
"Bos...saya melihat dua teman nona Rosa telah mulai bekerja..." kata pria itu.
" Apaa...dua temannya mulai bekerja...? Siapa mereka..?" tanya Rifan dengan wajah kaget. Sudah empat hari ini dia tidak mendengar kabar soal Rosa. Mereka pergi tak tahu kemana.
" Tuan Johan dan Gilang Bos..." jawab pria itu.
"Gilang dan Johan...? Apakah kau tidak melihat nona Rosa dan kedua pengawalnya...?" tanya Rifan lagi.
"Tidak tuan...mereka tidak terlihat, saya juga tidak melihat keberadaan Roni...?' ucap pria itu. Sepertinya pria itu tahu semua sahabat Rosa.
"Tiga yang lainnya..?" tanya Rifan lagi .
"Entah tuan, mungkin ada di Villa.." jawab dia.
"Kalau begitu lihat di Villa , kalau memang mereka berada di sana, hubungi aku..." perintah Rifan.
" Baik tuan.." jawab Pria itu.
Tak lama terlihat dia keluar dari ruangan Rifan. Sedang Rifan sendiri terduduk sambil bersandar pada kursi kerjanya. Dia merasakan kesedihan dan penyesalan yang teramat sangat.
"Sayang...semarah inikah kau padaku... Tidakkah kau mau memaafkan diriku..." ucapnya perlahan .
"Masuk...!" seru Rifan malas. Perlahan pintu terbuka, dan dua wajah orang yang sangat Rifan sayangi dan dia hormati muncul di pintu ruangan.
"Papa, Mama kalian kemari...?" tanya Rifan sambil berdiri dam menyalami kedua orang tuanya.
"Ada masalah apa hingga wajahmu seperti ini...?" kata sang Mama sambil mengusap wajah tampan Rifan. Sedang sang suami berjalan kearah sofa dan duduk di sana.
"Tidak ada apa- apa Ma..." jawab Rifan sambil membawa sang Mama untuk duduk di sofa.
"Kau menyembunyikan sesuatu dari kami. Dan kami tahu apa itu..." kata sang Mama.
"Apa maksud Mama...?" tanya Rifan kaget.
"Ada apa kau dengan Rosa, apa kalian ada masalah...?" kata sang Mama .
"Darimana kalian tahu...?" tanya Rifan kaget.
"Tidak penting dari mana kami tahu, sekarang katakan ada masalah apa kau dengan calon menantu Mama..." ucap nyonya Rani tegas.
Pada akhirnya Rifan mengatakan semua yang terjadi pada mereka berdua. dan dia juga mengatakan siapa Rosa sebenarnya.
"Jadi dia putri Safitri yang telah meninggal itu..." kata nyonya Ratih kaget.
"Itu yang Rosa katakan Ma..." jawab Rifan dengan wajah sedih.
"Hanya karena itu cintamu goyah padanya..?" tanya sang Mama yang terlihat marah. mendengar ucapan nyonya Ratih yang tidak terpengaruh dengan berita itu, Rifan kaget bukan main.
"Mama kok tidak kaget ...!" seru Rifan .
"Aku memang kaget, lalu ada masalah apa kalau dia memang seperti itu... toh dia hidup sampai sekarang...!" kata nyonya Ratih datar.
"Mama tidak merasa keberatan, Rifan dekat denganmu...?" tanya Rifan heran .
"Untuk apa Mama keberatan... dia gadis baik, dia hidup kembali walaupun di tubuh orang lain, itu bertanda Tuhan masih menginginkan dia hidup Fan... apakah karena ini cintamu padanya berubah...?" tanya sang Mama yang terlihat kesal menatap Rifan.
"Bukan karena itu Ma...aku kaget karena dia kelompok Mafia, aku takut kelompok dia adalah kelompok yang telah membunuh kakak...." kata Rifan bodoh.
"Dasar Bodoh...bukankah Rosa sudah bilang, kalau Kanaya Mati juga karena kelompok itu..." kata sang Mama sambil memukul kepala Rifan dengan gemas
"Aauuuu...sakit Ma...." seru Rifan saat kepalanya terkena pukulan sang Mama.
"Lebih sakit mana dengan hati Rosa yang kau abaikan...!" teriak sang Mama marah.
__ADS_1
'Iya, iya Rifan salah Ma..." kata Rifan sambil memegang telinganya yang kini sedang di jewer sang Mama.
"Dasar pria bodoh...bukankah kita sudah tahu kalau itu perbuatan Pamanmu si Burhan. dan kemungkinan besar kelompok yang membunuh Kanaya juga sama dengan kelompok yang membunuh kakakmu..." kata sang Mama dengan wajah marah.
Mendengar perkataan sang Mama , Rifan tiba- tiba teringat dengan perkataan Rosa kalau paman Burhan berhubungan dengan kelompok geng Kroya.
"Ya Tuhan Ma...Rifan baru ingat kalau Rosa pernah berkata pada Rifan, Kalau paman Burhan ada hubungan dekat dengan kelompok Mafia geng Kroya ..." seru Rifan .
"Nach itu otak bebalmu mulai bekerja.." kata sang Papa dingin . Mendengar ucapan sang Papa , Rifan hanya menatap tuan Alex dengan wajah sedih.
'Lalu apa yang harus Rifan lakukan Pa...?" tanya Rifan bodoh.
"Hey..kenapa Papa tidak melihat Rifan yang tangguh , dingin dan sombong lagi..! apakah karena cinta otakmu menjadi bebal Fan..!" seru tuan Alex marah.
"Temui Rosa dan mintalah maaf padang nak..." kata sang Mama.
"Itulah Ma...dia pergi dan Rifan tak tahu dia pergi kemana..." kata Rifan sedih.
"apakah kau tidak bisa bertanya pada para karyawannya...?"kata sang Mama.
"Sudah Ma...mereka menjawab tidak tahu..." jawab Rifan .
"Papa yakin kau bisa mengatasi semua ini, ya sudah ayo kita kembali keruangan Papa Ma... biar dia memikirkan apa yang harus dia lakukan . .." kata tuan Alex sambil berdiri dari sofa.
"Ya sudah Mama dan Papa akan kembali keruangan Papa..." kata nyonya Ratih sambil menepuk pelan bahu sang Putra.
"Baik Ma...akan aku lakukan apapun , agar Rosa kembali kepadaku ..." jawab Rifan .
"Ya sudah, Mama dam Papa kembali keruangan papa, kalau ada sesuatu cari kami di sana..." kata tuan Alex sambil berjalan keluar ruangan diikuti Rifan dan sang istri .
Setelah mengantarkan kedua orang tuannya, Rifan segera memanggil Dikra dan Fikri untuk datang kekantornya. tak berapa lama , terlihat kedua pengawal sekaligus asisten dan wakilnya itu. sudah berada di dalam ruangannya.
"Ada apa kau memanggil kami Bos..." kata Dikra setelah mereka duduk bersama.
"Siapkan beberapa anak buah kita , aku ingin menyerang kelompok Geng Kroya.." kata Rifan dingin .
Mendengar ucapan Rifan Diki dan Fikri kaget sekaligus senang. sebab sudah sejak lama mereka ingin menyerang kelompok itu. namu. Rifan sesalalu menghalangi niat mereka.
"Kapan kita akan menyerang kelompok itu Bos.." Tanya Dikra.
"Nanti malam, pantau dulu keadaan mereka. .. " kata Rifan datar .
"Baik Bos..." jawab keduanya dengan segera.
"Oh ya Dik...apa tidak ada kabar tentang Rosa...?" tanya Rifan datar.
"Aku hanya mendengar kalau kemarin anak buahnya telah kembali, namun kami tidak melihat Nona Rosa ..." jawab Dikra.
"Kalau begitu persiapkan semuanya untuk nanti malam,..." kata Rifan lagi.
"Ya sudah kami keluar dulu Bos..." pamit Dikra dan Fikri.
"Pergilah..." jawab Rifan. dan kedua orang itupun segera keluar dari ruangan Rifan.
Sedangkan di tempat Rosa, Kini terlihat gadis itu sedang berjalan bersama para sahabatnya di kota terdekat dari desa tempat tinggal Risa. Karena cuaca yang dingin membuat mereka harus memakai jaket dan baju rangkap dua. Mereka terlihat sedang membeli sebuah mobil untuk alat transportasi yang memang sangat mereka butuhkan . setelah me dapatkan sebuah Mobil , Mereka segera mencari bahan makanan yang sangat di butuhkan oleh mereka untuk kehiduoan mereka sehari- hari. Setelah merasa cukup membeli kebutuham mereka. mereka menyempatkan diri untuk makan makana kota itu.
Setelah itu mereka segeta pulang kembali kedesa rumah tempat mereka tinggal . Ketika sampai di desa, Rosa segera masuk keruang khusus tempat dia dan Roni bekerja. Di sana terlihat seperangkat komputer baru berada di dalam ruangan itu. Tak berapa lama terlihat gadis itu sedang berada di depan komputer . dan di sebelahnya Roni sedang duduk dengan tenang sambil menghadapi Leptop kesayangannya .
"Ron..lo udah bisa menyelidiki kehidupan tuan Chan Luo di masa lalu...?" tanya Rosa . namun wajahnya masih menatap kearah komputernya .
"Sepertinya dia Sengaja menutupi masa lalunya Bos..." jawab Roni.
"Ada apa dengan masa lalunya Ron..." tanya Rosa.
"Entahlah Bos..sebentar gue masih belum mendapatkan berita itu..beri waktu satu hari , gue pasti mendapatkan beritanya..." kata Roni lagi.
"Baiklah kalau begitu gue mau ngelacak keberadaan paman Sio dulu.." kata Rosa Dan mereka pun terlihat kembali menyibukkan diri berselancar di dunia maya.
Sedang Asep dan Mamat Asik dengan pekerjaan mereka sendiri.
Sore harinya Rosa menyempatkan diri memasak makanan untuk mereka ber empat.
"Bos...gue bantuin...?" tanya Asep yang kini berdiri di dekat Rosa.
"Boleh...kau bisa memotong sayuran yang sudah aku sediakan di atas meja..." kata Rosa.
"Siap Bos....!" seru Asep semangat .
"Gue juga bisa membantu Bos..." kata Mamat yang tiba- tiba sudah berdiri di dapur .
"Baiklah...kau bisa menyiapkan alat makan di atas meja, lalu kau bisa merapikan ruangan itu..." kata Rosa memerintah.
"Baik Bos..." jawab Mamat . Merekapun segera melakukan apa yang di perintah oleh Rosa .
cukup dulu ya...jangan lupa like, vote dan komennya gue tunggu.
Bersambung .
__ADS_1