
"Lo...kok ada dua tuan Chan Sio..." seru salah satu dari para pemegang saham.
"Iya...kok ada dua..." kata yang lain heran.
"Bukankah yang ada di sebelah tuan Chan Sio itu , tuan Rifan dan Nona Rosa dari perusahaan EKG dan KAG..."seru salah satu dari mereka.
"Benar....ada apa ini...kenapa tuan Chan Sio ada dua..." kata tuan Rayan juga heran. hanya tuan Bayu yang diam karena dia sudah tahu.
"Lalu yang mana tuan Chan Sio yang asli...!" seru salah satu dari mereka.
Seruan itu tentu saja terdengar oleh Nindi dan tuan Chan Luo juga semua orang yang ada di dalam ruangan itu.
"Tentu saja yang sekarang berjalan dengan sahabatku Rosa. Dialah Papa asliku yaitu tuan Chan Sio. Sedang yang bersamaku di depan kalian ini adalah tuan Chan Luo saudara kembar Papa...!" kata Nindi dengan lantang. Sedang tuan Chan Luo sangat kaget dengan kedatangan tuan Chan Sio saudara kembarnya . Dia tak pernah menyangka kalau perbuatannya cepat ini bisa terbongkar. Sedangkan dia belum sepenuhnya mengambil harta saudara kembarnya.
"Sialan bagaimana dia bisa membongkar perbuatanku...dan kenapa si Sio bisa di ketemukan . bukankah dia sudah di jual dan yang aku tahu pembelinya dari Amerika ...sial, sial..bagaimana aku bisa membuat mereka percaya padaku. Dan kenapa Nindi sialan ini bisa mengenal tuan Rifan, dan gadis itu.." seru tuan Chan Luo dalam hati.
"Brengsek...kenapa wanita ini datang kemari...dan dari mana Nindi sialan ini mengenal mereka..sialan..:" seru Meylin marah dalam hati.
"Dasar anak durhaka..kau menyewa seseorang untuk menyamar jadi diriku . semua orang tahu aku ini anak tunggal bagaimana kau bisa berkata kalau aku mempunyai saudara kembar...!" seru tuan Chan Luo marah.
"Aku menyewa orang..?mana mungkin aku bisa menyewa orang bisa semirip itu Paman... Sekarang siapa yang benar atau salah kita akan membuktikannya. Papa..kemarilah..." kata Nindi pada tuan Sio yang berjalan bersama Rosa dan Rifan.
Tuan Chan Sio segera mendekati putrinya dengan masih di dampingi Rifan dan Rosa.
Saat tuan Chan Sio mendekati Nindi dan tuan Chan Luo, terlihat wajah tuan Chan Luo memucat.
"Siapa kau...?kau berani mencoba menipu kami ha....!" serunya marah.
"Siapa yang menipu atau tidak, kenyataanlah yang akan membuktikan kebenarannya...." kata tuan Chan Sio dingin.
"Ooo pasti ini konspirasi antara kau dengan Nona temanmu itu untuk menjatuhkan Papamu sendiri Nindi...!" seru tuan Chan Luo yang masih kekeh mengaku sebagai Cham Sio .
"Papaku..? benarkah anda Papaku...?kalau begitu kenapa Papa ingin membunuh kami..." tanya Nindi dengan suara keras .
"Kau jangan memfitnah Papa Nindi...Papa menyayangi kalian, kalianlah yang meninggalkan Papa..." ucap tuan Chan Luo bersandiwara .
"Baik kalau memang Papa sayang Nindi. coba Papa sebutkan makanan apa yang paling aku sukai...?" tanya Nindi dengan tenang.
"Tentu saja aku tahu...kau suka makan tahu ,Di masak apapun kau suka..." kata tuan Chan Luo dengan tenang. mendengar ucapan tuan chan Luo Nindi tersenyum.
"Itu memang benar Paman... tapi itu dulu saat Nindi masih kecil , sekarang saya mau tanya. Siapa sahabat saya yang paling dekat dengan Nindi, .." tanya Nindi lagi.
"Kanaya , sahabatmu sejak kecil Kanaya, tapi dia sekarang sudah meninggal karena kecelakaan kan.." jawabnya dengan tenang.
"Gila...dia sudah menyelidiki Nindi sampai sejauh ini..." batin Rosa.
"Tunggu Di...aku pingin tanya pada Om Sio boleh...?." kata Rosa pada Nindi.
" Silahkan Ros.." jawab Nindi .
Rosa berdiri agak mendekati tuan Chan Luo .
"Paman.. kau belum mengenalku kan... tapi kita sudah pernah bertemu di kantor tuan Rifan, Masih ingat...?" tanya Rosa .
"Tentu saja aku ingat, karena dirimu kami batal bekerja sama dengan perusahaan tian Rifan...." jawab tuan Chan Luo dengan nasa marah.
"Tapi semua itu bukan salahku tuan... seharusnya kau menyalahkan putrimu sendiri...tapi aku bukan mau mengatakan masalah itu sekarang. kenalkan aku Rosa sahabat Nindi , aku hanya ingn bertanya pada Paman, Bukankah tadi paman mengatakan kalau mengenal Kanaya kan..?" kata Kanaya sopan.
"Iya aku mengenal Kanaya..." kata tuan Chan Luo sombong.
" Sampai di mana anda mengenal Kanaya sahabat Nindi itu?" tanya Rosa dengan wajah datar.
"Tentu saja aku mengenal Kanaya lebih baik darimu, karena Kanaya sahabat Nindi sejak kecil..." kata tuan Chan Luo dengan yakin .
"Kalau begitu pasti tuan Chan tahu semua tentang Kanaya. Sekarang aku ingin tahu makanan yang paling Kanaya sukai, sebab kami bertiga adalah sahabat baik..."bohong Rosa.
"Untuk apa aku mengetahui kesukaan Kanaya, Dia bukan anakku, bukan saudara dekatku, Dia hanya sebagai teman Nindi saja kan..." katanya dengan angkuh.
"Kau salah...Kanaya adalah putri keduaku selain Nindi. Mereka hidup bersama sejak kecil, karena itu aku dan istriku menganggap Kanaya seperti putri keduaku. Dan kau tahu...dia paling suka jika mamanya Nindi membuatkan mereka bubur Ayam, Dan itu makanan favorit mereka berdua..." ucap tuan Chan Sio yang berada di sebelah Rosa . Mendengar percakapan tuan Chan Luo dan Rosa, para pemegang saham menjadi tegang. Apalagi mulai terungkap kebenaran antara Tuan Chan Sio yang Asli dan yang palsu .
"Kau dengar itu paman....? Tapi semua itu tidak ada gunanya, kita todak bisa bertanya pada Kanaya, karena Kanaya sudah tiada..." kata Rosa .
"Tapi aku sebagai teman penasaran dan ingin bertanya padamu kawan... Sejak kapan kita mulai bersahabat...?"tanya tuan Bayu tiba- tiba. Dia menatap chan palsu yang duduk di ujung meja.
"Tentu saja sejak kita SMA teman..." jawab Tuan Chan Luo tenang sambil tersenyum.
"Lalu siapa saja sahabat kita saat itu...?" tanya tuan Bayu lagi.
"Kau jangan menjebakku Bay...karena Kita tidak memiliki sahabat lagi, Kita hanya berdua..." jawab tuan Chan Luo dengan senyum menghina.
"Ha ha ha...kau salah Luo... Ku ingin menggantikan diriku, tapi kau tidak mendetail menyelidiki tentang diriku . Kami ada empat sahabat, Aku , Bayu , IG dan putra. Kami empat bersahabat yang selalu kompak. Karena Rayan dan Putra tidak dalam satu sekolahan, maka yang terlihat hanya kami berdua sebagai sahabat karib...kalau kau memang Chan Sio, tapi sudahlah itu bukan masalah . sekarang aku ingin tanya, pasti kau juga tahu cinta pertama sahabatmu itu...?" kata tuan Chan Sio pada Chan Luo sambil menunjuk tian Bayu . Mendengar ucapan tuan Chan Sio, tuan Chan Luo terdiam. sedang tian Bayu terlihat memerah karena malu.
"Tentu saja aku tahu...bukankah dia yang sekarang jadi istri Bayu..!" seru tuan Chan Luo dengan lantang.
__ADS_1
" Ha ha ha...." terdengar gelak tawa tuan Bayu, tuan Chan Sio dan terdengar juga dari salah satu pemegang saham.
"Tuan Rayan kenapa anda tertawa juga..." tanya Nindi. Yang memang sudah mengenal para pemegang saham perusahaan sang Papa.
" Karena akulah IG sahabat Ayahmu dan tuan Bayu, IG adalah nama julukanku dari sahabat- sahabatku..." kata tuan Rayan sambil tertawa.
"Lalu kenapa kalian bertiga tertawa...?" tanya Rosa.
"Karena jawaban Dia salah Ros... Sebab cinta pertama tuan Bayu yang tampan ini adalah Mama dari si Kanaya...! Tapi jangan salah sangka...itu cinta masa SMA dulu" seru tuan Chan masih tertawa.
"Apaa...Mama Safitri...!" seru Rosa kaget.
" Sio...kau membuka rahasiaku...!" ucap tuan Bayu kesal. Mereka bertiga kembali tertawa. sedang yang lainnya tersenyum melihat ketiga sahabat itu. namun tuan Chan Luo wajahnya menjadi pucat. terlihat kecemasan tergambar di wajahnya.
Dan tiba- tiba tiga orang Polisi masuk kedalam ruang rapat .
"Maaf Kami menggangu Bapak- Bapak... Saya kemari ingin menangkap tuan Chan Luo atas laporan seseorang dalam kasus penipuan dan perdagangan manusia..." ucap salah sati polisi yang datang.
" Silahkan Pak...itu orangnya. dan sayalah yang melaporkan dia..." kata ruan Chan Sio dengan tenang sambil menunjuk tuan Chan Luo..
" Tunggu...kau tidak bisa menangkapku seperti ini...Kau tidak memiliki bukti- bukti apa yang kau tuduhkan padaku....!" seru tuan Chan Luo dengan wajah marah.
" Jangan khawatir saudara kembarku... semua sudah ada di tangan pengacaraku. Dan kita akan berhadapan di dalam sidang pengadilan. Dan Soal perusahaan dan Rumah. Aku masih memiliki surat- surat berharga dari kepemilikan semua properti milikku...!" kata tuan Chan Sio dengan tenang.
Akhirnya polisi menangkap tuan Chan Luo dan putrinya..Mereka segera di bawa kekantor polisi . karena terjadi masalah terbongkarnya penipuan tuan Chan Luo dan kembalinya tuan Chan Sio, maka meeting hari itu di tundak minggu depan. Hari itu juga keluarga tuan Chan Sio kembali menempati rumah mereka. sedang nyonya Chan Luo dan Meyra dengan terpaksa meninggalkan rumah yang mereka tempati hampir dua tahun itu.
Dan beberapa minggu kemudian, Sidang antara tuan Chan Luo dan tuan Chan Sio berlangsung dengan cepat.
Hingga pada bulan kedua setelah kejadian penangkapan tuan Chan Luo, hukuman untuk tuan Chan Luo jatuh juga . hukuman untuk semua perbuatan tuan Chan Luo adalah 20 th penjara. sedang Istri dan anaknya oleh keluarga tuan Chan Sio di pulangkan ke Negara mereka. Tuan Chan Sio banyak - banyak mengucapkan Terimakasih pada Rosa yang telah membantu mereka mengembalikan harta dan kehidupan mereka. Masalah yang terjadi pada keluarga tuan Chan Sio, Ternyata menjadi topik terpanas di dalam berita ibu kota. Keberhasilan Rosa dalam membongkar masalah itu sudah di ketahui publik. entah dari mana mereka mendapatkan Foto diri serta siapa Rosa telah beredar di jagad maya. wajah cantik Rosa dan beritanya mengisi berita di dunia maya.
Menjadi topik terhangat di internet.
"Bos...ketenaranmu mengalahkan berita selebritis Bos...!" seru Asep saat mereka sedang berlatih di aula latihan Rosa.
?
"Gue tenar... ?yang bener Sep...soal apa..?" tanya Rosa tak mengerti.
"Coba lihat ini...gegara lo nolong Nona Nindi. Bos jadi setenar selebriti,.. lo jadi banyak di kenal orang Bos, lihat ini..." kata Asep sambil menyodorkan ponselnya.
Setelah melihat berita yang menyangkut dirinya. Rosa jadi heran, Dari mana mereka mendapatkan Foto dirinya. setahunya. selama ini dia belum pernah bertemu dengan seseorang yang sengaja mengambil foto dirinya . dan dalam foto ini terlibat dia seperti sudah tahu kalau akan di ambil gambarnya.
Setelah melihat beberapa saat berita itu, Rosa berucap.
Tak lama terlihat Rosa sedang berlatih dengan ke lima sahabatnya. Setelah latihan dua jam. mereka segera membersihkan diri lalu makan bersama. Ketika mereka sedang asyik makan, tiba- tiba datang Rifan , Nina dan Nenci.
"Kakak....!" seru Nina sambil berlari kearah Rosa dan memeluknya dengan erat.
"Kak Rosa...!" seru Nenci memeluk tubuh Rosa juga.
"Lo..kalian kenapa nggak Bilang kalau mau datang kemari...?" tanya Rosa yang masih berada di dalam pelukan kedua gadis kembar itu.
"Kami membuat kejutan...karena kami akan libur 1 minggu. jadi kami memutuskan untuk tinggal di sini...!" seru Nina dengan wajah bahagia.
"Kak...kami boleh kan tinggal di sini..? Nenci pingin tinggal di Villa kak Rosa..." ucap gadis cantik itu dengan wajah imutnya .
"Tentu saja boleh sayang...siapa bilang Kalian nggak boleh berlibur di sini..." ucap Rosa sambil menatap wajah cantik yang ada di depannya.
"Nenek bilang kami nggak boleh mengganggu Kakak..." kata Nenci lagi.
"Tidak...kakak tidak akan terganggu kok... " jawab Rosa.
"Trimakasih kak...!" Seru Nenci gembira. dia memeluk kembali Rosa.
"Kalau begitu aku juga bisa tinggal di sini kan...?"kata Rifan sambil duduk di sebelah Rosa.
"Om...yang mau berlibur itu kita, bukan Om Rifan....!" seru Nina dengan wajah cemberut .
"Tapi Om bertanggung jawab menjaga kalian..." kata Rifan beralasan.
"Kami tidak butuh di jaga Om Rifan Kok.. lagian ada banyak anak buah kak Rosa di sini, ya kan Kak...?" ucap Nina minta persetujuan Rosa.
"Hmm..." Angguk Rosa dengan wajah setuju.
"Tidak bisa...Kalian berdua tanggung jawab Om Rifan , jadi Om harus menjaga keselamatan kalian berdua..."jawab Rifan dengan tenang.
"Is...alasan...bilang aja Om Rifan ingin dekat kak Rosa...!" tuduh Nina sambil mencebikkan bibirnya.
"Hey...siapa bilang....tapi kayaknya bener juga kata Nina Bee...!" ucap Rifan konyol .
Rosa hanya bisa geleng kepala mendengar perdebatan mereka.
"Dasar bucin akut...." olok Nina sambil duduk di sebelah Rosa. Sedang yang lainnya hanya bisa tersenyum melihat tingkah Rifan yang nggak biasa.
__ADS_1
"Sudah- sudah ayo kita makan..." kata Rosa sambil mengambilkan piring untuk mereka bertiga. tak lama terlihat mereka makan brsama.
Hari- Hari kedua gadis kembar itu di Villa Rosa berjalan penuh dengan kegembiraan . seperti kata Rifan , selama mereka berdua ada di Villa Rosa, Rifan pun ikut tinggal di kamar tamu Villa Rosa. apalagi dengan kesibukan pembangunan yang ada di belakang Villa, maka Vila Rosa terlihat sangat ramai dengan penghuninya.
Dari ke tuju sahabat Rosa, sampai pada pekerja yang membangun bangunan itu hingga penghuni Villa itu sendiri. membuat Villa Rosa selalu ramai .
Namun hari ini ketik Rosa berada di kantornya. tiba - tiba mendapatkan telfon dari Johan yang ada di pulau K .
Dia mengatakan kalau Rosa harus pergi ke pulau K , karena ada masalah yang harus di tangani Rosa sendiri.
"Jo...apakah tidak bisa kau tangani sendiri...?" tanya Rosa. karena baru sekarang Johan tidak dapat menyelesaikan masalah yang menjadi tugasnya .
"Tidak bisa Ros...tolonglah kau datang kesini..." jawab Johan terlihat agak cemas.
"Baiklah...aku akan berangkat besok pagi..." jawab Rosa .
"Baik..aku akan menunggumu, dam menjemputmu di bandara..." kata Johan dari sebrang .
"Baik...kalau begitu aku tutup ya, Asalamualaikum...." ucap Rosa.
"Waalaikum salam...." Balas Johan. panggilanpun terputus.
Rosa segera meminta pada Santi untuk memesan tiket pesawat untuk Dia dan kedua pengawalnya ke Pulau K.
Santipun segera melaksanakan perintah dari Rosa. Saat Rifan mendengar kalau Rosa akan pergi ke Pulau K. Dia ingin ikut. namu Dikra mengatakan kalau besok dia harus pergi bertemu dengan klien dari Hongkong. Dengan terpaksa akhirnya Rifan berjanji akan menyusul mereka .
Malam harinya Rosa mengantarkan kedua gadis kembar itu pulang kerumah sang Nenek, untunglah liburan mereka hanya tinggal sehari. hingga mereka tidak merasa kecewa.
"Kak...kapan- kapan kita boleh kan berlibur di Villa kak Rosa lagi...?" tanya Nenci.
"Boleh sayang...asalkan pada hari libur.." kata Rosa.
"Kak...Nina pingin tinggal kembali di rumah Kakak...?" kata Nina dengan wajah sedih.
"Sayang...bukankah setiap liburan kau bisa tinggal bersama kak Rosa...?" kata sang Nenek menjawab ucapan sang cucu pada Rosa.
"Tapi lebih enakan tinggal disana Nek..
Nina bisa berlatih ilmu beladiri dari kak Rosa..." ucap Nina dengan wajah sedih. Sang Nenek terdiam mendengar alasan sang cucu. mereka tahu kalau Rosa memiliki ilmu beladiri yang tinggi. dan tuan Alex maupun nyonya Ratih tahu kalau Nina memiliki ilmu beladiri juga.
"Kalau Nina tinggal di sana, Nenci juga ikut Nek..." seru gadis kembaran Nina.
'Lo...kalau kalian berdua pindah kerumah kak Rosa, lalu Nenek dan Kakek dengan siapa...?" tanya nyonya Ratih.
"Om Rifan aja suruh kembali kesini menemani Nenek dan Kakek..." jawab Nenci dengan cepat.
"Dasar kelinci- kelinci nakal...kalian mau enaknya sendiri ya...?" kata Rifan dengan wajah cemberut.
"Om Rifan...biarkan kami tinggal bersama kak Rosa, bukankah kalau kalian Nikah,
Om juga akan tinggal dengan kakak Rosa, jadi sekarang biarkan kami tinggal di sana lebih dahulu..." kata Nina dengan wajah seperti orang yang sedang menasehati. Melihat tingkah kedua cucunya , Nyonya Ratih menjadi heran, Nenci yang jarang bisa bergaul dengan Orang, tapi dengan Rosa dia bisa sedekat itu.
" Rosa...Apakah kau tidak keberatan kalau mereka tinggal di rumahmu...?" tanya nyonya Ratih dengan lembut.
"Tidak masalah Ma... Rosa sudah biasa tinggal bersama Nina, kalau Nenci mau ikut silahkan, tapi sayang...kalau kau tidak betah di rumah kakak, kau harus janji untuk pemberitahu kakak. biar kakak mengantar kau pulang kemari..." kata Rosa lembut .
'Yeee....kami akan tinggal di Villa...." seru mereka bersama.
"Tapi tunggu setelah kakak pulang dari pulau K dulu ya..." kata Rosa lagi.
"Lo kau akan pergi kesana Ros...?" tanya tuan Alex.
"Iya Pa...ada masalah dengan pekerjaan di Pulau K dan Johan tidak bisa menyelesaikannya..." jawab Rosa.
"Apakah masalahnya berat...?" tanya tuan Alex.
"Entah Pa...Johan belum menjelaskan pada Rosa, kemungkinan besar masalah pembebasan tanah.." jawab Rosa.
"Ooo...kalau begitu berhati- harilah... apakah Rifan ikut juga Fan...?" tanya tuan Alex pada sang anak.
"Maunya gitu Pa...tapi ada klien dari Hongkong yang harus Rifan temui, dan tidak bisa Rifan kensel ..." ucap Rifan kesal.
"Bukankah masih bisa berangkat lusa Bee..." kata Rosa sambil Mengusap lembut tangan Rifan. Melihat tingkah pasangan di depan mereka yang terlihat sangat mesra , membuat kedua orang tua Rifan bahagia. mereka sempat khawatir saat Rifan tidak menginginkan seorang pendamping, apalagi masalah penyakit alerginya.
"Benar kata Rosa Fan...kau bisa berangkat lusa ..." kata sang Papa.
mereka mengobrol sebentar. setelah itu Rosa meminta ijin pulang karena akan singga di rumah sang Mama karena ingin berpamitan pergi ke Pulau K .
Maaf aku lanjut besok lago ya....
Jangan lupa like, vote dan komennya.
Bersambung.
__ADS_1