
Dengan perasaan berdebat dan cemas, Rifan berjalan kearah ruang rawat nyonya Safitri. Ketika sampai di depan pintu kamar nyonya Safitri. Debaran jantung Rifan semakin keras. Menghadapi klien yang keras ataupun penjahat besar , Rifan tak setakut dan secemas ini. Hanya menghadapi gadis yang teramat dia cintai , Dia merasakan kecemasan yang amat sangat. Dengan membulatkan tekat dia mengetuk pintu ruangan itu.
Tok tok tok..
"Masuk...." ucap suara yang teramat Rifan Rindukan terdengar dari dalam ruangan . Perlahan Rifan membuka pintu kamar itu. Saat pintu terbuka, Rifan melihat sosok gadis cantik yang sedang bekerja dengan leptopnya. Ingin rasanya Rifan berlari dan memeluk gadis itu. Namun dia sadar kalau gadis di depannya sedang marah padanya.
"Apakah kau sudah membelikan aku kopi Sep .." kata Rosa yang mengira Aseplah yang masuk kedalam kamar.
Rifan tidak menjawab pertanyaan Rosa. Dia hanya berdiri menatap sang kekasih.
"Kenapa kau tak menjawab Sep..lalu mana ko...pi...ku...." kata - kata Rosa terhenti saat dia menatap pada orang yang sedang berdiri di depannya dan memandanginya.
"Ternya kau kak..." ucap Rosa dingin .
"Bee..." Panggil Rifan pelan.
"Ada apa...? Apa masih ada gunanya panggilan itu kau sebutkan..." kara Rosa datar .
"Tentu saja...tentu saja panggilan itu sangat berarti bagiku . Aku datang kemari srlain ingin melihat tante Fitri , aku juga ingin meminta maaf padamu , Maafkan aku Bee...Maafkan kakak yang terlalu bodoh .." ucap Rifan perlahan.
"Maaf....Memangnya kakak punya salah pada Rosa...?" kata Rosa berusaha me kontrol emosinya. Dia tak ingin terlihat marah di depan Rifan .
"Banyak...kakak banyak salah padamu . ka.." belum selesai ucapan Rifan terucap , Rosa sudah memotong.
"Sudahlah kak... Rosa tahu Kita tidak sepadan , aku tahu..siapapun akan kecewa dengan identitasku tapi mau gimana lagi...bukankah aku sudah bilang pada kakak, aku tidak akan menyalahkan kakak jika kakak menjauh dari Rosa atau jika hubungan kita putus... Kakak tenang saja, aku tidak akan terluka karena ini..." Kata Rosa berusaha berkata tegar dan tanpa air mata di pipinya.
"Tidak...tidak Bee...aku mohon maafkan Kakak...kakak memang salah. Saat itu Kakak syok ketika kau mengatakan kalau kau kepala organisasi yang buat kakak sangat keras. Saat itu Kakak takut organisasi milikmulah yang telah membunuh kak Inka...namun ke esokan harinya barulah aku menyadari kebodohanku...tapi aku terlambat menyadarinya , saat aku menyadari kesalahanku kau sudah jauh dariku...dan kau tahu...aku berusaha mencarimu. Namun semuanya nihil...aku tidak mampu melacak keberadaanmu . Aku sudah berusaha mencari tahu dari para sahabatmu, tapi kamu tahukan kesetiaan mereka kepadamu...?" kata Rifan sambil duduk di dekat Rosa .
"Bukankah aku sudah mengatakan pada kakak kalau aku juga mati karena geng Kroya...apakah kakak tidak berfikir kalau geng kroya lah yang membunuh Kak Inka atas permintaan pamanmu..." kata Rosa sambil menatap Rifan dengan tatapan kesal.
"Bagaiaman bisa pria ini menganggap kelompokku adalah kelompok pembunuh yang mudah membunuh orang hanya demi harta , apakah seperti itu di dalam fikiran orang tentang kehidupan seorang mafia .." seru Rosa atau Kanaya dalam hati .
"Iya aku sadar itu...tapi kesadaranku terlambat,..ketika aku menyadari itu, kau telah pergi dan aku tak tahu kemana harus mencarimu. Bee...maafkan aku, aku mohon Bee...aku salah, maafkan aku, dua bulan ini cukup sudah kau menghukumku, aku tidak sanggup hidup tanpamu Bee...aku mohon..." kata Rifan pada Rosa. Dia tak pernah menyangka kalau suatu hari dia memohon maaf pada seorang wanita. Namun demi orang yang sangat dia cintai , apapun akan dia lakukan .
"Nak...maafkan nak Rifan Ros...Mama tahu cintanya tulus padamu..." tiba- tiba terdengar suara nyonya Safitri membuat kedua orang itu kaget.
"Mama....Mama sudah bangun...?" kata Rosa sambil berdiri dan berjalan ketempat Sang Mama.
"Tante Fitri...maafkan Rifan...maaf Rifan mengganggu tidur tante..." kata Rifan sambil berdiri dari duduknya dan mendekati ranjang nyonya Safitri .
"Nak...Mama tahu kau juga sangat mencintai nak Rifan . jadi tolong maafkan Dia...Tuhan saja mau memaafkan kesalahan yang bertumpuk manusia. Apalagi kita yang hanya sebagai umatnya .. tidak baik menyimpan dendam Ros..." kata sang Mama bijak. Mendengar ucapan sang Mama , Rosa tak dapat bicara.
"Tapi Ma..." ucapan Rosa terpotong oleh kalimat sang Mama.
"Sayang....tidak ada manusia yang tak luput dari kesalahan, biarkan kesalahan ini menjadi pelajaran buat nak Rifan untuk langkah dia selanjutnya. Agar nak Rifan lebih hati - hati dalam hidupnya.. Mama tahu kesalahan nak Rifan sangat besar . tapi kau harus ingat, luka yang dia derita karena kehilangan sang kakak, membuat dia trauma.... " kata nyonya Safitri yang tahu kalau Rosa akan menolak Rifan. Dia cepat- cepat memotong pembicaraan Rosa.
Rosa terdiam me dengar ucapan sang Mama.
"Nak Rifan sini..." kata Nyonya Safitri sambil memanggil Rifan untuk mendekat. Dengan patuh Rifan mendekati Ranjang nyonya Safitri. Dan menyuruh Rifan duduk di kursi dekat pembaringan. Dan dia memanggil Rosa untuk duduk pembaringannya.
"Mama tahu kau masih marah dan kecewa pada nak Rifan, tapi Mama juga tahu ketulusan cinta nak Rifan padamu ... Jadi hilangkan kemaeahan itu... maafkan kesalahan nak Rifan. Kau mau kan sayang...?" kata nyonya Safitri lembut . Dia kasihan pada Rifan saat dia mendengar permintaan maas Rifan yang begitu tulus. Apalagi Rifan adalah putra dari sang sahabat Ratih. Rosa menatap wajah sang Mama . Dia melihat mata nyonya Safitri yang memohon padanya.
"Baiklah demi kebahagian Mama , Rosa akan memaafkan kak Rifan . tapi dengan satu syarat. kakak jangan lagi melakukan kesalahan seperti ini lagi..." ucap Rosa membuat lega nyonya Safitri . apalagi Rifan yang berada di sampingnya.
"Bee...kau memaafkan aku...?" kata Rifan tak yakin .
"Iya...tapi ingat kakak harus janji tidak mengulangi lagi..." kata Rosa agak kesal. Andai sang Mama tak campur tangan. Walaupun dia masih mencintai pria ini, rasanya Rosa tak ingin dia kembali ke Rifan secepat ini. Tapi apalah daya Rosa. Melihat tatapan sang mama yang memohon, Dia tak sanggup menolaknya . apalagi Mamanya sedang sakit.
"Trimakasih Bee...kata Rifan sambil mengambil tangan Rosa dan menciumnya di depan sang calon mertua..
'Hey....apa yang kau lakukan kak... ada mama tau...!" serunya sambil menarik kembali tangannya. .Sedang sang Mama tertawa melihat tingkah kedua anak mudah di depannya. .
"Fan...Karena kau adalah calon menantu tante, maka tante berharap mulai sekarang kau memanggik tante seperti Rosa yaitu Mama . bukan tante lagi... kau mau Fan...?" kata nyonya Safitri pada Rifan .
"Tentu Ma...tentu Rifan Mau..." jawab Rifan dengan senang.
"Baguslah...jadi mulai sekarang Mama tidak Mau kau manggil Mama dengan sebutan tante.." ucap nyonya Safitri lagi.
"Baik Ma...." jawan Rifan lagi .malam itu Rifan menemani Rosa menjaga nyonya Safitri. Melihat Asep yang berada di luar, Rosa menyuruh pria itu untuk kembali saja ke Villa.
"Sep...lo balik aja kerumah. Besok pagi lo bisa kembali kemari...." kata Rosa pada anak buahnya itu.
"Tapi Bos menjaga nyonya Safitri dengan siapa...?" tanya Asep.
"Biat aku yang menemani Sep..." kata Rifan . Melihat wajah Rifan, Asep tahu kalau Rosa sudah memanfaatkan.
"Kalau begitu saya pulang Bos..." jawab Asep berpamitan .
"Pulanglah....hati- hati di jalan Sep..." kata Rosa.
__ADS_1
"Baik Bos...Asalamualaikum..." pamit Asep.
" Waalaikum salam..." jawab Rosa. Aseppun meninggalkan rumah sakit.
Setelah kepergian Asep Rosa meminta sang Mama kembali istirahat. Namun beberapa saat sebelum sang Mama tidur. Kedua pengawal Rifan datang berkunjung. Mereka membawa buah- buahan yang mereka beli ketika mereka pulang mengantar Resa. Resa memang meminta mereka mengantarkannya pulang setelah mereka mengobrol sebentar.
Ketika mereka masuk kekamar inap nyonya Safitri , Mereka berdua melihat wajah Rifan yang tak keruh lagi. Dan itu menandakan kalau Rifan telah berbaikan dengan Rosa . walaupun hubungan mereka masih terlihat agak kaku .
30 menit kemudian, Rifan menyuruh mereka pulang , Dia beralasan kalau nyonya Safitri harus istirahat.
"Bos...elo nggak pukang...?" tanya Fikri pada Rifan.
"Gue pulang besok pagi...kalian bawa saja mobil gue , besok pagi bawakan gue baju kerja kemari..." kata Rifan pada Fikri dan Dikra.
"Baiklah..kalau begitu kami pulang dulu..." kata Dikra.
"Pulanglah..." kata Rifan lagi.
Setelah berpamitan pada Rosa dan nyonya Safitri, mereka berdua segera meninggalkan ruang inap nyonya safitri.
Setelah kepergian mereka berdua, Rosa segera menyuruh sang Mama untuk segera beristirahat. Sedangkan Rosa kembali membuka leptop nya. Dan Rifan duduk di sebelahnya sambil bermain dengan ponselnya.
"Bee..." panggil Rifan membuka percakapan .
"Hmm..." jawab Rosa singkat. " sebenarnya dua bulan ini kau pergi kemana...?" tanya Rifan .
"Ke China..." jawab Rosa singkat .
"Ke China...?" tanya Rifan tak prcaya.
"Hmm.." jawab Rosa sambil mengangguk kan kepalanya , sedang tangan dan Wajahny masih menatap di layar leptopnya.
"Ya ampun...kenapa aku tidak berfikiran ke Negara itu sich..." ucap Rifan pelan
walaupun begitu Rosa mendengarnya juga.
"Emang ada apa kak...? kau mencari keberadaanku...?" tanya Rosa .
"Iya...aku mencarimu bagai orang gila. dan anak buahmu tidak mau mengatakan di mana kau berada. " kata Rifan lagi. Mendengar perkataan Rifan, Rosa terdiam dan dia menatap Rifan.
"Untuk apa kakak mencariku...? bukanya kakak ingin meninggalkan diriku..?" kata Rosa dengan wajah heran.
"Ck..telmi...( telat mukir )" gimana Rosa.
Mendengar ucapan Rosa , Rifan tersenyum menahan tawa. karena dia takut nyonya Safitri terganggu istirahatnya.
"Iya ...aku memang telmi...kalau tidak mana mungkin aku hampir kehilangan gadisku...untung ada calon mertuaku yang baik hati padaku..." Kata Rifan perlahan di dekat telinga Rosa.
"Ngerasa juga..." kata Rosa datar.
Rifan kembali tersenyum mendengar perkataan Rosa.
"Bee..kita nikah yuk..." kata Rifan lagi.
" Kak...jangan mulai dech..." kata Rosa sambil mulai kembali asyik dengan leptopnya.
"Aku serius Bee..." kata Rifan.
Mendengar ucapan Rifan , Rosa menatap pria tampan di sampingnya.
"Kak...kau fikir menikah itu mudah ...?" kata Rosa dengan wakah cemberut.
"Tentu saja aku tahu Bee..kau lupa aku pria yang sudah matang, yang memang seharusnya menikah..." kata Rifan dengan yakin.
"Tapi apakah mental kita sudah siap untuk menghadapi segala masalah yang akan kita hadapi kak..?" kata Rosa .
"Kakak yakin kita mampuh menghadapi semua masalah secara bersama- sama Bee..." jawab Rifan dengan wajah serius. melihat kesungguhan Rifan , Rosa serba salah.
"Beri aku waktu kak...." kata Rosa akhirnya.
"Sampai kapan Bee..." Kata Rifan lagi.
"Saatnya nanti Rosa akan mengatakannya pada Kaka, jangan cemas...tidak akan lama kok... sebab aku akan mencari orang yang sengaja menabrak Mama, dan Rosa ingin tahu siapa di balik orang itu..." kata Rosa yang membuat Rifan kaget.
"Apaa...jadi kecelakaan Mama karena di sengaja...?" tanya Rifan kaget.
"Kakak belum tahu itu...?" tanya Rosa.
"Tidak Bee...mama kecelakaan saja , aku baru tahu tadi...?" kata Rifan .
__ADS_1
"Mama kecelakaan sepertinya karena di sengaja. Saat mobil itu selesai menabrak Mobil Mama, Dia langsung kabur . dan mobilnya tidakemakai plat nomor. untung saja Sopir Mama tidak melajukan mobil tidak terlalu kencang. kalau tidak, entah apa yang akan terjadi pada Mama. dan saat aku tanyakan Pada Papa , apakah Papa memiliki musuh. Papa tak pernah membuat orang marah atau bermusuhan dengannya . namun kenapa ada orang yang mau membunuhnya istrinya , Rosa fikir orang itu sebenarnya menargetkan Rosa...? dan aku curiga pada seseorang , namun aku belum menemukan bukti dari keterlibatan dia ..." kata Rosa dengan wajah serius.
"Apakah kau sudah tahu siapa mereka..?" tanya Rifan dengan wajah penuh tanya.
"Iya...tapi aku belum yakin...aku masich mencari buktinya...?" jawab Rosa.
"Siapa mereka Bee...boleh kakak tahu...?" tanya Rifan.
"Jangan tanyakan sekarang kak.. kelak kau pasti akan tahu setelah aku menemukan bukti sang pelaku..." jawab Rosa .
"Baiklah, aku akan mendukung mu apapun itu... tapi aku juga akan mencari siapa yang telah berani mengusik keselamatan Calon mama mertuaku..." jawab Rifan lembut.
"Trimakasih kak...tapi kak...bagaimana jika masalah ini menyangkut keluarga kakak, maaf yang aku maksud Paman Burhan...!" tanya Rosa .
"Apakah Dia yang telah melukai Mama..?" tanya Rifan dengan wajah serius.
"Kak...bukankah aku hanya bertanya , bagaimana Jika tuan Burhan tersangkut masalah ini...?" kata Rosa lagi.
"Kalau dia tersangkut dalam masalah ini, maka aku akan menghancurkan dia... Bukankah dia sudah pernah berusaha membunuhmu.? dan jika dia sekarang menginginkan keselamatan Mama, maka aku tidak memiliki keinginan membuat dia lolos dari hukumanku.." kata Rifan lagi.
"Maksud kakak...?" tanya Rosa.
"Selama ini Aku membiarkan dia berusaha memcelakai keluargaku. hingga kak Inka jadi korban keserakahannya. kali ini, jika memang dia dibalik semua ini maka aku tidak akan pernah melepaskan nya..." jawab Rifan dengan wajah marah.
"Jangan terlalu marah kak...itu masih dugaan saja . Kita masih belum jelas siapa dalang sebenarnya dalam kecelakaan Mama..." kata Rosa sambil menatap Rifan dengan perasaan bersalah. seharusnya dia tadi tidak mengucapkan dulu dagaannya.
"Tidak apa- apa Bee... aku memang sudah terlalu lama membiarkan pria tua itu berbuat sekehendak hatinya..." jawab Rifan . Mereka masih berbincang sebentar , sebelum kemudian terlihat Rosa kembali melanjutkan pekerjaannya. hingga tak lama kemudian, Rifan meminta Rosa untuk beristirahat .
"Bee...hari sudah larut malam, kau tidurlah dulu...aku yang akan menjaga Mama...." kata Rifan dengan lembut .
"Tidak kak...kakak saja yang tidur... Bukankah tadi kakak pulang kerja langsung kemari..." kata Rosa .
"Tidak Bee...kakak tidak apa- apa..kakak masih merasa belum ingin tidur. sekarang kau tidurlah dulu. kita akan bergantian menjaga Mama...kata Rifan sambil menatap Rosa penuh kasih sayang.
"Baiklah... nanti kau bangunkan aku kalau kau merasa lelah..." kata Rosa.
"Iya...sekarang tidurlah di sini, Kakak akan pindah duduknya... " jawab Rifan sambil berdiri dan pindah tempat duduknya.
"Trimakasih kak..." kata Rosa lembur.
"Jangan berterimakasih Bee...kau adalah kekasihku, sewajarnya aku memperhatikan dan menjagamu..." Kata Rifan . Rosa tersenyum dan menidur kan diri di sofa panjang yang dia duduki. dia memakai lengan tangannya sebagai bantalan tidurnya. melihat itu, ingin rasanya Rifan membawa kepala kecil Rosa ke atas pangkuannya. namun dia tak ingin kekasih yang baru saja memanfaatkan dia marah kembali . tak berapa Lama, terdengar dengkuran halus dari Rosa yang menandakan gadis itu sudah tertidur. perlahan Rifan bangun dari duduknya . setelah melihat bebera petugas datang untuk memeriksa kesehatan Mama Fitri dan menanyakan keadaan nyonya Safitri , Rifan meminta pada perawat untuk mengambilkan bantal dan selimut untuknya. karena yang minta adalah pemilik rumah sakit. mereka mengiyakan . Rifan juga meminta pada mereka untuk lebih memperhatikan nyonya Safitri karena dia adalah Mama dari calon istrinya.
"Kalian harus memperhatikan dia lebih baik, dan memperhatikan menu makanan untuk dia..." kata Rifan pada Perawat dan mereka mengiyakan dengan patuh. Sedangkan Dokter yang bersama mereka tersenyum melihat keposesifan Rifan.
'Fan ...dia siapa elo... aku belum pernah melihat kau seposesif ini..." ucap Dokter Fajar yang merupakan putra sahabat sang Papa dan merupakan dokter ahli yang bekerja di Rumah sakit ini.
"Dia Mama calon Istriku Jar..." kata Rifan sambil tersenyum.
"Apaa...kau punya pacar...?!" Seru Dokter Fajar tak percaya.
"Aku juga manusia Normal Jar...!" seru Rifan kesal .
"Benarkah....aku fikir kau tidak suka wanita..." kata Fajar menggoda.
"Sialan...kau fikir aku pria apaan ...?" kata Rifan sambil menatap Fajar kesal.
"Habis kau tidak pernah terdengar atau terlihat bersama Seorang gadis...apakah gadis yang sedang tidur itu kekasihmu atau calon istrimu..?" tanya Fajar sambil menunjuk pada Rosa yang terlihat tidur dengan tenang.
"Benar...dia gadisku..." jawab Rifan dengan bangga.
"Terang saja kau menyukai gadis itu... gadis yang teramat cantik dan putih. dan terlihat dari wajahnya kalau dia gadis yang lembut,....Kenapa bukan aku yang pertama kali menemukan dia..." kalimat terakhir dia ucapkan dalam hati.
"Karena Dia jodohku...." jawab Rifan datar. walau terkesan dalam kalimatnya adalah nada kebanggaan.
"Ya sudah kami pergi dulu, sebentar lagi pesananmu akan datang..." kata Fajar sambil berjalan keluar dari ruangan nyonya Safitri.
Setelah kepergian para petugas medis. Rifan segera menutup pintu itu kembali . dia berjalan ke Sofa dan duduk di sana. Dia menatap Rosa penuh dengan kerinduan.
"Sayang...untung Mamamu mau membantuku untuk merayumu agar mau memaafkan diriku...kalau tidak entah bagaimana lagi caraku meminta maaf padamu..." ucap Rifan dalam hati. dia memandangi wajah Rosa dengan pandangan yang penuh kasih sayang. tak lama terdengar ketukan di pintu . Rifan segera berjalan untuk membukanya. terlihat dua orang perawat datang dengan membawa Bantal dan selimut . mereka segera memberikan barang- barang itu pada Rifan, dan segera pergi dari Rifan . walaupun sang pemilik berwajah sangat tampan . namun melihat wajah tampan itu melihat kepada mereka dengan ratapan dingin, lebih baik mereka segera pergi jauh darinya.
"Sa...wajahnya memang sangat tampan, tapi saat melihat wajah dingin itu, lebih baik gue pergi jauh dari dia. apa benar gadis yang ada di dalam kamar itu Pacarnya,..." Kata Vivi perawat yang mengantar pesanan Rifan.
"Katanya sich seperti itu...sayang kita tidak bisa melihat wajahnya..." jawab temannya yang bernama Sari .
Sedang Rifan yang di tinggalkan oleh kedua perawat yang ketakutan itu. segera menutup pintu dan perlahan mendekati sofa tempat Rosa tidur. perlahan dia mengangkat kepala Rosa dengan hati- hati. dia menaruh bantal di bawah kepala Rosa . setelah itu dia menyelimuti Rosa dengan selimut yang dia pesan dari perawat. dia mencium pelan kening Rosa.
"Selamat tidur sayang.... Terimakasih kau telah memberiku kesempatan untuk menjadikan dirimu milikku. Kini tak akan ku biarkan kau meninggalkan diriku lagi. " ucap Rifan perlahan . Setelah itu dia duduk kembali di sofa dan bermain Ponselnya. Tanpa dia sadari , nyonya Safitri memperhatikan semua tindakannya. terlihat senyuman haru dan senang di bibirnya saat melihat sikap Rifan pada Rosa. tak lama diapun kembali tidur .
Maaf Author telay up date, karena ada kepentingan keluarga. jangan lupa like, vote dan komennya aku tunggu.
__ADS_1
Bersambung.