
Apa karena ucapan Rosa atau Kanaya, atau mungkin karena tuan Hartanto yang memang ingin sadar, tiba- tiba alat Elektrokardiogram atau alat rekam jantung milik tuan Hartanto berbunyi. dan grafiknya menunjukan detak jantung yang mulai stabil seperti akan kembali normal. melihat semua itu, Rosa segera memanggil Dokter. Untunglah Dokter Angga masih berada di luar ruangan itu.
Ketika Rosa panik, dia tidak melihat alat untuk memanggil Dokter atau perawat yang ada di atas brangka pasien . Malah dia berlari keluar untuk memanggil Sandy agar memanggil Dokter . Saat dia membuka pintu dia melihat Dokter Angga dan Dokter Radit sedang berbicara dengan Sandy.
Rosa segera berseru pada kedua dokter itu.
"Dokter tolong tuan Hartanto....!" serunya keras . tentu saja seruannya membuat orang yang ada di luar ruang ICU kaget. Dokter Angga dan dokter Radit segera berlari masuk kedalam ruangan bersama Rosa. Ketika sampai di dalam , Dokter Radit masih sempat berseru pada Rosa.
"Tutup pintunya Nona..!" serunya. Dengan cepat Rosa menutup pintu. Dia melihat kedua dokter itu memeriksa tuan Hartanto. Tak lama kemudian terlihat tuan Hartanto membuka matanya.
"Selamat malam Paman....?" sapa dokter Angga ramah.
"Angga...aku di mana..?" ucap tuan Hartanto dengan nada lemah.
"Paman di rumah sakit..." jawab dokter Angga.
"Rumah sakit...? Apa yang terjadi denganku...?" ucapnya pelan.
"Tentu saja kakek pingsan karena jantung Kakek..." jawab Rosa yang ada di belakang dokter Angga. Mendengar suara seorang gadis , tuan Hartanto melihat kearah asal suara. Begitu juga dengan dokter Angga dan dokter Radit. Mereka kaget dengan ucapan Rosa.
Setelah melihat siapa yang berbicara , tuan Hartanto bukannya marah, dia malah tersenyum senang.
"Kau di sini....?" tanya tuan Hartanto dengan wajah senang.
"Paman Sandy tadi membawaku kemari karena kakek masuk ruang ICU..." jawab Rosa datar.
Mendengar Rosa menyebut kata kakek, tuan Hartanto bahagia.
"Kau memanggilku Kakek...?" kata tuan Hartanto tak percaya.
"Apakah aku tidak boleh memanggil anda Kakek...?" tanya Rosa dengan wajah cemberut.
"Tentu. tentu saja boleh nak... Kakek malah sangat bahagia sekali..." ucapnya bahagia. Mendengar perkataan tuan Hartanto, Rosa merasa terharu. Begitu besarkah rasa bersalahmu kek... Kau bukan kakekku yang sebenarnya. Tapi karena pemilik tubuh ini telah memaafkanmu, akupun akan berdamai denganmu. Lagian untuk apa aku menghukum orang yang tidak bersalah. Dan juga bukan hakku untuk menghukummu. Baiklah Rosa...aku akan membuat bahagia kakekmu. Semoga kau bahagia dan tenang di sana. Ucap rosa dalam hati.
"Kek...boleh Rosa memelukmu...?" ucap Rosa . Mendengar perkataan Rosa terlihat air mata mengalir dari mata tua tuan Hartanto.
"Tentu saja nak... tentu saja boleh kemarilah..." ucap tuan Hartanto dengan wajah bahagia. Rosa segera berjalan kearah tuan Hartanto dan memeluk tubuh itu .
" Maafkan Rosa kek..." ucapnya perlahan. Tuan Hartanto menangis mendengar suara Rosa.
"Tidak nak...kau tidak bersalah. Kakeklah yang seharusnya meminta maaf padamu... karena kebodohan Kakek, kalian jauh dari kakek,..." ucap pria tua itu yang masih memeluk Rosa. Setelah agak lama Rosa melepas pelukannya.
" Trimakasih kek...sekaranh Dokter harus memeriksa keadaan Kakek..." ucap Rosa sambil berjalan menjauh dari brangka tempat tuan Hartanto tidur . sedang dokter Angga terlihat matanya memerah saat melihat mereka berdua berdamai, Dia tahu masalah yang di hadapi Rosa dan tuan Hartanto . Begitu juga dengan dokter Radit.
"Akan kuperiksa keadaanmu dulu paman, sebelum kau di bawa keruang rawat..." ucap Dokter Radit .
"Silahkan..." jawab tuan Hartanto.
"Kek...Rosa keluar dulu ya...?" ucap Rosa berpamitan. "Tidak.. Jangan pergi, kakek tidak ingin kau pergi meninggalkan Kakek...!" seru tuan Hartanto ketakutan.
"Tidak kek...Rosa hanya keluar sebentar menemui teman- teman Rosa..." jawab Rosa.
"Baiklah... Tapi kau janji, tidak akan pergi meninggalkan kakek...' ucap tuan Hartanto yang masih takut Rosa meninggalkannya.
"Tidak kek...Rosa hanya akan keluar menemui teman- teman Rosa...Rosa Janji akan menjaga kakek..." jawab Rosa.
"Baik..pergilah..." kata tuan Hartanto sambil tersenyum.
Rosapun segera keluar dari ruang ICU. Ketika sampai di luar terlihat keluarga besar menunggu di luar ruangan. Dan ada juga wanita tua yang sedang duduk di atas kursi Roda . Sandi mendekati Rosa.
"Ada apa dengan Kakek Ros...?" tanya Sandy.
"Kakek Baik - baik saja Paman...keadaan beliau sudah sadar..." jawab Rosa.
"Alhamdulillah...." ucap Sandy bersyukur.
Sedangkan wanita yang ternyata nyonya menur terlihat kagey, ketika melihat Rosa keluar dari ruang ICU. wanita itu berseru.
" Galuh...!" serunya. Dia menatap Rosa dengan derai air mata.
"Apakah ini Nenek Rosa...?" tanya Rosa sambil mendekati wanita tua itu.
"Iya aku Nenekmu...kemarilah nak...?" ucap wanita itu smbil merentangkan tangannya.
"Nenek...." ucap Rosa sambil memeluk wanita itu. Terlihat nyonya Menur semakin menangis mendengar Rosa memanggilnya Nenek. Begitu juga Rahayu dan Sandy. Setelah cukup lama memeluk Rosa, nyonya Menur baru melepas pelukannya. Dan menatap Rosa dengan wajah sedih dan haru . Dia menatap Rosa dari bawa keatas berulang kali.
"Ada apa Nek...?" tanya Rosa.
"Kau sudah besar sayang..." ucap nyonya Menur .
"Iya nek...tapi maaf nek, Mama...." sebelum Rosa melanjutkan ucapannya , Nyonya Menur bericap.
"Sst.. Jangan kau katakan lagi sayang... Kakek dan Nenek sudah tahu semua, karena masalah itu kakekmu berada di sini..." kata nyonya Menur sambil membelai rambut Rosa. Rosa yang berjongkok di depan kursi roda nyonya menur ,merasa kaget.
"Kalian sudah tahu soal Mama...?" kata Rosa.
"Sudah Ros...saat kakek dan Nenek tahu, mereka jatuh pingsan, dan Jantung kakek kambuh. Untung kakek masih bisa tertolong..." jawab tuan Sandy.
"Tapi sekarang Nenek nggak apa- apa kan...?" tanya Rosa cemas .
"Tidak lagi nak... Gimana dengan kakekmu...?" tanya nyonya Menur sambil masih mengusap kepala Rosa.
"Alhamdulilah kakek sudah siuman Nek... sebentar lagi pasti Kakek di bawa keruang rawat inap Nek..." jawab Rosa.
"Syukurlah..." ucap nyonya Menur.
__ADS_1
"Tunggu dulu kak, Ma... Siapa gadis ini...kenapa kalian mengatakan Seolah gadis ini bagian dari keluarga kita...! dan yang aku dengar, Papa di sini gara- gara dia..siapa dia...?" seru Tika menyela pembicaraan mereka.
"Aah...aku lupa mengatakan padamu Ka.. Gadis ini adalah putri dari Galuh saudara kita. Dia bernama Rosa..." ucap Sandy memperkenalkan Rosa pada Tika.
"Lo.. Kata kak Rahayu dia bukan siapa- siapa kita. Ini yang benar yang mana sich...!" kata Tika terlihat marah.
"Yang benar dia memang putrinya Galuh Ka...aku tadi tidak berterus terang padamu, karena Rosa masih belum menerima keluarga kita..." jawab Rahayu.
"Oo..begitu...tapi Apa benar dia putri kak Galuh...kita jangan mudah terkecoh karena dia memiliki wajah seperti kak Galuh . kita belum tahu kebenarannya , kita jangan mudah percaya hanya karena wajahnya yang mirip dengan kak Galuh, maka dia bisa mengaku putri kak Galuh.." ucap Tika sinis.
"Jaga mulutmu Tika...!" seru nyonya Menur marah.
"Ma...jangan mudah percaya perkataan orang asing Ma... Siapa tahu dia penipu yang ingin memanfaatkan wajahnya untuk menipu kita...!" seru Tika marah.
"Cukup Tika... kami sudah tahu kebenarannya...!" seru Sandy marah. Sedangkan Rosa hanya diam menonton tingkah Tika yang bagai orang kebakaran jenggotnya.
"Cih...dari mana kakak tahu kalau dia memang putri kak Galuh...!" ucap Tika yang masih terlihat sinis.
"Karena kami sudah menyelidiki dia... maaf Rosa...ini terpaksa Paman lakukan..." ucap Sandy meminta maaf sambil menatap Rosa .
"Nggak masalah Paman...Rosa mengerti..." jawab Rosa.
"Ya ampuun kak...siapa tahu itu hanya kedok mereka untuk menipu kita....." kata Tika kekeh .
"Paman.. Boleh Rosa bicara...?" tanya Rosa. Sandy yang tadinya mau memarahi kembali adiknya , menatap pada Rosa dan berucap .
"Silahkan nak..." jawabnya.
"Trimakasih Paman...Maaf tante... Sejak tadi saya mendengar kalau anda mengatakan saya penipu...apakah anda mengatakan ini karena anda berkanca pada perbuatan anda sendiri yang telah menipu keluarga anda...?" kata Rosa dingin.
"Apa maksudmu...?!" seru Tika kaget dan kesal .
"Apa yang saya maksud pasti anda sudah tahu, tapi lebih baik kita tidak mempersoalkan masalah ini lebih dahulu . Ingat kita sekarang ada di rumah sakit . dan kakek sedang sakit, maaf Nek...Rosa pergi keteman - teman Rosa dulu Nek....." ucap Rosa tanpa memandang nyonya Tika yang terlibat sangat marah. Ingin rasanya dia menampar wajah gadis yang mirip dengan sang Kakak itu. Tapi dia ingat sekarang mereka sedang berada di rumah sakit .
"Pergilah nak... tapi Nenek harap kau jangan pergi dulu sebelum kakek di pindahkan keruang rawat inap..." ucap sang Nenek.
"Baik Nek..." jawab Rosa .
Dia segera berdiri dari depan sang Nenek lalu berjalan kearah Rifan dan ketiga sahabatnya.
"Bee...sepertinya wanita itu masih memiliki dendam dengan Mama Galuh..?" kata Rifan sambil memandang Tika yang masih menatap Rosa dengan pancaran matanya yang terlihat membenci Rosa.
"Aku tahu My Bee..." jawab Rosa .
"Sepertinya dia sangat marah padamu Lihatlah dia masih menatapmu dengan wajah penuh kebencian.." bisik Rifan yang berada di sebelah Rosa.
"Biarkan saja selama dia tidak mengusikku My Bee... Tapi jika dia berani membuat masalah denganku, aku tdak akan memberi maaf padanya. Sudah cukup Mama Galuh yang menjadi korban, jauh dari sanak saudara karena dia..." ucap Rosa dingin.
"Tenang Bee...jika dia berani mengusik kehidupan mu, aku sendiri yang akan membuat dia sengsara ..." ucap Rifan .
Sedangkan Tika sendiri merasakan hatinya sangat marah ketika melihat Rosa yang sudah dekat dengan kedua orang tuanya dan kedua kakaknya.
"Sialan kenapa gadis itu datang ke kota kami... Apa ini rencana si Galuh agar dia bisa kembali lagi ke mari. sialan...dasar wanita sialan, andai kau bukan saudaraku. Sudah ku habisi kau... sekarang kau ingin membuat anakmu mendekati papa dan Mama, mimpi...
kau kini akan merasakan kehilangan anak yang kau sayangi ,seperti aku kehilangan kak Buyung...kara hati Tika.
Dia menatap Rosa dengan wajah penuh kebencian. Dan tanpa dia sadari kalau sejak tadi Rahayu telah memperhatikan semua tingkah lakunya , serta tatapannya pada Rosa.
"Ka...tidak akan kubiarkan kau menyakiti putri Galuh . Sudah cukup kau lakukan itu pada Galuh. Hingga saat kematiannya kami tdak ada di sampingnya. Jika saat ini kau akan membuat Rosa celaka, maka jangan kau sesali jika kami akan membuatmu sedih. Aku akan mengatakan semua ini pada Papa..." ucap Rahayu salam hati. Dia sudah muak dengan sikap Tika yang egois .
Tika akan melakukan berbuat apapun untuk mendapatkan sesuatu yang dia sukai . walaupun semua yang dia lakukan akan merugikan orang lain, dia tak akan perduli. Dan kini dia melihat kebencian di mata sang adik pada keponakannya sendiri. Cukup Galuh saja yang menjadi korbannya.
Tak berapa lama terlihat tuan Hartanto di pindah keruang rawat inap VVIV . Tempat khusus untuk keluarga yang memiliki uang berlebih.
Setelah beberapa waktu kemudian, Mereka sudah di perbolehkan untuk menjenguk tuan Hartanto . Saat mereka masuk, sengaja Rosa membiarkan mereka para keluarga Hartoni masuk terlebih dahulu . karena dia tidak ingin kehadiran mereka berlima akan membuat ruangan itu terlalu penuh. Namun beberapa saat kemudian, tuan Sandy keluar dan mencari Rosa.
"Rosa...kakek mencarimu..." ucap tuan Sandy.
"Paman...biar sebentar lagi Rosa masuk bersama teman- teman Rosa..." kata Rosa.
"Kakek sudah mencarimu...ayo masuk bersama teman- tamanmu..." kata tuan Sandy. Rosa menatap pada teman- temannya.
"Bos...biarkan Mamat dan gue di luar saja. elo bisa masuk bersama Johan dan tuan Rifan..." ucap Asep .
Mendengar Asep memanggil Rosa Bos, terlihat Sandi menatap Rosa dengan tatapan bangga dan terlihat dia tersenyum.
"Baiklah elo berdua di sini dulu, setelah itu kita akan kembali..." ucap Rosa sambil tersenyum. Akhirnya Rifan, Rosa dan Johan ikut masuk bersama Sandy kedalam ruang Inap tuan Hartanto. saat sampai di dalam, terlihat tuan Hartanto berbaring di ranjang dengan selang infus di tangan kirinya. Melihat kedatangan Rosa, terlihat wajah tuan Hartanto bahagia . walaupun masih terlihat pucat.
"Rosa...kemarilah nak...!" ucap tuan Hartanto.
"Baik kek..."Mereka mendekat kearah tuan Hartanto yang sedang berbaring .
"Oh ya kek...kenalkan ini kekasih Rosa namanya Rifan dan ini sahabat Rosa namanya Johan..." ucap Rosa memperkenalkan Rifan dan Johan.
"Selamat malam kek...saya Rifan kekasih Rosa..." ucap Rifan memperkenalkan diri . Terlihat tuan Hartanto mengulurkan tangan untuk berjabat tangan . Rifan menyambut uluran tangan tua Hartanto.
"Kau kekasih Rosa...?" tanya tuan Hartanto .
"Benar Kek..." jawab Rifan .
Tuan Wisnu Hartanto menatap Rifan dengan tajam.
"Sepertinya aku mengenalmu...!" ucap tuan Hartanto .
"Dia CEO perusahaan EKG kek..." kata Johan menyela. Mendengar ucapan Johan. tuan Hartanto maupun Sandy kaget.
__ADS_1
"Oo..kalau begitu kau putra dari Alex Enggelo atau Burhan Enggelo , ?" tanya tuan Wisnu Hartanto.
"Saya putra Alex Enggelo kek...kalua anak paman Burhan perempuan..." jawab Rifan.
"Ternyata Cucu Hendrik Enggelo..." ucap tuan Hartanto .
"Kakek mengenal kakek Hendrik...?" tanya Rifan kaget.
"Tentu saja...Kakek pernah menjadi sahabat dekat kakekmu.." jawab tuan Hartanto.
"Oo..begitu..." kata Rifan pelan.
"Gimana kabar kakek dan Ayahmu...?" tanya tuan Hartanto.
"Alhamdulilah Ayah baik- baik saja kek... kalau kakek dan Nenek telah tiada kek..." jawab Rifan.
"Innalillahi wainnailaihi rojiun.. ternyata mereka telah mendahului aku.." kata tuan Hartanto dengan wajah sedih .
"Mereka telah lama tiada kek..." jawab Rifan. terlihat wajah tuan Hartanto agak sedih.
"Oh ya...tadi kau bilang kalau kau kekasih cucuku...kau mencintai cucuku...?" tanya tuan Hartanto sambil menatap Rifan dengan tatapan tajam.
"Sangat kek..." jawab Rifan tanpa malu- malu.
"Kalau begitu, kau harus berjanji selalu menjaga dia , ingat jangan pernah kau sakiti dia...." ucap tuan Hartanto dengan wajah masih menatap Rifan tajam.
"Pasti kek..." jawab Rifan.
"Lalu siapa dia...? aku merasa pernah bertemu dengannya...?" kata tuan Hartanto sambil menatap Johan.
"Saya memang pernah bertemu dengan tuan Hartanto...saya adalah wakil dari perusahaan KAG milik Rosa yang ingin membeli tanah di dekat lahan proyek milik kek..." ucap Johan sambil mengulurkan tangan untuk berjabat tangan.
"Ooo...aku ingat, kau orang yang memaksa membeli tanah milik Galuh itu kan...?" kata tuan Hartanto sambil tertawa.
"Benar kek..." jawab Johan .
"Ha ha ha...gara- gara tanah itu aku menemukan cucuku. kalau sekarang kau tidak perlu membelinya nak...tanah itu milik Ibu Rosa, dan otomatis milik Rosa. jadi terserah Rosa mau di jadikan apa..." kata tuan Hartanto dengan wajah gembira.
"Tapi Pa...bukankah tanah itu milik keluarga... kenapa mesti di berikan pada anak ini...Kita belum tahu dia yang sebenarnya . jangan- jangan dia mengaku sebagai putri Galuh , hanya ingin mengambil tanah itu Pa...jadi jangan terburu - buru memberikan tanah itu padanya.. jangan sampai kita tertipu..." ucap Tika sinis.
Mendengar omongan Tika, semua orang menjadi jengkel. apalagi Rifan dan Johan. terlihat wajah Johan memerah karena marah. dia sudah tidak tahan lagi menahan kemarahan.
"Nyonya...sejak tadi saya mendengar anda menuduh Bos kami sebagai penipu. apa maksud anda...?" kata Johan dengan marah.
"Jaman sekarang banyak penipu yang berkedok orang baik, ataupun mengaku sebagai saudara . jadi apa salahnya kalau kami harus waspada pada Nona Rosa..." ucap Tika dengan wajah Sinis.
"Ha...kalau cuma ingin memiliki ranah itu , kami tidak perlu berpura-pura menjadi anak atau cucu seseorang. kalau hanya untuk memiliki tanah itu, tidak perlu Bos kami menipu tuan Hartanto. apakah anda tahu... setelah mengetahui kalau pemilik dari tanah itu adalah keluarga yang pernah mengusir sang Mama dari rumahnya , karena kelicikan hati adik sang Mama, Bos kami sudah tidak mau lagi membeli tanah itu karena tidak ingin berurusan dengan keluarga Hartanto..." seru Johan dengan marah.
"Kaaauuu....!" seru nyonya Tika kaget dan marah.
"Kenapa...? apa saya salah...Bos kami tidak butuh untuk menipu. Dia memiliki harta yang cukup untuk hidupnya. Dia memiliki beberapa tokoh dan butik di kota J. dan dia juga seorang CEO dari dua perusahaan besar KAG dan KAI di kota J dan B, Apakah beliau masih butuh menipu orang untuk mencari makan...?!" ucap Johan dengan Marah.
Mendengar ucapan Johan, semua orang terpanah, begitu juga dengan Tuan Hartanto. Terlihat wajah tuan Hartanto yang pucat menjadi merah .
"Apa yang telah di lakukan Tika tadi pada Rosa...?" katanya dingin. Semua terdiam. lagi- lagi Johan berkata.
"Sejak tadi, beberapa kali putri Anda selalu menyinggung Bos kami tuan Hartanto...dia mengatakan kalau Bos Kami Nona Rosa, adalah seorang penipu yang mengaku putri nyonya Galuh.." ucap Johan datar. terlihat wajahnya masih marah. Mendengar omongan Johan, wajah tuan Hartanto semakin merah .
"Apa benar itu Ka....?! ucap tuan Hartanto dingin.
"Bukan begitu Pa....aku hanya menjaga hal- hal yang akan membuat kita rugi dan menderita..." ucapnya dengan perasaan takut.
"Merugi dan menderita....?apakah kau tidak cukup membuat kami menderita kehilangan kakakmu Galuh HAA...!" teriak tuan Hartanto marah .
"Pa...tenang Pa..." seru Sandy khawatir.
"Kek...sabar Kek...kakek harus tahu, kakek baru keluar dari ICU..." ucap Risa menenangkan sambil memegang tangan tuan Hartanto.
"Astaghfirullah ...aku tidak mengerti dengan sifat tantemu itu... Aku tidak pernah menyangka dia memiliki sifat seperti itu... Kalau bukan karena dia..kami tidak akan pernah kehilangan Bundamu ..." ucap Tuan Hartanto prihatin.
"Rosa tahu kek... tapi Kakek harus sabar.. kakek baru keluarga dari masa kritis, kami tidak ingin kakek drop lagi..." kata Rosa menghibur.
""Maafkan Saya tuan Hartanto,maafkan gue Ros..." ucap Johan .
"Bukan salahmu nak Johan... trimakasih kau telah membela cucuku... aku tahu niatmu.." ucap tuan Hartanto.
"Itu sudah kewajiban saya , melindungi sahabat sekaligus atasan kami tuan..." ucap Johan .
"Baiklah kek...lebih baik Rosa pulang dulu.. besok setelah melihat proyek Rosa sebentar, Rosa akan kemari menjenguk Kakek... kasihan teman- teman Rosa belum istirahat...." kata Rosa.menghindari pertengkaran dengan nyonya Tika.
"Baiklah Nak...kau pulanglah dulu..tapi ingat , besok kau harus datang kemari lagi karena Kakek masih ingin berbicara denganmu..." kata tuan Hartanto lembut.
"Baik Kek...Rosa janji besok akan kemari lagi. selamat malam kek..." ucap Rosa sambil mencium tangan dan pipi sang kakek. lalu dia berjalan mendekati sang nenek.dia mencium tangan dan Pipi nyonya Menur juga. begitu juga dengan Rifan dan Johan . mereka juga berpamitan .
"Asalamualaikum...." ucap Rosa sebelum keluar.
"Waalaikum salam..." jawab Mereka.
Rosa segera kembali ke hotel bersama kekasih dan sahabatnya.
Cukup dulu ya...aku lanjut besok.
jangan lupa like, Vote dan komennya aku tunggu .
Bersambung.
__ADS_1