PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP 24


__ADS_3

Rosa dengan berat hati pulang bersama Nyonya Safitri dan tuan Rendra. Dalam perjalanan pulang kerumah tuan Rendra , Rosa hanya diam saja di dekat sang Mama. Ada rasa kesedihan kala harus berpisah dengan gadis kecil yang sudah beberapa bulan ini hidup bersamanya .


"Sayang...jangan bersedih..bukankah itu sudah pilihanmu demi kebahagiaan Nina..." ucap Nyonya Safitri lembut.


"Benar Ma...ini memang pilihan Rosa... Tapi Rosa juga merasa sedih, sebab Rosa sudah menyayangi Nina seperti Adik Rosa sendiri..." ucap Rosa dengan nada sedih. Nyonya Safitri hanya bisa mengusap kepala Rosa dengan penuh sayang. Melihat setiap tingkah Rosa membuat Nyonya Safitri semakin yakin kalau gadis ini adalah putrinya.


Lalu siapa yang telah dia kubur dulu itu . dan kenapa wajah Kanaya berubah seperti gadis yang ada di depannya ini.


Setelah diam beberapa saat , Nyonya Safitri berucap.


"Ros...boleh Mama bertanya pada Rosa..?" tanya sang mama.


"Ya Ma...? Mama mau bertanya sama Rosa...? " tanya Rosa sambil menatap sang Mama.


"Iya...Mama mau menanyakan sesuatu pada Rosa, apa boleh nak...?" tanya nyonya Safitri perlahan sambil memegang tangan Rosa lembut dan menatap wajah Rosa.


"Rosa tahu apa yang ingin Mama tanyakan pada Rosa. Tapi Kita tunda sampai di rumah saja ya Ma..." kata Rosa lembut. Mendengar ucapan Rosa , nyonya Safitri merasa bahagia .


"Iya sayang...kita bicarakan nanti di rumah saja..." kata nyonya Safitri bahagia. Tanpa mereka sadari Mobil mereka telah sampai di rumah Tuan Rendra atau rumah orang tua Kanaya .


Setelah turun dari mobil , nyonya Safitri segera membawa Rosa masuk kedalam rumah mereka. Ketika Nyonya Safitri ingin membawa Rosa duduk di ruang keluarga , tiba- tiba Rosa berkata.


"Pa...boleh kita bicara di ruang kerja Papa...?" tanya Rosa yang membuat Papa dan Mamanya kaget .


"Kau meminta kita bicara di ruang kerja Papa nak...?" tanya tuan Rendra tak percaya.


"Itu kalau Papa mengijinkan...?" kata Rosa sambil tersenyum dan memeluk tubuh sang Mama dengan manja. Dan itu merupakan sifat Kanaya kalau sedang merajuk meminta sesuatu pada sang Mama dan Papa. Melihat tingkah Rosa, nyonya Safitri mengeluarkan kembali air matanya. Begitu juga tuan Rendra .


"Baiklah kita akan berbicara di ruang kerja Papa..." kata tuan Rendra sambil mengacak rambut Rosa dengan Sayang. Dia mulai curiga kalau gadis ini adalah putri tunggalnya.Mereka berjalan masuk kedalam ruang kerja tuan Rendra. Ketika sampai di sana, Kanaya segera menutup dan mencuci pintu ruangan itu. Ketika ruangan itu telah di tutup dan di kunci. Tak akan ada seorang pun yang akan mendengar ucapan orang yang ada di dalam ruangan itu.


" Nach sekarang apa yang akan kau katakan pada kami " kata tuan Rendra sambil menatap Rosa.


"Boleh Rosa duduk dulu pa...?" kata Rosa menggoda. Dia memang sengaja menggoda sang Papa , sebab sifat sang Papa sangat mudah penasaran dan akan kesal jika di tunda .


"Ck..kau memang sengaja membuat Papa semakin penasaran kan...!" kesal sang papa. Mendengar ucapan tuan Rendra, Rosa dan nyonya Safitri tertawa bersama. Memang begitulah sifat Kanaya saat hidupnya. Melihat muka sang Papa cemberut akhirnya Kanaya berucap .


"Pa, Ma...Rosa memang Kanaya Pa, Ma..." kata Rosa dengan tenang.


"Apaaa..." seru tuan Rendra kaget. Walaupun sudah sejak tadi dia menebak kebenaran itu. Sedang nyonya Safitri hanya tersenyum bahagia .


"Aku sudah menyangka itu..." kata nyonya Safitri dengan tenang.


"Kok bisa nak...lalu siapa yang papa kuburkan hampir delapan bulan yang lalu itu..." tanya tuan Rendra.


"Kanaya Pa..." jawab Rosa lagi.


"Papa nggak mengerti maksudmu nak.." ucap sang Papa. Akhirnya Rosa menceritakan kejadian yang sebenarnya soal kematiannya dan masuknya roh dirinya kedalam tubuh gadis yang sekarang berada di depan sang papa. Dia menceritakan juga derita gadis cantik itu.


"Maaf Pa, Ma...Kanaya adalah Hantu yang di hidupkan kembali dalam tubuh Rosa . Karena penderitaan gadis ini, hingga membuat Kanay bisa hidup kembali dalam tubuh Rosa .." kata Rosa mengakhiri ceritanya .


Mendengar cerita Rosa, Tuan Rendra dan nyonya Safitri memeluk Rosa secara bersamaan, dan mereka menangis bersama .


"Sayang....apapun , siapapun dirimu kau tetap Kanaya kami. Sampai kapanpun kau terap putri kami nak..." ucap sang Mama.


"Kita harus mensyukuri apa yang telah di berikan Tuhan pada Kita. Kita harus bersyukur masih di beri kesempatan berkumpul kembali..." ucap sang Papa.


"Benar Pa, Ma...kita harus berterimakasih pada Rosa yang tekah memberikan tubuhnya pada Kanaya..." ucap Kanaya .


Mereka bersyukur dalam hati, karena Tuhan tekah memberi kesempatan pada Rosa untuk hidup dalam tubuh Kanaya.


"Oh ya Pa, Ma...apakah Kak Resa masih berhubungan dengan Mirna...?" tanya Rosa pada kedua orang tuanya.


"Papa tidak tahu Ya...tapi beberapa bulan ini Papa tidak melihat Resa membawa Mirna...Memangnya kenapa...?" tanya sang Papa.


"Pa...jangan panggil Rosa Kanaya Pa... Sebab Rosa masih menyelidiki perihal kematian Aya...jadi biarkan mereka menganggap Aya sudah mati. Dan soal Mirna, Rosa mengetahui saat kecelakaan itu mirna berada di salah satu mobil yang mengejar dan menyebabkan mobil Kanaya masuk kedalam jurang , Rosa juga sudah tahu kalau Mirnalah yang menginginkan Kanaya Meninggal, Rosa masih mencari bukti keterlibatan Mirna atau otak pembunuhan Kanaya..." jawab Rosa dingin.


"Apaa....Dasar wanita brengsek...baik.. papa juga akan membantumu nak... akan kita jebloskan wanita brengsek itu kedalam penjara..." ucap sang papa.


"Dan dia juga telah menipu kak Resa Pa.. Ternyata dia telah berhubungan terlalu jauh dengan suami Rosa ini...mereka melakukan hubungan bagai suami istri, kata bik Sum pembantunya si Danar sudah lama sebelum Danar suami Rosa menikahi Rosa karena paksaan orang tua Danar Pa... Jadi dia menjadi kekasih Danar sebelum berpacaran dengan kak Resa..." ucap Rosa menjelaskan .


"Dasar pe****r murahan...berani sekali dia mempermainkan putraku...apakah Resa sudah tahu itu Ros...?" tanya sang Papa.

__ADS_1


"Rosa sempat merekam perbuatan bejat mereka sebagai bukti Rosa untuk di berikan pada kedua orang tua Danar. Dan Rosa sudah memberikan bukti itu pada kak Resa Pa..." jawab Rosa .


"Bagus nak...kau memang selalu menjadi putri Papa yang cerdik..." kata tuan Rendra sambil mencium kening Rosa.


"Siapa dulu..." jawab Rosa bangga.


Mereka bertiga tertawa melihat kembali kelucuan putri mereka yang selalu ceriah.


"Sayang...mana bahagia karena Kanaya Mama sudah kembali dalam kehidupan kami..." ucap sang Mama sambil memeluk Rosa.


"Ma...jangan lupa memanggil Kanaya Rosa Ma..." kata Rosa mengingatkan .


"Iya sayang ...siapapun namamu Mama senang kok...mama akan selalu mengingat namamu yang baru..." ucap sang Mama sambil membelai rambut Rosa.


"Trimakasih Ma..." kata Rosa.


"Oh Ya Ros...lalu selama ini setelah kau cerai dari si brengsek suami Rosa kau tinggal di mana...?" kata tuan Rendra terlihat masih marah .


"He he...maaf Pa...sebenarnya Rosa memiliki sebuah Villa di pinggir pantai di daerah X ..." kata Rosa sambil tertawa cengengesan .


"Apaa...kau memiliki Villa ...?" kata tuan Rendra kaget. Rosa hanya menjawab dengan anggukan.


"Lalu dari mana kau mendapatkan uang itu.." kata sang Papa curiga.


"Tenang Pa...Villa itu Rosa beli dengan uang halal kok...suatu saat papa akan tahu dari mana uang Rosa..." kata Rosa sambil memeluk manja sang Papa.


"Dasar anak nakal dan manja...tapi ingat Papa tidak suka kalau kau berbuat yang aneh- aneh..." kata tuan Rendra kembali.


"Beres Pa... Putri Papa adalah anak yang soleh kok..." jawab Rosa yang membuat Papa dan Mamanya bernafas lega sekaligus bahagia .


Setelah beberapa waktu di rumah kedua orang tuanya , Rosa segera kembali pulang ke Villa nya. Karena sebentar malam mereka akan memiliki misi yang cukup membahayakan. Ketika sampai di Rumah, ternyata para sahabatnya sudah datang. Mereka telah menunggu Rosa di Villa miliknya.


"Sore Bos...." sapa mereka ketika Rosa masuk kedalam Villa.


"Sore...lo kalian sudah datang...?" kata Rosa kaget.


"Iya Bos..." jawab Mamat.


"Hampir satu jam yang lalu Bos..." kata Budi menjawab pertanyaan Rosa .


"Maaf gue harus menjelaskan menjelaskan pada Mama dan Papa yang sudah curiga kalau gue Kanaya..." kata Rosa sambil duduk di antara para sahabatnya.


Akhirnya Rosa dan para sahabatnya mulai membicarakan langkah apa yang harus mereka lakukan dalam penyergapan nanti.


Jam sembilan malam mereka mulai meninggalkan rumah Rosa. Mereka semua memakai baju hitam dengan penutup kepala hitam Ala ninja. Namun penutup kepala itu masih belum mreka pakai.


"Yok...berapa orang yang sudah kau tempatkan di sana...?" tanya Rosa datar.


"Sepuluh orang Bos...gue ambil dari murid inti..." jawab Yoyok .


"Bagus...jangan terlalu banyak orang... Mereka akan curiga..." kata Rosa datar. Tak berapa lama, mereka telah sampai di darmaga pantai XX . Rosa masih di dalam mobil Fortuner milik Johan bersama Roni , Johan , Asep dan Gilang. Sedang Yoyo, Mamat, Budi dan Diki berada di mobil yang lain.


"Bos ..mereka sudah datang Bos..." ucap Roni yang sedang memegang leptopnya .


"Biarkan mereka mendekat dulu Ron..." kata Rosa. Mereka sudah mulai memakai penutup kepala mereka.


"Yok...suruh mereka bersiap- siap. Sebentar lagi oprasi kita lakukan.." ucap Rosa melalui earphon miliknya.


"Jangan khawatir Bos...mereka tinggal menunggu perintah darimu..." jawab yoyok. Dan setelah mendengar perkataan gilang kalau di dalam kapal itu hanya ada lima belas orang saja, akhirnya Rosa mulai memimpin penyergapan, atau merampok senjata api milik Robert dari geng Kroya. Setelah melihat situasi telah cukup aman, Rosa dan kawan- kawan mulai menyerbu kapal itu. Dan dalam waktu setengah jam saja , Risa dan kawan- kawan bisa melumpuhkan para penjaga kapal itu. Setelah sebagian di ikat didalam satu ruangan, dan yang lain terbunuh, Rosa memerintahkan Roni untuk megirim pesan pada kepolisian tentang adanya kapal mencurigakan di dermaga pantai XX. Setelah mengambil beberapa senjata api, Rosa dan kawan- kawan keluar dari kapal tersebut. Mereka menunggu kedatangan polisi yang sudah mereka panggil. Tak membutuhkan waktu lama, mereka melihat beberapa mobil Polisi datang. Setelah meyakini kalau polisi sudah menemukan kapal berisi penjahat dan senjata api tersebut. Rosa dan kawan- kawan segera pergi dari sana.


" Bos ide elo keren banget Bos...gue nggak bisa ngebayangin apa yang akan terjadi jika si Robet melihat barangnya di sita sama polisi...." kata Roni sambil tertawa.


"Berapa uang yang sudah mereka kirimkan pada penjual...?" tanya Rosa datar.


"75 % dari pembelian..." kata Gilang .


"Gila.. Robet itu gila apa bodoh... bukankah seharusnya uang muka itu di bawah 50 % ..!" seru Rosa .


"Setahu gue Mafia yang satu ini beda dengan yang lain Ros...dia tidak mau menerima pembayaran di awal kurang dari 75% . Mereka butuh pembayaran 75% , kalau tidak ya sudah pergi saja...itulah sistim dia. dan nyatanya banyak pembeli yang mau bertransaksi dengan dia . dan aku dengar dia juga seorang pembisnis handal. Dia memiliki beberapa perusahaan di Amerika dan di Italia...dan kabarnya dia juga pernah mempunyai sahabat di indonesia, selain mempunyai hubungan dekat dengan Perusahaan EKG . .." Kata Johan menjelaskan .


"Waah...keren banget..kau tahu siapa dia Jo..." kata Rosa lagi .

__ADS_1


"Tentu saja kita tahu dia.. dia sering masuk TV, Dia pria paling di minati oleh para Wanita di seluruh dunia selain CEO perusahaan EKG . Namanya Exsal Johanda pengusaha muda paling di kenal selain CEO Rifan Soni Enggelo dari Perusahaan EKG..." jawab Johan . Mendengar nama pria itu, Rosa menjadi kaget.


"Exsal Johanda..?.apakah dia pengusaha dari Amerika...?" kata Rosa seketika.


"Ros...kau kenal dia...?" tanya Johan kaget.


"Apakah dia pria Cina...?" tanya Rosa kembali .


"Bos...ini orangnya..." kata Gilang sambil memberikan leptopnya. Dan di sana terlihat foto wajah pria tampan sedang tersenyum dingin menatap kamera.


Melihat foto itu. Rosa mengumpat.


"Dasar pria Brengsek....ternyata kau masih hidup..." umpatnya Marah . Terlihat Kekecewaan di wajah cantik Rosa .


Dia lalu mengambil Ponselnya.


"Apakah Dia masih mengaktifkan Nomor ponselnya yang lama..." gumam Rosa pelan. sedang para anak buahnya terlihat heran dengan tingkah Rosa. tak lama terlihat Rosa sedang menelfon seseorang . Nomor itu ternyata masich aktif. tapi sang pemilik mengabaikan panggilan Rosa. Ketika Rosa menelfon tiga kalai tak di angkat. dengan perasaan kesal dia menulis.


"Cumi...kau sengaja mengabaikan panggilanku...? awas kau ...sampai kapanpun kau tidak akan melihatku lagi. dasar cumi ..!๐Ÿ˜ซ๐Ÿ˜ซ. tulis Rosa.


Setelah itu dia menaruh terlonnya di tasnya kembali . Namun terdengar pesan masuk kedalam ponsel Rosa.


"Ayaa...kau kah ini....!!!" tulis balasan dari sebrang .


"Kau fikir siapa...? kekasihmu...? kekasih yang keberapa...? Dasar cumi...jadi kau masih hidup...!๐Ÿ˜ ๐Ÿ˜  balas Rosa dengan ganas. tak lama terdengar telfonnya berdering . Dengan perasaan Marah namun ada perasaan rindu Rosa mengangkat telfonnya .


"Kanaya...apa benar ini kau..." terdengar suara pria bertanya memakai bahasa inggris . ( anggap semua percakapan dengan Exsal dalam bahasa inggris ya...)


"Lalu kau fikir sipa ...? penggemar dirimu..?" ucap Rosa kesal .


"Ya Tuhan....jadi kau masih hidup...? lalu kabar itu...?!" seru seseorang dari sebrang .


"Itu tidak penting Sal., aku tanya ingin bertanya padamu , kamu masih hidup kenapa bertahun- tahun tidak memberi kabar..?Apakah kau lupa kalau aku melihat kematianmu di depanku...? kau ternyata tidak menganggapku saudaramu Sal..kau jahat...aku fikir kau sudah tiada selama ini...!" seru Rosa atau Kanaya dengan marah . tak terasa terlihat air mata mengalir di pipinya. Dia masih ingat saat - saat dia harus kehilangan sahabat yang sangat dia sayangi. Exsal adalah teman semasa kecilnya . dulu saat dia tinggal di rumah sang Nenek di China, Rosa bersahabat dengan Exsal. Cerita itu bermula , saat Rosa kelas lima SD dia di minta sang Nenek untuk tinggal bersama nya. Saat itu kakek dari sang Ayah meninggal dunia. karena Nenek tinggal sendirian, maka nenek meminta pada Papa untuk meninggalkan Cucu kesayangannya yaitu Kanaya untuk tinggal menemaninya. Kanaya yang teramat sayang sama sang Nenek, akhirnya tinggal dan sekolah di negri china. Di sanalah dia berkenalan dan menjadi sahabat Exsal yang tinggalnya bersebelahan dengan kediaman sang Nenek, dan kebetulan juga mereka satu sekolahan. Namun saat kelas dua SMP Kanaya kembali ke Indonesia karena sang Mama ingin dekat dengan putri semata wayangnya. Saat itulah mereka berpisah. Namun ketika Rosa selesai ujian akhir Di SMA , sambil menanti kelulusan dan mendaftarkan diri di universitas, Kanaya berlibur ketempat sang Nenek. dan dia kembali bertemu dengan Exsal. Mereka membuat Acara- acara yang menarik untuk mengenang persahabatan mereka. namun Saat Kanaya tinggal beberapa hari lagi untuk kembali ke Indonesia.. mereka bertamasya di tempat- tempat indah. namun apa yang terjadi. tiba- tiba segerombolan orang menyerang mereka berdua. dan ternyata mereka adalah gerombolan Mafia yang memang sengaja ingin membunuh Exsal karena dia Putra dari kepala Mafia dari China. Di depan matanya sendiri sang sahabat mati di tembak oleh mereka. untunglah saat itu Kanaya masih sempat di tolong seorang pria yang akhirnya menjadikan Kanaya seseorang yang sangat kuat seperti sekarang ini. kuat dalam fisik , mental dan ahli dalam pengobatan.


Dan Rosa bisa tahu kalau Exsal adalah pengusaha dari china , Karena saat terakhir mereka bertemu, Exsal sudah menjabat sebagai CEO di perusahaan milik sang Papa yang berada di Amerika. Dan kini sahabat yang sudah dia anggap mati itu ternyata masih hidup.


"Ya..Aya...Ya...kau masih ada di sana kan..?" kata Exsal dengan khawatir.


"Kau jahat sekali Sal...dan sekarang kau juga berhubungan dengan orang yang telah membuat aku mati... Mungkin kau memang tidak menginginkan bersahabat dengan aku lagi Sal..." ucap Rosa dengan air mata mengalir deras di pipinya. bagaimana dia tidak sakit hati. orang yang sudah dia anggap saudara , sahabat yang paling dekat masih hidup tapi dia tidak memberitahukan keadaannya pada kita.


"Bukan...bukan begitu Ya...apa maksudmu dengan orang yang membunuhmu , berhubungan denganku..?" ucap Exsal kaget dan tak mengerti .


"Karena orang yang bertransaksi senjata api denganmu sekarang, adalah orang yang telah membuatku terbunuh...!" ucap Kanaya dingin. sambil menutup sambungan telfonnya. Dia merasa marah, kecewa dan tersakiti. Dia bisa setegar ini dan menjadi anggota Mafia karena mau membalaskan dendam atas kematian Exsal. Setelah kejadian Exsal terbunuh di depan matanya. dia syok dan jatuh hingga berbulan- bulan, untunglah Paman Leo Mafia dari itali , membawa dirinya Pergi dan tinggal di kediamannya. dan selama satu setengah tahun lebih, Dia tinggal di sana dan mendapatkan pelajaran yang berat dari paman Leo. Dan Setelah itu dia dan paman Leo menghabisi orang yang telah membuat sang sahabat terbunuh . tapi Kini...pria yang membuat dia hampir kehilangan arah hidupnya ternyata masih hidup, dan pria itu dengan tenangnya hidup dan pemimpin perusahaannya .


"Ron..dan kau juga Lang...tutup semua informasi tentang Kanaya maupun Rosa. jangan sampai siapapun tahu tentang diriku . dan kalau ada yang coba- coba menembusnya pertahanan kalian , bilang padaku langsung ..." ucap Rosa dingin.


"Baik Bos...." jawab Gilang dan Roni bersamaan .


"Ros...apa kau kenal tentang pria itu...?" tanya Johan.


"Jangan sebut dia lagi Jo...aku tidak ingin mendengar apapun tentang dia. Dia dulu sudah mati. dan kinipun Dia juga sudah mati untukku..." ucap Rosa datar.


"Tunggu Ros...Kami hanya ingin tahu Dia siapa...?" ucap Johan, dan keempat sahabat lainnya juga mengiyakan.


"Baiklah...tapi aku cuma sekali menjawab pertanyaan kalian tentang Dia. Dia sahabatku, sahabat yang paling dekat denganku. dia bagai saudara kembarku, saat itu dia terbunuh di depan mataku hingga aku jatuh karena memikirkan Dia. aku sampai tidak bisa melanjutkan kuliakku selama dua tahun. Karena dialah akhirnya aku menjadi kuat seperti ini. karena dendamlah yang merubahku menjadi wanita berdarah dingin..." ucap Rosa dingin. Semua anak buahnya hanya bisa tertegun mendengar perkataan Rosa . Tak terasa mereka telah sampai fi basecamp mereka. Setelah mereka menyimpan beberapa senjata hasil rampasan mereka, Rosa kembali ke Villa nya Sendiri dengan di antar Johan kembali keVilla nya . Sedang Di dermaga pantai XX terlihat sebuah mobil mewah dan beberapa mobil van berhenti agak jauh dari lokasi dermaga. mereka adalah Robet bersama anak buahnya. mereka tak pernah menyangka kalau transaksi mereka gagal. dan milyaran uang Robet hilang . terlihat ratusan polisi sedang berada di darmaga .


"Sialan...kenapa polisi bisa berada di sini dan tahu keberadaan kapal kita...!" seru Robert marah. dan dia semakin kesal ketika tahu bahwa anak buahnya yang bersama perantara itu sudah tertangkap dan banyak yang mati.


"Dasar tidak berguna...habis sudah uang kita sekarang. Siapa yang bisa melakukan ini semua padaku...!" teriaknya marah.


"Bos...apakah ini ulah geng Kanaya Bos..." kata salah satu anak buah Ribet.


"Bodoh...bukankah Kanaya sudah mati..!" teriaknya Marah. dan akhirnya dia hanya bisa membawa para anak buahnya kembali ke markasnya.


Sedangkan di sebuah gedung yang mega dan mewah , Seorang pria tampan keturunan orang China sedang termenung sedih. Dia tak perduli ketika anak buahnya mengatakan kalau senjata yang dia kirimkan ke Indonesia telah jatuh ketangan polisi negara itu. Masih terngiang di telinganya suara gadis itu yang sangat marah dan kecewa padanya.


"Kanaya...apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan maafmu untukku..." gumamnya putus asa. Dia tak pernah menyangka gadis , sahabatnya yang sudah dia anggap meninggal ternyata masih hidup .


cukup dulu ceritaku ya...Jangan lupa like, vote dan Komennya aku tunggu. oh ya jadikan ceritaku cerita favorit buat kalian ya...Terimakasih๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2