PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGP . ANCAMAN TUAN BURHAN.


__ADS_3

Melihat Rifan berada di dekat mereka Egik dan Riska kaget. Apalagi melihat kedekatan Rosa dan Rifan. Riska dan Egik hanya bisa mengikuti mereka berdua bersama empat orang yang juga berjalan menuju kantin kantor.


Saat mereka masuk kedalam kantin , terang saja mereka menjadi pusat perhatian penghuni kantin . apalagi diantara mereka ada babang Rifan pemimpin perusahaan mereka. Namun yang paling mengagetkan adalah gadis yang berada di sisi tuan Rifan. Gadis cantik berpakaian kuning lengan panjang yang terlihat cantik dan anggun. Tetapi mereka sepertinya mengenal gadis itu.


"Kok gue sepertinya femiliar sekali dengan wajah itu ya...?" kata salah satu karyawan yang kini sedang makan di kantin itu juga.


"Iya...gue juga seperti mengenal gadis itu...tapi tunggu bukankah yang berjalan bersama di belakang gadis itu adalah OB kantor kita ya...?" kata wanita yang sedang menggosipkan Rosa dan Rifan.


" Hey...aku ingat sekarang ...dia kan OB kita yang pernah menghebokan kantor kita karena kepergiannya kan...?" seru seorang karyawan wanita yang berada di kelompok tadi.


"Iya dia si Rosa OB kantor kita, tapi kenapa sekarang dia cantik sekali ya...?" kata wanita lain.


"Sejak dulu dia memang cantik, bekerja sebagai OB dan memakai Pakaian seorang OB saja sudah membuat karyawan Pria di perusahaan ini berlomba ingin jadi pacar dia , apalagi sekarang...lihatlah dia cantik dan anggun..." kata wanita yang lainnya. Dan banyak lagi ucapan dari karyawan yang lainnya tentang si Rosa dan Rifan . Sedang Riska dan Egik menjadi tidak enak saat mereka menjadi pusat perhatian penghuni kantin. Walau keduanya tahu siapa yang jadi pusat perhatian mereka . setelah berada di dalam kantin, dan duduk di tempat khusus para petinggi perusahaan. mereka berbicara pada Rosa.


"Ros...kami duduk di tempat lain aja ya..." kata Riska dengan sungkan .


"Lo kenapa...?" tanya Rosa kaget .


"Nggak apa- apa Ros...cuma kita nggak enak aja...?" kata Riska lagi. Mendengar ucapan Riska, Rosa tahu dan menyadari mengapa sahabatnya ingin duduk di tempat lain .


"Baiklah kalian bisa duduk di tempat lain, dan mintalah makanan yang kalian suka, biar nanti aku yang akan membayar..." kata Rosa akhirnya .


"Baik...kalau begitu kami pergi mencari tempat duduk yang lain..." jawab Riska .


Rosa hanya menjawab dengan tersenyum dan menganggukan kepala .


Mereka segera berjalan kearah meja yang lain. Dan di sudut lain, terlihat Siska menatap Rosa dengan pandangan Rindu , walaupun ada perasaan cemburu dan iri pada sahabatnya itu.


Setelah makan Di kantin, Rosa dan Rifan kembali keperusahaan KAI bersama dua pengawal Rosa. Dan kini mereka sudah kembali berada di ruang kantor Rosa.


Mereka pun kembali dengan kesibukan mereka masing- masing . Rifan mengerjakan pekerjaan dari ruang kantor Rosa.


Melihat itu Rosa hanya bisa menatap Rifan dan menggelengkan kepalanya.


"Kak...jika kau agak kesulitan melakukan pekerjaan di sana, kau bisa mengerjakan bersama- sama di sini. Kau bisa duduk di depanku kalau kau mau...?" kata Rosa .


Mendengar perkataan Rosa, Rifan menjadi senang. Tentu saja dia tidak akan menyia- nyiakan kesempatan itu. Bukankah dengan duduk di depan Rosa, dia bisa leluasa menatap Rosa .


"Baik aku akan duduk di sana...?" kata Rifan sambil beranjak dari sofa. Dia berjalan kearah Rosa sambil membawa leptopnya. Dengan gembira di dalam hati ( walaupun muka di pasang datar) Rifan duduk di depan Rosa.


Tak lama mereka terlihat kembali tenggelam dalam pekerjaan mereka.


"Bee...apakah masalah yang terjadi pada Biangka karena perbuatanmu...?" kata Rifan pelan.


"Benar kak..." kata Rosa mengakui.


"Siapa suruh dia menginginkan kematianku..." jawab Rosa dingin.


"Ya ampuun...gadisku memang keren..." ucap Rifan dalam hati . Rifan bukannya marah, tapi malah bangga pada perbuatan Rosa .


"Kenapa kak...apakah kau tidak suka...?" tanya Rosa melihat Rifan diam saja.


"Tidak suka...? aku malah sangat suka Bee...mungkin kalau aku yang bertindak, dia akan kubuat tidak bisa melihat sinar matahari kembali. Beraninya dia menginginkan kematianmu....!" kata Rifan kesal.


"Aku fikir kau marah melihat dia menderita..." kata Rosa sambil menatap Rifan yang kini juga menatapnya.


Perlahan pria tampan itu berdiri dan berjalan kearah Rosa. Dia menarik Rosa untuk berdiri. Dan dengan posesif dia menarik Rosa kedalam pelukannya.


"Siapa dia hingga harus membuatku marah. Jika itu terjadi padamu baru aku akan mengejar si pelaku . sampai keujung duniapun akan aku kejar dia dan akan aku habisi mereka . Kau ingat sayang...kaulah sekarang prioritas pertamaku. Kebahagiaanmulah sekarang yang menjadi tujuanku , jadi jangan berfikir yang bukan- bukan lagi tentang wanita lain di kepala kecilmu ini ya...sejak dulu sampai sekarang , tidak ada seorang pun yang berada di hatiku. Dan sekarang hanya ada kamu di hati ini .." kata Rifan dengan wajah tulus.


"Baik aku akan mempercayai semua yang kau katakan, tapi ingat kak...sekali kau melukaiku, sampai kapanpun aku tidak akan mempercayaimu lagi..." kata Rosa dengan sungguh- sungguh .


"Bee...tapi jika ada wanita yang sengaja ingin merusak hubungan kita, apakah kau akan mudah percaya Bee..?" kata Rifan ketakutan.


"Aku tidak sebodoh itu kak...tak mungkin aku semudah itu di bodohi orang ..." jawab Rosa.


"Trimakasih Bee...aku akan selalu menjaga kepercayaan darimu.." kata Rifan sambil mencium lembut kening Rosa. Ingin rasanya Rifan mencium bibir merah yang ada di depannya. Namun Rifan tahu sifat gadisnya ini. Dia baru mendapat kepercayaan dari gadis ini. Jadi dia tak ingin gegabah dalam bertindak. Dia takut akan kehilangan gadis cantik di dalam pelukannya ini .


"Ya sudah , karena hari sudah sore lebih baik kita pulang kak..sudah beberapa hari ini aku jarang bertemu dengan Nina, aku tahu dia sangat merindukanku..." kata Rosa setelah terlepas dari pelukan Rifan.


"Baik...aku juga ingin kesana menemui keponakank itu..." kata Rifan .


"Lo kakak mau ke Villaku...? Tidak pulang dulu...?" tanya Rosa heran .


"Tidak...aku juga rindu pada keponakanku itu. Tidak apa- apakan kalau aku pulang bersamamu...?" kata Rifan dengan wajah memohon.


Rosa menatap Rifan tak percaya . menatap wajah Rifan yang seperti itu , Rasanya dia ingin memukul kepala pria dingin yang menatap wajahnya dengan tatapan menyebalkan.


"Kak...kata orang kau itu manusia dingin. Tapi sepertinya mereka salah dech. Kau itu orang yang sangat menyebalkan...!" ucap Rosa kesal .


"Benarkah...? Tapi kau harus tahu...wajah seperti ini haya saat berada di depanmu saja kok...?" kata Rifan sambil memeluk pinggang Rosa kembali.


"Ck..kau ini...baik, baiklah kau boleh ikut, .." jawab Rosa . Mendengar jawaban Rosa , Rifan tertawa.


"Aku akan membuatmu mencintaiku sayang...dan aku akan secepatnya menjadikan dirimu istriku ..." gumam Rifan dalam hati .


"Kalau begitu ayo kita pulang..." ucap Rifan sambil membawa Rosa keluar ruangan.


"Tunggu dulu Kak...aku belum membenahi pekerjaanku..." ucap Rosa pelan. Rifanpun sadar kalau leptopnya juga masih terbuka karena mereka baru saja mengerjakan tugas mereka masing- masing . Menyadari itu Rifanpum tertawa. Menertawakan dirinya yang bertindak bodoh karena kebahagiaan yang dia dapatkan hari ini .


Akhirnya mereka membenahi tugas masing- masing sebelum keluar dari ruangan Rosa. Ketika mereka berada di luar ruangan , terlihat Sinta juga baru selesai berbenah.


"Kau belum pulang Sin...?" tanya Rosa.


"Belum Non...menunggu anda , takutnya ada yang Nona Rosa butuhkan..." jawab Sinta sambil menatap Rifan yang berdiri di belakang Rosa dengan gagah

__ADS_1


"Kalau begitu ayo kita pulang..." ajak Rosa.


"Baik Nona..." jawab Sinta. Merekapun segera berjalan kearah Lift . Asep dan Mamat yang telah menunggu Rosa segera ikut pulang bersama- sama. Sesampainya di lantai dasar, Rosa dan Rifan segera berjalan ketempat parkir mobil Rosa . Sedang mobil Rifan sendiri di bawa pulang ke apartemen oleh supir Rifan, karena perintah sang majikan. Sedang Asep dan Mamat kembali ke basecamp mereka.


Memerlukan waktu hampir 30 menit mobil Rosa telah sampai di halaman Villa miliknya. Ketika mendengar mobil Rosa masuk, Nina yang saat itu baru masuk rumah setelah menyiram tanaman milik Rosa, segera berlari ke halaman menyambut Rosa.


"Kakak....!" serunya sambil berlari dalam pelukan Rosa.


"Tumben kakak pulang sore...?" tanya Nina sambil menatap sang kakak.


"Memangnya Nina nggak suka kakak pulang sore...?" kata Rosa menggoda .


"Yee...sangat suka kak...eee ada Om Rifan..selamat sore Om...?" ucap Nina sambil mencium tangan Rifan. Melihat interaksi Rosa dan Nina, Rifan sadar kalau kedua gadis berlainan umur ini sangat dekat hubungan mereka .


"Sore sayang..." kata Rifan sambil mencium kening Nina.


"Tumben Om Rifan ikut kak Rosa...?" tanya Nina polos .


"Om kangen keponakan Om yang cantik ini..." ucap Rifan .


"Kangen Nina apa kangen kak Rosa..." goda Nina yang memang sudah mulai dekat dengan Rifan.


"Ninaaa..." seru Rosa kaget. Adik kecilnya sudah mulai berani menggodanya.


"Benar sayang...Om kangen sama kak Rosa dan Nina... Karena itu Om kemari.." ucap Rifan sambil mengedipkan matanya pada Nina.


"Ha ha ha...tu kan , Om Rifan berkata jujur,...Om harus bisa merayu kak Rosa sebelum ada orang lain yang mengambilnya..." kata Nina sambil berlari kedalam rumah.


"Dasar gadis nakal..." ucap Rosa sambil berjalan masuk kedalam Villa.


Rifan mengikuti Rosa sambil ikut tertawa melihat Rosa kesal .


Sedang di tempat lain di sebuah rumah mewah milik keluarga Burhan , terlihat seorang gadis yang sedang marah di dalam kamarnya ,dan di tenangkan oleh sang Mama.


"Brengsek, Sialan....dasar pe****r murahan, berani sekali dia merebut kak Rifan dariku. Dia belum tahu sedang berhadapan dengan siapa dia.. Dia fikir aku tidak berani padanya karena kak Rifan..cih...lihat saja kau brengsek...!" teriaknya marah .


"Sas...tenanglah nak...kau harus tenang...ada apa sebenarnya, kau ceritakan dulu pada Mama Sas...siapa tahu Mama bisa membantu..." ucap sang Mama lembut .


"Ma...ada wanita p***** yang menggoda kak Rifan Ma...aku tidak mau kak Rifan dia dekati...!" teriak gadis itu marah .


"Rifan...? Rifan kakak sepupumu itu...?" tanya sang Mama dengan wajah heran.


"Iya ..siapa lagi Ma....!" serunya kesal.


"Apa masalahnya Sas...bukankah hak dia memiliki kekasih,..." kata sang Mama heran. Dia tidak tahu kalau putrinya menyukai Rifan bukan sebagai sepupu atau saudara. tapi sebagai wanita pada seorang pria .


"Tidak Ma...tidak seorangpun yang boleh dekat dengan kak Rifan, kak Rifan hanya milik Saskia...." Teriak Saskia marah.


"Mana bisa Ros...itu hak dia, kau itu saudara sepupu Rifan, dia kakakmu putra dari pamanmu Alex...." seru sang Mama menyadarkan putrinya .


"TIDAK...! tidak Ma...kak Rifan milikku, dia adalah milik Saskia...tidak boleh seorang pun yang boleh merebut dia dari sisi Saskia....!" teriak Saskia histeris .


"Ada apa ini..!'tiba- tiba terdengar suara keras masuk kedalam kamar Saskia.


Terlihat Pria paruh baya yang berbadan besar masuk kedalam kamar Saskia. wajah pria itu sedikit mirip dengan wajah Papanya Rifan. hanya matanya terlihat licik .


Melihat pria itu, terlihat Saskia berdiri dan berlari kearah pria paruh baya itu.


"PAPAA....!" teriaknya dengan keras.


Saskia segera memeluk sang Papa.


"Ada apa denganmu sayang....?" tanya tuan Burhan dengan lembut .


"Pa...kak Rifan jahat Pa... dia berani mengkhianati Saskia Pa...!" ucap Saskia mengadu.


"Apaa...mengkhianati dirimu..? berani sekali dia, apa yang dia lakukan...?" tanya tuan Burhan dengan wajah marah .


"Dia berselingkuh dengan gadis murahan, mereka berani berciuman di depanku Pa...!" adu Saskia pada sang Papa .


"Brengsek....berani sekali dia menyakiti putriku...apakah dia tahu akibatnya...!" teriak tuan Burhan marah.


"Kau diamlah ...aku akan menelfonnya..." kara tuan Burhan marah.


"Trimakasih Pa...kalau bisa secepatnya nikahkan dia denganku Pa..." Rayu sang putri .


"Jangan khawatir nak...aku pasti akan membuatmu menikah dengan dia...!" kata tuan Burhan dengan marah .


Dia marah karena sudah sejak dulu dia ingin menguasai perusahaan sang kakak yang sangat besar itu. Dia tidak puas telah menguasai perusahaan keluarga yang seharusnya di bagi berdua dengan sang kakak. Saat tuan Burhan tahu kalau perusahaan sang Kakak semakin meroket , Dia sudah lama berusaha merebunya dari tangan kakaknya Alex . namun usahanya selalu menemui kegagalan, Apalagi setelah perusahaan itu di pegang oleh putra keduanya. yaitu Rifan Putra kedua sang kakak . Dia tidak bisa menyingkirkan Rifan seperti Putri pertama kakaknya yang telah dia singkirkan terlebih dahulu bersama suaminya dalam kecelakaan beberapa tahun lalu. dan kini dia semakin sulit mengambil perusahaan sang kakak karena masih ada Rifan yang sangat kuat untuk dia singkirkan . Karena itu dia memakai jalan lain, dia akan menjadikan putrinya sebagai umpan, Dia tahu sang putri sangat mencintai Rifan, karena itulah dia ingin menjodohkan putrinya pada Rifan. tapi dua tahun lalu saat dia membicarakan pada sang kakak, dengan tegas sang Kakak menolak perjodohan itu , karena Rifan tidak menginginkan putrinya . dan sang kakak juga bilang karena mereka saudara kandung.


Saat itu mereka kecewa , Namun karena mereka tidak pernah mendengar rumor tentang Rifan dengan seorang gadis sama sekali . mereka menganggap kesempatan itu masih ada . Mereka masih bisa merayu saudaranya itu . namun sekarang Dia mendengar kalau Rifan sudah memiliki seorang kekasih. itu suatu hambatan buat tuan Burhan untuk menguasai perusahaan sang kakak. karena itu dia akan menghilangkan hambatan yang akan menghalangi usahanya . Tuan Burhan segera mengambil telfonnya dan menelfon sang kakak.


"Assalamualaikum ...." terdengar sapaan dari seberang .


"Waalaikum salam kak...apa kabar...?" tanya tuan Burhan ramah.


"Baik- baik saja Han, tumben kau menelfonku , ada apa...?" tanya tuan Alex datar. karena dia tahu pasti sang adik yang serakah ini ada maunya .


"Aku hanya ingin mendengar dan menanyakan kabarmu saja kok Kak...oh ya gimana kabar keponakanku Rifan, apakah Dia baik- baik saja...?" tanya tuan Burhan dengan tenang.


"Kami baik- baik saja..soal Rifan sich baik- baik saja..." ucap tuan Alex mulai curiga.


"Baguslah...oh ya aku dengar dia sudah mempunyai seorang kekasih, apa benar itu kak...?" tanya tuan Burhan mulai bernada sedikit keras .


"Masalah Rifan punya kekasih arau tidak, itu bukan urusan kita Han.. dia sudah cukup dewasa untuk memilih pasangan hidup, aku tidak berhak campur tangan..." jawab tuan Alex dengan dingin.

__ADS_1


"Kak...kenapa kau bilang seperti itu. kau seharusnya menekan dia agar berhati- hati memilih pasangan , Dia itu Seorang CEO dari perusahaan nomer satu di indonesia. Jangan sembarangan memilih wanita kak...!" kata tuan Burhan penuh penekanan.


"Han...Rifan bukan lagi anak kecil. dan dia bukan anak mudah yang gambang jatuh cinta. jadi jika dia memang menyukai seorang gadis pilihannya, maka aku akan selalu mendukung nya..." ucap tuan Alex datar .


"Kak...Bukankah sudah sejak dulu aku memintamu untuk membujuk Rifan agar berjodoh dengan keponakanmu si Saskia, lalu kenapa tidak kau lakukan itu.. bukankah jika mereka menikah, harta kita tidak akan jatuh ketangan orang lain...?" kata tuan Burhan dengan marah.


"Dan aku sudah bilang padamu Han...aku tidak akan pernah memaksa Rifan untuk mau di jodohkan dengan putrimu Saskia, satu ,karena Rifan tidak mencintai Saskia, kedua mereka berdua bersaudara..." ucap tuan Alex sedikit menekankan kalimatnya.


"Baik kalau itu maumu. jadi seandainya ada sesuatu yang terjadi pada Rifan, jangan pernah kau salahkan aku..." ucap tuan Burhan dengan sinis.


"Kau mengancamku...?" tanya tuan Alex marah .


"Kau bisa berfikir demikian kak...aku sudah memberi solusi untuk kehidupan putramu..!" jawab tuan Burhan dengan marah .


"Kau fikir kami anak kecil yang mudah kau takuti..." kata tuan Alex dingin sambil menutup sambungan telfonnya.


Melihat sang kakak menutup telfonnya sepihak . Tuan Burhan sangat marah, Dia mengumpat dengan keras.


"Brengsek...kau sengaja ingin bermusuhan denganku Alex...!" teriak tuan Burhan marah. dia tidak sadar kalau dia sudah memicu permusuhan itu sudah sejak lama .


Sedang di tempat tua Alex terlihat pria paruh baya itu marah bukan main atas tingkah sang adik. kalau bukan karena dia adik kandungnya, sudah sejak lama dia menghabisi pria kejam dan serah itu. Sejak sang putri meninggal dunia, dia sudah berusaha menjauhi Burhan. Dia tahu kalau Burhanlah yang telah membunuh putrinya. numun dia tidak bisa melaporkan sang adik karena tidak ada barang bukti yang bisa menjebloskan sang adik ke dalam penjara . dan sekarang secara terang- terangan Burhan mengancam keselamatan sang putra .


"Ada apa pa...?" tanya nyonya Ratih yang melihat kegelisahan pada sang suami.


"Burhan mengancam keselamatan Rifan Ma..." jawab tuan Alex datar .


"Apaa...dia mengamcammu...? kenapa..?" tanya nyonya Ratih heran.


"Dia meminta lagi agar Rifan kita jodohkan dengan putrinya si Saskia..." ucap tuan Alex sinis .


"Lalu apa jawaban Papa...?" tanya nyonya Ratih cemas.


"Tentu saja aku menolaknya...karena itu dia mengancam keselamatan Rifan..." kata tuan Alex dingin.


"Bagus Pa...aku tidak suka pada gadis itu. walau dia keponakanmu , tapi aku tidak suka dengan sifatnya yang Sombong , arogan , dan semena- mena. aku masih ingat saat terakhir dia datang kesini. dengan seenaknya dia menghukum Marni ( pembantu rumah Rifan) dengan beberapa pukulan hanya karena dia tanpa sengaja mengotori baju nya. dan kotoran itu tidak seberapa. dan kau juga tahukan..marni sampai kita bawa ke rumah sakit karena tindakannya..." kata nyonya Ratih dengan nada marah.


"Karena itu juga aku tidak mrnyukainya Ma...untung saja Rifan juga tidak suka dan dia juga Alergi pada Saskia..." jawab tuan Alex.


"Ya sudah Pa...kau peringatkan Rifan, dan tanyakan padanya kenapa Burhan kembali mengungkit perjodohan itu..." kata sang istri pada tuan Alex .


"Baiklah Ma..." ucap tuan Alex sambil mengambil Ponselnya.


Saat itu Rifan dan Rosa sedang bermain dengan Nina di dalam kamar milik Nina.


Mereka bertiga sedang bermain Halma .


Ketika mereka sedang bermain, tiba- tiba terdengar ponsel Rifan berbunyi . dengan enggan Rifan melihat Ponselnya. terlihat nama sang Papa tertera di layar ponselnya .


"Assalamualaikum Pa...." sapa Rifan.


"Waalaikum salam Fan...kau dimana ...?" tanya sang Papa.


"Ada di Villa Rosa Pa..." jawab Rifan dengan tenang.


"Apaa...malam- malam begini kau di Villa seorang gadis...?" tanya sang Papa kaget.


"Ya elah Pa...jangan berfikiran parno Pa... kami sedang bermain bersama Nina cucu papa...." ucap Rifan kesal.


"Kau bersama Nina... Berikan ponselmu pada cucuku...Papa ingin ngomong dengannya..." terdengar perintah sang papa .


"Sayang...Kakek ingin ngomong denganmu..." kata Rifan sambil memberikan ponsel pada Nina. akhirnya terlihat Nina sedang berbicara dengan kedua orang tua Rifan. dan beberapa saat kemudian, Nina mengembalikan ponselnya.


"Om kakek ingin berbicara dengan Om lagi..." kata gadis itu sambil mengembalikan ponsel Rifan.


"Ada apa Pa...?" tanya Rifan .


"Kenapa pamanmu mengungkit masalah ingin menjodohkan Pertrinya denganmu lagi Fan...apa yang sudah terjadi...?" tanya tuan Alex pada sang putra.


"Oo...pasti dia mendapat aduan dari Saskia Pa... sebab tadi pagi dia pergi keperusahaan membuat masalah. sekalian saja aku mengatakan padanya kalau aku sudah jadian dengan Rosa..." kata Rifan dengan tenang.


"Apaa...Kau sudah jadian dengan. Rosa..? kata tuan Alex kaget .


"Benar Pa...mungkin karena itu Paman mengungkit kembali keinginannya untuk menjodohkan Saskia denganku Pa..." ucap Rifan datar.


"Oo..begitu...kalau seperti ini, mulai sekarang kalian berdua harus hati- hati. Pamanmu telah mengancam tentang keselamatanmu, Papa tidak ingin kehilangan putra Papa satu- satunya nak..." ucap tuan Alex sedih. dia tak ingin kehilangan putranya kembali seperti putri pertamanya yang sudah pergi selama- lamanya .


"Jangan khawatir Pa...aku bisa menjaga diri dengan baik, kalau begitu Rifan akan menambah penjagaan di rumah Papa . juga pada Nenci serta Mama...." Kata Rifan dengan dingin.


"Iya papa setuju nak...ya sudah papa tutup dulu . tolong besok sore bawalah Nina dan Rosa datang kemari. Mamamu ingin bertemu mereka..." kata tuan Alex .


"Baik Pa, besok Rifan, Rosa dan Nina akan kesana....." kata Rifan tanpa berunding dahulu dengan Rosa.


Rosa yang berada di sebelahnya hanya bisa memelototkan matanya karena kesal. Setelah menutup telfon , Rifan menatap sang kekasih.


"Calon mertuamu ingin bertemu denganmu besok sore..." kata Rifan dengan tenang.


"Kak...kenapa kau tidak bertanya dulu padaku, apakah aku bisa atau tidak kak.." kata Rosa kesal .


"Maaf Bee...aku fikir kau tidak memiliki acara ..." kata Rifan menyesal. Rosa hanya bisa menghela nafas . dia memaklumi sifat Rifan yang selalu menjadi pemimpin .


"Baiklah aku maafkan, tapi lain kali tolong kau tanyakan dulu padaku kak...aku tidak ingin Papa dan Mama kakak akan kecewa jika aku tidak bisa datang. sedangkan kau sudah memastikan itu pada mereka..." kata Rosa dengan wajah kesal .


"Jadi kau marah karena itu...?" kata Rifan kaget .


"Emang karena apa...?" tanya Rosa tak mengerti. mendengar ucapan Rosa. ada perasaan hangat yang mengalir dalam hati Rifan.

__ADS_1


Maaf udahan dulu ceritanya ya... jangan lupa like, vote, dan komennya Author tunggu.


Bersambung.


__ADS_2