PERUBAHAN GADIS POLOS

PERUBAHAN GADIS POLOS
PGO. TIKA MEMBUAT MASALAH.


__ADS_3

Setelah makan siang dengan kedua pengawalnya. Rosa pergi kembali ke proyek . Dia membawakan makanan untuk Johan karena saat Rosa menelfon mengajak makan, Johan berkata kalau dia tidak bisa keluar karena kesibukan di proyek . Rosa berada di proyek hingga hari menjelang sore. Jam 4 sore, mereka baru kembali dari proyek.


"Bos..elo jadi ke rumah sakit...?" tanya Asep di mobil saat dalam perjalanan pulang ke Hotel .


"Kayaknya nggak bisa Sep...kerjaan menpuk kayak gini bagaimana kita pergi ke rumah sakit..." kata Rosa.


"Tapi kasihan kakek elo Bos.. kayaknya beliau enggan elo tinggal..." kata Mamat menyela.


" Baiklah kita kesana nanti malem aja..Oh ya Jo, bukankah minggu depan ada meeting dengan klien dari China...kau bisa menghendel sendiri nggak...?" kata Rosa sambil menatap Johan yang ada di sebelah Asep yang sedang menyetir .


"Kayaknya nggak mungkin dech Ros... Klien kita yang satu ini, selalu meminta bertemu denganmu. Bukankah bulan lalu kau tidak bisa menemui dia.." jawab Johan.


"Kalau begitu gue kembali dulu ke kota J. Tapi masih ada waktu beberapa hari lagi kan..soalnya kakek akan kembali ke rumahnya ..." kata Rosa.


"Lo..bukannya Kakek baru dua hari ya di rumah sakit..." ucap Johan heran .


"Beliau minta di rawat di rumah..." kata Rosa.


"Emang bisa ..?" ucap Johan.


"Entahlah ... Mungkn bisa, Dokter Angga yang ngurusin..." kata Rosa.


"Kakek merasa bersalah pada Bunda Galuh Ros...." kata Johan.


"Aku tahu Jo..." jawab Rosa.


Ketika sampai di hotel, Rosa langsung mandi dan Solat. Agar bisa pergi ke Rumah sakit, Rosa meminta Asep untuk membelikan makanan buat Dia. Dia ingin mengerjakan tugasnya sambil menunggu makanan datang . Satu jam kemudian, Asep, Mamat dan Johan datang kekamar Rosa. Ternyata mereka makan bersama di ruangan Rosa. Setelah itu mereka mengerjakan tugas mereka masing- masing di kamar Rosa. Setiap Rosa pergi ke luar kota atau keluar negri , Aseo yang selaku bersamanya. Asep akan merangkap tugasnya sebagai sekertaris dan pengawalnya. Jam 7 malam Rosa dan ketiga temannya pergi ke Rumah sakit menjenguk tuan Hartanto. Ketika sampai di sana. , mereka melihat Mahardika, Yuda serta nyonya Tika bersama seorang pria dan seorang wanita muda yang sepantaran dengan Rosa sudah berada di dalam ruang rawat tuan Hartanto .Saat melihat Rosa dan tiga temannya masuk. Terlihat kebencian di mata nyonya Tika.


"Asalamualaikum ... " sapa Rosa sambil berjalan masuk. Dia menghampiri tuan Hartanto dan mencium tangannya.


"Waalaikum salam...." ucap mereka . namun terlihat nyonya Tika diam dengan mata menatap Rosa dengan tatapan sinis.


"Apa kabar kek...?" sapa Rosa .


"Baik sayang....aku kira kau tidak akan datang..." jawab tuan Hartanto dengan gembira.


"Maaf kek...banyak tugas yang harus Rosa kerjakan, jadi Rosa mungkin hanya sebentar di sini .." kata Rosa.


"Kalau memang sibuk kenapa mesti kemari...lagian tidak ada gunanya datang kemari..." ucap nyonya Tika Sinis.


"Tutup mulutmu Ka.. Apa maksudmu kau mengatakan tidak ada guna Rosa disini..kau tahu kan, aku lebih mengharapkan dia ada di dini dari pada kedatanganmu...!" seru tuan Hartanto marah.


"Pa...papa kok ngomong gitu sich...!" seru nyonya Tika kesal mendengar ucapan sang Papa .


"Lagian kok tante Tika ngomong gitu sich...Rosa juga keluarga kita...!" ucap Yuda tidak senang mendengar omongan nyonya Tika.


"Jangan mudah terpengaruh dengan dia Yud..." ucapnya sinis .


"Tunggu dulu Pa...sebenarnya ada apa ini...siapa gadis itu...?" tanya pria paruh baya yang berada di sebelah nyonya Tika.


"Dia Rosa putri Galuh dan Buyung Ton... dan istrimu sejak dia berada di sini selalu ingin membuat masalah dengannya.." ucap tuan Hartanto kesal .


"Pa.. Bukan begitu...aku tidak percaya kalau dia putri kak Galuh...! aku hanya waspada aja..." seru nyonya Tika membela diri.


"Tapi bukan seperti itu caranya Tante... tante jelas- jelas ingin Rosa pergi dari keluarga kita... !" seru Yuda yang mendengar semua cerita dari sang Mama.


"Kau anak kecil tidak perlu menasehati orang tua...!" seru Tika marah.


"Cukup Ka...semua itu urusan Papa. Dia putri Galuh atau bukan, dia tetap cucu Papa. Karena Papa percaya kalau dia putri Galuh...!" kata tuan Hartanto marah.


"Kek sabar kek...."ucap Rosa menenangkan tuan Hartanto.

__ADS_1


"Ma...kenapa sich kau masih dendam pada kak Galuh...? Apakah kau masih mengharapkan kak Buyung...? Sadar Ma , sadar...sejak dulu kak Buyung itu hanya mencintai kak Galuh, dari awal sampai akhir cinta mereka, kesetiaan mereka sangat kuat, kau itu hanya menghayal kalau kak Buyung mencintaimu..." ucap pria paruh baya yang ternyata suami dari tante Rosa .


"Tutup mulutmu Pa...kau tidak tahu yang sebenarnya...!" seru nyonya Tika Marah. sedang putri mereka hanya menatap kedua orang tuanya yang sedang bertengkar .


"Aku tidak tahu..? ha ha ha...semua kartumu ada padaku Ma.., Pa... sekarang akan kukatakan pada Papa yang sebenarnya..." namun kalimat tuan Anton terpotong oleh seruan nyonya Tika .


"Pa...apa- apaan Kau...!" serunya marah.


"Tidak...aku sudah tidak tahan lagi dengan sikapmu selama ini Ma... sudah cukup aku memendam semua rahasiamu pada keluargamu..." ucap tuan Anton.


" Tutup mulutmu Pa...!" terdengar kembali seruan nyonya Tika .


"Ada apa sebenarnya Ton...?" tanya tuan Hartanto curiga .


"Kalau kau ceritakan semua itu...kita akan bercerai...!" ancam nyonya Tika.


"Aku tidak perduli lagi..." kata tuan Anton dingin.


"Katakan Ton...ada rahasia apa yang di sembunyikan Tika dari keluarga besar Hartanto . ..?" tanya tuan Hartanto dengan menatap pada tian Anton .


"Baik Pa...Anton akan menceritajan srmuanya oada Papa. Cerita ini Bermula saat kedatangan kak Buyung kerumah Papa untuk menemui kak Galuh, Dengan senang hati kak Galuh yang pada saat itu sudah resni menjadi pacar kak Buyung , Menerima sang kekasih bertandang kerumahnya. Satu dua kali kak Buyung datang kesana tidak bertemu dengan Tika. dan beberapa minggu kemudian, dia bertemu dengan Tika. saat itulah Tika mulai suka pada kak Burung. Saya maklum jika Tika suka dengam kak Buyung. dengan ketampanan kak Buyung, Banyak gadis yang mudah jatuh cinta pada kak Buyung , salah satunya Tika. Tapi kak Buyung tidak pernah memperhatikan Tika. karena saya tahu, dia sangat mencintai kak Galuh. Tapi Tika tidak putus asa..dengan segala cara dia memikat kak Buyung di belakang kak Galuh. Namun segala usahanya gagal. dengan keteguhan cinta kak Buyung pada kak Galuh, dia bisa menghindari godaan apapun dari calon sang adik ipar. apakah Papa tahu...?salah satu usaha Tika untuk memikat kak Buyung ..?" tanya tuan Anton oada tuan Hartanto .


"Apa...?" tanya tuan Hartanto penasaran .


"Dengan cara menjebak kak Buyung di suatu hotel dengan mengundang kak Buyung atas nama kak Galuh . Tapi ternyata kak Buyung sadar kalau yang mengundang dia bukan kak Galuh, karena kak Buyung tahu sifat kak Galuh. Dia datang bersama beberapa temannya. hingga usaha Tika menjebak Kak Buyung gagal. dan itu dia lakukan hingga dua kali. dan ketiga kalinya kak Buyung sudah tidak mengindahkannya. Kak Buyung berusaha menghindari Tika, dari mulai menghindari Tika, sampai tidak bertegur sapa dengannya. dan kak Galuhpun tahu semua itu. Karena kak Buyung tidak ingin merahasiakan apapun dari kak Galuh. melihat kak buyung mengabaikan dan menjauh darinya. Tika sedih dan marah. keinginannya untuk merebut kak Buyung dari kak Galuh semakin besar. Dia merasa kak Galuh lah sebagai biang keladi hingga kak Buyung tidak menyukainya dan dia di abaikan . Akhirnya dia menyuruh beberapa preman untuk menodai kak Galuh. dengan melihat kak Galuh ternoda, dia berharap kak Buyung menjauh atau putus dengan kak Galuh. namun usahanya kembali gagal. saat kak Galuh hampir ternoda. kak Buyung menolongnya...." ucap Tuan Anton membuat semua orang kaget.


"Apaaa...!" semua orang berseru tanpa sadar.


"Ka.. kau...Kau tega melakukan itu Ka....!" seru tuan Hartanto marah.


"Ya Tuhan Tika... aku tidak pernah menyangka kau berbuat seperti itu pada Galuh...?!" seru Rahayu yang tiba- tiba datang bersama tuan Sandy dan Lira .


Dia terlihat sangat kecewa pada nyonya Tika.


"Bukan itu saja kak... dia juga pernah menyuruh orang untuk membunuh kak Galuh . tapi untunglah kak Buyung selalu menjaga kak Galuh. sejak dia hampir di lecehkan oleh beberapa preman, dia tidak pernah membiarkan kak Galuh pergi kemanapun tanpa dirinya . Kemanapun kak Galuh pergi , Kak Buyung selalu bersamanya .dan puncaknya adalah Ketika melihat kak Buyung melamar kak Galuh, Tika semakin Gila. aku yang saat itu terlalu mencintai dia, hanya bisa menuruti dan menutupi semua perbuatannya. dan jalan terakhir yang dia lakukan untuk mendapatkan kak Buyung adalah , dengan cara menjebak kak Buyung dengan Fitnah , Dia meminta aku melakukan perbuatan itu, dan akan mengatakan kalau itu perbuatan kak Buyung, Kami menculik kak Buyung dari kantornya dan membuat dia pingsan . dan membawa dia ke kamar hotel , tempat di mana Tika sudah menunggu . Setelah itu kami membuat sandiwara seolah kak Buyung baru saja berbuat tak senono pada Tika. namun kak Buyung menolak secara tegas semua yang di tuduhkan Tika. kejadian itu kami lakukan satu bulan sebelum pernikahan kak Galuh dengan kak Buyung . dan drama terakhir yaitu saat mereka berdua menikah .kalian sudah tahu kejadiannya kan... tapi pada detik - detik itulah perasaan bersalah hadir di dalam hatiku. akhirnya kalian tahukan yang aku lakukan..." ucap tuan Anton mengakhiri ceritanya.


"Paman...mungkin karena Kakek lebih membela tante Tika , Bunda merasa kecewa dan sakit hati. apalagi melihat usaha Tante Tika yang selalu ingin mencelakai dia, Akhirnya Bunda dan Ayah memilih menjauh dari keluarga Kakek. Dan Papa juga sudah di usir dari keluarganya gara- gara Fitnah ..." ucap Rosa yang sejak tadi sudah mengeluarkan air mata. Mendengar cerita dari tuan Anton dan ucapan Rosa, tuan Hartanto memegang dadanya sambil berseru. mendengar erangam itu Rosa sadar aoa yang terjadi.


"Paman Sandy..! tolong panggil dokter...!" seru Rosa dengan wajah kawatir. .


"Kek ... bernafas pelan kek...jangan marah , Jangan marah kek...Kakek tenang ya..." ucap Rosa sambil memberi intruksi pada tuan Hartanto. ternyata tuan Sandy menekan tombol di atas kepala pasien untuk memanggil dokter dan perawat. Tak berapa lama, terlihat Dokter dan perawat datang . Dan kebetulan Yang datang Doktet Angga .Melihat Dokter Angga datang, semua orang keluar dari ruangan. Ketika sampai di luar ruangan. nyonya Tika berseru pada sang suami.


"Puas kau...dengan perbuatanmu Papaku kambuh lagi..." seru nyonya Tika dengan marah.


"Ya...aku puas telah mengatakan keburukanmu pada keluargamu. walaupun aku harus melihat Papa Hartanto yang terluka ,mendengar semua perbuatan yang kau lakukan pada kak Galuh. ..."ucap tuan Anton tegas.


"Brengsek kau...dasar manusia tak berguna dan hina...!" Teriak nyonya Tika .


Plaak...


".jaga mulutmu Ka... aku tak percaya kau ternyata sejahat itu. kau tega melakukan semua itu tanpa memandang orang yang kau sakiti , dan orang yang ingin kau bunuh adalah kakak kandungmu sendiri...!" seru Paman Sandy marah.


"Siapa suruh j****g itu menghalangi aku mendapatkan kak Galuh...!" serunya dengan marah.


Dia memegang wajahnya yang terkena tamparan paman Sandy . Mendengar semua cerita dari tuan Anton, terlihat Rosa bernafas legah sekaligus terharu. Ternyata Ayah dan Bundanya adalah pasangan yang saling mencintai. mereka terlihat jujur satu sama lainnya. dan cinta mereka sangatlah kuat .


"Rosa... kau harus bangga dengan cinta mereka, aku yang hanya Roh yang menumpang di jasadmu, sangatlah bangga pada mereka. Bunda Galuh dan Ayah Buyung adalah sosok manusia yang memegang teguh kejujuran ...Bunda Galuh, Ayah Buyung bolehkan aku menganggapku sebagai Mama dan Papaku..." seru Rosa sambil menangis. dia merasakan keharuan yang sangat di dalam hatinya.


"Ka...pergilah...aku mohon saat ini jangan bertemu dengan Papa dulu sebelum beliau sendiri yang mintamu menemui Papa..' ucap Sandy dingin.


"Tidak.! untuk apa aku pergi... seharusnya kau mengusir dia daripada aku...!" seru Tika marah.

__ADS_1


"Bodoh...! gara - gara kau papa seperti ini...!" seru Paman Sandy marah.


"Kalian yang Bodoh...bukan aku peyebabnya, tapi dia...kalau dia tidak datang dan hadir di keluarga kita, tidak mungkin Pria bodoh itu mengungkapkan semuanya...!" serunya tanpa merasa bersalah.


"Ma...! cukup Ma...semua ini salah Mama.. aku baru tahu sekarang, sejak dulu Mama tidak pernah menghargai Papa. sebelumnya aku tidak tahu masalah apa yang terjadi antara papa dan Mama , tapi sekarang aku tahu semua masalahnya .


Ma...Mama lah yang salah, Mama mengabaikan cinta Papa yang terlalu besar pada Mama, Mama lebih mengejar cinta yang bukan milik Mama, sadarlah Ma...!" ucap Tantri Putri Tika dan Anton. bayi yang ingin menjadi senjata Tika untuk mendapatkan Buyung.


"Tutup mulutmu Gadis sialan... apakah sekarang kau tahu, kenapa aku tidak menyukaimu... karena kaulah Bayi yang tak berguna. bayi yang tak kuharapkan lahir dari rahimku . aku mengandungmu karena aku ingin menjebak pria yang aku cintai, tapi apa....? ternyata semua itu tidak ada gunanya...." ucapnya dengan marah


Plaak...


"Jaga mulutmu Ka...bagaimanapun juga dia putrimu. putri satu- satunya..kenapa kau bisa setega itu berkata pada Tantri putrimu sendiri..!" kata paman Sandy yang marah melihat tingkah Tika.


"Kak...kau menamparku...apa hakmu menamparku ...!" seru nyonya Tika dengan Marah.


"Aku berhak karena kau adalah adikku.. sekarang tolong kau pergi dari sini...!" seru paman Sandy marah.


"Maaf...tolong jangan berisik, ini Rumah salit pak...banyak pasien di sini..." kata seorang suster menyadarkan mereka.


Mendengar teguran dari Suster, Rosa segera berkata.


"Maaf Suster...maafkan kami..kami mengerti..." kata Rosa meminta maaf.


Suster itupun pergi setelah menegur mereka.


"Sekarang pergilah Ka... aku mohon , jangan sampai aku bertindak kasar padamu..." ucap paman Sandy datar.


Akhirnya nyonya Tika pergi dari depan ruangan tuan Hartanto. Rosa bisa melihat kesedihan di wajah putri nyonya Tika yaitu Tantri dan sang Papa.


Melihat kesedihan Tantri, Rosa merasa terharu. hadis yang tak di kehendaki kehadirannya oleh sang Mama. Perlahan Rosa mendekati Tantri.


"Apakah kau juga membenciku...?" tanya Rosa perlahan.


"Mana mungkin..aku tahu semua ini terjadi bukan karena salahmu juga bukan salah Tante Galuh. Mamakulah yang salah ..." ucap hadis itu.


"Boleh aku menjadi saudaramu...?" kata Rosa lagi.


"Tentu...mana mungkin aku menolaknya.." kata Tantri. Rosa segera memeluk gadis itu. dan saat Tantri dalam pelukan Rosa, terlihat dia menangis dalam pelukan Rosa. Melihat dua gadis itu berpelukan , Lira mendekati mereka dam ikut berpelukan.


"Kita saudara...lebih baik kesedihan kita tanggung bersama..." ucapnya.


Risa tersenyum mendengar ucapan Lira. Diapun berucap.


"Benar..kita saudara.. kita harus saling menjaga.." ucap Rosa sambil tersenyum. Tak lama mereka melepas pelukannya. Sedang Para orang tua tersenyum melihat keakrapan mereka. tak lama Dokter Angga dan Perawat keluar dari ruang rawat tuan Hartanto.


"Rosa...kakek memanggilmu...!" ucap Dokter Angga pada Rosa.


"Saya Dok....?" tanya Rosa sambil menunjuk dirinya sendiri.


"Iya kamu..." ucap Dokter Angga.


"Tapi tidak terjadi apapun pada kakek kan Dok..." tanya Rosa khawatir.


"Benar Ngga...tidak ada masalah pada Papa kan...?" tanya Sandy pada Dokter Angga.


"Sudah tidak ada lagi masalah pada Paman... dia hanya ingin berbicara sebentar pada Rosa..." ucap Dokter Angga. mendengar ucapan Dokter, semua bernafas lega.


cukup dulu ceritanya ya...aku lanjut lahi besok. jangan lupa like , vote, dan komennya author tunggu. Maaf jika banyak typo nya.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2