Petrus Samyang (Pepet Terus Sampai Sayang)

Petrus Samyang (Pepet Terus Sampai Sayang)
27. Deal Pacaran


__ADS_3

"Huuaaaaa. Bapak sudah menodai saya bagaimana ini saya sudah tidak perawan," teriak Baby histeris.


Mendengar teriakan dari Baby membuat Cakra panik. Ia tidak ada pilihan lain selain membungkam mulut gadis itu dengan tangannya.


"Kau tidak sadar teriakan mu itu bisa didengar oleh orang? Hanya dengan melakukan ciuman seperti itu tidak membuat kamu ternoda, kotor, apalagi hamil, jadi tenanglah. Kenapa kau berteriak terus seperti itu seakan-akan aku baru memperkosamu saja," sungut Cakra membungkam erat-erat mulut Baby.


Hening!


Baby kembali menikmati sentuhan tangan Cakra. Gadis itu memang benar-benar keterlaluan liciknya, segala cara, kesempatan, dan waktu ia pergunakan dengan baik saat itu.


"Lupakan yang terjadi tadi. Anggap saja kita tidak melakukan apapun," titah Cakra sedikit salah tingkah. "Aku minta maaf, aku tidak bermaksud untuk lancang atau melecehkanmu, tapi aku tadi hanya..."


"Tidak apa-apa, lupakan saja."


Keheningan lalu terjadi begitu saja. Baby dengan segala kebahagiaannya mendapat ciuman pertama dari pria idamannya, hanya mampu diam seraya berusaha untuk stay cool. Sementara Cakra juga diam karena ia belum bisa menetralisir kegugupan yang merajai dirinya.


Di tengah kegugupannya itu, Cakra memilih untuk mengaktifkan ponselnya. Ia harus menghubungi Dandi. Kenapa hanya untuk mencari makan saja pria itu meninggalkannya berjam-jam.


Begitu benda berharganya itu aktif, rentetan pesan suara dan telepon masuk dari Oma Ning berjejal masuk seakan ingin diperhatikan oleh sang pemilik ponsel.


"Cakra apa yang kamu pikirkan? Apa kamu berpikir bahwa dengan kamu melarikan diri, kamu bisa membuat rencana kami batal dan tidak ada pembahasan? Kamu pikir kamu bisa main-main dengan Oma? Kaburlah sepuas yang kamu bisa dan sejauh yang kamu tempuh. Apa yang Oma inginkan tidak pernah tidak Oma dapatkan."


Salah satu pesan Oma yang membuat Cakra mengubah ekpresinya seketika. Pemikiran Cakra mengenai Oma Ning lagi-lagi salah. Ia kira tidak akan ada pembahasan ketika ia tidak ada di rumah. Pikirannya kalut saat ini. Tanggal pertunangan dan pernikahan pasti sudah mereka tentukan.


"Ada apa, Pak? Apa ada masalah?" Baby bertanya dengan nada yang biasa namun sambat terlihat dewasa, tidak seperti Baby beberapa menit yang lalu.


Haruskah aku bercerita? Tapi Dandi menyarankan aku untuk minta bantuan dia. Tapi ada benarnya juga, kan?Clarissa oreng pertama yang berani pada Luna di lingkungan kantor. Kalau aku minta bantuan dia, pasti akan lebih mudah membuat Luna jauh dariku. Tapi aku sangat risih jika dia bersikap seperti sebelumnya, dekat-dekat dan gombal nggak jelas.

__ADS_1


Nggak ada pilihan lain, Cakra. Waktu mu tidak banyak. Persetan dengan rayuan Clarissa.


Kini batin Cakra mulai bertengkar. Sering ia seperti ini sebelumnya, tapi kali ini ia sangat kepepet dan akhirnya


"Cla, maksud kedatanganku ke sini selain untuk menjengukmu juga untuk meminta bantuan."


"Bantuan? Apa yang bisa saya lakukan?" Baby masih menunjukkan sisi dewasanya. Ia merasa Cakra lebih nyaman jika ia menjadi sosok yang tidak kekanak-kanakan.


"Kau tahu Luna, kan? sebenarnya Luna itu kakak dari almarhumah istriku. Keluarga kami menginginkan aku dan Luna menjadi pasangan suami istri, tapi aku nggak mau. Kau tahu sendiri, kan bagaimana sifatnya dia, meskipun adik kakak dia dan almarhumah istriku itu sangat jauh berbeda. Malam ini kami seharusnya membicarakan perihal pertunangan dan pernikahan. Aku melarikan diri ke sini agar pembicaraan itu tidak pernah terjadi, tapi ternyata aku salah, mereka tetap melakukan pertemuan itu tanpa aku." Cakra menghentikan ceritanya. Ia ingin tahu respon apa yang diberikan oleh gadis yang berada di depannya.


"Lalu? Apa hubungannya dengan saya?" Baby semakin yakin jika Cakra lebih bisa menerima dirinya ketika mode dewasa sedang ia hidupkan.


"Aku berpikir bahwa, ketika aku memberontak dengan mempunyai pilihan lain mungkin akan ada titik terang untuk menggagalkan pernikahanku dengan Luna. Aku ... Aku akan sangat berterima kasih jika kau bersedia membantuku."


Baby sekarang tahu arah dari pembicaraan Cakra. Memasang wajah dan kelakuan cool adalah hal yang masih tepat menjadi pilihan Baby. Namun, sepertinya akan menjadi hal yang menarik jika Baby pura-pura tidak mengerti maksud pria itu.


Cakra garuk-garuk kepala yang tidak gatal. Jantungnya bergemuruh hebat jika ia harus menjelaskan detail.


"Menjadi kekasihku, hanya pura-pura saja, Cla."


Baby mengatupkan mulutnya seketika. Ingin sekali ia berteriak dengan keras, namun berkali-kali ia tanamkan dalam hati bahwa ia harus tetap bersikap anggun dan kalem. Meskipun dia merasakan bahwa wajahnya memanas karena memerah saat ini.


Kenapa harus pura-pura? Menjadi kekasih beneran pun aku nggak masalah. Apa aku kerjain aja kali, ya.


"Apa hanya saya yang bisa melakukan hal itu? Maksud saya Bapak, kan selalu kesal dan marah-marah ketika saya dekat dengan Bapak. Terus sekarang minta saya untuk menjadi pacar pura-pura. Itu artinya nanti hubungan kita juga akan seperti pacar di depan Luna, kan?"


"Kenapa berbelit-belit, kau mau atau tidak?"

__ADS_1


"Akan saya pikirkan."


"Jawabannya mau atau tidak? Tidak ada jawaban selain dua kata itu."


"Ada bayaran?"


"Apa yang kau mau?"


"Yang saya mau, saya mau memperlakukan Bapak seperti kekasih saya beneran. Baik itu di belakang ataupun di depan Luna. Jadi Bapak tidak boleh marah-marah sama saya tanpa alasan yang jelas seperti yang sudah-sudah."


"Kau mengambil kesempatan dalam kesempitan? Kau manfaatkan kelemahanku ini untuk keuntunganmu?"


"Nggak mau, ya udah nggak apa-apa."


Cakra nampak berpikir dalam kebingungan.


"Lagi pula Bapak mengenal saya sebagai perempuan yang mengajar-kejar Bapak. Tapi Bapak tidak mengenal saya dari sisi yang lainnya. Nggak ada salahnya kita ini menjadi teman seperti Mira dan Pak Dandi."


Cakra menghala nafas berat.


Persetan dengan permintaan Clarissa. Aku hanya butuh status palsu.


"Deal." Cakra menyodorkan tangannya sebagai tanda kesepakatan.


"Deal," balas Baby.


Dan sejak hari itu mereka sepakat untuk berperan sebagai sepasang kekasih meski tak ada Luna di antara mereka. Sudah dia hari dari pulangnya Baby dari rumah sakit, itu artinya sudah dua hari pula merek menjalani status palsu yang hanya di ketahui oleh Dandi dan Mira. Karena memang saat ini Luna belum menampakkan batang hidungnya.

__ADS_1


Seperti biasanya, Baby akan membuat asupan untuk Cakra. Agar pria itu lebih semangat dan segar saat menjalani aktivitas apapun nantinya. Namun, yang berbeda adalah sikap Baby. Jika dahulu ia mepet dan terus merepet pada Cakra, kali ini tidak lagi. Ia lebih bersikap desa layaknya perempuan pada umumnya meski jiwa petakilannya sebenarnya sudah muak dengan perannya ini. Hal ini ia lakukan hanya semata-mata untuk melihat bagaimana respon Cakra jika melihat dirinya dari sisi yang lain. Apakah ia senang dengan perubahan Baby atau justru ia senang Baby seperti dahulu? Baby yang apa adanya dengan segala tingkah konyolnya.


__ADS_2