
Beberapa minggu berlalu, Bu Nur sudah mulai aktif mengantarkan sendiri kue-kue kering buatannya. Bahkan sekarang Bu Nur sudah membuat beberapa jenis camilan ringan. Karena memang toko Cakra maju dengan pesat. Dandi memang pintar soal promosi, buktinya ada saja pembeli baru yang bergabung untuk mencoba makanan ringan home made itu.
Lambat laun pikiran Bu Nur juga terbuka. Tidak lagi kolot seperti dahulu. Perlahan beliau melihat bahwa Cakra tidaklah seperti yang ia pikirkan. Sering bertemu dengan Cakra, membuatnya mau tak mau melihat kebiasaan yang dilakukan Cakra sehari-hari. Mulai dari ngemong anaknya dengan sabar, dermawan, dan keramahan yang ia berikan pada setiap orang yang datang padanya. Membuat Bu Nur tak bisa menyangkal bahwa Cakra adalah pria yang berbeda.
"Cakra, Ibu minta maaf, ya kalau selama ini sudah menilai kamu sebelah mata. Ibu melihat kamu ini orang yang berbeda, orang baik. Bu Nisa juga baik, tidak seperti yang Ibu pikirkan. Tidak seharusnya Ibu menilai seseorang dengan menyamakan mereka semua," kata Bu Nur di suatu pagi saat mengantar snack.
"Kenapa Ibu musti minta maaf, nggak apa-apa, Bu. Saya memakluminya. Lupakan saja apa yang sudah terjadi. Kita fokus saja sama masa yang sekarang. Biarkan yang berlalu menjadi masa lalu dan kenangan. Akan ada hikmah dan makna disetiap peristiwa, kan?"
"Iya, kamu benar. Ya karena kamu setidaknya Ibu bisa mematahkan asumsi Ibu kalau semua orang itu sama."
Tidak ada yang lebih bahagia dari hari ini bagi Cakra. Usahanya untuk merebut hati Bu Nur ternyata tidak berujung sia-sia. Bahkan bisa dibilang hati Bu Nur cepat terbuka, Cakra tidak memerlukan usaha yang lebih keras lagi. Sekarang saatnya Ayah terbuka dengan hubungannya. Tapi pasti akan senang jika mendengar berita ini, begitu pikirnya.
"Kalau begitu, apakah saya boleh menjadi menantu Ibu?" tanya Cakra tanpa basa-basi.
__ADS_1
"Ibu serahkan sama Baby aja kalau itu. Kalau Baby bahagia pasti Ibu juga ikut bahagia."
Dan setelah obrolan itu, tentu saja Cakra tidak membuang waktu lebih lama. Setelah mendapat persetujuan dari kedua belah keluarga, Cakra merencanakan pertunangan tepat di hari ulang tahun Aura yang kedua.
Acara pertunangan dan hari lahir Aura itu digelar dengan meriah. Acara yang ditunggu dan diimpikan oleh Cakra dan Baby akhirnya terwujud malam ini. Hingga detik ini terkadang Baby tidak percaya kalau ia bisa memenangkan hati Cakra. Mengingat bahwa pria itu begitu dingin dan selalu marah saat ia dekati membuat Baby selalu berpikir bahwa apa yang terjadi sekarang adalah mimpi.
"Aku nggak percaya bisa jatuh cinta sama perempuan pecicilan kayak kamu," ujar Cakra selesai acara.
"Sekarang, kan udah nggak pecicilan. Aku sekarang udah berubah, aku harus merubah diriku untuk menjadi wanita dewasa dan menjadi sosok ibu untuk Aura dan istri yang baik untuk kamu. Eh calon istri maksudnya."
"Jangan lupa kalau ini berkat aku juga," sahut Dandi berjalan ke arah mereka.
"Ah iya, aku melupakan saudaraku yang satu ini. Terima kasih, kau saudara yang tiada duanya. Bagaimana hubunganmu dengan Mira?"
__ADS_1
"Lancar aja. Aku juga akan segera menyusulmu, doakan saja."
Mereka lalu berbincang seputar mwsa depan yang akan mereka gapai bersama. Kedekatan yang terjalin antara Cakra dan Dandi, Mira dan Baby rupanya membawa mereka ke dalam hubungan yang lebih serius dan lebih dalam. Rasa kekeluargaan mereka sungguh kental meski mereka sama sekali tidak ada ikatan darah.
Kehidupan semua orang yang berada di dalam cerita ini sudah menemukan kebahagiaan meski dengan cara yang beda-beda. Perjalanan yang tidak tidak mudah bagi mereka nyatanya dihadiahi oleh kabahagiaan yang tiada ujungnya.
"Aku mencintaimu, Baby Clarissa."
"Aku mencintaimu lebih banyak dari yang kamu tahu."
...TAMAT...
Terima kasih bagi yang sudah mengikuti cerita ini. Aku mohon maaf jika cerita ini mengecewakan. Karena jujur saja aku sudah kehilangan rasa di novel ini sudah lama. Jadi dari pada aku memperpanjang bab dan memaksakan menambah konflik, aku khawatir malah membuat kalian juga merasa kecewa semakin dalam. Buat cerita yang udah kehilangan feel itu terasa sulit buatku. Sekali lagi aku minta maaf dan terima kasih sudah sudi membaca novel ini. Salam sehat dan sayang untuk kalian semua. Kalau masih sudi baca novel aku, boleh mampir ke sini.
__ADS_1