Petrus Samyang (Pepet Terus Sampai Sayang)

Petrus Samyang (Pepet Terus Sampai Sayang)
51. Pertentangan


__ADS_3

"Tunggu apalagi Baby, ayo masuk ke rumah!" Perintah Bu Nur sekali lagi setelah ucapannya tidak di indahkan oleh anaknya.


Baby untuk sesaat menatap Cakra sebelum akhirnya ia melangkahkan kakinya ke dalam rumah. Langkah kaki yang sama beratnya dengan saat kakinya menginjakkan tanah halaman rumahnya tadi.


Kini tinggallah Bu Nur dan Cakra yang berada di teras. Wanita itu mempersilakan Cakra untuk duduk di kursi yang sudah terpasang di teras rumah. kedua kursi dan juga satu meja bundar yang memisahkan kedua kursi tersebut seakan menggambarkan hubungan Baby dan Cakra.


Jika boleh diibaratkan, hubungan Baby dan Cakra seperti sepasang kursi yang ada di teras rumahnya. Sedangkan untuk orang tua Baby adalah meja yang memisahkan kedua kursi tersebut, sehingga jarak mereka sedikit jauh.


"Cakra, Ibu langsung saja, ya. Ada hubungan apa kalian?" Nada bicara, raut wajah, tatapan, dan semuanya yang dilontarkan oleh Bu Nur yang terasa mengintimidasi bagi Cakra. Entah perasaannya saja atau memang Ibu Nur yang sedang mengintrogasi dirinya.


"Kalau boleh jujur hubungan saya dan Baby memang lebih dari teman, Bu," jawab Cakra dengan sedikit bergetar karena ia begitu gugup. Ia rasa semua laki-laki akan merasakan apa yang ia rasakan ketika hubungannya sedikit mendapat tentangan dari orang tua si perempuan.


"Lebih dari teman itu apa? Pacar, wanita yang kamu anggap istimewa, calon istri atau apa?"

__ADS_1


"Saya memang berniat untuk menjadikan Baby istri saya."


"Kalau saya tidak merestui apa yang akan kamu lakukan? Kamu dan Baby itu berbeda. Kamu langit, Baby tanah. Status sosial sangat jauh perbedaannya. Saya selaku orang tua Baby sadar diri, kami tidak akan pernah masuk di kriteria keluarga kalian. Jadi daripada hubungan kalian semakin jauh dan semakin sulit untuk perpisahan, akan lebih baik jika kalian memulainya dari sekarang."


"Maksudnya memulai apa, Bu? Tapi sebelumnya maaf, biarkan saya jelaskan dulu tentang status sosial yang berbeda di mata orang yang akan melihat. Mungkin memang status kita sangat jauh berbeda jika dilihat dari materi. Saya mengerti apa yang Ibu maksud. Hanya sekedar informasi saja Bu, saya selaku orang yang menjalani hubungan dengan Baby sama sekali tidak pernah melihat orang dari status. Tidak hanya dengan Baby, tapi dengan semua orang. Saya menganggap semua orang sama. Dan untuk Ibu saya, Ibu saya juga terlahir sama, dari kalangan orang sederhana, orang biasa saja. Ibu saya juga tidak pernah melihat seseorang dari apa yang dia punya. Bukankah yang terpenting itu adalah saya dan Ibu saya? Kami mencari hubungan baik selama ini. Apakah hanya karena status sosial Ibu tega memisahkan kami?"


Cakra antara berani dan tidak mengatakan itu. Namun, ia merasa tidak punya pilihan lain. Apa pun yang akan ia lakukan nanti adalah untuk kepentingan hubungan mereka juga. Berani atau tidak, siap atau tidak, Cakra harus terjun juga ke dunia perang untuk mendapatkan restu dari orang tua Baby.


Cakra sedikit terkejut dengan penuturan Ibu Nur. Hal itu terbukti dari keningnya yang terlipat menjadi beberapa lipatan. Ia tidak pernah tahu bahwa omanya pernah datang ke rumah Baby. Tidak ada yang menceritakan hal ini kepadanya. Karena memang Baby sendiri juga tidak mengetahui bahwa Oma Ning pernah mendatangi kedua orang tuanya dan mencaci maki mereka.


"Maksud Ibu, Oma saya pernah datang ke sini?"


"Benar sekali. Kamu tahu apa yang beliau lakukan? Harga diri kami diinjak habis olehnya. Rasanya kami ini sangat-sangat pantas untuk dihina. Padahal tidak satu pun manusia di muka bumi ini yang berhak menghina atau merendahkan sesama manusianya. Saya tidak mau penghinaan ini akan terus berlanjut hingga nanti ke depan. Jadi saya rasa cukup kemarin saja dan cukup sampai di sini agar tidak menambah dosa kita semua. Saya rasa sudah cukup pembicaraan kita hari ini, ya Cakra? Saya rasa juga seharusnya kamu sudah menangkap inti dari pembicaraan kita yang panjang ini."

__ADS_1


"Saya mengerti maksud Ibu, tapi sayangnya jika Ibu meminta saya untuk berhenti di sini, saya rasa itu tidak akan terjadi. Saya akan berjuang untuk mendapatkan anak ibu. Tidak bermaksud untuk kurang ajar atau yang memaksakan kehendak. Tapi saya benar-benar mencintai anak Ibu. Dengan cara apapun saya akan membuktikannya, Apapun akan saya lakukan untuk menempuh keinginan yang saya mau. Bahkan keinginan ini tidak hanya saya saja yang mau, tapi anak Ibu juga. Jadi saya akan berjuang. Saya permisi, ya Bu."


Cakra merendahkan tubuhnya dan kembali mengeluarkan tangan seperti saat pertama kali ia datang tadi. Namun, jika tadi Bu Nur masih mau merespon uluran tangan Cakra, tidak untuk sekarang. Bu Nur menatap uluran tangan itu dan menegakkan tubuhnya lalu berjalan masuk ke dalam rumah.


Dengan perlahan dan menelan ludahnya kasar, Cakra kembali menegakkan tubuhnya dan menatap pintu yang baru saja tertutup rapat. Ia menghela nafas berat. Ternyata tidak semudah yang ia bayangkan, tapi ia tidak akan pernah menyerah.


"Kamu dari tadi nguping pembicaraan kami, Baby?" Tanya Bu Nur begitu melihat Baby yang berdiri di dekat kaca ruang tamu.


"Ibu. Cakra tidak seperti yang Ibu pikirkan, dia berbeda jauh dari omamya, Ibu. Bahkan hubungan mereka saja saat ini sudah tidak baik. Oma Ning dan juga Cakra memang nenek dan cucu, tapi mereka memiliki sifat yang berbeda Bu. Mereka nggak sama. Kalau Ibu menilai seseorang dari kekayaan apa yang dia punya, ibu juga nggak ada bedanya sama Oma Ning."


"Kami berdua jelas beda Baby. Ibu melihat seseorang dari hartanya, karena untuk menjaga perasaan kami, tapi kalau nenek tua itu membeda-bedakan kita semua dengannya hanya untuk dihina. Kamu sadar atau tidak, Ibu seperti yang juga untuk kamu. Ibu melindungi diri kita dari orang jahat seperti itu. Ibu nggak mau tahu, ya Baby. Kamu berhenti bertemu dan berhubungan dengan Cakra atau Ibu nggak akan menganggap kamu anak.


Satu kalimat yang sangat menyakitkan bagi siapa pun yang berstatus anak, apalagi kalimat itu keluar dari mulut ibunya sendiri. Tidak ada yang membuat Baby sakit hati sepanjang hidupnya selain hari ini.

__ADS_1


__ADS_2