Phoenix Bride

Phoenix Bride
Episode 16


__ADS_3

Kyra begitu terpukau. Dia


tak menyangka jika toko alat sihir yang Bara maksudkan berupa sebuah kawasan


seluas satu kilometer di mana ratusan toko menyatu menjadi satu.


“Aku akan ke arah sini.


Kau pergilah ke arah kanan, Kyra. Di sana banyak menjual alat dukung untuk


sihir api.” Belum apa-apa, Bara telah mengajak berpencar.


“Aku ke depan!” Meena juga


telah berlari duluan, meninggalkan Kyra dan Soli di depan toko.


“Bukannya Bara baru saja


bilang kita harus hati-hati?” Lalu kenapa sekarang mereka ditinggalkan? Gadis


api kebingungan.


“Di sini aman. Toko alat


sihir adalah tempat netral. Tak ada monster yang bisa masuk. Pembuat onar dan perkelahian


apa pun terlarang. Lapisan pelindung tempat ini setara buatan Raja, selain itu


penjaganya juga merupakan seorang yang misterius dan kuat.” Sebenarnya juga


banyak isu yang mengatakan bahwa pertokoan ini dikelola oleh Kura-kura Hitam,


satu dari keempat binatang mistis legendaris, tapi lebih baik Kyra tak perlu


tahu.


“Jadi sekarang kita harus


ke mana?” Kyra sudah mendapatkan tas sihir yang ia mau di misi sebelumnya.


Peralatan dukungan sihir yang Bara maksudkan juga tak membuatnya tertarik.


“Kau tak mau membeli


senjata? Akan kutemani memilih.” Bara dan Meena saja sudah begitu bersemangat


mencari senjata yang cocok untuk tipe sihir mereka. Soli pun sudah tak sabar


ingin mencari di toko bertipe tanah, kenapa Kyra malah terlihat tak peduli?


“Aku tak pakai senjata


atau alat bantu. Bara dan Meena juga.”


“Semua orang memakainya.


Busur emas yang biasa dipakai Bara adalah alat pendukung sihir. Semua perhiasan


yang dipakai Nona Meena juga merupakan barang serupa.” Sungguhan? Kyra tak


pernah sadar. Kalau diingat kembali, memang mereka sempat bilang kemampuan


menggunakan sihir tanpa alat bantu tergolong langka. Kyra tak memerhatikan


keadaan sekeliling, hingga tak pernah menyadari seberapa aneh dirinya.


“Semua benda itu terlihat


sama bagiku.”


“Kurasa karena kau tak


pandai memilih. Sini, akan kutunjukkan bedanya.” Soli membawa Kyra ke toko yang


menjual peralatan bantu bertipe api. Di sana tersedia berbagai senjata,


perhiasan, barang antik dan batu mana dengan berbagai ukuran.


Barang-barang yang dijual


kebanyakan dibuat dari metal seperti emas, perak, besi, aluminium dan


sejenisnya, tapi komponen utama yang membuatnya bisa mengalirkan energi sihir


tetaplah batu mana. Senjata ditempa dengan mencampurnya metal dan lelehan batu


mana. Perhiasan dibuat dengan menjadikan batu mana sebagai pemanis. Begitu pun barang


antik, semuanya dihiasi batu mana.


“Semuanya berwarna merah,


kenapa?” Kyra menunjuk pada kumpulan batu mana yang dijual. Ukuran dan warnanya


terlihat berbeda, tapi yang pasti berdasar warna merah.


“Karena toko ini khusus


menyediakan batu mana bertipe api. Apa yang Nona inginkan di sini tanpa


mengetahui hal dasar?” Sang pemilik toko mendekat, bertanya-tanya apa yang


ingin dibeli oleh konsumen yang tidak tahu apa itu batu mana.


“Ehehe, aku tak tahu.


Kalau semua bertipe api, lalu kenapa warna merahnya berbeda-beda?” Kyra


mengambil salah satunya, mengangkatnya untuk dilihat dari dekat. Tak ada reaksi


apa pun dari batu itu.


“Perbedaan warna


menandakan perbedaan tingkat sihir yang mampu diserap. Ini adalah batu mana


yang masih murni. Semakin pekat warnanya, semakin kuat juga sihir yang bisa


diserap. Biasanya Penyihir tingkat rendah akan membeli batu mana yang lebih


kuat, meminta gurunya mengisi sejumlah energi lebih kuat dari miliknya sendiri untuk


dijadikan senjata rahasia di saat terdesak. Untuk kita para Petualang, batu


mana yang paling sesuai adalah batu dengan tingkat penyerapan sesuai tingkat

__ADS_1


sihirmu sendiri. Kau bisa menyimpan energimu saat tidak mengambil misi,


kemudian dipakai saat pertarungan yang membutuhkan banyak stamina atau menggunakannya


sebagai penguat serangan dalam pertarungan seperti yang Meena dan Bara lakukan.”


Soli ingat kalau kedua orang itu memiliki stamina yang tinggi, sehingga


alternatif kedua adalah yang paling cocok untuk Bara dan Meena. Untuk Kyra, penggunaan


dengan alternatif pertama adalah yang paling sesuai.


“Hoho! Temanmu tahu


banyak, tapi sayang sekali dia bertipe tanah. Kenapa kau tak membeli berapa,


Nona?” Sebagai penjual, membedakan tipe sihir pembeli adalah kemampuan dasar


yang harus dikuasai. Jika tidak, dia tak akan tahu siapa yang datang hanya


untuk menemani dan siapa yang berkemungkinan akan membeli.


“Aku bisa menggunakan


sihir tanpa batu mana, jadi benda ini tak ada gunanya untukku.” Kyra belum


paham maksud Soli. Dia menggelindingkan beberapa batu dan semuanya tidak menunjukkan


reaksi. Padahal kalau dia melihat pembeli lain menyentuh, batu itu akan


berpendar.


“Wow, kau beruntung


sekali. Itu kemampuan langka, tapi tidak ada benda yang tidak ada gunanya di


dunia ini.” Sang penjual bisa melihatnya, batu-batu mana yang dipajang tak ada


yang sesuai dengan tingkatan Kyra. Itulah kenapa tak ada reaksinya.


“Soli, menurutmu


bagaimana?”


“Belilah beberapa. Kau


akan membutuhkannya nanti. Tuan juga pahamkan, keluarkan barang yang kausimpan.”


“Jadi apa tingkatan Nona


ini?”


“Rank B.”


“Tuan pastilah bercanda.


Batu mana untuk Rank A bahkan hanya mainan baginya.” Si penjual telah memajang


batu mana untuk pemakai hingga Rank A dan semuanya tidak bereaksi kepada Kyra.


“Hihi, kalian dengar itu.


Mungkin kekuatan gadis kecil itu terlalu lemah sampai tak bisa menggunakan batu


mana tingkat rendah.”


jika dia bisa menggunakan sihir tanpa batuan alat.”


Soli memelototi pembeli


lain, menakuti mereka dengan tekanan energi yang kuat. Mereka tak tahu


apa-apa, tapi berani sekali menghina orang yang dia layani.


“Aku tidak bercanda. Lalu


kenapa kalau Nona-ku miliki Rank rendah? Kekuatannya jauh melebihi taraf ukur


normal. Keluarkan batu mana yang sesuai dengan Rank S ke atas.” Setelahnya,


Soli mengancam pemilik toko.


“Tunggu sebentar, Tuan.” Pria


itu menelan ludah. Pengamatannya juga mampu untuk mengukur tingkat kekuatan dan


yang jelas dia tak ingin membuat marah orang setingkat Soli.


“Soli, tak perlu sampai


begitu. Batunya memang tak bereaksi padaku. Lebih baik kita ke toko bertipe tanah


saja. Kau mau belanjakan? Aku akan menemanimu saja.” Soli mengabaikan Kyra, tak


mungkin tak bereaksi. Kualitas batu-batu itu hanya terlalu rendah untuk


menampung api Phoenix.


“Tidak. Nona Kyra


membutuhkan batu mana. Kita tak akan pergi sebelum mendapatkan yang sesuai.”


Soli tetap bersikeras. Dia menatap tajam pada beberapa buah kotak yang


dikeluarkan oleh si penjual. Jumlahnya ada tiga. Kotak berisikan batu mana yang


sesuai untuk Rank S, Rank SS dan Rank SSS.


“Lihat ketiga batu ini


baik-baik, ambil yang Nona rasakan seperti bisa mengisap api Nona.” Karena Soli


seram sekali waktu marah, Kyra menurut. Dia mengeluarkan api dari telapak


tangannya.


Orang-orang yang melihat


takjub. Kyra sungguhan dapat mengeluarkan api tanpa memakai alat bantu apa pun.


Lebih dari itu, satu-satunya batu mana yang bereaksi pada kekuatannya adalah


batu dengan warna merah gelap nyaris kehitaman berhiaskan sulur-sulur berwarna


emas di dalamnya. Dan batu itu pula yang Kyra ambil.

__ADS_1


“Kayaknya yang ini? Apiku


berasa diserap ke dalam.” Soli mengangguk. Dugaannya ternyata benar, inti sihir


Kyra memang jauh melebihi kekuatan yang bisa ia pakai saat ini.


“I-itu ... BATU MANA UNTUK


RANK SSS!” Sang penjual menjerit saking terkejutnya. Seumur hidupnya, hanya dua


orang yang bisa menggunakan batu mana berkualitas setinggi itu dan salah


satunya adalah Kyra.


“Seperti yang kukatakan.


Rank tidak selalu menjadi patokan. Keluarkan semua batu mana untuk Rank SSS yang


kaupunya. Akan kami beli semua.” Soli menyeringai senang, berhasil membungkam


mulut pembeli lain yang meledek tadi. Seakan dirinya yang luar biasa.


Kyra hanya bisa tertawa terpaksa.


Ternyata Soli juga senang pamer. Dia meletakkan batu mananya kembali ke dalam


kotak. “Beli satu saja Soli, untuk apa banyak-banyak?” Masih juga, gadis satu


ini tak tahu betapa spesialnya batu mana.


“Nona Kyra, batu mana


kualitas tinggi sangat langka. Kemungkinan toko lain tak punya stok. Bila bisa


menemukannya, Nona harus membeli semuanya. Belum tentu lain kali bisa


menemukannya lagi.” Soli kembali menerangkan, membuat Kyra akhirnya paham.


“Itu benar! Saking


langkanya, aku hanya punya satu di sini. Ini pun sengaja kucari dan simpan untuk


langgananku, Letnan Alexi.” Kemudian, si pemilik toko membuat Kyra terkejut.


“Jadi sihir apiku


setingkat dengan sihir api Letnan Alexi? Pantas saja api kami cocok sekali. Kau


dengar itu, Soli!” Iya, iya Soli dengar dan dia pun sangat terkejut. Ternyata


selain pengantin Phoenix, ada makhluk lain yang punya kekuatan sebesar itu. Dan


orang itu begitu dekat dengan Raja.


“Kalian kenal Letnan


Alexi?”


“Letnan adalah guru


sihirku!” Kyra mengaku-ngaku. Padahal hanya diajarkan dua kali. Sudah berasa


punya guru hebat dia.


“Kalau begitu beliau


mungkin tak akan marah kujual barang pesanannya kepada Nona.” Sekarang Kyra


jadi merasa tak enak. Kalau dia beli, lain kali saat Alexi datang, paman ini


tak akan punya stok lagi.


“Jadi berapa harganya?”


“Tunggu dulu, Soli.


Katanya itu pesanan Letnan. Kita ke toko lain saja.”


“Tak masalah. Siapa cepat


dia yang dapat. Letnan tak akan marah padamu.”


Segala protes Kyra


diabaikan. Soli tetap membelinya, menyuruh Kyra menyimpannya dengan paksa.


Setelah itu, mereka pergi ke beberapa toko lain untuk mencari batu mana dengan kualitas


sama. Namun hasilnya nihil, hanya toko pertama yang menjualnya.


Senjata yang tersedia pun


tak ada yang bisa dipakai untuk mengalirkan api Kyra, sehingga pada akhirnya


gadis itu hanya bisa membeli beberapa alat sihir penyimpanan yang tak


membutuhkan syarat tertentu untuk penggunaannya.


“Bahkan toko sebesar ini


tak menjual barang bagus.” Soli mengeluh, pindah jalur ke deretan pertokoan


alat sihir bertipe tanah. Kyra sendiri tak masalah, senang-senang saja dengan hasil


belanjaannya.


“Aku dapat banyak barang bagus


kok.”


“Tempat penyimpan,


gulungan dan pakaian sihir hanya barang biasa. Di mana pun bisa dibeli. Tak ada


yang spesial dari semua barang yang Nona beli.” Kyra memang gadis kampungan.


Sudah puas dengan barang-barang kecil yang dianggap luar biasa. Habis mau


bagaimana lagi, dia tumbuh di tempat yang jarang menjual barang seperti ini.


Tempat penyimpan sihir berukuran


mini bisa dipakai untuk membawa banyak bahan makan segar tanpa merusak kualitasnya tak peduli disimpan berapa lama pun. Gulungan sihir akan dia pakai untuk


mengirim surat ke rumah orang tuanya dan pakaian sihir bisa membuatnya bertahan

__ADS_1


di berbagai suhu tanpa perlu menggunakan kekuatannya. Bagi Kyra semua ini sudah


cukup, Soli yang terlalu terobsesi pada senjata dan batu mana.


__ADS_2