
Kyra begitu terpukau. Dia
tak menyangka jika toko alat sihir yang Bara maksudkan berupa sebuah kawasan
seluas satu kilometer di mana ratusan toko menyatu menjadi satu.
“Aku akan ke arah sini.
Kau pergilah ke arah kanan, Kyra. Di sana banyak menjual alat dukung untuk
sihir api.” Belum apa-apa, Bara telah mengajak berpencar.
“Aku ke depan!” Meena juga
telah berlari duluan, meninggalkan Kyra dan Soli di depan toko.
“Bukannya Bara baru saja
bilang kita harus hati-hati?” Lalu kenapa sekarang mereka ditinggalkan? Gadis
api kebingungan.
“Di sini aman. Toko alat
sihir adalah tempat netral. Tak ada monster yang bisa masuk. Pembuat onar dan perkelahian
apa pun terlarang. Lapisan pelindung tempat ini setara buatan Raja, selain itu
penjaganya juga merupakan seorang yang misterius dan kuat.” Sebenarnya juga
banyak isu yang mengatakan bahwa pertokoan ini dikelola oleh Kura-kura Hitam,
satu dari keempat binatang mistis legendaris, tapi lebih baik Kyra tak perlu
tahu.
“Jadi sekarang kita harus
ke mana?” Kyra sudah mendapatkan tas sihir yang ia mau di misi sebelumnya.
Peralatan dukungan sihir yang Bara maksudkan juga tak membuatnya tertarik.
“Kau tak mau membeli
senjata? Akan kutemani memilih.” Bara dan Meena saja sudah begitu bersemangat
mencari senjata yang cocok untuk tipe sihir mereka. Soli pun sudah tak sabar
ingin mencari di toko bertipe tanah, kenapa Kyra malah terlihat tak peduli?
“Aku tak pakai senjata
atau alat bantu. Bara dan Meena juga.”
“Semua orang memakainya.
Busur emas yang biasa dipakai Bara adalah alat pendukung sihir. Semua perhiasan
yang dipakai Nona Meena juga merupakan barang serupa.” Sungguhan? Kyra tak
pernah sadar. Kalau diingat kembali, memang mereka sempat bilang kemampuan
menggunakan sihir tanpa alat bantu tergolong langka. Kyra tak memerhatikan
keadaan sekeliling, hingga tak pernah menyadari seberapa aneh dirinya.
“Semua benda itu terlihat
sama bagiku.”
“Kurasa karena kau tak
pandai memilih. Sini, akan kutunjukkan bedanya.” Soli membawa Kyra ke toko yang
menjual peralatan bantu bertipe api. Di sana tersedia berbagai senjata,
perhiasan, barang antik dan batu mana dengan berbagai ukuran.
Barang-barang yang dijual
kebanyakan dibuat dari metal seperti emas, perak, besi, aluminium dan
sejenisnya, tapi komponen utama yang membuatnya bisa mengalirkan energi sihir
tetaplah batu mana. Senjata ditempa dengan mencampurnya metal dan lelehan batu
mana. Perhiasan dibuat dengan menjadikan batu mana sebagai pemanis. Begitu pun barang
antik, semuanya dihiasi batu mana.
“Semuanya berwarna merah,
kenapa?” Kyra menunjuk pada kumpulan batu mana yang dijual. Ukuran dan warnanya
terlihat berbeda, tapi yang pasti berdasar warna merah.
“Karena toko ini khusus
menyediakan batu mana bertipe api. Apa yang Nona inginkan di sini tanpa
mengetahui hal dasar?” Sang pemilik toko mendekat, bertanya-tanya apa yang
ingin dibeli oleh konsumen yang tidak tahu apa itu batu mana.
“Ehehe, aku tak tahu.
Kalau semua bertipe api, lalu kenapa warna merahnya berbeda-beda?” Kyra
mengambil salah satunya, mengangkatnya untuk dilihat dari dekat. Tak ada reaksi
apa pun dari batu itu.
“Perbedaan warna
menandakan perbedaan tingkat sihir yang mampu diserap. Ini adalah batu mana
yang masih murni. Semakin pekat warnanya, semakin kuat juga sihir yang bisa
diserap. Biasanya Penyihir tingkat rendah akan membeli batu mana yang lebih
kuat, meminta gurunya mengisi sejumlah energi lebih kuat dari miliknya sendiri untuk
dijadikan senjata rahasia di saat terdesak. Untuk kita para Petualang, batu
mana yang paling sesuai adalah batu dengan tingkat penyerapan sesuai tingkat
__ADS_1
sihirmu sendiri. Kau bisa menyimpan energimu saat tidak mengambil misi,
kemudian dipakai saat pertarungan yang membutuhkan banyak stamina atau menggunakannya
sebagai penguat serangan dalam pertarungan seperti yang Meena dan Bara lakukan.”
Soli ingat kalau kedua orang itu memiliki stamina yang tinggi, sehingga
alternatif kedua adalah yang paling cocok untuk Bara dan Meena. Untuk Kyra, penggunaan
dengan alternatif pertama adalah yang paling sesuai.
“Hoho! Temanmu tahu
banyak, tapi sayang sekali dia bertipe tanah. Kenapa kau tak membeli berapa,
Nona?” Sebagai penjual, membedakan tipe sihir pembeli adalah kemampuan dasar
yang harus dikuasai. Jika tidak, dia tak akan tahu siapa yang datang hanya
untuk menemani dan siapa yang berkemungkinan akan membeli.
“Aku bisa menggunakan
sihir tanpa batu mana, jadi benda ini tak ada gunanya untukku.” Kyra belum
paham maksud Soli. Dia menggelindingkan beberapa batu dan semuanya tidak menunjukkan
reaksi. Padahal kalau dia melihat pembeli lain menyentuh, batu itu akan
berpendar.
“Wow, kau beruntung
sekali. Itu kemampuan langka, tapi tidak ada benda yang tidak ada gunanya di
dunia ini.” Sang penjual bisa melihatnya, batu-batu mana yang dipajang tak ada
yang sesuai dengan tingkatan Kyra. Itulah kenapa tak ada reaksinya.
“Soli, menurutmu
bagaimana?”
“Belilah beberapa. Kau
akan membutuhkannya nanti. Tuan juga pahamkan, keluarkan barang yang kausimpan.”
“Jadi apa tingkatan Nona
ini?”
“Rank B.”
“Tuan pastilah bercanda.
Batu mana untuk Rank A bahkan hanya mainan baginya.” Si penjual telah memajang
batu mana untuk pemakai hingga Rank A dan semuanya tidak bereaksi kepada Kyra.
“Hihi, kalian dengar itu.
Mungkin kekuatan gadis kecil itu terlalu lemah sampai tak bisa menggunakan batu
mana tingkat rendah.”
jika dia bisa menggunakan sihir tanpa batuan alat.”
Soli memelototi pembeli
lain, menakuti mereka dengan tekanan energi yang kuat. Mereka tak tahu
apa-apa, tapi berani sekali menghina orang yang dia layani.
“Aku tidak bercanda. Lalu
kenapa kalau Nona-ku miliki Rank rendah? Kekuatannya jauh melebihi taraf ukur
normal. Keluarkan batu mana yang sesuai dengan Rank S ke atas.” Setelahnya,
Soli mengancam pemilik toko.
“Tunggu sebentar, Tuan.” Pria
itu menelan ludah. Pengamatannya juga mampu untuk mengukur tingkat kekuatan dan
yang jelas dia tak ingin membuat marah orang setingkat Soli.
“Soli, tak perlu sampai
begitu. Batunya memang tak bereaksi padaku. Lebih baik kita ke toko bertipe tanah
saja. Kau mau belanjakan? Aku akan menemanimu saja.” Soli mengabaikan Kyra, tak
mungkin tak bereaksi. Kualitas batu-batu itu hanya terlalu rendah untuk
menampung api Phoenix.
“Tidak. Nona Kyra
membutuhkan batu mana. Kita tak akan pergi sebelum mendapatkan yang sesuai.”
Soli tetap bersikeras. Dia menatap tajam pada beberapa buah kotak yang
dikeluarkan oleh si penjual. Jumlahnya ada tiga. Kotak berisikan batu mana yang
sesuai untuk Rank S, Rank SS dan Rank SSS.
“Lihat ketiga batu ini
baik-baik, ambil yang Nona rasakan seperti bisa mengisap api Nona.” Karena Soli
seram sekali waktu marah, Kyra menurut. Dia mengeluarkan api dari telapak
tangannya.
Orang-orang yang melihat
takjub. Kyra sungguhan dapat mengeluarkan api tanpa memakai alat bantu apa pun.
Lebih dari itu, satu-satunya batu mana yang bereaksi pada kekuatannya adalah
batu dengan warna merah gelap nyaris kehitaman berhiaskan sulur-sulur berwarna
emas di dalamnya. Dan batu itu pula yang Kyra ambil.
__ADS_1
“Kayaknya yang ini? Apiku
berasa diserap ke dalam.” Soli mengangguk. Dugaannya ternyata benar, inti sihir
Kyra memang jauh melebihi kekuatan yang bisa ia pakai saat ini.
“I-itu ... BATU MANA UNTUK
RANK SSS!” Sang penjual menjerit saking terkejutnya. Seumur hidupnya, hanya dua
orang yang bisa menggunakan batu mana berkualitas setinggi itu dan salah
satunya adalah Kyra.
“Seperti yang kukatakan.
Rank tidak selalu menjadi patokan. Keluarkan semua batu mana untuk Rank SSS yang
kaupunya. Akan kami beli semua.” Soli menyeringai senang, berhasil membungkam
mulut pembeli lain yang meledek tadi. Seakan dirinya yang luar biasa.
Kyra hanya bisa tertawa terpaksa.
Ternyata Soli juga senang pamer. Dia meletakkan batu mananya kembali ke dalam
kotak. “Beli satu saja Soli, untuk apa banyak-banyak?” Masih juga, gadis satu
ini tak tahu betapa spesialnya batu mana.
“Nona Kyra, batu mana
kualitas tinggi sangat langka. Kemungkinan toko lain tak punya stok. Bila bisa
menemukannya, Nona harus membeli semuanya. Belum tentu lain kali bisa
menemukannya lagi.” Soli kembali menerangkan, membuat Kyra akhirnya paham.
“Itu benar! Saking
langkanya, aku hanya punya satu di sini. Ini pun sengaja kucari dan simpan untuk
langgananku, Letnan Alexi.” Kemudian, si pemilik toko membuat Kyra terkejut.
“Jadi sihir apiku
setingkat dengan sihir api Letnan Alexi? Pantas saja api kami cocok sekali. Kau
dengar itu, Soli!” Iya, iya Soli dengar dan dia pun sangat terkejut. Ternyata
selain pengantin Phoenix, ada makhluk lain yang punya kekuatan sebesar itu. Dan
orang itu begitu dekat dengan Raja.
“Kalian kenal Letnan
Alexi?”
“Letnan adalah guru
sihirku!” Kyra mengaku-ngaku. Padahal hanya diajarkan dua kali. Sudah berasa
punya guru hebat dia.
“Kalau begitu beliau
mungkin tak akan marah kujual barang pesanannya kepada Nona.” Sekarang Kyra
jadi merasa tak enak. Kalau dia beli, lain kali saat Alexi datang, paman ini
tak akan punya stok lagi.
“Jadi berapa harganya?”
“Tunggu dulu, Soli.
Katanya itu pesanan Letnan. Kita ke toko lain saja.”
“Tak masalah. Siapa cepat
dia yang dapat. Letnan tak akan marah padamu.”
Segala protes Kyra
diabaikan. Soli tetap membelinya, menyuruh Kyra menyimpannya dengan paksa.
Setelah itu, mereka pergi ke beberapa toko lain untuk mencari batu mana dengan kualitas
sama. Namun hasilnya nihil, hanya toko pertama yang menjualnya.
Senjata yang tersedia pun
tak ada yang bisa dipakai untuk mengalirkan api Kyra, sehingga pada akhirnya
gadis itu hanya bisa membeli beberapa alat sihir penyimpanan yang tak
membutuhkan syarat tertentu untuk penggunaannya.
“Bahkan toko sebesar ini
tak menjual barang bagus.” Soli mengeluh, pindah jalur ke deretan pertokoan
alat sihir bertipe tanah. Kyra sendiri tak masalah, senang-senang saja dengan hasil
belanjaannya.
“Aku dapat banyak barang bagus
kok.”
“Tempat penyimpan,
gulungan dan pakaian sihir hanya barang biasa. Di mana pun bisa dibeli. Tak ada
yang spesial dari semua barang yang Nona beli.” Kyra memang gadis kampungan.
Sudah puas dengan barang-barang kecil yang dianggap luar biasa. Habis mau
bagaimana lagi, dia tumbuh di tempat yang jarang menjual barang seperti ini.
Tempat penyimpan sihir berukuran
mini bisa dipakai untuk membawa banyak bahan makan segar tanpa merusak kualitasnya tak peduli disimpan berapa lama pun. Gulungan sihir akan dia pakai untuk
mengirim surat ke rumah orang tuanya dan pakaian sihir bisa membuatnya bertahan
__ADS_1
di berbagai suhu tanpa perlu menggunakan kekuatannya. Bagi Kyra semua ini sudah
cukup, Soli yang terlalu terobsesi pada senjata dan batu mana.