Phoenix Bride

Phoenix Bride
Episode 7


__ADS_3

Bara dan Kyra telah memulai


latihan mereka sejak kemarin. Kyra telah berhasil membuat apinya mengambil


bentuk selain bola ledakan, tetapi hingga saat ini menggunakannya sebagai senjata


masih begitu sulit.


“Ulangi lagi! Mau


kutunjukkan berapa kali.”


Kyra mengamati bagaimana


Bara menunjukkannya. Cara memadatkan energi sihir mereka untuk menggunakannya


dengan cara lain. Kesulitan Kyra adalah tidak bisa mengendalikan api yang


terputus dari tubuhnya. Karena dia terbiasa membiarkan api itu menyatu seakan merupakan


bagian tubuhnya sendiri.


Bara mencontohkannya


dengan air. Dia mengumpulkan sebagian air yang ia bekukan di telapak tangan,


mengubahnya menjadi anak panah runcing. Di tangan satunya ia membentuk busur,


menjadi pelontar untuk anak panahnya.


“Mengubah bentuk dasar api


menjadi memadat sama seperti caraku mengubah air menjadi es. Sampai di sini kau


tak kesulitan, tapi bisa kulihat kamu kebingungan setelah itu. Teorinya sama dengan


membuat bom api dan melontarkannya. Hanya bentuknya saja yang berbeda.”


“Bentuknya?” Kyra merasa


tidak sesimpel itu. Ledakan lebih mudah dilakukan karena hanya mengumpulkan


energi dalam jumlah besar dan melepaskannya, tetapi apa yang saat ini Bara


ajarkan adalah melemparkan energi yang telah diubah kepadatannya.


Sekali lagi Kyra mencoba,


membentuk tombak dengan api dan kemudian di lemparkan pada batu sasaran yang


telah disiapkan sebelumnya. Tombak itu padam sebelum sampai ke sasaran, bagai


api di atas lilin yang tertiup angin dan lenyap.


Bara menggelengkan kepala,


Kyra punya kekuatan besar tanpa bakat untuk menggunakannya. Bagaimana latihan


ini bisa membuahkan hasil?


“Sebenarnya di mana


masalahmu? Sudah kukatakan, jangan melepaskan konsentrasimu setelah melemparkannya.


Sebelum tombakmu mengenai musuh, serangan belum berakhir.”


“Aku tak melepaskannya.


Apiku padam otomatis setelah terpisah dari tubuhku.”


“Sifat api tidak seperti


itu. Mereka bisa menyebar, membakar apa pun dengan fleksibel.” Bara tidak


mengerti dengan maksud Kyra. Bagaimana sihir apinya bisa kehilangan bentuk


hanya karena tidak langsung bersentuhan dengan objek tertentu?


“Tidak semuanya sama, Kyra


memiliki komponen api yang berbeda. Latihan ini tidak cocok untuknya.” Di antara


kebingungan Bara, Alexi menyela.


Kedua Petualang


membalikkan badannya, terkejut menemukan Alexi ada di balik batu besar yang


mereka serang dari tadi. Tempat ini ada di area bebatuan belakang Gedung


Serikat Petualang.


Orang-orang yang datang


hanya mereka yang ingin latihan atau memancing di air terjun tak jauh dari


sana. “Apa yang membuat seorang Ksatria datang ke tempat seperti ini?” Letak


istana cukup jauh, rasanya aneh sekali bertemu secara tak sengaja dengan orang


yang selalu berkeliaran di dekat Raja.


“Mengawal Raja. Saat ini Yang Mulia


berada di dekat sini.” Alexi mengucapkan hal itu seperti bukan masalah besar. Arah


pandangannya tertuju ke arah selatan. Lebih tepatnya mengarah pada rumah Meena.


“Apa dia datang mencari


Meena?” Kyra menjadi takut. Dia mendekati Alexi, mencengkeram lengan sang


Letnan berharap mendapatkan jawaban lain.


Alexi mengangguk. “Jangan


pikirkan mereka. Mumpung sudah ada di sini, akan kuajarkan sedikit teknik yang


cocok denganmu. Menyerang tanpa memutuskan api dari tubuhmu.” Ia melepaskan


cengkeraman Kyra, mengambil jarak satu meter dari gadis itu.


Alexi terlihat tak cemas


pada Meena. Dan memang kenyataannya tidak. Dia tahu kedatangan Raja bukan untuk


membawa Meena ke istana. Banyak orang berpikir Raja orang yang tiran.


Kenyataannya dia hanya senang bermain-main. Alexi yakin kalau orang yang


dikawalnya itu hanya ingin menggoda Meena sedikit karena terprovokasi oleh


kata-kata Syra.


“Bagaimana kalau Raja


berniat membawa Meena?”


“Tak akan kubiarkan si


cebol dibawa!”


Alexi menghela napas


melihat mereka. Setia kawan itu bagus, tapi mau melawan Raja sebelum mengetahui


keadaan sebenarnya adalah sebuah kebodohan.


“Aku bukan orang yang suka


memaksa wanita. Meena akan kembali padaku dengan sendirinya. Sampai saat itu


akan kubiarkan kalian menemaninya bermain.”


Reaksi terkejut Bara dan


Kyra saat Nakula muncul di atas mereka tanpa disadari adalah bukti seberapa


jauh perbedaan kemampuan mereka. Nakula dikawal bukan karena butuh


perlindungan, tetapi agar tidak kabur dari tugasnya sebagai Raja hanya untuk pergi


berkencan.


Sang Naga turun di hadapan


mereka secepat kilat, membuat Bara dan Kyra bahkan tak sempat berbicara. Dia


tersenyum penuh misteri, menatap Kyra seakan menemukan mainan yang menarik.


“Ya ampun, kau punya


sesuatu milik temanku, Nona. Sayang sekali, jika tidak aku sudah memintamu


menjadi selirku.” Ketegangan Kyra sirna begitu saja. rasa kagumnya hilang saat

__ADS_1


kata-kata itu keluar dari mulut Nakula.


“Yang Mulia, sebaiknya


Anda berhenti sampai di sini.”


“Jangan marah Alexi. Aku hanya


bercanda.”


“Ayo kita kembali ke


istana.”


“Eh? Katanya kau mau


mengajari Nona itu dulu. Silakan. Rajamu yang perhatian ini akan melihatnya


dengan senang hati.”


Bara dan Kyra saling


tatap. Interaksi Alexi dan Raja Nakula agak aneh. Daripada seorang Raja dan


pengawalnya, lebih seperti teman lama yang akrab.


“Yang Mulia – ”


“Ini perintah, Letnan.”


Ekspresi wajah Alexi


memang datar, tapi siapa pun akan menyadari betapa kesal dia menghadapi tingkah


Nakula. Alexi tak membantah. Dia kembali menghampiri Kyra, menarik gadis itu menjauh


dari Nakula.


“Ini akan menjadi


pelatihan singkat. Pahami dan kuasai dengan cepat. Kemudian lupakan pertemuanmu


dengan Yang Mulia.”


“Mohon bantuannya!” Kyra


mengangguk, meskipun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan Bara telah


ditangkap oleh Nakula, dipaksa menemaninya mengobrol hal tak jelas.


Elf itu masih belum bisa


beradaptasi. Rasanya sulit percaya, seorang Raja duduk di sampingnya, bersikap


sok akrab sambil membicarakan tentang perbedaan pesona wanita. Betapa irinya


dia dengan kepolosan Kyra. Si gadis api yang sudah lupa segalanya, begitu


bersemangat diajari oleh Alexi.


“Apa sebenarnya mau Yang


Mulia. Mendatangi rakyat biasa seperti kami.”


“Kau tak berbasa-basi


ternyata. Meena begitu peduli dengan temannya, jadi aku datang sendiri untuk mengecek


seperti apa mereka.” Ternyata benar, sayap itu bukan barang pinjaman tanpa


alasan.


Bara selalu mencoba menipu


diri sendiri, ingin percaya bila ada cara lain mendapatkan kekuatan binatang


mistik tanpa membunuh atau menjadi pengantinnya. Kenyataan memang tidak ada. Si cebol itu benar-benar telah memilih hidup yang sulit.


“Yang Mulia berucap seakan


peduli padanya. Anda memiliki ratusan selir, memperlakukan satu orang secara


spesial itu terkesan tidak adil.”


“Ratu berbeda dengan


selir. Aku yakin kau sudah tahu, aku adalah seekor Naga. Makhluk seperti ku


sangat setia kepada pengantinku.”


biasa, dengan koleksi selir sebanyak itu.”


Nakula tertawa. Baru kali


ada orang yang begitu lancang menyindirnya seperti itu. Seperti apa yang


diharapkan dari teman Meena. Gadis pemberani dengan ketegaran hati yang


membuatnya jatuh cinta. Teman-temannya pun menarik. Seorang Elf yang baru berumur


570 tahun dengan tingkat kemampuan Rank SS merupakan suatu bakat alami yang


langka. Dan seorang gadis muda naif yang berhasil mencuri hati teman lamanya.


“Aku menyukaimu. Akan


kupercayakan Meena dan gadis itu padamu.” Punggung Bara dipukul berkali-kali.


Dimintai hal yang tak dimengerti, kenapa juga Raja ini peduli pada Kyra yang


bahkan tak dikenalnya?


“Yang Mulia murah hati


sekali, begitu peduli dengan Kyra.” Lagi-lagi Bara menyindir, curiga orang ini sungguh


ingin menjadikan Kyra selirnya.


“Aku tidak peduli padanya,


tapi aku kenal orang yang akan membakar seluruh kerajaanku bila terjadi sesuatu


padanya di wilayahku.”


“Maksud Yang Mulia?”


Namun, kemudian Bara


sadar. Dibalik segala candaan dan obrolan tak jelas mereka, Nakula mencoba


memberitahukan sesuatu kepadanya. Rasa-rasanya hal itu merupakan sebuah rahasia


besar.


Kejelian Bara membuat Nakula


senang. Ia menyeringai. Datang ke sini merupakan keputusan yang benar. Setelah


tahu akan keberadaan Kyra di dekat Meena, membiarkan mereka tanpa perlindungan


adalah suatu kesalahan fatal.


“Pengantin Phoenix. Selamat,


kau dapat dua rekan paling menyusahkan di dunia. Haha!” Apa ini saat yang tepat


untuk tertawa? Bara sampai ternganga tak percaya. Si Meena memang pandai


menyembunyikan banyak hal, tapi si polos Kyra? Apa dia juga dikelabui gadis


naif itu?


“Yang Mulia bercanda?”


“Kau pikir dari mana


kemampuan spesial keabadian dan pengendalian api abnormal itu berasal?” Itu ...


Nakula benar. Kenapa Bara tidak memikirkannya? Seorang manusia dengan kemampuan


spesial pastilah memiliki rahasia dibaliknya.


“Sekali lihat aku bisa langsung


tahu. Gadis itu telah meminum darah Phoenix. Sama seperti Meena yang menerima


sayapku, temanmu juga telah terikat dengannya.” Kyra adalah alasan kedua


kedatangan Nakula. Karena menjadi pengantin makhluk mistis merupakan sebuah


berkat sekaligus bencana.


Sebagian orang akan


menganggapnya hebat, sebagian lagi akan takut padanya. Namun, yang paling buruk

__ADS_1


adalah keberadaan orang-orang serakah yang menginginkan kekuatan legendaris itu.


Menantang binatang mistis adalah hal yang mustahil, itulah kenapa mereka memilih


mengincar pengantinnya.


“Dengar, wanita yang menjadi


pengantin binatang mistik memang mendapatkan separuh kekuatan dari pasangannya, tapi


sebelum kekuatan itu menyatu sempurna dengan tubuhnya dan mampu dibangkitkan, mereka


akan menjadi sasaran empuk. Karena itulah, tolong jaga Meena dan Kyra sampai


kekuatan mereka mampu dibangkitkan.”


Omongan Nakula santai


sekali. Bila semudah itu dilakukan, para pengantin itu tak akan menyembunyikan


identitasnya. Memangnya Nakula pikir berapa banyak orang berhati busuk yang percaya


dengan memakan jantung pengantin binatang mistik bisa membuat mereka


mendapatkan kekuatan itu?


“Kenapa Yang Mulia tidak


menjaganya sendiri?” Bukannya lebih mudah membiarkan Meena tinggal di sisinya.


Tak ada orang yang akan berani melukainya. Kenapa malah membiarkannya hidup


dengan bebas?


“Tidak bisa. Kekuatan


gadis pengantin tidak akan pernah bangkit tanpa usaha sendiri. Menjadi


Petualang adalah jalan tercepat membangkitkan. Banyaknya pengalaman yang


didapat dari pertarungan mereka akan meningkatkan kekuatan itu. Kami makhluk abadi,


tapi gadis-gadis itu adalah manusia biasa. Bila mereka tak bisa membangkitkan


kekuatannya hingga batas umur manusia berakhir, mereka tetap akan menua dan


mati.” Jadi bahkan keabadian Kyra ada kelemahannya? Bara tak pernah tahu akan


hal itu.


“Mengertikan? Kami hanya


bisa memilih satu pengantin seumur hidup. Jika gadis yang dipilih mati sebelum bisa


membangkitkan kekuatannya, dia akan membawa mati kekuatan itu. Bukan hanya


kehilangan setengah kekuatan kami selamanya, kami juga tidak bisa mencari


pengantin baru dan meneruskan keturunan. Hanya pengantin yang telah bangkit


yang bisa melahirkan anak binatang mistik.” Pantas saja, meskipun mereka kuat


dan tak memiliki batas umur hidup, keberadaan binatang mistik begitu langka.


Itu berarti ... Raja satu


ini memberikan segala beban berat ke pundaknya. Secara tak langsung memerintah


dia untuk menjaga pengantin-pengantin itu hingga kekuatan mereka bangkit


sepenuhnya.


“Berapa lama kekuatan itu


akan bangkit?”


“Tak pasti, tergantung


orangnya. Ada yang satu tahun, sepuluh tahun hingga ratusan tahun. Itu pun


bukan berarti semua pengantin manusia. Hahaha ... sebenarnya memilih manusia


sebagai pengantin adalah pilihan terburuk.”


“Dan kau masih tertawa!”


Bara sudah kehilangan kesabaran. Dia mencengkeram kerah baju Nakula. Lupa bahwa


lawannya bukan seseorang yang bisa dia hadapi.


“Apa boleh buat. Saat kau


menemukan orang yang kaucintai, kau akan mengerti kenapa aku memilih Meena.”


Bagi Nakula, menitipkan Meena pada orang lain adalah keputusan sulit, tapi dia


harus melakukannya jika ingin hidup selamanya dengan gadis itu.


“Bukan aku yang perlu kau


cemaskan. Akan kukirimkan orangku untuk membantumu melindungi dan melatih


mereka. Phoenix itu yang lebih berbahaya. Dia begitu pencemburu, posesif dan


pendendam. Pastikan kau jaga Kyra baik-baik untuknya, oke?”


Boleh Bara bunuh diri


saja? Baru saja dia berpikir telah mendapatkan rekan terbaik, dia malah


berakhir mendapatkan rekan paling menyusahkan. Dua-duanya pula.


“Bara! Aku sudah bisa


menggunakan apiku dengan cara lain! Letnan bilang setelah ini tinggal


melatihnya hingga terbiasa. Kau mau jadi lawan tandingku saat latihan?” Dan Kyra


yang datang mendekat dengan tampang polos membuatnya semakin kesal.


“Membayangkan gadis kecil


ini berhasil mengelabuiku membuatku merasa bodoh.” Bara menutup wajahnya dengan


telapak tangan, kemudian mengangkatnya lagi saat mendengar kata-kata Nakula.


“Dia tidak mengelabuimu,


tapi tidak tahu siapa dirinya sendiri. Selanjutnya kuserahkan padamu.” Ternyata


ada hal lebih buruk lagi daripada hanya menjadi penjaga pengantin Raja. Yakni


menjaga pengantin binatang buas yang tak tahu apa-apa.


“Ayo pergi, Alexi.


Urusanku sudah selesai.”


“Baik, Yang Mulia.”


Sudah datangnya


mengagetkan, perginya begitu enteng. Kyra jadi bingung, kenapa Bara mendadak


terpuruk setelah mengobrol akrab dengan Raja.


“Kau hebat! Bisa berteman


dengan Raja. Jadi apa yang kalian bicarakan?”


“Siapa yang berteman


dengannya! Gadis bodoh ini! Rasakan ini!”


“Hentikan! Jangan mengacak


rambutku! Sudah dong, Baraaa!”


“Kita latihan sekarang!


Tak akan kumaafkan kalau kau lambat!”


“Eh? Sekarang sudah sore, masih


mau latihan?”


Bara memberi pelototan


mengancam, membuat nyali Kyra ciut. Gadis itu terdiam seketika. Patuh


melanjutkan latihan. Ternyata latihan dengan Bara sangat tak menyenangkan.


Enakkan dengan Alexi, menyenangkan dan gampang dimengerti.


Author's Note :

__ADS_1


Kelas Pembunuh adalah seorang alih menyelinap. Mampu membunuh target dengan cepat sebelum keberadaanya diketahui.


__ADS_2