
Bara dan Kyra telah memulai
latihan mereka sejak kemarin. Kyra telah berhasil membuat apinya mengambil
bentuk selain bola ledakan, tetapi hingga saat ini menggunakannya sebagai senjata
masih begitu sulit.
“Ulangi lagi! Mau
kutunjukkan berapa kali.”
Kyra mengamati bagaimana
Bara menunjukkannya. Cara memadatkan energi sihir mereka untuk menggunakannya
dengan cara lain. Kesulitan Kyra adalah tidak bisa mengendalikan api yang
terputus dari tubuhnya. Karena dia terbiasa membiarkan api itu menyatu seakan merupakan
bagian tubuhnya sendiri.
Bara mencontohkannya
dengan air. Dia mengumpulkan sebagian air yang ia bekukan di telapak tangan,
mengubahnya menjadi anak panah runcing. Di tangan satunya ia membentuk busur,
menjadi pelontar untuk anak panahnya.
“Mengubah bentuk dasar api
menjadi memadat sama seperti caraku mengubah air menjadi es. Sampai di sini kau
tak kesulitan, tapi bisa kulihat kamu kebingungan setelah itu. Teorinya sama dengan
membuat bom api dan melontarkannya. Hanya bentuknya saja yang berbeda.”
“Bentuknya?” Kyra merasa
tidak sesimpel itu. Ledakan lebih mudah dilakukan karena hanya mengumpulkan
energi dalam jumlah besar dan melepaskannya, tetapi apa yang saat ini Bara
ajarkan adalah melemparkan energi yang telah diubah kepadatannya.
Sekali lagi Kyra mencoba,
membentuk tombak dengan api dan kemudian di lemparkan pada batu sasaran yang
telah disiapkan sebelumnya. Tombak itu padam sebelum sampai ke sasaran, bagai
api di atas lilin yang tertiup angin dan lenyap.
Bara menggelengkan kepala,
Kyra punya kekuatan besar tanpa bakat untuk menggunakannya. Bagaimana latihan
ini bisa membuahkan hasil?
“Sebenarnya di mana
masalahmu? Sudah kukatakan, jangan melepaskan konsentrasimu setelah melemparkannya.
Sebelum tombakmu mengenai musuh, serangan belum berakhir.”
“Aku tak melepaskannya.
Apiku padam otomatis setelah terpisah dari tubuhku.”
“Sifat api tidak seperti
itu. Mereka bisa menyebar, membakar apa pun dengan fleksibel.” Bara tidak
mengerti dengan maksud Kyra. Bagaimana sihir apinya bisa kehilangan bentuk
hanya karena tidak langsung bersentuhan dengan objek tertentu?
“Tidak semuanya sama, Kyra
memiliki komponen api yang berbeda. Latihan ini tidak cocok untuknya.” Di antara
kebingungan Bara, Alexi menyela.
Kedua Petualang
membalikkan badannya, terkejut menemukan Alexi ada di balik batu besar yang
mereka serang dari tadi. Tempat ini ada di area bebatuan belakang Gedung
Serikat Petualang.
Orang-orang yang datang
hanya mereka yang ingin latihan atau memancing di air terjun tak jauh dari
sana. “Apa yang membuat seorang Ksatria datang ke tempat seperti ini?” Letak
istana cukup jauh, rasanya aneh sekali bertemu secara tak sengaja dengan orang
yang selalu berkeliaran di dekat Raja.
“Mengawal Raja. Saat ini Yang Mulia
berada di dekat sini.” Alexi mengucapkan hal itu seperti bukan masalah besar. Arah
pandangannya tertuju ke arah selatan. Lebih tepatnya mengarah pada rumah Meena.
“Apa dia datang mencari
Meena?” Kyra menjadi takut. Dia mendekati Alexi, mencengkeram lengan sang
Letnan berharap mendapatkan jawaban lain.
Alexi mengangguk. “Jangan
pikirkan mereka. Mumpung sudah ada di sini, akan kuajarkan sedikit teknik yang
cocok denganmu. Menyerang tanpa memutuskan api dari tubuhmu.” Ia melepaskan
cengkeraman Kyra, mengambil jarak satu meter dari gadis itu.
Alexi terlihat tak cemas
pada Meena. Dan memang kenyataannya tidak. Dia tahu kedatangan Raja bukan untuk
membawa Meena ke istana. Banyak orang berpikir Raja orang yang tiran.
Kenyataannya dia hanya senang bermain-main. Alexi yakin kalau orang yang
dikawalnya itu hanya ingin menggoda Meena sedikit karena terprovokasi oleh
kata-kata Syra.
“Bagaimana kalau Raja
berniat membawa Meena?”
“Tak akan kubiarkan si
cebol dibawa!”
Alexi menghela napas
melihat mereka. Setia kawan itu bagus, tapi mau melawan Raja sebelum mengetahui
keadaan sebenarnya adalah sebuah kebodohan.
“Aku bukan orang yang suka
memaksa wanita. Meena akan kembali padaku dengan sendirinya. Sampai saat itu
akan kubiarkan kalian menemaninya bermain.”
Reaksi terkejut Bara dan
Kyra saat Nakula muncul di atas mereka tanpa disadari adalah bukti seberapa
jauh perbedaan kemampuan mereka. Nakula dikawal bukan karena butuh
perlindungan, tetapi agar tidak kabur dari tugasnya sebagai Raja hanya untuk pergi
berkencan.
Sang Naga turun di hadapan
mereka secepat kilat, membuat Bara dan Kyra bahkan tak sempat berbicara. Dia
tersenyum penuh misteri, menatap Kyra seakan menemukan mainan yang menarik.
“Ya ampun, kau punya
sesuatu milik temanku, Nona. Sayang sekali, jika tidak aku sudah memintamu
menjadi selirku.” Ketegangan Kyra sirna begitu saja. rasa kagumnya hilang saat
__ADS_1
kata-kata itu keluar dari mulut Nakula.
“Yang Mulia, sebaiknya
Anda berhenti sampai di sini.”
“Jangan marah Alexi. Aku hanya
bercanda.”
“Ayo kita kembali ke
istana.”
“Eh? Katanya kau mau
mengajari Nona itu dulu. Silakan. Rajamu yang perhatian ini akan melihatnya
dengan senang hati.”
Bara dan Kyra saling
tatap. Interaksi Alexi dan Raja Nakula agak aneh. Daripada seorang Raja dan
pengawalnya, lebih seperti teman lama yang akrab.
“Yang Mulia – ”
“Ini perintah, Letnan.”
Ekspresi wajah Alexi
memang datar, tapi siapa pun akan menyadari betapa kesal dia menghadapi tingkah
Nakula. Alexi tak membantah. Dia kembali menghampiri Kyra, menarik gadis itu menjauh
dari Nakula.
“Ini akan menjadi
pelatihan singkat. Pahami dan kuasai dengan cepat. Kemudian lupakan pertemuanmu
dengan Yang Mulia.”
“Mohon bantuannya!” Kyra
mengangguk, meskipun tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Sedangkan Bara telah
ditangkap oleh Nakula, dipaksa menemaninya mengobrol hal tak jelas.
Elf itu masih belum bisa
beradaptasi. Rasanya sulit percaya, seorang Raja duduk di sampingnya, bersikap
sok akrab sambil membicarakan tentang perbedaan pesona wanita. Betapa irinya
dia dengan kepolosan Kyra. Si gadis api yang sudah lupa segalanya, begitu
bersemangat diajari oleh Alexi.
“Apa sebenarnya mau Yang
Mulia. Mendatangi rakyat biasa seperti kami.”
“Kau tak berbasa-basi
ternyata. Meena begitu peduli dengan temannya, jadi aku datang sendiri untuk mengecek
seperti apa mereka.” Ternyata benar, sayap itu bukan barang pinjaman tanpa
alasan.
Bara selalu mencoba menipu
diri sendiri, ingin percaya bila ada cara lain mendapatkan kekuatan binatang
mistik tanpa membunuh atau menjadi pengantinnya. Kenyataan memang tidak ada. Si cebol itu benar-benar telah memilih hidup yang sulit.
“Yang Mulia berucap seakan
peduli padanya. Anda memiliki ratusan selir, memperlakukan satu orang secara
spesial itu terkesan tidak adil.”
“Ratu berbeda dengan
selir. Aku yakin kau sudah tahu, aku adalah seekor Naga. Makhluk seperti ku
sangat setia kepada pengantinku.”
biasa, dengan koleksi selir sebanyak itu.”
Nakula tertawa. Baru kali
ada orang yang begitu lancang menyindirnya seperti itu. Seperti apa yang
diharapkan dari teman Meena. Gadis pemberani dengan ketegaran hati yang
membuatnya jatuh cinta. Teman-temannya pun menarik. Seorang Elf yang baru berumur
570 tahun dengan tingkat kemampuan Rank SS merupakan suatu bakat alami yang
langka. Dan seorang gadis muda naif yang berhasil mencuri hati teman lamanya.
“Aku menyukaimu. Akan
kupercayakan Meena dan gadis itu padamu.” Punggung Bara dipukul berkali-kali.
Dimintai hal yang tak dimengerti, kenapa juga Raja ini peduli pada Kyra yang
bahkan tak dikenalnya?
“Yang Mulia murah hati
sekali, begitu peduli dengan Kyra.” Lagi-lagi Bara menyindir, curiga orang ini sungguh
ingin menjadikan Kyra selirnya.
“Aku tidak peduli padanya,
tapi aku kenal orang yang akan membakar seluruh kerajaanku bila terjadi sesuatu
padanya di wilayahku.”
“Maksud Yang Mulia?”
Namun, kemudian Bara
sadar. Dibalik segala candaan dan obrolan tak jelas mereka, Nakula mencoba
memberitahukan sesuatu kepadanya. Rasa-rasanya hal itu merupakan sebuah rahasia
besar.
Kejelian Bara membuat Nakula
senang. Ia menyeringai. Datang ke sini merupakan keputusan yang benar. Setelah
tahu akan keberadaan Kyra di dekat Meena, membiarkan mereka tanpa perlindungan
adalah suatu kesalahan fatal.
“Pengantin Phoenix. Selamat,
kau dapat dua rekan paling menyusahkan di dunia. Haha!” Apa ini saat yang tepat
untuk tertawa? Bara sampai ternganga tak percaya. Si Meena memang pandai
menyembunyikan banyak hal, tapi si polos Kyra? Apa dia juga dikelabui gadis
naif itu?
“Yang Mulia bercanda?”
“Kau pikir dari mana
kemampuan spesial keabadian dan pengendalian api abnormal itu berasal?” Itu ...
Nakula benar. Kenapa Bara tidak memikirkannya? Seorang manusia dengan kemampuan
spesial pastilah memiliki rahasia dibaliknya.
“Sekali lihat aku bisa langsung
tahu. Gadis itu telah meminum darah Phoenix. Sama seperti Meena yang menerima
sayapku, temanmu juga telah terikat dengannya.” Kyra adalah alasan kedua
kedatangan Nakula. Karena menjadi pengantin makhluk mistis merupakan sebuah
berkat sekaligus bencana.
Sebagian orang akan
menganggapnya hebat, sebagian lagi akan takut padanya. Namun, yang paling buruk
__ADS_1
adalah keberadaan orang-orang serakah yang menginginkan kekuatan legendaris itu.
Menantang binatang mistis adalah hal yang mustahil, itulah kenapa mereka memilih
mengincar pengantinnya.
“Dengar, wanita yang menjadi
pengantin binatang mistik memang mendapatkan separuh kekuatan dari pasangannya, tapi
sebelum kekuatan itu menyatu sempurna dengan tubuhnya dan mampu dibangkitkan, mereka
akan menjadi sasaran empuk. Karena itulah, tolong jaga Meena dan Kyra sampai
kekuatan mereka mampu dibangkitkan.”
Omongan Nakula santai
sekali. Bila semudah itu dilakukan, para pengantin itu tak akan menyembunyikan
identitasnya. Memangnya Nakula pikir berapa banyak orang berhati busuk yang percaya
dengan memakan jantung pengantin binatang mistik bisa membuat mereka
mendapatkan kekuatan itu?
“Kenapa Yang Mulia tidak
menjaganya sendiri?” Bukannya lebih mudah membiarkan Meena tinggal di sisinya.
Tak ada orang yang akan berani melukainya. Kenapa malah membiarkannya hidup
dengan bebas?
“Tidak bisa. Kekuatan
gadis pengantin tidak akan pernah bangkit tanpa usaha sendiri. Menjadi
Petualang adalah jalan tercepat membangkitkan. Banyaknya pengalaman yang
didapat dari pertarungan mereka akan meningkatkan kekuatan itu. Kami makhluk abadi,
tapi gadis-gadis itu adalah manusia biasa. Bila mereka tak bisa membangkitkan
kekuatannya hingga batas umur manusia berakhir, mereka tetap akan menua dan
mati.” Jadi bahkan keabadian Kyra ada kelemahannya? Bara tak pernah tahu akan
hal itu.
“Mengertikan? Kami hanya
bisa memilih satu pengantin seumur hidup. Jika gadis yang dipilih mati sebelum bisa
membangkitkan kekuatannya, dia akan membawa mati kekuatan itu. Bukan hanya
kehilangan setengah kekuatan kami selamanya, kami juga tidak bisa mencari
pengantin baru dan meneruskan keturunan. Hanya pengantin yang telah bangkit
yang bisa melahirkan anak binatang mistik.” Pantas saja, meskipun mereka kuat
dan tak memiliki batas umur hidup, keberadaan binatang mistik begitu langka.
Itu berarti ... Raja satu
ini memberikan segala beban berat ke pundaknya. Secara tak langsung memerintah
dia untuk menjaga pengantin-pengantin itu hingga kekuatan mereka bangkit
sepenuhnya.
“Berapa lama kekuatan itu
akan bangkit?”
“Tak pasti, tergantung
orangnya. Ada yang satu tahun, sepuluh tahun hingga ratusan tahun. Itu pun
bukan berarti semua pengantin manusia. Hahaha ... sebenarnya memilih manusia
sebagai pengantin adalah pilihan terburuk.”
“Dan kau masih tertawa!”
Bara sudah kehilangan kesabaran. Dia mencengkeram kerah baju Nakula. Lupa bahwa
lawannya bukan seseorang yang bisa dia hadapi.
“Apa boleh buat. Saat kau
menemukan orang yang kaucintai, kau akan mengerti kenapa aku memilih Meena.”
Bagi Nakula, menitipkan Meena pada orang lain adalah keputusan sulit, tapi dia
harus melakukannya jika ingin hidup selamanya dengan gadis itu.
“Bukan aku yang perlu kau
cemaskan. Akan kukirimkan orangku untuk membantumu melindungi dan melatih
mereka. Phoenix itu yang lebih berbahaya. Dia begitu pencemburu, posesif dan
pendendam. Pastikan kau jaga Kyra baik-baik untuknya, oke?”
Boleh Bara bunuh diri
saja? Baru saja dia berpikir telah mendapatkan rekan terbaik, dia malah
berakhir mendapatkan rekan paling menyusahkan. Dua-duanya pula.
“Bara! Aku sudah bisa
menggunakan apiku dengan cara lain! Letnan bilang setelah ini tinggal
melatihnya hingga terbiasa. Kau mau jadi lawan tandingku saat latihan?” Dan Kyra
yang datang mendekat dengan tampang polos membuatnya semakin kesal.
“Membayangkan gadis kecil
ini berhasil mengelabuiku membuatku merasa bodoh.” Bara menutup wajahnya dengan
telapak tangan, kemudian mengangkatnya lagi saat mendengar kata-kata Nakula.
“Dia tidak mengelabuimu,
tapi tidak tahu siapa dirinya sendiri. Selanjutnya kuserahkan padamu.” Ternyata
ada hal lebih buruk lagi daripada hanya menjadi penjaga pengantin Raja. Yakni
menjaga pengantin binatang buas yang tak tahu apa-apa.
“Ayo pergi, Alexi.
Urusanku sudah selesai.”
“Baik, Yang Mulia.”
Sudah datangnya
mengagetkan, perginya begitu enteng. Kyra jadi bingung, kenapa Bara mendadak
terpuruk setelah mengobrol akrab dengan Raja.
“Kau hebat! Bisa berteman
dengan Raja. Jadi apa yang kalian bicarakan?”
“Siapa yang berteman
dengannya! Gadis bodoh ini! Rasakan ini!”
“Hentikan! Jangan mengacak
rambutku! Sudah dong, Baraaa!”
“Kita latihan sekarang!
Tak akan kumaafkan kalau kau lambat!”
“Eh? Sekarang sudah sore, masih
mau latihan?”
Bara memberi pelototan
mengancam, membuat nyali Kyra ciut. Gadis itu terdiam seketika. Patuh
melanjutkan latihan. Ternyata latihan dengan Bara sangat tak menyenangkan.
Enakkan dengan Alexi, menyenangkan dan gampang dimengerti.
Author's Note :
__ADS_1
Kelas Pembunuh adalah seorang alih menyelinap. Mampu membunuh target dengan cepat sebelum keberadaanya diketahui.