
Saat orang-orang terpaku
pada pertarungan di atas arena, seorang pria dengan jubah menutupi seluruh
tubuhnya malah terfokus pada penonton. Ia menyeringai, menemukan seseorang yang
ia kenal baik.
Pria itu berpindah tempat
ke belakang incarannya. “Aku menemukanmu, Soli.” Sebuah pisau ia tancapkan ke
arah punggung orang yang dia panggil.
Namun, Soli mampu bergerak
lebih cepat darinya. Ia menangkap pisau yang diarahkan pada punggungnya. “Apa
maumu?” Arah pandangan mata Soli tidak tertuju pada pria itu, melainkan pada Bara
yang berada di depannya.
Syukurlah, keramaian dan
keadaan genting di atas arena membuat Bara teralihkan sepenuhnya dari mereka. Jika
tidak, mungkin saja akan ada pertarungan yang tidak diharapkan.
“Ikut aku. Di sini terlalu
ramai.” Pria itu pergi begitu saja, berlari melintasi bayangan ke arah luar
kota. Soli segera mengikutinya dengan cara yang sama. Lagi pula, jurus mereka
memang sama.
Beberapa saat kemudian,
mereka telah berada di luar kota Nero. Soli dan pria bernama Lunt itu duduk
bersama. Biarpun pertemuan mereka selalu diawali dengan saling serang, tapi hal
itu tak membuat mereka menjadi musuh. Karena itu adalah cara mereka untuk
saling menyapa satu sama lainnya.
“Lain kali jangan lakukan
itu saat aku bersama dengan reguku. Elf yang berada di sampingku memiliki Rank
tinggi. Dia akan segera menyadari kedatanganmu.” Soli mengingatkan. Ia tak mau sampai Bara salah mengira Lunt sebagai musuh mereka.
“Dia dan kedua gadis di
atas arena bukan bagian dari pengawal pribadi Raja. Kenapa kau berkelana dengan
mereka?” Lunt penasaran. Seingatnya, terakhir kali mereka bertemu, Soli masih
bekerja dengan Raja. Tak tahunya, saudara seperguruannya itu sudah menjadi
Petualang.
“Aku tak bisa
memberitahukannya padamu. Aku hanya bisa bilang kalau ini perintah Raja. Aku
masih bekerja pada Raja.” Bukan Soli tak percaya pada Lunt. Dia hanya patuh
pada peraturan. Segala tugas dari Raja adalah rahasia.
“Kupikir kau sudah keluar dari
kerajaan. Sepertinya aku tak bisa mengajakmu bergabung dengan kami. Ya sudah kalau begitu.”
“Kami?”
“Serikat Dagang. Aku
bergabung dengan mereka sekarang.”
“Jadi begitu.”
Serikat Dagang yang Lunt
maksudkan adalah sebuah organisasi gabungan dari seluruh pedagang di dunia.
Anggotanya terdiri dari pedagang dan petarung. Selain transaksi jual dan beli
segala barang, mereka juga sering keluar dari wilayah kerajaan untuk mencari
barang-barang langka dari reruntuhan kerajaan lain.
Organisasi ini
satu-satunya organisasi besar yang tidak berada di bawah kendali Raja. Selain
dihargai dan ditakuti, mereka juga selalu berdiri di posisi netral dalam
keadaan apa pun. Tak ada persekutuan. Hanya ada bisnis dalam tiap kerja sama
yang ditawarkan.
“Kulihat regumu berniat
pergi ke Benteng Barat.” Soli mengangguk. Kalau hanya tujuan mereka tak perlu
dirahasiakan.
“Semua Petualang yang singgah
di sini akan menuju ke sana. Kau tahu apa yang terjadi?” Soli rasa tak mungkin
hanya karena ada serangan dari Undead. Sebab, pertahanan Benteng Barat sendiri sudah begitu kuat. Mereka tak perlu sampai mengumpulkan kekuatan dari ratusan
Petualang hanya untuk bertahan.
“Pengantin binatang
mistik. Kudengar Benteng Barat melindunginya. Putri dari pemilik benteng adalah pengantin Kura-Kura Hitam. Jadi selain Undead, Persekutuan Kegelapan menyerang mereka untuk mendapatkan Tuan Putri itu.”
“Pengantin binatang mistik!?
Apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini?” Pengantin binatang mistik biasanya
muncul satu atau dua dalam kurun waktu 1.ooo tahun, tapi tahun ini muncul tiga
orang sekaligus. Bukannya itu berarti sama saja mendatangkan bencana?
“Haha, aku tahu kau
terkejut. Serikat Dagang juga mulai waswas. Biasanya kemunculan pengantin
__ADS_1
binatang mistik selalu membawa perang. Apalagi ketua kami memutuskan untuk
mendukung Benteng Barat. Aku sendiri dalam misi mengantarkan senjata pesanan
mereka.” Bahkan Serikat Dagang yang selalu bersikap netral sampai memilih untuk
melindunginya dan ini hanya karena satu pengantin. Soli tak bisa membayangkan
masalah yang datang setelah Kyra dan Meena juga pergi ke sana.
“Kenapa wajahmu pucat
sekali?”
“Tak apa-apa. Kuharap
anggota reguku akan bersedia membatalkan pekerjaan ini. Aku kembali dulu.”
“Oke, sampai jumpa lagi.”
Soli segera berlari
kembali ke penginapan. Sesampai di sana, ia dikejutkan oleh sikap Bara. Elf
tukang curigaan itu kini menodongkan senjata padanya. Memang menyebalkan tak
dipercayai, tapi Soli mengerti kenapa Bara marah.
“Ke mana saja kau?”
“Di mana gadis-gadis itu?”
“Jawab dulu pertanyaanku.”
Soli menghela napas.
Bertengkar di depan orang juga tak ada gunanya. Penginapan ini masih dipenuhi
oleh orang-orang yang makan atau sekedar berkumpul untuk mengobrol.
“Mencari informasi dan aku
menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan,” ujar Soli.
Bara menurunkan
senjatanya. Naik ke atas menuju kamar yang mereka pesan. Kyra dan Meena sudah
ada di dalam, sedang mengobati luka-luka mereka.
Sebelum membiarkan Soli
masuk, dia berujar. “Lain kali bilang dulu padaku. Sikapmu membuatku cemas. Aku
tahu Meena keterlaluan dan Kyra gampang terpengaruh sikap Meena. Kau boleh
marah pada mereka, tapi jangan dibawa ke hati.” Bara ingin memastikan kalau
Soli tidak membawa dendam atas segala perilaku mereka padanya.
“Jujur saja, mereka berdua
membuatku muak. Lemah, keras kepala dan menyusahkan, tapi aku seorang yang
profesional. Kesetiaanku pada Raja bukan sesuatu yang patut kau pertanyakan.
Kalau saat ini kalian tak bisa menghargaiku, akan kubuat kalian menghargaiku
dengan kata-kata manis, Bara pasti akan tetap mencurigainya. Akan tetapi, pria
ini jujur mengatakan betapa muak ia pada mereka. Jadi Bara rasa memang tak
perlu cemas dia mengkhianati mereka.
“Aku suka sifatmu. Oke,
jadi katakan apa yang kautemukan.” Bara tertawa, menepuk pundak Soli. Akhirnya
ia bisa sepenuhnya menganggap Soli sebagai rekannya.
“Pengantin Kura-kura Hitam
di Benteng Barat.” Perkataan Soli menghapus senyuman Bara seketika. Bukan hanya
ancaman saat mencari Peri Mimpi, tetapi kemunculan hal gila lainnya telah
menanti mereka di tempat tujuan.
“Dia tak menyembunyikan
identitasnya dan saat ini menjadi sasaran Persekutuan Kegelapan.” Bahkan
Persekutuan Kegelapan telah turun tangan. Apalagi yang bisa mereka lakukan
untuk menghindari masalah?
Persekutuan Kegelapan
adalah sebuah organisasi ilegal. Terdiri dari orang-orang jahat yang berkumpul
untuk mendapatkan kekuatan. Mereka biasanya menerima pekerjaan untuk membunuh orang. Di saat senggang mereka pergi merampok, menjarah, menculik dan kadang-kadang hanya mencari masalah untuk pamer kekuatan.
Organisasi ini adalah
musuh semua orang. Jika mereka sampai tahu siapa sebenarnya Kyra dan Meena, maka
bisa dipastikan mereka juga akan memburunya. Bahkan pihak kerjaan sulit
menangani mereka hingga ke akar-akarnya. Apalagi kelompok kecil Petualang.
“Kau dapat dari mana informasi
itu?”
“Saudaraku berada di
Serikat Dagang. Percayalah. Ini masalah serius. Biarkan saja Serikat Petualang
menghukum kita karena membatalkan misi, keselamatan Nona Meena dan Nona Kyra lebih penting.”
“Aku setuju saja padamu,
tapi apa yang harus kita katakan pada Martin. Dia pemimpin kelompok kita saat
ini. Selain itu, Meena yang paling sulit diyakinkan.” Bara cemas, cebol satu
itu malah semakin ingin pergi setelah tahu akan keberadaan pengantin Kura-kura
Hitam.
“Kalian ngapain bicara di
__ADS_1
depan pintu?” Pas sekali, Meena sudah keluar. Kepalanya saja, tapi suaranya sudah
membuat Bara sakit kepala.
“Cepat masuk. Kita bicara
di dalam.” Bara dorong kepala Meena, masuk dengan Soli dan segera menutup
pintunya.
“Apaan sih! Jangan
dorong-dorong!” Semakin Bara mendorong Meena, semakin juga Meena berlari ke
depan mencoba untuk mencakarnya. Tapi karena tangan Bara lebih panjang, gadis
bertubuh mungil itu jadi seperti lari di tempat.
Kyra tertawa-tawa melihat
mereka. Dia memberikan senyuman pada Soli saat melihat Soli telah kembali. Mau
Bara bilang apa, Kyra percaya Soli tak bermaksud jahat. Penglihatannya pada
orang selalu baik. Jadi Kyra tak perlu merasa waspada pada orang yang dia rasa
bukan orang jahat.
“Dari mana saja? Kami
menang lho. Ehehe.” Kyra mulai bercerita dengan polosnya. Berasa berbicara
dengan saudara sendiri.
“Aku sudah melihatnya,
tapi saat ini kita dalam masalah.” Soli sih tak bisa diajak mengobrol ringan.
Langsung mengalihkan pembicaraan ke masalah utama mereka.
Tawa Kyra berubah menjadi
kebingungan. “Raksasa itu mau balas dendam?”
“Bukan.” Bara yang
menjawab. Dia telah berhasil menangkap Meena. Dan saat ini tengah sibuk
menyeret cebol itu berkumpul di dekat Kyra.
Soli kemudian menceritakan
apa yang ia dengar tentang keadaan Benteng Barat saat ini. Serta sarannya untuk
meninggalkan misi demi menjaga rahasia identitas mereka. Takutnya, ada ahli di
antara Persekutuan Kegelapan yang bisa mengenali mereka dari jenis kekuatan
yang mereka gunakan.
“Tidak mau!” Seperti
dugaan Bara. Meena langsung menolak.
“Kau itu pakai otakmu
tidak! Kalian akan diburu kalau sampai ketahuan oleh mereka!” Kalau itu Meena
juga tahu, itulah kenapa dia berhati-hati menyembunyikan identitasnya.
“Selama tak ketahuan tak
apa-apa. Ingatan Kyra sangat penting. Kita tak bisa membatalkan misi ini. Lagi
pula mungkin dengan bertemu dengan pengantin Kura-kura Hitam, kami bisa belajar
banyak.” Meena rasa wanita itu pastilah kuat. Jika tidak, dia tak akan berani
menunjukkan statusnya.
Menjadi pengantin binatang
mistik sangat membanggakan, tetapi juga sangat membahayakan nyawa. Lebih banyak
orang memilih menutupi daripada membanggakannya. Hanya mereka yang kuat atau kekuatannya telah bangkit yang berani menunjukkan diri. Jika memang Tuan Putri
pemilik benteng telah berhasil membangkitkan kekuatannya, Meena ingin tanya bagaimana caranya.
“Kyra, katakan pada cebol
satu ini kalau keuntungan yang mungkin kalian dapatkan tak akan sebanding
dengan risikonya.” Mustahil Meena mau mendengarkannya, tapi kalau Kyra yang
berbicara, mungkin Meena mau berubah pikiran.
Bara dan Soli menatap Kyra
menunggu tanggapannya. Mereka harap perdebatan ini bisa segera berakhir. Jadi
dia akan bisa langsung menemui Martin untuk menyampaikan kalau mereka berempat
menarik diri dari misi ini.
“Kenapa kita harus melarikan
diri? Cepat atau lambat kami akan ditemukan. Mendapatkan saran dari senior kami
merupakan kesempatan langka. Kupikir lari dari masalah tak akan membuat kami
menjadi kuat. Aku akan tetap pergi bersama dengan Meena.” Namun ternyata, Kyra
sudah tertular sifat keras kepala Meena.
“Fufufu! Dengar itu! Dasar
kalian laki-laki pengecut. Kyra saja berani pergi.” Betapa senangnya Meena,
tawanya mulai terdengar aneh dan menyebalkan. Bara yang mau membantah pun, tak jadi. Harga dirinya tak terima direndahkan oleh Meena.
“Siapa yang pengecut!
Baiklah, kita tetap pergi! Awas saja kalau identitas kalian terbongkar, jangan
mohon bantuanku!”
“Siapa juga yang mau
memohon!” Bara yang lebih dulu berteriak. Kemudian ia saling adu mulut dengan
Meena. Pada akhirnya, segala usaha Soli gagal.
__ADS_1