Phoenix Bride

Phoenix Bride
Episode 19


__ADS_3

Saat orang-orang terpaku


pada pertarungan di atas arena, seorang pria dengan jubah menutupi seluruh


tubuhnya malah terfokus pada penonton. Ia menyeringai, menemukan seseorang yang


ia kenal baik.


Pria itu berpindah tempat


ke belakang incarannya. “Aku menemukanmu, Soli.” Sebuah pisau ia tancapkan ke


arah punggung orang yang dia panggil.


Namun, Soli mampu bergerak


lebih cepat darinya. Ia menangkap pisau yang diarahkan pada punggungnya. “Apa


maumu?” Arah pandangan mata Soli tidak tertuju pada pria itu, melainkan pada Bara


yang berada di depannya.


Syukurlah, keramaian dan


keadaan genting di atas arena membuat Bara teralihkan sepenuhnya dari mereka. Jika


tidak, mungkin saja akan ada pertarungan yang tidak diharapkan.


“Ikut aku. Di sini terlalu


ramai.” Pria itu pergi begitu saja, berlari melintasi bayangan ke arah luar


kota. Soli segera mengikutinya dengan cara yang sama. Lagi pula, jurus mereka


memang sama.


Beberapa saat kemudian,


mereka telah berada di luar kota Nero. Soli dan pria bernama Lunt itu duduk


bersama. Biarpun pertemuan mereka selalu diawali dengan saling serang, tapi hal


itu tak membuat mereka menjadi musuh. Karena itu adalah cara mereka untuk


saling menyapa satu sama lainnya.


“Lain kali jangan lakukan


itu saat aku bersama dengan reguku. Elf yang berada di sampingku memiliki Rank


tinggi. Dia akan segera menyadari kedatanganmu.” Soli mengingatkan. Ia tak mau sampai Bara salah mengira Lunt sebagai musuh mereka.


“Dia dan kedua gadis di


atas arena bukan bagian dari pengawal pribadi Raja. Kenapa kau berkelana dengan


mereka?” Lunt penasaran. Seingatnya, terakhir kali mereka bertemu, Soli masih


bekerja dengan Raja. Tak tahunya, saudara seperguruannya itu sudah menjadi


Petualang.


“Aku tak bisa


memberitahukannya padamu. Aku hanya bisa bilang kalau ini perintah Raja. Aku


masih bekerja pada Raja.” Bukan Soli tak percaya pada Lunt. Dia hanya patuh


pada peraturan. Segala tugas dari Raja adalah rahasia.


“Kupikir kau sudah keluar dari


kerajaan. Sepertinya aku tak bisa mengajakmu bergabung dengan kami. Ya sudah kalau begitu.”


“Kami?”


“Serikat Dagang. Aku


bergabung dengan mereka sekarang.”


“Jadi begitu.”


Serikat Dagang yang Lunt


maksudkan adalah sebuah organisasi gabungan dari seluruh pedagang di dunia.


Anggotanya terdiri dari pedagang dan petarung. Selain transaksi jual dan beli


segala barang, mereka juga sering keluar dari wilayah kerajaan untuk mencari


barang-barang langka dari reruntuhan kerajaan lain.


Organisasi ini


satu-satunya organisasi besar yang tidak berada di bawah kendali Raja. Selain


dihargai dan ditakuti, mereka juga selalu berdiri di posisi netral dalam


keadaan apa pun. Tak ada persekutuan. Hanya ada bisnis dalam tiap kerja sama


yang ditawarkan.


“Kulihat regumu berniat


pergi ke Benteng Barat.” Soli mengangguk. Kalau hanya tujuan mereka tak perlu


dirahasiakan.


“Semua Petualang yang singgah


di sini akan menuju ke sana. Kau tahu apa yang terjadi?” Soli rasa tak mungkin


hanya karena ada serangan dari Undead. Sebab, pertahanan Benteng Barat sendiri sudah begitu kuat. Mereka tak perlu sampai mengumpulkan kekuatan dari ratusan


Petualang hanya untuk bertahan.


“Pengantin binatang


mistik. Kudengar Benteng Barat melindunginya. Putri dari pemilik benteng adalah pengantin Kura-Kura Hitam. Jadi selain Undead, Persekutuan Kegelapan menyerang mereka untuk mendapatkan Tuan Putri itu.”


“Pengantin binatang mistik!?


Apa yang sebenarnya terjadi di dunia ini?” Pengantin binatang mistik biasanya


muncul satu atau dua dalam kurun waktu 1.ooo tahun, tapi tahun ini muncul tiga


orang sekaligus. Bukannya itu berarti sama saja mendatangkan bencana?


“Haha, aku tahu kau


terkejut. Serikat Dagang juga mulai waswas. Biasanya kemunculan pengantin

__ADS_1


binatang mistik selalu membawa perang. Apalagi ketua kami memutuskan untuk


mendukung Benteng Barat. Aku sendiri dalam misi mengantarkan senjata pesanan


mereka.” Bahkan Serikat Dagang yang selalu bersikap netral sampai memilih untuk


melindunginya dan ini hanya karena satu pengantin. Soli tak bisa membayangkan


masalah yang datang setelah Kyra dan Meena juga pergi ke sana.


“Kenapa wajahmu pucat


sekali?”


“Tak apa-apa. Kuharap


anggota reguku akan bersedia membatalkan pekerjaan ini. Aku kembali dulu.”


“Oke, sampai jumpa lagi.”


Soli segera berlari


kembali ke penginapan. Sesampai di sana, ia dikejutkan oleh sikap Bara. Elf


tukang curigaan itu kini menodongkan senjata padanya. Memang menyebalkan tak


dipercayai, tapi Soli mengerti kenapa Bara marah.


“Ke mana saja kau?”


“Di mana gadis-gadis itu?”


“Jawab dulu pertanyaanku.”


Soli menghela napas.


Bertengkar di depan orang juga tak ada gunanya. Penginapan ini masih dipenuhi


oleh orang-orang yang makan atau sekedar berkumpul untuk mengobrol.


“Mencari informasi dan aku


menemukan sesuatu yang sangat mengejutkan,” ujar Soli.


Bara menurunkan


senjatanya. Naik ke atas menuju kamar yang mereka pesan. Kyra dan Meena sudah


ada di dalam, sedang mengobati luka-luka mereka.


Sebelum membiarkan Soli


masuk, dia berujar. “Lain kali bilang dulu padaku. Sikapmu membuatku cemas. Aku


tahu Meena keterlaluan dan Kyra gampang terpengaruh sikap Meena. Kau boleh


marah pada mereka, tapi jangan dibawa ke hati.” Bara ingin memastikan kalau


Soli tidak membawa dendam atas segala perilaku mereka padanya.


“Jujur saja, mereka berdua


membuatku muak. Lemah, keras kepala dan menyusahkan, tapi aku seorang yang


profesional. Kesetiaanku pada Raja bukan sesuatu yang patut kau pertanyakan.


Kalau saat ini kalian tak bisa menghargaiku, akan kubuat kalian menghargaiku


dengan kata-kata manis, Bara pasti akan tetap mencurigainya. Akan tetapi, pria


ini jujur mengatakan betapa muak ia pada mereka. Jadi Bara rasa memang tak


perlu cemas dia mengkhianati mereka.


“Aku suka sifatmu. Oke,


jadi katakan apa yang kautemukan.” Bara tertawa, menepuk pundak Soli. Akhirnya


ia bisa sepenuhnya menganggap Soli sebagai rekannya.


“Pengantin Kura-kura Hitam


di Benteng Barat.” Perkataan Soli menghapus senyuman Bara seketika. Bukan hanya


ancaman saat mencari Peri Mimpi, tetapi kemunculan hal gila lainnya telah


menanti mereka di tempat tujuan.


“Dia tak menyembunyikan


identitasnya dan saat ini menjadi sasaran Persekutuan Kegelapan.” Bahkan


Persekutuan Kegelapan telah turun tangan. Apalagi yang bisa mereka lakukan


untuk menghindari masalah?


Persekutuan Kegelapan


adalah sebuah organisasi ilegal. Terdiri dari orang-orang jahat yang berkumpul


untuk mendapatkan kekuatan. Mereka biasanya menerima pekerjaan untuk membunuh orang. Di saat senggang mereka pergi merampok, menjarah, menculik dan kadang-kadang hanya mencari masalah untuk pamer kekuatan.


Organisasi ini adalah


musuh semua orang. Jika mereka sampai tahu siapa sebenarnya Kyra dan Meena, maka


bisa dipastikan mereka juga akan memburunya. Bahkan pihak kerjaan sulit


menangani mereka hingga ke akar-akarnya. Apalagi kelompok kecil Petualang.


“Kau dapat dari mana informasi


itu?”


“Saudaraku berada di


Serikat Dagang. Percayalah. Ini masalah serius. Biarkan saja Serikat Petualang


menghukum kita karena membatalkan misi, keselamatan Nona Meena dan Nona Kyra lebih penting.”


“Aku setuju saja padamu,


tapi apa yang harus kita katakan pada Martin. Dia pemimpin kelompok kita saat


ini. Selain itu, Meena yang paling sulit diyakinkan.” Bara cemas, cebol satu


itu malah semakin ingin pergi setelah tahu akan keberadaan pengantin Kura-kura


Hitam.


“Kalian ngapain bicara di

__ADS_1


depan pintu?” Pas sekali, Meena sudah keluar. Kepalanya saja, tapi suaranya sudah


membuat Bara sakit kepala.


“Cepat masuk. Kita bicara


di dalam.” Bara dorong kepala Meena, masuk dengan Soli dan segera menutup


pintunya.


“Apaan sih! Jangan


dorong-dorong!” Semakin Bara mendorong Meena, semakin juga Meena berlari ke


depan mencoba untuk mencakarnya. Tapi karena tangan Bara lebih panjang, gadis


bertubuh mungil itu jadi seperti lari di tempat.


Kyra tertawa-tawa melihat


mereka. Dia memberikan senyuman pada Soli saat melihat Soli telah kembali. Mau


Bara bilang apa, Kyra percaya Soli tak bermaksud jahat. Penglihatannya pada


orang selalu baik. Jadi Kyra tak perlu merasa waspada pada orang yang dia rasa


bukan orang jahat.


“Dari mana saja? Kami


menang lho. Ehehe.” Kyra mulai bercerita dengan polosnya. Berasa berbicara


dengan saudara sendiri.


“Aku sudah melihatnya,


tapi saat ini kita dalam masalah.” Soli sih tak bisa diajak mengobrol ringan.


Langsung mengalihkan pembicaraan ke masalah utama mereka.


Tawa Kyra berubah menjadi


kebingungan. “Raksasa itu mau balas dendam?”


“Bukan.” Bara yang


menjawab. Dia telah berhasil menangkap Meena. Dan saat ini tengah sibuk


menyeret cebol itu berkumpul di dekat Kyra.


Soli kemudian menceritakan


apa yang ia dengar tentang keadaan Benteng Barat saat ini. Serta sarannya untuk


meninggalkan misi demi menjaga rahasia identitas mereka. Takutnya, ada ahli di


antara Persekutuan Kegelapan yang bisa mengenali mereka dari jenis kekuatan


yang mereka gunakan.


“Tidak mau!” Seperti


dugaan Bara. Meena langsung menolak.


“Kau itu pakai otakmu


tidak! Kalian akan diburu kalau sampai ketahuan oleh mereka!” Kalau itu Meena


juga tahu, itulah kenapa dia berhati-hati menyembunyikan identitasnya.


“Selama tak ketahuan tak


apa-apa. Ingatan Kyra sangat penting. Kita tak bisa membatalkan misi ini. Lagi


pula mungkin dengan bertemu dengan pengantin Kura-kura Hitam, kami bisa belajar


banyak.” Meena rasa wanita itu pastilah kuat. Jika tidak, dia tak akan berani


menunjukkan statusnya.


Menjadi pengantin binatang


mistik sangat membanggakan, tetapi juga sangat membahayakan nyawa. Lebih banyak


orang memilih menutupi daripada membanggakannya. Hanya mereka yang kuat atau kekuatannya telah bangkit yang berani menunjukkan diri. Jika memang Tuan Putri


pemilik benteng telah berhasil membangkitkan kekuatannya, Meena ingin tanya bagaimana caranya.


“Kyra, katakan pada cebol


satu ini kalau keuntungan yang mungkin kalian dapatkan tak akan sebanding


dengan risikonya.” Mustahil Meena mau mendengarkannya, tapi kalau Kyra yang


berbicara, mungkin Meena mau berubah pikiran.


Bara dan Soli menatap Kyra


menunggu tanggapannya. Mereka harap perdebatan ini bisa segera berakhir. Jadi


dia akan bisa langsung menemui Martin untuk menyampaikan kalau mereka berempat


menarik diri dari misi ini.


“Kenapa kita harus melarikan


diri? Cepat atau lambat kami akan ditemukan. Mendapatkan saran dari senior kami


merupakan kesempatan langka. Kupikir lari dari masalah tak akan membuat kami


menjadi kuat. Aku akan tetap pergi bersama dengan Meena.” Namun ternyata, Kyra


sudah tertular sifat keras kepala Meena.


“Fufufu! Dengar itu! Dasar


kalian laki-laki pengecut. Kyra saja berani pergi.” Betapa senangnya Meena,


tawanya mulai terdengar aneh dan menyebalkan. Bara yang mau membantah pun, tak jadi. Harga dirinya tak terima direndahkan oleh Meena.


“Siapa yang pengecut!


Baiklah, kita tetap pergi! Awas saja kalau identitas kalian terbongkar, jangan


mohon bantuanku!”


“Siapa juga yang mau


memohon!” Bara yang lebih dulu berteriak. Kemudian ia saling adu mulut dengan


Meena. Pada akhirnya, segala usaha Soli gagal.

__ADS_1


__ADS_2