Place Of Death

Place Of Death
Kisah Kelam


__ADS_3

Kini pertarungan sudah mau memasuki babak akhir..


Yuto yang saat ini masih terus bertarung dengan Roku, dan disatu sisi korban terus berjatuhan baik dari pihak musuh maupun kawan


Sedangkan untuk warga sekitar satu persatu menyelamatkan diri, namun beberapa penduduk ikut membantu.


Disisi lain tampak terlihat Violet merawat prajurit yang mengalami luka, akibat tebasan senjata tajam dari musuh, dan jendral Ang terus bertarung sambil menjaga jaraknya dengan Putri violet, untuk memudahkannya menyelamatkan Putri Violet apa bila terjadi sesuatu yang tidak di inginkan.


Disuatu tempat yang jauh dari kerajaan Bruska, atau lebih tepatnya di benua selatan, tampak terjadi kekacawan, dimana terlihat Petualang yang berada disana , sedang bertempur dengan prajurit kekaisar yang di bantu oleh beberapa pihak dari kerajaan.


Entah apa yang terjadi sepertinya dunia sudah mulai tak seimbang lagi, dan dibenua Timur tampak disebuah tempat yang sangat tersembunyi, terlihat beberapa pasukan malam sunyi tengah mengawasi sesuatu.


Dan ditempat lain di benua timur, tampak saat ini kerajaan Lacia tengah terkepung dari kerajaan lain


“Menyerahlah kalian sebelum kami meratakan Kerajaan kalian” Ucap komandan yang mengepung kerajaan Lacia


Di dalam istana


“Yang mulia tampaknya mereka telah mengepung kerjaan ini, dan sekarang pasukan kita telah siap untuk berperang, silakan beri kami perintah” Ucap Jendral


“tetap bertahan di posisi seperti itu, untuk saat ini kita harus mengevakuasi penduduk terlebih dahulu, utamakan wanita dan anak - anak terlebih dahulu” Jelas yang Mulia


“Apa saat ini surat kepada sekutu telah kalian Kirim” Tanya yang mulia kepada Penasehat


“Sudah yang mulia, cuman tampaknya saat ini mereka belum meresponya” Ucap Penasehat Kerajaan


Di tengah percakapan yang menegangkan tersebut Putri raja muncul, Kini dia telah beranjak dewasa dengan gaun yang berwarna merah maron dan Rambut Lurus menutupi sebagian pundaknya, tampak dari raut wajah yang sangat ketakutan atas apa yang terjadi saat ini.


“Ayah apakah kita akan baik – baik saja?” Tanya Putri

__ADS_1


“Kita akan baik – baik saja, sebaiknya segera mengungsi nak, bawah ibumu juga, Jangan lupakan Pendudukmu karena kau adalah Calon Pemimpin selanjutnya,” Jelas Raja


“Bagaimana dengan ayah?” Tanya Putri


“ayah akan tetap disini bersama dengan yang lainnya, dan ayah akan segera menyusul” Jelas yang mulia Raja


Akhirnya sang putripun pergi, sambil menengok kebelakang melihat ayahnya yang saat ini berdiri dengan gagahnya, berat langkah kakinya untuk meninggalkan Ruangan ini, Tapi apalah daya, saat ini ia masih belum mampu melakukan apapun untuk membantu.


Kini kembali Di pertarungan Yuto yang saat ini masih terus berlangsung, Roku maju kedepan dan mengayunkan pedangnya kearah kepala Yuto, Yuto dapat menangkis dengan pedangnya yang saat ini terus membara, terdengar suara dentuman - dentuman logam dari keduanya, seakan - akan menjadi saksi kekuatan mereka.


“Heiii, Bocah Hebat Juga kau” Ungkap Roku Sambil terus melakukan serangan


Kini keduanya tampak berhenti sejenak dan saling memandang, dan saat itu keduanya serentak bergerak kearah samping seakan – akan mencari celah satu sama lain, dan dengan serentak juga mereka maju bersamaan dan untuk ke sekian kalinya kedua pedang tersebut kembali bertemu.


“Heii Bocah, berani – berani kau mengganggu rencana ku” Ungkap Roku di tengah – tengah pertarungan


“Apa kau Pikir mereka orang suci, Jangan terlalu naif” Jelas Roku


“Apa maksutmu?” Tanya Yuto yang penasaran.


“Dulu Ayahku salah satu dari Komandan dari Parajurit Kerajaan ini, dan Sangat di cintai oleh Penduduk ini, Namun Jendral sialan itu menfitnah Ayahku” Ungkap Roku


18 Tahun yang lalu


Ayah Roko merupakan salah satu Prajurit biasa yang berada di kerajaan Bruska, namun kerana beberapa tindakan heroiknya untuk kerajaan ini, bahkan rela melakukan apa saja untuk melindungi kerajaan ini dan penduduknya.


Raja Yang mendengar hal itu, mengangkatnya menjadi salah satu Komandan, dan semakin hari semakin dekat dengan Raja.


Jendaral Ang yang melihat itu merasa iri, Ia merasa posisinya akan tergantikan oleh Ayah Roku.

__ADS_1


Ia menfitnah Ayah Roku akan Melakukan sebuah Kudeta kepada Raja. Tentu saja Raja Tidak Bisa langsung percaya, Raja memutuskan memanggil Ayah Roku.


Jendaral Ang yang saat itu bertugas untuk memanggil Ayah Roku, membawa banyak pasukan, nampaknya ia berencana menghabisi Ayah Roku.


Satu persatu anak Panah yang Ujungnya telah di selimuti Api, mengarah keatap Rumah Roku, membuat Rumahnya terbakar.


Ayah Roku yang saat itu Tampak kebingungan, keluar dan menanyakan Atas apa yang mereka lakukan, Namun Tak ada Jawaban Sedikit Pun yang keluar dari mulut mereka, Dan akhirnya ayah Roku Terpaksa Melawan dan Bertarung sendirian melawan mereka semua, Roku yang saat Itu masih Berusia 5 Tahun Hanya dapat melihat ayahnya bertarung namun karena Jumlah mereka yang banyak, berhasil mengalahkan ayahnya, dan ibunya pun juga harus ikut tewas karena menyelamatkan dari reruntuhan bangunan yang terjatuh akibat Api yang membakar Rumahnya.


Ketika sampai di telinga Raja mengenai apa yang terjadi mengapa mereka membunuh Ayah Roku, Jendral Ang mengatakan bahwa dia memberontak pada Saat itu, dan mencoba menyerang Mereka semua, Tentu saja Sang Raja tidak langsung percaya.


Namun pasukan yang ikut pada saat itu, mengetakan hal yang sama, dan salah satu warga yang Jendarl Ang untuk di jadikan saksi mengatakan hal yang sma, sehinggah membuat raja mempercayainya.


Ke esokan Harinya Di tengah – tengah kerajaan banyak penduduk warga desa berkumpul, tampak terlihat mayat ayah Roku yang saat itu di gantung.


Dan dibawah gantungan mayat itu Terlihat sosok Raja yang disampingnya adalah Jendral Ang, dan dengan lantang Jendral Ang mengatakan Kepada penduduk Bahwa Ayah Roku adalah seorang penghianat, dan berniat mengkudeta sang raja membuat Warga yang saat itu terkejut, mereka tak menduga Bahwa orang yang selama ini sangat ramah kepada mereka adalah seorang penghianat.


Roku yang saat itu melihat mayat ayahnya dan mendengar apa yang Jendral Ang katakan, hanya dapat menangis dan merenung, Ia tak menyangka segala yang telah susah payah ayahnya perbuat untuk kerajaan ini mereka balas dengan hal yang kejam.


Dibalik tangisan itu terdapat sebuah dendam yang akan suatu saat nanti ia akan balas, dan akhirnya Roku memutuskan meninggalkan kerajaan itu.


Dan didalam perjalanan yang entah kemana ia akan pergi, dia bertemu dengan seseorang, yang saat itu sedang bertarung bersama Monster, tampak pria itu sangat kuat, dengan mudahnya mengalahkan monster - monster itu


Roku yang menyaksikannya memutuskan untuk mengikuti Pria itu, Dengan Harapan dia di ajarkan ilmu bela diri ,Pria itu pun menerima Roku untuk mengikutinya, karna merasa iba dengan Roku yang saat itu menceritakan apa yang baru saja ia alami.


Bersambung ....


Jangn Lupa komen, like dan Komen


...-By Alzan-...

__ADS_1


__ADS_2