
Yuto yang saat ini tengah dalam berjalanan Bersama dengan 4 orang tabib yang saat ini Bersamanya.
“tuan sebaiknya kita istirahat terlebih Dahulu” Ucap sala satu tabib yang kini sudah tampak kehausan, namun salah satu rekannya menegurnya
“hei kim kau pikir kita bisa beristirahat sekarang Lihatlah saat ini matahari matahari membakar kita, bertahanlah kita harus tetap lanjut” Ucap Pria tersebut
“Sho benar kita harus tetap lanjut bertahanlah” Ucap Tabib yang lainnya, yang tampak bersemangat dengan Pra yang Bernama Sho
Yuto yang merasa kasian kemudian mengeluarkan kembali satu kantong air yang besar dari cincin penyimpanan, ia kemudian memberikan kepada mereka semua “Minumlah ini, dan jangan lupa berbagi, dan juga tenanglah disini paman aku aku ingin mencari suatu” Ucap Yuto yang saat itu ia kemudian memunculkan sayap Hitamnya.
Hal itu membuat mereka berempat terkejut dengan perubahan Yuto, karena ini kali pertama mereka melihat seseorang bisa memunculkan sebuah sayap, namun mereka sadari sayap tersebut, tercipta oleh sebuah sihir, terlihat dari bentuk sayap yuto yang tampak seperti air hitam yang mengisi sebuah Wadah.
Yang saat itu juga Yuto terbang setinggi mungkin. “sudah Kuduga sayap ini bisa membuatku terbang” Gumam Yuto dalam Hatinya, yang saat itu ia tampak sangat senang, yang saat merasakan kekuatan Kutukan tak terlalu buruk ia miliki, meskipun proses yang harus ia peroleh tidak lah muda
“Baiklah biar aku perhatikan apakah ada sesuatu di depan” Ucap Yuto yang saat itu tampak mengudara dengan diam mengecek ke adaan sekitar.
dan tak lama setelah itu ia melihat dua sebuah danau yang lumayan jauh dari tempat mereka berada, tak hanya itu tampak Juga beberapa Pohon tumbuh subur di tempat tempat tersebut.
Yang saat itu juga ia menyadari bahwa tempat itu merupakan tempat yang memiliki sumber air, yang berada di gurun, namun sulit untuk di temukan.
“Sepertinya itu Oasis” Gumam Yuto yang melihat tempat itu dengan sangat jelas.
Sedikit penjelasan.
__ADS_1
Mungkin di antara kalian ada yang belum mengetahui apa itu oasis. Oasis merupakan sebuah daerah subur yang berada di tengah gurun, dimana terdapat sebuah mata air di daerah tersebut, tak hanya itu untuk, jika daerah oasis sangat luas, biasanya akan menjadi habitat beberapa hewan atau bahkan manusia sekalipun.
Kembali ke cerita Utama, Yuto yang saat itu melihat Sebuah Oasis kemudian pergi ketempat itu, untuk mengisi beberapa kanton air Yang sebelumnya di Habiskan Oleh Tabib-tabib Itu.
Sampainya di sana ia kemudian mengisi semua kantong air yang sudah kosong, sampai terisis full, hal itu sengaja ia lakukan agar para Tabib-tabib itu bisa meminumnya Ketika berjalan menuju oasis tersebut.
“sepertinya sudah semua” Gumam Yuto, yang saat itu kembali terbang dengan kecepatan tinggi ke tempat empat Tabib itu, dimana Yuto menceritakan apa yang baru saja ia lihat saat dirinya mengudara.
“Paman aku menemukan sebuah oasis yang jaraknya lumayan jauh dari tempat kita berada” Jelas Yuto kepada mereka semua, yang saat mereka mendengarnya membuat mereka sedikit bersemangat, dimana tempat itu merupakan tempat yang ideal untuk mereka semua istirahat,
“benarkah nak, kalua begitu sebaiknya ke tempat itu, dan beristirahat, dan sebaiknya kita bermalam di tempat itu saja” Ucap salah satu dari mereka,
Yang saat itu tampak mereka setuju dengan saran yang di berikan oleh temannya. “yaa Rud Benar sebaiknya kita segera bergegas” sambung Sho, yang di ikuti oleh anggukan mereka semua.
Ketika hari mulai Sore Yuto dan ke empat Tabib itu kemudian sampai, ke oasis yang, saat itu juga mereka langsung terduduk lemas dan berteduh di bawah pohon yang memiliki daun yang rindang. “akhirnya sampai Juga” Sahut Rud sembari meneguk beberapa air, Yuto yang melihat mereka semua beristirahat memutuskan untuk mengeluarkan beberapa Daging dan Juga beberapa ikan yang sudah di bakar dari cincinnya.
“Paman sebaiknya kita makan terlebih Dahulu” panggil Yuto kepada mereka semua, yang saat itu tampak sebuah tikar, yang di atasnya terdapat beberapa pring yang sudah di terisi makanan, dan ada juga pring kosong untuk mereka gunakan.
Mereka semua yang mendengar panggilan Yuto bergegas menuju ke sumber suara tersebut. “Wahh, Aku tak menyangka kau banyak memiliki persediaan makan” Ucap Salah satu dari mereka.
Yuto yang saat itu hanya tersenyum dan kemudian berbicara sebuah kalimat. “Ini memang kebiasaanku, untuk menyimpan cadangan makanan, untuk berjaga-jaga jika suatu saat aku tak sempat berburu” Jawab Yuto. Yang saat itu juga mereka kemudian makan Bersama, di bawah Pohon, dan beralaskan sebuah tikar yang lumayan besar.
*****
__ADS_1
Malam telah Tiba, saat ini ke empat tabib itu tampak kedinginan, di mana suhu pada malam hari berbanding terbalik dengan suhu pada siang hari, hal tersebut sangatlah wajar.
“Apakah paman baik-baik saja? Tanya Yuto kepada mereka semua, sembari memperbaiki posisi api unggun yang sudah ia buat, dimana saat ini ia memakai sebuah jaket yang tak terlalu tebal.
“Yaa kami baik-baik saja, hanya saja kami merasa dingin sekali, namun ini bukanlah masalah” Jawab salah satu dari mereka.
“Kemarin paman, saat ini apinya unggun telah selesai” Panggil Yuto yang saat itu baru saja selesai memperbaiki posisi beberapa kayu.
Ke empat orang tersebut tampak mendekati api itu, dan kemudian mereka berbicara kepada Yuto. “Aku tak tau apa yang terjadi Jika kau tak menemani kami semua” Ujar Sho yang sedang menghangatkan dirinya
“Ini sudah takdir, lagian aku harus melewati tempat ini” Jelas Yuto kepadanya.
“Apakah Emang kau mau kemana nak” Tanya Pria lainnya
“Ada sebuah tempat yang harus aku kunjungi, dan juga akan menentukan Takdirku kedepannya” Ujar Yuto
“Sepertinya itu takdir yang berat, tapi ingatlah perkataanku ini, apapun takdir yang akan kau jalani kedepannya, ingatlah satu hal ini, keputusan yang akan kau ambil hari ini akan menentukan takdirmu kedepannya” Jelas Sho kepada Yuto yang saat itu Juga menyadari apa yang Sho katakana tidaklah salah.
“baik paman terima kasih atas nasehatnya” Ucap Yuto
“Sama-sama nak, kalua seperti itu aku tidur dulu, dan kau jga sebaiknya tidur, karena besok adalah perjalanan yang Panjang” Ucap Sho yang saat itu, bersiap untuk tidur, yang dimana ketiga temannya sudah lebih dulu tidur
“duluan Aja paman, saat ini aku masih belum mengantuk” Jelas Yuto.
__ADS_1
Bersambung…